Top Social

Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Belajar Sabar dari Keluarga Ibrahim AS

|


Assalamualaikum Good people, do you miss me?
Maaf ya Hana hiatus ngeblog tapi tanpa pemberitahuan. Hehehe
Terima kasih banyak telah bersabar menanti postingan terbaru Hana :’)
Kebetulan banget kali ini Hana mau membahas topik “Sabar”

Beberapa waktu lalu Hana sadar betapa sabarnya keluarga Ibrahim AS. Selama ini, Hana mengasosiasikan sifat sabar dengan sifat para Nabi tapi I swallow it without really thinking what it means to be sabr/patience.
Ketika mengingat lagi kisah mereka, membuatku sadar betapa sabarnya mereka.

Misal Siti Hajar.
Waktu Siti Hajar bersama anaknya, Nabi Ismail AS, ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim AS di Padang Pasir yang tandus, pertanyaan yang terlontar dari Siti Hajar adalah “Apakah ini perintah Allah?”
Kalau Hana ditinggalkan oleh suami di padang pasir bersama bayi, kemungkinan besar Hana bakal bertanya “How could you do this to me?  You did not love me anymore?”
Drama banget ya gue...
Membandingkan jawaban diri sendiri dan Siti Hajar membuat Hana jadi sadar betapa sabar dan positif thinkingnya Siti Hajar.

Anaknya Siti Hajar dan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail AS juga keren. Setelah lama tidak bertemu dengan sang Ayah, Nabi Ibrahim AS, dia bisa tetap hormat dan berbakti kepada ayahnya.
Nabi ibrahim menceritakan mengenai mimpinya bahwa dalam mimpi tsb dia menyembelih Ismail.

Kalau gue di posisi Nabi Ismail AS, mungkin gue akan bilang gini “Ayah kemana aja selama ini? Pas datang bilang ingin menyembelih. Kok Ayah tega? Ayah jahat! Ayah ngga sayang sama aku.”
Tapi Nabi Ismail tidak menjawab seperti itu, beliau malah mejawab “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
Masya Allah :”)

Aku tidak yakin apakah aku bisa melontarkan jawaban seperti itu.
Sabar banget ya Siti Hajar dan Nabi Ismail AS. 
Dari mereka, Hana belajar bahwa salah satu kunci bersabar adalah berprasangka baik pada Allah. Percaya bahwa sesulit apapun kelihatannya, ketetapan Allah adalah yang terbaik.


Allah, Isti & Sang Pembangun

|
Image Courtesy of Blanka at pixabay.com

Aku tidak tahu denganmu, tapi bagiku masa paska kampus adalah masa-masa kesepian. Aku sering merasa seorang diri. Teman-teman dekatku memiliki mimpi yang berbeda sehingga kami sibuk mengejar mimpi kami masing-masing dan komunikasi diantara kami semakin jarang.

Aku kangen percakapan panjang diantara kami. Aku kangen momen-momen bertemu teman setiap hari. Padahal aku sudah menduga kalau suatu saat kami akan berpisah dan sibuk dengan urusan masing-masing tapi ternyata menjalaninya tidak semudah dugaanku.

Pada momen-momen dimana aku merasa kesepian dan merasa semua teman menjauh, aku kemudian menyadari bahwa aku memiliki teman yang selalu bersamaku: Allah.

Allah ada ketika semuanya menghilang. Membuatku memahami bahwa kesepianku bukanlah musibah, melainkan anugerah. Bagaimana mungkin aku menganggap rasa kesepian tersebut sebagai musibah jika hal tersebut membuatku menyadari tentang nama Allah yang lain, Al-Wali (Protective Friend)? :)

Saat menyadari hal tersebut, tidak lama Allah menggirimkan sekelompok hambaNya kepadaku. Pada Bulan September 2015, aku diundang ke dalam sebuah group WA bernama Sang Pembangun. Group ini dibuat oleh Istiqomah Nur Khasanah (Isti), FIK UI 2010. Group ini berisi Aktivis Dakwah Kampus (ADK) UI 2010.




Isti bilang tujuan dia membuat group WA tersebut adalah agar kami saling mengingatkan/menasehati, berbagi info, saling menjaga , berkolaborasi dalam kebaikan, dan ukhuwahnya tetep berasa meski sudah berjauh-jauhan.

Hal yang melatar belakangi Isti membuat group WA Sang pembangun adalah dia melihat fenomena para ADK yang lupa setelah pasca kampus, terhanyut dengan lingkungan kerja dll yang tidak kondusif dan dia malah menarik diri. Padahal Isti melihat so many things that we can do for our society.

Bila kita berada di lingkungan yang gelap gulita, tak curigakah kita bahwa alasan Allah menempatkan kita disitu adalah sebagai penerangnya? (Isti, 2016)

Isti bilang "Aku soalnya sangat butuh kalian han. Aku merasa aku ini seperti lampu minyak, dan kalian menjadi salah satu bagian dari bahan bakarnya, sumbunya adalah keimanan dan ukhuwah ."

aaah, sumpah aku terharu mendengarnya. :")
Aku benar-benar bersyukur atas inisiatif yang dia lakukan karena sekarang aku tidak lagi merasa kesepian. Aku menikmati diskusi/obrolan tiap hari yang ada di group WA Sang Pembangun.
Di group ini, aku berkenalan dengan orang-orang keren UI 2010 seperti IstiSiti, RidhaRyan, DikaAid, dll.





Selain WA Sang Pembanguan, Isti juga menyadari sulitnya menemukan teman satu visi, berdakwah sesuai passion dan bidang masing-masing. Dia kemudian membuat 3 group lagi: Group WA Private Sector, Sektor Publik & 3rd Sector dengan motto: Tumbuh & masuk surga bersama.
Aku sendiri masuk ke group private Sector yang terdiri dari entrepreneur dan pekerja kantoran.


Yang jelas saat ini aku benar-benar bersyukur atas kebaikan Allah mempertemukanku dengan teman-teman di Group WA Sang Pembangun & private sector.
Terima kasih banyak ya Allah.
Terima kasih banyak Isti! (^0^)/
Mohon doanya ya semoga kami mampu bersyukur dan dapat merawat ukhuwah ini dengan baik :)

Bagi kamu yang tertarik ikutan group luar bisa dunia akhirat ini bisa hubungi Isti di twitternya @istiqomahnk atau via line dengan ID: @istiqomahnk
*syarat dan ketentuan berlaku

“What person can be the best friend?”
Prophet Muhammad: “The one who helps you remember Allah SWT, and reminds you when you forget Him”

Baca ini ketika kamu merasa dirimu tidak berguna

|
Image Courtesy of Foundry at pixabay.com


Hi Sweetheart,
jika kamu merasa dirimu tidak dibutuhkan
merasa dirimu tidak berguna
ingatlah siapa penciptamu...
Allah
Penulis naskah kehidupan terbaik.

Jika keberadaanmu tidak dibutuhkan,
tidak berguna,

Mudah saja bagiNya untuk tidak menciptakanmu dari awal
Mudah saja untuk melenyapkanmu
mengambil nyawamu saat ini juga

Tapi bukan itu yang terjadi
Saat ini kau masih hidup
kau sudah dilahirkan

Allah punya tujuan untuk penciptaanmu.

Jangan biarkan perasaan putus asa mengusaimu
membuat dirimu tenggelam dalam pikiran-pikiran buruk
dan kehilangan keinginan untuk hidup

Bergeraklah untuk mencoba mencari tahu peranmu di dunia ini
dan berdoalah
agar Allah memberimu petunjuk



Bismillahirrahmanirrahim
Maka apakah kamu mengira bahwa 
Kami menciptakan kamu
secara main-main (saja) dan
kamu tidak dikembalikan kepada Kami?
Maka Mahatinggi Allah,
Raja yang sebenarnya,
tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia,
Tuhan yang memiliki Arsy yang mulia.
Dan siapa yang menyembah tuhan 
yang selain Allah,
padahal tidak ada satu buktipun baginya tentang itu
maka perhitungannya hanya pada Tuhannya.
Sungguh orang-orang kafir itu tidak akan beruntung.
Dan katakanlah "Ya, Tuhanku,
berilah ampunan dan rahmat,
Engkaulah pemberi rahmat terbaik."
(Q.S. Al-Mu'minun 115-118)

Cerita dari Dika tentang University of Manchester Islamic Society

|
Salah satu temanku, Andika Yudha Utomo (Dika) sedang menempuh studi magister di University of Manchester.
Dia sering cerita tentang pengalamannya disana melalui group WA Sang Pembangun.
Aku paling suka kalau Dika sedang cerita tentang University of Manchester Islamic Society (Isoc) (*’∀’人)
University of Manchester Isoc itu rohis atau lembaga dakwah kampusnya Universitas Manchester.


Misalnya ketika Dika cerita tentang acara welcoming dinner University of Manchester Isoc pada 2015 lalu. (^0^)/

Berikut foto-fotonya:









Apa pendapat kalian dengan foto-foto di atas? 
Kaget? Shock?
Well, tenang saja, kalian ngga sendirian.
Itu juga yang dialami Dika. 
Dika sempat menyangka dia salah masuk ruangan dan acara.
Sampai kemudian dia melihat meja registrasi dan meja tempat duduk perempuan dan lelaki dipisah





Tempat duduk lelaki dan perempuan dipisah

Ini beneran acara welcoming dinner islamic society!
Acaranya dimulai dengan pembacaan hadist!
Setting tempatnya dibuat mirip gala dinner, ada panggung meriah yang diisi hiburan beat box dan stand up comedy.



Pengisi stand up comedy,
melawaknya sering menyebut masya allah,
jazakallah, dll.






Mengapa acaranya dibuat seperti itu?
Ternyata Isoc ini tahu/kenal karakter mahasiswa Manchester yang jadi target dakwahnya.
Identitas budaya dan mahasiwa Manchester identik dengan pesta dan night life sehingga acara pun dikemas mirip tapi tetap syari.

Selesai acara, Dika sempat ditanya panitia tentang bagaimana kesannya mengenai acara tersebut.

Dika menjawab acaranya keren dan tidak menyangka ada acara rohis seperti itu.
(Hana juga tidak menyangka)
Terus panitianya balik bertanya "'but you didn't see haraam things, right? We planned it very carefully in months'


Wow

Masya allah salut sama panitia dan pengurus Islamic Society-nya!
:D
Kagum sama University of Manchester Islamic Society yang bisa mengajak orang dalam kebaikan dengan cara halus dan dekat dengan hal yang mereka alami sehari-hari di kota tsb. 😁
Semoga Allah selalu melindungi dan menguatkan langkah-langkah mereka dalam mengajak orang dalam kebaikan.

Makasih juga Dika sharingnya!
Semoga sukses studinya! :D

Btw, kalau mau tahu cerita Dika lainnya bisa kunjungi blognya di andikayudha.net :D

Surat Cinta dari Senior : Salam Cinta dan Hangat untuk Adik

|
<img scr='surat cinta.jpg'  alt='surat cinta'  title=’surat cinta’/>
Image courtesy of Jan13 at pixabay.com

Salam cinta dan hangat untuk adik-adikku yang shalihah…
Assalamu’alaikum wr.wb.

Perkenankan aku menyatakan cinta padamu karena Allah. Cinta yang membuat kita terhimpun dalam agama-Nya meski tak sedarah. Surat ini aku tuliskan di tengah kekhawatiranku akan dunia dan kelalaian kita. Setidaknya, aku ingin membagi betikan semangat agar rasa syukur dan penghambaan kita tak pernah pudar.

Sudah berapa lama kah kita bertemu? Mungkin belum lama, baru dua tahun kurang lebih. Allah telah mengamanahkan aku adik-adik yang akan menjadi tanggunganku di akhirat kelak. Ya, tanggungan di akhirat kelak yang bisa jadi menjadi pemberat amal atau justru pemberat dosa. Tampaknya sederhana, tapi benar adanya aku memaknai pertemuan kita yang hanya satu pekan sekali sedalam itu. Sebab hakikat hidup ini adalah tentang beribadah kepada-Nya, salah satunya melanjutkan risalah dakwah Rasul… menyeru kepada al haq.

Di awal pertemuan kita, aku yakin bahwa adik-adikku bertanya dalam hatinya, “untuk apa kita melingkar ya?” Lantas aku menjawab meski kau tak tanya, “untuk mempelajari Islam sehingga kita bisa memahaminya lebih dalam”. Tahukah kau? Sesungguhnya jawaban itu hanyalah pembukaan. Sebab di balik itu, ada banyak alasan mengapa kita bertemu setiap pekan dan mengingat-Nya dengan berbagai sarana materi dan kegiatan. Tapi aku tak akan menjawabnya hingga kau menemukan sendiri dengan hatimu, bukan sekedar dengan panca inderamu.

Setiap proses menuju suatu pencapaian pastilah tak selalu mudah. Kadang kau diuji dengan rasa bosan, rasa malas, dan rasa ragu. Begitu pula dengan proses tarbiyah (pembinaan) yang kita jalani, tak selalu indah rasanya, bukan? Namun tanpa kita sadari, kita menjadi lebih mengenal dan mencintai-Nya.

Setiap pertemuan pastilah ada perpisahan. Itu sunnatullahnya… Dua tahun lamanya kita berinteraksi tentu ada evaluasi bersama. Ada pencapaian yang membahagiakan, di samping itu pula ada kekurangan. Setelah kak evaluasi dan menimbang cukup lama, akhirnya kak memutuskan untuk mendinamisasi kalian. Pemindahan kelompok menjadi pilihan bukan karena ketidaksanggupan kak untuk melanjutkan, melainkan karena kak sangat ingin adik-adik berkembang lebih dari sebelumnya. Di mana pun adik-adik akhirnya ditempatkan… semoga bisa berlapang dada menerima dan mencoba membuka diri terhadap hal-hal baru.

Hana yang kak sayangi…
Ada banyak hal yang membuat kak tersenyum saat ingat hana. Di antara teman-teman yang lain, mungkin hana yang paling terbuka dengan kak sehingga kak tau bahwa ada banyak pencapaian baik yang hana lakukan. Buat kak, setiap pencapaian itu adalah kebahagiaan yang tidak bisa didefinisikan. Semoga hana tak bosan menjadi sosok yang menyemangati teman-teman lainnya nanti.

Salah satu pencapaian baik yang hana lakukan adalah komitmen berhijab dengan lebih baik. Alhamdulillah Allah tuntun hana untuk mulai menutup aurat lebih rapi, tentu hal itu tak didapat semua orang. Semoga kita sama-sama bisa menjaga nikmat menutup aurat ini. Di samping itu, mulai biasakan pakai celana panjang ya shalihah :) Biar lebih terjaga dan rapi. Pilih saja bahan yang bisa menyerap keringat sehingga nyaman digunakan sepanjang hari.

Komitmen hana untuk mulai menargetkan amalan sunnah juga tentu bukan perkara mudah. Pembiasaannya butuh perjuangan. Teruskan, tingkatkan, dan dijaga kesinambungannya. Sedikit-sedikit gak apa, yang penting konsisten :)

Terakhir… kak mohon maaf, tentu ada banyak kesalahan yang kak lakukan baik sengaja maupun tidak sengaja. Kalau masih ada janji atau hutang yang belum tertunaikan, mohon sampaikan saja ya,hana. Selama kita memilih berada di jalan Allah, insyAllah akan ada pertemuan lainnya yang lebih membahagiakan. Semoga.

Wassalam


Surat  cinta dari seorang senior perempuan yang juga aku sayangi :')

Lebih baik aku mati saja

|
Apakah saat ini kamu merasa masalahmu sangat berat sehingga kamu berpikir “lebih baik aku mati saja”?
Image Courtesy of HASTYWORDS at pixabay.com

Kalau begitu, aku ucapkan selamat!
Selamat karena kamu memiliki masalah yang begitu berat hingga kau merasa kau lebih baik mati saja!
Kau tahu ada sekitar 7 miliar orang di dunia ini, dan Allah telah memilihmu untuk memiliki masalah tersebut.
Kau mungkin marah dan bertanya-tanya Apakah aku gila? Apakah aku bercanda?            
Tidak.
Allah Maha Berkuasa.
Allah BISA memilih masalah lain untukmu, tapi itu tidak DIA lakukan.
Mungkin Allah memberimu masalah tersebut karena selama ini kau telah lupa kehebatan Allah.
Kau menilai Allah terlalu rendah.
Allah bisa melakukan apa saja, termasuk memberi solusi terhadap masalah yang kamu hadapi.
Allah rindu mendengar doamu sehingga dia menarikmu mendekat dengan memberi masalah.
Mendekatlah kepadaNya.
Mohon pertolongannya dengan sabar dan shalat agar kau mampu menghadapi semua ini.
Percayalah, Allah bersamamu dan DIA tidak meninggalkan dirimu sendirian.


A Must-Watch Film: Bulan Terbelah di Langit Amerika

|
http://jakarta.coconuts.co/2015/11/11/bulan-terbelah-di-langit-amerika-movie-posters-look-extremely-similar-social-network 
Sutradara
    Rizal Mantovani   
Penulis Novel
    Rangga Almahendra, Hanum Rais 
Produser
    Ody Mulya Hidayat   
Pemain
    Acha Septriasa, Abimana Aryasatya, Nino Fernandez, Rianti Cartwright, Hana Al-Rashid 
Durasi
    109 menit
 

Sinopsis:
Untuk memperingati tragedi 9/11, Hanum yang diperankan oleh  Acha Septriasa  diminta menulis artikel “Would the world be better without Islam?” dari sudut pandang Azima (Rianti Cartwright) dan anaknya, Sarah Collins. Suami Azuma, Ibrahim Hussain dituduh terlibat dalam tragedi 9/11.

Di saat yang sama, suami Hanum, Rangga (Abimana Asyasatya) juga mendapat tugas dari professornya untuk pergi ke New York mewawancarai Philipus Brown, seorang billionaire yang awalnya terkenal rakus namun kemudian berubah menjadi dermawan. Professor meminta Rangga mencari tahu titik balik perubahan Philipus Brown dan mengundangnya untuk mengadakan kuliah umum di Wina.

Misi Hanum dan Rangga tidaklah mudah mengingat baik Azima, Sarah Collins, dan Philipus Brown selama ini menutup diri dan sering menolak tawaran wawancara. Mengambil setting di New York tahun 2009, misi Hanum dan Rangga dimulai. Berhasilkah Hanum dan Rangga menyelesaikan misi mereka? Apa jawaban atas pertanyaan “Would the world be better without Islam?”



My Review:
Film ini diangkat dari novel dengan judul sama Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Rangga Almahendra dan Hanum Rais.  Film ini berusaha menggambarkan bagaimana sikap masyarakat Amerika kepada muslim menjadi terbelah setelah tragedi 9/11 seperti bulan yang terbelah. Meski belum membaca novelnya, saya telah memasukkan film ini ke daftar film yang akan saya tonton Desember ini. Hal ini disebabkan saya sudah menonton Film 99 Cahaya Langit Eropa part 1 & part 2 serta membaca novel 99 Cahaya Langit Eropa. Saya merasa puas dan menyukainya sehingga saya berasumsi Film Bulan Terbelah di Langit Amerika tidak akan kalah keren!

Pertanyaan besar dalam film ini “Would the world be better without Islam? " mengingatkan saya akan buku A World Without Islam oleh Graham E. Fuller. Jika Graham E. Fuller menggunakan pendekatan sejarah, saya bertanya-tanya bagaimana film ini menjawab pertanyaan tersebut.

Rasa penasaran saya ternyata tidak perlu menunggu lama untuk menemukan jawaban. Alhamdulillah, saya bersama rekan-rekan Indonesia Hijab Bogger berkesempatan menghadiri premiere Bulan Terbelah di Langit Amerika pada 15 desember 2015 pukul.18.30 WIB di Epicentrum XXI Kuningan, Jakarta Selatan.

Dugaan saya tidak meleset. Film yang berusaha mengangkat isu Islamophobia ini lembut dan menyentuh serta dikemas dengan akting dan alur cerita yang baik. Saya merasa terharu menonton video Sarah Collins bertanya tentang ayahnya. Bahkan, saya ikut meneteskan air mata ketika Azima menjawab pertanyaan Hanum tentang mengapa ia melepas hijabnya.

Saya juga menyukai adegan selingan pembahasan perbedaan lelaki dan perempuan, humornya mengena. Saya rasa isu perbedaan lelaki dan perempuan selalu menarik untuk dibahas.

Hal lain yang saya sukai dari film Bulan Terbelah di Langit Amerika adalah film ini sarat makna. Film Bulan Terbelah di Langit Amerika mengajarkan untuk jangan berhenti percaya dan berharap kepada Allah. Kita sebagai muslim diharapkan agar tidak kehilangan kebanggaan menjadi muslim karena Islamophobia. Selain itu, film ini mengajak penonton untuk menjadi agen muslim yang baik dan dapat menjembati kesalahpahaman, bahwa perbedaan jangan membelah kita. Islam mengajarkan kedamaian. Salah satu buktinya dapat dilihat dari salam yang biasa muslim ucapkan "Assalamualaikum" yang berarti May Peace Be Upon You. 


Diunduh dari Facebook Fanpage Hanum Rais

Kuharap kalian tidak melewatkan film bagus ini :)
Film Bulan Terbelah di Langit Amerika mulai tayang di bioskop-bioskop di Indonesia tanggal 17 Desember 2015! 
Save the date!

https://twitter.com/cinema21/status/676953661029748736

Memperbaharui Hati, Menggapai Kemuliaan

|
Image Courtesy of ejaugsburg at pixabay.com

Berikut adalah notulensi Kajian Memperbaharui Hati, Menggapai Kemuliaan di Mesjid UI pada 17 Oktober lalu dengan pembicara Mba Peggy Melati Sukma & Ust Hilman :

Hijrah adalah meninggalkan hal-hal yang dilarang Allah.
Tahun baru hijriah adalah reminder bahwa umat muslim makkah dulu hijrah ke madinah, meninggalkan keluarga, harta benda, dan banyak hal lain untuk Allah dan agama ini.

Saat ini ketika Peggy menjawab pertanyaan, dia membiasakan diri menjawab karena Allah SWT/atas izin Allah SWT. Menurut Peggy, usaha hijrahnya berkat doa orang tua, sementara motivasinya untuk berhijrah aadalah kecintaan pada Rasulullah SAW.

Untuk dapat melakukan yang dicintai Allah, harus belajar Al-Quran dan menjadikan AL-Quran sebagai pedoman hidup. Untuk dapat meneruskan perjuangan pendahulu, terus mengulang membaca sirah.

Dunia ini senda gurau dan menipu. Don’t take dunya (worldly life) seriously!
Dunia seolah gemerlap padahal sebenarnya kegelapan. Jangan sampai kita menjadikan karunia Allah lebih tinggi dibanding Sang Maha Pemberi Karunia.

Di usia 34-35 tahun, Allah menolong Peggy dengan kehancuran. Di Quran dikatakan bahwa ujian itu berupa kesenangan dan kesedihan. Ketika Allah telah memberi kita kesenangan dan ternyata itu tidak dapat membuat kita mendekat padaNya, Allah memberi kita kesedihan. Di usia tersebut, saya menyadari betapa tidak berdaya sebagai manusia dan di satu titik, saya menyerah. Saya ingin hidup untuk Allah.

Dalam hijrah, mesti berhati-hati, kita bisa tersesat karena setan terus bekerja.
Perbaiki lingkungan dengan kumpul dengan ulama, rapikan shalat. Jangan tinggal puasa sunnah, shadaqah. Dakwah jangan dilepas. Yang lain nanti diurus sama Allah.

Saat ini saya tidak mau melakukan sesuatu jika bukan basis perjuangan Islam.
Sengajakan diri kita untuk berhijrah!
Susah senang itu hikmah dari Allah. Serahkan semua karena Allah karena semua daru Allah.
Allah itu tujuan, satu-satunya tujuan.
Hijrah jangan menunggu hancur.

Ada tahapan kita berIslam
a.       Hijrah dari tidak tahu menjadi tahu. Allah akan terus mengajar kita
b.      Hijrah dari niat. Setelah mendapat ilmu, hijrah niat. Tidak setiap niat menjadi amal
c.       Hijrah amal. Berusaha agar amal terbaik kita ada di akhir hidup kita. Menjaga kontinuitas amal (kebiasaan) karena sebaik-baiknya amal adalah yang kontinu.
d.      Hijrah dakwah.
Melanjutkan perjuangan Rasulullah, juru dakwah terkeren. Uswatun hasanah (segala sesuatu dalam Al-Quran melekat padanya)

Rasulullah tidak tahu bahwa dirinya rasul hingga bertemu paman Khadijah.

Kita bisa kehilangan apa saja, asal jangan Allah dan Rasulullah.

Hidup ini hijrah, tidak perlu cari awal. Kita hijrah dari alam ruh sampai akhirat.
Ruh à Rahim à Dunia à Barzah à Akhirat
Jika kita Cuma hidup untuk dunia saja, maka sebenarnya kita sudah mati.

Allah ngga ada pembandingnya.

Hidup ini isinya persoalan tapi jangan jadi soal.

Hidup intinya berjuang menempatkan Allah dan Rasulullah pada tempatnya.

Allah melihat ketakwaan, yang diperjuangkan adalah takwa.
Simpan Allah & Rasulullah pada tempatnya.
Allah itu Maha, jangan degradasi, kita yang upgrade pemahaman kita.
Fokus melakukan yang dicintai Allah & pantaskan diri.
Pertolongan dari manusia lain hanyalah perantara Allah.

Apa lagi yang mau dipertahankan mati-matian?
Semua milik Allah.
Kalau ada yang dzalim, doakan semoga dapat hidayah.

Kalau buat Allah, jangan mulai dengan anggap sulit.
Kalau niat buat Allah, ngga ada yang sulit.
Tugas kita jadi ciptaan, jangan play God.
Yang diantara langit dan bumi milik Allah, gali terus ilmu.

