Top Social

Tampilkan postingan dengan label menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menulis. Tampilkan semua postingan

10 Post Terpopuler 2015 di The Luckiest

|
Tidak terasa ya 2015 akan segera berakhir dalam hitungan hari?
Tahun 2015 ini adalah tahun dimana aku makin konsisten menulis blog. Awal-awal ngeblog, aku menulis sesuai mood. (๑’౪`๑)ノ
Namun mulai akhir tahun 2014, aku mulai mencoba konsisten menulis satu post tiap minggu. Aku tidak menyangka aku bisa menulis post sebanyak ini di tahun 2015. (ノ≧∀≦)ノ
Tahun 2014 jumlah post yang kutulis adalah 48, sementara 2015 hingga detik ini ada total 138 (termasuk post ini). Alhamdulillah. ☆ヾ(*´・∀・)ノ

Image Courtesy of DariuszSankowski at pixabay.com, edited by me


Berikut 10 post terpopuler (paling banyak dilihat) di blog The Luckiest dalam tahun 2015 (★^O^★):



Dalam post ini aku menceritakan kebingunganku memilih dan membeli baju yang akan dikenakan untuk memenuhi undangan pernikahan temanku dan Zalora bisa menjadi solusi untuk masalah tersebut.
Ini adalah sponsored post pertamaku. Terima kasih Zalora Indonesia telah memilihku untuk membantu mempromosikan Zalora Online Revolution tanggal 11 November 2015. ( ๑ ❛ Ú¡ ❛ ๑ )

O ia, buat yang blognya isinya kebanyakan curhat dan kegiatan sehari-hari seperti aku, kusarankan untuk rajin dan konsisten update blognya, siapa tahu mendapat tawaran serupa juga. Email dari Zalora menyebutkan bahwa blog The Luckiest ini memuat kehidupan sehari-hari yang menarik dan diupdate secara konsisten. Alhamdulillah. (*≧▽≦)



Post ini merupakan hasil catatanku ketika menghadiri Worskhop menulis yang diadakan oleh Penerbit Bukune di Festival Pembaca Indonesia. Alhamdulillah post ini di retweet oleh Syafial Rustama (Pemimpin Redaksi Bukune) dan Ry Azzura (Editor Bukune). 

Semoga catatanku bermanfaat ya (〜^∇^)〜



Post ini merupakan review King Speech untuk mengikuti lomba What Movie Are You Mba Evrina. Aku menyebar ke berbagai akun sosial media dan group WA meminta bantuan teman-temanku untuk comment karena aku melihat biasanya post yang menang lomba blog adalah post yang banyak yang komentar. Meski akhirnya tidak menang, aku bersyukur melihat banyaknya teman yang mau membantuku. Terima kasih atas teman-teman yang telah comment dalam post ini. Jazakumullah khairan katsiran! (ノ^ヮ^)ノ*:・゚✧


Aku tidak menyangka akan banyak yang membaca post ini ketika menulisnya. Salah satu kebiasaanku setelah membaca buku adalah menulis reviewnya di Goodreads. Namun buku yang kubaca ini tidak memiliki ISBN dan kukira aku tidak bisa menambah buku yang tidak ada ISBNnya di Goodreads (baru aku ketahui belakangan ternyata bisa), sehingga aku memutuskan menulis review buku ini di blogku. Terima kasih kak Andika Amri dan Kak Reqgi yang telah menyebarkan link blog post ini o(^∀^*)o


Karena capek ditanya kapan nikah, aku berinisiatif menulis post tentang hal ini sehingga jika ada lagi yang nanya, aku kasih link post ini aja. Hehehe  ãƒ¾(◍’౪`◍)ノ゙♡

5. Hadiah
Post ini kutulis untuk mengikuti lomba Nulis Bareng Ibu. Alhamdulillah tulisan ini masuk ke 33 tulisan terpilih. ♡〜Ù©( ╹▿╹ )Û¶〜♡




Aku sedang mengikuti gerakan #NulisRandom2015 yang diselenggarakan oleh nulisbuku.com. Gerakan ini membuatku harus menulis satu post setiap hari pada bulan Juni lalu. Aku sempat kebingungan menulis apa lagi, kemudian ketika membaca writing prompt, aku menemukan “Tulislah sebuah surat untuk pengarang favoritmu” dan aku pun menulis post ini. ♥(ノ´∀`)


Aku sama sekali tidak menduga post ini akan populer saat aku menulisnya. Aku merasa karakter Jiro dan Handa mirip denganku meski mereka adalah laki-laki sehingga aku ingin menceritakan tentang mereka. Sesimple itu. Hehehe
Aku menduga masuknya post ini dalam post populer ada hubungannya dengan post populer no 2. Sepertinya yang telah membaca post populer ke-2, secara sengaja dan tidak sengaja mengerakkan scroll ke samping sehingga mampir ke blog post ini. Terima kasih ya (♡´è‰¸`)


Alhamdulillah. Ini adalah blog post viral pertamaku.  (。’▽’。)♡ La haula wala kuwata ila billah.  Saat menulisnya, aku memang menduga post ini akan mendapat banyak viewer tapi aku tidak menduga kalau post ini menjadi viral. 

Terima kasih Mba Hanum, Mas Rangga, IHB dan teman-teman yang menshare link post ini di akun sosial media. Semoga Film Bulan Terbelah di Amerika sukses ya :)



Ternyata ada banyak orang yang mencari tahu pengalaman menabung di bank syariah. Hampir tiap hari ada orang yang mampir ke blogku untuk membaca post ini. Padahal aku menuliskan post ini untuk mengikuti kompetisi lomba Aku cinta keuangan syariah. Semoga pengalamanku bermanfaat dan bisa membantu ya. (*’∀’人)♥

Sekian 10 post terpopuler 2015 di The Luckiest.
Terima kasih kepada para pembaca yang telah setia menemani perjalanan blog ini. (^▽^ʃƪ)
Buat pembaca baru, salam kenal. Sering-sering mampir ya :D

Image Courtesy of jil111 at pixabay.com, edited by me

Creative Writing: Jadikan Keunikanmu sebuah Karya (Penerbit Bukune)

|

Syafial Rustama (Pemimpin Redaksi Bukune), Ry Azzura (Editor Bukune) dan Marco Ivanos (penulis
Super Not Inspiring Book ) pada hari Sabtu 5 Desember lalu berbagi tips menjadikan keunikan sebagai sebuah karya di Festival Pembaca Indonesia 2015.

Sesi dimulai dengan pembagian kertas seperti formulir kepada para peserta yang berisi

Nama:
Keunikan:
Premis:
Paragraf Awal:

Peserta diminta mengisi keunikan, namun banyak yang kebingungan. Ry Azzura pun memberi contoh keunikan dirinya: seorang perempuan yang berpenampilan tomboi.


Mengapa ditanya keunikan? Karena keunikan bisa menjadi ide untuk membuat premis.


Contoh Premis:  

Premis tidak menarik: Seorang jomblo ditolak karena bau badan
Premis menarik: Seorang jomblo sebenarnya seorang pangeran namun terkena kutukan bau badan

Romeo & Juliet: Cinta yang tidak direstui

Student Guidebook: Sekolah bisa menyenangkan
Relationshit: Hubungan yang selalu dikecewakan

Buat yang belum tahu, premis: Inti tulisan dalam satu kalimat. Biasanya susunan premis fiksi seperti ini: tokoh utama + tujuan+ halangan



Dari Premis dapat menyusun Outline.

Outline berfungsi sebagai Kerangka cerita, Urutan Bercerita, Arahan, dan Mengingatkan.
Ketika memiliki outline, menulis bisa dimulai random dari bab manapun, tanpa harus berurutan.

Bukune dengan genre personal literatur siap menampung kisah tentang keunikanmu.

Apa saja yang bisa ditulis?
a. Kegelisahan

Kegelisahan yang teman-teman rasakan bisa jadi banyak orang memiliki kegelisahan serupa.
Misal: Galau tidak lulus-lulus kuliah, kesal dengan kemacetan Jakarta, Curhat Patah Hati

b. Yang paling diketahui

Contoh: Kevin Anggara tips mengatasi guru galak
Marmut Merah Jambu Raditya Dika -> karena cinta bisa kadaluarsa

c. Yang dekat

Bisa cerita kehidupan sehari-hari. seperti cerita Marco


Marco lo kepikiran kasih nama apa kalo punya anak cewe?
Kamu Sayasendiri Ivanos.
Kalo diabsen
"Kamu,kamu ada?"
"Iya pak saya kamu pak"
"Iya saya sendiri tau kamu itu kamu"
"Lah saya sendiri nama belakang saya pak"
"Jadi nama kamu,kamu kamu?"
"Bukan pak,saya kamu saya sendiri"
"Iya saya tahu kamu itu kamu sendiri nak"
"Pak saya ini saya sendiri paK"
"Kamu keluar dari kelas saya"

Ka cerita Lagi‎ 
KULKAS
Jadi dulu pas gua SD kelas 2an gitu lah,mamah baru beli kulkas baru kan.
Gua tuh seneng gitu makanin es batu. Suka gua emut emut.
Jadi tiap ada yang buat es batu suka gua ambilin. Dari kecil udah panjang tangan.
Suatu saat gua bilang.
"Mah kok es batu ga ada!"
"Iya mamah ga buat tadi lupa"
"AH TERUS KAKA NYEMIL APA"
Kaya ga ada makanan lain di dunia. Semut sama upil banyak padahal.
Yaudah gua ngambek.
Ga ngomong ke nyokap 2 jam.
Sampe akhirnya gua yang jenius ini mendapat ide cemerlang.
Kan ada freezer,pasti dingin. YAIALAH DINGIN.
Trus dengan tampan dan gagah beraninya gua jilat itu freeezer.
Eh. Lidahnya. Nempel.
Panik.
"WAWAH WIDAH HAHA HEMPEL HIH. HOLONG HAH HOLOONG"
Trus ga ada yang denger.
Ada kali tiga menitan gua disana diem,nangis sambil melet.
Biasa lah bocah nangis suka ngedumel.
Tapi gua ngedumelnya ngedumel hidayah.
"Ya huhan,harco hinta haaf hatas hemu hoha harco ya huhan"
KEK ORANG SAKARATUL MAUT
Trus mamah datang. Ku senang.
Dipakein air anget.
Lepas.
Dah. 
Ry Azzura kemudian melontarkan pertanyaan dalam menulis, Ingin mencari atau dicari penerbit?
Tentu saja kita ingin dicari penerbit. Apalagi sekarang jamannya sosial media, seseorang bisa terkenal melalui ceritanya di wattpad, ask fm, status path, youtube, dan lain-lain.

Ry Azzura menyarakan dalam menulis, ubah pola pikir! Jangan yang penting naskah saya terbit tapi yang penting naskah saya terbit, jadi best seller, review di Goodreads bagus, diquote di tumblr.

Kalau buku laku, penulis dan penerbit sama-sama diuntungkan. 

Menurut Ry Azzura, setiap orang punya cerita lucu tapi tidak semua orang bisa bercerita dengan lucu. Dia sering kagum dengan orang-orang yang sering cerita di sosmed dan disukai banyak orang. Mereka seringkali tidak menyadari kalau mereka bisa menulis. 


Ry Azzura mengakui bahwa balah satu pertanyaan yang sering ditanya adalah mengapa seleb sosial media mendapat tawaran menulis? 

Karena disukai banyak orang/terkenal juga termasuk keunikan. 
Untuk seleb-seleb di sosial media, editor bukune sebelum menawarkan mereka menulis buku akan mengecek apakah mereka bisa menulis dan konsisten menulis. Biasanya yang pertama kali dicek adalah blognya.
Terkenal bukan satu-satunya faktor mendapat tawaran menulis dari penerbit, tetap ada filter/sortir terlebih dahulu.

Menurut Ry Azzura, jika semua seleb sosial media ditawari untuk menulis, mungkin sekarang buku yang diterbitkan Bukune lebih banyak lagi. Sayangnya, tidak semua seleb sosial media bisa menulis.

Dalam menulis, jangan berpikir idenya harus wah atau baru sehingga kalian tidak juga menulis.

Ry Azzura menjelaskan bahwa tidak ada cerita yang orisinal, tapi biasanya sudut pandang berbeda.
Contoh: Past & Curious dengan premis jika hidup punya tombol rewind.
Setiap dari kita pernah membayangkan jika hidup kita punya tombol rewind tapi tentu sudut pandangnya berbeda.

Ry Azzura berbagi tips supaya dicari penerbit: 

a. Milikilah personal branding
Ingin dikenal sebagai apa? Branding itu direncanakan untuk bisa sukses.
Marco sempat menceritakan kisahnya :
Awalnya dia hanya ikut-ikutan teman-temannya membuat akun ask fm.
Tidak disangka jawabannya dilike banyak orang.
Dia kemudian memperhatikan jawaban-jawaban yang likenya banyak. Dia menemukan bahwa like banyak ketika dia menampilkan diri sebagai seorang yang miskin, tersiksa/dibully, ga tahu malu, males.
Sehingga ketika menjawab untuk pertanyaan selanjutnya di ask.fm, Marco berusaha mengulang ciri khas tersebut. 
b. Mulailah berkarya di sosial media (share).
Biarkan orang tahu karyamu. Kita hidup di era dimana jika kamu tidak memberi tahu karyamu, kau dianggap tidak berkarya. Ry Azzura juga merekomendasi bacaan yaitu Show Your Work karya Austin Kleon
c. Konsisten berkarya
Perlu waktu untuk menjadi bagus dan terkenal. Memaku itu tidak cukup sekali dan mendaki gunung itu tidak cukup satu langkah.


Sesi kemudian dilanjutkan oleh Syafial Rustama. 

Beliau membahas mengenai menerbitkan buku.

Apa motivasi menulis buku?
-Hanya ingin menerbitkan

-Menjadi terkenal
-Royalti?
-Menginspirasi?
-Menjawab keresahan?

Menurut Syafial, semua alasan di atas benar, yang penting adalah NULIS!


Sekarang, bagaimana caranya naskah menjadi buku?

-> lewat perusahaan penerbit
    Biasanya naskah ini sudah melalui seleksi, editing dan kompetisi
-> Self publishing
   Beranikan dirimu raih kesempatan

Dalam menerbitkan buku, pilihlah "rumah" yang tepat.

*Pahami genre tulisan
*Riset berbagai penerbit (googling, kunjungi toko buku)
*Pahami karakter setiap penerbit dan pastikan genre tulisanmu cocok
*Kenali "saingan" bukumu
*Pelajari tren

Syarat-syarat pengajuan Naskah

Untuk mengetahui syarat-syarat pengajuan Naskah ke Bukune bisa cek disini.
Bukune menerima Personal Literature, Novel Komedi, Novel Horor, How-to, Lifestyle, dan Comics.

Apakah Naskah saya memenuhi syarat?
Cek tema dan genre.


Selain itu, edit sendiri naskahmu sebelum dikirim ke penerbit

> Ini cerita bukan hanya kumpulan kata-kata tanpa makna
>Ketahui sisi lemah tulisanmu
> Jangan ragu untuk memotong atau menghapus bagian yang tidak perlu.
> Milikilah beta readers/first readers 
> terbuka terhadap feedback

Jangan sampai naskahmu dibantai editor, atau lebih parah dibantai pembaca.


Dalam mengirim naskah, perhatikan prosedur dan ikuti. Jika ditulis empat bulan baru mendapat kabar, tunggu empat bulan. Jangan bertanya sebelum empat bulan.


Jika ditolak, jangan katakan saya tidak cukup bagus tapi katakan  saya belum cukup bagus.


Jika mengalami writer block, paksa diri menulis. Ingat tulisan jelek lebih baik dari tulisan yang tidak ada (ga jadi). Tulisan jelek bisa diedit, tulisan yang tidak ada, apa yang mau diedit?


Syafial kemudian menutup penjelasannya dengan kalimat "Deadline bikin hidup terburu-buru tapi hidup perlu terburu-buru agar banyak pencapaian. "

Note: Tulisan tentang buku sekarang pindah ke blog Hana Book Review (hanabilqisthi.wordpress.com)

Tips dari Talkshow Writer’s Club Femina: Daily Life in Fiction

|

Editor Fiksi Femina Mba Ficky Yusrini dan novelis Mba Erni Aladjai berbagai tips menulis dalam Talkshow Writer’s Club Femina: Daily Life in Fiction pada Sabtu, 5 Desember di Festival Pembaca Indonesia 2015.

https://twitter.com/owlmilove/status/672987259289800705
Image Courtesy of owlmilove
Sesi dimulai dengan menceritakan latar belakang dan kesibukan Mba Erni Aladjai. Mba Erni berasal dari Sulawesi Selatan dan merupakan juara 2 & 3 Cerbung Femina. Beliau baru saja kembali dari Book tour di Amerika. Beliau mengunjungi San Hose, UC Berkeley, Stanford serta klub pencinta bahasa Indonesia di San Fransisco. Beliau bercerita mengenai perbedaan pertanyaan peserta booktour di Amerika dan Indonesia. Peserta booktour di Amerika biasanya merupakan pembaca karyanya sehingga ketika sesi tanya jawab, pertanyaan yang muncul adalah mengapa karakternya seperti ini? Mengapa alurnya begini? Dsb. Sementara peserta booktour di Indonesia belum tentu pembaca karyanya dan pertanyaan yang sering ditanya adalah proses kreatif dibalik penulisan novel.

Mba Erni bercerita awalnya dia bekerja kantoran di sebuah bimbingan belajar dan juga bekerja secara part time sebagai editor berita, kemudian memilih berhenti bekerja dan fokus menjadi penulis. Ternyata rezeki tetap mengalir ketika dia memilih full time sebagai penulis.

Mba Erni mengungkapkan alasan beliau menyukai cerpen-cerpen di Femina adalah tokohnya orang biasa dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Mba Ficky. Mba Ficky memberi contoh salah satu cerpen yang dimuat di Femina bercerita tentang seorang lelaki dan tunangannya yang seminggu lagi hendak menikah pergi belanja ke mall, sampai ke toko tas dan tunangannya mengatakan dia menyukai salah satu tas yang dipajang. Sang lekaki pun kembali lagi ke toko tersebut untuk membelikan tas yang disukai tunangannya dengan harapan memberi kejutan. Ternyata tunangan tersebut malah tidak suka mendapat tas tersebut dan berkata “Mengapa kamu menghambur-hamburkan uang untuk membeli tas tersebut? Tas tersebut palsu. Kembalikan saja tasnya.” Akhirnya sang lelaki pun kembali ke toko tas tersebut, namun dirinya malah jatuh cinta dengan penjaga toko.

Cerita ini dekat dengan kehidupan sehari-hari karena perempuan terutama familiar dengan pengalaman berbelanja tas. Selain itu, cerita tentang ditinggal kekasih mendekati hari pernikahan juga merupakan salah satu cerita yang sering kita dengar.

Mba Ficky memberi saran dalam menulis cerita, jangan membuat tokoh yang sempurna tetapi buatlah tokoh yang tidak sempurna yang hidupnya struggling. Pembaca tidak dapat mengidentifikasi diri jika tokohnya sempurna karena tidak ada manusia yang sempurna.

Menurut Mba Ficky, kehidupan sehari-hari bisa menarik jika diolah menggunakan kata-kata yang memikat. Tantangan menulis daily life adalah mengubah klise menjadi menarik. Beliau juga memberi tips untuk menulis yang kita ketahui dan kenal dekat, seperti perjuangan naik kereta commuter line.

Mba Erni bercerita bahwa beliau pernah membaca artikel tentang sisa makanan dan artikel tsb menyebutkan jika seluruh sisa makanan restoran di seluruh dunia dikumpulkan bisa memberi makan satu  benua Afrika. Artikel tsb membuat Mba Erni tersadar bahwa hal kecil, seperti menyisakan makanan ternyata bisa berdampak besar.

Dari membaca artikel tsb, Mba Erni tergerak menulis cerpen tentang pesta, dimana orang-orang di pesta tersebut menyisakan makanan dan di akhir cerita makanan tersebut menangis. Dalam menulis perjuangkan suatu nilai.

Salah satu cara Mba Erni mendapatkan ide cerpen adalah dari obrolan di perjalanan. Mba Erni menyarankan agar banyak mendengar, banyak bertanya dan sedikit memberi tahu.

Mba Erni pernah bertemu dengan seorang Ibu yang memiliki anak berusia empat tahun dan anak tsb mencoret mobil baru Ibunya. Ketika ditanya alasannya, sang anak menjawab supaya mobilnya tidak hilang. Ternyata selama ini Ibunya sering memberi label nama pada barang-barang sang anak. Sang anak bertanya mengapa ibunya melakukan hal tersebut? Ibunya menjawab agar barang-barang sang anak tidak hilang. Sang anak kemudian belajar jika suatu barang diberi nama maka barang tsb tidak hilang. Sang anak pun menerapkan hal serupa pada mobil ibunya.

Contoh lain dari mendengar adalah Mba Erni mengetahui masalah petani. Mba Erni pernah bertemu petani yang berpendidikan rendah dan dia tidak mengetahui bahwa selama ini tengkulaknya menggunakan timbangan palsu. Setelah memperoleh pengetahuan, sang petani kemudian mengetahui bahwa selama ini dia ditipu oleh tengkulak dan mengetahui bahwa itu adalah timbangan palsu.


Ide lain beliau dapatkan dengan membaca dan melihat foto dari majalah, koran, dan buku.

Dalam menulis cerpen, Mba Erni menyarakan:
a.       bagian pembuka jangan klise, seperti matahari bersinar.
b.      Buat ending yang mengejutkan atau memantik pembaca berpikir mendalam.
c.       Paragraf pembuka bisa diedit berkali-kali agar ada yang baca (sayang kalau sudah nulis tapi tidak ada yang baca).

Mba Ficky berbagi ciri cerpen yang dimuat di media adalah karya yang bagus, awal menarik dan plot yang menarik. Beliau juga menyaranakan agar menggunakan bahasa Indonesia yang baik yang benar, perhatikan EYD meskipun tokoh yang digunakan adalah ABG Gaul. Ada seninya dalam menyisipkan bahasa gaul, daerah atau asing dalam sebuah cerpen.

Mba Ficky mengatakan bahwa Femina sangat membuka diri untuk penulis baru. Rule di Femina adalah penulis yang sama (meski karyanya bagus) tidak akan dimuat dalam waktu berdekatan.

Mba Erni mengatakan kelebihan penulis baru adalah adanya kesegaran. Biasanya penulis lama jika kita sering membaca karyanya, lama-lama kita hapal gaya dan plot menulisnya. Selain itu, Indonesia butuh regenarasi penulis.

Ketika menulis, biasanya Mba Erni mengirim paragraf pertamanya ke lima temannya melalui pesan WA dan bertanya apakah temannya tertarik membaca lebih lanjut selesai membaca paragraf tsb. Salah satu kalimat pembuka yang Mba Erni suka dan terkenang selalu adalah kalimat pembuka karya Seno: Hidupku penuh kesedihan, karena itu aku mengembara.

Mba Ficky bercerita bahwa Femina memang menerima penulis-penulis dari luar jawa, yang menceritakan kekhasan budaya mereka. Namun sebagian orang yang mengirim cerpen terkadang terjebak dalam pemikiran bahwa untuk dimuat di femina harus menulis tentang pulau eksotis, padahal tidak seperti itu. Femina juga terbuka dengan cerpen yang membahas tentang urban seperti makan di kaki lima, tantangan hidup di kota besar, tidak adanya lahan sehingga harus berbagi jemuran.

Mba Erni menyarakan agar suatu ide disandingkan dengan hal lain agar ada pembelajaran. Ada pesan tapi jangan menggurui dan berhati-hati dalam memilih karakter. Perlu dicek apakah sudut pandang dan karakter yang kita gunakan dapat menyampaikan nilai yang ingin disampaikan.

Mba Erni membagi tips agar pembaca merasa ikut terlibat dengan tokoh:
a.       Menggunakan sudut pandang orang pertama
b.      Sentuh masalah yang dialami semua orang

Mba Erni biasanya menulis di rumahnya setelah shalat subuh dan tengah malam. Beliau tidak biasanya menulis di kafe. Tiap penulis punya gaya dan cara masing-masing untuk produktif menulis.

Sebelum mengirim cerpen ke Femina atau media lain, Mba Erni mempelajari karakter cerpen yang dimuat di media tersebut selama satu tahun.


Image Courtesy of Erni Aladjai & Femina Magazine

Di akhir sesi, Femina mengajak peserta untuk bergabung dalam Writers's Club Femina. Situs komunitas ini membuka ruang seluas-luasnya pada para pencinta fiksi untuk berkreasi. Kirim koleksi cerpen karya Anda dan asah kemampuan menulis Anda melalui berbagai artikel dan tip penulisan dari para penulis dan anggota komunitas lainnya. So, say goodbye to writer's block and start writing! 
:)

Note: Tulisan tentang buku sekarang pindah ke blog Hana Book Review (hanabilqisthi.wordpress.com)

Post Signature

Post Signature