Top Social

Menjadi Lebih Cantik Setiap Harinya From Ugly Duck to Beautiful Swan

|

 Tulisan ini dibuat dalam rangka memperingati 
Hari Kesehatan Mental sedunia ke-20 yang bertema "Depresi: Suatu Krisis Global"

Enak ya jadi anak kecil, kerjaannya main, makan dan tidur. Hidup tanpa beban. Gue pegen balik lagi kyk gitu” 
"I miss being a little kid, no stress, no worries, no cares in the world"
Saya sering mendengar  teman-teman saya berkata seperti itu atau membaca status fb/twitter yang berbunyi kurang lebih seperti kalimat tsb. Seinget saya, cara mengatasi stress  (coping stress) yang mereka lakukan dapat dikategorikan sebagai  wishful thinking dalam emotional focus coping jika mengacu pada pembagian jenis coping stres Lazarus dan Folkman (1985). Mereka mengalihkan perhatian mereka dari masalah dengan memikirkan betapa menyenangkannya jika mereka masih dalam masa kanak-kanaknya.  Kalian sendiri pernahkah berpikiran sama seperti teman2 saya? Berkeinginan ke masa anak-anak?

Well,  I don’t want to go back to my childhood. Why? I don’t think my childhood is a happy one. Yah… that was how I thouth about it.. until june this year.
If I told you that a child can feel stress and depressed? 
Will you believe it?
I understand if you will not. 
Many of my friends didn’t believe it either. 
But the truth is a child can feel depressed too.

Depresi adalah  a state of low mood and aversion to activity that can have a negative effect on a person's thoughts, behavior, feelings, world view and physical well-being(definisi diambil dari wikipedia.. hehehe.. bisa baca lebih banyak tentang depresi disini, sini, sini dan sini)

Ciri-ciri depresi adalah kehilangan energy, merasa sedih, tak berharga & merasa bersalah, sulit konsentrasi, menarik diri, hilang minat & kesenangan, berpikir tentang kematian & bunuh diri, perubahan kemampuan kognitif ,perubahan kemampuan bicara dan perubahan dalam fungsi vegetatif (Kring, Johnson, Davison, Neale, 2010)

saya tidak yakin apakah saat kecil saya mengalami depresi karena saya tidak pergi ke psikolog dan mendapat diagnosis. Namun, sepertinya ciri-ciri depresi mirip seperti yang saya alami ketika masih kecil. Saya ingat saya pernah berpikiran untuk bunuh diri. Dalam psikologi, berpikiran bunuh diri disebut suicide ideation

Keinginan pertama saya untuk bunuh diri muncul saat saya berusia kira-kira 7/8 tahun. Menurut teori perkembangan, pada masa middle childhood adalah masa dimana anak mulai sadar tentang body image. Saya sendiri mulai menyadari body image saya. 

Pada usia enam tahun, ibu saya membelikan saya boneka Barbie yang kemudian saya beri nama Clara. Saya sangat menyukai Clara dan mengidolakannya. Kemudian, saya memutuskan untuk tidak mau makan karena ingin kurus seperti Clara. Kondisi saya tersebut sesuai dengan hasil penelitian Dittmar, Halliwell, & Ive (2006), yaitu anak perempuan yang berusia 5-8 tahun cenderung merasa tidak puas dengan body image yang mereka miliki jika sering diperlihatkan boneka Barbie. Keluarga saya sering mengatakan kepada saya kalau saya sudah sangat kurus tetapi  saya tidak mempercayai mereka. Saya tidak mau makan karena saya merasa diri saya gendut jika dibandingkan boneka barbie yang saya miliki. 

Saya juga merasa diri saya tidak cantik. Saya ingat saya sering berkaca di depan cermin dan mendapati diri saya kecewa karena bentuk tubuh saya tidak seperti boneka Barbie. Selain kondisi badan, saya juga sedih karena merasa kedua belah mata saya ukurannya tidak sama tiap kali saya bercermin. Selain itu, dari buku-buku cerita yang saya baca seperti Cinderella, Beauty and the Beast, Putri Salju, dan Putri Duyung, saya mendapatkan pesan bahwa kebahagiaan dan menikah dengan pangeran hanya akan didapatkan oleh perempuan yang cantik, sementara saya merasa diri saya tidak cantik. 

Seingat saya, tidak ada orang yang memuji saya cantik kecuali umi saya. Kemudian pada suatu hari saya melihat seorang bapak yang sedang menggendong anaknya dan berkata bahwa anaknya cantik sementara saya berpendapat bahwa anak bapak tersebut tidaklah cantik. Saya kemudian menceritakan pemandangan yang saya lihat kepada Umi. Umi menjelaskan bahwa setiap anak perempuan tentu saja dianggap cantik oleh orang tuanya. Saat itu, saya mengambil kesimpulan bahwa saya sebenarnya tidak cantik karena hanya umi saya yang memuji saya cantik.

salah satu lagu yang menggambarkan perasaan saya saat itu




I think I’m ugly
And nobody wants to love me
Just like her I wanna be pretty I wanna be prety
Don’t lie to my face tellin’ me I’m pretty
I think I’m ugly
And nobody wants to love me
Just like her I wanna be pretty I wanna be pretty
Don’t lie to my face cuz I know I’m ugly
-Ugly 2Ne1


Saya merasa menderita, tidak berharga dan tidak ada gunanya lagi saya hidup. Saya berpikir untuk mengambil pisau dapur dan memotong urat nadi di pergelangan tangan saya. Namun, entah kenapa saya merasa ragu. Saya bertanya dalam hati “Benarkah bunuh diri akan membuat penderitaan saya berakhir?”. 

Sebelum memutuskan untuk membunuh diri saya sendiri, saya mencari tahu bagaimana Islam memandang tentang bunuh diri dan ternyata bunuh diri dilarang dalam Islam. Orang Islam yang bunuh diri akan masuk neraka. 
 
Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur'an)." 
(QS. Al-Kahfi ; 6)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." 
(An-Nisa' : 29)

 Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw., bersabda :
 “Siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam,
 maka senjata itu akan ditusuk-tusukannya sendiri dengan tangannya
 ke perutnya di neraka untuk selama-lamanya; 
dan siapa yang bunuh diri dengan racun, 
maka dia akan meminumnya pula sedikit demi sedikit nanti di neraka, 
untuk selama-lamanya; 
dan siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, 
maka dia akan menjatuhkan dirinya pula nanti (berulang-ulang) 
ke neraka, untuk selama-lamanya.” 
Hadits 86. (Shahih Muslim)

Saat kecil bukan ayat Quran atau hadis yang saya cantumkan di atas yang saya temukan. Saya baru mencari tahunya baru-baru ini.  hehehe...  
Saya ingat saya membaca buku kecil yang saya lupa apa judulnya dan siapa pengarangnya, isi buku itu bercerita tetang tingkah laku masyarakat jepang yang sesuai dan tidak dengan ajaran islam. Di dalam buku tersebut saya menemukan bahwa islam melarang bunuh diri dan yang bunuh diri akan masuk neraka. 

Mengetahui hal tersebut, saya pun mengurungkan niat saya untuk bunuh diri karena jika saya bunuh diri sama saja seperti pepatah “Keluar dari Kandang Buaya Masuk Kandang Macan”. Hal yang saya inginkan adalah penderitaan saya berakhir, namun mengetahui fakta bahwa orang yang bunuh diri tidak masuk surga di kehidupan setelah kematian. Bukankah artinya saya tetap tidak dapat bahagia setelah bunuh diri? 

Setelah mengetahui hal tersebut, saya menceritakan kepada adik saya, Huang, yang berusia satu tahun lebih muda dari saya bahwa pernah terlintas keinginan bunuh diri dalam diri saya. Ternyata Huang menceritakan “curhat” saya tersebut kepada Umi saya dan  kemudian saya dimarahi. Ketika dimarahi, saya merasa sedih karena tidak dipahami. Saya menangis ketika di kamar akan tetapi kali ini saya tidak mau bunuh diri karena takut masuk neraka.


