Top Social

Pengalaman Belanja Jam Tangan di VIP Plaza

|
Adikku Huang menginginkan jam tangan untuk hadiah ulang tahunnya. Berhubung tidak sempat (males) pergi ke luar, aku memutuskan belanja online.

Aku mencari jam tangan di berbagai e-commerce.
Ada yang model nya aku suka, tapi harganya terlalu mahal/melebihi budget (aku pasang budget Rp 250rb untuk kado Huang).

Ada yang harganya cocok, tapi ternyata di e-commerce tsb tidak ada garansi/non returnable.
Berharap sih pas beli ngga ada masalah ngga perlu dikembalikan, tapi kalau ada apa-apa kan khawatir juga.

Aku pun menceritakan masalahku kepada Retno. Dia menyarankanku untuk membeli di VIP Plaza (www.vipplaza.co.id). Aku terkejut mendengar saran Retno karena belum pernah mendengar mengenai VIP Plaza.

Pas liat tampilan homepagenya, aku merasa tampilannya mirip Zalora

Setelah melihat-lihat aku memutuskan memilih CASIO MW-240-3B seharga Rp 243.400, sebelumnya harganya Rp 586.000 (didiskon 60%) :D
http://www.vipplaza.co.id/casio-mw-240-3b.html


Retno, menyarankanku membeli di atas pukul 10.00 WIB karena biasanya VIP Plaza mengeluarkan kode voucher di webnya pada jam segitu. Aku menanti dan ternyata benar! Jam 10 pagi VIP Plaza mengeluarkan kode voucher Spirit of Ramadan 50K untuk pembelian di bawah 300rb sehingga aku dapat membeli CASIO MW-240-3B Rp 192.800,00 (termasuk ongkir) :D
Yeah Alhamdulillah :D

Merasa senang dengan diskon yang diberikan, aku bergegas ke facebook untuk mencari fanpage VIP Plaza. Salah satu kebiasaanku setelah menyukai sesuatu, aku akan mencari Facebook Fanpagenya dan memberi like.
Betapa terkejutnya aku ketika mendapati di Facebook Fanpagenya VIP Plaza terdapat kode voucher potongan Rp60.000,- untuk pembelian minimum Rp199.000  :D

https://web.facebook.com/vipplaza/?fref=ts&_rdr




OMG!!! Sekarang aku bisa membeli Casio seharga Rp 182.800,00 (termasuk ongkir). Alhamdulillah :D

Aku memesan tanggal 6 Juni dan barangnya sampai tanggal 15 Juni :D


Beneran bagus :D Adikku Huang menyukainya :D 
Umiku sampai bertanya beli dimana dan minta dibelikan juga :D
Alhamdulillah :D
Aih senangnya bisa menemukan online store yang trusted untuk beli jam tangan :D
Btw, kalau tertarik beli jam tangan juga mungkin bisa beli saat Jakarta Great Online Sale! 
Ada diskon sampai dengan 95% dari tanggal 20-26 Juni 2016 :D



Jeng Jeng Moment

|

Tenang ada gojek

Aku bersyukur dengan kehadiran Go-jek, serasa memiliki ojek pribadi. Kalau hendak pergi ke suatu tempat yang jarang aku datangi, sering kali aku menggunakan fasilitas gojek.

Bahkan menurut temanku, Siti, semenjak ada gojek, alamat bertambah.
Kalau ada yang bertanya alamat di group WA, sekarang percakapan sering menjadi seperti ini:
X: Ada yang tahu arah Sudirman?
Y: Gojek Bro

Z: Ada yang tahu gedung XXX?
Y: Gojek Bro

Dapat dibilang aku merasa dapat mengandalkan gojek untuk berpergian. Suatu hari saat aku pulang dari kosanku di Tanah Abang, ke rumah Karawang, adikku Huang tidak bisa pergi menjemputku dari tempat pemberhentian bus.
Aku menjawab tidak apa-apa, dan merasa tenang karena ingat ada Gojek. Aku akan pulang menggunakan Go jek saja.
Saat membuka aplikasi Go-Jek, aku baru menyadari sesuatu: Jeng Jeng! Σ(゜ロ゜;)
Go jek kan belum ada di Karawang!!


Mati lampu di kantor

Beberapa waktu lalu, pada sore hari, listrik di kantorku padam (mati lampu). Sudah setengah jam berlalu dan listrik masih belum menyala. Salah seorang temanku yang belum sempat shalat asar, tapi tidak berani pergi ke toilet untuk pergi wudhu mengingat toilet kondisinya sangat gelap.
Aku mengajaknya shalat di kosanku yang letaknya tidak jauh dari kantor.
Dia menyetujuinya dan kami pun pergi ke kosanku.
Teman: "Han, di kosan loe ada kipas kan ya? Gerah nih"
Aku   : "Ya ada tenang aja, nanti gue nyalain"

Setibanya di kosan, aku segera menyalakan kipas angin, tapi anehnya kipas angin tidak juga menyala.
Aku mengecek stop kontak,colokan listrik, dan lampu, tapi semuanya dalam kondisi mati.
Saat itulah aku menyadari: Kosanku kan masih satu area sama kantor!! Jeng Jeng! Σ(゜ロ゜;)
Yah.. jadi sama-sama mati lampu!

