Top Social

Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan

Ketika bisa mengendarai motor menjadi penting

|
kemarin (10 agustus 2012) pas hana dianter pulang sama gea dari bukber (buka puasa bersama) ipa1.. gea said this to me "Na, belajar motor gih. anak SD aja banyak yang bisa mengendarai motor, masa loe ngga?" . I just laugh after hear that.. "Gea ngga tahu apa kalau gue juga sebnernya pengen banget bisa naik motor". pikirku
"Loe bisa naik sepeda ga, na?" tanya gea .
"Bisa sih tapi waktu SD. Selama SMP ma SMA kan gue ngga pernah naik sepeda lagi. Nah, pas kuliah kan di UI ada spekun (sepeda kuning) tuh.. gue jatuh mulu pas naik spekun." unkap hana
"biasanya orang yang bisa naik sepeda bisa naik motor kok" jelas Gea
hana cuma mengangguk. well, i have heard that sentence from other people many times.

hana tahu alasan gea bicara kayak gitu. kemarin jam sudah menunjukkan pukul 9 malam ketika kami berdua hendak pulang, sementara itu baik gea maupun hana sama2 sudah mengantuk. gea menawarkan Hana untuk membawa motornya, cuma sayangnya hana ngga bisa bawa. kalau hana yang bawa sepertinya kami berdua akan berakhir di rumah sakit.. hehe

Kalian tahu setiap kali pulang ke Karawang dan temen2  SMA baik SMP ngadain acara kumpul bersama, ada perasaan campur aduk antara senang, kesal, malas dan sedih. senang karena dapat bertemeu dan bersilaturahmi lagi, kesal karena biasanya tempat tongkrongan di karawang itu tidak bisa dijangkau dengan angkot, dan itu berarti harus berangkat pakai kendaraan pribadi seperti motor. Kalau kalian main ke karawang kalian bakal lihat betapa banyaknya motor berseliweran dimana-mana. nah, rasa malas muncul kalau hana ngga nemu temen hana yang bisa ditebengin atau adik hana, huang tidak bisa dibujuk untuk mengantar hana. sedih karena hana ngga bisa naik motor dan ngga bisa kemana-mana.

Untungnya, hana kuliah di UI depok dimana buat mobilisasi, hana biasa jalan kaki atau naik bikun. Awlanya waktu pertama kali masuk UI, Hana takut mengalami masalah yang sama kayak di Karawnang, sampai temen2 co hana yg ipa1 nyaranin Hana buat nyari pacar untuk dijadiin ojek. Ya kali -_-" kasian co nya,, lagian hana emang ngga mau pacaran. Makanya hana bersyukur banget di UI hana bisa mandiri, ngga minta tolong ma orang buat berpergian. I mean ngandelin orang buat melakukan sesuatu kan ngga enak kalau terus-terusan.

tapi omongan gea kemarin membuat Hana sadar bahwa cepat atau lambat hana harus belajar  mengendarai  motor karena gue bakal balik lagi ke Karawang. Soalnya salah satu cita-cita Hana kan buka praktek lembaga konsultasi psikologi di Karawang. Hana ngga mungkin ngerepotin orang terus-terusan kan? >.<
 doain aja ya guys semoga aja Hana bisa \(^-^)/


Hana and Gea

Belajar Kimia bersama Bu Ida

|
Sabtu, 10 Januari 2009..

Seminggu ini selama liburan kuhabiskan dengan les kimia di bu ida. Dan hari pertama les, aku datang terlambat. Semua ini gara-gara Sasa salah ngasih info. Dia sms padaku kalau les dimulai pukul 9. Padahal les dimulai pukul 8. Selama les di bu ida, aku belajar materi kimia semester dua untuk kelas dua. Dan selesai dalam waktu 4 hari. Gilaa!! Cepet banget bu Ida ngajarnya. =O

Tapi ada bagusnya. Jadi pas semester dua dah ada bayangan.
Hehe..