Saya ingat setelah kejadian tersebut, saya membaca kumpulan cerpen "Pangeranku" karya Helvy Tiana Rosa. Membaca buku tersebut membuat saya sadar bahwa sebenarnya saya tidak pernah bersyukur. Saya tidak pernah berterima kasih atas nikmat yang telah Allah berikan. Semenjak itu saya belajar mulai bersyukur akan kondisi saya.

Buku lain yang mengubah hidup saya adalah the Ugly duck. Selesai membaca buku tersebut saya belajar bahwa seseorang yang saat kecil dianggap jelek mungkin berubah jadi cantik saat dia dewasa. Setelah membaca buku tersebut, setiap harinya saya berdoa kepada Allah "Ya Allah, hana tahu saat ini hana itu ugly duck. Hana mohon saat dewasa nanti buat Hana menjadi cantik (beautifull swann). Hana mohon semoga Hana bertambah cantik setiap harinya."

Sound ridiculus? hahahahaha... Saya juga mikir gitu sekarang. tapi waktu saya kecil, doa itu membantu saya menjalani hari-hari saya. Doa tersebut membuat saya memiliki harapan dalam menjalani hidup.

O ia, sekedar catatan saya baca doa seperti itu setiap hari setiap sehabis shalat dan itu berlangsung sampai saya berusia 12 tahun atau kelas enam SD. Saya mulai berhenti berdoa ketika masuk SMP. Kenapa? Allah telah mengabulkan doa saya. Saat saya SMP  (tahun 2004), standar kecantikan saat itu adalah gadis lurus berambut panjang. Well it's me (saya memiliki rambut lurus dan cukup panjang saat masuk SMP).  Saya benar-benar bersyukur saat itu.
Kejadian tersebut mengubah pandangan saya akan diri saya. Dulu saya merasa diri saya jelek dan orang lain cantik. tapi sekarang saya merasa diri saya cantik dan orang lain lebih cantik. :D 




Saya bersyukur saya tidak jadi bunuh diri. Jika saya bunuh diri, maka saya akan masuk neraka. Selain itu, saya tidak akan pernah belajar bahwa saya mampu melewati masa-masa sulit seperti mengatasi perasaan putus asa dan tidak berharga. 

Saya juga bersyukur pernah mengalami masalah body image saat saya masih kanak-kanak, bukan saat saya remaja. Berdasarkan pengalaman tersebut, saya belajar untuk bersyukur atas kondisi fisik yang saya miliki. Saya belajar bahwa untuk menjadi bahagia karena merasa cantik, saya tidak perlu membuat diri saya seperti boneka barbie. Hal yang perlu saya lakukan adalah saya perlu menerima diri saya, bersyukur dan mengubah pandangan saya tentang diri saya. Saya belajar untuk mencintai diri saya sendiri.  

Saya bersyukur saya masih hidup saat ini. Ada masa-masa dimana saya merasa sedih dan tertekan dan merasa tidak tahu apa yang mesti saya lakukan untuk mengatasinya. Namun, berulang kali masalah tersebut akhirnya selesai dan berlalu. 


“Everything will be okay in the end, if its not okay its not yet the end..” 
-Patrick Star


فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)


Yah,,, mungkin masa kecil saya tidak bahagia. tapi jika tidak begitu, mungkin saya tidak akan belajar pentingnya bersyukur dan mencintai diri saya sendiri. Saya tidak mungkin tidak akan menjadi Hana Bilqisthi yang sekarang. :D Ya... saya adalah Hana Bilqisthi yang merasa bahwa saya bertambah cantik setiap harinya :D hehehe


“Even a happy life cannot be without a measure of darkness, and the word happy would lose its meaning if it were not balanced by sadness. It is far better take things as they come along with patience and equanimity.”
C.G. Jung

Pesan yang ingin saya sampaikan adalah: depresi bisa menimpa siapa saja, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Mulai dari orang miskin hingga orang kaya. Masalah psikologis bersifat universal, bisa menimpa siapa saja di berbagai negara dengan berbagai latar belakang, segala usia, gender, kelas sosial-ekonomi, di desa dan kota. 

Saat ini di seluruh dunia sekitar 450 juta orang menderita masalah kesehatan mental dan tingkahlaku. Gangguan depresi baik di tingkat internasional maupun nasional kini sudah menjadi suatu wabah bisu alias silent epidemics. Posisinya sebagai beban penyakit global, pada 2020, bakal menempati peringkat kedua di bawah penyakit jantung koroner. (Kompas)

Jika anda depresi dan merasa ingin bunuh diri, harap mencari bantuan seperti pergi ke psikolog. Anda juga bisa pergi ke puskemas. Indonesia memiliki kebijakan yang terkait dengan kesehatan mental, yaitu mengadopsi model  kesehatan mental berbasis komunitas yang direkomendasikan WHO untuk negara-negara yang memiliki keterbatasan sumber daya dalam bidang kesehatan mental. Dalam model ini pelayanan kesehatan mental disediakan di level puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, dan menggunakan sistem rujukan ke RSU/ RSJ bila diperlukan

Perilaku bunuh diri bukan merupakan gangguan psikologis, namun merupakan simtom dari gangguan psikologis lain, umumnya gangguan mood (depresi). Fakta lain yang mungkin membantu anda adalah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang pernah mencoba bunuh diri tapi gagal (tidak sampai mati), 80% dari mereka melaporkan pada dua hari berikutnya bahwa mereka merasa senang karena masih hidup atau merasa ambivalen tentang keinginan bunuh dirinya. 


"Among those who attempt suicide but do not die, 80 percent report within the next 2 days that they are either glad to be alive or ambivalent about whether they want to die" (Henriques, Wenzel, Brown, et al., dalam Kring, Johnson, Davison, Neale, 2010). 

Dan jika kalian menemukan teman kalian berkata bahwa dia ingin bunuh diri harap jangan dianggap sebagai bercanda. Sebagian besar orang yang berkeinginan untuk bunuh diri telah menyampaikan keinginan mereka namun selalu dianggap sebagai candaan bagi orang-orang sekitar mereka. 

Jika ada berkata ingin bunuh diri, tanyakan mengapa mereka ingin bunuh diri dan dengarkan masalah mereka. Katakan padanya bahwa kau siap mendengarkan ceritanya.

Munculnya pemikiran untuk bunuh diri umumnya merefleksikan semakin berkurangnya pilihan yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan masalah dan tidak melihat jalan keluar lain.  Kalian mungkin bisa membantu dengan berkata bahwa "Mari kita cari jalan keluar bersama-sama. :) 

Jika mereka muslim, Anda mungkin bisa memberitahu bahwa Islam melarang bunuh diri dan bunuh diri bukanlah tindakan yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Tapi jangan sampai mereka merasa anda mengabaikan perasaan mereka. Alangkah lebih baik lagi jika kalian juga bisa bantu mereka dengan menyarankan dan menemani pergi ke psikolog/psikiater.

Semoga bermanfaat :)


Daftar Pustaka

Depresi. Diakses dari http://en.wikipedia.org/wiki/Depression_%28mood%29 pada 10 oktober 2012 pukul 11:54 WIB
 Kring, Johnson, Davison, Neale (2010). Abnormal Psychology 11th ed. New York : John Wiley & Sons.

Lazarus, R. S. & Folkman, S.  (1985). If it changes it must be a process: Study of emotion
and coping during three stages of a college examination. Journal of Personality and Social Psychology, 48, 150-170. Retrieved from http://psycnet.apa.org/journals/psp/48/1/150.html. Diakses pada tanggal 2 Mei 2011 pukul 17:07 WIB

2 komentar on "Menjadi Lebih Cantik Setiap Harinya From Ugly Duck to Beautiful Swan"

Terima kasih sudah berkunjung :D
Yang menulis belum tentu lebih pintar dari yang membaca
Jadi, silahkan kalau mau memberikan kritik, saran, umpan balik & pujian.
:D

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature