Top Social

Halo Saudaraku

|
Halo Saudaraku

Bolehkah aku membuat pengakuan?
Aku pernah menginginkan kau tiada
Kau lebih baik mati saja.
Aku benci harus berebut perhatian orang tua dengan mu.
Aku benci harus mengalah.
Aku benci dibanding-bandingkan denganmu.
Mereka selalu bertanya kenapa aku tidak sepintar, sebaik, semenarik dan sesukses kamu
Kamu seolah punya segalanya.
Apakah mereka tidak tahu bahwa aku tidak memilih untuk menjadi saudaramu.
Apakah mereka tidak tahu kalau saudara itu tidak mungkin mirip 100%?
Aku bukan kamu.
Aku tidak akan sepintar, sebaik, semenarik dan sesukses kamu.
Baiklah kuakui yang aku benci dari dibanding-bandingkan denganmu adalah karena aku  pihak yang kalah, pihak yang dibawah.
Mungkin berbeda ceritanya jika aku di posisimu.

Tahukah kau tidak pernah terpikir olehku bahwa kau akan mengakhiri hidupmu?
Kenapa?
Kenapa?
Serius, aku tidak mengerti kenapa.
Meski membencimu, kau juga orang yang paling kusayangi.
Aku kagum padamu.
Kau tahu itu kan?
Apakah karena kau tahu aku pernah menginginkan kau mati?
Menginginkan kau tiada?
Tapi itu hanyalah pikiran sesaat
Amarah sesaat
Kumohon maafkan aku.
Ya Allah, kumohon maafkan aku.

Apa yang kau pikirkan saat memutuskan membunuh dirimu?
Apa kau lupa padaku?
Apa kau tidak sayang padaku?
Pada orang tua kita?
Tidakkah mengingatku dapat membuatmu mengurungkan niat mu?
Mengingat orang tua kita?
Aku marah kau memilih keputusan yang tidak hanya mengancurkan hidupmu
tapi orang-orang sekitarmu.
Aku tidak baik baik saja tanpamu.
Tidak.
Kau bagian dari diriku.
Aku selalu memperkenalkan diri dan dikenal sebagai saudaramu.
Siapa lagi yang bisa kuajak bercanda, menertawakan tingkah laku orang tua kita?
Siapa lagi yang bisa kuajak bertengkar?
Siapa lagi yang membantuku?
Siapa lagi...

Kudengar alasan orang bunuh diri adalah karena menderita.
Apakah kau menderita?
Penderitaan apa yang kau alami?
Mengapa kau tidak pernah memberi tahuku?
Atau kau sebenarnya sudah?
Tapi aku tidak pandai membaca tanda?
Tidak pandai menangkap pesanmu?
Atau justru aku mendengar tapi menolak percaya?
karena kau yang kuanggap hebat telah meminta tolong.
Padahal aku saudaramu.
Aku seharusnya mengenalmu,
Memahami mu dibanding yang lain


Jika saja kutahu kau akan pergi
Jika saja kutahu kau menderita
Aku tidak akan sibuk sendiri dengan rasa sakitku
Aku tidak akan benci dibanding-bandingkan denganmu.
Aku akan bertahan.
Kehilanganmu lebih menyakitkan dibanding penderitaan yang kurasakan karena kehadiranmu.
Ada banyak hal yang ingin kuceritakan.
Ada banyak hal yang masih ingin kulakukan denganmu
Aku menyesal jarang mengatakan aku menyayangimu.
Aku menyesal.

Kepergianmu membuatku merasa bahwa aku tidak sepantasnya bahagia.
Aku takut kau marah kalau aku bahagia.
Kulihat ayah dan ibu juga menangis.
Mereka sama denganku.
Ada banyak penyesalan dan duka kesedihan di dalam rumah.
Suasana rumah menjadi buruk.

Kami tidak boleh terus terusan seperti ini.
Bersedih tidak akan mengembalikanmu.
Tidak akan mengubah semua yang terjadi.

Saudaraku,
detik ini, aku memutuskan aku tidak akan memilih jalan yang sama denganmu
karena aku sudah tahu seperti apa rasanya..
Tahu dampaknya bagi  orang-orang yang kusayangi jika aku memilih jalan yang sama.
Aku akan terus hidup.
Meski kamu telah pergi, fakta bahwa kau adalah saudaraku tidak berubah.
Aku menyanyangimu
Aku akan terus berdoa semoga Tuhan mengampuni dosa- dosamu
semoga Tuhan menguatkan kami semua yang telah kau tinggal pergi.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.




Be First to Post Comment !
Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung :D
Yang menulis belum tentu lebih pintar dari yang membaca
Jadi, silahkan kalau mau memberikan kritik, saran, umpan balik & pujian.
:D

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature