Top Social

Happy Independence Day's Indonesia (◦`⌣')9

|
Hana rasa hari raya kemerdekaan Indonesia kali ini istimewa. :) Mengapa? Karena hari raya kemerdekaan saat ini bertepan dengan bulan ramadhan, mirip seperti 17 Agustus 1945 lalu :D sama2 hari jumat pula :D
Al-Qur'an diturunkan tgl 17,org Islam smbahyang 17 rakaat,oleh krn itu kesucian angka 17 bknlah buatan manusia - Soekarno 15Agt'45 
Semoga aja Indonesia makin baik ke depannya :D

o ia, hana mau apresiasi KDRI (kementrian desain republik Indonesia) yang tiap tahun makin keren desainnya


(˘˘)

Sebenernya KDRI udah desain logo HUT (hari Ulang tahun) RI dari HUT ke 65 :D cuma hana waktu tu udah tahu kdri tapi jarang mampir ke websitenya... jadi baru mendukung gerakan mereka pas HUT RI ke 66

mungkin hana bakal reblog postingan yang melatarbelakangi kdri bikin desain HUT RI versi mereka


#Gembolers!
Karya ini muncul hasil dari gregetan kami terhadap rasa "cuek" Pemerintah dalam penggunaan logo HUT RI yang setiap kali diadakan.Coba bayangkan dalam - dalam, (sambil meresapi gambar di bawah ini) *hening* ... *backsound lagu horor mengiringi...*

 GILAA!!! Ini GILAA!! Kalian sadar gak, selama 6 tahun logonya beginu beginu aja ?Kita seakan masuk di mesin waktu dan syaraf otak dipaksa untuk mengingat bahwa HUT RI dari yang ke 60 sampai 66 itu ya sama saja nuansanya.
Sebagai desainer grafis, kami malu... coba bayangkan, di project ini seolah - seolah si desainer setiap tahun kerjaannya cuma ngeganti angka sama nambahin bendera satu biji!
Kami jadi NEHIK NEHIK untuk menggunakan logo resmi ini... *sambil sembunyi di pohon cemara*
Coba deh image apa yang muncul dari perbuatan logo di atas ? Status Quo, pasif, gak ada perubahan, monoton, males, gak ada ide... Kita lagi ngomongin selebrasi Kemerdekaan Bung! Tapi kok... *diam sejenak...tenggorokan kering* ... Yah sudahlah.. mungkin Pemerintah kita lagi "bludrek" sampai tidak sempat ngurusin remeh temeh seperti ini.
Pesan moral yang diambil dari artikel ini adalah "Apa yang sudah kamu lakukan untuk Negaramu? - Sekian."
Oh iya, ini ada ramalan kami di HUT 83 RI, ketika perbuatan aneh dalam pembuatan logo ini tidak dihentikan..


sumpah Hana ngakak pas awal baca postingan tersebut. Tapi di satu sisi jadi miris juga karena logo HUT RI pemerintah ngga kreatif. Maka KDRI pun meluncurkan desain versi mereka sendiri:

keren banget kan? menurut hana perbedaannya kayak bumi dan langit :D hehe ^^v

Mereka mendorong logo tersebut dipakai jadi profil picture di facebook maupun di twitter dengan fasilitas twibbon :D Nah ni salah satu profil picture fb Hana waktu pake twibbon HUT RI 66


tahun ni dalam rangka merayakan HUT RI ke 67 kdri menghadirkan Logo  berjudul "Burung Garuda dan Dunia" yang memiliki makna Indonesia saatnya berkarya untuk dunia di ulang tahun ke67



 desain kali ini lebih simpel... tapi entah kenapa hana lebih suka desain tahun lalu .. heheh ^^v
tapi kalau dibandingkan sama versi pemerintah, desain yang ini emang lebih keren :D



o ia, ni salah satu profil picture FB hana yang menggunakan twibbon HUT RI 67

keren kan? ayo kalian pake juga :D


Terlepas dari segala permasalahan yang ada di bangsa Indonesia, Hana berharap ke depannya Indonesia bakal lebih baik. I love Indonesia.

posting kali ini hana tutup dengan sebagian bait dari puisi Karawang Bekasi karya Chairil Anwar (1949)


Kenang, kenanglah kami 
Kami sudah coba apa yang kami bisa 
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa 
Kami sudah beri kami punya jiwa 
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan 
Tapi adalah kepunyaanmu 
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Mari jangan sia-siakan jasa para pahlawan kemerdekaan! Indonesia! Berdaya! Bersatu! Berkarya! Merdeka!


('́)


Note:
btw, indonesia's independence day versi google juga keren (˘˘)



Writing became such a process of discovery

|
Writing became such a process of discovery that I couldn't wait to get to work in the morning:  I wanted to know what I was going to say.  ~Sharon O'Brien


Beberapa waktu lalu hana baru saja membaca postingan di salah satu blog teman hana, pitek (puspita insan kamil) yg judulnya Be genuine.  Isi postingannya menceritakan pelajaran saat prosesi psikologi dimana kelompoknya melakukan kecerobohan lupa mencantumkan daftar pustaka sehingga dituduh plagiarisme tapi kemudian dari pengalaman tersebut dia belajar betapa pentingnya memperhatikan daftar pustaka dan kutipan. Pitek juga menceritakan pengalaman ketika tulisannya diplagiat. Dia merasa sedih dan kesal. Di akhir tulisan pitek mengajak pembacanya untuk percaya pada kemampuan sendiri untuk menulis dan tidak melakukan plagiarisme.

Setelah membaca postingan tersebut, hal yg tidak hana prediksi adalah esai hana bakal diplagiat. Pagi itu tanggal 13 Agustus, hana dapet kabar dari nova kalau ada maba psiko 2012 yang ngopy esai tri dharma perguruan tinggi hana
Sedih? Jelas. Esai itu Hana buat sampai begadang karena Hana membaca banyak referensi. yah walau harus hana akui esai yang Hana buat itu jelek. Kenapa? kalau kalian teliti lagi, tidak jelas mana kalimat utama dan kalimat penjelas dalam esai tersebut. Selain itu, cara penulisan referensinya salah tidak sesuai format APA (American Psychological Association), tapi bukan berarti boleh dicopy.

APA reference format in desktop wallpaper :D
a genius idea by @ikhsanaridani :D



Nova menasehati Hana untuk tidak menaruh lagi tugas-tugas di blog Hana karena kan mudah diplagiat. Mendengar hal tersebut Hana jadi ingat salah temen Hana pernah bilang hal yang sama ke Hana "Kalau loe naro tugas loe diblog berarti loe udah rela dong kalau tulisan loe diplagiat.". Sumpah, saat itu Hana shock mendengarnya. Padahal niat Hana posting tugas-tugas Hana bukan untuk itu. Ada dua alasan utama mengapa Hana posting tugas-tugas Hana di blog:

1. Media publikasi karya Hana
Waktu PSAF (Pengenalan Sistem akademik tingkat fakultas), Hana inget cerita Mas Budi Matindas tentang senior Hana yang ide skripsinya diplagiat oleh temannya sendiri. Kalau Hana ngga salah inget, ceritanya begini: senior hana ini ceroboh meninggalkan draft ide skripsinya di kantin. temannya menemukan draft tersebut dan kemudian menggunakan ide tersebut untuk skripsinya. Celakanya lagi, temannya lebih cepat mengumpulkan proposal skripsi dibanding dia. Ketika senior Hana mengumpulkan proposalnya, dosen menemukan bahwa idenya sama dengan yang dikumpulan temannya dan justru dia yang dituduh plagiat. Untungnya, dia pernah publish ide skripsi dia tersebut di blog pribadinya sehingga dia bisa membuktikan bahwa dia yang memiliki ide tersebut. Seinget Hana fakultas psikologi memberikan hukuman DO bagi senior hana yang memplagiat ide tersebut.

