Top Social

Something wrong

|

“Chris, what should I do if my husband jealous of our friendship?”
“Don't worry about it. You will not need me any more when you get married. You can talk all your problems to your husband.”
I stare at Chris and gave him “Are you sure?” look.
I hesitated a little bit then opened my mouth “But you are my best friend. I think I still want to talk you”
“Han, if you are still looking for me to tell your problem after you get married, there is something wrong in your relationship. Your husband should be your best friend.”
For a moment, I could not talk back at him because I realized there is truth in his words.
 
Image Courtesy of Alexas_Fotos at pixabay.com
 

Dewasa

|

Buat yang pernah baca post Getting Married: Amanah Aminah , Hana akan memberi tahu nama teman akan menikah di post tersebut (sekarang Alhamdulillah udah sah).
Dia adalah.....




FATIN!
(^0^)/

Undangan dari Fatin


Nah di post tersebut, Hana memprediksi bahwa Barkah-lah yang akan menyusul.
Ternyata Hana salah, Saudara-saudara.
Setelah Fatin, temanku Renita yang menyusul.
Barakallah ya buat Fatin dan Renita :D

Untungnya Barkah tidak lama kemudian, benar-benar menyusul.
Jadi prediksiku ngga salah-salah banget dong?
(Salah mah salah aja ya?Malah nawar ^_^v) Hehehe

Ya! Semalam kabar gembira itu datang, Barkah akan menikah dengan sesama Psikologi UI 2010 juga, Sorayya (Ayya).
(^0^)/
Mereka akan jadi pasangan pertama yang satu angkatan dan jurusan diantara Psikologi UI 2010.
(^_^)
Barakallah ya Kalian berdua :D Semoga lancar sampai hari H.

Undangan Barkah dan Ayya

Kalau di post yang lalu Hana menyadari bahwa temen-temen Hana yang menikah terlebih dahulu adalah yang tipe pemimpin.
Kali ini melihat Ayya, Hana justru diingatkan oleh karakter yang lain: Dewasa.

Entahlah, kata itu yang terlintas kalau lihat Ayya.
Dan asosiasi kata dewasa dengan Ayya mulai muncul di otak semenjak tahun terakhir kuliah.

Hana pernah satu kelompok sama Ayya tapi di semester 3 dan kemudian jarang ketemu karena beda peminatan.
Alhamdulillah dipertemukan kembali di tahun terakhir kuliah.

Kaget lihat perubahan Ayya.
Ayya yang dulu pakai celana jeans berubah pakai rok dan jilbabnya pun lebih lebar/panjang.
Melihat Ayya terasa menyejukkan.
Terus somehow transformasi Ayya membuat Hana merasa kalau ternyata berjilbab lebar dan pakai rok bisa membuat terlihat makin cantik. :)
Terlebih lagi, Ayya sering jadi imam shalat di mushala perempuan yang terletak di Gedung H2 Fakultas Psikologi UI.
Hana suka mendengar lantunan ayat-ayat Al-Quran yang dibacakan oleh Ayya.
Pokoknya auranya Ayya, aura dewasa gitu deh.
Hehehe

Semoga pernikahan Ayya dan Barkah diberkahi oleh Allah dan melahirkan banyak kebaikan.
“Barakallahu laka wa baraka ‘alaik, wa jama’a bainakuma fi khair”


Ngga Sayang

|
Salah satu pemandangan yang tak asing kalau jalan ke Mall tuh melihat anak kecil merengek minta dibelikan sesuatu. Mereka menangis, meronta, berteriak.
Mereka melakukan segalanya agar keinginan mereka dipenuhi 
Dan kalau ngga dipenuhi, beberapa diantara mereka akan berteriak "Mama/Papa, ngga sayang sama aku!"
Image courtesy of Phaitoon at FreeDigitalPhotos.net

okay, biasanya anak kecilnya lebih besar dari ini.
gambar ini dipakai karena sumpah bayi ini lucu banget meski lagi nangis :3

Pas lihat adegan kayak gitu, pengen deh bilang ke anak tersebut kalau orang tuanya tuh sayang sama dia dan tidak mengabulkan keinginan bukan berarti ngga sayang.
Mungkin orang tuanya melihat hal yang dia inginkan ngga baik buat dia, lagi ngga punya uang dan pertimbangan lainnya.
Bagaimanapun, orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya

Tapi kalau diingat-ingat dulu, gue waktu kecil kayak gitu. Hahahah
Untungnya Umi ngga nurutin semua keinginan Hana :D


Ternyata mengabulkan semua keinginan anak bisa berdampak buruk juga sama anak tersebut, mereka bisa jadi manipulatif, mereka belajar jika menangis sekeras mungkin, keinginan mereka akan dikabulkan.
Atau mereka jadi anak manja dan kurang tangguh dalam menghadapi hidup.
Life is tough afterall.


