Top Social

Tampilkan postingan dengan label Pikiran hana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pikiran hana. Tampilkan semua postingan

Celebrating Failure

|

Happy Friday Good People ✨✨

I am really happy that weekend is near.  I can't wait another time for me to read ✨✨😊📖
Btw, I have read an inspiring article entitled "Billionaire CEO Sara Blakely Says These 7 Words Are the Best Career Advice She Ever Got

The article told us that during Sara Blakely's childhood, her father would sit her down at the dining room table and ask her the same question: "What did you fail at this week?" And when she told him, he high-fived her.

Every week growing up, her father made her reflect on something she'd failed at, then showed her that not only was she still loved after failing, but she was celebrated for it. Her dad taught her that failing simply just leads you to the next great thing.

I really love this article. I used to believe that I only will be loved if I am perfect/get all A on my report card. I was even thinking to kill myself for the bad score/grade that I got. Now, I knew that I did not need to be perfect/get all A on my report to be love. Failure is not the end of me or my world. It is part of the process. It is part of life. Something that I have to go through. I like this article's message because it is aligned with I have learned in life and I even got parenting technique how to tell my children (if I become parent someday), that I still love them despite the failure they make 😊
.
.
Have great day for all of you.
Hope all is well 💕💕

STOP WORRYING ON BEING LIKED

|

Once upon a time
There was a girl who wants to be loved and admired by everyone else
She wants to be seen perfect
So she tried everything to make everyone happy
She constantly worrying what other people said about her
And she apologizes whenever people seem to disagree or hate her
But no matter how hard she tried, she couldn't please everyone.
She was devastated at first
But then she read and reviewed a lot of books
She made friend with another book blogger
She began to notice that she always choose particular genre and loathe some other
Sometimes, a book that perfect for her could be disastrous for the others
And sometimes, she will find other people who love the same book but for different reasons
She found out that no book is perfect and liked by everyone else
She began to think that maybe people are like books
No book that appeals to everyone
And that is okay
Maybe she can't fit everyone's taste 
But there will be someone who likes her as she is and considered her enough
Then she decides to embrace the fact that "it is impossible to be like by everyone" 
She did not have to worry on being liked and apologize over little things anymore


Image courtesy: Wild Herbs by julianaapina, modified by me


Tentang #DokterIndonesiaProRakyat

|


“ Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan kemanusiaan. Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara terhormat dan berusaha sesuai martabat pekerjaan saya.  Dalam menunaikan pekerjaan terhadap penderita, saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kesukuan, politik kepartaian, atau kedudukan sosial.” Sumpah Dokter
 
Pada hari Senin tanggal 24 Oktober 2016, bertepatan dengan hari dokter nasional dan hut IDI (Ikatan Dokter Indonesia) ke 66, ribuan dokter yang tergabung dalam IDI melakukan demonstrasi (aksi damai) di berbagai kota di Indonesia. IDI meminta segenap komponen masyarakat mendorong pemerintah untuk mereformasi sistem kesehatan dan reformasi sistem pendidikan dokter. 



IDI melihat ada harapan tinggi dari masyarakat kepada profesi dokter, dan ketika harapan tersebut tidak sesuai kondisi di lapangan, sering kali dokter menjadi sasaran kemarahan/pihak yang disalahkan. Padahal masalah kesehatan dan pelayanan kedokteran itu kompleks, dokter bukan satu-satunya faktor yang berperan dalam keberhasilan ataupun masalah pelayanan kesehatan. Keberhasilan profesi dokter adalah tanggung jawab bersama.

Ada 3 krisis yang menurut IDI perlu perhatian serius:

1.       Krisis Pelayanan Kedokteran di Era Jaminan Kesehatan
IDI melihat beberapa faktor dapat menyebabkan ketidakmasimalan pelayanan kesehatan, seperti alokasi pembiayaan obat yang terlalu kecil sehingga menyulitkan dokter memberikan obat terbaik kepada rakyat miskin, ada kendala dalam hal pengawasan dan pelaksanaan antara otonomi daerah dengan kebijakan JKN, belum sinkronnya aturan standar BPJS dengan standar profesi kedokteran, dan masih minimnya fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) menyulitkan dokter menegakkan diagnosis.

2.       Krisis Pendidikan Dokter
IDI melihat pendidikan dokter semakin mahal dan tidak pro rakyat. Institusi pendidikan kedokteran saat ini bergeser menjadi profir oriented. IDI berpendapat jika ingin meningkatkan kualitas dokter di pelayanan primer, pemerintah tidak perlu membuka program studi baru. Program studi DLP menambah panjang masa studi pendidikan seorang dokter. Jika program studi ini diterapkan, diperkirakan butuh tambahan 2 tahun untuk seseorang untuk menjadi dokter. IDI mengkhawatirkan semakin lamanya durasi pendidikan dokter membuat pendidikan dokter semakin mahal dan akan berdampak kepada biaya berobat. Selain itu, program ini tumpang tindih dengan pendidikan spesialis sehingga dinilai tidak tepat sasaran dan akan menjadi pemborosan. Alokasi anggaran bisa digunakan untuk pengadaan fasilitas layanan kesehatan di daerah.  IDI berharap pendidikan dokter mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan.

3.       Krisis Penyebaran dokter yang tidak merata dan kurangnya dokter spesialis
Minimnya infrastuktur dan dukungan sarana prasarana untuk mencapai standar pelayananan kesehatan menjadi salah satu penyebab disparitas penyebaran dokter di Indonesia. IDI juga melihat jumlah dokter spesialis di Indonesia selalu kurang karena mahalnya biaya pendidikan dan terbatasnya kursi pendidikan spesialis di Indonesia yang sifatnya University based. IDI melihat sitem hospital based dapat menjadi alternatif solusi bagi Indonesia untuk memenhuhi kebutuhan dokter spesialis. Hal ini dikarenakan dalam sistem hospital based, dokter umum yang ingin memperdalam spesialisasi tidak perlu mengeluarkan uang sedikitpun, mereka justru dibayar karena kerjanya selama proses pendidikan.

Ketika mendengar dan membaca mengenai aksi damai #DokterIndonesiaprorakyat yang dilakukan IDI di sosial media dan media cetak, membuatku sadar bahwa masalah kesehatan di Indonesia itu kompleks dan  dokter  mengalami  kesulitan dalam menjalankan profesinya. Aksi ini mengingatkanku bahwa dokter juga manusia, mereka memiliki keterbatasan dan tidak sempurna. Mereka menginginkan yang terbaik, namun terkadang kebijakan dan fasilitas tidak mendukung. Ketika mendengar pelayanan kualitas kesehatan yang buruk, seringkali opini di sosial media atau berita membuat seolah-olah itu salah dokter sepenuhnya, padahal sebenarnya bukan seperti itu. Kita seringkali menyalahkan dokter tanpa mengetahui masalah yang terjadi. Semoga kita bisa belajar lebih menghargai dokter.

Hal yang paling membuatku jleb saat mendengar aksi damai IDI adalah saat IDI memprotes mahalnya biaya pendidikan dokter. IDI menginginkan pendidikan dokter dapat diakses semua kalangan. Aku menganggap mahalnya pendidikan dokter sebagai hal biasa dan wajar sehingga tidak mempermasalahkan pendidikan dokter hanya bisa diakses oleh sebagian kalangan yang ekonomi mampu. Aksi Damai IDI mengingatkanku tentang pendidikan seharusnya bisa diakses oleh semua, termasuk pendidikan dokter. Aksi Damai IDI juga menyadarkanku bahwa para dokter ini masih peduli dengan rakyat kecil dan bahwa ketika melihat hal yang tidak sesuai, kita dapat bergerak meminta dan menyuarakan perubahan.




Semoga masalah pelayanan kesehatan dan pendidikan dokter ini menemukan jalan keluar. Semoga maksud dan tujuan baik aksi damai IDI dapat diterima dengan baik oleh pemerintah dan masyarakat.

Haruskah Aku Menyerah?

|
Adegan paling berkesan bagiku dalam drama Korea Descendant of The Sun (DOTS) ada di episode 2 saat dokter Kang Mo Yeon gagal untuk ke-4 kalinya menjadi professor dan menempati posisi senior di RS tempat dia bekerja. 



Padahal para dokter senior bilang kali ini adalah giliran dia yang akan lolos. Namun, saat pengumuman alih-alih namanya yang terpampang, yang mendapat gelar dan jabatan tersebut adalah dokter Kim yang tidak lebih kompeten dibanding dirinya. Ternyata dokter Kim mendapat jabatan tersebut karena koneksi.

Kang Mo Yeon marah pada dokter senior yang membimbingnya dan bertanya atas alasan apa lagi dia gagal kali ini. Dulu dia tidak lulus karena dianggap masih terlalu muda, sekarang alasan apa lagi. Dokter yang membimbingnya malah balik memarahi Kang Mo Yeon dan berkata kalau dia memang benar-benar menginginkan gelar dan jabatan tersebut, seharusnya dia tidak menyerah dan tetap berjuang untuk meraihnya.

Tiba-tiba dr. Kim datang ke ruangan tersebut dan langsung menyuruh dr. Kang untuk menggantikannya menghadiri wawancara di TV karena dia hendak berpesta merayakan promosi gelar dan jabatan yang baru diraihnya sehingga kemungkinan akan mengalami hang over dan akan bangun siang.

Tidak terima diperintah seperti itu oleh dr. Kim, dr. Kang marah dan menjambak rambuknya. dr. Kim kemudian membalas menjambak dr. Kang. Melihat hal tersebut, staf rumah sakit berusaha merelai pertengkaran mereka.

Setelah itu, dr. Kang pun pergi menyendiri di salah satu lorong rumah sakit untuk menghapalkan materi yang akan dibawakan di acara TV. dr. Kang menghapalkan materi tersebut sambil menangis, merasa lelah dengan semua yang terjadi.



Pernah mengalami hal serupa dengan dr. Kang? Kau menginginkan sesuatu dengan amat sangat dan kau memiliki kualifikasi yang layak untuk memeroleh hal tersebut? Namun ternyata kau tidak mendapatkannya.

Kau bertanya-tanya apakah ini pertanda untuk berhenti dan menyerah?
Atau justru ini adalah pertanda agar berjuang dan berdoa lebih keras?

Kau bertanya pada Allah, ada hikmah apa dari kejadian ini?
Meski kau tahu jawaban Allah atas doa ada 3: Ya, Ya tapi nanti, Ya tapi lebih baik.
Namun, ketika mengalami kegagalan untuk kesekian kalinya, kau kembali bertanya-tanya ini termasuk ya nanti atau ya tapi lebih baik?

Saranku: Jika bingung, shalatlah istikharah meminta petunjuk dari Allah.
Jangan berhenti berprasangka baik dan memohon bantuan Allah.
Saat-saat penantian jawaban tersebut mungkin sulit tapi ingatlah Allah tahu yang terbaik untukmu dan tahu kapan waktu yang tepat bagimu untuk mendapatkan apa yang kau inginkan.

Kau tahu  mungkin ada hikmah dibalik penundaan tercapainya keinginan dan mimpimu.

Kau tahu apa yang terjadi pada Kang Mo Yeon?
Setelah menggantikan dr. Kim dalam acara TV, dia mendapat tawaran kontrak acara TV. Dia menjadi dokter artis dan terkenal. Poster wajah dirinya ada dimana-mana :D



Dan di akhir episode, akhirnya dr. Kang berhasil menjadi professor dan menempati jabatan senior :)
Yeah!! Alhamdulillah :D

Mungkin jalan meraih mimpimu berputar dulu, tidak langsung lurus atau melalui jalan yang kau ketahui tapi percayalah rencana Allah jauh lebih baik :D


Btw, aku menemukan tulisan berjudul Putaran Ketujuh oleh Hilmi Sulaiman Rathomi yang mungkin akan membuatmu merenung kembali dan menginspirasimu :)

Putaran Ketujuh

Dua minggu yang lalu anak saya yang kedua sempat kurang sehat. Napasnya cepat dan berbunyi khas anak yang punya bakat asma. “Kambuh nih”, pikir saya. Biasanya kami biarkan karena gejala macam ini sering sembuh sendiri.

Menjelang hari ketiga, kondisinya memburuk. Napasnya makin cepet, bunyi napasnya makin kenceng, dan nggak mau makan/minum. Saya dan istri punya pengalaman menangani anak meninggal karena asma di Rumah Sakit. Jadi karena kuatir makin kenapa2, pagi2 sebelum mulai kerja kami beli alat nebulizer. Harganya lumayan.

Waktu sampai di rumah setelah beli nebu, si adek lagi tidur. Yang nggak terduga, waktu saya periksa, bunyi wheezingnya sudah hilang sama sekali, dan napasnya juga udah normal!
Saya antara senang dan sedih. Senang karena si adek udah sehat. Sedih karena udah terlanjur beli nebulizer, hahaha. Sampai sekarang si nebulizer ini belum kepakai sama sekali. 

Waktu saya ceritakan kejadian itu ke mertua pas main ke bekasi, sambil ketawa mertua saya bilang,”Nah itu, berarti sa'i putaran yang ketujuhnya adalah sampai beli nebu. Usaha maksimalnya adalah sampai beli alat nebu, tapi sembuhnya bukan karena itu.”

Tanpa kita sadari, tidak sedikit kejadian di hidup kita yang merefleksikan peristiwa sa'i yang dilakukan oleh ibunda Siti Hajar ketika mencari air untuk anaknya Ismail.
Beliau usaha mati-matian, lari bolak-balik bukit Shofa-Marwah tapi nggak dapet2 air yang dicari. Sampai akhirnya di putaran ketujuh, barulah air itu muncul. Dan ketemunya bukan di jalur Shofa-Marwah rute beliau lari, tapi di dekat kakinya Ismail, yang sekarang jadi sumur zam-zam.

Hasil tidak pernah mengkhianati proses. Ketika kita sudah sa'i 7 putaran, sudah berusaha maksimal untuk mencapai sesuatu, pasti hasil yang sesuai akan Allah berikan. Tapi, darimana sumber rejekinya, tentu terserah Allah. Ada sales yang mati2an mendekati calon pembeli A, ternyata justru yang akhirnya closing adalah pembeli B. Ada orang yang banting tulang merintis usaha bengkel mobil, pelanggannya nggak nambah2, tapi tetap dijalani terus dari pagi sampai sore... dan bisa sukses justru dari bisnis ayam bakar yang modalnya dikasih sama salah satu customer bengkel mobil. Yang seperti ini kasusnya nggak sedikit.

Trus bagaimana kalau kita sudah belajar mati2an, tapi nilai ujian tetep jelek? Ngelamar kerjaan sana-sini, tapi masih belum ada yang mau nerima? Udah kerja abis2an, tapi rejeki tetap seret? Udah banting tulang, tapi hasil nggak sesuai harapan?

Sederhana saja, mungkin kita baru sa'i sampai di putaran keenam. Tinggal 1 putaran lagi, air zamzamnya akan muncul dari arah yang tidak diduga-duga. Apa tandanya kita udah di putaran ketujuh? Cuma Allah yang tau, dan sengaja dirahasiakan.

Ayo terus berlari, sampai putaran ketujuh!


Jika kau memilih untuk tidak menyerah, kuharap Allah memberimu kekuatan untuk dapat memulai kembali perjuanganmu dalam meraih mimpi! Semangat! :D

Diunduh dari FB Motivation for smart people

Empek-empek dan Kesabaran

|
Image courtesy of  laurentvalentinjospi0 at pixabay.com


Tetangga kosanku mengkritik caraku menggoreng empek-empek. Aku menggoreng empek-empek dengan menyalakan api kompor hingga besar dengan harapan cepat matang. Menurutnya, jika menggunakan caraku, empek-empeknya akan cepat matang dan hangus di luar tapi tidak merata hingga ke dalam. Dia menyarankanku untuk menggunakan api sekecil mungkin, menunggu hingga minyaknya panas, memasukkan empek-empeknya dan menunggu hingga 3 menit baru membalikan empek-empeknya. Cara masak tersebut jauh lebih lama dibandingkan menggunakan api yang besar.

Aku hendak protes karena jujur aku lebih suka empek-empeknya garing hingga nyaris gosong/tutung. Tapi tetangga kosanku benar, selama ini empek-empek yang kumasak hanya garing di luar, tidak sampai ke dalam. Jadi, aku mencoba menuruti sarannya.

Jika mengikuti sarannya, warna empek-empek yang kumasak berwarna kuning atau cokelat muda, tidak lagi cokelat tua.  Aku sempat ragu apakah benar hasilnya akan garing hingga ke dalam. Setelah kucoba, ternyata benar! Empek-empeknya garing hingga ke dalam. Aku tidak menyangka.

Sambil makan empek-empek, aku berpikir. Mungkinkah itu juga yang Allah lakukan pada hambaNya?  Pernah tidak merasa kau terjebak begitu lama dengan masalah yang membuatmu mendidih? Membuatmu bertanya-tanya mengapa masalah ini bertahan begitu lama? Bagaimana jika sebenarnya Allah hanya ingin membuatmu menjadi pribadi yang matang luar dan dalam? Allah ingin pelajaran dari ujian yang Dia berikan meresap hingga ke dalam hatimu.


Mungkin jika masalahnya cepat berlalu, kita hanya memahaminya di kepala, belum meresap di jiwa. Mungkin jika kita bersabar menghadapi semua ini, bersabar sebentar lagi, masalah yang kita hadapi mampu mengubah kita menjadi pribadi yang matang luar dalam.
Mungkin...

Kencan Ideal: Membaca Bersama Pasangan

|
Fantasiku tentang kencan ideal dengan suamiku adalah menghabiskan akhir pekan dengan membaca buku bersama. 

Image Courtesy of news.asiaone.com

Nah setiap kali aku mengutarakan ide tersebut, keluarga dan teman-temanku biasanya memberiku tatapan “are-you-crazy”, memutar bola mata mereka ke atas, menertawakanku, atau menepuk pundakku kemudian mengatakan mereka prihatin denganku.

Menurut mereka menghabiskan waktu dengan aktivitas membaca bersama pasangan tidaklah romantis. Saking seringnya mendapat reaksi tidak menyenangkan ketika menceritakan fantasi kencan idealku membuatku bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan ideku. Jangan-jangan ideku memang buruk.  Kondisi tersebut membuatku tidak lagi menceritakan fantasi kencan idealku pada siapapun.

Meski begitu, aku diam-diam masih berharap bisa mewujudkan keinginanku tersebut jadi  setiap kali ada anggota keluarga besar atau teman yang menjodohkanku dengan seseorang, salah satu pertanyaan yang sering aku tanyakan adalah “Is he a reader?” atau “Apakah dia suka membaca?”.

Image Courtesy of mask9.com


Mungkin keinginanku ini ada hubungannya dengan salah satu pemandangan yang paling sering aku lihat saat aku tumbuh besar: aktivitas Abi membaca. Beliau akan duduk di bangku depan teras rumah kami dan  menghabiskan waktunya dengan membaca. Kadang-kadang aku mendekati beliau dan bertanya buku apa yang beliau baca. Kemudian beliau akan memberiku rekomendasi buku/majalah/artikel yang sebaiknya aku baca. Kadang-kadang, beliau bertanya apakah aku sudah membaca buku/majalah yang ada di rumah. Mungkin aku menikmati momen anak-ayah yang langka tersebut sehingga berharap dapat mengulanginya dengan suami nanti. Mungkin. I don’t know for sure.

Hal yang aku ketahui adalah aku suka membaca. Aku membaca apa saja, fiksi dan non fiksi, tapi sebagian besar bacaanku adalah novel romance, mystery, komik shoujo, buku self-help, buku tentang Islam  dan apapun yang sedang populer.

Nah, tadi pagi aku menemukan article dari Mic tentang Science Has Good News for Couples Who Read Together . Artikel tersebut menyebutkan manfaat bagi pasangan yang melakukan aktivitas membaca bersama seperti dapat membicarakan hal yang menyenangkan, dan mengungkapkan sisi lain dari pasangan kita. Vouge bahkan menyebut membaca bersama pasangan sebagai aktivitas kencan malam yang terseksi (Sexiest Date Night Activity Date Night: Why Reading Together Can Be the Sexiest Date Night Activity). Sementara itu Lifehack menyebutkan 13 alasan kenapa pasangan yang melakukan aktivitas membaca bersama, tetap bersama (13 Reasons Why Couples Who Read Together, Stay Together) .

Aku sangat bahagia menemukan artikel-artikel di atas. Membuatku merasa bahwa aku tidak sendiri dalam memiliki keingingan membaca bersama pasangan dan ide kencanku bukanlah ide yang aneh. Alhamdulillah :D


Ngga Sayang

|
Salah satu pemandangan yang tak asing kalau jalan ke Mall tuh melihat anak kecil merengek minta dibelikan sesuatu. Mereka menangis, meronta, berteriak.
Mereka melakukan segalanya agar keinginan mereka dipenuhi 
Dan kalau ngga dipenuhi, beberapa diantara mereka akan berteriak "Mama/Papa, ngga sayang sama aku!"
Image courtesy of Phaitoon at FreeDigitalPhotos.net

okay, biasanya anak kecilnya lebih besar dari ini.
gambar ini dipakai karena sumpah bayi ini lucu banget meski lagi nangis :3

Pas lihat adegan kayak gitu, pengen deh bilang ke anak tersebut kalau orang tuanya tuh sayang sama dia dan tidak mengabulkan keinginan bukan berarti ngga sayang.
Mungkin orang tuanya melihat hal yang dia inginkan ngga baik buat dia, lagi ngga punya uang dan pertimbangan lainnya.
Bagaimanapun, orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya

Tapi kalau diingat-ingat dulu, gue waktu kecil kayak gitu. Hahahah
Untungnya Umi ngga nurutin semua keinginan Hana :D


Ternyata mengabulkan semua keinginan anak bisa berdampak buruk juga sama anak tersebut, mereka bisa jadi manipulatif, mereka belajar jika menangis sekeras mungkin, keinginan mereka akan dikabulkan.
Atau mereka jadi anak manja dan kurang tangguh dalam menghadapi hidup.
Life is tough afterall.


