Top Social

Creative Writing: Jadikan Keunikanmu sebuah Karya (Penerbit Bukune)

|

Syafial Rustama (Pemimpin Redaksi Bukune), Ry Azzura (Editor Bukune) dan Marco Ivanos (penulis
Super Not Inspiring Book ) pada hari Sabtu 5 Desember lalu berbagi tips menjadikan keunikan sebagai sebuah karya di Festival Pembaca Indonesia 2015.

Sesi dimulai dengan pembagian kertas seperti formulir kepada para peserta yang berisi

Nama:
Keunikan:
Premis:
Paragraf Awal:

Peserta diminta mengisi keunikan, namun banyak yang kebingungan. Ry Azzura pun memberi contoh keunikan dirinya: seorang perempuan yang berpenampilan tomboi.


Mengapa ditanya keunikan? Karena keunikan bisa menjadi ide untuk membuat premis.


Contoh Premis:  

Premis tidak menarik: Seorang jomblo ditolak karena bau badan
Premis menarik: Seorang jomblo sebenarnya seorang pangeran namun terkena kutukan bau badan

Romeo & Juliet: Cinta yang tidak direstui

Student Guidebook: Sekolah bisa menyenangkan
Relationshit: Hubungan yang selalu dikecewakan

Buat yang belum tahu, premis: Inti tulisan dalam satu kalimat. Biasanya susunan premis fiksi seperti ini: tokoh utama + tujuan+ halangan



Dari Premis dapat menyusun Outline.

Outline berfungsi sebagai Kerangka cerita, Urutan Bercerita, Arahan, dan Mengingatkan.
Ketika memiliki outline, menulis bisa dimulai random dari bab manapun, tanpa harus berurutan.

Bukune dengan genre personal literatur siap menampung kisah tentang keunikanmu.

Apa saja yang bisa ditulis?
a. Kegelisahan

Kegelisahan yang teman-teman rasakan bisa jadi banyak orang memiliki kegelisahan serupa.
Misal: Galau tidak lulus-lulus kuliah, kesal dengan kemacetan Jakarta, Curhat Patah Hati

b. Yang paling diketahui

Contoh: Kevin Anggara tips mengatasi guru galak
Marmut Merah Jambu Raditya Dika -> karena cinta bisa kadaluarsa

c. Yang dekat

Bisa cerita kehidupan sehari-hari. seperti cerita Marco


Marco lo kepikiran kasih nama apa kalo punya anak cewe?
Kamu Sayasendiri Ivanos.
Kalo diabsen
"Kamu,kamu ada?"
"Iya pak saya kamu pak"
"Iya saya sendiri tau kamu itu kamu"
"Lah saya sendiri nama belakang saya pak"
"Jadi nama kamu,kamu kamu?"
"Bukan pak,saya kamu saya sendiri"
"Iya saya tahu kamu itu kamu sendiri nak"
"Pak saya ini saya sendiri paK"
"Kamu keluar dari kelas saya"

Ka cerita Lagi‎ 
KULKAS
Jadi dulu pas gua SD kelas 2an gitu lah,mamah baru beli kulkas baru kan.
Gua tuh seneng gitu makanin es batu. Suka gua emut emut.
Jadi tiap ada yang buat es batu suka gua ambilin. Dari kecil udah panjang tangan.
Suatu saat gua bilang.
"Mah kok es batu ga ada!"
"Iya mamah ga buat tadi lupa"
"AH TERUS KAKA NYEMIL APA"
Kaya ga ada makanan lain di dunia. Semut sama upil banyak padahal.
Yaudah gua ngambek.
Ga ngomong ke nyokap 2 jam.
Sampe akhirnya gua yang jenius ini mendapat ide cemerlang.
Kan ada freezer,pasti dingin. YAIALAH DINGIN.
Trus dengan tampan dan gagah beraninya gua jilat itu freeezer.
Eh. Lidahnya. Nempel.
Panik.
"WAWAH WIDAH HAHA HEMPEL HIH. HOLONG HAH HOLOONG"
Trus ga ada yang denger.
Ada kali tiga menitan gua disana diem,nangis sambil melet.
Biasa lah bocah nangis suka ngedumel.
Tapi gua ngedumelnya ngedumel hidayah.
"Ya huhan,harco hinta haaf hatas hemu hoha harco ya huhan"
KEK ORANG SAKARATUL MAUT
Trus mamah datang. Ku senang.
Dipakein air anget.
Lepas.
Dah. 
Ry Azzura kemudian melontarkan pertanyaan dalam menulis, Ingin mencari atau dicari penerbit?
Tentu saja kita ingin dicari penerbit. Apalagi sekarang jamannya sosial media, seseorang bisa terkenal melalui ceritanya di wattpad, ask fm, status path, youtube, dan lain-lain.

Ry Azzura menyarakan dalam menulis, ubah pola pikir! Jangan yang penting naskah saya terbit tapi yang penting naskah saya terbit, jadi best seller, review di Goodreads bagus, diquote di tumblr.

Kalau buku laku, penulis dan penerbit sama-sama diuntungkan. 

Menurut Ry Azzura, setiap orang punya cerita lucu tapi tidak semua orang bisa bercerita dengan lucu. Dia sering kagum dengan orang-orang yang sering cerita di sosmed dan disukai banyak orang. Mereka seringkali tidak menyadari kalau mereka bisa menulis. 


Ry Azzura mengakui bahwa balah satu pertanyaan yang sering ditanya adalah mengapa seleb sosial media mendapat tawaran menulis? 

Karena disukai banyak orang/terkenal juga termasuk keunikan. 
Untuk seleb-seleb di sosial media, editor bukune sebelum menawarkan mereka menulis buku akan mengecek apakah mereka bisa menulis dan konsisten menulis. Biasanya yang pertama kali dicek adalah blognya.
Terkenal bukan satu-satunya faktor mendapat tawaran menulis dari penerbit, tetap ada filter/sortir terlebih dahulu.

Menurut Ry Azzura, jika semua seleb sosial media ditawari untuk menulis, mungkin sekarang buku yang diterbitkan Bukune lebih banyak lagi. Sayangnya, tidak semua seleb sosial media bisa menulis.

Dalam menulis, jangan berpikir idenya harus wah atau baru sehingga kalian tidak juga menulis.

Ry Azzura menjelaskan bahwa tidak ada cerita yang orisinal, tapi biasanya sudut pandang berbeda.
Contoh: Past & Curious dengan premis jika hidup punya tombol rewind.
Setiap dari kita pernah membayangkan jika hidup kita punya tombol rewind tapi tentu sudut pandangnya berbeda.

Ry Azzura berbagi tips supaya dicari penerbit: 

a. Milikilah personal branding
Ingin dikenal sebagai apa? Branding itu direncanakan untuk bisa sukses.
Marco sempat menceritakan kisahnya :
Awalnya dia hanya ikut-ikutan teman-temannya membuat akun ask fm.
Tidak disangka jawabannya dilike banyak orang.
Dia kemudian memperhatikan jawaban-jawaban yang likenya banyak. Dia menemukan bahwa like banyak ketika dia menampilkan diri sebagai seorang yang miskin, tersiksa/dibully, ga tahu malu, males.
Sehingga ketika menjawab untuk pertanyaan selanjutnya di ask.fm, Marco berusaha mengulang ciri khas tersebut. 
b. Mulailah berkarya di sosial media (share).
Biarkan orang tahu karyamu. Kita hidup di era dimana jika kamu tidak memberi tahu karyamu, kau dianggap tidak berkarya. Ry Azzura juga merekomendasi bacaan yaitu Show Your Work karya Austin Kleon
c. Konsisten berkarya
Perlu waktu untuk menjadi bagus dan terkenal. Memaku itu tidak cukup sekali dan mendaki gunung itu tidak cukup satu langkah.


Sesi kemudian dilanjutkan oleh Syafial Rustama. 

Beliau membahas mengenai menerbitkan buku.

Apa motivasi menulis buku?
-Hanya ingin menerbitkan

-Menjadi terkenal
-Royalti?
-Menginspirasi?
-Menjawab keresahan?

Menurut Syafial, semua alasan di atas benar, yang penting adalah NULIS!


Sekarang, bagaimana caranya naskah menjadi buku?

-> lewat perusahaan penerbit
    Biasanya naskah ini sudah melalui seleksi, editing dan kompetisi
-> Self publishing
   Beranikan dirimu raih kesempatan

Dalam menerbitkan buku, pilihlah "rumah" yang tepat.

*Pahami genre tulisan
*Riset berbagai penerbit (googling, kunjungi toko buku)
*Pahami karakter setiap penerbit dan pastikan genre tulisanmu cocok
*Kenali "saingan" bukumu
*Pelajari tren

Syarat-syarat pengajuan Naskah

Untuk mengetahui syarat-syarat pengajuan Naskah ke Bukune bisa cek disini.
Bukune menerima Personal Literature, Novel Komedi, Novel Horor, How-to, Lifestyle, dan Comics.

Apakah Naskah saya memenuhi syarat?
Cek tema dan genre.


Selain itu, edit sendiri naskahmu sebelum dikirim ke penerbit

> Ini cerita bukan hanya kumpulan kata-kata tanpa makna
>Ketahui sisi lemah tulisanmu
> Jangan ragu untuk memotong atau menghapus bagian yang tidak perlu.
> Milikilah beta readers/first readers 
> terbuka terhadap feedback

Jangan sampai naskahmu dibantai editor, atau lebih parah dibantai pembaca.


Dalam mengirim naskah, perhatikan prosedur dan ikuti. Jika ditulis empat bulan baru mendapat kabar, tunggu empat bulan. Jangan bertanya sebelum empat bulan.


Jika ditolak, jangan katakan saya tidak cukup bagus tapi katakan  saya belum cukup bagus.


Jika mengalami writer block, paksa diri menulis. Ingat tulisan jelek lebih baik dari tulisan yang tidak ada (ga jadi). Tulisan jelek bisa diedit, tulisan yang tidak ada, apa yang mau diedit?


Syafial kemudian menutup penjelasannya dengan kalimat "Deadline bikin hidup terburu-buru tapi hidup perlu terburu-buru agar banyak pencapaian. "

Note: Tulisan tentang buku sekarang pindah ke blog Hana Book Review (hanabilqisthi.wordpress.com)

3 komentar on "Creative Writing: Jadikan Keunikanmu sebuah Karya (Penerbit Bukune)"
  1. I love this post Kak Hana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Terima kasih banyak. :) semoga bermanfaat ya :D

      Hapus
  2. Terima kasih banyak atas info dan ilmunya yg sudah di berikan mba Hana.
    Aku suka banget nulis dan baca, tapi sampai akhirnya aku masih ragu mulai dari mana mba. Dulu pernah mulai nulis tapi karena ragu dan d baca masih kurang cocok aku berhenti nulis. Tp pas malam ini entah kenapa pengin bgt nulis trus baca artikel mba, Alhamdulillah ada penerangan dalam penulisan, seperti ingin nulis lagi.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung :D
Yang menulis belum tentu lebih pintar dari yang membaca
Jadi, silahkan kalau mau memberikan kritik, saran, umpan balik & pujian.
:D

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature