Top Social

Writing became such a process of discovery

|
Writing became such a process of discovery that I couldn't wait to get to work in the morning:  I wanted to know what I was going to say.  ~Sharon O'Brien


Beberapa waktu lalu hana baru saja membaca postingan di salah satu blog teman hana, pitek (puspita insan kamil) yg judulnya Be genuine.  Isi postingannya menceritakan pelajaran saat prosesi psikologi dimana kelompoknya melakukan kecerobohan lupa mencantumkan daftar pustaka sehingga dituduh plagiarisme tapi kemudian dari pengalaman tersebut dia belajar betapa pentingnya memperhatikan daftar pustaka dan kutipan. Pitek juga menceritakan pengalaman ketika tulisannya diplagiat. Dia merasa sedih dan kesal. Di akhir tulisan pitek mengajak pembacanya untuk percaya pada kemampuan sendiri untuk menulis dan tidak melakukan plagiarisme.

Setelah membaca postingan tersebut, hal yg tidak hana prediksi adalah esai hana bakal diplagiat. Pagi itu tanggal 13 Agustus, hana dapet kabar dari nova kalau ada maba psiko 2012 yang ngopy esai tri dharma perguruan tinggi hana
Sedih? Jelas. Esai itu Hana buat sampai begadang karena Hana membaca banyak referensi. yah walau harus hana akui esai yang Hana buat itu jelek. Kenapa? kalau kalian teliti lagi, tidak jelas mana kalimat utama dan kalimat penjelas dalam esai tersebut. Selain itu, cara penulisan referensinya salah tidak sesuai format APA (American Psychological Association), tapi bukan berarti boleh dicopy.

APA reference format in desktop wallpaper :D
a genius idea by @ikhsanaridani :D



Nova menasehati Hana untuk tidak menaruh lagi tugas-tugas di blog Hana karena kan mudah diplagiat. Mendengar hal tersebut Hana jadi ingat salah temen Hana pernah bilang hal yang sama ke Hana "Kalau loe naro tugas loe diblog berarti loe udah rela dong kalau tulisan loe diplagiat.". Sumpah, saat itu Hana shock mendengarnya. Padahal niat Hana posting tugas-tugas Hana bukan untuk itu. Ada dua alasan utama mengapa Hana posting tugas-tugas Hana di blog:

1. Media publikasi karya Hana
Waktu PSAF (Pengenalan Sistem akademik tingkat fakultas), Hana inget cerita Mas Budi Matindas tentang senior Hana yang ide skripsinya diplagiat oleh temannya sendiri. Kalau Hana ngga salah inget, ceritanya begini: senior hana ini ceroboh meninggalkan draft ide skripsinya di kantin. temannya menemukan draft tersebut dan kemudian menggunakan ide tersebut untuk skripsinya. Celakanya lagi, temannya lebih cepat mengumpulkan proposal skripsi dibanding dia. Ketika senior Hana mengumpulkan proposalnya, dosen menemukan bahwa idenya sama dengan yang dikumpulan temannya dan justru dia yang dituduh plagiat. Untungnya, dia pernah publish ide skripsi dia tersebut di blog pribadinya sehingga dia bisa membuktikan bahwa dia yang memiliki ide tersebut. Seinget Hana fakultas psikologi memberikan hukuman DO bagi senior hana yang memplagiat ide tersebut.

Kisah tersebut yang menginspirasi Hana buat posting tugas Hana di blog. Jadi, kalau ada orang yang mengklaim ide/karya Hana. Hana bisa membuktikannya dengan menunjukkan isi blog Hana. Selain itu, untuk mencegah orang-orang mengcopy karya Hana, Hana melisensi karya Hana. Yup, thanks to creative common :D hana jadi bisa memberikan lisensi pada karya Hana. Awalnya Hana ngelisensi karya Hana satu-persatu. Tahunya kalau punya blog, bisa ngelisensi langsung sekali aja jadi hana ngga perlu capek-capek ngelisensi satu-persatu.

2. Sebagai contoh / bahan pembelajaran
Waktu akhir sem 1, Hana waktu itu minta slide presentation mata kuliah ke Kak Wulan dan Hana waktu itu langsung copy folder "Semester 2" dan ternyata isinya ada tugas-tugas kak Wulan. Membaca tugas kak Wulan membantu Hana untuk belajar format dan gaya penulisan, logika berpikir dan kadang terinspirasi (tiba-tiba muncul ide tema apa yang hendak ditulis). Nah, karena Hana merasa terbantu setelah membaca tugas kak Wulan, Hana berharap orang lain juga terbantu dengan tulisan Hana (bukan untuk dicopy FULL ya). Mereka mungkin bisa belajar dari kekurangan dan kelebihan tulisan Hana, yang baiknya dicontoh sementara yang buruk ditinggalkan. Niat Hana sih gitu. Sayangnya, ngga semua orang nangkep niat baik tersebut.

Entahlah, Hana jadi bingung sendiri. Akankah Hana berhenti posting tugas lagi setelah kejadian ini?

Soal maba yang ngopy esai Hana, Hana denger dia masuk ruang hukuman berat.  Saat ini, Hana maafin karena ada kemungkinan dia melakukan hal tersebut karena ngga tahu. Hana pernah posting tentang plagiarisme disini. Semoga aja dia belajar dari kesalahannya dan jera ya. :)

Buat para maba, manfaatkan dengan baik kesempatan yang diberikan di mata kuliah logpenil (sekarang, nama mata kuliahnya Penulisan ilmiah) dan juga prosesi. Mari sama-sama belajar menulis dengan benar dan jujur :)

Jangan takut salah selagi dikasih kesempatan untuk belajar. Seinget Hana waktu ikut logpenil, tiap minggunya kita diberi tugas untuk buat satu tulisan. tulisan tersebut bakal diberi umpan balik (di-feedback) mana yang udah bener, mana yang masih salah. Belajar dari kesalahan tersebut dan jangan diulangi lagi.

Sebenernya Hana sering ngga pede sama tulisan Hana dan ngerasa tulisan Hana itu buruk banget. Kalau udah kayak gitu, Hana biasanya minta bantuan temen Hana untuk baca esai Hana dan meminta mereka mengkritik atau memberi saran mengenai tulisan Hana. Hana biasanya minta tolong ke temen Hana yang beda fakultas buat baca tulisan Hana dan temen yang sering Hana mintai tolong itu Fida. thank you fida :D. Soalnya, mba Evi, dosen mata kuliah logpenil (logika dan penulisan ilmiah) menjelaskan tulisan yang baik itu yang dapat dimengerti oleh orang lain meskipun awalnya dia tidak tahu/mengerti apa-apa tentang topik yang kita tulis. Jadi tiap kali nulis esai, harus selalu berasumsi pembacanya tidak tahu apa-apa.

o ia, dari proses pemberian umpan balik oleh dosen dan temen, Hana jadi belajar untuk terbuka menerima kritikan karena kritikan tersebut dapat membantu Hana untuk membuat tulisan yang lebih baik.

Belajar menulis juga belajar menikmati proses entah mulai dari nemu ide, buat draft, studi literatur, sampai akhirnya tulisan tersebut selesai. Percaya deh ada rasa puas tersendiri ketika berhasil menyelesaikan tulisan kita.



Like anything else that happens on its own, the act of writing is beyond currency. Money is great stuff to have, but when it comes to the act of creation, the best thing is not to think of money too much. It constipates the whole process.
Stephen King

Seperti quotes dari stephen king di atas, uang (dalam hal ini, hana ganti jadi  hasil akhir berupa "nilai yang bagus") adalah hal yang penting dan sangat menyenangkan jika mendapatkannya. tapi jangan sampai karena  terlalu memikirkan hasil akhir, kita tidak menikmati proses. :)
Mari sama2 menikmati proses belajar menulis :D

last but not least, jangan lupa baca buku juga :D
“If you don't have time to read, you don't have the time (or the tools) to write. Simple as that.” ― Stephen King
Easy reading is damn hard writing.  ~Nathaniel Hawthorne 
Be First to Post Comment !
Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung :D
Yang menulis belum tentu lebih pintar dari yang membaca
Jadi, silahkan kalau mau memberikan kritik, saran, umpan balik & pujian.
:D

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature