Top Social

Jika Lillah

|
Kalau ngeliat BPH SALAM UI  itu gue selalu bingung
Pertama, "Kok ada orang sebaik mereka?"
Kalau Hana minta tolong tuh biasanya direspon dengan cepat dan sungguh-sungguh
sampai gue sendiri bingung

Kedua, "Kok mereka ngga ada capeknya?"
gue bingung kok bisa mereka ikut kegiatan SALAM yang ada hampir tiap hari
dan sering ngajakin gue juga
dan kadang-kadang gue jawab dengan "Hana capek, mau istirahat"
Iya kok mereka ngga capek dan jenuh sih?
:/
Ngga pengen refreshing apa?
:/

Dua pertanyaan itu sering muncul di benakku
dan sekarang sepertinya aku temukan jawabannya

Prinsip mereka adalah "sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi banyak orang" dan "takkan lelah jika lillah"

Soal jika Lillah ini yang Hana mau bahas, Hana baru ngerti kalau melakukan segala sesuatu karena Allah (lillah), insya allah bakal menikmati proses dan capek-capek tersebut. Lillah juga menyiratkan bahwa mereka menyandarkan diri kepada Allah yang Maha Kuat sehingga seolah terasa ngga lelah.
Yang Lillah takan lelah  karena yang lillah akan menjadikan lelahnya sebagai bahan bermunajat dalam linang air mata kenikmatan, ditemani harap dan takut. Yang Lillah selalu optimis akan pertolongan Allah, tidak berkeluh kesah. Baginya dunia hanya ladang amal, maka menikmati proses jauh lebih utama daripada menikmati hasil. Hakikat kita hidup adalah berjuang dan menghadapi setiap ujian dan cobaan. Untuk mengetahui loyalitas kita pada Sang Pemilik Kehidupan. Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima, Karena yang di sisi Allah lebih muliah, sedang di sisimu fana belaka. Agar tidak lelah, pastikan Lillah.



Super banget ya? Subhanallah 
Jadi malu sama diri sendiri T_T
kapan ya Hana bisa kayak mereka?



Dakwah adalah cinta. 
Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.
Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu..
Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. 
Tentang umat yg kau cintai..







Jika....

|


Jika salamui​ adalah seorang lelaki, ingin kukatakan padanya :
salamui​ , aku cinta kamu <3
maukah menikah denganku?
supaya aku bisa selalu bersama mu
tidak berpisah dengannya meskipun nanti lulus UI
aih :')

sedih ketika tahu kepengurusan SALAM UI 16 sebentar lagi berakhir
semoga bisa membuat banyak memori indah di waktu yang tersisa :")

Child of Divorce

|

Kurasa salah satu hal yang aku syukuri dari perceraian orang tuaku adalah
perceraian mereka membuatku belajar banyak tentang pernikahan
tentang lelaki
tentang perempuan
tentang komunikasi
tentang Allah
tentang Islam
perceraian mereka membuatku berusaha belajar lebih banyak tentang pernikahan
karena bagaimana pun juga pernikahan adalah hal yang perlu dipersiapkan
pernikahan adalah peristiwa peradaban

Kita seringkali menganggap pernikahan itu adalah peristiwa hati. Padahal sesungguhnya pernikahan adalah peristiwa peradaban.
Ini bukan cuma tentang 2 manusia yang saling mencinta lalu mengucap akad. Ini peristiwa peradaban yang mengubah demografi manusia.
Pernikahan adalah sayap kehidupan. Rumah adalah benteng jiwa. Jika di rumah kita mendapat energi memadai, di luar rumah kita akan produktif.
‘Sakinah’ bukan cuma ‘tenang’. Ia berasal dari kata ‘sakan’ yang artinya ‘diam/tetap/stabil’. Maka ia tenang karena stabil, bukan lalai.
Sakinah: ketenangan yang lahir dari kemantapan hati. Manusia jadi tenang saat kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi secara komprehensif.
Alquran jelaskan: ‘Kami jadikan air sebagai sumber kehidupannya’. Air (mani): sumber stabilitas dan produktifitas.
Hakikat pernikahan tidak bisa dipelajari dari manapun. Learning by doing. Islam arahkan menikah muda agar penasaran itu cepat terjawab.
Agar setelah ‘rasa penasaran’ itu terjawab, perhatian seseorang bisa lebih banyak tercurah dari urusan biologis ke intelektualitas-spiritualitas.
Tdk perlu takut terhadap beban hidup, yang perlu dilakukan hanya mengelolanya. Sebab pelaut ulung pun lahir setelah melewati gelombang-gelombang samudera
Yang bisa membuat kita melewati gelombang itu adalah persepsi awal yang benar tentang cinta. Cinta: dorongan untuk terus memberi pada yang kita cintai.
Hubungan yang terbina bukan hanya hubungan emosional, tapi juga spiritual-rasional. Karena keluarga ini adalah basis sosial terkecil untuk membangun peradaban. 
-Anis mata 



Hal yang aneh adalah orang-orang menyebutku galau kalau membaca buku-buku tentang nikah
 tapi perceraian orang tua ku membuatku tahu bahwa dibilang galau  tidak lah seberapa dibanding sakitnya perceraian jika aku tidak mempersiapkan pernikahan

Ya, selalu ada hikmah dibalik perisitiwa :)

We realized our parents' relationships affected our relationship, and we didn't want to have a failed marriage
There are already so many things against you when it comes to marriage. We wanted to make sure we knew as much as we could.
Don't carry the baggage from your parents' divorce
 They make their own decisions.
 one more motto, "Divorce is not an option." 


I ♥ U

|

Senyum itu tidak juga hilang dari wajahku
Mataku berbinar
Aih rasanya seperti memeluk asa
Seolah hanya cahaya yang menanti di ujung sana
Perasaan nyaman menggelitik
Ya aku suka
Aku suka perasaan ini
Ketika dadaku penuh gemuruh gelora
Dan suaraku menjadi lantang
KetiKa mata menangkap kontinum permainan
Ataupun ketika bulir air mataku turun
Tergugah karena perhatian dan kebaikan kecil
Aku juga suka setiap momen
Karena ada pompa semangat
Seolah tiada letih

Aih...

aku jatuh cinta

Ya aku cinta :')

Aku cinta Islam, ukhuwah ini dan SALAM UI
♥(ノ´∀`)

Smile, Han :) Allah Loves You :)

|
There is a time when I think I am not worth to be loved

why?
why do you think you are not worth be loved Hana?
 ya, why?

because......

*paused*

because...

I am not perfect...?

Hahahahaha
Is it all?


Because if I were born again,
I am not sure I would you like to born as myself
Yes..
Maybe No..
I am not sure..
I like some part of mine
and I hate some part of it
Yah...


Despite I knew a fact that true happiness comes from inside
I know that..
but I have not applied that knowledge
stupid, right?
 I did not love myself ..
There are a lot things that I want to change about me..
And I believe that I am not worth to be loved..
Hahahahahha


How could, Han?
How could you believe that you are not worth to be loved?
How could you believe that you are not worth to be loved when Allah and Rasulullah love you!
Remember the main reason you called yourself the luckiest girl in the world?
Allah blessed you with Islam, Han
you were born as muslim..

perfect?

Well, if Allah want you to be perfect, He had made you an angel, Han
not human..
Human is imperfect

Remember the last words that Rasulullah said before He died?
Ummati, Ummati, Ummati
He remembered his ummah, not his wife, his children, his best friend, his mother
He called his ummah, Hana
and it means you are included, Hana


Do you forget that Allah blessed you with Muslim parent?
They teach you to read Quran and encourage you to read Islamic book, Hana
Do you realize that you are born in Indonesia, a country that has the biggest Muslim population in the world?
It is easier for you to pray, wear hijab, read Quran

Allah involves you in da'wa, Han
He chose you to be part SALAM UI
da'wah will continue, with or without you, Hana


Do not ever think you are not worth to be loved, Hana..
Ever..
Istigfar, Han..
Repent immediately
Beg His Mercy, Hana..

And remember:
Smile, Han :)
Allah Loves You :)

Alhamdulillah Ala Kulli Haal

|

 
Alhamdulillah 'alaa kuli haal means: All praise and thanks are only for Allah in all circumstances. (^0^)/

Ya jujur aja awal semester ini sempet ngeluh karena ternyata semester ini lebih berat dari yang diperkirakan..
Soalnya semester ini menggambil 5 mata kuliah dan skripsi dengan total 20 SKS
beberapa temen bilang kalau Hana gilaa...
Hana juga berpikir hal yang sama seperti mereka kadang-kadang
Ya, rasanya gue gila... 
Ada saat dimana gue berhenti sejenak dan berpikir keputusan gue untuk mengambil skripsi sementara masih mengambil mata kuliah bener ga sih? :/
Dan saat itu gue akan mengingat kembali alasan kenapa gue mau lulus cepet:
1. membantu Umi. Dengan kuliah cepet gue setidaknya meringankan (menghemat) beban umi untuk membiayai uang kuliah gue
2. mau nikah cepet :D 
Ya Hana Bilqisthi sudah memutuskan
buat kalian yang pernah baca postingan Hana:  Menikah muda, Menikah, atau Melajang?

Hana memustuskan untuk menikah muda (meski belum tahu dengan siapa nanti menikahnya, doain aja ya guys :D)

Niat Hana menikah adalah mengikuti sunah Rasul. Hana sebenarnya sempat takut akan pernikahan karena perceraian orang tua Hana dan sempat berpikir untuk tidak menikah. Hana takut mengalami kegagalan pernikahan. Hana takut Hana gagal menjadi istri dan ibu yang baik sehingga pernikahan Hana nantinya berantakan. Hana setuju dengan pernyataan neraka dunia adalah keluarga yang berantakan. Hana merasakan tidak nyamannya pernikahaan yang setiap harinya diisi pertengkaran. Namun sayangnya hidup melajang dilarang dalam Islam sehingga Hana membatalkan niat Hana untuk melajang. Salah satu hal yang Hana pelajari selama kuliah psikologi adalah ketakutan akan membesar jika hanya berdiam diri. Salah satu cara untuk mengurangi rasa takut  adalah mendekatkan /membiasakan diri dengan objek yang ditakuti. Hana ingin menikah dan menyembuhkan ketakutan Hana. Ketika Hana mengetahui yang tidak menikah, tidak akan dianggap umat Rasulullah, Hana menyadari rasa cinta Hana terhadap Rasulullah dan keinginan untuk mengikuti sunnahnya harus lebih besar dibanding rasa takut Hana terhadap pernikahan. 

Hikmah ngerjain skripsi semester ini:
Kalau kata temen-temen skripsi Hana sih "Ketika skripsiku menginspirasiku"
Ya... 
ngerjain skripsi tentang taaruf malah membuat Hana makin optimis sama lembaga yang bernama prnikahan (^0^)/
Bersyukur banget ngambil skripsi sem ini karena hikmahnya jadi lebih cepet dapetnya
*eh?
:p

Hal lain yang bikin Hana optimis adalah setelah baca The Nine Lesson Kevin Alan Milne


August feels his father was not a good parent; therefore, he didn’t believe he would be a good parent. 


“…menjadi ayah itu adalah hal yang menakutkan bagi semua orang! Intinya adalah, tak pernah ada orang yang siap menjadi orangtua dan tak ada orang yang menjadi orangtua yang sempurna. Jika seorang ayah berharap untuk berdiri dan memukul hole in one dari awal dalam mendidik anaknya, ia mengharapkan hal yang mustahil.” London, Ayah August


Aku tahu ia akan menjadi ayah yang baik karena ia khawatir bahwa ia tak bisa. Seorang ayah yang buruk tidak akan peduli tentang itu.Erin Witte, Istri August:')



3. Doing something latter is not automatically the same with doing something better 
 Ya... sempet berpikir kalau Hana ngambil skripsi semester 8 (dimana Hana cuma ambil mata kuliah skripsi), Hana akan mampu berbuat lebih baik...
Setelah berkonsultasi dengan Kak Reno dan Kak Asma jadi dapet kesimpulan "Doing something latter is not automatically the same with doing something better"
:D 
Awalnya Hana berpikir mungkin Hana bakalan lebih fokus ngerjain skripsi kalau di semester 8 karena cuma ada skripsi
tapi berdasarkan yang Hana liat sekarang ini temen Hana yang cuma ambil skripsi dan mata kuliahnya lowong juga mengalami masalah yang sama kayak Hana...
Mereka menghabiskan banyak waktu juga untuk mengerjakan skripsi tapi progressnya ternyata tetep sama/ngga beda jauh sama Hana..
Setiap orang diberi masalah sesuai kondisinya
Ada juga yang kesulitan cari literatur
Ada yang kesulitan merangkai kata
Ada yang kesulitan cari alat ukur
Ada yang kesulitan cari responden
Dan ada juga yang sulit karena tidak memanfaatkan waktunya dengan baik.
Misal karena lowong, malah main, nonton film, main games, dan lain-lain

Hal itu membuat Hana berpikir mau ngambil skripsi semester 7 ataupun 8, godaan dan hambatan bakalan tetep ada.. 
tapi mungkin dalam bentuk yang berbeda..
di semester 7 ini Hana justru ditantang memanfaatkan waktu dengan baik karena padatnya tugas
kalau pun Hana ngambil di semester 8 Hana justru ditantang untuk bagaimana tidak menyia-nyiakan waktu..

Tugas yang banyak justru hadiah dari Allah karena kalau Hana ngga ada tugas, mungkin Hana cuma bakalan fokus sama skripsi...
Dan Hana sadar betul akibat Hana fokus sama skripsi aja, Hana Bilqisthi malah menghabiskan waktunya untuk mencari literatur..
Ya, Hana tahu kalau Hana Bilqisthi itu adiksi download jurnal..
harap dicatat: adiksi download, bukan baca
Sekalinya cari literatur, gue bisa menghabiskan waktu lama untuk mencari dan download banyak banget jurnal..
Hahaha suka perasaan "menemukan"
berasa nemu harta karun
\(^0^)/

Sepertinya Allah mau menyembuhkan Hana dari kebiasaan jelek ini..
Kalau Hana cuma ambil skripsi aja, mungkin hana menghabiskan banyak waktu untuk mencari literatur..
dan adiksi Hana mendowload jurnal akan semakin menjadi-jadi
Hehehhe ^^v


ya..
Alhamdulillah 'alaa kuli haal..
\(^0^)/

Mungkin ada hikmah-hikmah lain juga yang saat ini tidak terpikir oleh Hana :')
Yang jelas Hana bersyukur
Terima kasih banyak ya Allah
Hana percaya Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hambaNya
\(^0^)/



Memohon Ampun

|
ya Allah,
imanku compang camping
kukira ......
aku termasuk yang mendengar
namun  ternyata,
aku tidak mendengar!

aku juga mengira......
aku termasuk yang melihat
ternyata aku juga tidak melihat!
Meski telah Engkau tunjukkan tandanya berulang kali!!

Ah... dan hakikat hidup?
Kukira aku telah mengerti ..
baru kusadari aku juga tidak mengerti
aku hanya bermain-main dengan waktu

Hal yang paling gila adalah..
aku berbangga karena hatiku suci..
ternyata.....
hatiku keras,
mati,
dan kotor..
ternoda oleh dosa-dosa yang kukira (lagi-lagi)  kecil..



Ya Allah, berilah aku ampunan
ya Allah, jangan masukkanku ke dalam hamba-hambaMu yang merugi

Jika kita suka cowok yang sama

|

Pas perjalanan pulang sehabis kelas neuropsikologi, tiba2 gue teringat obrolan  antara gue dan Kathy waktu semester 2 :D
 “Han, kalau suatu saat nanti kita suka cowok yang sama. Apa yang akan loe lakukan?”
“Gue ngga tahu. Gue pernah suka cowok yang sama dengan sahabat gue dan gue bingung, akhirnya gue malah ngga deket sama dua-duanya. Gue ngga tahu” gue menunduk sedih
Kathy langsung memotong “Kalau gue, gue bakal ngalah. Gue lebih milih loe karena sahabat lebih berharga dibanding cowok.”
Gue terdiam mendengarnya, ngga nyangka bakal dapet jawabannya seperti itu :’)
dan menyadari betapa gue masih mentingin diri gue sendiri (egois).. astagfirullah  (>_<)
“Tapi, kath.. kayaknya kita ngga bakalan suka cowok yang sama deh, tipe cowok yang kita suka beda. Gue ngga suka cowok gondrong soalnya :D”
Sampai sekarang pun gue masih ngga ngerti kenapa Kathy suka cowok dengan rambut gondrong dan belum paham apa daya tariknya. hehehe ^^v
Gue merasa bersyukur banget punya sahabat kayak gini :D Alhamdulillah :D dan gue bersyukur kami menyukai tipe cowok yang berbeda, kemungkinan berantem merebutin cowok jadi kecil
dan jujur aha, gue udah males berantem sama sahabat gara-gara suka cowok yang sama J
Dan Jika suatu saat kami suka cowok yang sama, gue harap gue bisa mengalah :D
semoga gue bisa jadi sahabat yang lebih baik lagi :D Amin


Mahar Komik

|
Jadi 17 Juni lalu, gue bilang kalau gue nikah, gue pengen mahar komik


Nah kebetulan hari sabtu kemarin tanggal 19 Oktober, Hana ikut seminar pra nikah dan salah satu topik yang dibahas itu adalah mahar.. sempet ragu mau nanya ke pembicaranya boleh ngga sih minta mahar komik..
terus diyakinkan kak Nene untuk nanya :D
akhirnya memberanikan diri nanya dan ternyata boleh \(^0^)/
Alhamdulillah :D

Hana pun langsung nelepon Umi Hana
Hana : "Mi, ternyata minta mahar komik boleh"
Umi : "iya, boleh tapi masa minta mahar komik nanti ngga khidmat pas ijab kabulnya, orang-orang yang datang pada ketawa"
Hana : "tapi jeje (i called my self, jeje) pengen mahar komik" (nada kecewa)
Umi : "ya udah ngga apa-apa, nanti cari suami yang suka sama komik aja. Kali aja dia ngga malu pas ijab kabulnya."
Hana : "Yeay!"

Mungkin kalian bingung kenapa gue pengen maharnya komik, alasannya
1. Hana suka komik :D
2.  kalau istri nuntut cerai kan maharnya harus dibalikin ke suami, nah berhubungan Hana ngga mau pernikahan Hana berakhir dengan perceraian, Hana pun berpikir barang apa yang ngga bakalan Hana mau balikin lagi kalau suatu saat nanti ada masalah, siapa tahu aja mahar bisa jadi salah satu alasan hana mempertahankan pernikahan, dan yang terpikir oleh hana adalah komik apalagi kalau itu komiknya berseri atau langka, Hana akan berpikir ulang untuk minta cerai karena ngga mau kehilangan maharnya

Kalau emas atau perak dan uang kayaknya bakalan dengan mudah Hana balikin... gitu :D

Tapi setelah merenung, kasian juga suami hana nanti kalau ditertawakan...
Hm...
Ya udah deh terserah dia mau ngasih mahar apa :)
soalnya wanita yang baik, maharnya yang mudah :)

To my future husband (siapapun kamu) : kalau beneran bisa ngasih mahar komik, i am really appreaciate it :') tapi kalau ngga, ya udah :)

Han, loe ga ...?

|
Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan temen-temen Hana ketika Hana baca buku tentang nikah atau ta'aruf adalah "Han, loe ngga galau bacanya?"

Gue ngga ngerti apa hubungan baca buku tentang nikah/taaruf dan galau...
karena jujur aja baca buku tentang nikah itu lebih sering membuat gue menyadari gue masih banyak PR untuk siap menikah dan terkadang malah bikin gue takut nikah.. ada juga buku yang berdampak malah jadi semangat nikah...
Tapi kalau galau?
No

Gue justru galau kalau habis baca novel atau komik romance, soalnya jadi jatuh cinta sama tokoh utama cowoknya dan gayal pengen punya suami kayak gitu.. yah walalupun sering banget gue nyadar kalau cowok kayak gitu ngga ada..


pertanyaan kedua yang sering ditanyakan lainnya adalah "Han, loe ngga malu beli buku begitu (tentang nikah)?"
NGGA!
reaksi temen-temen hana biasa bakal lebih kaget lagi pas tahu Hana beli buku -buku tentang nikahnya sendirian (ngga ditemenin)..
I do not get it..
Menurut gue sih pernikahan itu penting dan harus dipersiapkan jauh-jauh hari..
mungkin karena kegagalan pernikahan  orang tua gue juga membuat gue jadi pengen belajar banyak tentang pernikahan dan ngga mau ngulang kesalahan yang sama :)


I will not make the same mistakes that you did
I will not let myself
Cause my heart so much misery
I will not break the way you did,
You fell so hard
I've learned the hard way
To never let it get that far

:') 

Unexpected Gift: PSku baik sekali ^0^

|


Dua lembar uang dua ribu dan selembar uang seribu rupiah
itu adalah jumlah uang yang tersisa di dompetku sejak hari rabu siang
Untungnya hari ini adalah hari kamis sehingga aku bisa berpuasa dan itu berarti aku bisa menekan pengeluaran

dan hari ini aku dan teman-teman satu payung skripsi berjanji patungan 50ribu rupiah perorang untuk hadiah bagi partisipan fogus group discussion(fgd) pasangan menikah via taaruf yang akan diadakan sabtu ini
hahaha..

Aku berpikir jika tiba waktu untuk patunga, mungkin aku akan mengajukan diri sebagai orang yang mengumpulkan uang (bendahara) sehingga aku bisa menunda waktu untuk patungan uang,
mungkin saja sore ini atau esok hari, aku akan mendapat kiriman uang dari orang tua atau beasiswa tanoto. ya, semoga..
Hana      : “Mba Sari (nama pembimbing skripsi hana), saya dan teman-teman saya berencana membeli suvenir untuk partisipan fgd nanti. Menurut Mba bagaimana?”
Mba Sari :“Ngga usah han. Saya berencana memberikan uang transport kepada mereka. seorang lima puluh ribu.”
 Hana : O.O (dalam hati : eeeeeeeeeeeeeh?)
Mba Sari : “ya, mereka (partisipan) pada tinggal dimana Hana?”
Hana : yang hana tahu depok, Mba
Mba Sari : Ya, kita kasih 50ribu aja perorang, ngga usah suvenir
Hana      : *speechless
 (langsung ngitung di pikiran, partisipan ada 4 pasangan, dan itu berarti delapan orang, 8x50ribu=400ribu....... :o banyak banget ... )
Hana      :                Makasih banyak Mba Sari :’) (terharu, mba sari baik banget.. alhamdulillah makasih ya Allah)
aku pun bergegas menceritakan hal ini ke salah seorang teman satu payung skripsi, ria anggraini
Hana      :               Riaaaaaaa... kita ngga usah patungan buat hadiah partisipan... Mba Sari mau ngasih uang transport 50rb satu orang” :D
Ria          :               lhamdulillah .. rezeki kita berarti, Na
Hana      :               Ya, gue nggga nyangka.. loe tahu ngga? duit di dompet gue tinggal lima ribu.. gue sebenernya sempeet bingung buat patungan kita .. tapi  gue pikir Allah pasti ngasih jalan..
Ria          :               Han, kalau loe ngga punya uang, loe bilang aja sama Ria. Jangan sampai kayak gitu
Hana      :               Hahaha.. Ngga Ria.. gue ngga mau ngutang.. ngga suka ngutang soalnya..
lagian sekarang masih kamis, gue mau nunggu dulu.. sapa tahu gue dikirim uang kalau besok gue masih ngga ada, gue baru mikirin gimana ngatasinnya.. sebenarnya
di atm gue masih ada 80rb sih.. tapi gue belum mau ambil, jaga-jaga aja..


Alhamdulillah :D terima kasih ya Allah :D ngga nyangka :D
Allah baik banget memberikan hal yang tidak terduga dan merasa bersyukur banget punya pembimbing skripsi sebaik Mba Sari :D Alhamdulillah :D









Hujan

|
aku suka apa yang dibawa setelah hujan turun
udara sejuk yang menyentuh pipi
suasana teduh yang menentramkan
hawa dinginya

I AM FROM

|
Dari mata kuliah psikologi konseling, gue dapet tugas I am from ….. (Saya adalah dari …..)



Tujuan dari latihan ini adalah agar anda dapat melakukan self-disclosure sambil mengembangkan kreativitas emosi anda.
Ceritakanlah keadaan diri/penghayatan anda sendiri dengan memakai kata-kata deskriptif yang menggambarkan perasaan dan pengindraan anda  (sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa) dalam hal-hal berikut ini:

Paragraf 1: makanan favorit
Paragraf 2: pesan yang terus-menerus anda dengar dari orangtua
 anda
Paragraf 3: tradisi/kejadian istimewa
Paragraf 4: seseorang yang menarik/spesial yang anda kenal
Paragraf 5: suatu tempat di mana anda merasa aman dan damai
Paragraf 6: sesuatu item/barang spesial yang tidak pernah akan
 anda berikan kepadaorang lain dan yang akan anda
simpan sepanjang masa
Paragraf 7: sesuatu yang terjadi setiap hari
Paragraf 8: Pemandangan yang selalu anda lihat setiap pagi
dalam perjalanan anda ke kampus/tempat kerja
Paragraf 9: Suatu tempat yang ingin anda datangi kembali
(misalnya tempat berlibur, mal, negara lain, dll)
Paragraf 10: Sisi positif diri anda
Paragraf 11: Sisi negatif diri anda
Paragraf 12: Yang anda inginkan dalam hidup


Well, ini jawaban gue :D

I AM FROM



Saya adalah dari bentuk yang beragam mengikuti cetakan. Saya dapat berbentuk hati, ikan, bintang, buah dan apapun yang anda inginkan. Anda bisa mengatakan bahwa saya fleksibel dan dinamis. Tekstur saya sederhana tapi sangat menggiurkan sehingga membuat air liur mengalir. Saya sering disajikan di momen spesial dan biasanya saya muncul sebagai penutup. Rasa saya manis dan kenyal. Saya adalah pudding. :9

Saya adalah dari cinta yang tak mengharap tanpa balas. Cinta orang tua pada anaknya. Saya muncul dari rasa khawatir akan badan Hana yang tetap kecil. Saya berbunyi “Makan yang banyak ya”. :9

Saya adalah dari ucapan terima kasih atas ilmu yang diberikan dari guru kepada muridnya. Saya adalah salah satu bentuk penghargaan kepada jasa tanpa pamrih. Saya adalah senyum yang muncul dan ucapan terima kasih dari seorang Dosen kepada muridnya ketika diberi hadiah.

Saya adalah dari wajah yang selalu tersenyum menyambut ketika saya pulang. Seseorang yang menjadi sumber harapan, motivasi dan kebahagiaan bagi Hana.  Saya adalah seorang yang berkata bahwa Hana adalah gadis paling cantik di dunia.  Seorang yang rela mengorban waktu tidur, harta, dan segalanya agar Hana bahagia. Setiap Hana membuat kesalahan, saya langsung memaafkannya. Saya ingin Hana mendapatkan yang terbaik. Saya adalah ibu Hana.


Saya adalah dari manifestasi usaha mencari ridha Allah. Tempat dimana panggilan menuju kemenangan bergema. Saya adalah tempat percintaan terbaik antara hamba dan Tuhan. Tempat terdapat pilar menyokong kubah dan berjajar sajadah. Tempat pertemuan para muslim untuk berbaris, bersujud menyembah Allah. Tempat dimana seolah Allah berkata “Aku tidak melihat status, kecantikan, dan kepintaran hambaKu. Yang membedakan kalian hanyalah ketakwaan”. Tempat dimana barisan terdepan diisi orang-orang yang lebih dahulu mempersiapkan diri menjawab panggilan kemenangan. Beragam usia, suku, status bersebelahan. Tempat yang memunculkan perasaan bahwa “Hana, kau tidak ada apa-apanya. Kau bukanlah siapa-siapa diantara kerumunan lain.” Tempat ini juga seolah berkata “Kamu tidak sendirian, setiap muslim bersaudara.”. Idealnya, ini adalah tempat terjadinya peristiwa besar, pertemuan Hamba dengan Tuhannya, perjanjian suci antara lelaki dan perempuan, sekolah, pusat pemerintahan, dan berdiskusi. Di negeri bernama Indonesia, saya mudah ditemukan. Saya disebut rumah Allah. Saya adalah Masjid

Saya adalah dari sebuah kesaksian dan pengakuan bahwa tiada Tuhan Selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Saya bisa naik dan turun. Saya tidak statis dan butuh penyelamatan berulang kali. Saya adalah Iman.



Saya adalah dari hati-hati yang merindu. Saya bagai candu, yang menimbulkan rasa tenang, bahagia, nyaman, sekaligus takut. Saya adalah pemberhentian dari segala hiruk pikuk yang membuat kepala penat. Saya adalah sentuhan yang lembut pada hati yang letih dan payah. Saya hanya dapat ditemukan pada waktu khusus yang dipilih. Saya merupakan jembatan penghubung antara Tuhan dan hambaNya. Saya adalah shalat wajib lima waktu

Saya adalah dari hasil persepsi kedua mata Hana yang minus. Langit biru, awan putih terbentang indah. Ruko-ruko yang berjajar.  Jalan setapak dan pepohonan yang berjajar rapi menimbulkan decak kagum “Masya Allah”. Wajah-wajah yang bersemangat, lemas, bingung, kaget, takut, panik  dalam menyembut pagi.  

Saya adalah dari Jalan Surotokunto no 74 Karawang. Saya didatangi ketika Hana kecil telah kehilangan tempat berteduh. Jika dilihat dari atas, saya menyerupai huruf  U yang dibentuk dengan garis tegas. Warna saya putih tapi penutup saya berwarna cokelat kemerah-merahan. Saya dapat berwarna apa saya sebenarnya, ah tapi sang pemilik sepertinya menyukai warna putih. Saya adalah saksi bisu dari canda, tawa, tangis, pertengkaran, amarah, kekecewaan, cinta, takut, kebingunan, terkejut, kebohongan, kejujuran dan segala hal yang dilakukan oleh penghuninya. Saya seperti magnet, sebentar saja penghuninya menjauh, mereka tetap kembali. Saya tahu Hana benci saya, dia sering berkhayal meninggalkan saya semenjak kedatangannya. Tapi selama dua belas tahun, Hana tidak dapat pergi. Ketika pemilik saya pergi meninggalkan dunia ini, saya tahu waktu saya tidak lama lagi. Anak-anaknya ingin menjual saya. Selamat tinggal, Hana. Sekarang saya telah memiliki pemilik baru, bentuk baru, dan nama baru. Saya adalah rumah kakek Hana. Tempat yang Hana rindukan akan tetapi tidak dapat kembali.


Saya adalah dari nikmat yang diberikan Tuhan.  Saya adalah bentuk syukur atas cinta yang diberikan. Saya seolah membawa kemiskinan jika dilakukan, namun saya justru membuat yang melakukan merasa kaya dan berlebih. Saya memunculkan senyum orang yang menerima. Saya adalah sifat memberi.


Saya adalah dari dalam diri Hana yang tidak percaya dirinya berharga. Saya akan selalu muncul menyerang pikiran positif Hana. Saat Nova bilang bahwa Hana itu mudah dibuat tertawa, saya muncul dan berkata “Hana mudah dibuat tertawa? Kayaknya ngga deh.. emang karena nova itu lucu. Siapa ja bisa ketawa karena nova lucu banget.”. Saya terus muncul dan membuat hal-hal positif Hana seolah hanya sementara, dari luar diri Hana, dan membuat Hana berpikir bahwa hal-hal buruk itu  berasal dari dalam dirinya, stabil dan permanen. Saya adalah pikiran-pikiran negatif dalam diri Hana yang suka mengkritik dirinya sendiri.


Saya adalah dari penerimaan tujuan adanya manusia di Bumi. “Manusia ada di bumi untuk menjadi khalifah dan manusia hidup untuk menyembah Ku!” seru Allah. Saya ingin menjadi golongan hamba-hambaNya yang ketika mendengar perintah Allah menjawab “Kami mendengar dan Kami taat.”. Saya ingin segala sesuatu yang saya lakukan mendekatkan saya pada Allah, memperdekat jarak antara saya dan surgaNya sehingga saya bisa bertemu denganNya.




setelah mengerjakan tugas ini, jadi menyadari gue jarang memakai  kata-kata deskriptif yang menggambarkan sentuhan,  pendengaran, penciuman... gue terlalu fokus pada penglihatan, perasaan...

Allah begitu baik

|
Berada di tahun terakhir kuliah
Ternyata membawa dampak perubahan persepsi orang terhadapku 
Aku sudah dianggap lebih tahu.. 
Sering sekali jadi tempat bertanya masalah agama.. 
teman-teman sebaya dan adik kelas pun menganggap aku termasuk orang yang shaleh.. 
Saat kutanya mengapa mereka berpikir seperti itu?  
Mereka menjawab bahwa karena aku berada di SALAM UI..
Eh?
Aku pun sering diminta jadi imam shalat (sesama cewek)
Mendengar anggapan mereka tentangku membuatku kaget dan takut.. 
Aku tahu diriku tidak sebaik yg mereka sangka.. 
Masih banyak yg harus diperbaiki.. 
Masih banyak yg harus dipelajari..
Aku takut mereka kecewa mendapati diriku tidak sebaik sangkaan mereka
Aku takut salah menjawab
Aku takut tidak becus menjadi imam...
Di sis lain, Aku merasa konyol mendengarnya...
 mengapa keberadaanku di SALAM UI membuat temanku berkesimpulan aku saleh? 


Saat kuceritakan ini sama teh enung, dia tersenyum dan berkata
"Bukankah itu tandanya Allah menjaga penilaian orang terhadap Hana?  Allah masih menjaga aib Hana.."
Woaaaaaaaaaaa.. :O
Hana ngga kepikiran sampai situ...
Alhamdulillah
Ya Allah, aku malu sekali..
Begitu banyak dosa dan kesalahan yg aku lakukan dan Kau masih menjagaku.
:')

 "Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang dikatakan oleh orang-orang itu. Dan ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui (dari diriku). semoga aku lebih baik dari yang mereka sangka"
Amin :)

Bergantung

|


“Terkadang Tuhan mengambil apa yang kita cintai agar kita berlari menujuNya, agar kita bisa meletakkan yang kita cintai di tangan kita, dan mengisi hati kita dengan cinta kepada Tuhan.”

Sahabat baik saya, Hafida, sakit demam beberapa hari terakhir ini dan mulai muncul bintik-bintik merah di kakinya. Kami berdua curiga itu demam berdarah dan memustuskan untuk pergi ke laboratorium untuk cek trombosit. Namun, kami tidak tahu laboratorium di daerah depok. Kemudian tercetus ide untuk bertanya pada temen-temen yang memang orang depok. Dan saat berpikir siapa saja yang dapat kumintai tolong,  terlintas cowok yang kusuka (mari kita sebut dia Y).
 “Kenapa dia, Han?” Batinku.
Aku mengingat kembali pengalaman-pengalaman sebelumnya.
 Ya ampun, astagfirullah, selama ini aku sering sekali meminta bantuan Y ketika ada masalah.
Tanpa kusadari, aku bergantung padanya, padahal seharusnya aku hanya bergantung kepada Allah.
Ketika ada masalah, malah ingat Y, bukan allah... Astagfirullah T.T
Pantas saja Allah menjauhkan aku dari Y, ternyata Allah ingin aku tidak bergantung pada Y tapi hanya kepadaNya yang Maha Kekal, yang tak pernah beristirahat dalam mengurus Makhluknya,
Alhamdulillah : )

 terima kasih hikmah dan nikmatmu Ya Allah :D
Semoga Engkau mau mengampuni  dosa hambamu ini 

Menyemangati Diri Sendiri

|
Masih soal skripsi...
 Belakang ini gue ngerasa ngga semangat pas ngerjain skripsi
tapi gue tahu, gue ngga boleh terus-terusan dalam kondisi ini..
so, gue mencoba menyemangati diri sendiri dengan kirim pesan WA (Whatsapp) ke diri sendiri

Hahaha... Gue ngerasa diri gue ada-ada aja karena ngirim pesan ke diri sendiri... XD
Terus jadi mikir temen-temen yang lagi skripsi ngerasain hal yang sama juga ga ya?
Dan akhirnya gue iseng ngirimin pesan "Semangat" ke temen-temen gue...













Sempet kaget ternyata respon temen-temen gue cukup positif  :D Better than I expected :D Alhamdulillah :D
Ternyata menyemangati orang lain membuat gue lebih semangat :D



Strive for Progress, not Perfection

|
"Han, ria udah ngumpulin revisi bab 1. Hana udah belum?" tanya Ria, teman satu payung skripsi kepadaku.
"Belum, gue berencana ngumpulin jumat, soalnya gue sendiri ngerasa bab 1 yang gue bikin masih jelek. Buat apa gue ngumpulin kalau gue sendiri ngerasa bab 1nya jelek atau ngga layak?"

Ya.. itu yang gue pikirkan... gue kira lebih baik ngumpulin lebih lama tapi hasilnya sempurna daripada buru-buru  tapi toh harus diedit lagi...

Yang gue ngga sadari adalah keinginan gue untuk membuat bab 1 yang sempurna, membuat gue menunda pembuatan bab 1

yup i am procastinate





gue kira dengan menunda dan membaca lebih banyak jurnal, gue akan membuat bab 1 yang lebih baik... tpai sampai lewat sehari dari batas pengumpulan, gue masih stuck di paragraf satu...
Jujur aja, gue ngga menyangka pembuatan bab 1 ternyata makan waktu lama (udah sebulan-an dan udah  revisi dua kali).... gue kesel sama diri gue yang ngeremehin bab 1 pada awalnya... Gue kira bab 1 bakal gampang ternyata ngga..
Gue juga kesel karena gue tetep bingung mau nulis apa meskipun udah baca banyak jurnal dan udah tahu komponen bab 1 tuh sebaiknya berisi apa aja...
Akhirnya gue malah nunda... dan gue benci keadaan ini...
kemudian pas buka-buka file doc di folder skripsi... gue jadi inget kalimat yang gue tulis di ucapan terima kasih
"Doing something later is not the same with doing something better :D" -Meg Jay

How could I forget about that? >.<



Semangat Hana!! Ayo kerjain aja skripsinya ... lebih baik punya karya jelek dibanding punya karya sempurna tapi cuma ada di dalam pikiran......


btw, gue juga nemu gambar lucu :3


Katalog Perpustakan Psikologi UI versus UGM

|
Tanggal 21 Agustus 2013 kemarin, gue mampir ke perpustakan psikologi UGM.. :D
Gue denger UGM terkenal dengan indegenous psychology nya dan karena kebetulan gue lagi mengerjakan skripsi tentang taaruf, gue mau tahu apakah udah ada yang neliti atau belum dan hasil penelitian mereka seperti apa.. Kalau relevan kan bisa gue kutip :D




Nah dalam usaha pencarian,gue menemukan tampilan layar katalognya ternyata seperti ini:
0.0
hah? apaan ini? :O
gimana cara pakainya?
gue sempat kebingungan dan mencoba-coba, tapi tetep bingung (gagal)
akhirnya gue nanya ke petugas perpustakannya...
Beliau dengan baik hati langsung bantu cari... tapi jadinya gue  masih bingung cara penggunaannya

Gue pun memanggil temen gue, Fida dan Rizka, untuk bisa melihat langsung katalognya supaya mereka ngerti pas gue menceritakan keanehan  akan katalognya.
Btw, temen gue Fida menemukan instruksi penggunaan katalognya

Makin kaget lah gue :O

ternyata seribet itu... :O


ini tampilan yang akan terlihat di layar, kalau mengikuti instruksi tersebut






Soalnya di UI, katalognya udah mirip google, tinggal ketika kata kunci dan violaaaaaaa hasil keluar

ngeliat katalog perpustakan psikologi ugm membuat gue sadar bahwa selama ini gue udah menganggap kemudahan pencarian buku di perpus sebagai hal biasa (standar), sehingga membuat gue lupa bersyukur :') ngga kebayang sesulit apa pengerjaan tugas-tugas kuliah kalau pakai katalog aja gue kebingungan...
Alhamdulillah :D
Terima kasih banyak Allah
Terima kasih banyak juga kepada seluruh petugas perpustakan psikologi UI dan orang (atau orang-orang?) yang telah membuat katalog perpustakan  :D
Kalian telah membantu mengefektifkan waktu Hana dan membuat Hana senang sama perpustakan :D



Teruntuk SALAM UI 16 (esai saat pendaftaran BPH SALAM UI 16)

|
Nama Saya Hana Bilqisthi. Saat ini saya mahasiswa psikologi angkatan 2010. Saya adalah seorang yang berpikir dahulu sebelum bertindak, melakukan perencaan, terus terang, dapat bekerja di dalam tim, dan rajin. Alasan utama yang mendorong saya mendaftar SALAM UI 16 adalah rasa cinta saya terhadap SALAM UI. Ada banyak manfaat yang saya dapatkan ketika saya menjadi staf PSDM SALAM selama dua kepengurusan, yaitu SALAM UI 14 dan i5, saya berharap dapat membalas kebaikan SALAM dengan memberikan kontribusi lebih kepada SALAM UI, yaitu mencalonkan diri menjadi BPH PSDM SALAM UI. Selama ini ketika menjadi staf, ide-ide saya terkadang tidak dapat dilaksanakan karena sudah memiliki rancangan program di awal yang tidak dapat diubah. Saya berharap dengan menjadi BPH saya dapat melaksanakan ide-ide saya tersebut. Selain itu, saya ingin mengaplikasikan ilmu psikologi yang saya miliki. Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Pesan Rasulullah tersebut ingin saya amalkan melalui penerapan ilmu psikologi yang saya miliki jika menjadi BPH PSDM SALAMUI.  
SALAM UI sebagai rumah muslim UI menurut saya mimpi yang terlalu besar mengingat selama dua kepengurusan terakhir, bahkan pengurus SALAM sendiri belum semuanya merasakan SALAM sebagai rumah. Bahkan sebagian acara SALAM sendiri seolah-olah dari, oleh dan untuk pengurus SALAM.  Akan tetapi menurut saya hal tersebut bukannya tidak mungkin untuk diwujudkan.. Sesuai kata-kata bijak Walt Disney “if you can dream it, you can do it.”. Bisa jadi SALAM UI sebagai rumah, minimal untuk seluruh pengurus SALAM,  tidak dicapai dalam dua kepengurusan terakhir karena belum bermimpi sebesar itu sehingga kepengurusan sebelumnya tidak mencoba ke arah sana. Saya berharap dapat menjadi bagian yang mewujudkan mimpi tersebut  maka dari itu saya mendaftar sebagai BPH SALAM UI.
Untuk dapat membuat SALAM menjadi rumah muslim seUI tentu akan menghadapi berbagai  tantangan. Menurut saya, perlu langkah awal untuk membuat muslim seUI menganggap SALAM UI sebagai rumah muslim UI yaitu membuat SALAM dicintai oleh muslim seUI. Perlu teknik marketing, pencitraan dan penyelenggaran program-program SALAM yang baik dan dapat sedang diminati muslim seUI. Betapa membahagiakan jika sebagian besar muslim seUI mencintai SALAM UI dan menganggap SALAM sebagai rumah. Mungkin salah satu contoh betapa SALAM dekat dengan mereka adalah tiap mendenger kata “Salam” dalam obrolan, mereka langsung mengasosiasikannya dengan SALAM UI. Hal serupa terjadi ketika mereka sedang membaca buku atau status update baik di facebook dan twitter.
Peran PSDM di mata saya adalah membuat seluruh pengurus  SALAM mengenal dan mencintai SALAM sehingga mengganggap SALAM sebagai rumah. Para pengurus ini dapat menjadi duta SALAM dalam menyebarkan berita kepada teman-teman terdekatnya bahwa betapa mereka mencintai SALAM dan mengganggap SALAM sebagai rumah. Pesan mulut ke mulut merupakan strategi marketing yang ampuh. Hal ini disebabkan seseorang lebih mempercayai apa yang dikatakan orang-orang terdekatnya dibanding orang asing. Salah satu inovasi yang akan saya lakukan adalah program “aku suka SALAM”, yaitu dengan meminta para pengurus SALAM membuat karya, entah dalam bentuk esai, puisi, poster atau video (sesuai kemampuan mereka) untuk menceritakan hal yang mereka sukai dari SALAM dan harapan mereka terhadap SALAM. Diharapkan program ini akan menumbuhkan rasa cinta terhadap SALAM dan muslim UI yang berada dekat dengan pengurus SALAM. Pemberitaan dari mulut ke mulut tersebut diharapkan tidak terhenti pada teman-teman terdekat pengurus SALAM, namun menjadi rangkaian panjang sehingga makin banyak muslim UI mencintai SALAM. Saya sendiri membayangkan SALAM UI dalam konteks sebagai rumah muslim UI adalah tempat peristirahatan para anggotanya, tempat kembali ketika merasa lelah karena tahu datang ke SALAM akan membawa perasaan semangat. Saya membayangkan para pengurus Salam mendatangi SALAM dengan perasaan senang, tidak merasa pekerjaan sebagai beban.  Inovasi lain yang saya lakukan adalah penulisan surat kontrak kerja perpengurus (perorang) yang berisi tanggung jawab dan hak pengurus sehingga pengurus SALAM mengetahui apa yang mereka harapkan dan dapatkan dari SALAM. Selain itu, saya menginginkan setiap pengurus memiliki kartu nama pengurus SALAM di awal kepengurusan. Kartu nama ini berfungsi sebagai pengingat bahwa mereka adalah bagian dari SALAM. Harapan dari kepemilikan kartu nama adalah pengurus merasa memiliki SALAM karena memegang “benda yang terdapat identitas SALAM”. Selain itu, untuk menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap SALAM dalam diri pengurus saya akan membagikan database SALAM kepada seluruh pengurus SALAM entah dalam soft copy atau phonebook dengan tujuan para pengurus SALAM saling mengenal anggotanya satu sama lain.
Saya juga berencana melakukan kerjasama dengan biro MENTARI agar melakukan pencatatan khusus mengenai presensi pengurus. Saya melihat bahwa presensi acara-acara SALAM tidak memisahkan antara pengurus SALAM dengan yang bukan sehingga menyulitkan proses penilaian kinerja. Selain itu, saya berencana membuat penilaian berdasarkan kriteria untuk kinerja pengurus SALAM dan penilaian tersebut diberitahu di awal pertemuan silaturahmi sehingga pengurus SALAM mengetahui kinerja apa yang diharapkan dari mereka. Misalnya 50% penilaian kinerja dari presensi kehadiran pada rapat, 20% dari presensi acara-acara SALAM, dan 30% dari hasil keberhasilan  tuags yang dijalankan. Saya juga membayangkan mekanisme perizinan atau pengganti presensi .Saya masih merancang soal penilaian ini akan tetapi saya akan membuat presensi sebagai penilaian utama.
Jika diibaratkan dalam sebuah keluarga maka PSDM adalah seorang ibu, dimana PSDM bertanggung jawab akan tumbuh berkembangnya kebersamaan pengurus dan alur kaderisasi SALAM UI. PSDM adalah ibu yang selalu berusaha membuat pengurus SALAM merasa sebagai satu kesatuan dan memfasilitasi program-program yang dirasa dapat mengembangkan potensi pengurus SALAM. Saya berharap dengan suksesnya PSDM membuat pengurus SALAM mencintai SALAM membuat kinerja mereka lebih terasa ringan dan memunculkan ide-ide kreatif yang dapat mengembangkan SALAM ke arah lebih baik. Semoga saja SALAM UI 16 sebagai rumah muslim UI dapat benar-benar terwujud. 
SALAM UI 16: Saudara selamanya!



Love, when 2x0 = Happiness

|



Getting zero twice in journal discussion of social psychology research’s course and heard the news that the man that I love is going to marry soon (not with me, of course).
What do you think my feeling?
Sad?
Depressed?




Well,  I survived :D
I think because I learn to love Allah
Loving Allah made me believe that He always gives best to His servant ..
so it is easier to accept those conditions...
I mean I believe the old Hana maybe choose or think to suicide ..
But “The now Hana” did not think like that :D I glad I am mature :D Alhamdulillah :D
The saddest thing is the fact that I late to realize that loving Allah is great thing and the best experience ever :D
I wish i realize it sooner



All about human being is about love. Love is the master of motivation. Even fear and hatred are born of love. We obey to what we love and we are dictated by what we love. We become slave for whatever we love. Then we should very to be careful…
(Yasmid Mogahed)


When I got zero, I think that maybe Allah wants me to learn and work hard..
In my first journal discussion in social psychology research’s course, I think I did not try hard enough.. I am quite afraid to talk because I am afraid  I am wrong.. when I got chance to talk, I did not try hard enough to make the lecturer stay focus to me..
There is possibility that I will be lazy or  arrogant if I got score...

In the second chance, I tried to talk a lot but i focus on quantity not quality, and maybe I hope that I got grade by pity.. It did not good..
When I talk to my classmate, Iqbal, He said that social psychology research’s course teach to to have tactical thinking because when your answer did not right, you have to think better and effective alternative answers  as soon as possible .
Yeah... I think he got a point..  I always think that I need time to think carefully to answer something and it made slow to adapt in this class.. I have to learn think fast and effective (tactical thinking) so I will not left behind...
Wish me luck guys :D

Another interesting thing that I got from this class is reading journal’s tips from one of my lecturer, Mba Erita. She said when reading journal, try to pretend that the author is our ex lover so we will remember his/her/their name and what they really said :D

About man that I love, when I heard the news I just thought “Ah... so he is not the one for me”
Then I made list what will happen if I marry him and what will not happe if I marry him..
I just realized that my friends and my family knew that I love him (one side love) and if I marry him, they maybe think that my marriage is love-marriage, not arranged marriage (ta’aruf). I mean I always said that I did not want date before marriage and maybe if i marry him, it will be harder to me to influence my family that better not to date before marriage..

I also knew that some of my friends worry about me when I said that I want to have arranged marriage (ta’aruf). I said to them to relax and not to worry. I said that my mom is also had arranged marriage (ta’aruf).
But they said that they worry because they knew my parent’s marriage. 

Well, my mom had an arranged marriage (ta’aruf) and she divorced with my father. First time when I knew that they were going to separate, I asked myself “what is the reason that this marriage fail? Is it because they had arranged marriage (ta’aruf) so they did not love each other at first place? Or is it because something else?”

After that, I try to find out what make marriage works and failed by reading a lot book about marriage. There is a time when i am afraid and did not want to marry...I used to think that marriage is a happiness source. 
I mean in the fairy tale, after the main character held their wedding, it is said that they live happily ever after. 
But as soon as read marriage books, I knew that marriage not only contain happiness but also bring a lot of problems and i am not sure I can handle that.. .. 

I wonder will my marriage happy? will I find a good husband?

I am afraid I will have bad marriage like my parent.. I lose trust in marriage..

Unfortunately, Islam did not allow me not to get married (stay single forever)..
I read a hadith that saying that if i did not get marry, i will not be consider Rasulullah SAW’s followers
T.T
I do not want that to happened...
I love Rasullullah SAW (I am trying)... I will be devastating if in akhiraa, Rasullullah said I am not his followers..
At first, I said to myself that I have to get married because it sunnah and I will follow Rasulullah SAW..
In the process accepting that belief,
I read salim al filah’s poem  and it made realize how weak and lame I am..

SULIT, MUDAH , RIDHONYA

by Salim A. Fillah





Satu waktu, sudah lama sekali.

Seseorang berkata dengan wajah sendu.

“Alangkah beratnya… alangkah banyak rintangan… alangkah berbilang sandungan… alangkah rumitnya.”
Aku bertanya, “Lalu?”
Dia menatapku dalam-dalam, lalu menunduk.
“Apakah sebaiknya kuhentikan saja ikhtiar ini?”
“Hanya karena itu kau menyerah kawan?” aku bertanya meski tak begitu yakin apakah aku sanggup menghadapi selaksa badai ujian dalam ikhtiar seperti dialaminya.
“Yah, bagaimana lagi? Tidakkah semua hadangan ini pertanda bahwa Allah tak meridhainya?”
Aku membersamainya menghela napas panjang.
Lalu bertanya, “Andai Muhammad SAW berpikir sebagaimana engkau menalar, kan adakah Islam di muka bumi?”
“Maksudmu, akhi?” Ia terbelalak
“Ya, andai Muhammad SAW berpikir bahwa banyaknya kesulitan berarti tak
diridhai Allah, bukankah ia akan berhenti di awal-awal risalah?”
“Ada banyak titik sepertimu saat ini, saat Muhammad SAW bisa mempertimbangkan untuk menghentikan ikhtiar.
Mungkin saat dalam rukuknya ia dijerat di bagian leher.
Mungkin saat ia sujud lalu kepalanya disiram isi perut unta.
Mungkin saat ia bangkit dari duduk lalu dahinya disambar batu.
Mungkin saat ia dikatai gila, penyair, dukun, dan tukang sihir.
Mungkin saat ia dan keluarga diboikot total di syi’b Abi Thalib.
Mungkin saat ia saksikan sahabat-sahabatnya disiksa di depan mata.
Atau saat paman terkasih dan istri tersayang berpulang.
Atau justru saat dunia ditawarkan padanya ; tahta, harta, wanita…”
“Jika Muhammad SAW berpikir sebagaimana engkau menalar, tidakkah ia punya banyak saat untuk memilih berhenti?”
“Tapi Muhammad SAW tahu, kawan.
Ridha Allah tak terletak pada sulit atau mudahnya,
berat atau ringannya, bahagia atau deritanya,
senyum atau lukanya, tawa atau tangisnya..”
“ Ridha Allah terletak pada
Apakah kita mentaati-Nya
 dalam menghadapi semua itu?
Apakah kita berjalan dengan menjaga perintah dan larang-Nya
dalam semua keadaan dan ikhtiar yang kita lakukan? ”
“Maka selama di situ engkau berjalan,
bersemangatlah kawan…



I learn that I love myself too much and afraid I will get hurt so I choose to stay in the safe zone.. 
but being in the safe zone did not make me sad but did not make happy either...
I saw the old me in the picture and she smile brightly.. 
I have been through times when I did not have any single friend and it feels like the whole school hate me... 
There are may hard times but I survived and happy :D
 if you ask me, will i go back into past and change what i have been through?
 No i would not.. 
I have became the “now me” because I have been through those experiences and learning from that.. :D

I also try to made Rasullullah SAW as my role model.. 
he has been through hard times and he did not give up.. he is an orphan but he can be a good father and husband...
 yeah if Rasulullah SAW give up maybe i will never know islam :”)

There is also time when I wish my mom went back to past and marry another guy so she will be happy, I did not want to see she sad..
but she said that she did not regret her marriage.. because from her marriage, she got me, my brother and my sister :’)
Now my mom remarried again and she had another arranged marriage and she’s happy... :D
Alhamdulillah :D

The one who go through the hardest will be the one who smile the brightest (Bilqisthi, 2013)

 How do I know when relationship is hard because it is wrong or because it is real?”
“You will never know, that is why marriage is commitment, not guarantee.”
-Meg Jay

Maybe my marriage will not fill with good time, but I will try to make it work and last..

From my parent’s marriage I learn that I have to make sure that my future husband share the same vision or same goal in marriage... we shared the same values...
I also learn that halal love is love after marriage.. so I did not have to be afraid whether I will be fall in love with my husband or not or will I have a good husband.. I should be more concern about whether I will be a good wife or not and put my trust in Allah.

I used to think love is emotion but now I agree with Fromm that
Love is an activity, not a passive affect; it is a "standing in," not a "falling for." In the most general way, the active character of love can be described by stating that love is primarily giving, not receiving.



I will love my future husband.. Insha Allah :D
I hope I will find a husband that loves Allah very much and our marriage will bring me closer to Allah... Amin...

I am still trying to love Allah and Rasulullah SAW yet I got much benefits from it..
I wonder what will happened if I am truly madly in love with Allah and Rasulullah SAW
:D



Dari Abu Hurairah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Allah bersabda, ‘Aku menuruti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Kalau ia mengingat-Ku dalam hati, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Kalau ia mengingat-Ku di tengah kerumunan orang, Aku pun akan mengingatnya di tengah kerumunan yang lebih baik daripada mereka. Kalau ia mendekat diri kepada-Ku sejengkal, Aku pun mendekatkan Diri kepadanya sehasta. Kalau ia mendekatkan diri pada-Ku sehasta. Aku pun akan mendekatkan Diri padanya sedepa. Jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil”.


Post Signature

Post Signature