Pas lagi mikir kayak gitu tiba-tiba jadi inget sama diri sendiri, kadang-kadang masih kayak anak kecil tersebut dalam berhubungan sama Allah.
Sering merengek minta sesuatu dan kalau tidak dikabulkan mengira Allah tidak sayang. Astagfirullah!


Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya 
lalu dia dimuliakan-Nya 
dan diberi-Nya kesenangan, 
maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku". 
Adapun bila Tuhannya mengujinya 
lalu membatasi rezekinya 
maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku".
(Q.S. Al Fajr: 15-16)


Sering kali kita mengira mendapat apa yang kita inginkan adalah nikmat dan tidak mendapat yang kita inginkan adalah musibah.
Padahal Allah Maha Mengetahui ya? 
Bahkan rasa sayangNya lebih besar dari pada rasa sayang orang tua kita.
Allah ingin yang terbaik untuk hambaNya.
Hanya saja kita tidak tahu karena pemahaman kita terbatas

Semoga Allah SWT memberikan kita hati yang mudah berprasangka baik terhadap-Nya, Aamiin.




Big Little Kindness

|
Teman kerjaku Retno, bercerita bahwa dalam perjalanan berangkat kerja dari rumahnya di Bekasi beberapa hari lalu, dia memutuskan mengambil posisi tempat duduk di ujung belakang Bus Trans Jakarta.

Sampai di suatu halte, datang seorang kakek tua bertanya padanya "De, turun dimana?"
Temanku Retno ini menjawab "Harmoni."
Kakek ini pun pergi agak menjauh.
Retno bertanya "Apakah Kakek mau duduk?" tapi sepertinya Kakek tersebut tidak mendengar.
Retno pun berdiri dan kemudian berbicara dengan suara lebih keras mempersilahkan Kakek tersebut duduk.
Kakek tersebut akhirnya duduk dan mengucapkan terima kasih.

Retno jarang berdiri selama itu dalam perjalanan pergi ke kantor. Dia berkeringat dingin. Sayangnya tidak ada seorang pun lelaki yang duduk disitu menawarkan Retno tempat duduk.
Jadi Retno berdiri hingga halte Harmoni.

Ketika turun sampai di Harmoni, tiba-tiba ada yang menepuk pundak Retno.
Tentu saja Retno abaikan.
Tapi kemudian orang tersebut menepuk pundak Retno kembali sehingga Retno membalikkan badan untuk melihat.
Ternyata ada lelaki yang berterima kasih kepada Retno karena telah memberi tempat duduk kepada sang kakek sehingga dia tidak perlu berdiri.
Ternyata penumpang yang lain pun kemudian ikut berterima kasih kepada Retno.

Saat bercerita padaku,  Retno mengeluh bahwa dia berdiri cukup lama.
Tapi kemudian aku bilang padanya mungkin Allah ingin memberinya pahala.
Tidakkah kejadian yang dia alami menakjubkan!

Retno cuma niat nolongin seorang Kakek lho.
Tapi ternyata tindakannya tersebut membantu penumpang lain juga yang telah duduk sehingga mereka tidak perlu berdiri.
Masya Allah.
Janji Allah benar, kalau berbuat baik, akan dilipatgandakan.
Tindakan sederhana memberikan tempat duduk untuk seorang kakek ternyata secara tidak langsung membantu penumpang yang lain :")

Cerita Retno menyadarkanku bahwa tidak ada kebaikan apa pun yang sia-sia, meski sesederhana memberikan tempat duduk untuk yang lebih membutuhkan.