Kisah tersebut yang menginspirasi Hana buat posting tugas Hana di blog. Jadi, kalau ada orang yang mengklaim ide/karya Hana. Hana bisa membuktikannya dengan menunjukkan isi blog Hana. Selain itu, untuk mencegah orang-orang mengcopy karya Hana, Hana melisensi karya Hana. Yup, thanks to creative common :D hana jadi bisa memberikan lisensi pada karya Hana. Awalnya Hana ngelisensi karya Hana satu-persatu. Tahunya kalau punya blog, bisa ngelisensi langsung sekali aja jadi hana ngga perlu capek-capek ngelisensi satu-persatu.

2. Sebagai contoh / bahan pembelajaran
Waktu akhir sem 1, Hana waktu itu minta slide presentation mata kuliah ke Kak Wulan dan Hana waktu itu langsung copy folder "Semester 2" dan ternyata isinya ada tugas-tugas kak Wulan. Membaca tugas kak Wulan membantu Hana untuk belajar format dan gaya penulisan, logika berpikir dan kadang terinspirasi (tiba-tiba muncul ide tema apa yang hendak ditulis). Nah, karena Hana merasa terbantu setelah membaca tugas kak Wulan, Hana berharap orang lain juga terbantu dengan tulisan Hana (bukan untuk dicopy FULL ya). Mereka mungkin bisa belajar dari kekurangan dan kelebihan tulisan Hana, yang baiknya dicontoh sementara yang buruk ditinggalkan. Niat Hana sih gitu. Sayangnya, ngga semua orang nangkep niat baik tersebut.

Entahlah, Hana jadi bingung sendiri. Akankah Hana berhenti posting tugas lagi setelah kejadian ini?

Soal maba yang ngopy esai Hana, Hana denger dia masuk ruang hukuman berat.  Saat ini, Hana maafin karena ada kemungkinan dia melakukan hal tersebut karena ngga tahu. Hana pernah posting tentang plagiarisme disini. Semoga aja dia belajar dari kesalahannya dan jera ya. :)

Buat para maba, manfaatkan dengan baik kesempatan yang diberikan di mata kuliah logpenil (sekarang, nama mata kuliahnya Penulisan ilmiah) dan juga prosesi. Mari sama-sama belajar menulis dengan benar dan jujur :)

Jangan takut salah selagi dikasih kesempatan untuk belajar. Seinget Hana waktu ikut logpenil, tiap minggunya kita diberi tugas untuk buat satu tulisan. tulisan tersebut bakal diberi umpan balik (di-feedback) mana yang udah bener, mana yang masih salah. Belajar dari kesalahan tersebut dan jangan diulangi lagi.

Sebenernya Hana sering ngga pede sama tulisan Hana dan ngerasa tulisan Hana itu buruk banget. Kalau udah kayak gitu, Hana biasanya minta bantuan temen Hana untuk baca esai Hana dan meminta mereka mengkritik atau memberi saran mengenai tulisan Hana. Hana biasanya minta tolong ke temen Hana yang beda fakultas buat baca tulisan Hana dan temen yang sering Hana mintai tolong itu Fida. thank you fida :D. Soalnya, mba Evi, dosen mata kuliah logpenil (logika dan penulisan ilmiah) menjelaskan tulisan yang baik itu yang dapat dimengerti oleh orang lain meskipun awalnya dia tidak tahu/mengerti apa-apa tentang topik yang kita tulis. Jadi tiap kali nulis esai, harus selalu berasumsi pembacanya tidak tahu apa-apa.

o ia, dari proses pemberian umpan balik oleh dosen dan temen, Hana jadi belajar untuk terbuka menerima kritikan karena kritikan tersebut dapat membantu Hana untuk membuat tulisan yang lebih baik.

Belajar menulis juga belajar menikmati proses entah mulai dari nemu ide, buat draft, studi literatur, sampai akhirnya tulisan tersebut selesai. Percaya deh ada rasa puas tersendiri ketika berhasil menyelesaikan tulisan kita.



Like anything else that happens on its own, the act of writing is beyond currency. Money is great stuff to have, but when it comes to the act of creation, the best thing is not to think of money too much. It constipates the whole process.
Stephen King

Seperti quotes dari stephen king di atas, uang (dalam hal ini, hana ganti jadi  hasil akhir berupa "nilai yang bagus") adalah hal yang penting dan sangat menyenangkan jika mendapatkannya. tapi jangan sampai karena  terlalu memikirkan hasil akhir, kita tidak menikmati proses. :)
Mari sama2 menikmati proses belajar menulis :D

last but not least, jangan lupa baca buku juga :D
“If you don't have time to read, you don't have the time (or the tools) to write. Simple as that.” ― Stephen King
Easy reading is damn hard writing.  ~Nathaniel Hawthorne 

Ekstrovert? Introvert? (2)

|

13 April 2012

Hanata ngeliat foto-foto di dompet Hana terus dia minta foto yang isinya kami berdua.  
Hana pun cerita ke Hanata kalau Hana mulai memustuskan ngeprint foto yang ada di hp setelah ikut kuliah umum Samuel Gosling tentang kepribadian. 

“Samuel Gosling bilang salah satu cara mengetahui apakah seseorang termasuk introvert atau extrovert bisa dilihat dari gambar/foto yang dipasang di meja kerja atau d kamarnya. Orang-orang ekstrovert memasang foto berisi gambar orang karena mereka senang bertemu orang dan merasa bersemangat ketika mendapat stimulus dari luar, dalam hal ini melihat orang, sementara introvert cenderung memasang gambar pemandangan alam atau benda mati lainnya di kamar maupun meja kerjanya. Orang2 introvert sudah merasakan stimulus yang besar dari dalam diri mereka sehingga mereka tidak memerlukan stimulus dari luar."

Saat mengikuti kuliah umum tersebut, Hana tersadar kalau tidak ada satu pun foto yang terpasang di kamar Hana sehingga Hana memutuskan untuk ngprint foto yang isinya hana dan temen2 hana dan pasang foto di kamar kosan Hana.” Cerita Hana terhenti d situ. Hanata balik bertanya “Han, loe kenapa milih ngeprint foto? Apakah secara unconscious (alam bawah sadar/tidak sadar) loe sebenarnya ingin jadi extrovert?”

Pertanyaan Hanata membuat Hana melihat masalah ini dari sudut pandang baru. Hana ingat setelah mengikuti kuliah umum Hana tiba2 ingin ngeprint foto, tapi apa alasan di balik itu? Apakah Hana ingin menjadi extrovert? Hana pun berusaha mengingat kembali motivasi Hana ngeprint foto.  

I keep thinking about sampai Hana membuat tugas analisis kepribadian dan merefleksikan hasil tersebut.  Hana tiba2 ingat kenapa hana ngeprint foto, Hana pengen jadi orang yang berani nyapa orang duluan dan selalu tersenyum ketika ketemu orang. Selama ini, bagi Hana tersenyum itu melelahkan kecuali mood Hana benar-benar bahagia, tapi masalahnya adalah hana sering pasang emosi datar dan cemberut. Hana selalu kagum sama orang2 yang bisa selalu tersenyum dan nyapa orang duluan. Mereka adalah qq, raisa, icha, nurul, chris, billy, kak dian dan kak leon. Hana selalu kagum mereka bisa dengan mudahnya tersenyum dan senyuman mereka selalu membuat mood Hana lebih baik. Hana pengen jadi seperti mereka yang bisa membuat orang bahagia. intinya yang hana inginkan bukanlah menjadi ekstrovert tapi hana ingin meniru kemampuan ekstroert dalam hal tersenyum dan menyapa orang terlebih dahulu. 

Selain itu, dalam islam diajarkan kalau senyum adalah ibadah. Selama ini, setiap kali hana mencoba menyapa orang dengan maksakan diri Hana untuk tersenyum, feedback yang Hana dapet adalah “Na, senyum loe maksa banget, ngga wajar, aneh, jelek.” Hal tersebut membuat Hana makin takut untuk mencoba tersenyum. Sampai akhirnya Hana nemu foto ini:

Smile :)


Pas baca foto ini hana kaget. Well, senyum kepaksa ternyata termasuk jenis senyum. Semenjak itu, hana mulai berani mencoba tersenyum saat mencoba menyapa orang dan udah mulai tidak peduli komentar negatif. Semoga saja Hana bisa terus tersenyum ketika menyapa orang :D wish me luck



Btw,  di mata kuliah psikologi kepribadian, hana ikut  test big five personality short version of the IPIP-NEO   dan ternyata hasilnya hana termasuk introvert lho :D 

Extraversion
Extraversion is marked by pronounced engagement with the external world. Extraverts enjoy being with people, are full of energy, and often experience positive emotions. They tend to be enthusiastic, action-oriented, individuals who are likely to say "Yes!" or "Let's go!" to opportunities for excitement. In groups they like to talk, assert themselves, and draw attention to themselves.

Introverts lack the exuberance, energy, and activity levels of extraverts. They tend to be quiet, low-key, deliberate, and disengaged from the social world. Their lack of social involvement shouldnot be interpreted as shyness or depression; the introvert simply needs less stimulation than an extravert and prefers to be alone. The independence and reserve of the introvert is sometimes mistaken as unfriendliness or arrogance. In reality, an introvert who scores high on the agreeableness dimension will not seek others out but will be quite pleasant when approached.

Domain/Facet........... Score 0--------10--------20--------30--------40--------50--------60--------70--------80--------90--------99
EXTRAVERSION...............26 **************************
..Friendliness.............45 *********************************************
..Gregariousness...........6 ******
..Assertiveness............77 *****************************************************************************
..Activity Level...........53 *****************************************************
..Excitement-Seeking.......23 ***********************
..Cheerfulness.............10 **********

Your score on Extraversion is low, indicating you are introverted, reserved, and quiet. Youenjoy solitude and solitary activities. Your socializing tends to be restricted to a few close friends.
Extraversion Facets
  • Friendliness. Friendly people genuinely like other people and openly demonstrate positive feelings toward others. They make friends quickly and it is easy for them to form close, intimate relationships. Low scorers on Friendliness are not necessarily cold and hostile, but they do not reach out to others and are perceived as distant and reserved.Your level of friendliness is average.
  • Gregariousness. Gregarious people find the company of others pleasantly stimulating and rewarding. They enjoy the excitement of crowds. Low scorers tend to feel overwhelmed by, and therefore actively avoid, large crowds. They do not necessarily dislike being with people sometimes, but their need for privacy and time to themselves is much greater than for individuals who score high on this scale. Your level of gregariousness is low.
  • Assertiveness. High scorers Assertiveness like to speak out, take charge, and direct the activities of others. They tend to be leaders in groups. Low scorers tend not to talk much and let others control the activities of groups. Your level of assertiveness is high.
  • Activity Level. Active individuals lead fast-paced, busy lives. They move about quickly, energetically, and vigorously, and they are involved in many activities. People who score low on this scale follow a slower and more leisurely, relaxed pace. Your activity level is average.
  • Excitement-Seeking. High scorers on this scale are easily bored without high levels of stimulation. They love bright lights and hustle and bustle. They are likely to take risks and seek thrills. Low scorers are overwhelmed by noise and commotion and are adverse to thrill-seeking. Your level of excitement-seeking is low.
  • Cheerfulness. This scale measures positive mood and feelings, not negative emotions (which are a part of the Neuroticism domain). Persons who score high on this scale typically experience a range of positive feelings, including happiness, enthusiasm, optimism, and joy. Low scorers are not as prone to such energetic, high spirits. Your level of positive emotions is low.

note: Hana bukan ngga suka jadi ekstrovert.. hana tahu kok introvert dan ekstrovert punya kelebihan dan kekurangan masing2.. tapi hana selama ini selalu menganggap dir hana introvert dan bertindak sesuai persepsi tersebut.. rasanya aneh ketika a
da yg bilang hana ekstro.. 


kalau pake intovert ekstovertnya jung sih emang bisa dinamis.. tapi seseorang cenderung jadi introvert ketika dia makin tua.. nah kalau teori costa Mccrae bilang basic tendecies OCEAN (Big five ppersonality) seseorang tuh stabil seumur hidupnya..
eh tapi hana dukung teori belajarnya bandura yg bilang orang tuh dinamis dan berkembang seumur hidupnya..



oia, :D introverted prefer writing to talking. They are more comfortable with the written word, which helps them formulate the spoken word

kesimpulan: Hana introvert :D

Ekstrovert? Introvert? (1)

|
Tulisan ini sebenernya udah pernah Hana post tapi di note fb hana pada tanggal 15 Mei 2012.. tapi belum sempet Hana post di blog.. berbeda dengan di note fb, kali ini hana membagi dua bagian tulisan Hana supaya ngga terlihat terlalu panjang dan malah bikin orang2 males baca :D Selamat menikmati :D







"yah..seperti yang dapat kalian lihat hana itu extrovert”. Jawaban tersebut dilontarkan Kak echi, staf psdm salam UI (rekan kerja Hana, ketika diminta memperkenalkan Hana di acara teambuilding PSDM tanggal 23 Maret 2012.) Hana tersentak kaget mendengarnya. Hana ekstrovert? Bagaimana bisa? Dilihat dari sisi mana Hana ekstrovert? Hana kan introvert. “Hm. mungkin karena Kak echi ga kenal Hana.” Pikir Hana saat itu.

Setelah kejadian tersebut, Hana pun mengeluh kepada Nia, temen deket Hana mengenai komentar Kak echi. Eh, Nia malah bilang Hana lebih ekstrovert dibandingkan Vania dan Hanata, temen deket yang sering bareng Hana juga, soalnya Hana lebih terbuka dan sering cerita sama Nia. Woaaaaaaaaaa.... :O Hana lebih kaget lagi mendengarnya soalnya ni feedback yang Hana dapet dari temen deket sendiri, padahal Hana menganggap Hana introvert. Ketika Hana mau membantah dengan menyebutkan hasil tes extroversion Hana, Hana tiba2 teringat kalau hasil tes extrovertion pas di matkul BIDIK  Hana tuh medium. Hana tidak dominan di introversion. Hm.. Mungkin karena Hana medium kali ya jadi orang ada yang ngganggep Hana ekstovert

Awalnya Hana kira tahu kalau hasil tes Hana medium membuat masalah  tersebut selesai. Anehnya, Hana masih kepikiran kenapa Kak echi  plus Nia bisa nganggep Hana ekstrovert.  Di satu sisi, Hana jadi sadar walaupun Hana sering dibilang cuek sama pendapat orang tapi di dalam hati dan pikiran Hana kepikiran terus omongan orang itu. Why it matters for me? It simply because i think i know about my self tapi pernytaan ka echi membuat hana sadar bahwa ada inkonsistensi antara persepsi hana mengenai diri hana dan persepsi orang mengenai hana.


Hana pun curhat sama afa, temen baik Hana juga. Afa bilang mungkin karena faktor lingkungan, mungkin staf2 PSDM SALAM lebih introvert dibanding Hana sehingga Hana pun dianggap ekstrovert. Hm..masuk akal. Omongan afa membuat Hana teringat Hana saat SMA. Ketika kelas X, Hana termasuk pendiam karena teman-teman deket Hana, gank Norak, ekstrovert semua. Kemudian ketika masuk kelas XI, Hana kaget karena anak-anak ipa1 lebih pendiam dibanding yang Hana kira sehingga di ipa1, Hana jadi lebih cerewet dan aktif. Penjelasan afa masuk akal dan membuat Hana ngga mikirin masalah tsb untuk sementara waktu. Akan tetapi, entah kenapa Hana merasa masih belum puas. Hana pun  curhat ke umi Hana, umi bilang mungkin orang-orang menganggap Hana ekstrovert karena Hana berani mengungkapkan pendapat. Ya sih.. Hana yg sekarang berani mengungkapkan pendapat tapi menurut Hana hal tsb disebabkan Hana belajar bersikap asertif di psikologi, bukan karena hana ekstrovert. 

to be continued..... 

Ketika bisa mengendarai motor menjadi penting

|
kemarin (10 agustus 2012) pas hana dianter pulang sama gea dari bukber (buka puasa bersama) ipa1.. gea said this to me "Na, belajar motor gih. anak SD aja banyak yang bisa mengendarai motor, masa loe ngga?" . I just laugh after hear that.. "Gea ngga tahu apa kalau gue juga sebnernya pengen banget bisa naik motor". pikirku
"Loe bisa naik sepeda ga, na?" tanya gea .
"Bisa sih tapi waktu SD. Selama SMP ma SMA kan gue ngga pernah naik sepeda lagi. Nah, pas kuliah kan di UI ada spekun (sepeda kuning) tuh.. gue jatuh mulu pas naik spekun." unkap hana
"biasanya orang yang bisa naik sepeda bisa naik motor kok" jelas Gea
hana cuma mengangguk. well, i have heard that sentence from other people many times.

hana tahu alasan gea bicara kayak gitu. kemarin jam sudah menunjukkan pukul 9 malam ketika kami berdua hendak pulang, sementara itu baik gea maupun hana sama2 sudah mengantuk. gea menawarkan Hana untuk membawa motornya, cuma sayangnya hana ngga bisa bawa. kalau hana yang bawa sepertinya kami berdua akan berakhir di rumah sakit.. hehe

Kalian tahu setiap kali pulang ke Karawang dan temen2  SMA baik SMP ngadain acara kumpul bersama, ada perasaan campur aduk antara senang, kesal, malas dan sedih. senang karena dapat bertemeu dan bersilaturahmi lagi, kesal karena biasanya tempat tongkrongan di karawang itu tidak bisa dijangkau dengan angkot, dan itu berarti harus berangkat pakai kendaraan pribadi seperti motor. Kalau kalian main ke karawang kalian bakal lihat betapa banyaknya motor berseliweran dimana-mana. nah, rasa malas muncul kalau hana ngga nemu temen hana yang bisa ditebengin atau adik hana, huang tidak bisa dibujuk untuk mengantar hana. sedih karena hana ngga bisa naik motor dan ngga bisa kemana-mana.

Untungnya, hana kuliah di UI depok dimana buat mobilisasi, hana biasa jalan kaki atau naik bikun. Awlanya waktu pertama kali masuk UI, Hana takut mengalami masalah yang sama kayak di Karawnang, sampai temen2 co hana yg ipa1 nyaranin Hana buat nyari pacar untuk dijadiin ojek. Ya kali -_-" kasian co nya,, lagian hana emang ngga mau pacaran. Makanya hana bersyukur banget di UI hana bisa mandiri, ngga minta tolong ma orang buat berpergian. I mean ngandelin orang buat melakukan sesuatu kan ngga enak kalau terus-terusan.

tapi omongan gea kemarin membuat Hana sadar bahwa cepat atau lambat hana harus belajar  mengendarai  motor karena gue bakal balik lagi ke Karawang. Soalnya salah satu cita-cita Hana kan buka praktek lembaga konsultasi psikologi di Karawang. Hana ngga mungkin ngerepotin orang terus-terusan kan? >.<
 doain aja ya guys semoga aja Hana bisa \(^-^)/


Hana and Gea

Post Signature

Post Signature