Pas lagi mikir kayak gitu tiba-tiba jadi inget sama diri sendiri, kadang-kadang masih kayak anak kecil tersebut dalam berhubungan sama Allah.
Sering merengek minta sesuatu dan kalau tidak dikabulkan mengira Allah tidak sayang. Astagfirullah!


Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya 
lalu dia dimuliakan-Nya 
dan diberi-Nya kesenangan, 
maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku". 
Adapun bila Tuhannya mengujinya 
lalu membatasi rezekinya 
maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku".
(Q.S. Al Fajr: 15-16)


Sering kali kita mengira mendapat apa yang kita inginkan adalah nikmat dan tidak mendapat yang kita inginkan adalah musibah.
Padahal Allah Maha Mengetahui ya? 
Bahkan rasa sayangNya lebih besar dari pada rasa sayang orang tua kita.
Allah ingin yang terbaik untuk hambaNya.
Hanya saja kita tidak tahu karena pemahaman kita terbatas

Semoga Allah SWT memberikan kita hati yang mudah berprasangka baik terhadap-Nya, Aamiin.




Paradox

|

Terkadang aku bertanya-tanya,
Orang-orang bisa nyaman cerita padaku karena aku memang pendengar yang baik atau karena aku lulusan psikologi?
Kau tahu, terkadang ketika mereka tahu bahwa aku lulusan psikologi, mereka langsung menganggap aku bisa jadi tempat curhat penyelesaian masalah.
Atau justru belajar psikologi membuat aku menjadi pendengar yang baik?
Atau malah karena aku pendengar yang baik, aku memilih psikologi?

Image courtesy of By Camila Damásio at unsplash.com


Tapi temanku Kame pernah bilang “Han, I want to talk you because I do not need typical psychological advice. I can go to other psychology student. I need your advice.”

:")
kame bisa banget ya
Omongan ya bikin gue lumer.
Allhamdulillah punya temen kayak kame :D


Aku meminta cinta, 
tetapi Dia menghadirkan kepadaku 
orang-orang yang bermasalah untuk dibantu

Kenapa Bukan Buku?

|
Beberapa waktu lalu sempat keheranan karena sahabatku tidak memberiku hadiah buku terlepas mengetahui aku menyukai buku.
Hal tersebut menjadi misteri (yang ingin kuketahui tapi terlalu malas untuk kucari tahu jawabannya) untuk beberapa waktu.
Sampai kemudian aku sendiri mengalami berada di posisi sahabatku.
Seorang teman yang aku ketahui menyukai buku hendak menikah dan tentu saja aku pada awalnya berniat memberi dia buku tentang pernikahan atau pendidikan anak tapi kemudian aku sadar satu hal: dia suka buku!
Dia suka membeli dan membaca buku.
Bahkan dia suka membaca buku tentang pernikahan atau pendidikan anak.
Huft..
Takutnya buku yang akan kuberikan justru sudah dia miliki.
Jadi alih-alih memberi buku, aku memberinya hal lain.

Jangan-jangan pikiran sahabatku juga seperti itu?
Image Courtesy of Maliha Mannan at unsplash.com



Note: Tulisan tentang buku sekarang pindah ke blog Hana Book Review (hanabilqisthi.wordpress.com)

Naif

|
Kupikir mereka bahagia dan baik-baik saja
aku sering melihat senyum mereka
di foto yang mereka pasang sebagai foto profil
di momen yang mereka bagikan di sosial media
status mereka pun tidak menunjukkan keluhan

Image Courtesy of Kim Daniel at unsplash.com

ternyata aku hanya tidak benar-benar memperhatikan

sampai akhirnya mereka datang padaku membawa semua kisah
yang mereka pendam
bahwa mereka sedang berusaha menjadi pribadi yang kuat
dengan tidak menceritakan kegundahan mereka pada siapapun

Aku ternyata naif.
Lupa akan fakta bahwa tidak ada keluhan bukan berarti tidak ada masalah





Mungkin Yang Terakhir Kali

|
Kita mungkin memandang rendah wanita/gadis yang mengenakan pakaian minim, dan berpikir dia pendosa
Bagaimana jika ternyata dia telah memutuskan untuk berhijab dan saat kita melihatnya berpakaian minim, itu akan jadi terakhir kalinya kita melihat dia mengenakan pakaian seperti itu

Kita mungkin mengira sepasang muda mudi yang sedang berpacaran, berpelukan itu pendosa
Tapi bagaimana jika sebenarnya mereka sadar yang mereka perbuat salah, bertekad mengakhiri hubungan dan memutuskan ini akan jadi kencan terakhir mereka

Kita mungkin merasa lebih suci ketika melihat orang yang mabuk-mabukan karena kita tidak pernah sekalipun mendekati barang haram tersebut
Tapi bagaimana jika dia telah memutuskan bahwa ini akan jadi terakhir kalinya dia mabuk

Kita tidak tahu isi hati seseorang
Meski dari luar dia tampak melakukan dosa
Bisa jadi dia bertekad keluar, bertekad bertobat. Dia sudah lelah dengan semua dosa yang dia lakukan.

Sementara kita sibuk membicarakan keburukannnya, dia sedang menangis terisak di hadapan Tuhan dan meminta ampunan atas dosa-dosanya yang lalu

Sementara kita merasa suci karena pernah melihat seseorang melakukan dosa yang tidak pernah kita lakukan, detik itu orang tersebut sedang sibuk menyucikan diri, memperbaiki diri agar suci di hadapan Tuhannya


Semoga Allah melindungi kita dari prasangka buruk dan merasa suci jika melihat orang berbuat dosa
Semoga Allah menggerakkan hati kita untuk mendoakan orang yang berbuat dosa agar bertobat, kembali ke jalan yang benar, dan istiqomah dalam kebaikan
Semoga kita tidak menjadi pembantu setan dengan memperlakukan mereka seolah mereka akan menjadi pendosa selamanya, seolah pintu tobat telah tertutup bagi mereka.

Image Courtesy of Joe Beck at unsplash.com

7 Buku yang Sebaiknya Dibaca Saat Patah Hati

|



Siapa sih yang mau patah hati?
Ngga ada kan?
Tapi sayangnya patah hati merupakan salah satu hal yang terjadi dan harus dihadapi dalam hidup.
Ketika patah hati, ada 7 atau 5 tahapan yang biasa dihadapi, bisa baca The 7 Stages of Grieving a Breakup atau The 5 Stages of Grieving the End of a Relationship
So take it easy on yourself :)

Image Courtesy of Padurariu Alexandru at unsplash.com



Berikut 7 buku pilihan Hana Bilqisthi yang menurut Hana bagus dibaca jika sedang patah hati:

1.       Al- Quran

Kitab suci umat Islam ini adalah surat cinta Allah untuk hambaNya. When our heart feel broken, we need lots of love and we can find lots of love in the Quran. Even better, we find the everlasting love.
Random aja buka dengan niat mencari petunjuk terus baca :D Semua ayat dan surat di Al-Quran bagus. :D Really comforting :'
Tapi kalau bingung mau baca apa, mungkin bisa baca Surat ke-12, Surat Yusuf dan Surat ke-58, Al-Mujadallah. Hana pernah cerita alasan Hana suka surat Yusuf disini. Kalau alasan untuk surat Al-Mujadallah mungkin bisa tonton 2 video keren ini:

atau


2.       Reclaim Your Heart: Personal Insights on Breaking Free from Life's Shackles atau Reclaim Your Heart (Rebut Kembali Hatimu): Wawasan-Mencerahkan tentang Cinta, Duka, dan Bahagia

Buku self-help karangan Yasmin Mogahed ini keren dan membuka mata banget. Selama ini mungkin kita sering mengalami patah hati, kesedihan dan kekecewaan yang berulang dalam hidup dan buku ini berusaha menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi dan bagaimana agar kita keluar dari lingkaran tersebut.

“So often we experience things in life, and yet never see the connections between them. When we are given hardship, or feel pain, we often fail to consider that
the experience may be the direct cause or result of another action or experience.
Sometimes we fail to recognize the direct connection
between the pain in our lives and our relationship with Allah SWT”

3.       From MTV to Mecca: How Islam Inspired My Life atau A Thousand Miles of Faith: Perjalanan Seorang VJ MTV Eropa Menemukan Hidayah Islam

Buku ini menceritakan bagaimana Kristiane Backer, VJ MTV Eropa dalam mengenal, menemukan dan jatuh cinta pada Islam. Kristiane Backer sempat berpikir bahwa pendamping hiduplah yang dia butuhkan, ternyata Tuhan lah yang hilang dalam hidupnya. Ada beberapa patah hati yang dia alami, termasuk perceraian ,tapi tidak membuatnya kapok menikah/menjalin hubungan.

‘All loves are a bridge to  Divine love.
Yet, those who have not had a taste of it do not know!’

4.       Attachment
Novel karangan Rainbow Rowell ini menceritakan kisah cinta sebelum pandangan pertama, karakter cowok utamanya Lincon, security internet officer, jatuh cinta pada Beth karena membaca email antara Beth dan sahabatnya Jennifer.
Mengapa ini bagus dibaca saat patah hati?
Ini bakalan spoiler sih. Hehe
Well, Ceritanya seru, fun, dan lucu.
It teach you to let go the wrong one.
Lincon sangat mencintai cinta pertamanya sekaligus pacarnya ketika SMA, Sam.

I couldn't love anyone more than I do you, it would kill me. And I couldn't love anyone less because it would always feel like less. Even if I loved some other girl, that's all I would ever think about, the difference between loving her and loving you.

Sayangnya ketika menjalani LDR saat mereka berdua duduk di bangku kuliah, Sam selingkuh dan memutuskannya.


Beth, sangat mencintai pacarnya, Chris, dan telah bersama hingga 8 tahun.

He never hurries. He never shows his cards. He always hangs up first....Like when we first started talking on the phone, he would always be the one who got off first. When we kissed, he always pulled away first. He always kept me just on the edge of crazy. Feeling like I wanted him too much, which just made me want him more....[It was] excruciating and wonderful. It feels good to want something that bad. I thought about him the way you think about dinner when you haven't eaten for a day and a half. Like you'd sell your soul for it.”

Beth menunggu dan berharap Chris melamarnya, yang sayangnya tidak juga terjadi.

I’m not married. I’m not even close. Even if I were to break up with Chris tomorrow and meet someone new the very next day, my plan still wouldn’t be salvageable. It would take a year or two to figure out whether we were right for each other, at least six months to be engaged …That puts me at 31, 32 before I can get pregnant.

And that’s being overly optimistic. If I broke up with Chris tomorrow, I’d be a mess for a year (30).

Membaca novel ini membuat Hana berpikir bahwa terkadang kita harus melalui hubungan yang buruk atau yang membuat patah hati sehingga kita belajar beberapa hal, dan suatu saat seseorang akan datang dan made you realized why it never work out with anyone else before.

Pelajaran lain: If you could love the wrong one that much, Imagine when you meet the right one?

We dont have to rush everything. If it meant to be, it will mean to be.

5.       Skip Beat Manga
Merasa pernah mencintai seseorang dan bahkan rela melakukan apa saja untuknya, namun he/she is taken you for granted? Well, manga ini cocok untukmu, mungkin kalian bisa ikut merasakan yang Kyoko alami.

Kyouko Mogami lived solely for her childhood friend Shoutaro "Shou" Fuwa. She follows Shou to Tokyo so that he may realize his dream of becoming a famous singer. When his dream is realized, Kyouko overhears the truth behind his decision to bringing her with him: he was using her as a maid.

Shocked and enraged, Kyouko swears to take revenge by outdoing him in show business. With a new look and a new attitude, she joins LME, the agency where Ren Tsuruga (Shou's rival and the #1 actor of LME) works, in the hopes of achieving her goal of destroying Shou's pride.

Along the way, she discovers her true self, makes new friends (and enemies), and finds herself at the heart of some interesting situations that will change her life, and the lives of all others involved, forever.

Image from Hana Yume Official website



6.       Naruto Manga
Yes, kamu ngga salah baca. Meski ini shonen manga, aku merekomendasikan Naruto untuk dibaca saat patah hati.
Naruto menyukai teman satu timnya, Sakura, meski mengetahui Sakura menyukai Sasuke.
Suka sama sikap positif Naruto yang mencintai Sakura sepenuh hati, meski akhirnya ngga berakhir sama Sakura. 
Image download from Mangahere Facebook Fanpage


Naruto ngga menyesal pernah suka sama Sakura dan bahagia saat melihat Sakura bahagia. Naruto akhirnya menikah dengan Hinata, cewek yang diam-diam mencintainya.

Lesson learned: “Jika kamu tidak bersama dengan orang yang kamu doakan, mungkin kamu akan bersama seseorang yang diam-diam menyebut namamu dlm doanya.”

Kalau Naruto aja bisa move on dari Sakura, kita juga harusnya bisa! Dattebayo!

7.       Hirunaka no ryuusei
Shizuku atau Chun-chun jatuh cinta sama teman pamannya sekaligus wali kelasnya, Shisio. Terlepas Shisio dan Chun-chun saling menyukai satu sama lain, sayangnya mereka tidak dapat bersama. Mungkin kalian pernah mengalaminya, meski sama-sama saling menyukai, kalian tidak melihat masa depan dalam hubungan kalian. Menarik melihat bagaimana Shisio dan Chun-chun move on dari satu sama lain.

Image download from we heart it


Beberapa quotes yang bagus:

I knew this was a losing battle. Even though the outcome was obvious, I still wanted to bet on that one millimeter of a possibility. -Shisio

To turn someone down and to be turned down by someone... To be hurt by someone and to hurt someone... A love where no one gets hurt doesn't exist. -Suzume

The fun things, the painful things, the things that happened, the things we've cried about, the things we've smiled about, when we remember them, everything will be glittering.

Whether we move forward or stop, we're going in different directions little by little. -Suzume

There were many tears, many unsure times, and many troubled moments. The fun memories were only a few, but even so, those memories will shine bright like stardust and continue to shine on in my heart. -Suzume



Well, selamat membaca! Semoga berhasil melewati atau menyelesaikan salah satu chapter dalam hidupmu! 
Good luck! Semoga Allah membukan jalan untukmu!

Note: Tulisan tentang buku sekarang pindah ke blog Hana Book Review (hanabilqisthi.wordpress.com)

Pelajaran dari Kertas Kado dan Beautiful Mind

|
Seperti yang kuceritakan di MSC Reunion (Minus Ikhsan), aku menganggap kertas kado untuk Hana Talita itu jelek. Sebenarnya kertas kadonya tidak jelek sih, Cuma aku ingat kalau memberi harus memberi yang terbaik dan berpikir apa yang dapat membahagiakan penerima.

Aku tahu Hana Talita suka warna biru tua, Nightmare before christmast, Totoro, Benedict Cumberbatch, dan Hello kitty jadi aku berpikir seharusnya aku menggunakan bungkus kado dengan motif/warna yang Hana Talita sukai. Sayangnya, kertas kado yang kugunakan untuk membungkus kado untuk Hana Talita bukan itu. Kertas kado yang kugunakan berwarna cokelat nyaris hitam, terus ada bentuk hati berwarna pink, dan tulisan I love you. Melihat kertas kado tersebut lebih mengingatkanku pada Vania atau Fida karena mereka berdua suka warna pink. Aku merasa kertas kadonya jelek karena merasa seharusnya aku membungkus kadonya dengan motif atau warna yang Hana Talita sukai tapi aku tidak melakukannya. Kertas kado yang dijual di dekat kosanku pilihannya terbatas dan aku tidak sempat pergi ke toko buku/gift shop untuk berbelanja kertas kado.

Image courtesy of Sicha Pongjivanich at freedigitalphotos.net


Aku menyadari satu hal: Aku kembali jadi perfeksionis!
Aku berpikir hitam putih. Jika kertas kadonya tidak dibungkus dengan motif/warna yang Hana Talita sukai berarti aku gagal memberikan yang terbaik, gagal membahagiakan Hana Talita dan gagal menjadi teman yang baik. Aku menerapkan standar tinggi pada diriku sendiri. It’s all or nothing.
Padahal tidak begitu. Hana Talita tetap bahagia meski kertas kadonya tidak dibungkus menggunakan warna/motif yang dia sukai. Bahkan, MSC memberi kado padaku tanpa kertas kado dan aku tetap senang-senang saja karena aku tahu niat mereka baik.


Di Tahun 2012, Aku pernah ikut konseling karena ingin mencegah kembalinya pikiran/keinginan
bunuh diri. Aku pernah beberapa kali berpikiran ingin bunuh diri dan menduga aku ini depresi, tapi ternyata hasil diagnosisnya adalah aku perfeksionis. Saat kutarakan rasa terkejutku pada Nia dan Hana Talita, mereka bilang “Ya, Hana. Loe emang perfeksionis”

Sebenarnya hal yang membuat aku kaget adalah menemukan fakta bahwa perfeksionis masuk diagnosis kesehatan mental. Aku tahu aku perfeksionis, hanya saja aku tidak menduga hasil diagnosis yang keluar setelah konseling adalah perfeksionis. Baru-baru ini aku membaca artikel 9 Signs Your Desire for Perfection Has Gone Too Far dan menemukan fakta bahwa ada hubungan yang kuat antara perfeksionis, depresi dan keinginan bunuh diri (bisa baca disini dan disini).  Pantas saja!

Aku berharap menjadi sempurna, dan berpikir akan bahagia saat aku berhasil menjadi sempurna. Aku mengejar tujuan yang tidak akan pernah kugapai.

Hanya Allah yang sempurna, dan manusia memang tidak diciptakan untuk sempurna.
Manusia memang tempatnya salah dan lupa.
Jika Allah menginginkan aku tidak pernah berbuat kesalahan, mungkin Allah akan menciptakanku sebagai malaikat, bukan manusia. Bahkan para Nabi dan Rasul pun pernah membuat kesalahan dan diberi teguran langsung oleh Allah. Mungkin karena itu Allah menciptakan mekanisme bertobat.
Mungkin jika kita tidak pernah membuat kesalahan, kita akan mengira bahwa diri kita adalah Tuhan.

Seperti yang dikatakan Yasmin Mogahed:
Why can't we admit that we *aren't* perfect? Why can't we admit that our lives aren't perfect? That our relationships aren't perfect? Why can't we admit that we struggle too? That we are human, living a human existence in a painfully imperfect world?

Maybe it's time to set aside our masks and just be real. This world isn't perfect. We aren't perfect. Our lives aren't perfect. And that's okay. If all of these things were perfect, how would we know our need for God? How would we see it?
Our utter, desperate need.

But you see, that's just it. It is only through that need, that we are given. It is only through breaking, that we can be made whole. Tears can be like medicine. Tears to God--the only cure. Salvation doesn't come through feigning perfection. It comes through breaking, through humility, through admitting defeat and utter need, to the only One who can save you. To God. And God alone.



Look at the stories of the Prophets and how they were each saved. Look at the duaa of Nuh (AS) and Yunus (AS) and Ayoub (AS). They didn't pretend. They didn't feign strength and ability and perfection. They humbled themselves completely and admit that they had no strength or ability, because they knew that truly, truly, all strength and ability comes from Allah.

Aku sempat sedih mengetahui aku masih perfeksionis, tapi kemudian aku teringat akan film Beautiful Mind. Film yang menceritakan tentang John Nash, seorang matematikawan yang berjuang melawan halusinasi dan berhasil meraih hadiah nobel. Film ini mengisyaratkan meski kau memiliki penyakit mental/skizofrenia, kau tetap bisa berkontribusi di masyarakat. Kau bisa berjuang untuk sembuh dan hidup normal.

“Are the hallucinations…gone?”
“No, but I’ve gotten used to ignoring them, and as a result, they’ve kind of given up on me. I think that’s sorta what it’s like with dreams and nightmares. We’ve gotta keep feeding them for them to stay alive”

[Hansen is concerned about John still having hallucinations]
Nash: They are my past. Everyone is haunted by their past.

Mungkin perfeksionisku ini tidak akan sepenuhnya menghilang, tapi aku akan memilih untuk berusaha agar aku bisa berfungsi normal, mengingatkan diriku sendiri bahwa meski aku dan segala sesuatu tidak berjalan sempurna, dunia baik-baik saja, tidak berakhir dan juga tidak menjadi kiamat.
Mungkin aku memiliki perfeksionis agar aku selalu ingat Allah karena setiap kali keinginan menjadi sempurnaku muncul, aku akan berusaha mengingatkan diriku sendiri bahwa hanya Allah yang sempurna.


Allah, jadikan semua gejolak di dalam hatiku mengantarku mendekat pada ridha dan surga-Mu.
Salim A. Fillah


There is no shame in mistakes, just an opportunity to learn and to grow.



Post Signature

Post Signature