Rabu, 24 Oktober 2012

Peran Perempuan dalam Dunia Intelijen

semester 4 kemarin hana ngambil mata kuliah lintas fakultas intelijen dan investigasi kejahatan di departemen kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UI :D
btw, ni tugas akhirnya :D


Peran Perempuan dalam Dunia Intelijen

Oleh
Hana Bilqisthi
1006664016

Kinerja intelijen erat kaitannya dengan keamanan negara. Awalnya intelijen semata-mata digunakan untuk kegiatan perang. Dengan perubahan sifat perang modern menjadi perang total, tugas badan intelijen kini tidak hanya terbatas di bidang kemiliteran saja, tetapi meliputi bidang ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya.[1] Dunia intelijen yang sangat berisiko menyebabkan profesi ini sering diasosiasikan dengan lelaki. Walaupun sebenarnya profesi ini terbuka untuk perempuan. Bahkan di AS, salah satu pemimpin intelijen adalah seorang perempuan. Dia bernama Betty Sapp dan menjabat sebagai  komandan National Reconnaissance Office (NRO).[2] Bagaimana peran perempuan dalam dunia intelijen?
Sejarah
Intelijen sudah dikenal sejak orang mengenal perang itu sendiri. Intelijen dikenal sebagai sarana vital dan keahlian negarawan dalam diplomasi atau perang. Teoritikus perang Cina, Sun Tzu (6 abad SM) telah menekankanpentingnya intelijen.[3] Salah satu contoh klasik peran perempuan bekerja sebagai agen intelijen adalah Delilah. Dia berusaha memikat Samson dan mencari titik lemahnya. Delilah berhasil menemukan titik lemahnya, yaitu rambut Samson dan membuat Samson dapat ditaklukan. [4]
Sejarah mencatat, Amerika Serikat (AS)  sudah menggunakan perempuan sebagai agen sejak perang revolusi AS. Tentara AS dan Inggris merekrut para perempuan sebagai tukang masak dan pembantu. Para perempuan AS menggunakan kesempatan tersebut untuk melakukan spionase. Mereka diberi kesempatan tidak terbatas dalam mengakses tenda prajurit Inggris sehingga dapat menguping pembicaraan mengenai taktik perang, persediaan persenjataan, dan juga perubahan kepemimpinan tanpa dicurigai. Kondisi tersebut terjadi karena saat itu para pria menganggap perempuan sebagai sosok yang lugu dan tidak mengancam atau membahayakan.  Anggapan tersebut menguntungkan para agen perempuan sehingga mereka dapat memeroleh  informasi vital yang menguntungkan tentara AS. Mengingat bahaya yang melekat pada kehidupan seorang agen intelijen, banyak para agen perempuan yang meninggal dalam kondisi penyamaran sehingga identitas mereka yang sebenarnya masih misteri. Sebagian agen perempuan yang berjasa dalam perang revolusi AS adalah agen 355. Agen 355 adalah bagian dari Culper Spy Ring, berjasa dalam mengungkap pengkhianatan Benkditus Arnold, memfasilitasi penangkapan Andre John Major, Kepala operasi Intelijen Inggris di New York. Selain agen 355, agen lainnya adalah Anna Nancy Smith Strong. Dia menggunakan cucian pada tali jemuran sebagai sinyal operasi rahasia. Bahkan pada masa ini, Jenderal Goerge Washington mengutip laporan salah satu agen perempuan yaitu Elizabeth Burgin dalam membuat keputusan ketika rapat bersama Continental Congress. [5]

Pada perang sipil AS, mulai terjadi perubahan paradigma mengenai perempuan. Belajar dari pengalaman revolusi AS, wanita dianggap sebagai orang yang polos dan tidak mengancam menyebabkan para komandan di kedua belah pihak mulai benar-benar memahami dan menghargai kerjasama para perempuan. Para perempuan pada masa perang sipil mulai dicurigai sehingga membuat tugas menggumpulkan informasi yang mereka lakukan jauh lebih berbahaya. Walaupun begitu, selama perang sipil terjadi reformasi intelijen di AS. Pria dan wanita bekerja sama dalam sistem intelijen yang formal, rekrutmen dan pelatihan menjadi lebih terstruktur. Selain itu, didirikan jaringan klandestin yang rumit dan dikelola oleh masing-masing pihak di seluruh negeri dengan perempuan melayani di semua tingkatan, mulai dari mata-mata, spesialis enkripsi dan penanganan agen.[6]
Perang dunia I juga merupakan titik balik bagi intelijen AS.Ada kemajuan teknologi komunikasi dan membutuhkan teknik enkripsi yang lebih baik.  Militer AS khususnya Army Signal Corps merekrut perempuan sebagai penerjemah, operator telepon, driver, dan ahli kriptologi. 
Pada perang dunia II, perempuan AS juga tutut memainkan peran dalam misi OSS. Pada tahun 1944, OSS memiliki 13.000 karyawan dan sekitar 4500nya adalah perempuan. Sepertiga agen perempuan ditugaskan ke luar negeri. Salah satu agen intelijen perempuan terbesar AS adalah Virginia Hall dari Baltimore. 
 Agen-agen peremuan lainnya yang terkenal pada perang dunia adalah Tokyo Rose, Mata Hari, Josephine Baker, dan Dame Stella Remington. Tokyo Rose sebenarnya merupakan kumpulan agen intelijen perempuan Jepang yang bertujuan menyiarkan pesan untuk mengecilkan hati prajurit AS. Mata hati sendiri merupakan intelijen perempuan yang seksi dan legendaris. Mata Hari mengenal dunia intelijen sejak 23 Mei 1914, ketika tampil di hall musik Jerman. Travegotf von Jagow, intelijen asal Jerman, menawarinya untuk memata-matai Prancis. Mata hati menggunakan kecantikannya untuk merayu para perwira militer Inggris dan menggali informasi saat bercinta. Josephine Baker tidak menjadi intelijen lapangan, tetapi agen rahasia yang bertugas membawa dokumen penting dari berbagai negara yang dikunjunginya. Sejumlah dokumen penting diubah menjadi sandi ke dalam notasi musik. Pemerintah Prancis memberinya penghargaan atas tugas rahasia itu, termasuk status kewarganegaraan. Dame Stella Remington memeroleh jabatan tertinggi di lembaga intelijen dalam negeri Inggris sebagai direktur M15.Stella berhasil mengubah wajah intelijen Inggris yang garang menjadi penuh kekeluargaan.  Gaya dan karakternya ditiru para pembuat film James Bond, dengan menempatkan Judi Deuch sebagai M: bos 007. [7]
Begitu pula pada masa perang dingin, agen intelijen perempuan memberikan kontribusi yang tidak terhingga. Mereka bergerak di bidang operasional, administrasi, teknikal, dan dukungan. Nona Gene Grabeel, karyawan layanan dari Army Signal Intelligence  berhasil menciptakan program deskripsi rahasia yang diberi nama kode Venona. Venona dirancang untuk mengumpulkan, memeriksa, dan mengeksploitasi komunikasi terenkripsi diplomatik Soviet. Peran lain perempuan dalam perang dingin adalah sebagai analis intelijen yang memecah sistem pengkodean Jerman dan Jepang. [8]
 Di Indonesia sendiri, seorang agen wanita Swiss, Mrs. Korondi berhasil menyelamatkan presiden Soekarno dan Menlu RI Dr. Soebandrio yang akan take off dari Kemayoran denganmembocorkan rahasia bahwa dua flight engineer  AS telah dipengaruhi dan bekerjasama dengan pihak Inggris yang telah merencanakan bahwa pesawat AA Convair yg membawa presiden Soekarno dan romobongannya akan mengalami gangguan berupa kerusakan mesin setelah berada di atas wilayah Kalimantan Utara sehingga terpaksa harus dilakukan pendaratan darurat di Laut Cina selatan, di posisi mana sudah menunggu kapal induk Inggris yang akan memberikan pertolongan sewaktu presiden Soekarno dan Menlu RI Dr. Soebandrio sudah mengapung. Selanjutnya akan diberi suntikan untuk memudahkan membuka rahasia ketika diwawancarai. Presiden Soekarno dan rombongannya pun berangkat dengan mobil dari Bogor tidak langsung ke Kemayoran Airport , melainkan menggunakan pesawat terbang Presiden yang take off dari Halim Perdana Kusumah. Ternyata benar, bahwa pada rute dan posisi yang disebutkan oleh Mrs. Korondi terdapat kapal induk Inggris.[9]
Peran dan posisi perempuan dalam dunia intelijen saat ini

Jika menilik sejarah, dapat dikatakan agen perempuan memainkan peran yang penting.  Kemudian bagaimana peran dan posisi perempuan dalam dunia intelijen saat ini? Di Indonesia sendiri, Menurut Kepala Sub Direktorat II Ekonomi, Direktorat Intelijen Keamanan Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) yang bernama Titik Velentina, di satuan tempatnya bekerja, hanya ada 30-40 intelenjen perempuan dari total 300 orang. [10]
Berbeda halnya dengan Di AS, Menurut Melissa Mahle, mantan kepala kantor CIA, pada tahun 1991, 40% tenaga kerja CIA terdiri dari perempuan, namun hanya 17% petugas operasi adalah perempuan dan kurang dari 1% telah berpangkat perwira. Pada tahun 1992 di bawah pemerintahan presiden Clinton, 250 agen intelijen perempuan mengajukan tuntutan kepada CIA karena telah melakukan diskriminasi dalam perekrutan dan kenaikan pangkat. Pada tahun 1995, kasus tersebut dinyatakan selesai atau ditutup oleh pengadilan dengan negara membayar uang ganti rugi sebesar seratus ribu dollar perkaryawan dan 25 orang di antara yang mengajukan tuntutan disetujui dalam hal promosi jabatan. Kemudian di bawah kepemimpinan direktur CIA George Tennet, terjadi reformasi birokrasi CIA[11]
Bahkan saat ini di AS, beberapa perempuan berhasil memegang jabatan atau posisi penting dalam dunia intelijen. Salah satu pemimpin intelijen adalah seorang perempuan. Dia bernama Betty Sapp dan menjabat sebagai  komandan National Reconnaissance Office (NRO).[12] Contoh lainnya adalah Nancy Bones. Dia mantan direktur National Imagery and Maping Agency (NIMA), komponen departemen pertahanan AS yang memanfaatkan citra canggih dan kemampuan pemetaan untuk menghasilkan grafik khusus. Dia dulu bertanggung jawab kepada intelijen untuk menginterpretasi informasi imagery yang diambil dari database komputer dan analisis politik serta militer. Selain itu, agen intelijen yang berhasil mencapai salah satu posisi penting adalah Maureen Baginski. Dia menjabat sebagai direktur intelijen cabang Sinyal NSA. Dia bekerja sama dengan cabang eksekutif dan komunitas intelijen untuk menghasilkan laporan akhir untuk pejabat pemerintah dan militer.     
Kelebihan dan Kekurangan Agen Intelijen Perempuan
Menurut  Titik Velentina  kelebihan perempuan sebagai agen intelijen adalah sifat perempuan yang memiliki ketahanan berada dibalik layar dan tidak menonjol. Nilai tambah  perempuan sebagai agen intelijen adalah  ketekunan yang melekat secara alami dalam diri perempuan. Ketekunan inilah yang juga menjadi modal penting bagi seorang intelejen.[13]
Keuntungan mata-mata perempuan adalah dapat menggunakan bra dalam menyembunyikan senjatanya. [14] Selain itu, wanita biasanya ahli dalam menyamar. Mereka dapat pergi ke berbagai tempat tanpa diketahui maupun diteliti. Hal ini disebabkan masih adanya anggapan bahwa perempuan adalah makhluk lemah. Mata-mata perempuan dapat menggunakan daya tarik seksualnya demi meraih informasi. Bahkan Israel menghalalkan agen perempuannya melakukan hubungan seks demi tugas intelijen negara. [15] ? Berbeda halnya dengan CIA, CIA mengizinkan agen perempuan untuk merayu lawan jenis dalam menjalankan tugas namuan tidak  mengijinkan agennya untuk menjadi pelacur atau berhubungan seksual.[16] ?
Ada dua kelemahan agen perempuan. Salah satu kekurangan perempuan sebagai agen intelijen adalah sering mudah kebingungan ketika menjalankan tugas di lapangan[17]. Selain itu,  perempuan pada dasarnya memiliki simpati yang lebih tinggi dibanding lelaki sehingga akan kesulitan menjalankan tugas mereka sebagai agen ketika mereka diharuskan memanfaatkan kelemahan musuh dan mengambil keuntungan dari kondisi tersebut. Begitulah hal yang dirasakan Lindsay Moran saat dirinya memutuskan untuk berhenti dari dunia intelijen.[18]