Iman itu naik turun (dinamis), minta tetap di jalan yang lurus, sesuai AL-Fatiha.

Kebahagiaan adalah diizinkan berbuat untuk agama Allah.
Visi misi  hidup adalah kembali kepada Allah, meneruskan perjuangan Rasulullah.

Semoga Allah jaga dari takabur.
Ketika saya hijrah, saya ingin mewakafkan diri untuk agama Allah : gerakan bebas buta aksara AL-Quran, menulis buku, dan membangun pesantren.
Matematika Allah tidak terkejar.

Ketika merasa sulit beribadah, jangan salahkan Allah. Maksiat menurunkan iman, ketaatan menaikkan iman.

Serba GO-JEK

|
Di tanggal 21 September lalu, masuk sebuah pesan WA dari Aini bertanya apakah Hana masih suka ke kampus. Hana jawab "ngga" dan "kenapa?".
Pas Aini lagi ngetik jawabannya, Hana mengira Aini mau  ngajak ketemuan untuk curhat... 
Soalnya bulan September kemarin entah kenapa banyak temen yang menghubungi Hana, minta ketemuan karena mau curhat.
Eh ternyata Hana keGRan...
Aini bukan mau curhat tapi mau ngasih Hana undangan nikah..
Alhamdulillah
Barakallah Aini (^0^)/

Aini bahkan mendoakan Hana semoga cepat menyusul..
Amiiiin~!!

Berhubung kesulitan menemukan tanggal yang cocok agar kami berdua bisa bertemu, Ainipun mengusulkan undangannya dikirim pakai GO-JEK.
Keesokan paginya, Aini memberi tahu bahwa undanganya dikirim pakai GO-JEK serta memberi tahu nama pengemudinya.


Undangan Aini

Alhamdulillah undangannya sampai ke tangan Hana dengan selamat.
Begitu menerima undangan, Hana langsung mengabari Aini bahwa undangannya sudah sampai dan bertanya apakah Aini mengundang BWB yang lain juga (since Hana kenal Aini lewat BWB dan Hana ketua BWB angkatan 2010).
Aini bilang undangannya khusus untuk Hana dan untuk teman-teman BWB dikabari pas hari H dan diminta doanya saja.
Ooh.. Baiklah...
Kemudian Hana mencoba membaca undangan dengan membuka bagian tengah (seperti membuka buku) tapi tidak berhasil. Kemudian bingung bukanya gimana... 
Diam sebentar dan mencermati undangannya dan beberapa detik kemudian baru ngeh ternyata model undangannya frame foto..
Jadi kertas undangannya ditarik kayak kalau narik foto dari frame foto..
Keren, lucu, imut ya undangannya o(>w<)o
Warna pink lagi..
Mauuuu~
Hm... apa nanti undangan Hana modelnya gini juga ya? 
I mean Hana pengen undangan yang berguna buat penerimanya
Kakak sepupu Hana pernah undangannya berbentuk buku catatan, temen Hana ada yang goodie bag dan kalender..
Melihat undangan Aini menambah opsi ide untuk undangan yang berguna
Buat Hana sih frame foto berguna :D
Jazakillah khair Aini inspirasinya! :D


Hal lain yang Hana suka dari undangan Aini adalah dibagian belakang penjelasan undangan (yang isinya nama mempelai dan keterangannya itu) ternyata ada doa pernikahan..
doa pernikahan bagus juga kan jadi pajangan kalau undangannya udah ngga kepake..
hehehe


Doa Pernikahan
Begitu mengetahui tempat akad dan resepsi pernikahan Aini di Balai Sudirman, mencoba mencari tahu bagaimana pergi ke sana dengan google map. Pas baca instruksi google map, somehow hana merasa ngga asing.
Hana baru inget dulu tempat psikotest buat masuk swa dekat balai Sudirman! Pantesan petunjuk jalannya terasa ngga asing.
Deket-deket hari H mikir masa gue ke Balai Sudirmannya sendirian?!
Kemudian Hana pun memutuskan bertanya siapa lagi yang diundang oleh Aini biar bisa cari temen bareng untuk pergi kesananya.
Ternyata Aini mengundang Vivy juga! (^0^)/
Alhamdulillah! 
Langsung WA Vivy ngajak pergi bareng.
Ternyata Vivy mau pergi dari rumahnya di Bekasi dan naik Gojek,
yah... ngga bisa berangkat bareng :(
Jadi kami janjian untuk bertemu pas akad di tempat.
It's better lah daripada ngga ada temen sama sekali.
Hehee

Begitu keluar dari kosan dan kembali mengecek google map, baru tersadar kenapa Hana ngga pergi ke Balai Sudirmannya naik Gojek aja ya?
Rencana awal Hana adalah naik angkot ke statiun Tanah Abang, naik kereta berhenti di Statiun Tebet kemudian lanjut naik kopaja/angkot.
Ribet ya? 
Hm... Kalau bisa pakai Gojek ngapain pilih yang ribet gonta-ganti angkutan?
Bismillah dicoba naik Gojek...
It will be my first time using Gojek karena selama ini tiap mau pakai gojek, sinyal internet handphone lemah atau baterai lowbatt..
Udah download Gojek dari lama tapi ngga dipake-pake. Hahahaha
Alhamdulillah penggunaan pertama pakai Go-Jek lancar..
Dapet abang Gojeknya cepet, Abang Gojeknya ramah dan selamat sampai tujuan.
Tapi bingung pas mau kasih rating karena tampilannya kira-kira kayak gini:





1 bintang jelek, 5 bagus.. Lah? Bintang 2,3,4 apa? 
Kurang baik? Apa beda kurang baik 2,3,4? Apa 2 kurang baik? 3 kurang kurang baik? 4 kurang kurang kurang baik?
Kemudian mikir kalau 5 artinya bagus berarti standar Gojek buat pengendara Gojeknya tinggi banget dong?
Atau 4 agak/nyarisbaik? 3 netral? 2 agak/nyaris buruk?
Mencoba mencari arti/penjelasan rating tapi tidak menemukan nya. Kalian nemu ngga? 
Ada dimana sih?


Jadi inget beberapa waktu lalu pernah baca postingan di Timeline LINE, ada yang cerita Abang Gojeknya bingung karena dia udah berusaha ramah, mengemudi dengan baik (pokoknya Abang Gojeknya merasa sudah memberikan servis yang baik/maksimal) tapi pelanggannya sering kali memberi rating bintang 3 sementara jika rata-rata ratingnya dibawah 4 maka pengemudi tersebut akan diberhentikan. Di akhir cerita, si penulis mengajak pembaca agar berbaik hati memberi bintang 5 pada Abang Gojek. 
Pas baca bagian komentar, ada yang berkomentar tidak setuju dan menyarankan sebaiknya jujur memberikan rating (tidak mudah merasa kasihan terhadap Abang Gojek), kalau merasa layak dikasih bintang 5 ya dikasih, tapi kalau ngga ya jangan.

Hm....
Hana jadi mikir biar adil buat pengguna dan Abang Gojeknya mungkin sebaiknya punya definisi yang sama soal rating ini...
Takutnya kejadiannya sama waktu Hana ngerating di Goodreads.
Awalnya Hana merating tanpa lihat definisi dan berpikir bintang 3 itu biasa.
Ternyata kalau di Goodreads bintang 3 itu artinya I like it, bintang 2 = ok.
Membuat Hana merevisi rating-rating yang telah Hana buat.

Maka beberapa waktu lalu Hana pun email CS Gojek untuk menanyakan definisi rating Gojek..
Screen capture email antara Hana & CS Go-Jek

Okay, jadi kalau menurut email di atas, ini definisi rating buat Abang Gojek =
1 = Not Good
2 = Less polite
3 = The services provided standard
4 = Services provided good
5 = Services provided very good

Semoga nanti di aplikasinya ada penjelasan mengenai rating ini :) (Kalau emang udah ada di aplikasinya tapi Hana yang ngga tahu letaknya, semoga Hana nemu letak penjelasan rating ini)

Kembali lagi ke tangga 4 Oktober ya..
Pas tiba di balai sudirman ternyata venue resepsi pernikahan sedang dirapihkan, jadi bingung pas mau masuk. Mau nanya, ngga ada penerima tamu atau orang lewat. Alhamdulillah untungnya ada seorang lelaki (Mas) yang mau hadir ke Akad juga, dia nanya ke Hana tapi Hana juga ngga tahu jadi sama aja bohong.
Hahaha
Nah, selesai nanya Hana tiba-tiba ada pasangan (Ibu dan Bapak) yang lewat, dengan sigap Mas tsb nanya dan kemudian dituntun menuju tempat akad. Alhamdulillah!! :D

Begitu tiba di ruangan akad dan menyadari Vivy belum tiba, langsung WA menanyakan dia sudah sampai mana. Vivy bilang masih di jalan. Hana pun memilih ikut duduk di kursi bagian paling belakang. Melihat ke sekeliling jadi menyadari diantara tamu undangan yang lain, Hana bisa dibilang penamilannya polos (make up cuma pakai bedak dan lipstik), terus model kerudungnya segi empat biasa (ngga hana macem-macemin).
Akad nikahnya ternyata dimulai setengah jam kemudian. Vivy datang saat beberapa menit hendak ijab kabul.
Bodohnya Hana ngga getag kursi buat dia.. sempet ngetag sih, tapi kemudian ada yang dateng dan izin minta duduk. Karena Vivy ngga keliatan juga, Hana izinkan. Eh kemudian pas Vivy datang, mau ngusir ngga enak.
Btw, Ijab kabulnya pakai bahasa arab.
:O
Masya allah. Subhanallah.

Selesai ijab kabul, Aininya masuk ruangan dan sumpah cantik banget ^_^
Aini emang cantik, dan kali ini jadi makin cantik :D

Bagian favorit Hana adalah saat MCnya menjelaskan kalau proses Aini dan Faiz sebelum nikah bukan pacaran tapi taaruf.
Awalnya pas denger, Hana mikir buat apa dijelaskan, is not it obvious?
tapi kemudian melihat anak-anak kecil di sekitar
Ah! Bisa buat mengenalkan konsep taaruf ke anak-anak yang masih kecil dan tamu lain yang hadir..
Terus langsung buat mental note, kayaknya kalau Hana nikah nanti, mungkin perlu juga pakai penjelasan seperti itu.
(Amin. Insya allah)
Faiz & Aini
BARAKALLAHU LAKA WA BARAKA A'LAIKA WA JAMA' BAINAKUM FI KHAIR
Selesai akad, Hana dan Vivy kemudian makan soto yang disediakan. :) 
Selesai makan soto, baru ngeh kalau kado buat Aini belum dikasih. Ngga mau kasih pas resepsi juga.. Nunggunya kelamaan.
Inget tadi sempet ketmu junior Hana, Ulfa. Ulfa bilang dia jadi pager ayu dan penerima tamu saat resepsi nanti.
Kepikiran mau nitip kado ke dia aja, tapi pas cari Ulfa ngga ada.
Mau telp Ulfa, ternyata no ulfa tidak ada di handphone padahal seinget Hana, Hana pernah punya no Ulfa,
Hm... Mungkin no Ulfa di Hp Hana yang lama.
Alhamdulillahnya ketemu panitia, kami diperbolehkan  masuk ruang ganti dan memberi kado ke Aini.
Selesai memberi kado, kami pamit pulang :)

Pulangnya naik Gojek lagi (^0^)/
Jadi merasa serba gojek.
Dapet undangannya via gojek, pulang pergi juga pakai gojek.
Hiihihi

Buat yang baru mau download GO-JEK app, I'm spreading the GO-JEK love. 
Download the GO-JEK app at "http://go-jek.com/app
and input this referral code "542893556" to get Rp 50,000 free credit to your first booking. #gojekgotmehere

Well, hari ini menyenangkan :)
Alhamdulillah
Semoga besok lebih menyenangkan lagi! :D

Menyulitkan diri sendiri

|
Image Courtesy of Natureworks at pixabay.com

Ada kejadian berkesan yang tidak lepas dari ingatan sewaktu aku bersekolah MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah) Al-Irsyad. Usiaku 7/8 tahun kalau tidak salah. MDAku dulu masuk pukul 2 siang dan hanya terdiri dari dua kelas dan memiliki 2 guru.

Cerita ini dimulai dengan ketidakhadiran salah seorang guru sehingga guru kami bolak balik mengajar di antara dua kelas.
Beliau memberikan kami tugas kemudian pergi meninggalkan kami ke kelas sebelah.
Aku terdiam sambil memandangi buku tulisku. Aku tidak langsung mengerjakan tugas karena merasa instruksi beliau kurang jelas. Ternyata aku tidak sendirian, dua orang temanku pun merasakan hal yang sama.
Aku dan kedua orang temanku pergi ke kelas sebelah menghampiri guru kami untuk menanyakan tentang mekanisme pelaksanaan tugas yang dia berikan.
Beliau menjawab pertanyaan kami dan kami pun kembali ke kelas.

Tapi pertanyaan lain mengenai pengerjaan tugas muncul sehingga kami kembali mendatangi guru kami yang masih di kelas sebelah untuk bertanya.
Beliau kembali menjawab dan kami kembali ke kelas.

Begitu duduk, pertanyaan lain kembali muncul dan kami memutuskan untuk kembali mendatangi guru kami. Tapi alih-alih mendapat jawaban, beliau berkata "Kalian tahu, kalian mengingatkanku tentang kisah Nabi Musa AS, kaumnya dan sapi betina di Surat Al Baqarah. Apakah kalian pernah mendengar ceritanya?"
Kami menggeleng.

Beliau tersenyum dan mulai bercerita bahwa di dalam Surat Al-Baqarah (ayat 67-73), Nabi Musa AS mendapat wahyu dari Allah untuk memerintahkan kaumnya untuk menyembelih sapi betina. Namun bukannya langsung mengerjakan perintah, kaumnya Nabi Musa AS malah bertanya sapi betina seperti apa yang dimaksud. Nabi Musa AS pun menjawab sapinya tidak tua dan tidak muda.
Selesai mendapat jawaban tersebut, kaum Nabi Musa AS kembali bertanya apa warna kulit sapinya? Nabi Musa AS pun menjawab Sapinya berwarna kuning. Mereka begitu terus bolak-balik bertanya hingga perintah menyembelih sapi betina yang tadinya umum menjadi menyembelih sapi betina dengan kriteria yang spesifik. Mereka mengira tugas mereka akan menjadi mudah tapi ternyata mereka menjadi kesulitan sendiri mencari sapi betina dengan kriteria yang sangat spesifik tsb.

Kalian tahu Allah pada awalnya hanya menyuruh menyembelih sapi betina. Jika mereka tidak banyak bertanya dan langsung mengerjakan perintah, mereka bisa menyembelih sapi betina dengan kondisi bagaimana pun. Perintahnya mudah, tapi kaum Nabi Musa AS malah mempersulit diri mereka dengan banyak bertanya.

Guru kami mengakhiri ceritanya dengan berkata "Jangan banyak bertanya. Kerjakan saja tugasnya."

Kami pun terdiam, kembali ke bangku kami dan kali ini langsung mengerjakan tugas.

Aku merasa tertohok mendengar cerita tersebut karena salah satu alasan aku banyak bertanya adalah malas/enggan mengerjakan tugas. Biasanya tugas yang diberikan akan dikumpulkan di akhir pelajaran. Aku berharap bisa bilang tugasnya belum selesai karena aku baru memahami tugas yang diberikan mepet waktu pulang. Astagfirullah. Ternyata banyak bertanya tidak selalu bagus kalau niatnya enggan mengerjakan tugas dan malah bisa menyulitkan diri sendiri.

Post Signature

Post Signature