Top Social

Hana Bilqisthi wants to keep up with you on Twitter

|

Hana Bilqisthi wants to keep up with you on Twitter

To find out more about Twitter visit http://twitter.com/i/6507c3a3c36da5ddce682f397827198f9515d301

Thanks,
— The Twitter Team

About Twitter

Twitter is a unique approach to communication and networking based on the simple concept of status. What are you doing? What are your friends doing—right now? With Twitter, you may answer this question over SMS or the Web and the responses are shared between contacts.

This message was sent by a Twitter user who entered your email address. If you'd prefer not to receive emails when other people invite you to Twitter you can opt-out

Please do not reply to this message; it was sent from an unmonitored email address. This message is a service email related to your use of Twitter. For general inquiries or to request support with your Twitter account, please visit us at Twitter Support.

Nyontreng Euy

|
Rabu,8 Juli 2009. .

Hana awalnya ngira ga masuk DPT. .
Cuz ga dapet kertas DPT. .
Padahal gue dah daftar ke Pak RT,gue kesel karena ga dapet.
Tapi lama2 gue mikir mungkin ni yang terbaik buat gue, mengingat gue bingung mau pilih cawapres yang mana.
Eh,pas nyokap gue ke TPS,beliau dikasih kartu punya gue. .
Alhasil,gue pun nyontreng. Pas di TPS,gue milih pake perasaan,keberuntungan,lak-lik dan tentu aja pake bantuan spidol item.
Hehehehe. .

Yah. .
Begitulah pengalaman gue nyontreng pertama kali.

Tragedi Angkot

|
Senin, 22 Juni 2009

Well, kejadian ini terjadi saat perjalanan pulang ke rumah (dari sekolah tentunya)..
Hana, Tiwi, dan Rere pulang bersama naik angkot biru...
Selama perjalanan Kami mengeluh tentang latihan upacara tadi pagi...
Dan membicarakan mengenai class meeting...
Ketika kami di Cinangoh, jalanan agak macet dan banyak asap kendaran sehingga Hana menutup hidung hana dengan kerudung yang saat itu sedang kukenakan..
Entah kenapa, angkot biru yang kami tumpangi berbunyi aneh..
Saat itu Hana mengira mobil angkot ini pastilah sudah tua samapai mesinnya berbunyi.
Rere bahkan bergurau denganku “Na, lucu ya bunyi mobilnya.. Kayak di film-film.”
Aku tersenyum mendengarnya..
=)
Dan tiba-tiba saja setelah itu mobil angkot kami ngerem mendadak.. Kupikir karena mau menghindar dari tabrakan.
Ada banyak sekali asap berseliweran kemudian supir angkot dengan panik berkata “Cepat Keluar! Cepat Keluar!”
Hana kaget karena tidak mengerti situasi yang baru saja terjadi. Dan supir angkot tersebut terus berkata “Cepat Keluar! Cepat Keluar!”.
Yang terlintas di benakku saat itu adalah jangan-jangan mobil angkot ini mau meledak karena saat aku melihat bagian depan mobil angkot itu keluar begitu banyak asap. Awalnya kukira asap itu berasal dari mobil lain, tapi mengingat supir angkot tersebut terus-terusan berteriak ini berarti masalah serius.
Hana dan teman-teman panik berusaha keluar dari angkot. Hana cukup beruntung bisa keluar dengan cepat karean posisi duduk Hana dekat pintu keluar. Coba kalian bayangkan kalau Hana duduk di bagian pojok pasti Hana sudah ketakutan setengah mati karena paling terakhir turun. Kami semua segera berlari menjauh dari angkot tersebut. Aku benar-benar takut angkot tersebut akan meledak seperti di film-film.
Kami semua terpaku menatap angkot tersebut dan menanti bunyi ledakan. Tapi, satu menit berlalu dan tidak terjadi apa-apa. Angkot itu diam saja dan tidak meledak. Asap masih keluar dari mobil angkot tersebut tapi sudah tidak sebanyak tadi.
Aku terjongkok lemas menatap angkot tersebut. Rere da Tiwi langsung mengajakku untuk pergi menjauh dan mencari angkot lain. Aku bilang “Sebentar! Tidakkah kita bayar dulu ke tukang angkot yang itu? Kasihan kan..”
Tapi penunpang angkot yang lain sudah mulai pergi dan mencari angkot yang lain.
Rere menenangkanku sambil tertawa karena melihat wajahku yang pucat pasi. Rere mengira Hana begitu ketautan sehingga wajahku pucat, tapi sebenarnya Hana saat itu lagi puasa dan tubuh Hana letih sekali seusai latihan upacara, kurasa wajar saja wajahku pucat pasi. Tapi, demi menghargai niat baik Rere, Hana diam saja dan tidak memberitahu yang sebenarnya.
Akhirna dengan keaddaan setengah shock, Hana pulang ke rumah dan tentunya Hana pulang ngga naik angkot yang tadi.

Post Signature

Post Signature