Top Social

Cinderella (2015)

|


Image is download from Cinderella Facecook Fanpage



Halo Guys

Persis sebulan yang lalu pada 14 Maret, Hana bersama Hana Talita dan Fida pergi nonton Cinderella (2015) di XXI Setiabudi One. Hana pergi dengan niat mau nonton Frozen Fever, film pendek kelanjutan Frozen yang diputar sebelum Cinderella, bukan demi nonton Cinderellanya. Ekspektasi Hana sama film ini rendah mengingat Hana udah pernah baca dan nonton Cinderella sehingga Hana mengira Cinderella yang ini ngga bakal ada bedanya, paling-paling cuma gitu dong.

Well, ternyata Hana salah. Cinderella yang ini berbeda. Berikut hal-hal yang Hana anggap Cinderella (Ella) ini berbeda beserta pelajaran yang Hana pelajari:

·         Pas nonton adegan saudara-saudara tiri Ella yang ngga bisa apa-apa dan suka bangun siang, sementara Ella udah bangun dari pagi dan beraktivitas, jadi inget kalau pria baik-baik untuk wanita baik-baik. In the end of movie, yang bakal dapet pangerannya adalah cinderella, dan cinderella memang pantas mendapatkan seorang pangeran. Notes lain: Cinderella baik bukan demi dapet pria baik-baik lho! She simply believes it is the right things to do. Hal baik lain dari Cinderella: She loved every creature, no matter its size or stature.She saw potential in everyone and everything.

·         Suka adegan pas Ella kabur dari rumah karena diejek cinderella sama saudara tirinya dan kemudian Ella ketemu pangeran. Mengingatkan bahwa kadang kejadian buruk membawa kita ke kejadian baik. Kalau Ella ngga sedih karena saudara tirinya, mungkin dia ngga akan pernah ketemu pangeran!

·         Perempuan bisa memengaruhi laki-laki. Saat bertemu pangeran di hutan sedang berburu rusa, Ella bilang bahwa “Hal yang selalu dilakukan bukan berarti harus dilakukan”. Ella membujuk pangeran untuk tidak membunuh rusa dan akhirnya pangeran pun setuju.

·         Alurnya jadi terasa lebih masuk akal.
a. Film ini seolah menjawab pertanyaan Kenapa Pangeran undang semua gadis ke istana? Kenapa ngga nikah aja sama putri? Nah di Cinderella ini, pangeran sebelumnya jatuh cinta sama Ella karena ketemu di hutan. Dia pun membujuk ayahnya agar mengundang semua gadis ke istana dengan harapan bisa ketemu lagi sama Ella
b. Film ini juga menjawab pertanyaan lain seperti kenapa Ella ngotot banget pengen ikut pergi ke pesta dansa? Apakah dia matrealistis seperti saudara-saudara tiri-tirinya kah? Ella ingin kembali bertemu teman barunya yang berkenalan di hutan (Ella mengira pangeran adalah seorang pelajar di istana, bukan pangeran karena pangeran tidak memperkenalkan dirinya sebagai pangeran saat itu)
c. Film ini menjawab kenapa Ella ngga kabur aja dari perlakuan kejam ibu tiri dan saudara tirinya. Ella memilih ngga kabur karena rumah yang ditempati Ella dan keluarga tirinya merupakan rumah keluarga Cinderella secara turun-temurun. Selain itu, ayah Ella memintanya untuk menjaga rumah tersebut karena rumah tersebut adalah cinta dari ayah dan ibu cinderella.

·         Niat yang bener dan lurus itu penting. Ibu Tiri Cinderella bilang kalau awalnya dia niat nikah sama suami pertamanya adalah demi cinta tapi ditinggal mati. Terus niat nikahi ayah cinderella demi ada orang yang biayai hidup, tapi malah ditinggal mati plus jatuh miskin. Jadi inget hadis Rasulullah:

“Barang siapa pergi karena mencari kehormatan, ia pasti diuji dengan kehinaan. Barangsiapa mengerjakan sesuatu lantaran dorongan harta, niscaya ia akan diuji dengan kefakiran. Barangsiapa mengerjakan sesuatu sebab dorongan agama, Allah akan menghimpun kehormatan dan harta bersama agamanya.”


·         Suka sama adegan akhir film saat Ella turun dari tangga loteng rumahnya, dia menatap cermin dan bertanya “Akankah pangeran menerimanya karena saat ini tidak ada lagi sihir yang membantunya?”. Saat itu, Pangeran sedang menunggu Ella untuk mencoba sepatu kacanya. Pangeran akan mengetahui diri Ella yang sebenarnya, bukan Ella dengan gaun yang indah yang telah dia lihat di pesta dansa. Pertanyaan Ella tersebut mengingatkan Hana bahwa salah satu hal yang sering dikhawatirkan dalam hubungan adalah apakah orang yang kita cintai mau menerima kita apa adanya. Ella kemudian berkata pada dirinya sendiri "Have Courage and Be Kind". Dia menemui pangeran dan memberanikan diri bertanya pada pangeran  “Jika sepatu itu memang cocok di kakiku, apakah kau mau menerimaku, aku hanyalah seorang gadis desa yang mencintaimu". Ella menunjukkan bahwa dirinya adalah gadis yang percaya diri. Hal yang bikin melting adalah jawaban pangeran so sweet banget, dia malah nanya balik apakah Ella mau menerimanya karena dia sendiri adalah orang yang masih belajar. Seolah pangeran bilang bahwa dia ngga sehebat yang orang kira, tapi dia mau berubah menjadi orang yang lebih baik

·         Suka juga adegan saat Ella memilih memaafkan semua perlakuan Ibu Tirinya. Memaafkan itu sulit, Cinderella bisa saja memilih balas dendam tapi dia justru memilih memaafkan. 

Ternyata Hana malah belajar banyak dari film ini. Alhamdulillah makasih atas kesempatan dan pelajarannya ya Allah.

(^0^)/



Be First to Post Comment !
Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung :D
Yang menulis belum tentu lebih pintar dari yang membaca
Jadi, silahkan kalau mau memberikan kritik, saran, umpan balik & pujian.
:D

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature