Top Social

Cerita dari Dika tentang University of Manchester Islamic Society

|
Salah satu temanku, Andika Yudha Utomo (Dika) sedang menempuh studi magister di University of Manchester.
Dia sering cerita tentang pengalamannya disana melalui group WA Sang Pembangun.
Aku paling suka kalau Dika sedang cerita tentang University of Manchester Islamic Society (Isoc) (*’∀’人)
University of Manchester Isoc itu rohis atau lembaga dakwah kampusnya Universitas Manchester.


Misalnya ketika Dika cerita tentang acara welcoming dinner University of Manchester Isoc pada 2015 lalu. (^0^)/

Berikut foto-fotonya:









Apa pendapat kalian dengan foto-foto di atas? 
Kaget? Shock?
Well, tenang saja, kalian ngga sendirian.
Itu juga yang dialami Dika. 
Dika sempat menyangka dia salah masuk ruangan dan acara.
Sampai kemudian dia melihat meja registrasi dan meja tempat duduk perempuan dan lelaki dipisah





Tempat duduk lelaki dan perempuan dipisah

Ini beneran acara welcoming dinner islamic society!
Acaranya dimulai dengan pembacaan hadist!
Setting tempatnya dibuat mirip gala dinner, ada panggung meriah yang diisi hiburan beat box dan stand up comedy.



Pengisi stand up comedy,
melawaknya sering menyebut masya allah,
jazakallah, dll.






Mengapa acaranya dibuat seperti itu?
Ternyata Isoc ini tahu/kenal karakter mahasiswa Manchester yang jadi target dakwahnya.
Identitas budaya dan mahasiwa Manchester identik dengan pesta dan night life sehingga acara pun dikemas mirip tapi tetap syari.

Selesai acara, Dika sempat ditanya panitia tentang bagaimana kesannya mengenai acara tersebut.

Dika menjawab acaranya keren dan tidak menyangka ada acara rohis seperti itu.
(Hana juga tidak menyangka)
Terus panitianya balik bertanya "'but you didn't see haraam things, right? We planned it very carefully in months'


Wow

Masya allah salut sama panitia dan pengurus Islamic Society-nya!
:D
Kagum sama University of Manchester Islamic Society yang bisa mengajak orang dalam kebaikan dengan cara halus dan dekat dengan hal yang mereka alami sehari-hari di kota tsb. 😁
Semoga Allah selalu melindungi dan menguatkan langkah-langkah mereka dalam mengajak orang dalam kebaikan.

Makasih juga Dika sharingnya!
Semoga sukses studinya! :D

Btw, kalau mau tahu cerita Dika lainnya bisa kunjungi blognya di andikayudha.net :D

Surat Cinta dari Senior : Salam Cinta dan Hangat untuk Adik

|
<img scr='surat cinta.jpg'  alt='surat cinta'  title=’surat cinta’/>
Image courtesy of Jan13 at pixabay.com

Salam cinta dan hangat untuk adik-adikku yang shalihah…
Assalamu’alaikum wr.wb.

Perkenankan aku menyatakan cinta padamu karena Allah. Cinta yang membuat kita terhimpun dalam agama-Nya meski tak sedarah. Surat ini aku tuliskan di tengah kekhawatiranku akan dunia dan kelalaian kita. Setidaknya, aku ingin membagi betikan semangat agar rasa syukur dan penghambaan kita tak pernah pudar.

Sudah berapa lama kah kita bertemu? Mungkin belum lama, baru dua tahun kurang lebih. Allah telah mengamanahkan aku adik-adik yang akan menjadi tanggunganku di akhirat kelak. Ya, tanggungan di akhirat kelak yang bisa jadi menjadi pemberat amal atau justru pemberat dosa. Tampaknya sederhana, tapi benar adanya aku memaknai pertemuan kita yang hanya satu pekan sekali sedalam itu. Sebab hakikat hidup ini adalah tentang beribadah kepada-Nya, salah satunya melanjutkan risalah dakwah Rasul… menyeru kepada al haq.

Di awal pertemuan kita, aku yakin bahwa adik-adikku bertanya dalam hatinya, “untuk apa kita melingkar ya?” Lantas aku menjawab meski kau tak tanya, “untuk mempelajari Islam sehingga kita bisa memahaminya lebih dalam”. Tahukah kau? Sesungguhnya jawaban itu hanyalah pembukaan. Sebab di balik itu, ada banyak alasan mengapa kita bertemu setiap pekan dan mengingat-Nya dengan berbagai sarana materi dan kegiatan. Tapi aku tak akan menjawabnya hingga kau menemukan sendiri dengan hatimu, bukan sekedar dengan panca inderamu.

Setiap proses menuju suatu pencapaian pastilah tak selalu mudah. Kadang kau diuji dengan rasa bosan, rasa malas, dan rasa ragu. Begitu pula dengan proses tarbiyah (pembinaan) yang kita jalani, tak selalu indah rasanya, bukan? Namun tanpa kita sadari, kita menjadi lebih mengenal dan mencintai-Nya.

Setiap pertemuan pastilah ada perpisahan. Itu sunnatullahnya… Dua tahun lamanya kita berinteraksi tentu ada evaluasi bersama. Ada pencapaian yang membahagiakan, di samping itu pula ada kekurangan. Setelah kak evaluasi dan menimbang cukup lama, akhirnya kak memutuskan untuk mendinamisasi kalian. Pemindahan kelompok menjadi pilihan bukan karena ketidaksanggupan kak untuk melanjutkan, melainkan karena kak sangat ingin adik-adik berkembang lebih dari sebelumnya. Di mana pun adik-adik akhirnya ditempatkan… semoga bisa berlapang dada menerima dan mencoba membuka diri terhadap hal-hal baru.

Hana yang kak sayangi…
Ada banyak hal yang membuat kak tersenyum saat ingat hana. Di antara teman-teman yang lain, mungkin hana yang paling terbuka dengan kak sehingga kak tau bahwa ada banyak pencapaian baik yang hana lakukan. Buat kak, setiap pencapaian itu adalah kebahagiaan yang tidak bisa didefinisikan. Semoga hana tak bosan menjadi sosok yang menyemangati teman-teman lainnya nanti.

Salah satu pencapaian baik yang hana lakukan adalah komitmen berhijab dengan lebih baik. Alhamdulillah Allah tuntun hana untuk mulai menutup aurat lebih rapi, tentu hal itu tak didapat semua orang. Semoga kita sama-sama bisa menjaga nikmat menutup aurat ini. Di samping itu, mulai biasakan pakai celana panjang ya shalihah :) Biar lebih terjaga dan rapi. Pilih saja bahan yang bisa menyerap keringat sehingga nyaman digunakan sepanjang hari.

Komitmen hana untuk mulai menargetkan amalan sunnah juga tentu bukan perkara mudah. Pembiasaannya butuh perjuangan. Teruskan, tingkatkan, dan dijaga kesinambungannya. Sedikit-sedikit gak apa, yang penting konsisten :)

Terakhir… kak mohon maaf, tentu ada banyak kesalahan yang kak lakukan baik sengaja maupun tidak sengaja. Kalau masih ada janji atau hutang yang belum tertunaikan, mohon sampaikan saja ya,hana. Selama kita memilih berada di jalan Allah, insyAllah akan ada pertemuan lainnya yang lebih membahagiakan. Semoga.

Wassalam


Surat  cinta dari seorang senior perempuan yang juga aku sayangi :')

Inspirasi dari Aid: Tentang Cara Merayakan Ulang Tahun

|
Tiap awal bulan April, aku mempunyai kebiasaan membuat Facebook note berjudul April Wish List. Note tersebut berisi barang-barang yang aku inginkan sebagai kado ulang tahunku sehingga teman-teman dekatku tidak kebingungan mengenai apa yang kuinginkan dan aku juga diuntungkan mendapat hadiah sesuai keinginanku :D
Yeay!

Alhamdulillah :)

Tapi entahlah, aku merasa sepertinya tahun ini aku tidak mau lagi membuat April Wish List.
Aku ingin membuat sesuatu yang berbeda.
Di tengah kebingunanku tersebut, temanku Ahmad Mujahid (Aid, Wakil Ketua BEM UI 2014) mengirim pesan di Group WA Sang Pembangun :


Nama saya Ahmad Mujahid, lahir dan tumbuh besar dari keluarga sederhana. Sejak kecil sampai dengan hari ini, saya belum pernah sama sekali merayakan hari ulang tahun saya. Yang terkadang dahulu semasa SD malah sering mendapat undangan ulang tahun dari teman yang lain. Yah, terkadang iri melihat hal seperti itu.

Tahun ini saya merasa perlu untuk merayakannya. Mengapa? Karena saya ingin merasakan apa yang orang lain rasakan ketika hari lahirnya dirayakan banyak orang. Tetapi, saya ingin merayakannya dengan cara yang berbeda.

Karena ini adalah pengalaman pertama saya merayakan ulang tahun, saya ingin merayakannya dengan seorang adik bernama Pasha. Pasha bukanlah adik kandung saya. Kami terhubung karena kami bersekolah di tempat yang sama di SMA Negeri 13 Jakarta Utara.

Nah!, dalam momen ulang tahun saya, saya mengajak teman-teman semua untuk ikut membantu Pasha dengan merayakan ulang tahun saya, dengan berdonasi melalui link kitabisa.com/ultahaid

Terima Kasih

Ahmad Mujahid. 





Setelah membaca pesan WA di atas, aku segera mengklik link kitabisa.com/ultahaid



Setelah membaca deskripsinya,  ternyata Aid ingin menggunakan momen ulang tahunnya untuk berbagi kebahagiaan dengan yang lain, dan dia melakukannya dengan cara menggalang dana untuk membantu adik kelasnya, Pasha menjalankan kegiatan Studi Wisata Islam di Sekolahnya.

Keren :D

Aku tahu kalau dengan berbagi dapat membuat bahagia, namun tidak terlintas di benakku untuk membuat yang seperti ini untuk ultah. 

Salut sama Aid yang kepikiran merayakan ulang tahun dengan mengajak orang lain berbuat kebaikan :D


Membuatku berpikir apa ultahku tahun ini sebaiknya aku melakukan hal yang serupa seperti Aid ya? :D


Btw, kalau kalian mau ikutan membantu Aid, boleh banget!

Jika cara Aid berhasil, mungkin kita bisa menduplikasi caranya untuk merayakan ulang tahun. (^0^)/


Aid sendiri menargetkan total donasi sebesar Rp2.000.000 melalui kitabisa.com/ultahaid, tapi jika mau menyumbang lebih banyak diperbolehkan :D
Hehehe 
Mau nyumbang dengan opsi minimum sumbangan yaitu Rp 20ribu juga boleh :D 
Kalau lagi ngga punya uang, jangan berkecil hati, masih ada cara lain untuk membantu :D
Bisa dengan sebar info tentang proyek ini dan  link https://kitabisa.com/ultahaid di social media kamu seperti whatsapp, Line, Google+, Facebook, twitter dan lain-lain. :)
Percayalah selalu ada cara untuk berbuat baik atau ikut serta dalam kebaikan :)
 
Yuk segera meluncur ke kitabisa.com/ultahaid , penggalangan dananya tinggal 5 hari lagi.

(^0^)/

Note: jika ada pertanyaan, Aid dapat dihubungi di email ahmad.mujahid@sci.ui.ac.id atau WA di 085711144808

Post Signature

Post Signature