Top Social

Tampilkan postingan dengan label syukur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syukur. Tampilkan semua postingan

Remah, Alexa, & Syukur

|

Akhir-akhir ini aku merasa seperti remah-remah.
Keberadaanku sama sekali tidak signifikan dan tidak berarti.
Terutama jika melihat social media tentang berita-berita pencapaian-pencapain yang telah dicapai oleh teman-temanku (S2, melakukan kegiatan volunter/aksi social, menikah, dll)..

Baca juga “Lo ngga lanjut sekolah lagi?” has officially become the new “Kapan kawin?”

Di satu sisi, aku bersyukur perasaanku ini membuatku tidak besar kepala, menyadari bahwa masih banyak yang harus kupelajari dan perbaiki
tapi riskan membuatku merasa rendah diri, iri hati dengan nikmat teman..



Intinya melihat pencapaian mereka membuatku merasa aku malu pada diriku sendiri karena aku masih seperti ini..
Aku merasa tidak membuat kemajuan yang berarti..
Aku merasa belum berhasil..
Aku malu karena teman-temanku memanfaatkan waktunya dengan baik sementara aku tidak..
Aku malu karena teman-temanku terlihat sudah sukses
dan aku belum dan merasa masih jauh dari itu...

Kemudian aku bertemu dengan teman-teman yang kuanggap sukses dan aku menemukan fakta ternyata mereka juga merasa insencure dan merasa seperti remah-remah..
:O
*Super shock*

Ternyata beberapa temanku yang S2 merasa remah jika dibandingkan teman-temannya di S2 yang lebih berhasil atau dengan yang sudah S3..

Beberapa temanku yang sudah S2 tapi di dalam negeri merasa remah dibandingkan dengan temannya yang sudah S2 di luar negeri..

Temanku yang sudah sukses karirnya, tapi ternyata merasa remah karena belum menikah..

Teman-temanku yang sudah menikah juga tidak terbebas dari merasa seperti remah-remah (misal karena belum punya anak)..

Membuatku sadar titik yang kukira titik keberhasilan ini tidak berujung/berakhir. Saat aku berhasil naik satu tingkat, aku kemudian melanjutkan membandingkan diri dengan yang di atasku..
Terus-terusan seperti itu..
Dan ternyata aku tidak sendirian, teman-temanku pun begitu..
Kami sama-sama fokus mengejar apa yang belum menjadi milik kami



Know that the life of this world is but amusement and diversion and adornment and boasting to one another and competition in increase of wealth and children - like the example of a rain whose [resulting] plant growth pleases the tillers; then it dries and you see it turned yellow; then it becomes [scattered] debris. And in the Hereafter is severe punishment and forgiveness from Allah and contentment. And what is the worldly life except the chattels of deception. (Q.S. Al Hadith: 60)

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Q.S. Al Hadith: 60)

Sumber gambar: Va_Selvia

Tidak lama setelah bertemu dengan temanku, aku mengecek Rank Alexa blogku, The Luckiest & Hana Book Review.
Aku sedih ketika melihat peringkat alexa kedua blogku turun..
Namun, ada yang aneh..
Hana Book Review yang beberapa hari sebelumnya berperingkat 1,6 juta kemudian saat dicek menjadi 1,9 juta.. Namun Alexa malah memberi tanda hijau dan memberi tahu bahwa peringkat blogku naik.. Kok bisa? :/



Ternyata Alexa memberi keterangan bahwa peringkat blogku naik karena dia membandingkan posisi rank sekarang dengan peringkat blogku 3 bulan yang lalu.

Aku pun terdiam dan seolah tersadarkan..
Sering kali aku merasa sedih karena aku merasa tidak membuat progress yang berarti jika sedang melakukan evaluasi harian (membandingkan kondisiku yang sekarang dengan yang kemarin)
Namun jika ditilik lebih jauh ke belakang (3 bulan lalu), aku sebenarnya telah membuat kemajuan.
Mungkin dalam usahaku dalam berusaha menjadi lebih baik, ada masa pasang surutnya.. Tidak bisa selalu naik..
Aku tidak seharusnya bersedih dan kemudian merasa usahaku sebelumnya tidak berarti karena suatu kemunduran...
mungkin Allah ingin mengajarkanku untuk mampu ramah pada diriku sendiri, mengingatkan bahwa it is okay untuk jatuh sesekali, untuk merasa tidak memiliki kemajuan..
Bahwa hasil/pencapaian bukan segala-galanya, yang penting aku harus terus berusaha..

Aku jadi teringat ceramah Ust Nouman Ali Khan; Young People With Vision

Allah melihat usaha kita, bukan hasil kita. Ada Nabi yang tidak berhasil mendapatkan pengikut namun di hadapan Allah, beliau tetap mendapat kedudukan tinggi karena tidak berhenti berusaha.

I told you there are prophet that shown in front of Allah on judgment day with how many followers?
Zero!
So they had zero impact but Allah still gave them the highest rank of Jannah. Why?
Because Allah respect their pursuit, their effort.
They are great, they are tough and they went through it.
If you have progress report for Nuh AS every year.
Let’s see growth chart on how many people become Muslim.
Nuh AS’s annual review.
How many people become Muslim every year? 950 years and like blub, the chart is not going like this (up), it is flat, maybe even goes down, people coming close and ran away.
There is no impact.
But you know what will be respected from Nuh AS?
It is his constant, constant, constant pursuit.
We have to internalize this. You guys should be people of pursuit.
We will have nothing in front of Allah if not our pursuit.

Aku bilang ada nabi yang ditampilkan di hadapan Allah pada hari penghakiman dengan berapa banyak pengikut?
Nol!
Mereka memiliki dampak nol tetapi Allah masih memberi mereka peringkat tertinggi di surga. Mengapa?
Karena Allah menghormati usaha mereka.
Mereka hebat, mereka tangguh dan mereka berhasil melalui semua cobaan.
Jika Anda memiliki laporan kemajuan untuk Nuh AS setiap tahun.
Mari kita lihat grafik pertumbuhan pada berapa banyak orang menjadi Muslim.
Ulasan tahunan Nuh AS ini.
Berapa banyak orang yang menjadi Muslim setiap tahun? 950 tahun dan seperti blub, grafik tidak akan seperti ini ( naik ke atas), itu datar, bahkan mungkin turun, orang-orang datang mendekat dan kemudian lari.
Tidak ada dampak.
Tapi Anda tahu apa yang akan dihormati dari Nuh AS?
Ini adalah usaha yang terus-menerus.
Kita harus menginternalisasi ini. Kita harus menjadi orang yang berusaha.
Kita tidak akan memiliki apa-apa di hadapan Allah jika tidak berusaha. 



Btw, aku menemukan kutipan keren dari Juniorku, Nadia.

"Sebenarnya, kalimat-kalimat dari kami yang berusaha menyadarkanmu ini tidak ada artinya jika Allah tidak menggerakkanmu. Apalah arti kalimat, besok bisa saja kamu lupa. Suatu hari nanti, Allah pasti menempamu dengan cara-Nya sendiri. Tempaan itu akan membuat dirimu jauh, jauh lebih kuat. Tiap orang pasti ditempa lewat kejadian-kejadian tertentu."
"Tapi aku takut. Rasa-rasanya aku selalu berada dalam zona nyaman. Sebesar apa pula tempaan dan tamparan untukku nanti?"
"Ibarat obat dan penyakit. Coba, orang yang terkena flu obatnya sederhana, sementara orang yang terkena kanker obatnya pasti bermacam-macam. Banyak, pahit pula. Apa yang kita bicarakan ini menyangkut ego. Semua orang punya ego. Semakin kokoh tembok ego seseorang, tentu butuh usaha yang besar untuk meruntuhkannya, bukan? Tempaan dari Allah itu berfungsi untuk meruntuhkan tembok egomu nanti."
*
Kata-kata berseliweran di laman utama media sosial bernuansa biru. Mataku menangkap satu. "Aku mengagumi seorang teman. Dia supel dan cerdas, tetapi dia berkata dia jelek dan tidak bisa apa-apa. Apa yang lebih rendah daripada menghinakan diri sendiri?" Coba. Apa yang lebih rendah daripada menghinakan diri sendiri, katanya.
Barangkali kita pernah. Aku dan kamu barangkali pernah merasa tidak punya kelebihan sama sekali. Akan tetapi, orang lainlah yang menangkap potensi dan kelebihan kita. Biarkan hatimu percaya sesekali sembari mengenali potensi yang diungkapkan padamu.  Percayalah, tetapi jangan sampai membuatmu tinggi hati. Percayalah, karena terkadang kita memang butuh disadarkan sebelum jatuh ke dalam lubang kerendahdirian yang menghancurkan. Rendah hatilah, tetapi jangan sekali-sekali rendah diri.
*
"Orang akan maklum ketika kamu gagal karena berjuang, tetapi ketika kamu mundur sebelum memperjuangkan apa yang orang-orang percayakan padamu, itu sungguh memantik api kemarahan orang-orang itu. Orang percaya padamu, tetapi kamu malah tidak percaya pada diri sendiri. Apatah yang lebih menggemaskan daripada itu?"
*
Beberapa kutipan kalimat berasal dari Ella. Gadis yang menempatkan sastra sebagai bagian dari jiwanya. Terima kasih atas hari kemarin, La.
Semoga bermanfaat.
Luv,
Nadia Almira Sagitta


Semangat!! Semoga kita menjadi hamba yang mampu bersyukur, tidak mudah menyerah/putus asa dan dibimbing Allah untuk melangkah ke jalan yang benar:D

Hal-hal Menyenangkan di Tanggal Tua

|
Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi

Image Courtesy of Alexas_fotos at pixabay.com, edited by me

Kalau kalian memperhatikan tanggal tua itu identik dengan sengsara, duit yang menipis dan berbagai peristiwa menyedihkan lainnya. Setuju tidak?

Image source: https://www.instagram.com/songtripletsmemes/


Tapi tenang saja, aku tidak akan menceritakan berbagai jenis penderitaan saat tanggal tua. Bukannya aku tidak mengalami masalah tersebut tapi kalau cerita akan kepentok sama tagline blog ini: Let’s see good things in everything around. Hehehehe

After all, Tanggal tua may not good, but there are goods in Tanggal tua 
Image source: Matahari Mall Facebook Fanpage, edited by me



Jadi dalam post ini, aku ingin berbagi mengenai hal-hal menyenangkan yang terjadi di tanggal tua. Here they are:

1.       Dapet makanan gratis dari ibu Kos

Ketika stok makanan habis dan aku sedang bingung mau makan apa, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar. Ternyata Ibu kosan berbagi makanan.

Ya Allah.. terharu.. :’) Alhamdulillah *sujud syukur*
Aku bersyukur banget punya ibu kosan yang baik hati. Terima kasih Ibu Kosan!


2.       Ditraktir makan sama Bos/Teman
Bos/temanku mengajakku pergi makan di luar dan kemudian mentraktirku makan.  Wah... Senangnya punya bos/teman seperti ini! Terima kasih banyak. Ditraktir makan pas tanggal tua tuh rasanya the best!

Image Courtesy of Alexas_fotos at pixabay.com, edited by me

Ya Allah, terima kasih telah mempertemukanku dengan bos/teman yang baik hati. Semoga species seperti ini makin banyak. :D

3.       Dapet kiriman uang dari ortu
Pas iseng cek saldo rekening di ATM, ternyata nominalnya bertambah. Setelah dicek, ternyata dapet kiriman uang dari ortu. Dapet uang selalu menyenangkan, terlebih lagi kalau dapetnya di tanggal tua.




4.       Punya teman yang pengertian
Hal yang membuat pengeluaran membengkak biasanya adalah ketika teman ngajak ketemuan untuk nongkrong di mall. Aku sangat menikmati momen-momen nongkrong dengan teman-temanku tapi kalau dompet berkata lain, bagaimana?

Mau tak mau, aku jujur mengenai kondisi keuanganku dan alhamdulillahnya temanku bersedia untuk tidak nongkrong di mall. Nah, yang membuatku terharu adalah ketika mereka tetap ingin menghabiskan waktu bersamaku, sehingga mereka kemudian main ke kosanku dan membawa makanan.
Ya ampun.. Mata berkaca-kaca *Terharu*




5.       Bisa memberi kado ultah/nikah

Memiliki teman yang baik adalah anugerah yang harus disyukuri. Nah saat momen spesial seperti ulang tahun atau pernikahan, aku ingin membalas kebaikan mereka dengan memberi hadiah. Sayangnya, terkadang tanggal ulang tahun atau pernikahan mereka bertepatan dengan tanggal tua. Bagaimana ini? o(>_<))o

Ngga bisa menyalahkan mereka juga sih, aku rasa tidak ada yang minta dilahirkan di tanggal tua (aku sendiri juga ultahnya pas tanggal tua. Hahahah). Kalau soal pernikahan, mungkin dapet tanggal yang cocok dan kosong untuk gedungnya adalah tanggal tua. 