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang 
walaupun sebesar zarrah, 
dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, 
niscaya Allah akan melipat gandakannya 
dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.
(Q.S. An-Nisa: 40)


Image courtesy of Danilo Rizzuti at FreeDigitalPhotos.net
Semangat Kawan :D
Keep up the good work :D

Harapan itu masih ada

|

Aku tahu aku minoritas. Banyak teman-teman di sekitarku yang pacaran dan aku tidak.

Halo ....  salam kenal, namaku Hana Bilqisthi dan aku ngga mau pacaran (dulu waktu jaman SMA, kalau kenalan sama cowok, template-nya gini biar yang niatnya nyari pacar kabur duluan. Alhamdulillah berhasil)

Dulu aku bilang alasannya karena Umi melarangku tapi sekarang aku benar-benar mempercayai dan menjadi nilai yang kuanut. Aku ingat aku selalu berusaha mencari teman yang memiliki nilai yang sama dan berharap kami bisa saling menyemangati dan menguatkan satu sama lain. It is not easy to find one. 

Terlebih lagi ketika banyak orang yang menasehatiku bahwa “Han, kenapa ngga pakai cara yang normal aja (untuk menikah)?”

Buat mereka jalan yang aku anut aneh dan tidak normal.

Alhamdulillahnya, La haula wala kuwata illa billah, Hana Bilqisthi udah terbiasa jadi orang aneh jadi kebal sama ucapan seperti itu. Hehehe

Tapi tetep aja kalau bisa dapet temen seperjuangan, seru juga 
Jadi ketika temanku, M. Ryan Saputra, cerita di group WA private sector tentang perjuangannya hingga menikah, aku bahagia sekali.

Masih ada ya ikhwan yang mau langsung ngelamar dan nikah, tanpa pacaran dulu.
Alhamdulillah, ceritanya membuatku merasa tidak sendirian. Aku merasa Allah sedang menghiburku.

“You may say I'm a dreamer, but I'm not the only one. 
I hope someday you'll join us. And the world will live as one.”
― John Lennon

Trus pelajaran lain yang didapat kalau niatnya lurus, insya allah dibantu
Nikahnya juga ngga pakai ribet dan cepet :D

Semoga Ryan pernikahannya sakinah, mawaddah, wa rahmah. Amin

Oke, ini ceritanya Ryan:

Image courtesy of By Gianni Scognamiglio at unsplash.com

Pada zaman dahulu.
Ryan Muda, pada saat kelas dua SMA hidup dalam rasa penasaran akan keberadaan orang yang disayanginya waktu TK.

Akhirnya dia minta pendapat sama ustadz google. Menurut rumor, doi tahu segala macam informasi. Dia ketiklah nama doi yang disana dari hari ke hari, barangkali ketemu.

Ternyata ngga ketemu, sampai akhirnya dia liat iklan NISN dan buka webnya.
Keesokkan harinya, dia buka web NISN > Pilih Jawa Tengah > pekalongan. Muncul dah semua list sekolah yang ada disana. Daaan, di telusuri satu persatu nama murid di masing-masing sekolah.

Setelah sekian lama menelurusi, akhirnya ketemu, dan langsung dia hubungi sekolahnya.
“Halo, Bu.. Apa benar *** sekolah disini? Saya Ryan, teman masa kecilnya.”
“Oh iya, benar.”
“Boleh saya minta nomor Hpnya, Bu?”
Dia mengira akan dapat, ternyata tidak.

“Maaf, Mas ngga bisa, Mas tinggalin no hp aja, nanti biar dia yang hubungi.”
Singkat cerita, akhirnya doi hubungin dan bada lebaran, dia samperin doi ke pekalongan.
Dia lamar (iya, Ryan masih kelas 2 SMA).
Alhamdulillah.... Ditolak.
Katanya “Kita kan masih sekolah.”

Iya juga sih, gila juga sebenarnya kalau nikah pas SMA, tau dah Ryan kerasukan apa waktu itu.
Itu pertama kalinya ngelamar cewek dan ditolak. Iya, langsung lamar, ngga pake nembak,

Kebiasaan kebelet kawin ini kebawa sampai kuliah.

Di tahun pertama, setelah kenal sama salah seorang cewe selama 3 bulan, Ryan ajak dia ke perpus dan ngelamar. Responnya cukup mengejutkan.
"Lo gila, Yan? Baru juga kenal."
Gagal.'