Marriage, not Dating Review

|



Judul: 연애 말고 결혼 / Marriage, Not Dating/ Marriage Without Love / Marriage Without Dating
Genre: Romance, Comedy, Family
Jumlah Episode: 16
Broadcast network: tvN
Production Company: IOK Media
Sutradara: Song Hyun Wook, Lee Jong Jae (이종재)
Penulis Naskah: Joo Hwa Mi (주화미)


Pemain

Han Groo sebagai Joo Jang Mi (29)
Yun Woo Jin sebagai Gong Ki Tae (33)
Huh Jung Min sebagai Lee Hoon Dong (33)
Jung Jin Woon sebagai Han Yeo Reum (28)
Han Sun Hwa sebagai Kang Se Ah (33)
Yoon So Hee sebagai Na Hyun Hee (24)



Joo-Jang Mi mengajak pacarnya, Lee Hon Dong menikah. Namun Lee Hon Dong yang merasa belum siap menikah, menolak lamaran Jang Mi dengan cara menghindarinya. Jang Mi yang tidak mengerti bahwa Hon Dong menolak dan memutuskannya, terus-terusan mengejar Hon Dong meminta penjelasan.

Hon Dong akhirnya meminta bantuan sahabatnya Gong Gi Tae untuk membantunya memutuskan Jang Mi. Ketika Gong Gie Tae sedang menjelaskan pada Jang Mi bahwa Hon Dong sebenarnya telah memutuskan Jang Mi dan tidak mau menikah, Ibu Gie Tae melihat adegan tersebut. Akan tetapi, beliau salah paham mengira Jang Mi adalah gadis yang mengejar-ngejar Gi Tae dan memaksanya untuk menikah. Ibu Gie  Tae mengundang Jang Mi untuk datang ke rumahnya.

Gong Gi Tae yang ingin hidup melajang dan yakin bahwa Jang Mi bukanlah tipe menantu idaman ibunya, akhirnya meminta tolong pada Jang Mi agar berpura-pura menjadi pacarnya agar terhindar dari tekanan untuk menikah.

Review:

Yesss!! it is another prentend lovers story!!! (^0^)/
Hore!!
Entah kenapa aku suka dengan cerita tentang dua orang yang berpura-pura menjadi pasangan dan kemudian jatuh cinta satu sama lain.

Kebohongan selalu jadi bahasan yang menarik dan kali ini Drama Korea Marriage, not Dating membahas hal tersebut.

Selama menonton drama ini, aku jadi berpikir dan bertanya sebenarnya bagaimana cara menolak/mengatakan tidak pada seseorang?

Menolak atau mengatakan tidak seringkali membuat kita merasa tidak enak sehingga akhirnya kita malah memilih menghindar dengan berbohong, alih-alih berhadapan tatap muka untuk bicara yang sejujurnya, bicara dari hati ke hati untuk menyelesaikan masalah.

Kita berpikir berbohong lebih baik demi menjaga perasaan orang lain. Selain itu, kita juga terhindar dari perasaan tidak enak karena menolak, reaksi marah orang lain dan konsekuensi tindakan kita.

Dalam drama ini, Hon Dong berpikir menghindar dan berbohong pada Jang Mi merupakan tindakan lebih baik dibanding berterus terang padanya mengatakan bahwa dia tidak mau menikah. Begitu pula, Gie Tae, alih jujur mengatakan ingin hidup melajang pada keluarganya, dia berpikir berpura-pura berpacaran dengan Jang Mi adalah solusi yang lebih baik.

Tapi apakah benar berbohong adalah pilihan yang lebih baik?

Cari tahu jawabannya dengan menonton drama ini ;)


Yang jelas aku suka sekali dengan drama ini!!! *loncat-loncat senang*


Aktor aktrisnya cantik dan cakep terus aktingnya bagus!!


OST enak didengar

Yang aku suka:  Ben (BeBe Mignon) - Stop the Love Now


 dan MAMAMOO - Love Lane




ada banyak adegan mengundang tawa (lucu)

Sumber: relatably.com


ada cerita dan pesan moral mengenai kebohongan, cinta, keluarga, pernikahan dan keinginan tampil sempurna di hadapan orang lain. 

Sumber: tumblr


Recommended untuk ditonton (tapi untuk 18 tahun ke atas ya)!! :D


Post Signature

Post Signature