Top Social

Child of Divorce

|

Kurasa salah satu hal yang aku syukuri dari perceraian orang tuaku adalah
perceraian mereka membuatku belajar banyak tentang pernikahan
tentang lelaki
tentang perempuan
tentang komunikasi
tentang Allah
tentang Islam
perceraian mereka membuatku berusaha belajar lebih banyak tentang pernikahan
karena bagaimana pun juga pernikahan adalah hal yang perlu dipersiapkan
pernikahan adalah peristiwa peradaban

Kita seringkali menganggap pernikahan itu adalah peristiwa hati. Padahal sesungguhnya pernikahan adalah peristiwa peradaban.
Ini bukan cuma tentang 2 manusia yang saling mencinta lalu mengucap akad. Ini peristiwa peradaban yang mengubah demografi manusia.
Pernikahan adalah sayap kehidupan. Rumah adalah benteng jiwa. Jika di rumah kita mendapat energi memadai, di luar rumah kita akan produktif.
‘Sakinah’ bukan cuma ‘tenang’. Ia berasal dari kata ‘sakan’ yang artinya ‘diam/tetap/stabil’. Maka ia tenang karena stabil, bukan lalai.
Sakinah: ketenangan yang lahir dari kemantapan hati. Manusia jadi tenang saat kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi secara komprehensif.
Alquran jelaskan: ‘Kami jadikan air sebagai sumber kehidupannya’. Air (mani): sumber stabilitas dan produktifitas.
Hakikat pernikahan tidak bisa dipelajari dari manapun. Learning by doing. Islam arahkan menikah muda agar penasaran itu cepat terjawab.
Agar setelah ‘rasa penasaran’ itu terjawab, perhatian seseorang bisa lebih banyak tercurah dari urusan biologis ke intelektualitas-spiritualitas.
Tdk perlu takut terhadap beban hidup, yang perlu dilakukan hanya mengelolanya. Sebab pelaut ulung pun lahir setelah melewati gelombang-gelombang samudera
Yang bisa membuat kita melewati gelombang itu adalah persepsi awal yang benar tentang cinta. Cinta: dorongan untuk terus memberi pada yang kita cintai.
Hubungan yang terbina bukan hanya hubungan emosional, tapi juga spiritual-rasional. Karena keluarga ini adalah basis sosial terkecil untuk membangun peradaban. 
-Anis mata 



Hal yang aneh adalah orang-orang menyebutku galau kalau membaca buku-buku tentang nikah
 tapi perceraian orang tua ku membuatku tahu bahwa dibilang galau  tidak lah seberapa dibanding sakitnya perceraian jika aku tidak mempersiapkan pernikahan

Ya, selalu ada hikmah dibalik perisitiwa :)

We realized our parents' relationships affected our relationship, and we didn't want to have a failed marriage
There are already so many things against you when it comes to marriage. We wanted to make sure we knew as much as we could.
Don't carry the baggage from your parents' divorce
 They make their own decisions.
 one more motto, "Divorce is not an option." 


Be First to Post Comment !
Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung :D
Yang menulis belum tentu lebih pintar dari yang membaca
Jadi, silahkan kalau mau memberikan kritik, saran, umpan balik & pujian.
:D

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature