Top Social

Tampilkan postingan dengan label amazed. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amazed. Tampilkan semua postingan

Cerita dari Dika tentang University of Manchester Islamic Society

|
Salah satu temanku, Andika Yudha Utomo (Dika) sedang menempuh studi magister di University of Manchester.
Dia sering cerita tentang pengalamannya disana melalui group WA Sang Pembangun.
Aku paling suka kalau Dika sedang cerita tentang University of Manchester Islamic Society (Isoc) (*’∀’人)
University of Manchester Isoc itu rohis atau lembaga dakwah kampusnya Universitas Manchester.


Misalnya ketika Dika cerita tentang acara welcoming dinner University of Manchester Isoc pada 2015 lalu. (^0^)/

Berikut foto-fotonya:









Apa pendapat kalian dengan foto-foto di atas? 
Kaget? Shock?
Well, tenang saja, kalian ngga sendirian.
Itu juga yang dialami Dika. 
Dika sempat menyangka dia salah masuk ruangan dan acara.
Sampai kemudian dia melihat meja registrasi dan meja tempat duduk perempuan dan lelaki dipisah





Tempat duduk lelaki dan perempuan dipisah

Ini beneran acara welcoming dinner islamic society!
Acaranya dimulai dengan pembacaan hadist!
Setting tempatnya dibuat mirip gala dinner, ada panggung meriah yang diisi hiburan beat box dan stand up comedy.



Pengisi stand up comedy,
melawaknya sering menyebut masya allah,
jazakallah, dll.






Mengapa acaranya dibuat seperti itu?
Ternyata Isoc ini tahu/kenal karakter mahasiswa Manchester yang jadi target dakwahnya.
Identitas budaya dan mahasiwa Manchester identik dengan pesta dan night life sehingga acara pun dikemas mirip tapi tetap syari.

Selesai acara, Dika sempat ditanya panitia tentang bagaimana kesannya mengenai acara tersebut.

Dika menjawab acaranya keren dan tidak menyangka ada acara rohis seperti itu.
(Hana juga tidak menyangka)
Terus panitianya balik bertanya "'but you didn't see haraam things, right? We planned it very carefully in months'


Wow

Masya allah salut sama panitia dan pengurus Islamic Society-nya!
:D
Kagum sama University of Manchester Islamic Society yang bisa mengajak orang dalam kebaikan dengan cara halus dan dekat dengan hal yang mereka alami sehari-hari di kota tsb. 😁
Semoga Allah selalu melindungi dan menguatkan langkah-langkah mereka dalam mengajak orang dalam kebaikan.

Makasih juga Dika sharingnya!
Semoga sukses studinya! :D

Btw, kalau mau tahu cerita Dika lainnya bisa kunjungi blognya di andikayudha.net :D

Inspirasi dari Aid: Tentang Cara Merayakan Ulang Tahun

|
Tiap awal bulan April, aku mempunyai kebiasaan membuat Facebook note berjudul April Wish List. Note tersebut berisi barang-barang yang aku inginkan sebagai kado ulang tahunku sehingga teman-teman dekatku tidak kebingungan mengenai apa yang kuinginkan dan aku juga diuntungkan mendapat hadiah sesuai keinginanku :D
Yeay!

Alhamdulillah :)

Tapi entahlah, aku merasa sepertinya tahun ini aku tidak mau lagi membuat April Wish List.
Aku ingin membuat sesuatu yang berbeda.
Di tengah kebingunanku tersebut, temanku Ahmad Mujahid (Aid, Wakil Ketua BEM UI 2014) mengirim pesan di Group WA Sang Pembangun :


Nama saya Ahmad Mujahid, lahir dan tumbuh besar dari keluarga sederhana. Sejak kecil sampai dengan hari ini, saya belum pernah sama sekali merayakan hari ulang tahun saya. Yang terkadang dahulu semasa SD malah sering mendapat undangan ulang tahun dari teman yang lain. Yah, terkadang iri melihat hal seperti itu.

Tahun ini saya merasa perlu untuk merayakannya. Mengapa? Karena saya ingin merasakan apa yang orang lain rasakan ketika hari lahirnya dirayakan banyak orang. Tetapi, saya ingin merayakannya dengan cara yang berbeda.

Karena ini adalah pengalaman pertama saya merayakan ulang tahun, saya ingin merayakannya dengan seorang adik bernama Pasha. Pasha bukanlah adik kandung saya. Kami terhubung karena kami bersekolah di tempat yang sama di SMA Negeri 13 Jakarta Utara.

Nah!, dalam momen ulang tahun saya, saya mengajak teman-teman semua untuk ikut membantu Pasha dengan merayakan ulang tahun saya, dengan berdonasi melalui link kitabisa.com/ultahaid

Terima Kasih

Ahmad Mujahid. 





Setelah membaca pesan WA di atas, aku segera mengklik link kitabisa.com/ultahaid



Setelah membaca deskripsinya,  ternyata Aid ingin menggunakan momen ulang tahunnya untuk berbagi kebahagiaan dengan yang lain, dan dia melakukannya dengan cara menggalang dana untuk membantu adik kelasnya, Pasha menjalankan kegiatan Studi Wisata Islam di Sekolahnya.

Keren :D

Aku tahu kalau dengan berbagi dapat membuat bahagia, namun tidak terlintas di benakku untuk membuat yang seperti ini untuk ultah. 

Salut sama Aid yang kepikiran merayakan ulang tahun dengan mengajak orang lain berbuat kebaikan :D


Membuatku berpikir apa ultahku tahun ini sebaiknya aku melakukan hal yang serupa seperti Aid ya? :D


Btw, kalau kalian mau ikutan membantu Aid, boleh banget!

Jika cara Aid berhasil, mungkin kita bisa menduplikasi caranya untuk merayakan ulang tahun. (^0^)/


Aid sendiri menargetkan total donasi sebesar Rp2.000.000 melalui kitabisa.com/ultahaid, tapi jika mau menyumbang lebih banyak diperbolehkan :D
Hehehe 
Mau nyumbang dengan opsi minimum sumbangan yaitu Rp 20ribu juga boleh :D 
Kalau lagi ngga punya uang, jangan berkecil hati, masih ada cara lain untuk membantu :D
Bisa dengan sebar info tentang proyek ini dan  link https://kitabisa.com/ultahaid di social media kamu seperti whatsapp, Line, Google+, Facebook, twitter dan lain-lain. :)
Percayalah selalu ada cara untuk berbuat baik atau ikut serta dalam kebaikan :)
 
Yuk segera meluncur ke kitabisa.com/ultahaid , penggalangan dananya tinggal 5 hari lagi.

(^0^)/

Note: jika ada pertanyaan, Aid dapat dihubungi di email ahmad.mujahid@sci.ui.ac.id atau WA di 085711144808

10 Hal yang Aku Pelajari dari One Punch Man

|

Sepuluh hal yang aku pelajari dari One Punch Man:

a. Berprasangka baik kepada Allah. Percayalah ketika Allah menjawab tidak (No!) atau tidak sekarang (not now). Allah use rejection to give you His direction.
Penolakan tentu saja menyakitkan, tapi mungkin itu adalah cara Allah menunjukkanmu arah/jalan hidup yang lain. Mengejar mimpi lamamu misalnya?

Saitama berkali-kali gagal saat melamar kerja. Kemudian saat pulang dari interview yang gagal, dia bertemu seorang monster kepiting yang hendak membalas dendam kepada seorang anak kecil berdagu besar. Saitama kemudian menyelamatkan anak tersebut. Peristiwa itu membuat dia teringat kembali mimpinya saat kecil, yaitu menjadi hero (pahlawan).




Jika Saitama diterima kerja, mungkin dia tidak akan bertemu monster yang membuat dia teringat mimpi lamanya menjadi Hero dan itu berarti tidak akan cerita perjuangan dirinya menjadi Hero. Lebih parah lagi, mungkin tidak akan ada cerita One Punch Man.
Oh no!
We did not want those things happened, we love One punch man, right?
So, trust in Allah. Allah is perfect planner. Terkadang Allah’s blessing bukan pada apa yang Dia berikan, tapi yang Dia tidak berikan

b. Kualitas diri seseorang tidaklah ditentukan oleh penampilan luar ataupun opini orang lain.
Apa kesan pertamamu saat melihat Saitama dalam kostum super heronya?

Norak?
Jujur saja kesan pertamaku ketika melihat Saitama adalah dia tidak terlihat keren seperti super hero lainnya. Dia baru terlihat keren setelah kita tahu kekuatannya: mengalahkan musuh dengan satu kepalan tinju.



Sebagian besar orang di dunia Saitama tidak tahu/kenal Saitama, bahkan Saitama pernah dianggap sebagai penjahat/pengganggu. Beberapa orang menganggapnya hanya Hero level C/B. Tapi kita tahu bahwa dia adalah the strongest man. 
"If you really want to become strong,
 stop caring about what others think about you. 
Living your life has nothing to do with what others think."
— Saitama to Fubuki

Ya, Saitama mengajarkan bahwa kualitas kita tidaklah ditentukan oleh penampilan luar dan juga opini orang lain.

c. Mau berbagi rahasia kesuksesan diri
Setelah tahu kekuatan Saitama, banyak yang penasaran dengan rahasia dibalik kekuatannya. Saitama tidak sungkan ataupun pelit berbagi rahasianya.
"100 push-ups, 100 sit-ups, 100 squats, and 10km running EVERY SINGLE DAY!!!"


Saitama juga disiplin tidak menggunakan AC dan sarapan pisang setiap hari.

d. Have a growth mindset. Percayalah bahwa kita bisa berubah diri kita menjadi lebih baik
Beberapa quotes dari Saitama:
*Human beings are strong because we have the ability to change ourselves. 

*Do you honestly think you won't get any stronger for the rest of your life? Instead of sitting around frustrated, it's better to keep on moving forward. "

e. We can't have it all 
Untuk memiliki atau mendapatkan sesuatu akan ada hal yang akan/harus dikorbankan. Setelah menjadi kuat, ternyata Saitama kehilangan rambutnya dan emosinya menjadi kebal. Hal-hal yang dulu membuatnya bersemangat, ternyata tidak lagi dia rasakan. 
"In exchange for power, maybe I've lost something that's essential for a human being?"
— Saitama

Jika saat ini kita belum sukses atau belum mendapatkan yang kita inginkan, mungkin kita belum siap menerima konsekuensi pengorbaan yang akan terjadi ketika kita meraih hal tersebut.
Jadi nikmati saja prosesnya! :)

f. Menunda pekerjaan itu menimbulkan efek yang tidak enak.
Ketika menjadi Hero level C, Saitama diharuskan menolong satu orang tiap minggu. Saitama menunda mengerjakan hal tersebut hingga mepet deadline. Ternyata kalau mengerjakannya mepet deadline, dia kesulitan sendiri mencari orang untuk dibantu. Dia pun memutuskan untuk menunda pengerjaannya lagi.
I'll leave tomorrow's problems to tomorrow's me.
Saitama
Eh besoknya Saitama cemas dan panik. 
Hayo, siapa yang pernah nunda mengerjakan tugas? Terus pas udah deket malah kesulitan? Yuk berusaha untuk tidak menunda pekerjaan.


g. Akan selalu ada orang yang berusaha menjatuhkan kita
Apapun yang kita lakukan, akan ada orang yang tidak suka dengan tindakan kita dan berusaha menjatuhkan kita. Hal yang menyedihkan adalah ketika hal tersebut malah dilakukan oleh orang baik (Hero), bukan penjahat (vilain or monster).

Kalau hal itu, terjadi ingatkan mereka untuk meluruskan niat (melawan kejahatan, bukan untuk status, uang ataupun popularitas).
Akan lebih baik jika energi yang dimiliki digunakan untuk berlatih menjadi lebih kuat atau saling mendukung dan berkolaborasi dibanding saling menjatuhkan.

"You won't survive. You just don't get what being a hero is about. 
There are all kinds of powerful bad guys in the world. 
Heroes are the ones who oppose them, even if they are alone. 
If you just gather people who are weaker than you, you won't last. 
You'll end up crying when a monster appears that's stronger than you. 
Your subordinates won't be able to save you. 
Factions? Newbie crushing? Holding your rank?
 That has nothing to do with anything! 
Don't look down on heroes you moron!"
— Saitama lectures Fubuki

h. Berprasangka Baik kepada sesama Manusia
Ketika King kabur saat hendak melawan monster sehingga Genos yang harus melawan monster tersebut. Saitama yang mengejar King tidak menjudge King sebagai pengecut, dia malah bertanya "Apakah kamu bosan sehingga kamu tidak mau meladeni monster tersebut?".

i. Melakukan hal yang kita sukai
Hipotesisku mengenai Siatama menjadi kuat adalah karena dia melakukan hal yang disukai (menjadi hero).

Ketika melakukan hal yang kita sukai, kita dengan suka rela melakukan hal-hal ekstra tanpa diminta. Bonusnya kita merasa senang dan menikmati tiap momen tersebut.

j. Persistence
Dalam melakukan hal yang kita sukai dan berusaha menjadi ahli, dalam One Punch Man adalah menjadi kuat, akan ada masa-masa tidak menyenangkan dan membuatmu ingin menyerah.
Saitama mengakui bahwa saat berlatih menjadi kuat, tubuhnya sering mengalami sakit tapi dia tidak menyerah dan terus berlatih.

Jadi, Jangan menyerah! There are no shortcut to success! Keep going! Keep move forward!

Well, itu adalah sepuluh hal yang aku pelajari dari One Punch Man. :D

Baca juga One Punch Man vol 1 Review

Kalau kalian bagaimana? Apa yang kalian pelajari dari One Punch Man?
Berkenan menceritakannya kepadaku? :)

The King Speech

|


Pas Mba Evrina mengumumkan giveaway What movie are you di group Blogger Muslimah sempat mengira lomba ini tentang film/karakter yang ceritanya mirip jalan hidup kita, atau tentang film favorit dan hubungannya dengan kepribadian kita :)
kemudian kebingungan memilih film..
Terus pas lagi milih-milih film baru sadar "eh, emang ketentuan nya apa?"
*menepuk jidat*
Pertama kali baca cuma skimming, jadinya lupa..
Hohoho
(^_^)v
Peace ah
Pas baca ulang kententuannya ternyata postingan blognya tentang film yang menginspirasi :D

Film apakah yang menginspirasi Hana Bilqisthi?
Well, banyak sih tapi yang baru-baru ini aku tonton dan belum ditulis di blog adalah The King Speech!

Film ini menginspirasi karena pesan utamanya tentang  harapan bahwa kita bisa menjadi seseorang yang lebih baik dan dapat bangkit dari keterbatasan.
Poin plus lainnya film ini diangkat dari kisah nyata, jadi ngga bisa bilang "Ah, itu kan cuma fiksi, kehidupan nyata ngga segampang itu."
(^0^)/
Hal lain yang membuatku suka The king speech adalah dapat belajar cara pikoterapi.

Secara singkat, film ini menceritakan tentang Pangeran Albert (Duke of York), bagaimana dia mengatasi keterbatasan yang dia miliki (gagap) dan akhirnya berhasil menjadi Raja George VI.



https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/a/a0/Kings_speech_ver3.jpg
Image Download from wikipedia





Film ini dibuka dengan adegan Pangeran Albert harus melakukan pidato pertamanya untuk upacara penutupan pameran kerajaan Inggris di Wembley Stadion pada tahun 1925 yang disiarkan oleh radio BBC ke koloni dan dominon Inggris.

Ketika Pangeran Albert membuka mulut, aku tidak mendengar suara apa-apa dan mulai berpikir apa aku salah dengar ya? Kemudian melihat orang yang sepertinya berperan menjadi operator radio memutar-mutar tombol yang kuduga  pengeras suara.

Ooh berarti emang dari filmya.

Kemudian saat terdengar suara, ternyata Pangeran Albert mengucapkan pidatonya dengan terbata, dan kita pun jadi tahu bahwa beliau gagap
:O

Karena itu disiarkan, fakta bahwa beliau gagap jadi diketahui di seluruh dunia.
Kalau jadi beliau, aku mungkin malu dan ingin kabur/menghilang saja.
Alhamdulillah, beliau bukan orang yang mudah menyerah.

Hal tersebut terlihat dari adegan selanjutnya yang diberi keterangan terjadi di tahun 1934 (9 tahun setelah pidato publiknya),  Pangeran Albert sedang menjalani terapi untuk menyembuhkan kegagapannya. Sayangnya beliau belum berhasil sembuh juga. Kegagalan tersebut membuat Pangeran Albert meminta kepada Istrinya, Elizabeth, untuk tidak mengajaknya lagi pergi ke terapi. Dia sudah lelah tidak sembuh juga.

Aku bisa mengerti. Kalau aku terus-terusan mengalami kegagalan saat mencoba sembuh, mungkin aku akan menyerah seperti dia. 

Untung, istrinya tidak menuruti perkataannya karena percaya bahwa dirinya bisa sembuh. Elizabeth kemudian menyamar sebagai Mrs. Johnson datang sendirian menemui Lionel, speech therapist yang terkenal dengan metode penyembuhannya yang kontroversial.

Elizabeth menjelaskan kepada Lionel bahwa suaminya telah menemui semua orang dan belum ada yang berhasil. Dia khawatir suaminya sudah menyerah.

Dengan percaya diri, Lionel menjawab bahwa suaminya belum bertemu dengannya.
Elizabeth bilang Lionel sangat yakin pada dirinya sendiri.
Lionel membalas bahwa dia percaya pada siapapun yang ingin sembuh.

Adegan ini mengajarkanku untuk percaya diri dalam menangani klien dan juga percaya dan optimis terhadap klien :)

Elizabeth meminta Lionel untuk datang ke tempat mereka tapi Lionel menolak “Maaf, Bu Johnson. Permainanku, Areaku, Peraturanku.”
Jawaban Lionel membuat Elizabeth terpaksa mengungkapkan identitas suami yang sebenarnya.
Lionel kemudian meminta maaf dan menjelaskan bahwa agar metodenya bekerja, dia memerlukan kesetaraan dan kepercayaan penuh di ruang konsultasinya dan tidak ada pengecualian.

Mau tak mau Pangeran Albert pun mendatangi Lionel. Dia terkejut di pertemuan pertama dengan Lionel, dia tidak segera di-treatment. Lionel menjawab bahwa jika dia akan melakukannya jika pangeran Albert tertarik.

Suka adegan ini karena secara tidak langsung mengajarkan bahwa terapis bukanlah tukang sihir yang sim salabim bisa menyembuhkan klien, butuh usaha keras dan kerjasama dari kliennya juga.

Lionel kemudian memaksa Pangeran Albert memanggilnya Lionel tanpa Dr. dan memanggil pangeran Albert dengan panggilan Bertie agar terciptanya hubungan yang setara antara terapis dan klien.

Lionel melanjutkan percakapan dengan bertanya sejak kapan Pangeran Albert gagap dan beliau menjawab bahwa dia sudah dari dulu seperti itu. Lionel membantah dengan bilang tidak ada seorang bayipun mulai bicara dengan gagap.

Ini salah satu adegan jleb juga karena sering kali kita mengira keterbatasan kita itu adalah suatu yang permanen, yang dari lahir memang seperti itu sehingga tidak bisa diubah.

Akhirnya Pangeran Albert menjawab bahwa dirinya mulai gagap saat dia berusia 4/5 tahun.
Lionel kemudian meminta pangeran Albert membaca sambil mendengarkan musik dan hasil bacaannya direkam di piringan hitam untuk membuktikan pada Pangeran Albert bahwa dia dapat berbicara lancar.

Tentu saja trust antara terapis dan klien tidak mudah dibentuk di pertemuan pertama, pangeran Albert merasa dia telah melakukan hal yang konyol. Dia marah pada Lionel dan berhenti membaca. Lionel memberinya kepingan hitam hasil rekaman sebagai hadiah perpisahan.

Di Istana, ayahnya, Raja George V membentaknya agar tidak gagap. Beliau juga memprediksi bahwa Pangeran David, Kakaknya Pangeran Albert,  tidak kompeten menjadi raja dan tidak akan memegang tahta dalam waktu lama sehingga meminta pangeran Albert bersiap-siap melakukan banyak hal untuk mengantikan kakaknya. 

Pangeran Albert kemudian mencoba memutar piringan hitam dari Lionel dan terkejut mendapati dirinya bisa membaca dengan lancar. Dia pun akhirnya kembali ke Lionel dan meminta disembuhkan secara mekanik karena tidak ingin membicarakan masalah pribadi.

Dimulailah sesi terapi untuk merilekskan otot rahang dan memperkuat lidah bersama Lionel. Pertemuan yang intens membuat Lionel dan Pangeran Albert menjadi dekat.
Kedekatan tersebut terlihat ketika Raja George V meninggal, Pangeran Albert yang sedih pergi mendatangi Lionel. Beliau kesal ketika ayahnya tidak memberi tahu langsung kata-kata terakhirnya di hadapannya, "Bertie memiliki keberanian dibandingkan semua saudara digabungkan”.

Dalam film ini, kita dapat mengetahui bahwa kehidupan seorang pangeran juga berat. Ternyata saat kecil Pangeran Albert“dibetulkan”. Dia sempat kidal dan memiliki kaki bengkok. Selain itu, dia pernah menjadi korban neglect dari pengasuh pertamanya. Pengasuhnya sering mencubitnya jika dia menangis dan tidak diberi makan dalam waktu lama sehingga dia mengalami masalah lambung. 

You don't need to be afraid of things you were afraid of when you were five.

Lionel

Ya, meski sudah mengetahu luka yang kemungkinan menjadi penyebab gagapnya Pangeran Albert, menjadi sembuh tetap membutuhkan perjuangan. Untuk tahu kelanjutannya baiknya tonton sendiri film inspiring ini :)

Yang jelas aku suka sama film ini karena mengajarkan meski memiliki masa lalu kelam dan keterbatasan, bukan menjadi alasan untuk menyerah untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, keterbatasan bukan berarti masa depan kita akan kelam. Jika Pangeran Albert saja bisa, mengapa kita tidak?
Change may be not easy, but it will be worth to try :)

Harapan itu masih ada

|

Aku tahu aku minoritas. Banyak teman-teman di sekitarku yang pacaran dan aku tidak.

Halo ....  salam kenal, namaku Hana Bilqisthi dan aku ngga mau pacaran (dulu waktu jaman SMA, kalau kenalan sama cowok, template-nya gini biar yang niatnya nyari pacar kabur duluan. Alhamdulillah berhasil)

Dulu aku bilang alasannya karena Umi melarangku tapi sekarang aku benar-benar mempercayai dan menjadi nilai yang kuanut. Aku ingat aku selalu berusaha mencari teman yang memiliki nilai yang sama dan berharap kami bisa saling menyemangati dan menguatkan satu sama lain. It is not easy to find one. 

Terlebih lagi ketika banyak orang yang menasehatiku bahwa “Han, kenapa ngga pakai cara yang normal aja (untuk menikah)?”

Buat mereka jalan yang aku anut aneh dan tidak normal.

Alhamdulillahnya, La haula wala kuwata illa billah, Hana Bilqisthi udah terbiasa jadi orang aneh jadi kebal sama ucapan seperti itu. Hehehe

Tapi tetep aja kalau bisa dapet temen seperjuangan, seru juga 
Jadi ketika temanku, M. Ryan Saputra, cerita di group WA private sector tentang perjuangannya hingga menikah, aku bahagia sekali.

Masih ada ya ikhwan yang mau langsung ngelamar dan nikah, tanpa pacaran dulu.
Alhamdulillah, ceritanya membuatku merasa tidak sendirian. Aku merasa Allah sedang menghiburku.

“You may say I'm a dreamer, but I'm not the only one. 
I hope someday you'll join us. And the world will live as one.”
― John Lennon

Trus pelajaran lain yang didapat kalau niatnya lurus, insya allah dibantu
Nikahnya juga ngga pakai ribet dan cepet :D

Semoga Ryan pernikahannya sakinah, mawaddah, wa rahmah. Amin

Oke, ini ceritanya Ryan:

Image courtesy of By Gianni Scognamiglio at unsplash.com

Pada zaman dahulu.
Ryan Muda, pada saat kelas dua SMA hidup dalam rasa penasaran akan keberadaan orang yang disayanginya waktu TK.

Akhirnya dia minta pendapat sama ustadz google. Menurut rumor, doi tahu segala macam informasi. Dia ketiklah nama doi yang disana dari hari ke hari, barangkali ketemu.

Ternyata ngga ketemu, sampai akhirnya dia liat iklan NISN dan buka webnya.
Keesokkan harinya, dia buka web NISN > Pilih Jawa Tengah > pekalongan. Muncul dah semua list sekolah yang ada disana. Daaan, di telusuri satu persatu nama murid di masing-masing sekolah.

Setelah sekian lama menelurusi, akhirnya ketemu, dan langsung dia hubungi sekolahnya.
“Halo, Bu.. Apa benar *** sekolah disini? Saya Ryan, teman masa kecilnya.”
“Oh iya, benar.”
“Boleh saya minta nomor Hpnya, Bu?”
Dia mengira akan dapat, ternyata tidak.

“Maaf, Mas ngga bisa, Mas tinggalin no hp aja, nanti biar dia yang hubungi.”
Singkat cerita, akhirnya doi hubungin dan bada lebaran, dia samperin doi ke pekalongan.
Dia lamar (iya, Ryan masih kelas 2 SMA).
Alhamdulillah.... Ditolak.
Katanya “Kita kan masih sekolah.”

Iya juga sih, gila juga sebenarnya kalau nikah pas SMA, tau dah Ryan kerasukan apa waktu itu.
Itu pertama kalinya ngelamar cewek dan ditolak. Iya, langsung lamar, ngga pake nembak,

Kebiasaan kebelet kawin ini kebawa sampai kuliah.

Di tahun pertama, setelah kenal sama salah seorang cewe selama 3 bulan, Ryan ajak dia ke perpus dan ngelamar. Responnya cukup mengejutkan.
"Lo gila, Yan? Baru juga kenal."
Gagal.'

Di tahun kedua, Ryan coba lamar lagi seseorang. Dan DITERIMA
Tapi....
"Orang tua ngebolehin kalau udah lulus kuliah, yan"
"Tapi... Gw pgnnya sekarang"
"Yaudah, kalo jodoh mah nggak kemana"

Dan tibalah di tahun ketiga kuliah. Saat Ryan lagi wawancara seorang cewek untuk masuk ke organisasi kampus yg dia bentuk. Ryan jatuh cinta.
Entah kenapa Ryan ngerasa dia bakal bener bener jadi istrinya.

Terus tindakan Ryan gmn? 
1 MINGGU SETELAH KENAL. Ryan samperin rumahnya, ketemu ibunya, Ryan lamar dirinya (bukan ibunya)
Ok, setelah itu ibunya bilang,
"ok saya terima"
"Loh kok diterima, bu?" (pertanyaan yg keluar dr orang yg sering ditolak)
"Anak saya sering cerita ttg kamu kok," katanya, "tapi... Mesti tunggu persetujuan dari ayahnya ya 3 bulan lg."

Berhubung serius, Ryan bilang ok! Dan selama 3 bulan itu seminggu sekali Ryan ke rumahnya. Kenalan lebih jauh sama orang tuanya. Tp, sama si bapak nggak ada obrolan sepatah katapun.

Yg ada cuma satu obrolan :
"Rencana karier kamu gmn?"
"Saya mau jadi pengusaha, pak"

Setelah pertanyaan itu, tiap minggunya Ryan dikasih buku bacaan bisnis dan disuruh presentasi di pekan depannya
Sampai waktunya tiba. Tepat tanggal 15 juni, Ryan lamaran di depan ayahnya.
Dan ada satu syarat yg diminta: harus persiapin presentasi Power Point!
Ngelamar orang pake power point, tjoy!!! Edan!
Isi presentasinya harus memuat data diri, rencana kehidupan harian pekanan bulanan, rencana pemasukan, dll dkk
Kumplit

Dia berasa kayak pitching di depan investor. Bedanya yg diinvestasikan ke Ryan bukan uang, tapi anak orang.
Daaaaan lamaran Ryan diterima dengan satu syarat: lulus kuliah dulu 😓
"Ah kalo gini mah sama aja" Ungkap Ryan dalam hati
"Eh tapi... Bisa saya percepat. Saya tanyakan dulu guru spiritual saya."
Ungkapan yg bikin shock:
Satu minggu lagi kita ketemu, ya"

Tgl 22 Juni pun tiba. Ryan duduk manis menanti pengumuman apakah bakal diinvest apa nggak.
"Pilihannya ada 2: Setelah idul adha atau tanggal 27 Juli"
Ryan spontan jawab, "wah kalau setelah idul adha lama, pak."
"Oh yaudah, tgl 27 juli aja."
"Baik, pak"
Sontak ibunya mengernyitkan dahi, kebingungan, seolah ada informasi yg tertinggal.
Pak," ibunya memanggil, "bukan juli, pak. Juni"
"Oh ya? Iya bener 27 Juni"

Kalo dibaca baik baik tadi, Ryan ngobrol tgl 22 Juni, dan 5 hari kemudiannya  harus nikah😂
Jadilah selama 5 hari itu Ryan harus nyiapin semuanya, termasuk ngomong ke orang tua sendiri 😂
Pertemuan antara kedua belah pihak orang tua baru dilaksanain h-2 pernikahan! Edan!
Begitulah yg Ryan alamin. Sampe hari ini masih terheran heran betapa kalo niat baik mau dilaksanakan, bakal dilancarkan.

*Selanjutnya pakai kata ganti orang pertama, anggap Ryan yang cerita*

Fakta fakta unik:
Pertama kali ketemu istri: 30 Maret 2013
Tanggal Nikah: 27 Juni
Hari lahir anak pertama: 30 Maret 2014

Nggak perlu waktu lama untuk mencintai dan yakin terhadap seseorang untuk menjadi pasangan hidup kita.
Yang dipacarin bertahun tahun belum tentu jadi jodoh. Yang baru ketemu seminggu dan dilamar, malah bisa jadi jodoh.

Pertanyaan yang sering ditanya :Buka Rezeki?
Banget! Buka pintu rezeki banget! Walau awalnya ujiannya lebih berat dari masa jimli
Setelah nikah pernah ngalamin makan nasi sama garem juga. Pernah ngalamin nggak bisa makan juga.

Mungkin Allah mau nguji beneran yakin atau nggak kalau pernikahan sejatinya bisa bawa perubahan.

“Ataukah kamu mengira kamu akan masuk surga, 
padahal belum datang kepadamu (cobaan) 
seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. 
Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan 
dan diguncang (dengan berbagai cobaan), 
sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata 
“Kapankah datang pertolongan Allah?”. 
Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
(Q.S. Al-Baqarah:214)”

Inget banget nggak ada duit buat makan siang dan malem. Untung giri dan banan berbaik hati, ngundang kami makan di rumahnya.
Tapi Alhamdulillah, Allah mah emang nggak nutup mata. Pas banget udah saatnya bener bener kelewat butuh. Turun dah rejeki lewat orderan desain (waktu masih freelance)
Waktu mika lahir. Gw percaya anak itu pembawa rezeki. Tapi kok beberapa bulan tetep susah.
Sampe ilang kepercayaan sama janji Allah
Tp kembali lagi keinget, "ah selama ini bisa kok"

Yoda mencoba bertahan. Biar mika dan ibunya makan sehat, gw nyicip aja

Salah satu orang yg berperan dalam pernikahan gw itu Aji.
Dia yg biayain.
*peyuk aji*
Pas tgl 22 itu gw kebingungan.
"Mati, tabungan gw gak cukup."
(Sebelumnya baru kekumpul 3 jt, tapi kepake mendesak untuk urusan kesehatan seseorang)
Gw kabarin lah kabar kalo gw mau nikah 5 hari lagi ke aji. 
Dia malah bilang, "pokoknya lu harus jadi nikah, gw biayain" 😂
So sweet bangetlah sohib satu ini.

(^0^)/


The End

Buat kamu yang ngga mau pacaran sebelum nikah, salam kenal  
Kamu ngga sendirian. Hana juga kok 
O ia, jangan menyerah ya! Mari berjuang bersama-sama 
Keep istiqomah 
Semoga Allah membantu kita ✊

My Brother's First Driving on Toll Road

|
Image courtesy of David Marcu at unsplash.com



Kemarin adalah hari bersejarah dalam hidupku or keluargaku karena adik Huang untuk pertama kalinya mengendarai mobil di jalan tol. Jadi, kemarin selesainya arisan ke 16 Keluarga H. Abdul Azis di rumah Wa Ati di Citereup, Bogor, Bapak (ayah tiriku) merasa lelah dan memutuskan memberi kesempatan pada adikku Huang untuk mengendarai mobil dari Bogor ke Tanah Abang, untuk mengantarku. Umiku menentang hal ini karena dia belum yakin Adikku Huang sudah lancar membawa mobil. Adikku Huang baru mengikuti 5 sesi kursus mengemudi dari keseluruhan 10 sesi. 

Namun, Bapak bersikukuh. Sementara Umi membujuk Bapak untuk membatalkan recananya, aku memberi tahu Huang bahwa Bapak memintanya mengendarai mobil, mendengar hal itu dia tertawa tapi beberapa detik kemudian langsung duduk di bangku kemudi.

Selama di perjalanan, umi berkeringat dingin dan menampilkan wajah cemas, bahkan umi menyangka aku juga cemas seperti beliau karena aku tidak tidur seperti yang biasa aku lakukan. Jadi, salah satu kebiasaanku begitu naik mobil adalah langsung tidur dan bangun ketika sudah sampai tujuan. Jangan tanya arah jalan padaku ataupun pemandangan karena aku menghabiskan sebagian besar waktu di perjalanan dengan tidur. Hehehehe 

Kali ini aku tidak tidur karena aku ingin melihat bagaimana adikku menyetir pertama kali di jalan tol. Bagaimana mungkin aku melewatkan kesempatan ini!

Jujur saya, aku merasa adikku cukup smooth membawa mobil, dia lebih tenang dari yang aku bayangkan. Dia juga berhasil berbelok dengan baik dan berhenti tepat saat mengambil/membayar karcis tol. Hal yang aku kagumi adalah dia membawa banyak orang lho, membawa bapak, umi, aku dan adikku, memey. \(^0^)/

Alhamdullillah kemarin aku dan keluargaku selamat sampai kosanku di Taman Tanah Abang.

P.S. saking menikmati momen memperhatikan adikku Huang, aku lupa memfoto dia sedang mengemudi. Jadi gambarnya ilustrasi saja ya?^^v

Tak Terbayangkan

|
Tidak pernah terbayang sekalipun di benakku bahwa aku akan bekerja di majalah bisnis setelah lulus kuliah. Beberapa temanku pun bertanya hal yang sama, bagaimana aku yang lulusan psikologi ini masuk majalah bisnis. Aku pernah membayangkan diriku bekerja di media, tapi di salah satu koran besar ternama di Indonesia, di majalah remaja putri atau justru majalah wanita islami. Bahkan aku baru tahu keberadaan majalah ini karena lowongan kerja yang kulamar dan aku pertama kali membacanya saat duduk di lobi kantor majalah SWA menunggu panggilan wawancara. Hahahaa
Ajaibnya aku diterima di sini!
Alhamdulillah. \(^0^)/


Masuk dunia pasca kampus membuatku sadar bahwa ada banyak hal yang terjadi di luar rencana dan di luar kendaliku. I mean kalau di kampus, hal-hal lebih mudah diprediksi, seperti kalau ingin dapat nilai bagus ya belajar yang rajin dan benar. Biasanya melencengnya pun tidak terlalu jauh, aku masih dapat nilai yang cukup baik.
Tapi di dunia paska kampus, usaha, rencana dan prediksiku banyak yang melenceng. Awalnya aku terkaget-kaget dan mudah merasa sedih. Tapi kemudian aku tersadar bahwa aku sepertinya masih terlalu mengandalkandiriku sendiri. Aku harus belajar mengandalkan Allah, menyeimbangkan doa dan usaha.

Dan kalian tahu apa? Bekerja di SWA membuatku makin percaya bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengatur. Aku merasa ritme kerja majalah dwi mingguan ini cocok denganku. Aku juga dianugerahi rekan-rekan kerja yang baik. Aku bersyukur aku bisa bekerja di tempat yang memiliki nilai yang sama denganku. Aku kurang suka membaca berita atau tulisan yang setelah memaparkan masalah tapi tidak memberi solusi atau membuatku merasa pesimis.  Untungnya, Jurnalisme yang dianut SWA itu adalah jurnalisme positif, jurnalisme yang berusaha menggali hikmah dan menghembuskan optimisme.

Salah seorang temanku bilang kalau yang dilakukan majalah SWA adalah menjual mimpi. Kurasa dia ada benarnya. Biasanya yang kurasakan setelah membaca SWA adalah kagum, merasa “hei dia bisa lho, kenapa aku tidak? Aku juga pasti bisa”. Aku juga belajar ada berbagai cara dalam meraih mimpi, dan selama kau tahu apa yang kau inginkan, go for it! Terlepas orang bilang kau tidak cocok, kondisimu ngga mendukung dan segudang alasan yang bilang mimpimu ngga mungkin. Berusahalah yang terbaik.

Tapi kalau menurut Pak Kemal, pemimpun umum, bahwa yang Majalah SWA jual adalah knowledge karena sekarang SWA menyediakan hasil reportase dan riset dalam berbagai bentuk, mulai dari media, seminar, pelatihan.

By the way, tanggal 16 April lalu, majalah SWA berulang tahun ke-30 dan aku berkesempatan nonton Fast Furious 7 dan dapet snack gratis dari majalah SWA. Kalian tahu, awalnya aku berencana membujuk panitia ulang tahun majalah SWA agar memberiku  tempat duduk di baris D/E karena aku tidak tahu kalau panitia sudah menentukan tempat duduk. Kupikir aku bisa memilih dan ternyata meski tempat duduknya dipilih oleh panitia, alhamdulillah aku dapet posisi yang enak.


Aku dapet posisi di baris A.  Tidak pernah terbayang dibenakku kalau aku akan dapet posisi di baris A, habis selama ini kalau pergi ke bioskop pas beli tiket, posisi itu udah penuh mulu.
Aku terharu. Allah baik banget :')

Hidupku mungkin tidak berjalan sesuai yang kuharapkan atau yang kubayangkan, tapi sesuai yang Allah inginkan dan itu jauh lebih baik. \(^0^)/

Amazed

|
Now, everytime I saw people when commute from lodge to workplace, I often amazed that there are so many people and I wonder what their background? What story that they have in life? It made me curious and realize that it is beyond my capacity to know those things.
Allahu Akbar! Praise for Allah!
How great is the power of God and how little of me

Post Signature

Post Signature