Di tahun kedua, Ryan coba lamar lagi seseorang. Dan DITERIMA
Tapi....
"Orang tua ngebolehin kalau udah lulus kuliah, yan"
"Tapi... Gw pgnnya sekarang"
"Yaudah, kalo jodoh mah nggak kemana"

Dan tibalah di tahun ketiga kuliah. Saat Ryan lagi wawancara seorang cewek untuk masuk ke organisasi kampus yg dia bentuk. Ryan jatuh cinta.
Entah kenapa Ryan ngerasa dia bakal bener bener jadi istrinya.

Terus tindakan Ryan gmn? 
1 MINGGU SETELAH KENAL. Ryan samperin rumahnya, ketemu ibunya, Ryan lamar dirinya (bukan ibunya)
Ok, setelah itu ibunya bilang,
"ok saya terima"
"Loh kok diterima, bu?" (pertanyaan yg keluar dr orang yg sering ditolak)
"Anak saya sering cerita ttg kamu kok," katanya, "tapi... Mesti tunggu persetujuan dari ayahnya ya 3 bulan lg."

Berhubung serius, Ryan bilang ok! Dan selama 3 bulan itu seminggu sekali Ryan ke rumahnya. Kenalan lebih jauh sama orang tuanya. Tp, sama si bapak nggak ada obrolan sepatah katapun.

Yg ada cuma satu obrolan :
"Rencana karier kamu gmn?"
"Saya mau jadi pengusaha, pak"

Setelah pertanyaan itu, tiap minggunya Ryan dikasih buku bacaan bisnis dan disuruh presentasi di pekan depannya
Sampai waktunya tiba. Tepat tanggal 15 juni, Ryan lamaran di depan ayahnya.
Dan ada satu syarat yg diminta: harus persiapin presentasi Power Point!
Ngelamar orang pake power point, tjoy!!! Edan!
Isi presentasinya harus memuat data diri, rencana kehidupan harian pekanan bulanan, rencana pemasukan, dll dkk
Kumplit

Dia berasa kayak pitching di depan investor. Bedanya yg diinvestasikan ke Ryan bukan uang, tapi anak orang.
Daaaaan lamaran Ryan diterima dengan satu syarat: lulus kuliah dulu πŸ˜“
"Ah kalo gini mah sama aja" Ungkap Ryan dalam hati
"Eh tapi... Bisa saya percepat. Saya tanyakan dulu guru spiritual saya."
Ungkapan yg bikin shock:
Satu minggu lagi kita ketemu, ya"

Tgl 22 Juni pun tiba. Ryan duduk manis menanti pengumuman apakah bakal diinvest apa nggak.
"Pilihannya ada 2: Setelah idul adha atau tanggal 27 Juli"
Ryan spontan jawab, "wah kalau setelah idul adha lama, pak."
"Oh yaudah, tgl 27 juli aja."
"Baik, pak"
Sontak ibunya mengernyitkan dahi, kebingungan, seolah ada informasi yg tertinggal.
Pak," ibunya memanggil, "bukan juli, pak. Juni"
"Oh ya? Iya bener 27 Juni"

Kalo dibaca baik baik tadi, Ryan ngobrol tgl 22 Juni, dan 5 hari kemudiannya  harus nikahπŸ˜‚
Jadilah selama 5 hari itu Ryan harus nyiapin semuanya, termasuk ngomong ke orang tua sendiri πŸ˜‚
Pertemuan antara kedua belah pihak orang tua baru dilaksanain h-2 pernikahan! Edan!
Begitulah yg Ryan alamin. Sampe hari ini masih terheran heran betapa kalo niat baik mau dilaksanakan, bakal dilancarkan.

*Selanjutnya pakai kata ganti orang pertama, anggap Ryan yang cerita*

Fakta fakta unik:
Pertama kali ketemu istri: 30 Maret 2013
Tanggal Nikah: 27 Juni
Hari lahir anak pertama: 30 Maret 2014

Nggak perlu waktu lama untuk mencintai dan yakin terhadap seseorang untuk menjadi pasangan hidup kita.
Yang dipacarin bertahun tahun belum tentu jadi jodoh. Yang baru ketemu seminggu dan dilamar, malah bisa jadi jodoh.

Pertanyaan yang sering ditanya :Buka Rezeki?
Banget! Buka pintu rezeki banget! Walau awalnya ujiannya lebih berat dari masa jimli
Setelah nikah pernah ngalamin makan nasi sama garem juga. Pernah ngalamin nggak bisa makan juga.

Mungkin Allah mau nguji beneran yakin atau nggak kalau pernikahan sejatinya bisa bawa perubahan.

“Ataukah kamu mengira kamu akan masuk surga, 
padahal belum datang kepadamu (cobaan) 
seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. 
Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan 
dan diguncang (dengan berbagai cobaan), 
sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata 
“Kapankah datang pertolongan Allah?”. 
Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
(Q.S. Al-Baqarah:214)”

Inget banget nggak ada duit buat makan siang dan malem. Untung giri dan banan berbaik hati, ngundang kami makan di rumahnya.
Tapi Alhamdulillah, Allah mah emang nggak nutup mata. Pas banget udah saatnya bener bener kelewat butuh. Turun dah rejeki lewat orderan desain (waktu masih freelance)
Waktu mika lahir. Gw percaya anak itu pembawa rezeki. Tapi kok beberapa bulan tetep susah.
Sampe ilang kepercayaan sama janji Allah
Tp kembali lagi keinget, "ah selama ini bisa kok"

Yoda mencoba bertahan. Biar mika dan ibunya makan sehat, gw nyicip aja

Salah satu orang yg berperan dalam pernikahan gw itu Aji.
Dia yg biayain.
*peyuk aji*
Pas tgl 22 itu gw kebingungan.
"Mati, tabungan gw gak cukup."
(Sebelumnya baru kekumpul 3 jt, tapi kepake mendesak untuk urusan kesehatan seseorang)
Gw kabarin lah kabar kalo gw mau nikah 5 hari lagi ke aji. 
Dia malah bilang, "pokoknya lu harus jadi nikah, gw biayain" πŸ˜‚
So sweet bangetlah sohib satu ini.

(^0^)/


The End

Buat kamu yang ngga mau pacaran sebelum nikah, salam kenal  
Kamu ngga sendirian. Hana juga kok 
O ia, jangan menyerah ya! Mari berjuang bersama-sama 
Keep istiqomah 
Semoga Allah membantu kita ✊

Lingkaran

|
Kemarin teman-teman Liqoku baru saja main ke rumah ke Murrabiku, Kak Ryan. Alhamdulillah. status beliau baru saja berubah menjadi seorang Ibu dari seorang bayi perempuan bernama Aisyah. Barakallah Kak Ryan :) Semoga Aisyah jadi anak sholehah, berbakti pada kedua orang tua :D
Kebetulan aku sudah mengunjungi mereka hari minggu lalu dan teman-temanku ini menyusul datang.
Mereka laporan di group WA Liqo.





Sumpah kemarin nyengir-nyengir sendiri baca percakapan di atas XD
Hehehe
Temen-temen liqo gue kocak-kocak. Alhamdulillah :D
Bersyukur banget Allah memperkenalkan dan mempertemukan kami :)

Takut

|


Suatu waktu aku pernah diajak berkenalan dengan juniornya teman dekatku, Fida.
“Kakak, Jurusan apa?” dia (perempuan) menyodorkan tangan
Aku menyambut tangannya dan bersalaman “Psikologi” jawabku sambil senyum.
Dia langsung melepaskan tangannya, alisnya mengkerut turun, air mukanya pucat.
“Aku takut sama mahasiswa psikologi. Mereka pada bisa baca pikiran. Kakak juga kan?”
Hahahaha. Aku tertawa.
Sebelum kujawab tidak, dia lanjut bercerita “Kemarin aku ikut tes GUIM (Gerakan UI Mengajar) Kak, pewawancara dan yang ngetesnyanya mahasiswa psikologi. Ngeliat mereka aja udah bikin serem. Aku ngga lulus, kayaknya mereka tahu pikiran aku deh.”
Dia kemudian mundur beberapa langkah menjauh dariku.

Aku terhenyak. Pertama kalinya aku dapet reaksi ketakutan begitu.


Biasanya beberapa orang memang akan bertanya apakah aku bisa membaca pikiran atau tidak, tapi tidak dengan ekspresi ketakutan. Aku lebih sering bertemu orang-orang yang bersemangat ketika tahu aku berasal dari jurusan psikologi, “Han, baca gue dong” atau “Han, loe psikologi kan? Loe pasti bisa nyelesaiin masalah gue. Jadi gini, ..... (curhat pun dimulai)”.

Sebagian orang ada yang tidak menunjukkan reaksi apa-apa (aku kira mereka mengganggap psikologi biasa saja). Alhamdulillah

Ternyata kejadian dengan juniornya Fida hanyalah awal, aku kemudian sering dapat reaksi ketakutan serupa kalau sedang kenalan sama orang baru di perjalanan pulang ke Karawang.
“Berarti bisa baca pikiran dong?” dengan tatapan please jangan baca pikiran gue atau berharap semoga Hana ngga bisa baca pikiran mereka tapi mereka percaya Hana bisa. 
Aneh ngga sih?

Image download from Trust Me, I'm a "Psychologist" Facebook Fanpage


Dan kemudian Hana pun akan menjelaskan bahwa kami ngga bisa baca pikiran.
Please, tolong bedain mahasiswa/lulusan psikologi sama cenayang.
Kalau yang kuliah psikologi/lulusan psikologi bisa baca pikiran, mereka pasti dapet IPK 4 semua. Lah wong bisa paca pikiran dosen dan teman-temannya, tapi kan ngga gitu.

Kami ngga akan gagal di interview tes masuk kepanitiaan atau pun tes kerja. Tapi kami mengalami gagal juga kok.
Ngga ada ceritanya mahasiswa/lulusan psikologi patah hati, jadi korban PHP, diselingkuhin atau cerai. Tapi ada.

Beberapa temen gue ada yang jahil sih, mereka pura-pura bisa baca pikiran atau main interpretasi karena sudah lelah memberi tahu kalau mereka ngga bisa baca pikiran, tapi ngga pada percaya dan bersikukuh minta dibaca.
“Hm.. kamu tuh gini ya orangnya”
“Oh.. ini tuh artinya ...”

Kalau kalian cek silabus mata kuliah di psikologi  ngga ada mata kuliah membaca pikiran, adanya metode penelitian dan statistik malah. Hahahhaa

mage download from Trust Me, I'm a "Psychologist" Facebook Fanpage



Please, don't be afraid. 
Yeah, we study human (psychology) but remember, we are human, too

Tapi kalau kalian masih takut juga, resiko tanggung sendiri.
Aku cuma bisa berharap kalian ngga jadi korban temen-temen gue yang jahil :P

Paradox

|

Terkadang aku bertanya-tanya,
Orang-orang bisa nyaman cerita padaku karena aku memang pendengar yang baik atau karena aku lulusan psikologi?
Kau tahu, terkadang ketika mereka tahu bahwa aku lulusan psikologi, mereka langsung menganggap aku bisa jadi tempat curhat penyelesaian masalah.
Atau justru belajar psikologi membuat aku menjadi pendengar yang baik?
Atau malah karena aku pendengar yang baik, aku memilih psikologi?

Image courtesy of By Camila DamΓ‘sio at unsplash.com


Tapi temanku Kame pernah bilang “Han, I want to talk you because I do not need typical psychological advice. I can go to other psychology student. I need your advice.”

:")
kame bisa banget ya
Omongan ya bikin gue lumer.
Allhamdulillah punya temen kayak kame :D


Aku meminta cinta, 
tetapi Dia menghadirkan kepadaku 
orang-orang yang bermasalah untuk dibantu

Kenapa Bukan Buku?

|
Beberapa waktu lalu sempat keheranan karena sahabatku tidak memberiku hadiah buku terlepas mengetahui aku menyukai buku.
Hal tersebut menjadi misteri (yang ingin kuketahui tapi terlalu malas untuk kucari tahu jawabannya) untuk beberapa waktu.
Sampai kemudian aku sendiri mengalami berada di posisi sahabatku.
Seorang teman yang aku ketahui menyukai buku hendak menikah dan tentu saja aku pada awalnya berniat memberi dia buku tentang pernikahan atau pendidikan anak tapi kemudian aku sadar satu hal: dia suka buku!
Dia suka membeli dan membaca buku.
Bahkan dia suka membaca buku tentang pernikahan atau pendidikan anak.
Huft..
Takutnya buku yang akan kuberikan justru sudah dia miliki.
Jadi alih-alih memberi buku, aku memberinya hal lain.

Jangan-jangan pikiran sahabatku juga seperti itu?
Image Courtesy of Maliha Mannan at unsplash.com


Selingkuh!

|
Aku tidak mengerti dengan wanita yang membenci selingkuhan suaminya. 
Seharusnya mereka membenci suaminya juga, selingkuh kan melibatkan dua pihak.
Bukankah berarti suaminya terlibat?
Kenapa sering kali hanya pihak perempuan yang disalahkan? 
Selama ini itulah anggapanku dan disinilah aku sedang menjilat ludahku sendiri. 
Aku baru saja menampar gadis selingkuhan suamiku di rumahnya. 
Gadis itu memegangi pipinya dan memicingkan matanya seolah tidak percaya apa yang baru saja dia alami. 
Suamiku tiba-tiba masuk, datang entah dari mana. Wajahnya merah karena marah, dia berbicara sambil menunjuk-nunjukku tapi aku tidak bisa mendengar apa yang dia katakan. 
Apakah dia malah marah padaku? Apakah dia menyalahkanku?
Semuanya terasa blur, badanku lemas, dan telapak tanganku berkeringat. 
Aku selama ini tidak pernah menampar seorang pun dalam hidupku.
Apakah ini mimpi? Mimpi yang buruk?
Seolah kehilangan kendali, tawa histerisku menggema memenuhi ruangan.

Naif

|
Kupikir mereka bahagia dan baik-baik saja
aku sering melihat senyum mereka
di foto yang mereka pasang sebagai foto profil
di momen yang mereka bagikan di sosial media
status mereka pun tidak menunjukkan keluhan

Image Courtesy of Kim Daniel at unsplash.com

ternyata aku hanya tidak benar-benar memperhatikan

sampai akhirnya mereka datang padaku membawa semua kisah
yang mereka pendam
bahwa mereka sedang berusaha menjadi pribadi yang kuat
dengan tidak menceritakan kegundahan mereka pada siapapun

Aku ternyata naif.
Lupa akan fakta bahwa tidak ada keluhan bukan berarti tidak ada masalah





Mungkin Yang Terakhir Kali

|
Kita mungkin memandang rendah wanita/gadis yang mengenakan pakaian minim, dan berpikir dia pendosa
Bagaimana jika ternyata dia telah memutuskan untuk berhijab dan saat kita melihatnya berpakaian minim, itu akan jadi terakhir kalinya kita melihat dia mengenakan pakaian seperti itu

Kita mungkin mengira sepasang muda mudi yang sedang berpacaran, berpelukan itu pendosa
Tapi bagaimana jika sebenarnya mereka sadar yang mereka perbuat salah, bertekad mengakhiri hubungan dan memutuskan ini akan jadi kencan terakhir mereka

Kita mungkin merasa lebih suci ketika melihat orang yang mabuk-mabukan karena kita tidak pernah sekalipun mendekati barang haram tersebut
Tapi bagaimana jika dia telah memutuskan bahwa ini akan jadi terakhir kalinya dia mabuk

Kita tidak tahu isi hati seseorang
Meski dari luar dia tampak melakukan dosa
Bisa jadi dia bertekad keluar, bertekad bertobat. Dia sudah lelah dengan semua dosa yang dia lakukan.

Sementara kita sibuk membicarakan keburukannnya, dia sedang menangis terisak di hadapan Tuhan dan meminta ampunan atas dosa-dosanya yang lalu

Sementara kita merasa suci karena pernah melihat seseorang melakukan dosa yang tidak pernah kita lakukan, detik itu orang tersebut sedang sibuk menyucikan diri, memperbaiki diri agar suci di hadapan Tuhannya


Semoga Allah melindungi kita dari prasangka buruk dan merasa suci jika melihat orang berbuat dosa
Semoga Allah menggerakkan hati kita untuk mendoakan orang yang berbuat dosa agar bertobat, kembali ke jalan yang benar, dan istiqomah dalam kebaikan
Semoga kita tidak menjadi pembantu setan dengan memperlakukan mereka seolah mereka akan menjadi pendosa selamanya, seolah pintu tobat telah tertutup bagi mereka.

Image Courtesy of Joe Beck at unsplash.com

Post Signature

Post Signature