Kesimpulan

Perempuan telah lama memainkan peran dalam dunia intelijen mulai dari Delilah hingga saat ini. Di Indonesia, agen intelijen perempuan masih minim jumlahnya, sementara di AS, agen intelijen perempuan saat ini cukup banyak jumlahnya dan sudah mulai memainkan peran semenjak perang revolusi AS. Bahkan beberapa diantara mereka dapat memegang jabatan-jabatan penting. Perempuan memiliki kelebihan berupa tahan di balik layar, tidak menonjol, tekun, dianggap lemah, memiliki daya tarik seksual dan dapat menyembunyikan senjata di balik bra-nya. Walaupun begitu, agen intelijen perempuan tidak luput dari kelemahan. Mereka mudah kebingungan saat menjalankan tugas dan memiki simpati yang lebih tinggi dibanding lelaki sehingga daat menghambat kinerja mereka. Alangkah baiknya agen intelijen perempuan dapat ditempatkan di posisi yang sesuai karakteristik perempuan sehingga mereka dapat menjalankan tugasnya dengan optimal.








Daftar Pustaka
Chusmeru (2009, Februari 18). Perempuan di Dunia Intelijen. Diakses dari http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/02/18/52284/Perempuan.di.Dunia.Intelijen
Intelijen wanita perang dunia ii. (2010, 18 April). Diakses dari http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/04/intelijen-wanita-perang-dunia-ii-2/
Intel perempuan bekerja dua kali lipat ketimbang intel laki-laki (2012, Maret 3). Diakses dari http://www.lensaindonesia.com/2012/03/03/intel-perempuan-bekerja-dua-kali-lipat-ketimbang-intel-laki-laki.html
Kunarto. (1999). Intelijen POLRI: Sejarah, Perspektif, Aspek dan Prospeknya. Jakarta: Cipta Manunggal.
National Women’s History Museum – Spies. (n.d). Diakses dari http://www.nmwh.org/spies/1.htm
Perempuan dalam dunia intelijen (2009,  18 Februari). Diakses dari http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/02/18/52284/Perempuan.di.Dunia.Intelijen
The Women Spies.(2008) Diakses dari http://www.thecityedition.com/Pages/Archive/Summer08/WomenSpies.html
The Secret Life of a Female Spy (2005, November 29). Diakses dari http://abcnews.go.com/GMA/story?id=1354732#.T7cHEdz848A
Yamin, M. & Matengkar, S. (2005) Intelijen Indonesia: Toward Professional Intelligence. Jakarta: Gadjah Mada University Press, 2005
Wanita pertama komandan satelit mata-mata AS (2012, 1 Mei. Diakses dari http://www.intelijen.co.id/warta/1933-wanita-pertama-komandani-satelit-mata-mata-as
Wahyudi, I. (2012, Maret 9).21 tahun jadi intel ibu ini siap jadi detektif swasta. Diakses dari http://makassar.tribunnews.com/2012/03/09/21-tahun-jadi-intel-ibu-ini-siap-jadi-detektif-swasta




[1] Muhammad Yamin dan Sebastian Matengkar, Intelijen Indonesia: Toward Professional Intelligence (Jakarta: Gadjah Mada University Press, 2005)
[3] Op. CIt
[5] http://www.nwhm.org/online-exhibits/spies/1.htm
[6] Ibid
[7]http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/02/18/52284/Perempuan.di.Dunia.Intelijen
[9] Kunarto, Intelijen POLRI: Sejarah, Perspektif, Aspek dan Prospeknya (Jakarta: Cipta Manunggal, 1999), hlm. 39-40.
[10] http://makassar.tribunnews.com/2012/03/09/21-tahun-jadi-intel-ibu-ini-siap-jadi-detektif-swasta
[11] http://www.thecityedition.com/Pages/Archive/Summer08/WomenSpies.html
[13] Tribun news, op cit.
[15] http://muslimdaily.net/berita/internasional/wanita-halal-berhubungan-sex-demi-tugas-intelijen-negara.htm
[16] http://abcnews.go.com/GMA/story?id=1354732#.T7cHEdz848A
[17] The City Edition, op. Cit.
[18] ABC Newsm op.cit