Top Social

Tampilkan postingan dengan label teman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teman. Tampilkan semua postingan

Private Sector 3rd Meet Up

|
Pada tanggal 13 Maret lalu, geng Private Sector melakukan pertemuan ke-3 di Ayam Bakar Lala Margonda, Depok.
Yeah! (^0^)/

Kami memang kumpul setiap dua bulan sekali. Namun, ini pertama kalinya aku ikut pertemuan Private Sector. Dua pertemuan sebelumnya tidak dapat kuhadiri karena ada halangan.

Biasanya dalam pertemuan, kami mengundang tokoh untuk sharing. Namun, pertemuan kali ini lebih bersifat silaturahmi. Kami saling berbagi cerita tentang kesibukan kami saat ini dan juga mimpi atau rencana ke depan kami.

Btw, tadinya ngga berniat nulis ini di blog tapi kata M Ryan Saputra dalam pepatah Jepang ada istilah Ichi Go Ichi E, dalam satu kesempatan hanya ada satu pertemuan.
Artinya setiap pertemuan atau momen yang kita lalui hanya terjadi satu kali dan tidak akan pernah terulang.
Niat menulis pertemuan ini sebagai pengingat.

Selain itu, Eka yang tidak bisa hadir juga meminta notulensi pertemuan kami ditulis di blog agar lebih rapi dan mudah dicari.

Salinov Akbar, Ryan, Siti, Ami, Hana, Romi dan Aid
Well, Berikut notulensi pertemuan kami:

Kesibukan salinov akbar (akbar) saat ini:
Desain dan customer service di Pabrikkaos.co saat ini
Sedang berusaha menyasar b2b, melihat peluang untuk acara outing perusahaan.

Di pabrikkaos.co, salah satu hal yang Akbar pelajari adalah mengatasi komplain pelanggan. Menurutnya sebaiknya kita mencari win2 solution antara pelanggan dan kita sebagai penyedia jasa.

Rencana ke depan: 
Akbar ingin melanjutkan S2 DKV ITB termotivasi oleh istrinya, Tila yang telah menerima lpdp dan akan S2 september ini


Kesibukan Romi :
Alhamdulillah lulus feb kemarin dengan ipk pengusaha (Hana baru tahu ada istilah ipk pengusaha).
Sekarang bekerja sebagai pegawai kontrak di lpdp, bantu marketing and desain.

Insight masuk bekerja lpdp:
Harus Disiplin, menyiapkan pekerjaan sebelum itu diminta atasan.
Kalau atasan minta berarti itu udah telat. Jam kerja Romi adalah dari jam 7.30-5.00. Alhamdulillah rekan kerja kebanyakan anak ui dan etos kerjanya bagus.

Rencana ke depan
sedang mencoba merintis bisnis hijab


Kesibukan Hana saat ini:
Staf riset majalah swa. Hana membantu mencari data pendukung artikel di majalah SWA.

Yang Hana pelajari di swa
Harus bisa menyajikan data yang simpel atau sederhana. Misal angkanya 12000000, harusnya ditulis 12 juta.

Selain itu, Hana belajar mekanisme penulisan artikel juga. Di swa, reporter bekerja mewawancarai narasumber dan menulis transkrip rekaman wawancara, Periset menyiapkan kliping dan data pendukung artikel. Penulis menerima transkip dari reporter dan hasil riset dan kemudian menulis.

Hana jadi belajar bahwa ide menulis ternyata bisa datang dari mana aja.
Makanya hal2 di private sector atau group sang pembangun sering jadi bahan tulisan di blog.

Rencana ke depan:
S2 psikologi profesi klinis

Oia, Akbar sempat berkomentar kalau dia berusaha menerapkan Tips Membaca 100 buku setahun dari Hana dan membaca 50 hal sehari, sayangnya hanya berhasil 2 hari.
Pas denger, jadi terharu ada yang mengikuti saran tips dari hana :") makasih akbar. Semangat membaca buku nya. (^-^)9


Kesibukan Ami saat ini:
Sempat merintis bisnis sareeta skirt saat hendak lulus. Tapi saat ini vakum untuk sementara karena foundernya sibuk dengan pekerjaan masing2.
Saat ini, bekerja di rumah perawat namanya rumat indonesia, spesialisasinya di perawatan luka diabetes dan kanker

Rencana ke depan
fokus ke bisnis start up perawat dan mencari waktu agar foundernya sareeta skirt bisa settle sama perkerjaannya, untuk dapat bekerja sama lagi


Kesibukan Siti:
Bekerja di nanocenter. Baru masuk 2 minggu, masih beradaptasi.
Rencana S2 tahun ini ditunda ke tahun depan sepertinya.

Selain itu, Siti fokus ke bisnis Mora.
Mora sebenarnya mengincar kelas menengah, banyak yang tertarik dengan produk Mora tapi mereka mengeluh harga mora dianggap tidak terjangkau. Oleh karena itu hendak dicoba sistem PO. 

Saat mendengar penjelasan Siti, Aid memberi Saran saran untuk buat deposit atau bayar menyicil

Romi bertanya kepada Siti, kenapa tidak mengajak teman lelaki menjadi founder?
Siti menjawab teman lelakinya sedikit.
Romi berkata (bercanda): Kalau kerja nya bagus, mungkin bisa jadi suami seperti Khadijah dan Rasulullah

Rencana ke depan : 
belajar facebook dan google adwords, mencari strategi marketing yang tepat untuk Mora

Kesibukan Aid:
Magang di kitabisa.com sampai akhir maret

Rencana ke depan:
Ada 3 kemungkinan
a. Jadi data scientists di buka lapak atau perusahaan start up sejenis
b. Bantu bisnis ayah
c. Buat bisnis sendiri

Hal yang dipelajari Aid di kitabisa.com:
Usaha start up tuh sering eksperimen dan sering tes pasar dalam jangka waktu cepat.

Kesibukan Ryan:
Web developer badr dan merintis paradice farm. Setiap malam jumat berkumpul dengan founder paradice farm.

Rencana ke depan: 
mencari investor untuk paradise farm dan belajar menyetir.


Kemudian ada sesi penjelasan dari Romi

Romi sedang presentasi


Romi sharing presentasi pak FM sidharta, VP sales aora.

Ada One degree factor yaitu ada saat dimana suhu bumi naik 1 derajat saja akan banyak kehilangan. Misal Ikan di amerika utara hilang, dll 

Kalau diibaratkan dalam bisnis, Ada titik tertentu, kalau tidak bersiap, akan turun

Big brand in trouble

Stage 2: ketika naik, sebenarnya perusahaan bersiap turun

Only paranoid survives

Perusahaan lama memakai konsep lama untuk berkembang

Yang survive: Good and green business misal:
Facebook (no content), uber (no car), airnb (did not own real estate)

Jangan bertahan pada zona nyaman saat bisnis naik
Every success bring its own seed of destruction

Takutlah akan:
Produk baru gagal
Tim kita tidak terlatih
Tim tidak termotivasi
Kompetitor melakukan promosi lebih baik

Strategi inflection point:
Ketika sedang naik2, mereka( perusahaan yang sukses) merubah konsep basic/fundamental/dasar mereka
Perbedaan itu gampang tapi untuk stay relevant itu sulit
Tidak berubah karena tidak mempersiapkan untuk esok hari

3 horizon perkembangan bisnis:
Horizon 1: mempertahan core business
Horizon 2: mengembangkan bisnis
Horizon 3: membuat inovasi, high risk

Horizon bisa berarti geo market, produk baru dalam kategori yang tersedia, kategori baru, pendekatan baru, etc.
Horizon 1: menjaga tetap profit
Horizon 2: mengalahkan kompetitor, membuat diferensiasi
Horizon 3: visi untuk menjadi raja
This the age of experience economy

Generasi muda biasanya ngga mau pakai produk yang sama dengan generasi tua

Tips sukses: Peka terhadap kompetitor, peka terhadap perkembangan zaman


Level pengetahuan pengusaha keren:
Noise,
Data
Informasi
Knowledge
Meta knowledge (prediksi / forecast)

Jangan sombong, jangan besar kepala.
Berubah tuh saat lagi naik, bukan saat turun.
Learn, unlearn, relearn


Selesai Romi presentasi, Basith datang menyusul.

Kesibukan basith saat ini:
Quality control di perusahaan farmasi di jalan bogor

Rencana ke depan: 
 Mohon maaf Hana tidak mendengarkan, lagi balas chat wa di group IHB Blogger. Maaf basith 🙏 

Sesi kemudian ditutup dengan foto bareng wefie. Awalnya Basith yang mengambil gambar namun menurut Aid, Basith tidak berpengalaman sehingga Aid mengambil alih untuk wefie (berarti Aid sering/ jago wefie)

Romi, Hana, Ami, Siti, Ryan, Basith dan Aid

Well, I had fun. (^0^)/
Seneng bisa bertemu langsung dengan mereka karena selama ini ngobrol via chat di group WA.
Semoga sukses ya teman-teman Private Sector!
Semangat!

My Favorite Lessons from K-Drama Replay 1988

|



Drama Korea Replay 1988  sudah berakhir! Namun pesan-pesan dalam drama tersebut masih membekas dalam ingatan. Berikut daftar pesan/pelajaran favorit yang kudapatkan setelah menonton drama Replay 1988:

1. Orang tua kita sebenarnya tidak berpengalaman & masih dalam tahap proses menjadi orang tua

Tanpa sadar kita punya ekspektasi tinggi terhadap orang tua kita. Kita sering marah ketika orang tua kita tidak mempelakukan kita dengan adil. Kita sering kali lupa, mereka sebenarnya juga sedang berproses & belajar menjadi orang tua.

Duk Seon & ayahnya 

Ayah dan Ibu minta maaf. Kami tidak tahu.
Saat kakakmu lahir, kami khawatir bagaimana mengajarinya.
Saat kau lahir, kami khawatir bagaimana membesarkanmu. Saat adikmu lahir, kami khawatir membentuknya menjadi orang baik.
Ayah tidak otomatis menjadi ayah saat kau lahir.
Itu pertama kalinya ayah jadi ayah.
Maka... tolong ikhlaskan kali ini saja


 2. Miliki hati yang lapang untuk memaafkan orang terdekat kita.


Orang yang kemungkinan besar menyakiti hatimu adalah orang yang paling dekat denganmu. Hal itu disebabkan mereka tahu banyak tentang kita: kekhawatiran, kecemasan, ketakutan, rasa insecure kita. Sering kali mereka menggunakan hal tersebut (baik sengaja ataupun tidak) dan berakhir melukai hati kita.



Meski begitu kita harus memiliki hati lapang untuk memaafkan mereka karena menyimpan luka hanya menyakiti diri kita sendiri dan pada akhirnya orang terdekat kita/keluarga adalah tempat kita pulang. Maafkanlah karena pada dasarnya manusia rentan berbuat kesalahan dan pelupa. 


3. Tidak perlu memaksakan kebenaran untuk bahagia. Terkadang kau perlu ilusi.

Masakan Ibu Sun Woo sebenarnya tidak enak. Namun Sun Woo selalu berkata bahwa masakan ibunya enak dan berusaha menghabiskan makanan yang dimasak untuk menyenangkan hati Ibunya.


Sun Woo juga pura-pura tidak tahu ketika Ibunya diam-diam bekerja sambilan untuk membiayai uang kuliahnya.


Apa masalah tenangnya pikiranmu yang penting?
Mencintai bukan cuma masalah ingin memberikan sesuatu
tapi sangat ingin memberikan sesuatu
Bora



4. Orang dewasa juga merasakan sakit, mereka hanya menahannya.


Saat nenek Duk Seon meninggal, Duk Seon keheranan mengapa ayah dan bibinya sama sekali tidak menampakkan kesedihan. Di akhir cerita, kita mengetahui bahwa mereka juga sebenarnya bersedih, mereka hanya menahannya.

5. Bersyukurlah dengan yang kau miliki

Sesuatu yang kita miliki lambat laun terasa membosankan & murahan padahal milik orang lain (sebagus apapun kelihatannya) sebenarnya juga memiliki kekurangan. Kita hanya tidak tahu. Ingatlah, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Oleh karena itu bersyukurlah dengan yang kau miliki.

http://www.dramabeans.com/2015/11/answer-me-1988-episode-4/


6. Mengenal anggota keluarga dan membuat keluarga yang harmonis adalah proses seumur hidup. (Jika kau memiliki masalah, mintalah saran dari temanmu).

http://www.dramabeans.com/2015/11/answer-me-1988-episode-4/
 Jung Hwan kebingungan ketika ayahnya marah dan kemudian mendiamkan dirinya, kak Jung Bong dan ibunya. Meski sudah lama tinggal bersama ayahnya, Jung Hwan tidak tahu bagaimana membuat ayahnya tidak lagi marah. Dia pun kemudian curhat kepada Dong Ryong dan mendapat saran untuk menerima kemarahan ayahnya.

http://www.dramabeans.com/2015/11/answer-me-1988-episode-5/


Awalnya Ibu Jung Hwan marah karena suaminya, Jung Bong dan Jung hwan sering tidak membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Namun ketika ayah Jung Hwan, Kak Jung Bong dan Jung Hwan dapat membersihkan dan merawat rumah dengan baik dengan niat agar Ibunya tidak khawatir, ibunya malah sedih dan tak bersemangat. Hal itu disebabkan ibunya merasa tidak lagi dibutuhkan.

http://www.dramabeans.com/2015/11/answer-me-1988-episode-5/

Saat seorang pria mampu menghibur ibunya, dia bisa mencintai.
Jika ingin ibu bahagia, kata-kata "aku butuh ibu" sudah cukup.


7. Orang yang kau cintai (meski dia balas mencintaimu) belum tentu jodohmu

Siapa yang turut mendukung Jung Hwan menjadi suami Duk Seon? Aku juga. Sayangnya akhirnya kita tahu bahwa Jung Hwan bukan suami Duk Seon meski Duk Seon & Jung Hwan pernah saling mencintai. Then I am crying over my latest fictional-character-crush, Kim Jung Hwan.
Pelajaran yang didapat: cinta saja tidak cukup untuk berjodoh.
Kalau kata Fahd Fahdepie mah "Orang yang kau sangka belahan jiwa sering kali hanyalah perantara, atau justru pengalih perhatian dari belahan jiwamu yang sesungguhnya"

source : https://www.instagram.com/oim.illust/
Ya meski tidak bersama Jung Hwan, Duk Seon mendapat pengganti yang lebih baik. Buat yang ship Choi Taek dan Duk Seon, selamat ya! Tebakan anda benar! Selamat berbahagia (^0^)/


Source: http://instagram.com/kdramagram/


"Fate is also timing..."
"In the end, fate and timing do not just happen out of coincidence. They are products of earnest, simple choices that make up miraculous moments. Being resolute, making decisions without hesitation... This is what makes timing.
He (Taek) wanted her more than I did. And I should have been more courageous. It was not the traffic light's fault. It was not timing. It was my hesitations."- Jung Hwan

Well, kayaknya cukup sekian pesan favorit yang kudapat dari Replay 1988 (sebenarnya masih banyak tapi aku malas mengetik). Hehehe (^_^)v

Kalau kalian bagaimana? Apa pesan favorit setelah menonton Replay 1988? (^0^)/

Btw, menonton drama ini membuatku ingin makan masakan korea! :9
Aku pergi dulu ya mencari makanan korea!  (~^0^)~
안녕히 가세요!

My Best Moments in 2015

|
Assalamualaikum Good People
:D

I still can’t believe 2015 has already over.
Aku merasa tahun 2015 berlalu begitu cepat.
Mungkin karena ada banyak momen manis dan membahagiakan yang telah terjadi di tahun 2015.
Biar ngga lupa, aku mau merangkum momen-momen manis dan membahagiakan yang telah terjadi di tahun 2015.
Image Courtesy of backjunsung at pixabay.com, edited by me


Di tahun 2015, setelah setengah tahun bergabung dengan majalah SWA, akhirnya aku mendapatkan kartu pres.
Ngga nyangka bakal dapet soalnya aku bekerja sebagai staf riset bukan jurnalis.
Waktu kecil, aku dulu pernah membayangkan kerja jadi wartawan/jurnalis. Kesannya keren dan pinter gitu. Hihihi
Tapi kata Manajerku, staf riset itu bisa disebut juga jurnalis, lebih tepatnya jurnalis data.
Lalu pada bulan September 2015, alhamdulillah aku diangkat menjadi karyawan tetap majalah SWA.
Yeay!




Di tahun 2014 aku menyadari aku ingin menjadi penulis. Sebenarnya keinginan itu sudah ada dari tahun 2011, tapi aku tidak berani memulai.
Hehe
Di tahun 2015, alhamdulillah aku mulai belajar menulis dan berusaha jadi penulis.

“Twenty years from now you will be more disappointed 
 by the things that you
 didn’t do than by the ones you did do. 
 So throw off the bowlines.
 Sail away from the safe harbor. 
 Catch the trade winds in your sails. 
 Explore. Dream. Discover.”
 Mark Twain

Salah satu strategi yang kulakukan adalah mengurangi jumlah bacaan dan menggunakan waktu membacaku untuk menulis. Soalnya saat aku memperhatikan akun-akun Goodreads Author, kebanyakan dari mereka hanya menerapkan target 50 buku setahun. Jadi di tahun 2015, aku tidak menargetkan untuk membaca 100 buku seperti tahun-tahun sebelumnya, hanya 36. Alhamdulillah meski hanya menargetkan membaca 36 buku ternyata aku tetap membaca lebih dari 100 buku (41 diantaranya adalah komik).
Baca juga Tips Membaca 100 Buku dalam Setahun 

Untuk menulis sendiri, pencapaian tahun ini adalah dua cerpen dan 3 esai pendekku terbit dalam bentuk buku antologi. Alhamdulillah!
Tertarik ingin membaca? Cara mendapatkannya bisa baca di Publikasi


Selain itu, aku juga rajin update blog The Luckiest ini, membenahi desainnya dan ikut komunitas Blogger Muslimah, Indonesian Hijab Blogger dan juga Blogger Perempuan Network. :D Alhamdulillah aku bersyukur bisa bergabung dalam komunitas ini. Aku mendapat banyak kenalan dan ilmu baru!





Terpengaruh oleh temanku, Retno. Di tahun 2015 lalu, aku sering ikutan kuis dan hasilnya 3 kali memenangkan kuis Elexmedia. Aku mendapat hadiah tas dan komik. Alhamdulilah! Makasih banyak Retno dan Elexmedia!


Di tahun 2015 ini juga aku baru tahu ternyata ada cara mendapatkan buku/novel secara gratis, yaitu dengan ikutan giveaway yang diselenggarakan penerbit, penulis dan blogger buku. Dulu aku tahunya dengan cara ikutan giveaway di Goodreads, tapi belum pernah menang. Aku mencoba banyak giveway novel dan alhamdulillah tahun ini berhasil memenangkan novel Replay dan 100 days.




Momen manis dan menyenangkan lainnya adalah momen reuni dengan teman-teman dekatku semasa kuliah (dan hingga saat ini).


Aku senang bisa bertemu mereka mengingat paska kampus, kami jarang bertemu, padahal dulu bisa bertemu setiap hari.  Jadi ketemu sebentar aja rasanya bahagia sekali, dan sudah bisa mengobati rasa kangen. 

I cannot even imagine where I would be today 
were it not for that handful of friends 
who have given me a heart full of joy. 
Let's face it, friends make life a lot more fun.
Charles R. Swindoll

Nah, untuk momen terbaik di tahun 2015 sendiri adalah saat aku memberikan sebagian uang THRku kepada Umi. Seperti yang pernah aku ceritakan dalam post Hadiah, ketika kondisi keuangan keluarga kami sulit, Umi pernah menjual cincin kawinnya untuk uang berobat adikku, memey. Aku bercita-cita suatu saat nanti ingin membelikan umiku cincin untuk menggantikan cincin yang pernah umi jual tersebut. Alhamdulillah akhirnya niat tersebut terwujud juga di tahun 2015.

Saat aku mengajak umi pergi untuk membeli cincin, umi bilang ngga usah soalnya umi sudah punya cincin kawin dari ayah tiriku. Umi malah menyuruhku untuk menabung uang tersebut untuk keperluan lain. Tapi aku bilang padanya mungkin malah aku gunakan untuk kepentingan yang ngga penting lainnya. Hehe. Akhirnya Umi mau menerimanya dalam bentuk uang.

Meski itu keinginan egoisku, ternyata Umi senang. Tiap ada anggota keluarga besar yang datang, Umi menceritakan bahwa beliau senang dengan pemberianku.
Aku tahu pemberianku tidak sebanding dengan segala jasa Umi tapi aku senang bisa membuat beliau bahagia. Melihat senyuman di wajah umi itu priceless.



Alhamdulillah it's been fun year!
Semoga di tahun 2016 ini ada banyak momen-momen bahagia yang menanti kita semua! (^0^)/



http://indonesian-hijabblogger.com/2015/12/ihb-blogpost-challenge-best-moment-2015/

Tulisan ini diikutsertakan dalam IHB Blogpost Challenge “The Best Moment of 2015”.

Retno Effect

|
Pada hari Rabu tgl 18 November lalu, saya diajak Siti untuk ikut serta dalam #SatuSeminggu  dan tema kali ini adalah #CeritaBerdua!

“Ada kalanya kita luput punya mutiara yang tersembunyi dalam diri kita. Kadang perlu orang lain untuk menemukannya, kemudian membantu kita memunculkannya dan mengasahnya. Dua terkadang lebih baik dari satu. Kita butuh teman untuk menjadi cermin. Kita butuh teman untuk rekan berlari.”
-Satu Seminggu-

Karena ini proyek berdua, saya pun mengajak teman saya, Retno dan dia bersedia menjadi partner dalam kegiatan ini. Alhamdulillah.


Kebetulan saat tantangan ini diterima, saya dan Retno tepat setahun berteman (menurut Facebook). Kami pun akhirnya memutuskan menulis tentang kesan kami satu sama lain seraya memperingati tentang setahun pertemanan kami.



Retno Effect



Saya selalu percaya saya adalah gadis paling beruntung dan kurang lebih setahun yang lalu Allah mempertemukan saya dengan gadis yang juga “selalu beruntung”.

Dalam pertemuan pertama kami, dia memberi tahu saya bahwa dia telah memenangkan kuis berhadiah CD Tulus dan dua tiket nonton konser Tulus. Berhubung dia fans Tulus, dia sudah memiliki CD Tulus yang dia menangkan tersebut. Dia bertanya apakah saya menginginkan CD Tulus tsb. Saya mengucapkan terima kasih dan menolak tawarannya karena saya bahkan tidak tahu siapa Tulus. Dia terhenyak, tak percaya bahwa ada seorang gadis yang tidak tahu Tulus.Saat itu saya benar-benar tidak tahu siapa Tulus. Ya, anggap saja saya kuper.

Ternyata teman saya yang satu ini tidak sekali dua kali memenangkan kuis. Dia sering sekali memenangkan kuis. Dia pernah memenangkan kuis berhadiah boneka LINE, komestik dan tas kosmetik dari majalah ELLE, dan lain sebagainya. Rumahnya sering kedatangan kurir pengantar hadiah kuis yang dia menangkan.

Wow! Betapa beruntungnya dia!
Saya jarang mengalami hal tersebut. Saya menganggap diri saya beruntung tapi bukan keberuntungan yang seperti Retno alami.

Menghabiskan waktu bersamanya membuat saya belajar tentang keberuntungan. Saya selama ini mengira keberuntungan adalah suatu hal yang terjadi secara random atau tiba-tiba. Ternyata saya salah. Keberuntungan adalah hal yang bisa diusahakan. Teman saya ini memang beruntung tapi dia juga berusaha menjadi beruntung. Dia berusaha mencari kuis atau mengikuti akun-akun social media yang sering menyelenggarakan kuis dan kemudian berpartisipasi dalam kuis.

Saya kagum dengan optimisme dan sikap “nothing to lose” yang dia miliki. Bagaimanapun juga, kadang dia kalah but it did not stop her. Dia bahkan sering memberi tahu lomba yang dia ketahui dan mengajak saya untuk turut berpartisipasi. Kalau saya sih tipe yang belum apa-apa udah skeptis duluan kalau ikutan kuis/lomba. Entahlah mungkin karena dulu saya kalau ikutan kuis lebih sering kalahnya. Hahaha

Melihat keberuntungannya membuat saya memberanikan diri mencoba. Saya mencoba ikut photo contest Kimi ni todoke yang diadakan Elexmedia berhadiah tas. Dia membantu saya dalam mengikuti kuis tersebut. I got beginner’s luck. Alhamdulillah, saya memenangkan tas tersebut (^0^)/

Saya dan hadiah tas dari Elexmedia 


Beginner’s luck saya yang lain adalah saat saya mencoba mengikuti lomba menulis “Nulis Bareng Ibu”. Tulisan saya yang berjudul Hadiah alhamdulillah termasuk ke dalam 33 tulisan terpilih.