Jadi apa yang kulakukan?
Batal kasih kado? Ngga dong!
Aku percaya kalau punya niat baik pasti akan ada jalan. Nah, saat bingung aku menemukan video ini:




Terima kasih kepada Budi! Sekarang aku tahu solusinya untuk membeli kado ultah atau pernikahan di tanggal tua. Belanjanya di mataharimall.com! (Sssst.. Rahasiaku terbongkar.. ketahuan deh kalau beli kado dimana).

Tapi Matahari mall emang recommended! Kenapa? Karena tiap tanggal tua, Mataharimall.com punya program Tanggal Tua Suprise (TTS). Diskonnya lumayan banget! 

Image source: Matahari Mall Facebook Fanpage


Selain diskon yang lumayan, Matahari mall menyediakan berbagai opsi pembayaran yang memudahkan serta gratis ongkir ke seluruh Indonesia. Jadi, saat belanja di mataharimall, tidak perlu dipusingkan dengan memikirkan biaya pengiriman. Saat belanja pun tenang! Alhamdulillah! 

Terima kasih Matahari mall karena sudah pengertian sama aku! Aku jadi tetap bisa memberi kado meski tanggal tua! :D



6.       Merasa tenang karena tidak ada yang bisa dicuri
Ali bin Abi Thalib pernah bilang kalau Ilmu itu lebih istimewa dari pada harta, karena ilmu selalu menjagamu, sedangkan engkau harus menjaga harta milikmu.  Aku setuju dengan kata-kata mutiaranya Ali bin Abi Thalib. Kalian pernah merasakan tidak saat baru gajian, rasanya was-was dan mesti hati-hati karena punya uang dan takut uangnya dicuri. Berbeda ceritanya jika tanggal tua, aku tidak lagi merasa was-was dan mesti hati-hati, soalnya harta apa yang mesti dijaga dan akan dicuri? Hohoho

Image source: https://www.instagram.com/songtripletsmemes/



7.       Menemukan uangmu yang terselip di tempat-tempat tidak terduga
Aku tuh orangnya ceroboh dan suka lupa naruh barang. Nah ternyata sifat jelekku ini ada kalanya berguna juga. Kadang-kadang aku mengira uangku sudah habis atau tinggal sekian, ternyata saat hendak mencuci dan mengecek kantong baju, aku menemukan uang Rp 10.000. Alhamdulillah! Lumayan buat makan siang.
Pernah juga lagi iseng saat merapikan barang-barang di tas, ternyata pas cek kantung kecil di depan tas ransel, ada uang Rp 20.000! Hore! Alhamdulillah! Bener ya rezeki tuh ngga kemana.



Berdasarkan pengalamanku tersebut, aku belajar meski uang dan kebahagiaan berkaitan erat. Saat tanggal tua, aku menyadari bahwa selain uang, masih ada hal-hal lain yang bisa membuatku bahagia dan bersyukur, misalnya bersyukur memiliki orang tua, teman, ibu kosan yang baik, dll.


It is not happy people who are thankful but thankful people who are happy


Ini Kisah Tanggal Tuaku! Kalau kamu bagaimana? Hal menyenangkan apa yang terjadi di tanggal tua? :D

Pakai baju apa ya?

|
“Pakai baju apa ya?” adalah salah satu hal yang sering bikin pusing kepala saat hendak pergi ke pesta pernikahan. Di usia 20an seperti ini, undangan pernikahan tidak henti-hentinya datang menghampiri. Gue pernah mendapat 3 undangan untuk hari yang sama dan 11 undangan dalam satu bulan.
Andalan gue selama ini sih tentu saja gamis. Bukan gamis casual yang biasa gue kenakan ke kantor tapi gamis yang ada brokatnya atau gamis yang ada payetnya.




Terkadang gue juga memadupadankan dress dan blazer..



http://www.zalora.co.id/Diamond-Twill-Blazer-845685.htmlhttp://www.zalora.co.id/Poly-Chiffon-Maxi-Dress-812389.html


Cuma kalau mengandalkan gamis dan setelan yang sama terus menerus (apalagi kalau masih dalam lingkaran pertemanan yang sama kan malu juga)..
Pernah dong hari sabtu ini pergi ke nikahan si X ketemu Y, nah minggu depannya tuh nikahan Y..
Masa gue pakai baju yang sama ke nikahan X buat ke nikahan Y...
Kalau lingkaran pertemanan beda sih gue masa bodo..
Paling ketahuannya pas upload foto sama pengantin di social media (kalau ada yang rajin kepo dan bandingin).
Hehehe

Dulu sih bisa sih diakalin dengan pinjem baju ke adik gue memey atau tetangga kosan gue, Fida dan Anggi..
Sekarang kan gue udah beda kosan...

Kepikiran mau pergi beli baju tapi kapan waktunya?
Hmmm....
Senin sampai jumat kerja, jam pulang kantor kan jam 6 sore.. baru keluar kantor jam setengah tujuh malem biasanya...
Mau pergi belanja pas pulang kantor, kepikiran macet perjalanan ke malnya..
I mean itu kan pas jam rush hour
Males dan ngga enak juga jalan ke mal dalam keadaan capek, laper dan mepet waktu tutup mall.. 
Pas belanja jadi merasa waktu terbatas dan diburu-buru takut tokonya tutup.

Pergi hari sabtu? Justru sering kali undangannya hari sabtu, pagi pula kalau mau dateng pas akadnya..
Jeng jeng!
Kapan gue belanjanya kalau gitu?! 
Bingung dan pusing kan?
Sama gue juga..


Pas lagi pusing, kepikiran belanja baju untuk ke pesta pernikahannya online aja kali ya?
Jadi belanjanya bisa ngga dalam  keadaan capek, laper dan mepet waktu tutup mall.
Nah, pas lagi iseng-iseng buka Facebook Fanpagenya Zalora Indonesia, ternyata di tanggal cantik ini 11-11  (11 November), Zalora Indonesia sedang mengadakan Online Revolution ZALORA. Diskonnya sampai 80%.! Alhamdulillah  (^0^)/
Terus Koleksi Zalora yang  didiskon ada dari berbagai brand, mulai dari Sepatu Nike, Mango, Something Borrowed, Tas Palomino, Salt n Paper dan banyak lagi! 




Wow.. Mau banget!


Kerennya lagi ZALORA bagi-bagi voucher belanja Rp 1.110.000 dengan ikutan kuis nya di instagram!



Yuk jangan ketinggalan promosi menarik Online Revolution ZALORA  ini! 

Tradisi Memberi Uang Salam Tempel

|

Salah satu ciri khas yang tidak lepas dari lebaran adalah pembagian uang salam tempel. Tiap keluarga memiliki ketentuan masing-masing mengenai siapa yang berhak dan berapa besaran uang salam tempel yang diterima. Di keluarga besarku, ada dua syarat mendapatkan uang salam tempel:
1.       Duduk di bangku TK, SD, SMP, dan SMA.
2.       Berpuasa pada bulan Ramadhan.
Biasanya sebelum uang salam tempelnya diberikan, Kakek, Nenek, Uwa, Paman, Bibi, Bude, Pakde, Om, Tante akan bertanya apakah kami berpuasa, jika jawaban kami adalah iya, maka pertanyaan selanjutnya apakah puasanya setengah hari atau seharian (dari subuh sampai magrib), dan berapa hari kami berhasil berpuasanya (sebulan/bukan).

Pembagian nominal uangnya sendiri seperti kurva normal, jika kau adalah anggota keluargaku dan masih berada di TK/SD, kemungkinan kau diberi sedikit karena dianggap belum mengerti uang. Ada kemungkinan kau mendapat banyak lembaran uang tapi nominalnya kecil. Waktu jamanku masih SD dulu, aku bisa dapat banyak lembaran uang tapi nominalnya 100/500 rupiah. Waktu jaman belum bisa berhitung sih senang-senang saja mendapat uang berlembar-lembar karena mengira banyaknya jumlah lembaran uang berarti banyak uang, padahal nominalnya kan berpengaruh juga. Hahaha.

Kurva normal pendapatan uang salam tempel

Bagi yang mampu puasa sebulan penuh dari subuh sampai magrib biasanya mendapat bonus, tapi ini hanya berlaku saat masih SD karena kalau sudah SMP/SMA dianggap harusnya memang sudah mampu berpuasa seharian selama sebulan penuh. Pemberian uang salam tempel akan makin bertambah dan titik tertingginya adalah saat SMP, kemudian ketika SMA, uang yang kau dapatkan akan semakin sedikit. Saat kuliah, kemungkinan besar kau hanya mendapatkan uang salam tempel dari orang tuamu.

Beberapa alasan yang menyebabkanku menyukai tradisi pemberian uang salam tempel ini:
a.       Uangnya. Siapa sih yang tidak suka mendapat uang?
b.      Alasan mendapat uang. Aku mendapat uang karena melakukan hal yang kusukai, tidak makan dan minum (puasa). Bagiku yang waktu kecil dianggap anak susah makan ini bulan ramadhan adalah bulan yang membahagiakan karena tidak ada lagi yang bertanya apakah aku sudah makan atau belum. Di bulan ramadhan juga, aku bisa terhindar dari omelan marah belum makan. Aku menyadari ternyata kebiasaanku susah makan berguna di bulan ramadhan. Hohoho
c.       Arti mendapatkan uang salam tempel. Bagiku, mendapatkan uang salam tempel berarti memiliki kesempatan untuk membeli buku/mainan tanpa syarat. Di bulan-bulan biasa, jika aku menginginkan buku/mainan, aku harus melakukan sesuatu seperti mendapat peringkat pertama di kelas, peringkat pertama di tempat kursus/bimbel, membantu membersihkan rumah, atau karena ada peristiwa khusus seperti ulang tahun.
d.      Pembuktian silaturahmi memperbanyak rezeki karena biasanya semakin banyak sanak saudara dan tetangga yang kau kenal, semakin banyak rezeki dalam bentuk uang yang kau dapatkan. Hehehe

Lebaran tahun ini cukup spesial karena aku mengalami perubahan status. Selama ini aku selalu menjadi penerima uang salam tempel dan untuk pertama kalinya aku akan menjadi pemberi uang salam tempel. Alhamdulillah, sudah hampir setahun aku sudah bekerja dan mendapat THR pertamaku.

Awalnya, aku merasa agak berat hati ketika berpikir THRku berkurang untuk dibagi-bagikan untuk uang salam tempel. Ooops, ketahuan deh kalau aku tuh pelit. Hehehe. Kalian tahu? ketika membagikan uang salam tempel kepada adik kandungku sendiri, Huang dan Memey, mereka menunjukkan reaksi terkejut. Mereka tahu kakaknya ini pelit jadi mereka tidak menduga kalau aku akan memberi mereka uang. Aku bahkan tidak menyangka bisa melihat senyum lebar di wajah mereka, kupikir aku hanya akan mendapat ucapan terima kasih biasa. Membuatku merasa oh begini toh rasanya membahagiakan keluarga sendiri.

Amplop yang kugunakan untuk memberi uang salam tempel

Khusus Huang dan Memey, selain berisi uang,
aku juga menyertakan voucher sodexo yang aku dapat dari kantor.
Hehehe

Ternyata selain saudara kandungku sendiri, sepupu dan keponakanku juga kaget mendapat uang salam tempel dariku. Mereka lupa aku sudah bekerja. Hahaha. Berarti sebenarnya tidak memberi juga bisa ya. Eh? Hehe Bercanda. (^_^)v

Lebaran kali ini aku belajar bahwa tentang kebahagian memberi, terutama memberi kepada keluarga sendiri. Selama ini, aku berpikir menerima lebih membahagiakan, ternyata memberi jauh lebih membahagiakan. Sekarang, aku mengerti mengapa banyak orang berjuang keras mengumpulkan uang agar bisa mudik dan membagikan uang tempel kepada sanak keluarga mereka karena ketika melihat senyuman di wajah orang-orang yang kita cintai, seolah-olah jerih payah kita terbayar lunas. Bahkan, rasanya senyum dan ekspresi bahagia yang terpancar dari wajah mereka tak ternilai harganya.
“Happiness doesn't result from what we get, but from what we give.” ― Ben Carson


Artikel ini diikutsertakan dalam #GiveAwayLebaran yang disponsori oleh Saqina.com, Mukena Katun Jepang Nanida, Benoa Kreati, Sanderm, Dhofaro, dan Minikinizz 

MSC Reunion (Minus Ikhsan)

|

25 Juli 2015, pukul 10.55 WIB, aku tiba di Kota Kasablanka.
Terlambat! aku berencana tiba pukul 10.30 sehingga aku masih punya waktu untuk membeli goodie bag untuk kado hana talita dan tetap bisa tiba tepat waktu pukul 11.00 ke Zenbu, tempat janjian kami.
Sepertinya aku akan datang terlambat, aku tidak yakin bisa sampai ke Cindy Gift Shop dan memilih goodie bag dalam waktu 5 menit.

