Top Social

Serba GO-JEK

|
Di tanggal 21 September lalu, masuk sebuah pesan WA dari Aini bertanya apakah Hana masih suka ke kampus. Hana jawab "ngga" dan "kenapa?".
Pas Aini lagi ngetik jawabannya, Hana mengira Aini mau  ngajak ketemuan untuk curhat... 
Soalnya bulan September kemarin entah kenapa banyak temen yang menghubungi Hana, minta ketemuan karena mau curhat.
Eh ternyata Hana keGRan...
Aini bukan mau curhat tapi mau ngasih Hana undangan nikah..
Alhamdulillah
Barakallah Aini (^0^)/

Aini bahkan mendoakan Hana semoga cepat menyusul..
Amiiiin~!!

Berhubung kesulitan menemukan tanggal yang cocok agar kami berdua bisa bertemu, Ainipun mengusulkan undangannya dikirim pakai GO-JEK.
Keesokan paginya, Aini memberi tahu bahwa undanganya dikirim pakai GO-JEK serta memberi tahu nama pengemudinya.


Undangan Aini

Alhamdulillah undangannya sampai ke tangan Hana dengan selamat.
Begitu menerima undangan, Hana langsung mengabari Aini bahwa undangannya sudah sampai dan bertanya apakah Aini mengundang BWB yang lain juga (since Hana kenal Aini lewat BWB dan Hana ketua BWB angkatan 2010).
Aini bilang undangannya khusus untuk Hana dan untuk teman-teman BWB dikabari pas hari H dan diminta doanya saja.
Ooh.. Baiklah...
Kemudian Hana mencoba membaca undangan dengan membuka bagian tengah (seperti membuka buku) tapi tidak berhasil. Kemudian bingung bukanya gimana... 
Diam sebentar dan mencermati undangannya dan beberapa detik kemudian baru ngeh ternyata model undangannya frame foto..
Jadi kertas undangannya ditarik kayak kalau narik foto dari frame foto..
Keren, lucu, imut ya undangannya o(>w<)o
Warna pink lagi..
Mauuuu~
Hm... apa nanti undangan Hana modelnya gini juga ya? 
I mean Hana pengen undangan yang berguna buat penerimanya
Kakak sepupu Hana pernah undangannya berbentuk buku catatan, temen Hana ada yang goodie bag dan kalender..
Melihat undangan Aini menambah opsi ide untuk undangan yang berguna
Buat Hana sih frame foto berguna :D
Jazakillah khair Aini inspirasinya! :D


Hal lain yang Hana suka dari undangan Aini adalah dibagian belakang penjelasan undangan (yang isinya nama mempelai dan keterangannya itu) ternyata ada doa pernikahan..
doa pernikahan bagus juga kan jadi pajangan kalau undangannya udah ngga kepake..
hehehe


Doa Pernikahan
Begitu mengetahui tempat akad dan resepsi pernikahan Aini di Balai Sudirman, mencoba mencari tahu bagaimana pergi ke sana dengan google map. Pas baca instruksi google map, somehow hana merasa ngga asing.
Hana baru inget dulu tempat psikotest buat masuk swa dekat balai Sudirman! Pantesan petunjuk jalannya terasa ngga asing.
Deket-deket hari H mikir masa gue ke Balai Sudirmannya sendirian?!
Kemudian Hana pun memutuskan bertanya siapa lagi yang diundang oleh Aini biar bisa cari temen bareng untuk pergi kesananya.
Ternyata Aini mengundang Vivy juga! (^0^)/
Alhamdulillah! 
Langsung WA Vivy ngajak pergi bareng.
Ternyata Vivy mau pergi dari rumahnya di Bekasi dan naik Gojek,
yah... ngga bisa berangkat bareng :(
Jadi kami janjian untuk bertemu pas akad di tempat.
It's better lah daripada ngga ada temen sama sekali.
Hehee

Begitu keluar dari kosan dan kembali mengecek google map, baru tersadar kenapa Hana ngga pergi ke Balai Sudirmannya naik Gojek aja ya?
Rencana awal Hana adalah naik angkot ke statiun Tanah Abang, naik kereta berhenti di Statiun Tebet kemudian lanjut naik kopaja/angkot.
Ribet ya? 
Hm... Kalau bisa pakai Gojek ngapain pilih yang ribet gonta-ganti angkutan?
Bismillah dicoba naik Gojek...
It will be my first time using Gojek karena selama ini tiap mau pakai gojek, sinyal internet handphone lemah atau baterai lowbatt..
Udah download Gojek dari lama tapi ngga dipake-pake. Hahahaha
Alhamdulillah penggunaan pertama pakai Go-Jek lancar..
Dapet abang Gojeknya cepet, Abang Gojeknya ramah dan selamat sampai tujuan.
Tapi bingung pas mau kasih rating karena tampilannya kira-kira kayak gini:





1 bintang jelek, 5 bagus.. Lah? Bintang 2,3,4 apa? 
Kurang baik? Apa beda kurang baik 2,3,4? Apa 2 kurang baik? 3 kurang kurang baik? 4 kurang kurang kurang baik?
Kemudian mikir kalau 5 artinya bagus berarti standar Gojek buat pengendara Gojeknya tinggi banget dong?
Atau 4 agak/nyarisbaik? 3 netral? 2 agak/nyaris buruk?
Mencoba mencari arti/penjelasan rating tapi tidak menemukan nya. Kalian nemu ngga? 
Ada dimana sih?


Jadi inget beberapa waktu lalu pernah baca postingan di Timeline LINE, ada yang cerita Abang Gojeknya bingung karena dia udah berusaha ramah, mengemudi dengan baik (pokoknya Abang Gojeknya merasa sudah memberikan servis yang baik/maksimal) tapi pelanggannya sering kali memberi rating bintang 3 sementara jika rata-rata ratingnya dibawah 4 maka pengemudi tersebut akan diberhentikan. Di akhir cerita, si penulis mengajak pembaca agar berbaik hati memberi bintang 5 pada Abang Gojek. 
Pas baca bagian komentar, ada yang berkomentar tidak setuju dan menyarankan sebaiknya jujur memberikan rating (tidak mudah merasa kasihan terhadap Abang Gojek), kalau merasa layak dikasih bintang 5 ya dikasih, tapi kalau ngga ya jangan.

Hm....
Hana jadi mikir biar adil buat pengguna dan Abang Gojeknya mungkin sebaiknya punya definisi yang sama soal rating ini...
Takutnya kejadiannya sama waktu Hana ngerating di Goodreads.
Awalnya Hana merating tanpa lihat definisi dan berpikir bintang 3 itu biasa.
Ternyata kalau di Goodreads bintang 3 itu artinya I like it, bintang 2 = ok.
Membuat Hana merevisi rating-rating yang telah Hana buat.

Maka beberapa waktu lalu Hana pun email CS Gojek untuk menanyakan definisi rating Gojek..
Screen capture email antara Hana & CS Go-Jek

Okay, jadi kalau menurut email di atas, ini definisi rating buat Abang Gojek =
1 = Not Good
2 = Less polite
3 = The services provided standard
4 = Services provided good
5 = Services provided very good

Semoga nanti di aplikasinya ada penjelasan mengenai rating ini :) (Kalau emang udah ada di aplikasinya tapi Hana yang ngga tahu letaknya, semoga Hana nemu letak penjelasan rating ini)

Kembali lagi ke tangga 4 Oktober ya..
Pas tiba di balai sudirman ternyata venue resepsi pernikahan sedang dirapihkan, jadi bingung pas mau masuk. Mau nanya, ngga ada penerima tamu atau orang lewat. Alhamdulillah untungnya ada seorang lelaki (Mas) yang mau hadir ke Akad juga, dia nanya ke Hana tapi Hana juga ngga tahu jadi sama aja bohong.
Hahaha
Nah, selesai nanya Hana tiba-tiba ada pasangan (Ibu dan Bapak) yang lewat, dengan sigap Mas tsb nanya dan kemudian dituntun menuju tempat akad. Alhamdulillah!! :D

Begitu tiba di ruangan akad dan menyadari Vivy belum tiba, langsung WA menanyakan dia sudah sampai mana. Vivy bilang masih di jalan. Hana pun memilih ikut duduk di kursi bagian paling belakang. Melihat ke sekeliling jadi menyadari diantara tamu undangan yang lain, Hana bisa dibilang penamilannya polos (make up cuma pakai bedak dan lipstik), terus model kerudungnya segi empat biasa (ngga hana macem-macemin).
Akad nikahnya ternyata dimulai setengah jam kemudian. Vivy datang saat beberapa menit hendak ijab kabul.
Bodohnya Hana ngga getag kursi buat dia.. sempet ngetag sih, tapi kemudian ada yang dateng dan izin minta duduk. Karena Vivy ngga keliatan juga, Hana izinkan. Eh kemudian pas Vivy datang, mau ngusir ngga enak.
Btw, Ijab kabulnya pakai bahasa arab.
:O
Masya allah. Subhanallah.

Selesai ijab kabul, Aininya masuk ruangan dan sumpah cantik banget ^_^
Aini emang cantik, dan kali ini jadi makin cantik :D

Bagian favorit Hana adalah saat MCnya menjelaskan kalau proses Aini dan Faiz sebelum nikah bukan pacaran tapi taaruf.
Awalnya pas denger, Hana mikir buat apa dijelaskan, is not it obvious?
tapi kemudian melihat anak-anak kecil di sekitar
Ah! Bisa buat mengenalkan konsep taaruf ke anak-anak yang masih kecil dan tamu lain yang hadir..
Terus langsung buat mental note, kayaknya kalau Hana nikah nanti, mungkin perlu juga pakai penjelasan seperti itu.
(Amin. Insya allah)
Faiz & Aini
BARAKALLAHU LAKA WA BARAKA A'LAIKA WA JAMA' BAINAKUM FI KHAIR
Selesai akad, Hana dan Vivy kemudian makan soto yang disediakan. :) 
Selesai makan soto, baru ngeh kalau kado buat Aini belum dikasih. Ngga mau kasih pas resepsi juga.. Nunggunya kelamaan.
Inget tadi sempet ketmu junior Hana, Ulfa. Ulfa bilang dia jadi pager ayu dan penerima tamu saat resepsi nanti.
Kepikiran mau nitip kado ke dia aja, tapi pas cari Ulfa ngga ada.
Mau telp Ulfa, ternyata no ulfa tidak ada di handphone padahal seinget Hana, Hana pernah punya no Ulfa,
Hm... Mungkin no Ulfa di Hp Hana yang lama.
Alhamdulillahnya ketemu panitia, kami diperbolehkan  masuk ruang ganti dan memberi kado ke Aini.
Selesai memberi kado, kami pamit pulang :)

Pulangnya naik Gojek lagi (^0^)/
Jadi merasa serba gojek.
Dapet undangannya via gojek, pulang pergi juga pakai gojek.
Hiihihi

Buat yang baru mau download GO-JEK app, I'm spreading the GO-JEK love. 
Download the GO-JEK app at "http://go-jek.com/app
and input this referral code "542893556" to get Rp 50,000 free credit to your first booking. #gojekgotmehere

Well, hari ini menyenangkan :)
Alhamdulillah
Semoga besok lebih menyenangkan lagi! :D

Perjalanan Menemui BWB's Next Gen: Muhammad

|


Hari Minggu tanggal 4 Oktober kemarin, Hana beserta temen2 BWB 2010 yang lain yaitu Dii, Anggi dan Fauzi berkunjung ke rumah Fairuz (BWB 2010 juga) di Bogor. (^0^)/ Alhamdulillah, Fairuz  sudah menjadi seorang Ibu atas anak lelaki yang bernama Muhammad. Kami hendak menengok keponakan pertama BWB 2010 Muhammad. Namanya keren banget ya? Hana juga berkeinginan memberi nama anak lelaki Hana, Muhammad soalnya. :D Ternyata Fairuz sudah lebih dulu mewujudkan keinginan Hana tersebut.

O ia, buat yang belum tahu, BWB tuh singkatan dari Best Wanna Be. BWB adalah program Latihan Kepemimpinan yang diselenggarakan oleh psdm BEM UI untuk mahasiswa baru menjadi kader BEM UI. Bisa cek infonya di Facebook Fanpagenya, twitter @Bestwannabe atau ask.fm Bestwannabe :)

Pas jaman maba, Hana alhamdulillah berkesempatan ikut BWB. Cuma sehabis lulus pelatihannya, bukan masuk BEM UI, malah ikutan SALAM UI. Hehe Alasannya pernah Hana ceritakan di post ini.
Cukup ya intronya, kita balik lagi ke tanggal 4 Oktober.

Kami janjian ketemu di depan Margonda residence (Mares) pukul 8 pagi dan berangkat ke bogor naik mobil Livina-nya Dii. Alhamdulillah Dii mau berbaik hati memberikan tumpangan. Jazakillah khair Dii!

Berhubung Anggi cuma bisa sampai jam 12 siang, kami berharap tiba pukul 9 kemudian mampir sebentar (gendong Muhammad, foto2) terus pulang dari rumah Fairuz sekitar jam 10.  
Tapi rencana tinggal rencana...

Pas mau berangkat, menyadari perut kami kelaparan karena belum sarapan, kami sempat berhenti di samping Gramedia Depok untuk beli nasi uduk. Selesai membeli nasi uduk, kami pun pergi berangkat. Saat di perjalanan, Anggi  bertanya “Han, kita ngga ngasih apa-apa nih ke keponakan pertama BWB?”
“Gue sih udah beli kado.”
“Loe sempet beli kado? Gue pulang kantor malem. Mana sempet pergi buat beli kado.”
 “Emang gue beli kadonya dimana?” Gue terkekeh. “Di alfamart deket kosan, Nggi! Pas jajan ke Alfamart, gue liat ternyata alfamart jual perlengkapan bayi, ya udah gue beli aja. Tadinya kan rencananya kita mau pergi sabtu pagi, gue mikir ngga sempet gue pergi-pergi buat beli. Ya udah beli di Alfamart aja daripada ngga ngasih kado.”
“Atau Patungan aja? Loe habis berapa buat beli kado?”
“XX ribu. XX ribu bagi 4 berarti X ribu. Kalian yakin? Gue sih ngga apa-apa.”
“Hm... Kalau dibagi 4 jadi X ribu ya? Ya juga sih masa ke keponakan pertama cuma ngasih segitu.” Jawab Anggi
“Pas sampai bogor kita mampir dulu aja ke toko perlengkapan bayi buat beli kado.” Saran gue
“Gue juga rencananya gitu kok.” Sahut Dii
Anggi kembali membuka mulut “Si Tomi rumahnya di Bogor kan? Suruh nyusul gih ke rumah Fairuz. Eh, Biar gue aja yang ngabarin”
Alhamdulillah, Tomi mengiyakan ajakan ke rumah Fairuz dan kami pun janjian untuk bertemu di rumah Fairuz.


Alhamdulillah lagi tolnya ngga macet, jam 9.13 kami sudah keluar tol. Kemudian kami berempat mampir dulu ke Toko Perlengkapan Bayi. Ternyata memilih kado di toko perlengkapan bayi membuat kami kebingungan karena terlalu banyak pilihan. Kami sempat lama memilih.
Tokonya baik lho biaya bungkus kadonya gratis dan dikasih kartu ucapan juga.
“Tulis apa di kartu ucapan?” tanya Anggi
“Barakallah aja” usul gue
“Loe aja gih Han yang nulis.” Pinta Anggi
Aku menulis sambil membunyikan kata-kata yang kutulis “Barakallah Fairuz atas kelahiran Muhammad. Semoga Muhammad jadi anak sholeh,... apa lagi nih?”
“Han, itu nulis Muhammadnya double n?” tanya Fauzi
Err.. sebenarnya gue ngga tahu tapi gue berasumsi begitu. Gue belum menjelaskan Anggi menjawab “Udah percaya aja, Hana yang lebih tahu.”
Gue cuma nyegir. “Jadi mau ditambah apa?”
“Rajin mengaji”
“Rajin menabung”
“Berbakti pada orang tua”
“Hapal Quran”
“Sebenarnya jadi anak sholeh udah lengkap, ngga perlu lagi tulis rajin mengaji, berbakti pada orang tua.” Saran Fauzi.
“Gpp. Biar kartu ucapannya penuh. O ia, tulis semoga Muhammad masuk BWB, jadi Ketua BEM” gue menambahkan
Anggi nyeletuk “Visioner banget doa loe, Han”

Eh itu doanya visioner?! O_O
Sebenarnya Hana Cuma ngikutin kebiasaan senior-senior di SALAM UI, kalau ada yang melahirkan, bayinya didoakan jadi pemimpin atau ketua SALAM. Berhubung konteksnya ini BWB, ya doanya masuk BWB dan jadi Ketua BEM.

Selesai berbelanja kado untuk Muhammad,
“Eh mampir dulu buat beli roti unyil ngga apa-apa?” tanya Dii
“Ngga apa-apa” jawab kami
Pas sampai ke tempat roti unyil ternyata antriannya mengular panjang,
Dii pun membatalkan keinginannya.
Saat berjalan ke parkiran mobil, Dii cerita kalau dia ngidam roti unyil ini sudah lama tapi ternyata antriannya panjang, takutnya jika dia beli roti, kami datang ke rumah Fairuz lebih siang dari rencana.
Hana menyarankan Dii untuk tetap membeli roti unyil meski antriannya panjang. Daripada nanti kepikiran. Mumpung lagi di tempatnya juga.
Dii pun akhirnya memilih untuk membeli roti unyil.
Jadi kami kembali lagi ke toko roti unyil dan ikut antrian. Setengah jam kemudian kami keluar toko dengan membawa dua kotak berisi roti unyil :D
Niatnya jam 10 pulang, ini jam 10 baru selesai belanja dan belum sampai ke rumah Fairuz.
Hehehe

Di group WA BWB 2010, Rara bertanya apakah kami sudah sampai rumah Fairuz dan minta update berita.
Hana membalas bahwa kami sudah sampai Bogor tapi belum sampai rumah Fairuz.

Ternyata perjalanan ke rumah Fairuz tidak semulus yang kami kira. Kami merasa tidak yakin karena petunjuknya cukup umum sehingga kami bertanya-tanya apakah kami salah tafsir.
Fairuz memberi petunjuk berupa patokan jalan, bukan share location google maps.
Dii memintaku menghubungi Fairuz untuk share location tapi aku kesulitan menghubungi Fairuz. Hpnya tidak aktif. Last seen di WAnya juga satu setengah jam yang lalu. Mungkin HPnya sedang dicharge atau kesulitan memegang handphone karena sedang mengurus bayi Muhammad.

Aku dan Anggi jadi ingat kejadian waktu BWB 2010 melayat ke rumah Fairuz ketika ayahnya meninggal. Kami sempat salah masuk rumah. Saat tiba di area perumahan Fairuz, kami melihat bendera kuning di rumah tersebut sehingga kami mengira itu rumah Fairuz. Mana kami tahu saat itu kalau tetangga Fairuz meninggal juga. Kami masuk dan mengucapkan belasungkawa. Kami bahkan sempat disuguhi minum dan tuan rumah mengucapkan terima kasih atas kedatangan kami. Kemudian kami bertanya “Maaf Ibu, Fairuznya mana?”. Tuan rumah bingung dengan pertanyaan kami, kami pun mengulangi jawaban “Maaf Ibu, Fairuznya mana? Kami teman-teman Fairuz”. Alhamdulillahnya Bibi Fairuz kebetulan sedang ada disitu, dia sepertinya mendengar pembicaran kami dengan tuan rumah, dan kemudian menunjukkan arah dan membawa kami ke rumah Fairuz. Alhamdulillah!

Dii tertawa terbahak-bahak saat mendengar ceritaku dan Anggi mengenai peristiwa nyasar kami.

Setibanya di lokasi yang menurut kami itu adalah lokasi dekat rumah Fairuz, Dii memarkirkan mobilnya. Kami turun dan kemudian bertanya kepada seorang Bapak “Dimana rumah Fairuz?” , Bapak tersebut mengarahkan kami pada rumah seorang Bapak yang merupakan saudara Fairuz. Alhamdulillah! Saat itu aku berpikiran kami akan kembali ditolong saudaranya Fairuz. Bapak tersebut membawa kami ke depan rumah warna orange. Aku mengucapkan Assalamualaikum tapi tidak ada jawaban. Tetangganya bilang Fairuz sedang pergi, tidak ada di rumah.

Aku merasa aneh. Kami memberi tahu Fairuz bahwa kami akan datang, kurasa dia seharusnya tidak pergi.

Kami pun mendekati tetangga Fairuz untuk bertanya lebih lanjut. Bapak tersebut menjawab kalau yang bernama Fairuz itu banyak. Kami mencari Fairuz bin apa..
O_O
Gue ngga tahu nama Ayahnya Fairuz.
Anggi menjawab Fairuz binti Thalib.
Ternyata rumah Fairuz yang ditunjuk adalah seorang lelaki sementara teman kami yang bernama Fairuz adalah perempuan.

Aku mencoba menelpon Fairuz, meminta petunjuk dan berharap dia bisa menjemput kami. Fairuz bertanya kami ada dimana tapi kami tidak yakin dengan lokasi keberadaan kami sehingga Fairuz memberi tahu bahwa rumahnya dekat masjid putih dan meminta kami mencari masjid tsb.
Tetangga Fairuz memberi tahu bahwa di ujung gang ada masjid putih yang lain.
Kami hendak ke sana tapi kemudian kami teringat di jalan besar yang kami lewati juga tadi ada masjid putih. Atau justru masjid itu yang dimaksud?

Kami pun keluar gang dan mencari orang yang dapat ditanya mengenai keberadaan masjid tersebut.
Kami bertanya ke penjual makanan. Dia malah bertanya balik “Masjid yang kami maksud habibnya siapa? Daerahnya timur apa barat?”

Aku melongo. Bukannya mendapat pencerahan, kami malah tambah bingung.
Seorang Bapak datang hendak membantu kami. Dia menjelaskan bahwa dia sering mengadakan acara di masjid dan kemudian dia bertanya apakah masjid yang kami maksud masjid habib X? Dia kemudian mengajukan serentatan pertanyaan spesifik lainnya yang membuat kami makin bingung.
Informasi yang kami miliki umum tapi mendapat pertanyaan spesifik.
Itu pertama kalinya aku kesulitan mencari mesjid.

Anggi pun akhirnya memotong pertanyaan Bapak tersebut dan menjawab “Kami tidak tahu,Pak. Tapi sepertinya masjid yang kami cari bukan masjid yang ini. Kami akan mencoba ke mesjid yang diujung gang.”
Kami pun berpamitan pada Bapak tersebut dan Bapak tersebut mendoakan semoga kami menemukan masjid yang kami cari “Insya Allah ketemu” sahutnya.
Kami mengucapkan terima kasih dan mengaminkan doa Bapak tsb.

Ternyata rumah Fairuz dekat masjid yang diujung gang. Alhamdulillah akhirnya sampai juga.
Kami memberi tahu Tomi bahwa kami sudah tiba di rumah Fairuz. 
Sepuluh menit kemudian, Tomi ikut bergabung bersama kami. :)
Ternyata Fairuz baru pindah rumah sehingga dia juga tidak hapal jalan ke sini.

Fairuz dan Ibunya menyuguhi kami dengan banyak makanan. :9
Alhamdulillah :D

Muhammad lucu sekali ternyata..
Dia mau digendong siapa saja.
Bahkan ketika kami ngobrol dan tertawa terbahak-bahak, bukannya menangis, Muhammad malah tertidur.
:O
Baru nemu bayi model gini, seringnya nemu bayi yang kalau denger suara keras nangis.
Yang jelas hari ini hari yang menyenangkan bisa bertemu dengan teman-teman BWB yang lain dan bertukar kabar :D
I had fun!

Alhamdulillah

Sebelum pulang, kami sempat foto-foto terlebih dahulu.

Hana, Fairuz, Anggi gendong Muhammad, Dii, Fauzi dan Tomi

Pakai baju apa ya?

|
“Pakai baju apa ya?” adalah salah satu hal yang sering bikin pusing kepala saat hendak pergi ke pesta pernikahan. Di usia 20an seperti ini, undangan pernikahan tidak henti-hentinya datang menghampiri. Gue pernah mendapat 3 undangan untuk hari yang sama dan 11 undangan dalam satu bulan.
Andalan gue selama ini sih tentu saja gamis. Bukan gamis casual yang biasa gue kenakan ke kantor tapi gamis yang ada brokatnya atau gamis yang ada payetnya.




Terkadang gue juga memadupadankan dress dan blazer..



http://www.zalora.co.id/Diamond-Twill-Blazer-845685.htmlhttp://www.zalora.co.id/Poly-Chiffon-Maxi-Dress-812389.html


Cuma kalau mengandalkan gamis dan setelan yang sama terus menerus (apalagi kalau masih dalam lingkaran pertemanan yang sama kan malu juga)..
Pernah dong hari sabtu ini pergi ke nikahan si X ketemu Y, nah minggu depannya tuh nikahan Y..
Masa gue pakai baju yang sama ke nikahan X buat ke nikahan Y...
Kalau lingkaran pertemanan beda sih gue masa bodo..
Paling ketahuannya pas upload foto sama pengantin di social media (kalau ada yang rajin kepo dan bandingin).
Hehehe

Dulu sih bisa sih diakalin dengan pinjem baju ke adik gue memey atau tetangga kosan gue, Fida dan Anggi..
Sekarang kan gue udah beda kosan...

Kepikiran mau pergi beli baju tapi kapan waktunya?
Hmmm....
Senin sampai jumat kerja, jam pulang kantor kan jam 6 sore.. baru keluar kantor jam setengah tujuh malem biasanya...
Mau pergi belanja pas pulang kantor, kepikiran macet perjalanan ke malnya..
I mean itu kan pas jam rush hour
Males dan ngga enak juga jalan ke mal dalam keadaan capek, laper dan mepet waktu tutup mall.. 
Pas belanja jadi merasa waktu terbatas dan diburu-buru takut tokonya tutup.

Pergi hari sabtu? Justru sering kali undangannya hari sabtu, pagi pula kalau mau dateng pas akadnya..
Jeng jeng!
Kapan gue belanjanya kalau gitu?! 
Bingung dan pusing kan?
Sama gue juga..


Pas lagi pusing, kepikiran belanja baju untuk ke pesta pernikahannya online aja kali ya?
Jadi belanjanya bisa ngga dalam  keadaan capek, laper dan mepet waktu tutup mall.
Nah, pas lagi iseng-iseng buka Facebook Fanpagenya Zalora Indonesia, ternyata di tanggal cantik ini 11-11  (11 November), Zalora Indonesia sedang mengadakan Online Revolution ZALORA. Diskonnya sampai 80%.! Alhamdulillah  (^0^)/
Terus Koleksi Zalora yang  didiskon ada dari berbagai brand, mulai dari Sepatu Nike, Mango, Something Borrowed, Tas Palomino, Salt n Paper dan banyak lagi! 




Wow.. Mau banget!


Kerennya lagi ZALORA bagi-bagi voucher belanja Rp 1.110.000 dengan ikutan kuis nya di instagram!



Yuk jangan ketinggalan promosi menarik Online Revolution ZALORA  ini

Post Signature

Post Signature