Top Social

Tampilkan postingan dengan label psikologi ui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi ui. Tampilkan semua postingan

Tips Lulus Kuliah S1 3,5 tahun

|
Beberapa waktu lalu aku menerima pesan line dari seorang teman, dia bertanya bagaimana caraku lulus 3,5 tahun. Aku saat itu menjawab "atas izin Allah" dan mengirim sticker Line senyum.

Baca juga Lulus 3.5 tahun

Pertanyaan temanku tersebut mengingatkanku bahwa waktu jaman mahasiswa baru, aku juga penasaran tentang bagaimana para senior berhasil lulus 3,5 tahun.
Postingan kali ini dikhususkan untuk menjawab pertanyaan temanku dan siapapun yang penasaran cara lulus 3,5 tahun.

Semoga tips dariku ini bisa membantu ya :)



1. Bermimpi untuk lulus 3,5 tahun.

Aku setuju dengan ucapan Walt Disney, if you can dream it, you can make it.
Jadi, miliki mimpi dan niatkan untuk lulus 3,5 tahun.

Aku sendiri meniatkan hal tersebut semenjak masuk kuliah. Bahkan menuliskan keinginan tersebut di bagian about me profil facebook. (cita-cita: lulus 3,5 tahun)
Bagi yang memiliki keinginan lulus 3,5 tahun nya baru muncul dekat-dekat semester tujuh, tenang saja kesempatan kalian untuk lulus 3,5 tahun tidak tertutup.
Beberapa temanku baru memiliki keinginan lulus 3,5 tahun di semester 6 dan berhasil lulus di semester 7.

"Dream, Dream Dream, 
Dreams transform into thoughts. 
And thoughts result in action "
-Abdul Kalam

Idealnya lagi, meniatkan lulus 3,5 tahun ini untuk Allah. Aku mengamini jargon MAN Insan Cendekia: Belajar adalah ibadah dan berprestasi adalah dakwah.
Kalau pun merasa niatnya tidak lurus, berdoa sama Allah untuk minta diluruskan, jangan berhenti dan menyerah dari keinginan lulus 3,5 tahunnya.

2. Buat Rencana Studi

Buat rencana studi yang mendukung rencanamu untuk lulus 3,5 tahun.

Sebelum membuat rencana studi, penting untuk mencari tahu apa saja mata kuliah wajib & prasyarat tiap semester, mata kuliah pilihan, syarat-syarat kelulusan (misal skor toeic harus di atas 450, harus mengambil magang, dll.). Biasanya hal-hal seperti ini tercantum di silabus. Namun jika tidak ada silabus, bisa tanya senior, dosen atau cek SIAKNG.

Rencana studi mencakup rencana mata kuliah wajib dan pilihan apa saja yang hendak diambil di tiap semester mulai dari semester 1-7, kewajiban-kewajiban lain (magang/KKN, dsb), rencana organisasi, kepanitiaan, danperlombaan yang hendak diikuti

Bisa unduh contoh rencana studi disini

3. Mendapatkan Indeks Prestasi (IP) yang sesuai.

Untuk mengambil sejumlah SKS yang kita inginkan, pastikan IP yang kita miliki memenuhi syarat dari jurusan/fakultas.
Belajar yang rajin dan efektif  ya:)

Misal di semester 3 ingin mengambil 22 sks, sementara syarat dari jurusan/fakultas adalah yang berhak mengambil lebih dari 20 sks adalah mahasiswa dengan IP di atas 3. Maka untuk dapat mengambil 22 sks di semester 3, pastikan di semester 2 kamu berhasil mendapat IP di atas 3 ya.

Untuk lulus 3,5 tahun, IP tidak harus 4 kok, kecuali syarat dari fakultas/jurusan kamu menyatakan hal tersebut.

4. Evaluasi

Di akhir semester, penting untuk mengevaluasi hal-hal yang telah kita lakukan agar kita tahu strategi apa yang berhasil dan perlu dipertahankan, strategi apa yang sebaiknya diperbaiki.

5. Fleksibel (Adaptif) dan bersiap memiliki plan B, C, D, dst

Manusia cuma bisa berencana dan Tuhan yang menentukan. Meski sudah membuat rencana studi, sering kali kenyataan tidak sesuai rencana dan keinginan kita. Mata kuliah pilihan yang ternyata tidak dibuka, IP tidak sesuai rencana, dan masalah lainnya. Jangan sampai kegagalan dan hal-hal yang terjadi di luar rencana melemahkan kita. Jika plan A gagal, buat plan B. Jika plan B gagal, buat plan C, dst.

"Sometimes, things may not go your way, 
but the effort should be there every single night." 
Michael Jordan

Dan jangan lupa bersyukur, syukuri kesuksesan dan kegagalan yang telah kamu raih :)

5. Mohon restu orang tua dan pembimbing akademik

Ridha Allah terletak pada ridha orang tua, makanya penting banget untuk meminta restu dari Orang tua dan pembimbing akademik (wali/orang tua kita di universitas).

6. Bertanya kepada Senior yang sudah dan berencana lulus 3,5 tahun

Kenalanlah dengan senior dan cari tahu apakah mereka memiliki keinginan dan berencana lulus 3,5 tahun. Jika iya, kamu bisa tanya-tanya sama mereka, apa yang membuat mereka sukses. Hal-hal apa saja yang telah mereka lakukan, penyesalan dan kesalahan apa yang mereka lakukan untuk mencapai mimpi mereka lulus 3,5 tahun.

7. Mencari teman yang memiliki keinginan lulus 3,5 tahun

Memiliki teman dengan tujuan dan mimpi yang sama itu penting. Kalian bisa sama-sama saling memotivasi & bertukar informasi. Berjuang bersama-sama juga akan terasa lebih menyenangkan.


8. Mendoakan teman-teman yang ingin lulus 3,5 tahun

Jangan lupa untuk mendoakan teman-teman yang ingin lulus 3,5 tahun agar berhasil mencapai cita-cita mereka. Kalau bisa, sebutkan nama mereka satu persatu di setiap doa sehabis shalat. Salah satu kebiasaan sahabat-sahabat Rasulullah saat menginginkan sesuatu adalah mendoakan sahabat mereka yang memiliki keinginan yang sama. Bukankah jika mendoakan kebaikan bagi sesama, niscaya malaikat akan berkata berkata, “Amin (semoga Allah mengabulkan) dan bagimu hal yang serupa? Jangan lewatkan kesempatan emas ini. :)

9. Datang ke wisuda senior yang lulus 3,5 tahun

Datanglah ke wisuda semester ganjil dan lihat muka-muka senior yang lulus 3,5 tahun. Tidakkah muka-muka mereka bahagia? Tidakah kau ingin seperti mereka?

Baca juga The answer of I Wonder. ..

 Jika sedang demotivasi, ingat muka-muka senior ini dan bayangkan  jika kamu berhasil mencapai posisi mereka. Betapa menyenangkannya! :D

 (Ok, sebenarnya sebagian besar muka-muka yang di wisuda adalah muka-muka bahagia, tapi karena niatnya lulus 3,5 tahun jadi fokus sama senior yang lulus 3,5 tahun saja ya. Hehehe. Peace ^_^v)

Selamat mencoba!
Semoga berhasil lulus 3,5 tahun! (^0^)/

Btw, kalaupun ternyata tidak berhasil lulus 3,5 tahun, jangan putus asa.
 Percayalah ketetapan Allah yang terbaik dan berdoalah " Dear Allah, if I lose hope today, please remind me that Your plans are better than my dreams. Ameen."
Semangat!

Dewasa

|

Buat yang pernah baca post Getting Married: Amanah Aminah , Hana akan memberi tahu nama teman akan menikah di post tersebut (sekarang Alhamdulillah udah sah).
Dia adalah.....




FATIN!
(^0^)/

Undangan dari Fatin


Nah di post tersebut, Hana memprediksi bahwa Barkah-lah yang akan menyusul.
Ternyata Hana salah, Saudara-saudara.
Setelah Fatin, temanku Renita yang menyusul.
Barakallah ya buat Fatin dan Renita :D

Untungnya Barkah tidak lama kemudian, benar-benar menyusul.
Jadi prediksiku ngga salah-salah banget dong?
(Salah mah salah aja ya?Malah nawar ^_^v) Hehehe

Ya! Semalam kabar gembira itu datang, Barkah akan menikah dengan sesama Psikologi UI 2010 juga, Sorayya (Ayya).
(^0^)/
Mereka akan jadi pasangan pertama yang satu angkatan dan jurusan diantara Psikologi UI 2010.
(^_^)
Barakallah ya Kalian berdua :D Semoga lancar sampai hari H.

Undangan Barkah dan Ayya

Kalau di post yang lalu Hana menyadari bahwa temen-temen Hana yang menikah terlebih dahulu adalah yang tipe pemimpin.
Kali ini melihat Ayya, Hana justru diingatkan oleh karakter yang lain: Dewasa.

Entahlah, kata itu yang terlintas kalau lihat Ayya.
Dan asosiasi kata dewasa dengan Ayya mulai muncul di otak semenjak tahun terakhir kuliah.

Hana pernah satu kelompok sama Ayya tapi di semester 3 dan kemudian jarang ketemu karena beda peminatan.
Alhamdulillah dipertemukan kembali di tahun terakhir kuliah.

Kaget lihat perubahan Ayya.
Ayya yang dulu pakai celana jeans berubah pakai rok dan jilbabnya pun lebih lebar/panjang.
Melihat Ayya terasa menyejukkan.
Terus somehow transformasi Ayya membuat Hana merasa kalau ternyata berjilbab lebar dan pakai rok bisa membuat terlihat makin cantik. :)
Terlebih lagi, Ayya sering jadi imam shalat di mushala perempuan yang terletak di Gedung H2 Fakultas Psikologi UI.
Hana suka mendengar lantunan ayat-ayat Al-Quran yang dibacakan oleh Ayya.
Pokoknya auranya Ayya, aura dewasa gitu deh.
Hehehe

Semoga pernikahan Ayya dan Barkah diberkahi oleh Allah dan melahirkan banyak kebaikan.
“Barakallahu laka wa baraka ‘alaik, wa jama’a bainakuma fi khair”


MSC Reunion (Minus Ikhsan)

|

25 Juli 2015, pukul 10.55 WIB, aku tiba di Kota Kasablanka.
Terlambat! aku berencana tiba pukul 10.30 sehingga aku masih punya waktu untuk membeli goodie bag untuk kado hana talita dan tetap bisa tiba tepat waktu pukul 11.00 ke Zenbu, tempat janjian kami.
Sepertinya aku akan datang terlambat, aku tidak yakin bisa sampai ke Cindy Gift Shop dan memilih goodie bag dalam waktu 5 menit.

Di perjalanan hendak ke Cindy Gift Shop, aku berpapasan dengan Nia dan Kathy di seberang Old Town White Coffee,Food Society.
Mereka berdua terlihat cantik.
“Hi Nia, Kathy” aku setengah berteriak
Mereka melihatku dan tersenyum
“Eh gue mau ke atas dulu ya, kertas kado buat Hanata jelek, gue pengen beli goodie bag biar nutupin kertas kadonya”
“Udah ngga usah, biarin aja. Sayang duit” kata Nia sambil menarikku jalan
Aku mengikuti langkah kaki mereka kemudian mengamati keresek putih besar yang dijinjing Nia.
“Apa itu Nia? Kado tambahan buat Hanata kah?”
“Ada deh, mau tahu aja.” balas Nia
Hm.. jangan-jangan kado buat Kathy. Ultah Kathy tanggal 1 September nanti, aku beberapa kali ingin bertanya pada MSC apakah kami hendak patungan kado sebelum Kathy berangkat ke Belanda nanti. Atau justru itu kado perpisahan? Tapi kalau beneran buat Kathy, sebaiknya aku ngga nanya disini karena ada orangnya.

“Hana, loe tambah gemukan ya?' sahut Nia
Mataku berkaca-kaca. Aku terharu mendengarnya
“Tahu ngga Nia, loe orang pertama yang bilang kayak gitu. Gue capek selama lebaran kemarin, tiap ketemu saudara gue mereka pada bilang gue kurusan, mungkin karena pas bulan pasa kemarin, berat gue 38 kg.”
“Han! Berat badan loe bedanya ** kg sama gue!” kata Nia
“Itu gue nimbangnya seminggu sebelum lebaran, semoga aja sekarang udah nambah. Gue makan agak banyak pas lebaran kemarin.” jelas gue
“Han, tahu ngga ada saudara gue yang usianya masih sekian dan berat dia ** kg, lebih berat dari loe tahu, ngga?” Kathy ikut berkomentar
Gue cuma tersenyum dan mengangguk. Yeah, I heard that a lot.

Untung pembicaraan mengenai berat badan ini terhenti karena kami merasa kami nyasar. Aku membuka handphone dan Hanata bertanya aku sudah sampai mana. Kami berhenti untuk bertanya satpam dan OB mengenai dimana dan bagaimana kami ke Zenbu. Hanata sebenarnya sudah memberi tahu kami bahwa Zenbu di dekat marks and spencer tapi masalahnya kami tidak hapal isi Kota Kasablanka. Hahaha

...

Hana Talita sudah ada di Zenbu saat kami datang. Dia selalu on time. :D
Kami akan ditraktir ultah Hana Talita. Kaget juga sih soalnya Hanata bilang tahun ini dia ngga bakal traktir dan awalnya janjian buat reunian aja. Eh tiba-tiba Hanata bilang dia mau nraktir. Alhamdulillah. Thanks a lot Hana Talita.
(ノ^ヮ^)ノ*:・゚✧

Sepertinya saat kami datang, Hana Talita baru saja selesai memesan karena aku melihat pelayan baru saja pergi dari meja kami setelah berbincang dengan Hana Talita.
“Vania mana?” tanyaku sambil memilih tempat duduk berseberangan dengan posisi duduk Hana Talita
“Baru berangkat dia” jawab Nia, kemudian duduk di sampingku. Kathy duduk di sebelah Hana Talita.
“Nia, apa kadonya dikasih ke Hanata sekarang?” aku menyondongkan tubuhku ke dekat Nia dan berbicara dengan suara pelan.
“Ntar aja, tunggu Vania datang, biar sekalian” balas Nia

Pelayannya kemudian datang dan membagikan buku menu kepada kami bertiga. Aku membolak-balik buku menu. “Han, ada rekomendasi?” tanyaku
“Mozaru” jawabnya sambil menunjuk mozaru di buku menu kathy.
Aku membolak-balik halaman berusaha mencari gambar mozaru yang ditunjuk Hana Talita
“Loe pernah makan ini, han? Kalau pakai heyhanata rating, ratingnya berapa?” tanyaku, masih mencari halaman buku menu yang memuat penjelasan mozaru. Temanku, Hana Talita adalah food enthusiast, dia sering menulis dan memfoto tentang makanann. Bisa baca di heyhanata.blogspot.com dan follow instragamnya: @heyhanata
“Ya, 4,5 dari 5. Enak dan lagipula ini ditaruh di halaman depan berarti kan signature mereka.” jelasnya.

Aku terkejut mendengarnya. Aku tidak pernah berpikir seperti itu, menghubungkan halaman pertama dengan pengertian bahwa menu yang ditaruh di awal artinya itu menu ciri khas dan rekomendasi. Wow. Harus kucatat dan kuingat.
Aku kemudian memesan beef mozaru dan untuk minumnya strawberry cheesecake shake.
Sambil menunggu makanan, aku pergi shalat zuhur dan saat kembali Vania sudah datang.
Makanan dan minuman yang kupesan alhamdulillah enak tapi kurasa bukan kombinasi yang baik jika dimakan bersamaan. Makanannya masuk kategori makanan berat (butter rice dibalut cheese dan potongan beef di atasnya) terus minumannya strawberry cheesecake shake ternyata kental (padat) dan manis.
Aku merasa strawberry cheese cake ini salah satu minuman yang bisa buat kenyang, kurasa bisa kumasukkan ke dalam list minuman yang kupesan kalau malas makan.

Strawberry cheesecake shake Zenbu

Beef Mozaru


Aku mengunyah makanannya lama sekali dan menjadi terakhir yang habis. Aku meminta maaf dan teman-temanku bilang aku santai saja karena mereka sudah menduganya. Kami kemudian mengobrol mengenai kabar dan kesibukan kami.

Selesai makan, Nia memintaku memberikan kado ke Hanata.
“Ih, jelek apaan, coba! Bagus gitu kertas kadonya” kata Kathy saat melihat kado.
Aku ingin menjelaskan alasan mengapa aku menganggap kertas kadonya jelek tapi masa di depan orang yang dikasih kado.
Alhamdulillah deh kalau kertas kadonya ngga dianggap jelek. :D hohoo
Hanata menunjukkan ekspresi terkejut bahagia saat membuka kado. Dia bilang dia memang menginginkan kado kami. Alhamdulillah, Aku bersyukur kado patunganku, Kathy dan Nia ini membuat Hanata senang.

Selesai dengan kado Hanata, Nia tiba-tiba menghadap ke arahku, mengangkat keresek putih scoop tinggi dan kemudian menyerahkannya paadaku  “Han, ada yang mau kami kasih. Maaf ya kado ulang tahunnya telat.”
Wah. Aku terkejut. Aku tidak menduga akan mendapat hadiah. Kupikir tahun ini aku tidak akan mendapat kado dari MSC. Jadi, keresek putih yang Nia tadi pegang memang kado dan ternyata kado untukku. :')
Aku benar-benar tidak menyangka. O ia, Aku mendapat bantal berbentuk bunga,mug dan notebook.
Aku agak menyesal sepertinya aku tidak menunjukkan ekspresi bahagia seperti Hanata karena kemudian teman-temanku meminta maaf karena kadonya tidak dibungkus.

kado dari MSC


Kathy, Me, Hana Talita, Nia, Vania
MSC (minus Ikhsan)


Kami kemudian ke Shirokuma Cafe karena Hanata ingin makan es krim. Aku tadinya berpikir tidak sanggup makan lagi, tapi melewatkan kesempatan makan es krim? No way! Aku suka es krim! \(^0^)/ (meskipun aku alergi minuman/makanan dingin termasuk es krim, semoga aja ngga bersin.)
Aku memesan snow carapop cone tapi es krimnya milk tea flavor karena kata Hanata, es krim rasa milk tea hanya ada di Shirokuma Cafe yang di Kota Kasablanka. Saat sedang makan es krim. Ikhsan melakukan video call. Ya, reuni kali ini tanpa Ikhsan karena dia baru di terima di Pupuk Kaltim dan belum mendapat jatah cuti.

snow carapop cone milk tea flavor


Selesai makan, kami jalan-jalan keliling mall dan tahu-tahu udah jam 4. Waktu berjalan cepat sekali ya kalau bareng temen, padahal tadinya aku berencana pamit pulang pukul 3.30 WIB. Hahaha
I had fun with them \(^0^)/

Getting Married: Amanah Aminah

|
Image Courtesy of Ben Rosett at unsplash.com
Alhamdulillah semalam Hana baru mendapat kabar baik dari group WA Forum Muslim Angkatan 2010 Fakultas Psikologi UI, salah satu temanku akan menikah bulan Agustus nanti à³­à©§(❛▿❛✿)੭೨و
(Maaf namanya Hana rahasiakan, dia baru mau go public H-14)

Ucapan selamat dan doa pun memenuhi group.

Kemudian Ria Anggraeni bilang:
Lisa
Abang
*****

Who's Next?

dan mulailah saling ledek di group tentang siapa yang akan lebih dulu.

Aku pun berkomentar:

Tapi melihat nama Lisa, Abang dan temanku ini tiba-tiba kata yang muncul diingatanku justru leader. Mereka ini orang-orang yang terkenal dengan sosok kepemimpinannya.

Lisa, ketua angkatan psikologi UI 2010.
Abang (Ananda Findez), ketua BEM FPsi UI 2013
terus temanku yang akan nikah ini juga sering megang jabatan pemimpin (ngga bisa dibilangin jabatannya karena takutnya nanti langsung ketahuan. Hahaha)

Bahkan dalam hal menikah pun, mereka ini jadi leader ya, 
nikahnya duluan.
\(^0^)/

Terus Hana berspekulasi jangan-jangan yang nikah selanjutnya Barkah, ketua FUSI :p

Romi balas menanggapi:
Amanah itu melatih tanggung jawab. Selesai dengan amanah yang satu, lanjut melangkah ke amanah yang lain. Leadership.
Harus  latihan mengemban amanah yang bener dari sekarang sebelum mengemban 'Aminah'
^-^

Syanmil menambahkan:

Kalau sudah terbiasa pegang amanah, tanggung jawab mengikuti di belakangnya.
iya nih keliatannya bentar lagi barkah nih..

Ucapan Romi dan Syanmil membuat Hana menyadari satu hal:
Sebagian besar senior-senior Hana yang nikah cepet (padahal pada ngga nyari-nyari kayak Hana ini, malah suka kabur kalau ngomongin nikah) adalah orang-orang yang terkenal dengan sosok kepemimpinannya. Mereka sering pegang banyak amanah, sibuk dan bertanggung jawab. Orang-orang tangguh yang sering jadi panutan.

Hana jadi mikir Allah memang Maha Mengetahui.
Menikah itu tanggung jawabnya berat sehingga orang-orang yang di mata Allah siaplah yang diberi tanggung jawab tersebut.

✧Ù©(•́⌄•́๑)Ùˆ ✧

Barakallah temanku, semoga segala urusannya lancar sampai hari H pernikahan
☆*:.。. o(≧▽≦)o .。.:*☆

The Mystery is You: My Reason to study Psychology

|
"If we knew what it was we were doing, it would not be called research, would it?" 

Kalian  tahu alasanku masuk psikologi adalah aku ingin memahami alasan dibalik tindakan seseorang, dan memahami bagaimana teman-temanku berpikir (membaca pikiran).
Aku sering kali terkejut melihat tingkah laku teman-temanku, sering kali merasa tidak memahami mereka dan mereka juga tidak memahamiku.

Image courtesy of tigger11th at FreeDigitalPhotos.net


Dan setelah aku masuk psikologi ternyata pertanyaanku masih belum terjawab
Karena ada berbagai macam teori yang berusaha menjelaskan hal tersebut.
Sering kudapati penjelasannya relatif, tergantung konteks, tokoh.

Ternyata psikologi itu belajar tentang tingkah laku manusia,
Ngga ada tuh belajar membaca pikiran, menebak orang lewat tulisan tangan. 
Belajar tentang manusia seolah membuka layer demi layer, ngga ada habisnya!
Ketika berpikir satu persoalan terjawab, ternyata jawaban tersebut mengantarkan pertanyaan berikutnya.

Selain itu, manusia berkembang, berubah. 
Semakin aku belajar psikologi semakin aku sadar bahwa aku tidak tahu tentang manusia.
Masya Allah.
Tapi tenang saja karena misteri itu kamu, tentang hal-hal penting dalam hidup seperti  cinta, hubungan, emosi, pengaruh, kepribadian, cara belajar, bahasa, persepsi, dan hal-hal lain yang berhubungan tentang kamu, aku, kita.

Kurasa aku ngga akan bosan ;)
(amin, insya allah)

belajar itu selalu koma, tidak pernah mengenal titik

Fast vs Far

|
“We’re all a little weird. And life is a little weird. And when we find someone whose weirdness is compatible with ours, we join up with them and fall into mutually satisfying weirdness—and call it love”


Alhamdulillah on the 7th December, I met members of Millenium Super Cool.
I miss them so much. It has been long time that we did not gather as full team.
We had lunch at Takarajima then we took photo studio session at Mari Pro.
We took photo in graduation mode (we wear our toga) since MSC’s members did not graduate together
I, Vania and Ikhsan graduated in 8 February 2014 while Nia, Hana Talita and Kathy graduated in 29 August 2014.

Vania, Hana Talita, Nia, Me, Kathy, Ikhsan
MSC S.Psi in Toga


If I look members of MSC, I can’t help wonder why we are together and can be close like right now. We have lots of differences and I never thought I can be close with people who have lots differences with me. Here a glimpse:
Me. Karawang.  Sundanese/Chinese. ISTJ. Blood type B. Islam. Social and Clinical Psy
Nia. Bandung. Batak. ENFP. Blood type B. Protestan. Education and Development Psy
Hana Talita. Jakarta. Chinese. ENFJ. Blood type  A. Protestant. Education and Clinical Psy
Vania. Serpong. Chinese. ENTJ. Blood type A. Protestant. Organizational & Industrial and Clinical Psy
Kathy. Bekasi. Javanese. ISFP. Blood type  O. Catholics. Social and Clinical Psy .
Ikhsan. Bontang. Javanese. ISFP. Blood type  O. Islam. Organizational & Industrial and Clinical Psy Hahahahaha

I am really grateful to have them. They taught me that a good friend is not a perfect one, but friend who focuses on good things (strenght ) and overlook the weakness. And it is about compability not perfection. I am sure there are who is better and worse than them, but they may be not compatible with me.
And if they do exist, I wonder will they patient enough with my weakness and my bad side ?
There are times that I think MSC are annoying and there are times when I am the one who are annoying. When those times come, I remember all the good things and how MSC patient deal with me so I felt touch and thought their annoying side is small matters that I should not think about.
The big role that MSC have in my life are they gave me lesson that I can trust (learn to trust) people. Honestly, I am the one who hard to trust people especially when it comes to group assignment. I prefer to work and finish the assignment alone.

MSC thought me that I can learn to trust people and group assignment is designed to be finished by group not alone.
I learn working in group is giving opportunity to be better person and better result. If the result is neither satisfying nor fitting my expectation, I should tell them how to do better or teach them how to improve their work, not taking over the assignment and fixing them by myself.  Working as a group is about reach the goal together even every member has their own way and teaches each other strength.

If you want to walk fast, walk alone. If you want to walk far, go together.

I think the quote is true. If I working group assignment by myself maybe I will finish faster but the result will not be as good (far) as if I work together with my friends.
Another good thing about MSC is that we realize that we have a lot of differences, so we tolerant toward each other. If there is misunderstanding or fight, we recall that we have different background, personality, and interest so misunderstanding and differences in opinion is something that we can’t avoid.  Whether we want it or not, our mindset realized that we have to learn to understand each other.

Sometimes when I started making friends with the one who has lots in common, somehow I expect she/he understand me more and I also hope there are more lot things in common that we have. Without realizing, I set my mind with the expectation wanting to be understood so it can lead to fighting or argument. In some cases, I became more disappointed and not tolerant with the differences.
If you are my loyal readers, you guys must have known that I believe that similarity stick people together (can read in here) but through MSC, I realized that similarity and dissimilarity have their own positive and negative side. Alhamdulillah :D



"Partner with people that are smarter than you, understand your strengths and weaknesses, and surround yourself with people that complement your strengths, but could support your weaknesses"
Jessica Alba

Mau baca tulisan di atas dalam versi bahasa Indonesia, klik ini

See You Again, Mba Evie

|
Assalamu’alaikum Mba Evi (Nurlyta Hafiyah),

You probably will never read this letter since you've already gone. 
(But maybe Allah will tell you about this letter)
I want to tell you that you are my favorite lecturer and it is always be.
The are a lot important lessons I got from you.

First time We met in logic and scientific writing courses.  
I do not know you remembered or not since you gave lecture to a lot student.
For some reason I did not understand, I had a feeling that we have a lot in common.

Your style of lecture made me fall in love with the course. You expect the best from the student by giving the challenging homework and told us your expectation.  You introduce me and my friends  to psychology journal, APA Style and logical fallacies. Thank you so much cause those knowledge help a lot in my academic life.

The best part of you is you did not afraid to give high mark to student who deserved it. You change my perspective. I thought writing is very subjective so I predicted the remark will be so so or I cant get high remark.
That day, you made me believe that I am good writer and I can be the one if I want to.

During short semester program (Semester Pendek), you made me fall in love with Social Psychology and I am still in love with Social Psychology. 

Do you know, Mba Evie? You are the one who add my Facebook and LinkedIn account first. Usually the student is the one who ask friend request to lecturer first, not the other way around. I was surprised. Unfortunately I will not got that surprising act from you again.

I am lucky enough to got you as my supervisor for Research in Social Psychology Course. I enjoyed our discussion. You gave me constructive feedback so I can finish the proposal.
Thank you for always believe in me.  

I remembered the day when I gave you Semprong.  I thought you will be happy, but you did not. You were very happy. You gave me bright smile. At that time, I felt I am the one who receive a gift. Thank you Mba Evie.

I cried when I heard the news that you've already gone. Mba Evie, I prayed that Allah forgive all your sins, accept your good deeds and make you enter the paradise (jannah).


Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
Truly, to Allah we belong and truly, to Him we shall return.
Death is not the end.
It is only temporary separation.
It is not good bye-letter, It is see you again letter.
You just returned to Allah and in the future, I will join you too.
We will met again in the after life, right?
A that time, I hope we both meet in Jannah or paradise.







Me & Ikhsan

|
This is compilation of conversation between me & ikhsan



Me     :         Wow your wallet is so thin
Ikhsan:         Yeah it is man's wallet han. It is small and thin so can fit in into pocket
Me     :         Hm... I think i want to buy man's wallet so i will have thin wallet
Ikhsan:         I don't think so. It will still thick if you buy man's wallet
Me     :         Why?
Ikhsan:         The receipt. Girls often keep them in their wallet so of course it will thick
Me     :         Hahaha.. how did you know?
Ikhsan:         I observed, Han


Me     :         *read istj description on the phone* "San, the description said that i am not romantic person."
Ikhsan:         Yeah i agree han. I could picture that
Me     :         *frowned and think ‘I actually wish he will said no, i disagree. I believe you are romantic. Yeah but it will be lying. Honest friend is better’*

Ikhsan:         What are you girls talking about?
Me     :         Did you know san, there is rumour that MSC only pick psychology student who have cumlaude grade.
Ikhsan:         That is not true. I am not. How could be?
Me     :         I did not know either. Maybe because of me. I mean i have belief that no one will be my friend if i did not have cumlaude grade.
Ikhsan:         No, i dont think so, Han. I know you. You are not type person who only pick cumlaude friends. You are not that low.
Me     :         Thank you, San. That really nice of you. 
Ikhsan:         Your welcome

Lulus 3.5 Tahun

|
Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah  


Banyak yang bertanya mengenai pengalaman Hana yang lulus 3,5 tahun :) Hana akan mencoba  menjawab :)



Kenapa Hana  pengen lulus 3,5 tahun?
Keinginan untuk lulus 3,5 tahun itu udah ada semenjak Hana masuk kuliah. Alasan utama sih masalah ekonomi, mengingat yang menanggung biaya hidup dan kuliah Hana itu Umi (Allah menitipkan rejeki Hana via Umi). Hana ngga mau ngerepotin Umi lama-lama. :) Biaya kuliah dan hidup satu semester kan lumayan gede juga :) Kalau bisa diusahakan untuk berhemat, mengapa ngga? Alasan lain pengen lulus 3,5 tahun karena ngerasa keren aja kalau bisa lulus 3,5 tahun. Hahahahhaha

Sebenarnya sempet mau membuang keinginan lulus 3,5 tahun mengingat Hana mengambil peminatan psikologi sosial dan klinis, dimana kedua peminatan tersebut masih ada mata kuliah wajib di semester tujuh dan juga belum nemu (kenal/tahu) senior yang dengan peminatan sosial klinis lulus 3,5 tahun.
Hal yang membuat terpacu lagi untuk lulus 3,5 tuh karena Hana udah sesumbar bilang pengen lulus 3,5 tahun dari awal masuk kuliah jadinya umi, abi  dan temen-temen hana banyak yang nanya rencana Hana untuk lulus 3,5 tahun. Hahahahahah

Alhamdulillah Hana ketemu Kak Asma dan curhat sama dia. Kak Asma bilang mungkin kok peminatan sosial-klinis lulus 7 semester, cuma akan banyak pengorbanan, dan mungkin akan banyak malam-malam tanpa tidur. Habis curhat sama Kak Asma, jadi makin optimis :) Alhamdulillah :D

Selain sama Kak Asma, Hana juga curhat sama Kak Senza, Kak Reno dan Kak Ninis mengenai kegamangan Hana untuk lulus 3,5 tahun dan menemukan pesan yang intinya : Doing something later is not the same with doing something better :D

Hana sempet berpikir kalau mengerjakan skripsinya di semester delapan, mungkin Hana akan lebih baik dan lebih fokus jadi hasilnya lebih baik tapi sebenarnya belum tentu. Ngga ada jaminan kalau skripsi Hana akan lebih baik kalau dikerjakan di semester delapan. :)


Bagaimana cara menentukan topik skripsi?

Ini termasuk hal yang sulit karena minat Hana broad banget. Kayaknya hampir semua topik di psikologi Hana suka. Hahahah. Diperparah dengan sifat Hana yang banyak maunya dan perfeksionis. Dari semester enam itu udah mulai baca-baca jurnal dan skripsi-skripsi senior tapi semua berasa seru. Hm..
Sampai tiba-tiba Nia nyeletuk "Han, loe mau ta'aruf kan? Kenapa loe ngga neliti tentang itu aja?"
0_0
Eh emang ta'aruf bisa diteliti ya?
Berangkat dari celetukan Nia, Hana menemukan bahwa ternyata udah pernah ada penelitian ta'aruf tahun 2005-2006 tapi kebanyakan kualitatif.
Setelah itu, bertekad meneliti tentang ta'aruf. Hohohoho :D



Sejak Kapan Mulai Cari PS (Pembimbing Skripsi)?
Hana baru mencari PS saat liburan dari semester enam ke semester tujuh. Sebenarnya pengen mencari PS dari semenjak semester 6 karena dapet nasehat kalau yang lulus 3,5 tahun itu memulai skripsi dari jauh-jauh hari. Intinya lebih cepat mulai, lebih baik. Tapi berhubungan semester enam masih galau topik, masih ragu juga untuk mencari PS, mengingat saran dari Mba Ira (manajer pendidikan) , PS adalah dosen yang ahli pada topik yang kita inginkan untuk skripsi. Sempet stress juga sebenarnya karena Hana masih belum dapet PS di semester enam karena Hana melihat beberapa teman Hana yang memang niat untuk lulus semester tujuh udah dapet PS dan anehnya lagi semester ini tuh Hana selalu telat daftar payung seorang dosen yang Hana suka topiknya. Entah kenapa Hana gagal mulu, keduluan orang. 

Nah setelah Hana tahu Hana pengen skripsi tentang ta'aruf, dari Hana liat sih skripsi senior yang ta'aruf itu pembimbing skripsinya Prof. Sarlito, tapi beliau udah pensiun, ngga mungkin Hana meminta tolong beliau jadi PS. Terus Hana inget kalau pakar pernikahan itu Mba Adriana. Jadinya memberanikan diri untuk menghubungi Mba Adriana . Alhamdulillah Mba Adriana mau untuk bertemu Hana :) Dari pertemuan dengan Mba Adriana, beliau secara halus menolak Hana karena beliau sibuk tapi karena tahu Hana minat ta'aruf, Mba Adriana merekomendasikan Hana untuk bertanya kepada Mba Sari. Sempet sedih karena ditolak Mba Adriana tapi inget cerita salah seorang temen Hana yang juga ditolak pada kesempatan pertama mencari PS. I feel better. Terus nanya deh ke Mba Sari dan alhamdulillah Mba Sari bersedia \(^0^)/

Nah, setelah tahu Hana ingin lulus 3,5, Mba Sari menyarankan untuk mencari teman satu payung, sebenarnya pengen ngajak MSC tapi Hana tahu mereka ngga minat topik beginian. Hahaha .. Akhirnya Hana mengajak Ria dan Shahnaz yang kebetulan magang bareng. 

Dari pencarian PS ini  Hana belajar bahwa "Ini bukan tentang siapa yang lebih dulu memulai, tapi siapa yang berhasil mencapai finish lebih dulu :)". Insight ini Hana dapatkan karena beberapa temen Hana yang mendapat PS dan memulai pengerjaan skripsi terlebih dahulu dibanding Hana, ternyata batal lulus 3,5 tahun. Terus ada juga temen Hana yang memulai skripsi lebih telat dari Hana ternyata berhasil lulus 3,5 tahun.

:)

Sampai sini dulu ya :)
Nanti insya allah disambung lagi :)
Tenang aja, masih banyak yang pengen Hana ceritakan terkait pengalaman mengerjakan skripsi ini :)


Baca juga Tips Lulus Kuliah S1 3,5 tahun

Millenium Super Cool: The Best Team Ever

|
I just realized that I often mention Millenium Super Cool (MSC) in my blog but i have not introduce them properly
so this post dedicates to introduce them
here they are
Vania, Nia, Kathy, Me, Ikhsan and Hana Talita

Nia is one of my first friend in university, we lived at the same floor in the university dorm, C2 in our freshman year .
You could say we got close by proximity. She's my closest one in MSC. I adore her because she's hard worker, creative, able to speak what's in her mind, good listener, understanding, and funny. Sometimes I annoyed at her when she's moody, came late, etc. but somehow I still love her

Hana Talita, I often called her my twin because we have same name, Hana. People sometimes mock us by called "Hana" when we both together because we will turn our head around at the same time to see who's calling. We both did not want to change our nickname, "Hana" so when people met both of us, I asked them to call me Hanabe and she's as Hanata. She and I had the same academic advisor. Hana Talita is one of the most caring in MSC, she's paying attention to little thing. She also often introduces me to new world, she's the first who introduced me to Starsbuck, Cosmogirl and many other things.

Kathy, I knew her because we are in the same group in faculty orientation. When I first met her, I knew we had a lot in common and can get along. She's brave person. I admire her because she knew what she want, what she interested and always work hard to pursue it. She told me bluntly that she dislike me when I am moody and materialistic. Thanks to her, I knew bad side of me and try to be a better person.

Vania, she's humble person. She has highest GPA among MSC members but she never boast about it. She's like to help you study if you ask her. She's optimistic, conscientious, sporty, cheerful and practical. Thanks to her, i knew another way to study and to do things in practical way. She also inspires me to be better every day. By the ways, she's also the one that I asked when it comes about love.

Ikhsan is my first guy facebook friend from psychology. He is the last pieces of MSC puzzle. He's the last one that we recruit. I like him because he always says hi to me first and call me by full name, "Hi Hana Bilqisthi". I can ask him if i want to know the popular song these days. He's reliable and funny. I don't know how but he fit well in MSC.


They are my best friends and they had accompanied me through my university life and I hope it will last forever :D
The song that describe them is thanks God I found you mariah carey




I had been dreaming and praying to found best friend that understand me since I was in kindergarten :D
and I am really glad I found them  :D I feel they are answer to my prayer :D
Alhamdulillah :D

The best thing I like about them is I can be myself when I am around them
they accept good and bad side of me
The most important lesson I got from them is no matter how imperfect and big differences that you and your best friend are and have, you still love them :D

For me, they are the best team ever when I study psychology in University of Indonesia
I hope we can be together forever



Alhamdulillah Ala Kulli Haal

|

 
Alhamdulillah 'alaa kuli haal means: All praise and thanks are only for Allah in all circumstances. (^0^)/

Ya jujur aja awal semester ini sempet ngeluh karena ternyata semester ini lebih berat dari yang diperkirakan..
Soalnya semester ini menggambil 5 mata kuliah dan skripsi dengan total 20 SKS
beberapa temen bilang kalau Hana gilaa...
Hana juga berpikir hal yang sama seperti mereka kadang-kadang
Ya, rasanya gue gila... 
Ada saat dimana gue berhenti sejenak dan berpikir keputusan gue untuk mengambil skripsi sementara masih mengambil mata kuliah bener ga sih? :/
Dan saat itu gue akan mengingat kembali alasan kenapa gue mau lulus cepet:
1. membantu Umi. Dengan kuliah cepet gue setidaknya meringankan (menghemat) beban umi untuk membiayai uang kuliah gue
2. mau nikah cepet :D 
Ya Hana Bilqisthi sudah memutuskan
buat kalian yang pernah baca postingan Hana:  Menikah muda, Menikah, atau Melajang?

Hana memustuskan untuk menikah muda (meski belum tahu dengan siapa nanti menikahnya, doain aja ya guys :D)

Niat Hana menikah adalah mengikuti sunah Rasul. Hana sebenarnya sempat takut akan pernikahan karena perceraian orang tua Hana dan sempat berpikir untuk tidak menikah. Hana takut mengalami kegagalan pernikahan. Hana takut Hana gagal menjadi istri dan ibu yang baik sehingga pernikahan Hana nantinya berantakan. Hana setuju dengan pernyataan neraka dunia adalah keluarga yang berantakan. Hana merasakan tidak nyamannya pernikahaan yang setiap harinya diisi pertengkaran. Namun sayangnya hidup melajang dilarang dalam Islam sehingga Hana membatalkan niat Hana untuk melajang. Salah satu hal yang Hana pelajari selama kuliah psikologi adalah ketakutan akan membesar jika hanya berdiam diri. Salah satu cara untuk mengurangi rasa takut  adalah mendekatkan /membiasakan diri dengan objek yang ditakuti. Hana ingin menikah dan menyembuhkan ketakutan Hana. Ketika Hana mengetahui yang tidak menikah, tidak akan dianggap umat Rasulullah, Hana menyadari rasa cinta Hana terhadap Rasulullah dan keinginan untuk mengikuti sunnahnya harus lebih besar dibanding rasa takut Hana terhadap pernikahan. 

Hikmah ngerjain skripsi semester ini:
Kalau kata temen-temen skripsi Hana sih "Ketika skripsiku menginspirasiku"
Ya... 
ngerjain skripsi tentang taaruf malah membuat Hana makin optimis sama lembaga yang bernama prnikahan (^0^)/
Bersyukur banget ngambil skripsi sem ini karena hikmahnya jadi lebih cepet dapetnya
*eh?
:p

Hal lain yang bikin Hana optimis adalah setelah baca The Nine Lesson Kevin Alan Milne


August feels his father was not a good parent; therefore, he didn’t believe he would be a good parent. 


“…menjadi ayah itu adalah hal yang menakutkan bagi semua orang! Intinya adalah, tak pernah ada orang yang siap menjadi orangtua dan tak ada orang yang menjadi orangtua yang sempurna. Jika seorang ayah berharap untuk berdiri dan memukul hole in one dari awal dalam mendidik anaknya, ia mengharapkan hal yang mustahil.” London, Ayah August


Aku tahu ia akan menjadi ayah yang baik karena ia khawatir bahwa ia tak bisa. Seorang ayah yang buruk tidak akan peduli tentang itu.Erin Witte, Istri August:')



3. Doing something latter is not automatically the same with doing something better 
 Ya... sempet berpikir kalau Hana ngambil skripsi semester 8 (dimana Hana cuma ambil mata kuliah skripsi), Hana akan mampu berbuat lebih baik...
Setelah berkonsultasi dengan Kak Reno dan Kak Asma jadi dapet kesimpulan "Doing something latter is not automatically the same with doing something better"
:D 
Awalnya Hana berpikir mungkin Hana bakalan lebih fokus ngerjain skripsi kalau di semester 8 karena cuma ada skripsi
tapi berdasarkan yang Hana liat sekarang ini temen Hana yang cuma ambil skripsi dan mata kuliahnya lowong juga mengalami masalah yang sama kayak Hana...
Mereka menghabiskan banyak waktu juga untuk mengerjakan skripsi tapi progressnya ternyata tetep sama/ngga beda jauh sama Hana..
Setiap orang diberi masalah sesuai kondisinya
Ada juga yang kesulitan cari literatur
Ada yang kesulitan merangkai kata
Ada yang kesulitan cari alat ukur
Ada yang kesulitan cari responden
Dan ada juga yang sulit karena tidak memanfaatkan waktunya dengan baik.
Misal karena lowong, malah main, nonton film, main games, dan lain-lain

Hal itu membuat Hana berpikir mau ngambil skripsi semester 7 ataupun 8, godaan dan hambatan bakalan tetep ada.. 
tapi mungkin dalam bentuk yang berbeda..
di semester 7 ini Hana justru ditantang memanfaatkan waktu dengan baik karena padatnya tugas
kalau pun Hana ngambil di semester 8 Hana justru ditantang untuk bagaimana tidak menyia-nyiakan waktu..

Tugas yang banyak justru hadiah dari Allah karena kalau Hana ngga ada tugas, mungkin Hana cuma bakalan fokus sama skripsi...
Dan Hana sadar betul akibat Hana fokus sama skripsi aja, Hana Bilqisthi malah menghabiskan waktunya untuk mencari literatur..
Ya, Hana tahu kalau Hana Bilqisthi itu adiksi download jurnal..
harap dicatat: adiksi download, bukan baca
Sekalinya cari literatur, gue bisa menghabiskan waktu lama untuk mencari dan download banyak banget jurnal..
Hahaha suka perasaan "menemukan"
berasa nemu harta karun
\(^0^)/

Sepertinya Allah mau menyembuhkan Hana dari kebiasaan jelek ini..
Kalau Hana cuma ambil skripsi aja, mungkin hana menghabiskan banyak waktu untuk mencari literatur..
dan adiksi Hana mendowload jurnal akan semakin menjadi-jadi
Hehehhe ^^v


ya..
Alhamdulillah 'alaa kuli haal..
\(^0^)/

Mungkin ada hikmah-hikmah lain juga yang saat ini tidak terpikir oleh Hana :')
Yang jelas Hana bersyukur
Terima kasih banyak ya Allah
Hana percaya Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hambaNya
\(^0^)/



Unexpected Gift: PSku baik sekali ^0^

|


Dua lembar uang dua ribu dan selembar uang seribu rupiah
itu adalah jumlah uang yang tersisa di dompetku sejak hari rabu siang
Untungnya hari ini adalah hari kamis sehingga aku bisa berpuasa dan itu berarti aku bisa menekan pengeluaran

dan hari ini aku dan teman-teman satu payung skripsi berjanji patungan 50ribu rupiah perorang untuk hadiah bagi partisipan fogus group discussion(fgd) pasangan menikah via taaruf yang akan diadakan sabtu ini
hahaha..

Aku berpikir jika tiba waktu untuk patunga, mungkin aku akan mengajukan diri sebagai orang yang mengumpulkan uang (bendahara) sehingga aku bisa menunda waktu untuk patungan uang,
mungkin saja sore ini atau esok hari, aku akan mendapat kiriman uang dari orang tua atau beasiswa tanoto. ya, semoga..
Hana      : “Mba Sari (nama pembimbing skripsi hana), saya dan teman-teman saya berencana membeli suvenir untuk partisipan fgd nanti. Menurut Mba bagaimana?”
Mba Sari :“Ngga usah han. Saya berencana memberikan uang transport kepada mereka. seorang lima puluh ribu.”
 Hana : O.O (dalam hati : eeeeeeeeeeeeeh?)
Mba Sari : “ya, mereka (partisipan) pada tinggal dimana Hana?”
Hana : yang hana tahu depok, Mba
Mba Sari : Ya, kita kasih 50ribu aja perorang, ngga usah suvenir
Hana      : *speechless
 (langsung ngitung di pikiran, partisipan ada 4 pasangan, dan itu berarti delapan orang, 8x50ribu=400ribu....... :o banyak banget ... )
Hana      :                Makasih banyak Mba Sari :’) (terharu, mba sari baik banget.. alhamdulillah makasih ya Allah)
aku pun bergegas menceritakan hal ini ke salah seorang teman satu payung skripsi, ria anggraini
Hana      :               Riaaaaaaa... kita ngga usah patungan buat hadiah partisipan... Mba Sari mau ngasih uang transport 50rb satu orang” :D
Ria          :               lhamdulillah .. rezeki kita berarti, Na
Hana      :               Ya, gue nggga nyangka.. loe tahu ngga? duit di dompet gue tinggal lima ribu.. gue sebenernya sempeet bingung buat patungan kita .. tapi  gue pikir Allah pasti ngasih jalan..
Ria          :               Han, kalau loe ngga punya uang, loe bilang aja sama Ria. Jangan sampai kayak gitu
Hana      :               Hahaha.. Ngga Ria.. gue ngga mau ngutang.. ngga suka ngutang soalnya..
lagian sekarang masih kamis, gue mau nunggu dulu.. sapa tahu gue dikirim uang kalau besok gue masih ngga ada, gue baru mikirin gimana ngatasinnya.. sebenarnya
di atm gue masih ada 80rb sih.. tapi gue belum mau ambil, jaga-jaga aja..


Alhamdulillah :D terima kasih ya Allah :D ngga nyangka :D
Allah baik banget memberikan hal yang tidak terduga dan merasa bersyukur banget punya pembimbing skripsi sebaik Mba Sari :D Alhamdulillah :D









I AM FROM

|
Dari mata kuliah psikologi konseling, gue dapet tugas I am from ….. (Saya adalah dari …..)



Tujuan dari latihan ini adalah agar anda dapat melakukan self-disclosure sambil mengembangkan kreativitas emosi anda.
Ceritakanlah keadaan diri/penghayatan anda sendiri dengan memakai kata-kata deskriptif yang menggambarkan perasaan dan pengindraan anda  (sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa) dalam hal-hal berikut ini:

Paragraf 1: makanan favorit
Paragraf 2: pesan yang terus-menerus anda dengar dari orangtua
 anda
Paragraf 3: tradisi/kejadian istimewa
Paragraf 4: seseorang yang menarik/spesial yang anda kenal
Paragraf 5: suatu tempat di mana anda merasa aman dan damai
Paragraf 6: sesuatu item/barang spesial yang tidak pernah akan
 anda berikan kepadaorang lain dan yang akan anda
simpan sepanjang masa
Paragraf 7: sesuatu yang terjadi setiap hari
Paragraf 8: Pemandangan yang selalu anda lihat setiap pagi
dalam perjalanan anda ke kampus/tempat kerja
Paragraf 9: Suatu tempat yang ingin anda datangi kembali
(misalnya tempat berlibur, mal, negara lain, dll)
Paragraf 10: Sisi positif diri anda
Paragraf 11: Sisi negatif diri anda
Paragraf 12: Yang anda inginkan dalam hidup


Well, ini jawaban gue :D

I AM FROM



Saya adalah dari bentuk yang beragam mengikuti cetakan. Saya dapat berbentuk hati, ikan, bintang, buah dan apapun yang anda inginkan. Anda bisa mengatakan bahwa saya fleksibel dan dinamis. Tekstur saya sederhana tapi sangat menggiurkan sehingga membuat air liur mengalir. Saya sering disajikan di momen spesial dan biasanya saya muncul sebagai penutup. Rasa saya manis dan kenyal. Saya adalah pudding. :9

Saya adalah dari cinta yang tak mengharap tanpa balas. Cinta orang tua pada anaknya. Saya muncul dari rasa khawatir akan badan Hana yang tetap kecil. Saya berbunyi “Makan yang banyak ya”. :9

Saya adalah dari ucapan terima kasih atas ilmu yang diberikan dari guru kepada muridnya. Saya adalah salah satu bentuk penghargaan kepada jasa tanpa pamrih. Saya adalah senyum yang muncul dan ucapan terima kasih dari seorang Dosen kepada muridnya ketika diberi hadiah.

Saya adalah dari wajah yang selalu tersenyum menyambut ketika saya pulang. Seseorang yang menjadi sumber harapan, motivasi dan kebahagiaan bagi Hana.  Saya adalah seorang yang berkata bahwa Hana adalah gadis paling cantik di dunia.  Seorang yang rela mengorban waktu tidur, harta, dan segalanya agar Hana bahagia. Setiap Hana membuat kesalahan, saya langsung memaafkannya. Saya ingin Hana mendapatkan yang terbaik. Saya adalah ibu Hana.


Saya adalah dari manifestasi usaha mencari ridha Allah. Tempat dimana panggilan menuju kemenangan bergema. Saya adalah tempat percintaan terbaik antara hamba dan Tuhan. Tempat terdapat pilar menyokong kubah dan berjajar sajadah. Tempat pertemuan para muslim untuk berbaris, bersujud menyembah Allah. Tempat dimana seolah Allah berkata “Aku tidak melihat status, kecantikan, dan kepintaran hambaKu. Yang membedakan kalian hanyalah ketakwaan”. Tempat dimana barisan terdepan diisi orang-orang yang lebih dahulu mempersiapkan diri menjawab panggilan kemenangan. Beragam usia, suku, status bersebelahan. Tempat yang memunculkan perasaan bahwa “Hana, kau tidak ada apa-apanya. Kau bukanlah siapa-siapa diantara kerumunan lain.” Tempat ini juga seolah berkata “Kamu tidak sendirian, setiap muslim bersaudara.”. Idealnya, ini adalah tempat terjadinya peristiwa besar, pertemuan Hamba dengan Tuhannya, perjanjian suci antara lelaki dan perempuan, sekolah, pusat pemerintahan, dan berdiskusi. Di negeri bernama Indonesia, saya mudah ditemukan. Saya disebut rumah Allah. Saya adalah Masjid

Saya adalah dari sebuah kesaksian dan pengakuan bahwa tiada Tuhan Selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Saya bisa naik dan turun. Saya tidak statis dan butuh penyelamatan berulang kali. Saya adalah Iman.



Saya adalah dari hati-hati yang merindu. Saya bagai candu, yang menimbulkan rasa tenang, bahagia, nyaman, sekaligus takut. Saya adalah pemberhentian dari segala hiruk pikuk yang membuat kepala penat. Saya adalah sentuhan yang lembut pada hati yang letih dan payah. Saya hanya dapat ditemukan pada waktu khusus yang dipilih. Saya merupakan jembatan penghubung antara Tuhan dan hambaNya. Saya adalah shalat wajib lima waktu

Saya adalah dari hasil persepsi kedua mata Hana yang minus. Langit biru, awan putih terbentang indah. Ruko-ruko yang berjajar.  Jalan setapak dan pepohonan yang berjajar rapi menimbulkan decak kagum “Masya Allah”. Wajah-wajah yang bersemangat, lemas, bingung, kaget, takut, panik  dalam menyembut pagi.  

Saya adalah dari Jalan Surotokunto no 74 Karawang. Saya didatangi ketika Hana kecil telah kehilangan tempat berteduh. Jika dilihat dari atas, saya menyerupai huruf  U yang dibentuk dengan garis tegas. Warna saya putih tapi penutup saya berwarna cokelat kemerah-merahan. Saya dapat berwarna apa saya sebenarnya, ah tapi sang pemilik sepertinya menyukai warna putih. Saya adalah saksi bisu dari canda, tawa, tangis, pertengkaran, amarah, kekecewaan, cinta, takut, kebingunan, terkejut, kebohongan, kejujuran dan segala hal yang dilakukan oleh penghuninya. Saya seperti magnet, sebentar saja penghuninya menjauh, mereka tetap kembali. Saya tahu Hana benci saya, dia sering berkhayal meninggalkan saya semenjak kedatangannya. Tapi selama dua belas tahun, Hana tidak dapat pergi. Ketika pemilik saya pergi meninggalkan dunia ini, saya tahu waktu saya tidak lama lagi. Anak-anaknya ingin menjual saya. Selamat tinggal, Hana. Sekarang saya telah memiliki pemilik baru, bentuk baru, dan nama baru. Saya adalah rumah kakek Hana. Tempat yang Hana rindukan akan tetapi tidak dapat kembali.


Saya adalah dari nikmat yang diberikan Tuhan.  Saya adalah bentuk syukur atas cinta yang diberikan. Saya seolah membawa kemiskinan jika dilakukan, namun saya justru membuat yang melakukan merasa kaya dan berlebih. Saya memunculkan senyum orang yang menerima. Saya adalah sifat memberi.


Saya adalah dari dalam diri Hana yang tidak percaya dirinya berharga. Saya akan selalu muncul menyerang pikiran positif Hana. Saat Nova bilang bahwa Hana itu mudah dibuat tertawa, saya muncul dan berkata “Hana mudah dibuat tertawa? Kayaknya ngga deh.. emang karena nova itu lucu. Siapa ja bisa ketawa karena nova lucu banget.”. Saya terus muncul dan membuat hal-hal positif Hana seolah hanya sementara, dari luar diri Hana, dan membuat Hana berpikir bahwa hal-hal buruk itu  berasal dari dalam dirinya, stabil dan permanen. Saya adalah pikiran-pikiran negatif dalam diri Hana yang suka mengkritik dirinya sendiri.


Saya adalah dari penerimaan tujuan adanya manusia di Bumi. “Manusia ada di bumi untuk menjadi khalifah dan manusia hidup untuk menyembah Ku!” seru Allah. Saya ingin menjadi golongan hamba-hambaNya yang ketika mendengar perintah Allah menjawab “Kami mendengar dan Kami taat.”. Saya ingin segala sesuatu yang saya lakukan mendekatkan saya pada Allah, memperdekat jarak antara saya dan surgaNya sehingga saya bisa bertemu denganNya.




setelah mengerjakan tugas ini, jadi menyadari gue jarang memakai  kata-kata deskriptif yang menggambarkan sentuhan,  pendengaran, penciuman... gue terlalu fokus pada penglihatan, perasaan...

Post Signature

Post Signature