Di perjalanan hendak ke Cindy Gift Shop, aku berpapasan dengan Nia dan Kathy di seberang Old Town White Coffee,Food Society.
Mereka berdua terlihat cantik.
“Hi Nia, Kathy” aku setengah berteriak
Mereka melihatku dan tersenyum
“Eh gue mau ke atas dulu ya, kertas kado buat Hanata jelek, gue pengen beli goodie bag biar nutupin kertas kadonya”
“Udah ngga usah, biarin aja. Sayang duit” kata Nia sambil menarikku jalan
Aku mengikuti langkah kaki mereka kemudian mengamati keresek putih besar yang dijinjing Nia.
“Apa itu Nia? Kado tambahan buat Hanata kah?”
“Ada deh, mau tahu aja.” balas Nia
Hm.. jangan-jangan kado buat Kathy. Ultah Kathy tanggal 1 September nanti, aku beberapa kali ingin bertanya pada MSC apakah kami hendak patungan kado sebelum Kathy berangkat ke Belanda nanti. Atau justru itu kado perpisahan? Tapi kalau beneran buat Kathy, sebaiknya aku ngga nanya disini karena ada orangnya.

“Hana, loe tambah gemukan ya?' sahut Nia
Mataku berkaca-kaca. Aku terharu mendengarnya
“Tahu ngga Nia, loe orang pertama yang bilang kayak gitu. Gue capek selama lebaran kemarin, tiap ketemu saudara gue mereka pada bilang gue kurusan, mungkin karena pas bulan pasa kemarin, berat gue 38 kg.”
“Han! Berat badan loe bedanya ** kg sama gue!” kata Nia
“Itu gue nimbangnya seminggu sebelum lebaran, semoga aja sekarang udah nambah. Gue makan agak banyak pas lebaran kemarin.” jelas gue
“Han, tahu ngga ada saudara gue yang usianya masih sekian dan berat dia ** kg, lebih berat dari loe tahu, ngga?” Kathy ikut berkomentar
Gue cuma tersenyum dan mengangguk. Yeah, I heard that a lot.

Untung pembicaraan mengenai berat badan ini terhenti karena kami merasa kami nyasar. Aku membuka handphone dan Hanata bertanya aku sudah sampai mana. Kami berhenti untuk bertanya satpam dan OB mengenai dimana dan bagaimana kami ke Zenbu. Hanata sebenarnya sudah memberi tahu kami bahwa Zenbu di dekat marks and spencer tapi masalahnya kami tidak hapal isi Kota Kasablanka. Hahaha

...

Hana Talita sudah ada di Zenbu saat kami datang. Dia selalu on time. :D
Kami akan ditraktir ultah Hana Talita. Kaget juga sih soalnya Hanata bilang tahun ini dia ngga bakal traktir dan awalnya janjian buat reunian aja. Eh tiba-tiba Hanata bilang dia mau nraktir. Alhamdulillah. Thanks a lot Hana Talita.
(ノ^ヮ^)ノ*:・゚✧

Sepertinya saat kami datang, Hana Talita baru saja selesai memesan karena aku melihat pelayan baru saja pergi dari meja kami setelah berbincang dengan Hana Talita.
“Vania mana?” tanyaku sambil memilih tempat duduk berseberangan dengan posisi duduk Hana Talita
“Baru berangkat dia” jawab Nia, kemudian duduk di sampingku. Kathy duduk di sebelah Hana Talita.
“Nia, apa kadonya dikasih ke Hanata sekarang?” aku menyondongkan tubuhku ke dekat Nia dan berbicara dengan suara pelan.
“Ntar aja, tunggu Vania datang, biar sekalian” balas Nia

Pelayannya kemudian datang dan membagikan buku menu kepada kami bertiga. Aku membolak-balik buku menu. “Han, ada rekomendasi?” tanyaku
“Mozaru” jawabnya sambil menunjuk mozaru di buku menu kathy.
Aku membolak-balik halaman berusaha mencari gambar mozaru yang ditunjuk Hana Talita
“Loe pernah makan ini, han? Kalau pakai heyhanata rating, ratingnya berapa?” tanyaku, masih mencari halaman buku menu yang memuat penjelasan mozaru. Temanku, Hana Talita adalah food enthusiast, dia sering menulis dan memfoto tentang makanann. Bisa baca di heyhanata.blogspot.com dan follow instragamnya: @heyhanata
“Ya, 4,5 dari 5. Enak dan lagipula ini ditaruh di halaman depan berarti kan signature mereka.” jelasnya.

Aku terkejut mendengarnya. Aku tidak pernah berpikir seperti itu, menghubungkan halaman pertama dengan pengertian bahwa menu yang ditaruh di awal artinya itu menu ciri khas dan rekomendasi. Wow. Harus kucatat dan kuingat.
Aku kemudian memesan beef mozaru dan untuk minumnya strawberry cheesecake shake.
Sambil menunggu makanan, aku pergi shalat zuhur dan saat kembali Vania sudah datang.
Makanan dan minuman yang kupesan alhamdulillah enak tapi kurasa bukan kombinasi yang baik jika dimakan bersamaan. Makanannya masuk kategori makanan berat (butter rice dibalut cheese dan potongan beef di atasnya) terus minumannya strawberry cheesecake shake ternyata kental (padat) dan manis.
Aku merasa strawberry cheese cake ini salah satu minuman yang bisa buat kenyang, kurasa bisa kumasukkan ke dalam list minuman yang kupesan kalau malas makan.

Strawberry cheesecake shake Zenbu

Beef Mozaru


Aku mengunyah makanannya lama sekali dan menjadi terakhir yang habis. Aku meminta maaf dan teman-temanku bilang aku santai saja karena mereka sudah menduganya. Kami kemudian mengobrol mengenai kabar dan kesibukan kami.

Selesai makan, Nia memintaku memberikan kado ke Hanata.
“Ih, jelek apaan, coba! Bagus gitu kertas kadonya” kata Kathy saat melihat kado.
Aku ingin menjelaskan alasan mengapa aku menganggap kertas kadonya jelek tapi masa di depan orang yang dikasih kado.
Alhamdulillah deh kalau kertas kadonya ngga dianggap jelek. :D hohoo
Hanata menunjukkan ekspresi terkejut bahagia saat membuka kado. Dia bilang dia memang menginginkan kado kami. Alhamdulillah, Aku bersyukur kado patunganku, Kathy dan Nia ini membuat Hanata senang.

Selesai dengan kado Hanata, Nia tiba-tiba menghadap ke arahku, mengangkat keresek putih scoop tinggi dan kemudian menyerahkannya paadaku  “Han, ada yang mau kami kasih. Maaf ya kado ulang tahunnya telat.”
Wah. Aku terkejut. Aku tidak menduga akan mendapat hadiah. Kupikir tahun ini aku tidak akan mendapat kado dari MSC. Jadi, keresek putih yang Nia tadi pegang memang kado dan ternyata kado untukku. :')
Aku benar-benar tidak menyangka. O ia, Aku mendapat bantal berbentuk bunga,mug dan notebook.
Aku agak menyesal sepertinya aku tidak menunjukkan ekspresi bahagia seperti Hanata karena kemudian teman-temanku meminta maaf karena kadonya tidak dibungkus.

kado dari MSC


Kathy, Me, Hana Talita, Nia, Vania
MSC (minus Ikhsan)


Kami kemudian ke Shirokuma Cafe karena Hanata ingin makan es krim. Aku tadinya berpikir tidak sanggup makan lagi, tapi melewatkan kesempatan makan es krim? No way! Aku suka es krim! \(^0^)/ (meskipun aku alergi minuman/makanan dingin termasuk es krim, semoga aja ngga bersin.)
Aku memesan snow carapop cone tapi es krimnya milk tea flavor karena kata Hanata, es krim rasa milk tea hanya ada di Shirokuma Cafe yang di Kota Kasablanka. Saat sedang makan es krim. Ikhsan melakukan video call. Ya, reuni kali ini tanpa Ikhsan karena dia baru di terima di Pupuk Kaltim dan belum mendapat jatah cuti.

snow carapop cone milk tea flavor


Selesai makan, kami jalan-jalan keliling mall dan tahu-tahu udah jam 4. Waktu berjalan cepat sekali ya kalau bareng temen, padahal tadinya aku berencana pamit pulang pukul 3.30 WIB. Hahaha
I had fun with them \(^0^)/

UNTUK YANG TIDAK KAU BERIKAN

|
Ketika Tuhan tidak memberikan yang aku inginkan
Aku belajar bahwa kebahagiaan itu bukan karena segala sesuatu berjalan baik
Tapi ketika aku bisa melihat hal baik dari segala hal yang kualami
Terkadang menginginkan sesuatu lebih baik daripada memilikinya.
Kita bebas memilih tapi tidak bebas akan konsekuensinya, mungkin Allah menjaga kita dari konsekuensi pilihan kita. 
Sering kali kondisi hampir lebih baik daripada kondisi sempurna karena memungkinkan untuk berkembang, berjuang meraih yang lebih baik.

Atau apakah manusia akan mendapatkan segala yang dicita-citakannya?
(Tidak)! Maka milik Allah-lah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.
(Q.S. An-Najm: 24-25)

Ya Allah, terima kasih untuk segala hal yang tidak KAU berikan
:")
Cukuplah Allah bagiku

Image Courtesy of Lance Anderson at unsplash.com

Alhamdulillah Berkah Ramadhan

|

Alhamdulillah ramadhan kali ini Hana dapet paket parcel dari kantor
Isinya kardusnya kue, batik, dan sirup.
Terus ada undian kue tambahan, Hana dapet kue keju.
Dapet Voucher Sodexo Rp 250.000 juga
(((o(*゚▽゚*)o)))
Katanya bakal ada tambahan lagi beras 10 kg dan big cola.
ヾ(〃^∇^)ノ♪
Makin bersyukur Allah menempatkan Hana di Majalah SWA
(ノ´ãƒ®´)ノ*:・゚✧
Alhamdulillah  ╰(✧∇✧╰)

Kau Tidak Tahu

|

Image Courtesy of Autumn Mott at unsplash.com
Kau tidak tahu

Temanmu yang
Yang ayah ibunya pernikahannya harmonis
selalu peringkat 3 besar di kelasmu itu
Yang disukai guru, teman, senior dan adik kelas itu
Menangis, iri dan berharap dia memiliki saudara kandung sepertimu

Temanmu yang sering tersenyum
Aktif di berbagai kegiatan sosial
Ternyata tidak punya ayah
Dan dia berharap ayahnya masih hidup sepertimu
Dan cita-citanya melanjutkan pendidikan tinggi terancam kandas karena dia masih memiliki adik-adik yang masih cilik

Temanmu yang suka jalan-jalan ke luar daerah dan luar negeri
Yang uang jajannya berkali lipat uang jajanmu
Ayah ibunya sering bertengkar
Seperti kucing dan anjing
Dia tidak menikmati perjalanannya
Karena dia hanya lari menghindar dari neraka bernama rumah


Temanmu yang selalu mendapat nilai tertinggi
Yang cantik dan disukai banyak teman lelaki
Tidak memiliki seorang pun sahabat perempuan

Temanmu yang sering bolos dan suka berkata kasar itu
Sering dibully di kompleks perumahannya

Temanmu yang menurutmu caper itu
Anak yatim piatu
Dia tinggal bersama pamannya

Ada hal-hal yang tidak kau ketahui kecuali dengan menjadi orang lain tersebut
Atau menjadi teman baik mereka

Sering kali hal yang kau anggap biasa atau wajar merupakan impian bagi orang lain

Karena itu diperlukan prasangka baik
Bahwa Allah Maha Adil
Adil tidak selalu berarti mendapat hal yang sama
DIA tahu kelebihan dan kelemahan masing-masing hambaNya.
Rizki dan ujian orang berbeda-beda justru karena Allah Maha Adil

Sudah bersyukurkah hati ini?

Ini Bukan Akhir

|
Assalamu’alaikum Guys

Alhamdulillah Hana ngga lolos seleksi wawancara BPI LPDP tahap 2 2015.
*Sujud Syukur* :D

Kalian pasti bingung:
Han, ngga lolos kok malah seneng sih?
Hehehe..  Tenang kalian ngga sendirian
Pas Hana kabari hal ini ke temen-temen Hana, mereka juga bingung sama reaksi Hana.
Hehehe
Kemarin-kemarin Hana udah berdoa minta dilolosin sama Allah. Selain itu, Hana juga berdoa semoga Allah membuat Hana bersabar dan bersyukur atas keputusannya.
Jadi pas tahu ngga lolos, Hana biasa aja.
Hana sadar gagal lolos BPI LPDP bukanlah kegagalan final. Masih ada banyak cara dan kesempatan untuk mencapai cita-cita perantara menjadi penulis dan Marriage and Family Therapist (Cita-cita utama mah masuk surga).
Yeay!
Mohon doanya ya!
(^0^)/

Pas Hana ngabarin berita ini ke Umi Hana, Umi bilang
“Umi ngga berhenti mendoakan Jeje.  Semoga jeje tambah tangguh menghadapi kekecewaan, Allah begitu cinta pada kita hambaNya diberi nikmatnya keinginan yang tertahan.”
:”)
Alhamdulillah. Hana jadi terharu pas bacanya.

Hana jadi inget kisah para Nabi dan orang-orang shaleh di dalam Al-Quran.
Misalnya Nabi Ibrahim, Nabi Zakaria yang tidak lelah berdoa meminta kepada Allah untuk meminta keturunan. Mereka ini termasuk orang-orang yang dicintai Allah dan memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah, dan keinginan mereka tidak langsung terkabul. Apalagi Hana yang ngga ada apa-apanya dibanding mereka.
Atau kisah Ibunya Nabi Musa. Beliau berdoa agar Nabi Musa tidak dibunuh Firaun dan dia pun menghanyutkan Nabi Musa ke sungai, tapi alih-alih menjauh dari Firaun, Nabi Musa justru ditemukan oleh istri Firaun. Ibu Nabi Musa tentu saja tidak percaya, dia mendapatkan hal yang berlawanan dengan keinginannya. Tapi justru karena Nabi Musa berada di Istana Firaun lah, Nabi Musa selamat dan malah diangkat anak oleh Firaun.


Intinya Hana mau bilang jangan putus asa akan rahmat Allah.
Sesulit apapun kondisi yang kita alami.
Kalau keinginan kita belum dikabulkan bukan berarti Allah ngga sayang sama kita.
Jangan berhenti berdoa, percaya dan berprasangka baik pada Allah.
Semangat!
(^-^)9


Tulisan ini ikut serta dalam gerakan #NulisRandom2015 dari 1 Juni-30 Juni 2015

Pilihan Allah

|
Beberapa waktu lalu aku teringat percakapanku dengan seorang teman saat aku duduk di bangku SMP. Aku melihatnya sering menghabiskan waktu berdua dengan sahabatnya meski sahabatnya tidak lagi satu kelas dengannya. 
Aku bertanya apa yang dia sukai dari sahabatnya.
Dia menjawab “Dia dan aku suka mengkhayal. Kami sering mengkhayal bersama-sama. Misalnya kami pernah mengkhayal kalau kami sebenarnya bukanlah anak kandung orang tua kami. Aku adalah anak hilang dari pasangan kaya dan dia adalah putri yang hilang dari sebuah kerajaan.”

Mulutku menganga mendengarnya. 
Aku tidak percaya apa yang kudengar.
I mean jika aku sedang merasa kesal atau marah pada orang tuaku, aku menekan perasaan tersebut.  Tidak pernah sedetikpun terlintas di benakku berandai-andai kalau orangtuaku bukan orang tua yag sekarang.
Aku merasa hal tersebut tidak pantas, membuaku merasa bersalah dan jika melakukannya akan jadi anak durhaka.
Tapi kemarahan tersebut jadi kemarahan terpendam, kadang tanpa kusadari aku jutek sama orang tuaku atau aku malas pulang ke rumah.

Tapi.. jawaban temanku tersebut menyadarkanku pada satu hal:
Allah Maha Kuasa, 
Dia bisa saja memberiku orang tua lain, 
keluarga lain, 
tapi tidak. 
Allah memberiku orang tua yang sekarang.

Ketika aku merasa kesal dengan perilaku orang tuaku, kenapa orang tuaku begini, kenapa begitu. 
Aku ingat kembali bahwa mereka adalah pilihan Allah untukku. 
Aku percaya Allah selalu memberi yang terbaik bagi hambaNya & lagipula Allah Maha Mengetahui, Allah lebih tahu yang cocok untukku.
Aku seharusnya bersabar, bukannya menahan marah ataupun kesal.

Astagfirullah. Maafkan hambaMu ini yang tidak pandai bersyukur.
Maaf karena pernah marah dengan ketetapanMu.


“Ya Tuhanku,
 berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni’mat Mu
yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku
dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai;
dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu
ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”
(QS An Naml: 19)

Image Courtesy of towbar / 6 images at pixabay.com

Tulisan ini ikut serta dalam gerakan #NulisRandom2015 yang berlangsung sejak 1 Juni hingga 30 Juni 2015

Rizqi Kesempatan

|
Salim A Fillah pernah bilang kalau Rizqi itu bukan hanya yang tertulis di slip gaji dan bukan soal apa yang sanggup dibeli. Hakikat Rizqi itu bukan soal berapa tapi apa nikmat yang kita rasa. (bisa baca artikel lengkapnya disini)

Hana jadi menyadari satu hal, Alhamdulillah karena kerja di majalah SWA, Hana berkesempatan bisa baca majalah-majalah dari Amerika Serikat seperti Times, Harvard Bussiness Review, Fast Company dan Bloomberg Bussiness Week, tanpa harus merogok kocek pribadi.
Kalau rizki hanya sebatas gaji, mungkin sulit bagi Hana membaca majalah-majalah tersebut karena uangnya udah keburu dipakai untuk kebutuhan primer yang lebih mendesak. Hehe



Alhamdulillah terima kasih atas kesempatannya ya Allah. (^0^)/






Tak Terbayangkan

|
Tidak pernah terbayang sekalipun di benakku bahwa aku akan bekerja di majalah bisnis setelah lulus kuliah. Beberapa temanku pun bertanya hal yang sama, bagaimana aku yang lulusan psikologi ini masuk majalah bisnis. Aku pernah membayangkan diriku bekerja di media, tapi di salah satu koran besar ternama di Indonesia, di majalah remaja putri atau justru majalah wanita islami. Bahkan aku baru tahu keberadaan majalah ini karena lowongan kerja yang kulamar dan aku pertama kali membacanya saat duduk di lobi kantor majalah SWA menunggu panggilan wawancara. Hahahaa
Ajaibnya aku diterima di sini!
Alhamdulillah. \(^0^)/


Masuk dunia pasca kampus membuatku sadar bahwa ada banyak hal yang terjadi di luar rencana dan di luar kendaliku. I mean kalau di kampus, hal-hal lebih mudah diprediksi, seperti kalau ingin dapat nilai bagus ya belajar yang rajin dan benar. Biasanya melencengnya pun tidak terlalu jauh, aku masih dapat nilai yang cukup baik.
Tapi di dunia paska kampus, usaha, rencana dan prediksiku banyak yang melenceng. Awalnya aku terkaget-kaget dan mudah merasa sedih. Tapi kemudian aku tersadar bahwa aku sepertinya masih terlalu mengandalkandiriku sendiri. Aku harus belajar mengandalkan Allah, menyeimbangkan doa dan usaha.

Dan kalian tahu apa? Bekerja di SWA membuatku makin percaya bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengatur. Aku merasa ritme kerja majalah dwi mingguan ini cocok denganku. Aku juga dianugerahi rekan-rekan kerja yang baik. Aku bersyukur aku bisa bekerja di tempat yang memiliki nilai yang sama denganku. Aku kurang suka membaca berita atau tulisan yang setelah memaparkan masalah tapi tidak memberi solusi atau membuatku merasa pesimis.  Untungnya, Jurnalisme yang dianut SWA itu adalah jurnalisme positif, jurnalisme yang berusaha menggali hikmah dan menghembuskan optimisme.

Salah seorang temanku bilang kalau yang dilakukan majalah SWA adalah menjual mimpi. Kurasa dia ada benarnya. Biasanya yang kurasakan setelah membaca SWA adalah kagum, merasa “hei dia bisa lho, kenapa aku tidak? Aku juga pasti bisa”. Aku juga belajar ada berbagai cara dalam meraih mimpi, dan selama kau tahu apa yang kau inginkan, go for it! Terlepas orang bilang kau tidak cocok, kondisimu ngga mendukung dan segudang alasan yang bilang mimpimu ngga mungkin. Berusahalah yang terbaik.

Tapi kalau menurut Pak Kemal, pemimpun umum, bahwa yang Majalah SWA jual adalah knowledge karena sekarang SWA menyediakan hasil reportase dan riset dalam berbagai bentuk, mulai dari media, seminar, pelatihan.

By the way, tanggal 16 April lalu, majalah SWA berulang tahun ke-30 dan aku berkesempatan nonton Fast Furious 7 dan dapet snack gratis dari majalah SWA. Kalian tahu, awalnya aku berencana membujuk panitia ulang tahun majalah SWA agar memberiku  tempat duduk di baris D/E karena aku tidak tahu kalau panitia sudah menentukan tempat duduk. Kupikir aku bisa memilih dan ternyata meski tempat duduknya dipilih oleh panitia, alhamdulillah aku dapet posisi yang enak.


Aku dapet posisi di baris A.  Tidak pernah terbayang dibenakku kalau aku akan dapet posisi di baris A, habis selama ini kalau pergi ke bioskop pas beli tiket, posisi itu udah penuh mulu.
Aku terharu. Allah baik banget :')

Hidupku mungkin tidak berjalan sesuai yang kuharapkan atau yang kubayangkan, tapi sesuai yang Allah inginkan dan itu jauh lebih baik. \(^0^)/

Being 23 on 23rd April: Unexpected

|
Pada 23 April kemarin, alhamdulillah usiaku genap 23 tahun. Alhamdulillah Allah masih memberiku kesempatan hidup. Berbeda dengan ulang tahun sebelumnya yang dimana aku lupa kalau aku menyembunyikan ulang tahunku di facebook, bisa baca disini.



Tahun ini aku ingat kalau aku menyembunyikan ultahku dan tidak berniat mengubahnya. Belajar dari tahun kemarin, ada untungnya juga ultah “dilupakan”. Aku tidak perlu membalas banyak ucapan ulang tahun, yang biasanya cukup menghabiskan banyak waktu. Setelah dipikir-pikir yang buat aku bahagia sebenarnya dapat kado dan doanya sih. hehehe

Image courtesy of blickpixel from pixabay.com

 Kalian tahu apa? Karena tidak berharap, aku justru lebih bahagia menerima ucapan selamat dari teman-temanku yang ingat atau yang aku ingatkan. Tahun ini, teman dekatku Nova dan kame kembali mengucapkan paling awal. Nia mengirim pesan suara berisi lagu selamat ulang tahun jamrud yang dia nyanyikan sendiri. Aku terkejut, awalnya kupikir dia mengirim pesan suara seperti yang dilakukan Hana Talita dan Vania tahun lalu, ternyata Nia nyanyi satu lagu full. :’)
Pernah ngayal dinyanyiin lagu sama orang yang disayang dan ngga nyangka itu terwujud di ultah ini. Thanks to Nia!

Ada banyak kejutan lainnya.
Salah satunya Chibe bilang met ultah di group WA forum muslim Psikologi UI angkatan 2010.
Beberapa teman dekatku yang lupa mengucapkan pas hari H, akhirnya ingat sendiri mengucapkan juga beberapa hari setelahnya. :')
Terus pas lagi kepikiran pengen beli tas, temen dekatku Afa menghadiahiku tas.
Masya Allah, Allah baik banget menggerakkan hati Afa untuk memberi kado pahadal aku ngga kasih kado lho pas ultah dia Januari kemarin dan  tas ngga masuk note facebook April wish list yang kutag ke sahabat-sahabatku.


 Makasih ya buat semua temen-temen yang udah ucapin, ngasih doa dan kado \(^0^)/
Jazakumullah khairan katsiran.


Berusia 23 tahun membuatku sadar kalau kayaknya aku udah ngga layak disebut girl lagi. Hehe
Jadi kayaknya aku harus dan mau ganti nama blog ini.
Mulai saat ini, blog ini akan bernama...
*drumroll*
 *drumroll*
 *drumroll*
*gunting pita*

  The Luckiest

*ketok palu*

:D

Intinya meski ultah kali ini lebih sepi, somehow aku benar-benar bersyukur atas segala yang terjadi
:)
Alhamdulillah

Expect nothing and you will be happy with everything

Post Signature

Post Signature