Top Social

Pengalaman Memakai Dishwasher (Mesin Cuci Piring)

|

 



Apa pekerjaan rumah tangga favorit kalian?
Untukku, pekerjaan rumah tangga favorit adalah mencuci piring. Tidak tahu kenapa. Waktu kecil kalau ada pembagian tugas pekerjaan rumah tangga, aku akan dengan senang hati melakukannya.

Tapi kemudian entah kenapa beberapa waktu yang lalu di tahun 2021, aku kehilangan minat dan tidak lagi merasa semangat ketika mencuci piring. Saking tidak semangatnya, aku jadi lambat sekali dalam mencuci piring. Biasanya kegiatan mencuci piring selesai dalam waktu setengah sampai satu jam tapi aku menghabiskan waktu tiga jam. Dan hal ini berlangsung lama.

Ketika aku menceritakan hal ini kepada suamiku, dia mengusulkan untuk membeli mesin cuci piring. Dia sudah lama ingin mesin cuci piring. Bagi dia pekerjaan mencuci piring sangat buang-buang waktu.
Suamiku  pun bilang sekarang dia punya uang untuk membeli mesin cuci piring.


Sebenarnya suamiku pernah mengusulkan membeli mesin cuci piring beberapa kali tapi sebelumnya, tapi aku tidak berminat, Namun melihat kondisi pekerjaan rumah tangga yang lain jadi menumpuk akibat aku lambat dalam mencuci piring, aku pun akhirnya setuju.  Jadi kami pun membeli mesin cuci piring.

Awalnya kami hendak membeli mesin cuci piring Dishwasher Modena Immacolato WP 7121 S tapi setelah tahu mesin cuci piring tersebut memakan daya 1760-2100 W, kami mengurungkan niat kami mengingat keterbatasan daya listrik di kontrakan kami. Daya listrik rumah kontrakan kami adalah 2200 W. Kami pun memutuskan membeli mesin cuci piring Dishwasher Modena Adattare WP 2060 S yang memakan daya 1170-1380 W dan tegangan 220-240 V.


Dishwasher Modena Adattare WP 2060 S.
Gambar dari https://www.modena.com/


Sejauh ini, kami merasa sangat senang sekali dengan pembelian kami. Kegiatan cuci piring kembali terasa menyenangkan karena sekarang kami hanya perlu memasukkan piring, gelas dan sendok ke dalam mesin cuci piring, memasukkan sabun, memilih menu cuci piring dan viola... cucian piring selesai. Waktu yang sebelumnya kugunakan untuk mencuci piring sekarang bisa aku alihkan untuk melakukan pekerjaan rumah lainnya atau untuk membaca buku/menonton film.

PS : Mencuci piring menggunakan mesin juga memakan waktu 3 jam, lebih tepatnya 3 jam 15 menit jika memilih mode eco tapi setidaknya bukan aku yang melakukannya tapi mesin.

Kelebihan lainnya tagihan air kami juga berkurang. Dari yang biasanya kena tagihan air sekitar 100-150rb, sekarang tagihan air hanya 50-70rb. Ternyata mencuci menggunakan mesin cuci piring lebih hemat air dibandingkan dengan mencuci piring manual.

Untuk tagihan listrik, tidak ada perubahan signifikan. Mungkin karena sebelum membeli mesin cuci piring, kami sudah sering menggunakan BOLDe Super Dryer (Pengering Baju Portable) yang memakan daya 1000 W. Kebetulan saat membeli mesin cuci piring, cuaca sedang sering cerah, sehingga kami mulai jarang menggunakan BOLDe Super Dryer lagi.

O ia, sabun, pelembut dan garam mesin cuci piring yang pertama kali kami coba adalah merek BRAVAPRO. Untuk pelembut dan garam mesin cucinya awet bisa untuk sebulan-dua bulan pemakaian baru minta direfill/isi ulang. Hal yang menarik adalah Sabun BRAVAPRO tidak memiliki wangi apapun (apakah kami terkena anosmia? atau memang tidak ada wanginya? Hmmm).
Biasanya setelah cuci piring, aku mencium wangi sunlight di piring tapi di sabun BRAVAPRO tidak wangi dan kadang-kadang bau amis di piring masih tercium.

Jadi kami pun mencoba menggunakan sabun Astonish Dishwasher Tablet.
Ketika meggunakan Astonish Dishwasher Tablet, menurutku wangi piring yang sudah dicuci mirip wangi sabun colek ekonomi lemon. Namun, untuk cucian piring yang sebelum berbau amis (setelah makan ikan/telur), piring yang telah dicuci jadi tidak berwangi apapun.

Konsekuensi yang muncul setelah memiliki mesin pencuci piring adalah kami perlu mengganti pelaratan makan dan masak yang kami miliki menjadi pelaratan yang ramah mesin cuci piring (dishwasher safe) dan jika tidak, kami masih harus mencuci manual untuk peralatan masak dan makan tersebut. Kami langsung membeli pelaratan makan ramah mesin cuci piring seperti piring, mangkok dan gelas dari IKEA. Kami juga membeli talenan dari IKEA. Untuk penggorengan (frying pan), kami membeli dari Kitchen Aid.
Tapi untuk pisau, panci, blender, kami masih harus mencuci barang-barang tersebut secara manual.

Sejauh ini, aku sangat menyukai mesin cuci piring dan aku sangat merekomendasikannya untuk hidup yang lebih mudah.


Post Signature

Post Signature