Saya bersyukur telah mengenalnya. Dia  telah membawa perubahan positif dalam hidup saya dan membuat saya berani keluar dari zona nyaman yang saya miliki.

Tidak terasa sudah satu tahun saya mengenalnya. Waktu berjalan cepat sekali!

Terima kasih telah menjadi teman yang baik :)
Jazakillah khair Retno :D
Keep up the good work dan keep being lucky :D


Baca Tulisan Retno tentang Hana di Meet Hana
Baca juga #CeritaBerdua #SatuSeminggu lainnya disini


Serba GO-JEK

|
Di tanggal 21 September lalu, masuk sebuah pesan WA dari Aini bertanya apakah Hana masih suka ke kampus. Hana jawab "ngga" dan "kenapa?".
Pas Aini lagi ngetik jawabannya, Hana mengira Aini mau  ngajak ketemuan untuk curhat... 
Soalnya bulan September kemarin entah kenapa banyak temen yang menghubungi Hana, minta ketemuan karena mau curhat.
Eh ternyata Hana keGRan...
Aini bukan mau curhat tapi mau ngasih Hana undangan nikah..
Alhamdulillah
Barakallah Aini (^0^)/

Aini bahkan mendoakan Hana semoga cepat menyusul..
Amiiiin~!!

Berhubung kesulitan menemukan tanggal yang cocok agar kami berdua bisa bertemu, Ainipun mengusulkan undangannya dikirim pakai GO-JEK.
Keesokan paginya, Aini memberi tahu bahwa undanganya dikirim pakai GO-JEK serta memberi tahu nama pengemudinya.


Undangan Aini

Alhamdulillah undangannya sampai ke tangan Hana dengan selamat.
Begitu menerima undangan, Hana langsung mengabari Aini bahwa undangannya sudah sampai dan bertanya apakah Aini mengundang BWB yang lain juga (since Hana kenal Aini lewat BWB dan Hana ketua BWB angkatan 2010).
Aini bilang undangannya khusus untuk Hana dan untuk teman-teman BWB dikabari pas hari H dan diminta doanya saja.
Ooh.. Baiklah...
Kemudian Hana mencoba membaca undangan dengan membuka bagian tengah (seperti membuka buku) tapi tidak berhasil. Kemudian bingung bukanya gimana... 
Diam sebentar dan mencermati undangannya dan beberapa detik kemudian baru ngeh ternyata model undangannya frame foto..
Jadi kertas undangannya ditarik kayak kalau narik foto dari frame foto..
Keren, lucu, imut ya undangannya o(>w<)o
Warna pink lagi..
Mauuuu~
Hm... apa nanti undangan Hana modelnya gini juga ya? 
I mean Hana pengen undangan yang berguna buat penerimanya
Kakak sepupu Hana pernah undangannya berbentuk buku catatan, temen Hana ada yang goodie bag dan kalender..
Melihat undangan Aini menambah opsi ide untuk undangan yang berguna
Buat Hana sih frame foto berguna :D
Jazakillah khair Aini inspirasinya! :D


Hal lain yang Hana suka dari undangan Aini adalah dibagian belakang penjelasan undangan (yang isinya nama mempelai dan keterangannya itu) ternyata ada doa pernikahan..
doa pernikahan bagus juga kan jadi pajangan kalau undangannya udah ngga kepake..
hehehe


Doa Pernikahan
Begitu mengetahui tempat akad dan resepsi pernikahan Aini di Balai Sudirman, mencoba mencari tahu bagaimana pergi ke sana dengan google map. Pas baca instruksi google map, somehow hana merasa ngga asing.
Hana baru inget dulu tempat psikotest buat masuk swa dekat balai Sudirman! Pantesan petunjuk jalannya terasa ngga asing.
Deket-deket hari H mikir masa gue ke Balai Sudirmannya sendirian?!
Kemudian Hana pun memutuskan bertanya siapa lagi yang diundang oleh Aini biar bisa cari temen bareng untuk pergi kesananya.
Ternyata Aini mengundang Vivy juga! (^0^)/
Alhamdulillah! 
Langsung WA Vivy ngajak pergi bareng.
Ternyata Vivy mau pergi dari rumahnya di Bekasi dan naik Gojek,
yah... ngga bisa berangkat bareng :(
Jadi kami janjian untuk bertemu pas akad di tempat.
It's better lah daripada ngga ada temen sama sekali.
Hehee

Begitu keluar dari kosan dan kembali mengecek google map, baru tersadar kenapa Hana ngga pergi ke Balai Sudirmannya naik Gojek aja ya?
Rencana awal Hana adalah naik angkot ke statiun Tanah Abang, naik kereta berhenti di Statiun Tebet kemudian lanjut naik kopaja/angkot.
Ribet ya? 
Hm... Kalau bisa pakai Gojek ngapain pilih yang ribet gonta-ganti angkutan?
Bismillah dicoba naik Gojek...
It will be my first time using Gojek karena selama ini tiap mau pakai gojek, sinyal internet handphone lemah atau baterai lowbatt..
Udah download Gojek dari lama tapi ngga dipake-pake. Hahahaha
Alhamdulillah penggunaan pertama pakai Go-Jek lancar..
Dapet abang Gojeknya cepet, Abang Gojeknya ramah dan selamat sampai tujuan.
Tapi bingung pas mau kasih rating karena tampilannya kira-kira kayak gini:





1 bintang jelek, 5 bagus.. Lah? Bintang 2,3,4 apa? 
Kurang baik? Apa beda kurang baik 2,3,4? Apa 2 kurang baik? 3 kurang kurang baik? 4 kurang kurang kurang baik?
Kemudian mikir kalau 5 artinya bagus berarti standar Gojek buat pengendara Gojeknya tinggi banget dong?
Atau 4 agak/nyarisbaik? 3 netral? 2 agak/nyaris buruk?
Mencoba mencari arti/penjelasan rating tapi tidak menemukan nya. Kalian nemu ngga? 
Ada dimana sih?


Jadi inget beberapa waktu lalu pernah baca postingan di Timeline LINE, ada yang cerita Abang Gojeknya bingung karena dia udah berusaha ramah, mengemudi dengan baik (pokoknya Abang Gojeknya merasa sudah memberikan servis yang baik/maksimal) tapi pelanggannya sering kali memberi rating bintang 3 sementara jika rata-rata ratingnya dibawah 4 maka pengemudi tersebut akan diberhentikan. Di akhir cerita, si penulis mengajak pembaca agar berbaik hati memberi bintang 5 pada Abang Gojek. 
Pas baca bagian komentar, ada yang berkomentar tidak setuju dan menyarankan sebaiknya jujur memberikan rating (tidak mudah merasa kasihan terhadap Abang Gojek), kalau merasa layak dikasih bintang 5 ya dikasih, tapi kalau ngga ya jangan.

Hm....
Hana jadi mikir biar adil buat pengguna dan Abang Gojeknya mungkin sebaiknya punya definisi yang sama soal rating ini...
Takutnya kejadiannya sama waktu Hana ngerating di Goodreads.
Awalnya Hana merating tanpa lihat definisi dan berpikir bintang 3 itu biasa.
Ternyata kalau di Goodreads bintang 3 itu artinya I like it, bintang 2 = ok.
Membuat Hana merevisi rating-rating yang telah Hana buat.

Maka beberapa waktu lalu Hana pun email CS Gojek untuk menanyakan definisi rating Gojek..
Screen capture email antara Hana & CS Go-Jek

Okay, jadi kalau menurut email di atas, ini definisi rating buat Abang Gojek =
1 = Not Good
2 = Less polite
3 = The services provided standard
4 = Services provided good
5 = Services provided very good

Semoga nanti di aplikasinya ada penjelasan mengenai rating ini :) (Kalau emang udah ada di aplikasinya tapi Hana yang ngga tahu letaknya, semoga Hana nemu letak penjelasan rating ini)

Kembali lagi ke tangga 4 Oktober ya..
Pas tiba di balai sudirman ternyata venue resepsi pernikahan sedang dirapihkan, jadi bingung pas mau masuk. Mau nanya, ngga ada penerima tamu atau orang lewat. Alhamdulillah untungnya ada seorang lelaki (Mas) yang mau hadir ke Akad juga, dia nanya ke Hana tapi Hana juga ngga tahu jadi sama aja bohong.
Hahaha
Nah, selesai nanya Hana tiba-tiba ada pasangan (Ibu dan Bapak) yang lewat, dengan sigap Mas tsb nanya dan kemudian dituntun menuju tempat akad. Alhamdulillah!! :D

Begitu tiba di ruangan akad dan menyadari Vivy belum tiba, langsung WA menanyakan dia sudah sampai mana. Vivy bilang masih di jalan. Hana pun memilih ikut duduk di kursi bagian paling belakang. Melihat ke sekeliling jadi menyadari diantara tamu undangan yang lain, Hana bisa dibilang penamilannya polos (make up cuma pakai bedak dan lipstik), terus model kerudungnya segi empat biasa (ngga hana macem-macemin).
Akad nikahnya ternyata dimulai setengah jam kemudian. Vivy datang saat beberapa menit hendak ijab kabul.
Bodohnya Hana ngga getag kursi buat dia.. sempet ngetag sih, tapi kemudian ada yang dateng dan izin minta duduk. Karena Vivy ngga keliatan juga, Hana izinkan. Eh kemudian pas Vivy datang, mau ngusir ngga enak.
Btw, Ijab kabulnya pakai bahasa arab.
:O
Masya allah. Subhanallah.

Selesai ijab kabul, Aininya masuk ruangan dan sumpah cantik banget ^_^
Aini emang cantik, dan kali ini jadi makin cantik :D

Bagian favorit Hana adalah saat MCnya menjelaskan kalau proses Aini dan Faiz sebelum nikah bukan pacaran tapi taaruf.
Awalnya pas denger, Hana mikir buat apa dijelaskan, is not it obvious?
tapi kemudian melihat anak-anak kecil di sekitar
Ah! Bisa buat mengenalkan konsep taaruf ke anak-anak yang masih kecil dan tamu lain yang hadir..
Terus langsung buat mental note, kayaknya kalau Hana nikah nanti, mungkin perlu juga pakai penjelasan seperti itu.
(Amin. Insya allah)
Faiz & Aini
BARAKALLAHU LAKA WA BARAKA A'LAIKA WA JAMA' BAINAKUM FI KHAIR
Selesai akad, Hana dan Vivy kemudian makan soto yang disediakan. :) 
Selesai makan soto, baru ngeh kalau kado buat Aini belum dikasih. Ngga mau kasih pas resepsi juga.. Nunggunya kelamaan.
Inget tadi sempet ketmu junior Hana, Ulfa. Ulfa bilang dia jadi pager ayu dan penerima tamu saat resepsi nanti.
Kepikiran mau nitip kado ke dia aja, tapi pas cari Ulfa ngga ada.
Mau telp Ulfa, ternyata no ulfa tidak ada di handphone padahal seinget Hana, Hana pernah punya no Ulfa,
Hm... Mungkin no Ulfa di Hp Hana yang lama.
Alhamdulillahnya ketemu panitia, kami diperbolehkan  masuk ruang ganti dan memberi kado ke Aini.
Selesai memberi kado, kami pamit pulang :)

Pulangnya naik Gojek lagi (^0^)/
Jadi merasa serba gojek.
Dapet undangannya via gojek, pulang pergi juga pakai gojek.
Hiihihi

Buat yang baru mau download GO-JEK app, I'm spreading the GO-JEK love. 
Download the GO-JEK app at "http://go-jek.com/app
and input this referral code "542893556" to get Rp 50,000 free credit to your first booking. #gojekgotmehere

Well, hari ini menyenangkan :)
Alhamdulillah
Semoga besok lebih menyenangkan lagi! :D

Perjalanan Menemui BWB's Next Gen: Muhammad

|


Hari Minggu tanggal 4 Oktober kemarin, Hana beserta temen2 BWB 2010 yang lain yaitu Dii, Anggi dan Fauzi berkunjung ke rumah Fairuz (BWB 2010 juga) di Bogor. (^0^)/ Alhamdulillah, Fairuz  sudah menjadi seorang Ibu atas anak lelaki yang bernama Muhammad. Kami hendak menengok keponakan pertama BWB 2010 Muhammad. Namanya keren banget ya? Hana juga berkeinginan memberi nama anak lelaki Hana, Muhammad soalnya. :D Ternyata Fairuz sudah lebih dulu mewujudkan keinginan Hana tersebut.

O ia, buat yang belum tahu, BWB tuh singkatan dari Best Wanna Be. BWB adalah program Latihan Kepemimpinan yang diselenggarakan oleh psdm BEM UI untuk mahasiswa baru menjadi kader BEM UI. Bisa cek infonya di Facebook Fanpagenya, twitter @Bestwannabe atau ask.fm Bestwannabe :)

Pas jaman maba, Hana alhamdulillah berkesempatan ikut BWB. Cuma sehabis lulus pelatihannya, bukan masuk BEM UI, malah ikutan SALAM UI. Hehe Alasannya pernah Hana ceritakan di post ini.
Cukup ya intronya, kita balik lagi ke tanggal 4 Oktober.

Kami janjian ketemu di depan Margonda residence (Mares) pukul 8 pagi dan berangkat ke bogor naik mobil Livina-nya Dii. Alhamdulillah Dii mau berbaik hati memberikan tumpangan. Jazakillah khair Dii!

Berhubung Anggi cuma bisa sampai jam 12 siang, kami berharap tiba pukul 9 kemudian mampir sebentar (gendong Muhammad, foto2) terus pulang dari rumah Fairuz sekitar jam 10.  
Tapi rencana tinggal rencana...

Pas mau berangkat, menyadari perut kami kelaparan karena belum sarapan, kami sempat berhenti di samping Gramedia Depok untuk beli nasi uduk. Selesai membeli nasi uduk, kami pun pergi berangkat. Saat di perjalanan, Anggi  bertanya “Han, kita ngga ngasih apa-apa nih ke keponakan pertama BWB?”
“Gue sih udah beli kado.”
“Loe sempet beli kado? Gue pulang kantor malem. Mana sempet pergi buat beli kado.”
 “Emang gue beli kadonya dimana?” Gue terkekeh. “Di alfamart deket kosan, Nggi! Pas jajan ke Alfamart, gue liat ternyata alfamart jual perlengkapan bayi, ya udah gue beli aja. Tadinya kan rencananya kita mau pergi sabtu pagi, gue mikir ngga sempet gue pergi-pergi buat beli. Ya udah beli di Alfamart aja daripada ngga ngasih kado.”
“Atau Patungan aja? Loe habis berapa buat beli kado?”
“XX ribu. XX ribu bagi 4 berarti X ribu. Kalian yakin? Gue sih ngga apa-apa.”
“Hm... Kalau dibagi 4 jadi X ribu ya? Ya juga sih masa ke keponakan pertama cuma ngasih segitu.” Jawab Anggi
“Pas sampai bogor kita mampir dulu aja ke toko perlengkapan bayi buat beli kado.” Saran gue
“Gue juga rencananya gitu kok.” Sahut Dii
Anggi kembali membuka mulut “Si Tomi rumahnya di Bogor kan? Suruh nyusul gih ke rumah Fairuz. Eh, Biar gue aja yang ngabarin”
Alhamdulillah, Tomi mengiyakan ajakan ke rumah Fairuz dan kami pun janjian untuk bertemu di rumah Fairuz.


Alhamdulillah lagi tolnya ngga macet, jam 9.13 kami sudah keluar tol. Kemudian kami berempat mampir dulu ke Toko Perlengkapan Bayi. Ternyata memilih kado di toko perlengkapan bayi membuat kami kebingungan karena terlalu banyak pilihan. Kami sempat lama memilih.
Tokonya baik lho biaya bungkus kadonya gratis dan dikasih kartu ucapan juga.
“Tulis apa di kartu ucapan?” tanya Anggi
“Barakallah aja” usul gue
“Loe aja gih Han yang nulis.” Pinta Anggi
Aku menulis sambil membunyikan kata-kata yang kutulis “Barakallah Fairuz atas kelahiran Muhammad. Semoga Muhammad jadi anak sholeh,... apa lagi nih?”
“Han, itu nulis Muhammadnya double n?” tanya Fauzi
Err.. sebenarnya gue ngga tahu tapi gue berasumsi begitu. Gue belum menjelaskan Anggi menjawab “Udah percaya aja, Hana yang lebih tahu.”
Gue cuma nyegir. “Jadi mau ditambah apa?”
“Rajin mengaji”
“Rajin menabung”
“Berbakti pada orang tua”
“Hapal Quran”
“Sebenarnya jadi anak sholeh udah lengkap, ngga perlu lagi tulis rajin mengaji, berbakti pada orang tua.” Saran Fauzi.
“Gpp. Biar kartu ucapannya penuh. O ia, tulis semoga Muhammad masuk BWB, jadi Ketua BEM” gue menambahkan
Anggi nyeletuk “Visioner banget doa loe, Han”

Eh itu doanya visioner?! O_O
Sebenarnya Hana Cuma ngikutin kebiasaan senior-senior di SALAM UI, kalau ada yang melahirkan, bayinya didoakan jadi pemimpin atau ketua SALAM. Berhubung konteksnya ini BWB, ya doanya masuk BWB dan jadi Ketua BEM.

Selesai berbelanja kado untuk Muhammad,
“Eh mampir dulu buat beli roti unyil ngga apa-apa?” tanya Dii
“Ngga apa-apa” jawab kami
Pas sampai ke tempat roti unyil ternyata antriannya mengular panjang,
Dii pun membatalkan keinginannya.
Saat berjalan ke parkiran mobil, Dii cerita kalau dia ngidam roti unyil ini sudah lama tapi ternyata antriannya panjang, takutnya jika dia beli roti, kami datang ke rumah Fairuz lebih siang dari rencana.
Hana menyarankan Dii untuk tetap membeli roti unyil meski antriannya panjang. Daripada nanti kepikiran. Mumpung lagi di tempatnya juga.
Dii pun akhirnya memilih untuk membeli roti unyil.
Jadi kami kembali lagi ke toko roti unyil dan ikut antrian. Setengah jam kemudian kami keluar toko dengan membawa dua kotak berisi roti unyil :D
Niatnya jam 10 pulang, ini jam 10 baru selesai belanja dan belum sampai ke rumah Fairuz.
Hehehe

Di group WA BWB 2010, Rara bertanya apakah kami sudah sampai rumah Fairuz dan minta update berita.
Hana membalas bahwa kami sudah sampai Bogor tapi belum sampai rumah Fairuz.

Ternyata perjalanan ke rumah Fairuz tidak semulus yang kami kira. Kami merasa tidak yakin karena petunjuknya cukup umum sehingga kami bertanya-tanya apakah kami salah tafsir.
Fairuz memberi petunjuk berupa patokan jalan, bukan share location google maps.
Dii memintaku menghubungi Fairuz untuk share location tapi aku kesulitan menghubungi Fairuz. Hpnya tidak aktif. Last seen di WAnya juga satu setengah jam yang lalu. Mungkin HPnya sedang dicharge atau kesulitan memegang handphone karena sedang mengurus bayi Muhammad.

Aku dan Anggi jadi ingat kejadian waktu BWB 2010 melayat ke rumah Fairuz ketika ayahnya meninggal. Kami sempat salah masuk rumah. Saat tiba di area perumahan Fairuz, kami melihat bendera kuning di rumah tersebut sehingga kami mengira itu rumah Fairuz. Mana kami tahu saat itu kalau tetangga Fairuz meninggal juga. Kami masuk dan mengucapkan belasungkawa. Kami bahkan sempat disuguhi minum dan tuan rumah mengucapkan terima kasih atas kedatangan kami. Kemudian kami bertanya “Maaf Ibu, Fairuznya mana?”. Tuan rumah bingung dengan pertanyaan kami, kami pun mengulangi jawaban “Maaf Ibu, Fairuznya mana? Kami teman-teman Fairuz”. Alhamdulillahnya Bibi Fairuz kebetulan sedang ada disitu, dia sepertinya mendengar pembicaran kami dengan tuan rumah, dan kemudian menunjukkan arah dan membawa kami ke rumah Fairuz. Alhamdulillah!

Dii tertawa terbahak-bahak saat mendengar ceritaku dan Anggi mengenai peristiwa nyasar kami.

Setibanya di lokasi yang menurut kami itu adalah lokasi dekat rumah Fairuz, Dii memarkirkan mobilnya. Kami turun dan kemudian bertanya kepada seorang Bapak “Dimana rumah Fairuz?” , Bapak tersebut mengarahkan kami pada rumah seorang Bapak yang merupakan saudara Fairuz. Alhamdulillah! Saat itu aku berpikiran kami akan kembali ditolong saudaranya Fairuz. Bapak tersebut membawa kami ke depan rumah warna orange. Aku mengucapkan Assalamualaikum tapi tidak ada jawaban. Tetangganya bilang Fairuz sedang pergi, tidak ada di rumah.

Aku merasa aneh. Kami memberi tahu Fairuz bahwa kami akan datang, kurasa dia seharusnya tidak pergi.

Kami pun mendekati tetangga Fairuz untuk bertanya lebih lanjut. Bapak tersebut menjawab kalau yang bernama Fairuz itu banyak. Kami mencari Fairuz bin apa..
O_O
Gue ngga tahu nama Ayahnya Fairuz.
Anggi menjawab Fairuz binti Thalib.
Ternyata rumah Fairuz yang ditunjuk adalah seorang lelaki sementara teman kami yang bernama Fairuz adalah perempuan.

Aku mencoba menelpon Fairuz, meminta petunjuk dan berharap dia bisa menjemput kami. Fairuz bertanya kami ada dimana tapi kami tidak yakin dengan lokasi keberadaan kami sehingga Fairuz memberi tahu bahwa rumahnya dekat masjid putih dan meminta kami mencari masjid tsb.
Tetangga Fairuz memberi tahu bahwa di ujung gang ada masjid putih yang lain.
Kami hendak ke sana tapi kemudian kami teringat di jalan besar yang kami lewati juga tadi ada masjid putih. Atau justru masjid itu yang dimaksud?

Kami pun keluar gang dan mencari orang yang dapat ditanya mengenai keberadaan masjid tersebut.
Kami bertanya ke penjual makanan. Dia malah bertanya balik “Masjid yang kami maksud habibnya siapa? Daerahnya timur apa barat?”

Aku melongo. Bukannya mendapat pencerahan, kami malah tambah bingung.
Seorang Bapak datang hendak membantu kami. Dia menjelaskan bahwa dia sering mengadakan acara di masjid dan kemudian dia bertanya apakah masjid yang kami maksud masjid habib X? Dia kemudian mengajukan serentatan pertanyaan spesifik lainnya yang membuat kami makin bingung.
Informasi yang kami miliki umum tapi mendapat pertanyaan spesifik.
Itu pertama kalinya aku kesulitan mencari mesjid.

Anggi pun akhirnya memotong pertanyaan Bapak tersebut dan menjawab “Kami tidak tahu,Pak. Tapi sepertinya masjid yang kami cari bukan masjid yang ini. Kami akan mencoba ke mesjid yang diujung gang.”
Kami pun berpamitan pada Bapak tersebut dan Bapak tersebut mendoakan semoga kami menemukan masjid yang kami cari “Insya Allah ketemu” sahutnya.
Kami mengucapkan terima kasih dan mengaminkan doa Bapak tsb.

Ternyata rumah Fairuz dekat masjid yang diujung gang. Alhamdulillah akhirnya sampai juga.
Kami memberi tahu Tomi bahwa kami sudah tiba di rumah Fairuz. 
Sepuluh menit kemudian, Tomi ikut bergabung bersama kami. :)
Ternyata Fairuz baru pindah rumah sehingga dia juga tidak hapal jalan ke sini.

Fairuz dan Ibunya menyuguhi kami dengan banyak makanan. :9
Alhamdulillah :D

Muhammad lucu sekali ternyata..
Dia mau digendong siapa saja.
Bahkan ketika kami ngobrol dan tertawa terbahak-bahak, bukannya menangis, Muhammad malah tertidur.
:O
Baru nemu bayi model gini, seringnya nemu bayi yang kalau denger suara keras nangis.
Yang jelas hari ini hari yang menyenangkan bisa bertemu dengan teman-teman BWB yang lain dan bertukar kabar :D
I had fun!

Alhamdulillah

Sebelum pulang, kami sempat foto-foto terlebih dahulu.

Hana, Fairuz, Anggi gendong Muhammad, Dii, Fauzi dan Tomi

Post Signature

Post Signature