Top Social

Revenge of Faiz Negiu dan Tragedi Ciuman Kedua

|

Jumat 12 Desember 2008

Well, hari ini Hana ngga nyangka bakal terjadi sebuah tragedi.
Semuanya normal-normal aja.
Matahari masih bersinar cerah, terlalu cerah malah..
Dan pagi ini ada berita baik, Hana disms Mrs. Ira kalau hasil tes TOEFLku 533. Alhamdulillah.. Not bad-lah. Ada peningkatan, cuz tes prediction TOEFL Hana tuh 500. Habis denger-denger, kalau mau masuk UI minimal score TOEFLnya 520 sementara ITB minimal 550. Yah,, Setidaknya UI sudah terlewati.
Karena dapet berita baik itu makin ngga nyangka something terrible will happen.
Yah,, pokoknya mah tidak ada tanda-tanda yang mengindikasikan hari ini bakal terjadi sebuah tragedi (baca pake logat sunda).
Terlebih lagi, tragedi tersebut disebabkan oleh sebuah gitar.

Mungkin semua ini bermula akibat kelakuan Hana kepada gitar Hana sudah (sangat) keterlaluan sampai sang gitar membalas dendam padaku dengan cara yang tidak terduga. Mungkin lho!

Ok, Hana akui..
Selama ini, Hana memperlakukan Faiz dengan sedikit kelembutan (baca: penuh kekasaran, biadab, dan tidak berperigitaran).
Pokoknya setiap Faiz dibawa sama Hana, dia pasti pulang membawa lecet-lecet atau benjolan.
Soalnya saat bersama Faiz, Hana sering melakukan kecerobohan¹ sehingga tubuh Faiz menabrak meja, kursi, angkot, terus terjatuh, dan juga pernah terbating.
Dia juga mengalami hal-hal yang ngga mungkin dibayangkan oleh sebuah gitar. (Ya! Iya! Lah! Gimana gitar bisa ngebayang, orang itu benda mati. Hehehe..)
Kalau Faiz hidup, mungkin dia sudah menindih tubuhku ratusan kali.
Adikku Memey juga sampai marah sepenuh hati melihat kekejaman yang telah Hana lakukan terhadap Faiz. “Ya, banting aja terus...!!! Banting aja terus..!!! Bakar sekalian!!!” katanya sewot.

Umiku bahkan bilang “Umi kasian da sama gitarnya,.” (baca dengan nada prihatin plus logat sunda).

Seperti yang kita tahu, bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan kepada sesama pasti akan dibalas oleh Allah, setara maupun berlipat ganda. Begitu juga keburukan yang kita lakukan. Dan ternyata hukum itu juga berlaku dalam memperlakukan sebuah gitar.

Well here’s the story...

Hari ini tuh rencananya ada ulangan MTK. Tapi ada juga desas-desus beredar kalau Mr. Brush³ (baca brus, bukan bras. Tapi, kalau mau baca Mr. Sikat juga ngga apa-apa) bakal berkunjung ke SMAN 1 Karawang. Dan itu berarti pelajaran kosong. Horeeee!!! Kalau dia datang, berarti ada kemungkinan ulangan MTK batal.

Saat Istirahat, Abang bilang Mobil Mr. Brush udah dateng,
Hana yang lagi sibuk main gitar buru-buru naik ke kursi* sambil membawa gitar.
Dan juga berteriak “Mana? Mana?”
Karena tidak jelas melihat mobil Mr. Brush,
Hana pun meloncat dari kursi saat ini Hana jadikan pijakan ke kursi yang lebih mendekat ke jendela.

Dan malapetaka pun terjadi.

Hana gagal mendarat dengan sempurna karena ternyata jarak antar kursi cukup jauh.
Alih-alih kakiku mencapai kursi yang satu lagi, kakiku malah mendarat di lantai. Karena membawa gitar, keseimbanganku goyah.
Bruk!
Aaww...
Mulutku mencium Faiz, yang telah terlebih dulu mendarat dengan mulus di kursi tujuanku melompat.
Aku sendiri mendarat dengan posisi badan merapat ke tembok.
Aku mengaduh kesakitan diiringi dengan suara tawa teman-teman sekelasku yang melihat kejadian tersebut.
Tidaaaaakkk!!!

Begitulah ciuman keduaku terjadi...

Menyedihkan...

Parahnya, ada begitu banyak teman sekelasku saat itu. Hal ini dikarenakan mereka memilih diam di kelas belajar MTK dibandingkan pergi istirahat.

Mbenk, teman sebangkunya Ibenk berkomentar kira2 gini“Aah.. Hana... Sayang tuh... Coba tadi gue rekam pake Hp. Gue kayaknya puas ketawa ngeliat loe nyium tembok٭. Lucu tuh kalau direplay terus-terusan.”
Sialan!

Sementara Rere memintaku untuk mereplay gerakan tadi.
Enak aja!! Ngga tahu apa bibirku yang sexy ini jadi bengkak akibat kejadian tadi?!

Tadinya niat Hana mau pake kerudung kayak Aisyah di ayat-ayat Cinta. Tapi, Rara teman sebangkuku bilang kalau ngga usah aja, malah keliatan lebih aneh kalau ditutupin.
So, akhirnya semua teman2ku di kelas lain nanya penyebab bibir bengkakku. Tadinya mau Hana jawab pake senyuman tapi karena saat senyum bibir bengkakku makin terlihat makin bengkak. Jadinya Hana jelasin secara singkat “Habis ciuman sama gitar Hana.”. Diikuti muka bengong plus ngga ngerti yang nanya.
Masa bodo! Ngga mau deh inget-inget tuh kejadian..


Soal Mr. Brush?
Ternyata dia beneran dateng.
Ulangan MTKnya ngga jadi dung??
Tetep jadi.
Lho kok?!
Tenang aja. Ada berita bagus. Ulangannya ngga diawasin oleh guru tapi oleh tutor.
Wah.. Enak dong. Terus siapa yang jadi tutornya? Tutornya ulangan ngga?
Hana. Dan Hana ngga perlu ulangan.

Ternyata ada juga kebahagiaan dibalik tragedi. =D
Makasih banyak ya, Allah!!!


¹Kenapa disebut kecerobohan? Karena semua perbuatan Hana kepada Faiz tidak ada niatan tertentu. Sumpah!
² Ukuran Faiz lebih besar dari pada ukuran badanku.
³Mr. Brush tuh diutus pemerintah pusat untuk ngajarin bahasa inggris ke semua guru di SMAN 1 Karawang. Dalam rangka mengubah sekolah tersebut menjadi sekolah bertaraf internasiona (SBI)l. Dan sepertinya, pelajaran Mr. Brush wajib diikiti oleh semua guru karena kalau dia dateng, semua guru ngga ada yang ngajar. Otomatis, ini berarti jam kosong.
*Jendela kelas IPA 1 tuh agak ke atas, kalau dari posisinya sih lebih cocok disebut lubang ventilasi dibandingkan jendela. Menurut Hana alasan jendela dirancang lebih tinggi tuh supaya murid-murid IPA 1 konsentrasi belajar. Habis letak kelas IPA 1 tuh deket banget sama gerbang dan lapangan parkir, kedua tempat itu tuh deket banget sama jalan raya. Dengan kata lain IPA1 tuh deket sama jalan. Kalau jendelanya sejajar sama pandangan bisa-bisa murid-muridnya lebih tertarik melihat ke luar jendela dibandingkan mendengrakna guru. Sotoy ya?? Hehe...
٭Temen2ku yang ngeliat kejadianku jatuh mengira aku mencium tembok. Padahal kenyataannya Hana nyium Faiz, lagi. Oohh.. tidakkk!!! Ciumanku lagi-lagi sama gitar.

Sariawaan + kejedug gitar = first kiss

|
Senin, 1 Desember 2008



Sudah seminggu belakangan ini Hana sariawan di bibir, tepatnya bagian dalam bibir. It’s first time in my live. Kalau pun ngalamin sariawan biasanya di gusi bukan di bibir. It’s strange and I don’t know why.

Mungkin ini karena Hana jarang makan buah lagi, Tapi menurut pendapat my mom sariawan di bibir itu hal yang wajar. Dan masih menurut pakar kesehatanku yang tak lain dan tak bukan adalah umiku, Hana tuh sariawan karena sekarang adalah musim pancaroba dan itu menyebabkan daya tahan tubuhku melemah.

Selain itu, mungkin ini juga hukuman dari Allah karena selama ini omongan Hana sering nyakitin orang. Dan semenjak menderita sariawan Hana jadi pendiam karena saat hana berbicara, sariawanku terlihat dan membuat jijik sebagian orang yang melihatnya dan juga membuat malu diriku. Tersiksa fisik dan batin nih.. =(

Berita kurang baiknya adalah setelah mengetahui diriku yang manis ini menderita sariawan, Hana rajin mengkonsumsi buah-buahan dan juga vitamin C. But It didn’t work. Sampai hari ini, sariawan tersebut masih belum hilang juga. Buat yang baca, ada yang tahu cara cepat nyembuhin sariawan??? Please…. Help me!!!

O ia, hari ini Hana ke sekolah bersama gitarku , Faiz, dibonceng naik motor oleh Huang, my lovely brotha. Pas di jalan tanpa disengaja (pastinya) Hana kejedug (buat yang ngga tahu, kejedug itu bahasa sundanya terbentur) Faiz. Bibir Hana langsung nyut-nyutan perih, sakit. Hana meringis. Dari kejadian tersebut berbuah bibirku berwana merah karenaberdarah tapi darahnya membeku. But I didin’t realize and know it. Why? Jawabannya simple karena Hana ngga ngaca sepanjang hari itu. (Pengetahuan tambahan : walaupun Hana cewek tapi Hana ngga suka ngaca dan dandan).

Waktu di skul, Uchul bilang bibir Hana kayak berdarah. Hana cuma pasang tampang bingung (lupa tadi pagi bibir kejedug gitar cuz dah ngga sakit lagi). Teman-teman Hana yang lain juga menanyakan what’s wrong with my lips? sambil ketawa-tawa. Membuatku makin kebingungan. Bahkan beberapa dari mereka berasumsi bahwa Hana tuh habis ciuman sama seseorang. Dengan polosnya dan masih kebingungan, Hana jawab hal itu tidak benar.

Then, when I come home and look in the mirror yang di kamar mandi. Ada teriakan Aaaarrrghh keluar dari mulutku. Saat itu, potongan kenangan-kenangan kejadian tadi pagi bermunculan dengan cepat di benakku dan seolah olah ada kabel yang menghubungkan semuanya. Hana sekarang ngerti apa maksud temen-temen. It’s explain evrything. Ternyata ini toh penyebabnya (baca dengan logat Jawa).

Dengan kaget dan tergesa-gesa, Hana keluar dari kamar mandi dan menceritakan semuanya kepada umiku. Umi cuma bilang itu semua salahku karena ngga berhati-hati dan bersyukur bahwa ternyata gitar trsebut membentur diriku. Karena selama ini beliau khawatir gitarku akan menabrak atau kebentur seseorang. Sementara kedua adikku menertawakan kecerobohan dan ketololanku. Hana sebenarnya pengen marah karena ditertawakan. Tapi setelah mengingat-ingat kembali semuanya dan berusaha menempatkan diriku di posisi keluargaku, aku pun ikut menertawakan diriku sendiri. Hehe...

Yah.. begitulah kisah ciuman pertamaku. Moga-moga sih ngga berlanjut jadi ciuman kedua, ketiga dan seterusnya. Walaupun Faiz tuh udah Hana anggap pacar sendiri tapi ciuman sama dia mah menyakitkan. Buat yang ngga percaya silahkan mencoba. Rasakan sendiri. Efek samping tidak ditanggung. (nyengir licik). Hihhiihihhi...

Menjadi berharga

|
Kamu tidak perlu menunggu seseorang mengatakan kamu berharga hanya untuk membuatmu merasa berharga. Yang perlu kau lakukan hanya bersikap seolah-olah dirimu berharga dan percaya bahwa kamu benar2 berharga.

Creative Commons License
Ternyata by Hana Bilqisthi is licensed under a Creative Commons Attribution 2.5 Malaysia License.

Post Signature

Post Signature