Cirata yang gak Rata dan Cardigan Baru Tangkuban Parahu

|

Minggu, 4 Desember 2008


Aku merasa pusing, mual2, dan untungnya tidak muntah. Jalan menuju bendungan Cirata sangat jelek,tidak layak pakai lebih tepatnya. Kami harus masuk ke lembur terlebih dahulu. Aku tidak percaya mendapati keaadaan ini. Bendungan Cirata adalah salah satu objek wisata Purwakarta, namun Pemda Purwakarta nampaknya tidak peduli. Bagaimana mungkin pariwisatanya bisa maju?
Sebenarnya ada jika kami dari bandung,jalan menuju cirata cukup mulus. Tapi ngga mungkin kan kami memutar ke bandung dulu baru ke cirata di purwakarta.
Aku bahkan berniat tidak akan kembali ke sini lagi. Kecuali jalannya sudah diperbaiki.


Memey nyeletuk "Katanya Cirata tapi jalannya gak rata. Rata darimana?".
Kami tertawa mendengarnya dan membenarkan ucapannya.


Di saat aku merasa dipukuli palu dari berbagai arah, umiku berkomentar "Jeje, baru ke purwakarta aja pusing. Apalagi jadi pembaca berita. Pembaca berita kan harus nyari berita, jalan2. Bisa2 laporannya 'Maaf pemirsa saya pusing'. Kalau ngga pas lagi laporan, je2nya bersin. Udah je2 mah cocoknya kerja di dalam ruangan. Di kantor, lab"
Aku cemberut, tak kuasa membantah karena ucapan mymom ada benarnya.


Saat tiba kudapati pemandangannya indah sekali. Subhanallah. Umiku bahkan jadi pemandu wisata dadakan karena pernah ke cirata sebelumnya. Mulutnya tidak berhenti mejelaskan. Aku takjub. Ingin kuajak gank norak dan kak ibud tuk menikmati pemandangan yang kulihat. Sayangnya karena handphoneku dah mati saat masìh dalam perjalanan, aku tidak mengambil satu gambar pun. Mungkin lebih tepat dibilang lupa karena sebenarnya aku bisa pinjam hp memey tuk memotret. Namun hal tsb. tak terpikirkan olehku.


Kami juga sempet nyasar nyari rumah makan yang direkomendasikan. Kami baru menemukannya ketika matahari tepat berada di atas kepala. Dan sialnya, pesanan kami belum dimasak padahal kami sudah pesen dari tadi pagi melalui telepon.

Untung mengganjal perut yang tiada henti berteriak minta diisi,aku membeli bakso. Setelah itu,kami shalat dulu sambil nunggu masakannya jadi. Aku tercengang saat mendapati tempat wudunya berupa WC umum dan kerannya seperti di film laskar pelangi. Kupikir hal seperti itu udah gak ada.


Namun jerih payah kami terbayar. Nasi liwetnya enak sekali. Dari ikannya pun tidak tercium bau amis dan durinya sangat lunak. Aku ngga bisa berhenti makan seperti ketagihan.


Pukul 2 perjalanan kami lanjutkan ke Gunung Tangkuban Perahu. Pusingku sudah mendingan. Aku bahkan tidak mual lagi. Ini pasti karena jalannya yang mulus.


Karena mengambil jalan biasa bukan jalan tol,kami (wa acep, ma2 / istri wa acep, a teja, a angga, huang, memey, umi dan me) baru tiba ke Gunung Tangkuban Perahu pukul 1/2 4.


Tangkuban Perahunya cukup sepi,mungkin karena kami datangnya sore hari. The best part is shopping.
Berkat kelihaian Umiku dalam menawar,aku bisa dapet satu jaket dan satu cardigan,yang masing2 seharga 25rb. Murah ya?
=)


karena hampir maghrib,kami pulang ke karawang. Karena lapar,kami mampir dulu ke Marantina. Dan kami baru tiba di karawang pukul 10 malam. Yang membuatku terkejut adalah ketika aku tiba sampai rumah, aku mendapati novel maryamah karpov,novel terakhir dari tetralogi laskar pelangi tergeletak di meja ruang tamu. Aku bersorak kegirangan. 'Ini pasti dari Abi' pikirku. Dan ternyata emang bener. n_n


Makasih ya,Bi! Kalau soal buku,emang abi yang terbaik.

Birthday Party bikin stress

|
Sabtu,3 januari 2008

Udara pagi begitu dingin menusuk seluruh tubuhku. Hidungku tak henti2nya bersin. Mau tak mau,hana bangun dari tempat tidur walaupun jam masih menunjukan pukul 4 pagi. Kupikir sudah subuh, namun ketika kutanya mymom "Subuhnya empat dua puluh,Je".
Bagus.
Hana harus nunggu 20 menit lagi.
Kurasa kembali tidur bukanlah right decision, mengingat hana lagi flu. Apa hana shalat tahajud aja ya? Tapi malas euy..

Setelah bengong selama 10 menit,hana dapet ide tuk ngaji aja. Jadi, hana pun ngaji sambil menunggu adzan subuh.
Setelah shalat,hana makan koko krunch & kemudian berusaha tidur lagi karena semalam hana tidur jam 12. Namun ga bisa,pilekku makin menjadi-jadi. Aku kesulitan bernapas.

Parahnya lagi pilekku ngga juga membaik ketika jam menunjukkan pukul 9 pagi. Ini aneh. Padahal hana udah minum obat. Hana kira ni pilek yang biasa mengunjungiku tiap pagi karena asmaku. Sepertinya bukan. Kalaupun iya, pemicu asmanya bukanlah dingin. Aku bertanya-tanya.
Aha!
Sepertinya aku terserang eutress,stress karena senang berlebih.
Aku diundang ke acara ultah sheila&sheily tapi aku belum tahu baju apa yang akan kupakai dan aku masih kebingungan mencari kado yang murah dan bisa dipake oleh mereka berdua. Ketahuan pelit nya ya?
Hehe..
Eh,apa yang tadi tu lebih tepat disebut stress ya?

Ketika habis shalat maghrib,aku mencoba 3 setel baju yang kira2 pantas aku pakai ke acara ulang tahun. Pilihanku jatuh pada baju ke2,tapi umi & memey bilang aku terlihat kurus saat mengenakannya. Akhirnya aku mengenakan baju ke 1,kemeja kotak2 item-kuning + rok gipsi putih + kerudung kuning. Aku pun siap berangkat.
Soal kado,tadi siang umi ngebeliin foto album. Terinspirasi frame foto yang sering banget dijadiin kado, hana kira foto album adalah ide yang bagus.

Acara ultah tsb diadakan di rumah sheila & sheily. Walaupun sheila,ngasih tahu alamat rumahnya. Tapi,hana ngga tahu. Dan Huang,my little bro,eh kayaknya little kurang tepat cuz he's bigger than me. Huang,my younger bro yg nganterin hana juga sama ga tahunya. So,hana sms ke sheila &sheily minta petunjuk jalan. Tapi tak ada balasan. Lalu aku ingat kalau kak ibud kan tetangga sheila & sheily so hana sms dia. Kami ber2(me & huang) menjelajah perum adiarsa berdasarkan clue dari kak ibud. Tapi tetep aja nyasar. Jadi,hana nanya2 ke orang2 yang kami temui. Dan orang yang terakhir kami tanya adalah mama sheila & sheily. Aduh.. Jadi malu. =">

Begitu tiba,gue disambut dengan ejekan oleh ibang and the gank. "Aduh.. Ada ibu guru dateng.". Ibang bahkan salim ke gue. Mood gue langsung berubah buruk. Gue bertanya2 kenapa mereka ngeledek gue? Apa karena baju yang gue kenakan?
Untung gue ketemu sama dhedhe & mayank. Aku tidak seBT tadi.

Acaranya sih berlangsung meriah. Hostnya,dinar dan om denis lucu banget. Tapi gue ga berminat sama sekali karena lagi BT. Selain itu,gue ga suka berada di kerumunan orang seperti ini.

Saat acara pemotongan kue,sheily ngasih kue ke kak Tio. Sementara sheila ngasih ke dede. Aku kaget! Emangnya mereka pacaran ya? Kok hana gak nyadar ya? I mean mereka berdua kan teman sekelasku.

Aku pun menanyakan hal tsb ke m2 yang duduk persis disampingku. Tapi dia juga sama ga tahunya. So hana nanya ke foer. Dia jawab "Ya. Hana baru tahu?! Udah agak lama juga!"

Acaranya berakhir pukul 10 malem. Dan hana ga tahu pulang sama siapa. Masalah tadi pas nganterin ade hana,huang bilang kalau dia ga mo jemput hana balik karena dia ada acara barbeque party ma temen2nya. Hana juga dah ngebujukin temen2 co hana dengan rayuan bakal ngebeliin mereka bensin. Tapi ga mempan. Gue pengen nangis. Gue bingung nanti baliknya gimana. Tahu gitu, gue ga usah dateng deh.

Saking desperatenya,gue hampir aja ngirim sms ke kak ibud. Walaupun gue tahu dia pasti ga mau nganterin gue balik. Kalau lagi kayak gini, gue pengen punya ojek atau supir pribadi. Saat gue nyampain ini ke m2,dia nyuruh gue nyari gebetan supaya kalau ada acara gini lagi,gue bisa minta jemput dia. Menurut gue ide m2 tuh payah. Kalau gebetan gue ga cinta sama gue sih percuma, dia ga bakal mau.

Saat aku udah ga tahu mesti gimana. Umiku sms kalau huang mau ngejemputku. Asyik!! Alhamdulillah.. Makasih banyak ya,Allah..
n_n

Ooh.. Tidak..

|
Jumat, 2 Januari 2008

(eh,sekarang dah 2009 ya? Aduh.. Kenapa gue lupa? Anggap aja gue ngetik 2009. Ok?)


Entah kenapa belakangan ini gue ngidam burger,kebab,or apapun yang rasanya pedes. Padahal gue ga suka ama makanan yang pedes,bisa dibilang anti malah. Kalau makan sesuatu pun biasany rasanya manis. Filosopi dari makanan manis adalah dengan hidupmu yang pahit bisa disembuhkan dengan makanan manis. Ngga nyambung ya? Hehe..

Saat gue ngeluh ke mom. Kata mymom sih tu tandanya gue lagi PMS (Pre-Menstruasi Sindrom). Cewek kalau PMS,emang suka jadi aneh soalnya produksi hormon jadi berlebih. Logis sih.

Nah malemnya,untuk memuaskan hasrat gue untuk makan makanan yang pedes, gue minta ke mymom tuk masak nasi goreng pedes buat gue. Namun ternyata persediaan telor di rumah lagi kosong. So,gue ditemani ade gue,si memey pun pergi ke warung beli telor.Tololnya gue! Gue lupa kalau hari ini gue lagi pake daster yang bagian keteknya berlubang/bolong/robek besar. Robeknya tu disebabkan gue pake tenaga gajah pas pake tu daster. Then,end up like that. Parahnya lagi,warung deket rumah gue itu lagi rame ma bapak2 yang nongkrong. Gue pun mengapit rapat kedua lengan gue ke bagian tubuh gue,buat nutupin lubang tersebut. Gue nyesel banget kenapa tadi gue gak pake jaket ataupun cardigan. Baka!

Sayangnya,gue harus tersiksa lebih lama karena pelayanannya lambret buanget gara2 banyak yang beli. Gue cuma berharap Allah menolong gue supaya bapak2 yang lagi nongkrong gak merhatiin gue atau gue bisa buru2 angkat kaki dari situ.

Karena gue terus2an cemas en bikin afimarsi negatif. Disaster happens. Pas gue baru selangkah ninggalin tu warung,ada bapak2 (for this case,walaupun gue nyebut bapak2 tp sbnrnya seorang bapak) bilang "Pantesan aneh,keteknya bolong".

Gue diem.
Nyerna kata2 tersebut.
What did he said?
Ketek bolong?
Ooh.. Tiidaaa~k...
He's talking about me.
I am so embrassed.
Gue buru2 ningkatin kecepatan jalan gue.
Memey bingung, "Je,ada apa?"
Tidak!
Gue ngga sanggup bilang..
Huhuhu..
=<

*Untung nasgornya enak,pay off deh*

Ular item itu...

|
Selasa, 30 Desember 2008

Latar : Ruang Tamu

Siang ini, Hana ngebantuin umi yang lagi sibuk mengisi raport. Pasti bingung ya? Well sekolah my mom mengajar, MAN karawang bagi raportnya tanggal 3 Januari.

Nah,saat lagi memandang ke arah luar. Aku melihat sesosok makhluk sedang melintas ke balik pintu ruang tamu yang saat tu sedang terbuka. Aku bertanya-tanya 'apakah itu?'. Jadi,aku pun berdiri dan berjalan mendekati pintu. Dan ternyata itu adalah seekor ular hitam, nama ilmiahnya mah hana gak tahu.
Awalnya aku berniat memegang ular tersebut dan membuangnya ke arah luar. Aku kira ular item tu tidak berbisa sehingga aku tenang-tenang aja. Saat aku mendekati ular tsb,umiku bertanya apa yang sedang kulakukan.
Aku jawab polos "Lagi ngeliat ular".

Umiku langsung berteriak padahal dia belum melihat ular tersebut dan memintaku segera menjauh dari situ. Dia bilang itu jenis ular berbisa. Aku jadi ikut-ikutan panik,kemudian langsung berdiri di atas sofa ruang tamu.

Saking paniknya,umiku tidak tahu harus berbuat apa. "Je,gimana dong? je, gimana dong,Je?".Dia memanggil adik2ku untuk minta bantuan. Namun sayangnya Huang sedang pergi ke luar. Sementara memey yang sedang berada di kamarnya segera keluar dan untungnya tidak ikut bergabung dengan kepanikan. Dia dengan tenang mengusulkan garam tuk membunuh ular tersebut. Aku jadi malu pada diriku sendiri. Kenapa hal seremeh itu bisa aku lupakan ya?

Umiku yang ketakutan menyuruh memey untuk mengambil garam. Dan kemudian beliau melakukan tindakan konyol dengan melempar semua garam yang kami miliki ke arah sela bawah pintu. Hal itu malahan membuat sang ular makin tak mau keluar.

Memey kemudian diutus untuk meminta bantuan ke Bapak Chacoel. Sementara aku mengawasi pintu,takut-takut ular tersebut keluar.

Saat Bapak Chacoel tiba, beliau langsung membongkar-bongkar rak sepatu yang persis berada di belakang pintu. Namun anehnya setelah mengobrak-abrik, Bapak tidak dapat menemukan ular tsb. Apakah ular tsb sudah pergi? Atau aku hanya berhalusinasi?

Amat punya amat,memey menyadari bahwa kardus sepatu tomkins berlubang "Mungkin ular itemnya ada di situ.".
Logis juga.
Kami memang belum mencari ke sana karena kami pikir 'Ngga mungkin ular masuk ke dus-dus sepatu'.

Situasi menjadi tegang. Kami membawa kardus tomkins ke teras, dengan bantuan kayu secara perlahan kami membuka dus tersebut.

Dan ternyata emang bener. Umiku lagi teriak walaupun beliau tidak ikut melihat. Beliau bersumpah ngga bakal pakai sepatu yang terdapat di dalam dus tomkins.Karena ternyata dalam dus tsb adalah sepatu baru mymom. "Umi gak mau pake sepatu itu lagi. Buang aja ah.." beliau ketakutan. Terlintas ide jail. Aku mengenakan sepatu tadi. "Iih.. Si jeje mah.. Jangan nakut2in umi. Jauhin dari umi. JAUHIIN DARI UMII."teriaknya histeris. Aku dan adikku,memey tertawa geli melihat umi yang begitu ketakutan. Hehe.. =)

Post Signature

Post Signature