Top Social

Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan

Strategi Bertahan Kuliah sampai 5,5 tahun

|
Image courtesy of smokedsalmon at FreeDigitalPhotos.net
edited by me


Ahmad Mujahid (Aid) is back!

Buat yang belum kenal Aid. Aid adalah alumni Matematika UI. Selama kuliah, dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum BEM FMIPA UI 2013 & Wakil Ketua BEM UI 2014.

Setelah kemarin menginpirasi dengan cerita cara merayakan ulang tahun. Kali ini Aid akan berbagi strategi bertahan kuliah sampai 5,5 tahun.

Berikut petikan wawancara antara aku dan Aid tentang strategi bertahan kuliah sampai 5,5 tahun:

Hana Bilqisthi: Assalamualaikum Aid. Apakah lulus 5,5 tahun itu sesuatu yang loe rencanakan?
Ahmad Mujahid: Hmmm, bisa dibilang iya Jadi, saat gue maba, gue pernah bikin semacam resolusi gitu. Judulnya 99 capaian selama Kuliah. Salah satunya tertulis... "Lulus pada waktu yang tepat". Jadi, 5,5 tahun gue di Kampus akhirnya, kayak ngerasa ditakdirkan terencana begitu aja  dan semacam "sekarang waktunya gue lulus".

Hana Bilqisthi: Loe buat list 99 capaian pas kuliah? Wow
Ahmad Mujahid: Iyaah, pas Maba gue bikin itu. Mulai dari yg remeh temeh sampe yg kayaknya ga mungkin gue lakuin gitu. Kayak masuk TV misalnya jadi narasumber. Hahaha

Hana Bilqisthi: Keren! Berapa yang berhasil tercapai? Apakah jadi ketua bem fmipa dan wakil ketua bem ui termasuk di dalamnya?
Ahmad Mujahid: Gue lupa angkanya, tapi Lebih banyak yg ga tercapai... Haha...
Termasuk didalamnya. Cuma, gue tulis capaian tertinggi organisasi itu Ketua BEM UI hhehe. Meleset tapinya...


Hana Bilqisthi: Apa saja tantangan yang loe hadapi selama kuliah 5,5 tahun?
Ahmad Mujahid: Hmm, apa yah.
So far, baru berasa banget itu ketika masuk tahun ke 4. Saat temen2 lu udah ada yg lulus 3,5 ada yg udah nyusun skripsi, tapi gue masih asyik dengan berorganisasi di BEM UI]
.
Hana Bilqisthi: Apa yang loe rasakan ketika itu? Bisa lebih spesifik?
Ahmad Mujahid: Yah berasa sepi dan asing haha.
Lo bulak balik Kampus, misal ke kantin nih, udah sedikit yg lu bisa sapa orang orang nya haha, karena udah kebanyakan Maba yg ngisi. Sama tantangan buat mengejar ketertinggalan dari temen temen yg lain, kaitannya perihal pasca kampus.

Hana Bilqisthi: Apa yang loe lakukan untuk mengatasi rasa sepi dan asing tsb?
Ahmad Mujahid: Yg gue lakuin tetep berusaha punya aktivitas dan tetep ngerawat akal sehat,
Kayak ngerintis bisnis, ikutan project bareng temen, bikin inisiatif kayak satu seminggu bareng temen,...

Hana Bilqisthi: Dapet ide dari mana untuk melakukan aktivitas2 untuk mengatasi rasa sepi, asing tsb?
Ahmad Mujahid: BEM UI cukup banyak mengubah cara gue memandang gimana hidup ini harus diisi.
Hana Bilqisthi: Boleh cerita perubahannya apa?
Ahmad Mujahid:  Jadi, kayak teracuni gimana hidup harus bisa berakselerasi untuk bisa lebih cepat ngasih manfaat buat orang lain dan suatu waktu bisa ikut bebenah negeri ini. Entah itu lewat materi atau aktivitas/inisiatif lainnya. (Normatif sih kedengerannya, tapi ini kayak semacam keresahan yg tiba tiba jadi terawat aja)

Hana Bilqisthi: Reaksi ortu loe gimana Id pas tahu loe ngga lulus dalam waktu 4 tahun?
Ahmad Mujahid: Waktu gue mau izin maju BEM UI, gue nyiapin beberapa skenario kemungkinan waktu lulus, mulai dari 4,5 , 5, 5,5 dan 6 tahun ke ibu gue. Rencana tiap semesternya dan aktivitas yg bakal diambil di semester itu apa aja.

Respon ibu gue pas dengernya, "Jadi, lulusnya lebih lama dong yah?, emak sih ga masalah asal kan kamu emang ada manfaatnya buat org lain." Jadi, ortu gue emang orangnya bukan yg penuntut gitu han. Cuma gue ngerasa punya beban moral lah akhirnya pas bilang gitu.

Bentuk tanggungjawab yg gue putusin sendiri, mulai semester 9 gue dah mulai Bayar kuliah, jajan dan kontrakan sendiri sampai semester 11 dan sekarang. Karena menurut gue orang tua gue cukup sampai semester 8 tanggungjawab biayain kuliahnya.
Jadi curhat

Hana Bilqisthi: :") Terus gue terharu bacanya.
Kalau reaksi keluarga besar dan temen2 loe? I mean pertanyaan kapan lulus pasti sering banget ya. Loe jawab apa?
Ahmad Mujahid: Iyah sering banget han, apalagi dari kakak kakak gue kalo di rumah, dan adik adik gue yg nanya "Kapan Kak aid wisudanya, mau foto nanti pas wisuda..."
Kadang disitu gue ngerasa syulit jawabnya.
Gue selalu jawab dengan "InsyaAllah sedikit lagi, doain aja hehe"
Terus gue ceritain kendala tugas akhir gue...

Kalo dari temen temen, khususnya temen2 deker di jurusan ada yg kesel juga kenapa gue harus mutusin maju. Dan beberapa ada yg akhirnya dukung dan konkret bantuin, kalo misalnya gue perlu bantuan soal kuliah atau tugas akhir. Oiah, gue sampai semester 11 itu masih ada beberapa Mata kuliah yg perlu gue ambil. Khususnya mata kuliah kuliah dewa yg gak bisa one take lulus 😂

Hana Bilqisthi: loe pernah menyesali ga keputusan loe untuk maju jadi wakabem sehingga telat lulus?
Ahmad Mujahid: Sama sekali engga.

Hana Bilqisthi: Apa masa-masa terberat saat berjuang lulus?
Ahmad Mujahid: Semester 11 kemarin itu cukup menguras banyak energi dan hati.
Gue harus menyelesaikan tugas akhir yg bergantung sama rampungnya kodingan program (aplikasi) yg gue buat tentang enkripsi audio. Gue juga terikat kontrak kerja dengan salah satu Instansi Pemerintahan (periode hectic kerjaannya di Oktober dan November) Dan gue harus menaklukan Mata kuliah dewa itu.

Ini drama banget sih. Gue pernah sampai kondisi yg, ada satu dari 3 hal diatas itu yg harus gue korbanin. So, konsekuensinya bakal nambah semester atau gue ga bisa zolim sama kerjaan gue.

Gue telepon ibu gue, cerita kondisi kerjaan, skripsi, kuliah... Sampai ga kerasa, tau tau nangis.
Ibu gue bilang : "Yang sabar, namanya juga kerja sama orang, wajar kalau kadang diteken ini itu...", " Soal skripsi dan kuliah, emak ga bisa bantu apa apa, ga ngerti juga, paling ngedoain aja dari rumah supaya lancar dan bisa selesai. InsyaAllah aid bisa lulus kok"
Duh

Hana Bilqisthi: (´._.`)\('́⌣'̀ ) Alhamdulillah nya berhasil loe lalui ya. Btw, jadinya ketiga2 kehandle kah?
Ahmad Mujahid: Yaah, Alhamdulillah 33nya tuntas semua kehandle


Hana Bilqisthi: Id, kalau diambil kesimpulan jadi strategi loe bertahan lulus 5,5 tahun adalah
1. Resolusi lulus di waktu yang tepat
2. Selain kuliah dan  skripsi, isi kegiatan bermanfaat
3. Memberikan penjelasan beberapa opsi rencana studi (rencana lulus dan kegiatan yang akan di ambil) ke ortu
4. Tetap menjawab pertanyaan kapan  lulus (meski sulit) dengan meminta doa dan menceritakan kendala yang dihadapi
5. Tidak menyesali keputusan yang telah diambil
6. Bekerja agar tidak membebani ortu dengan biaya kuliah, jajan, dan kontrakan
7. Kalau ada masalah, cerita ke orang terdekat dan berusaha mengatasinya ?

Ahmad Mujahid: Yoi. Insya allah begitu Han.

Hana Bilqisthi: Makasih banyak sharingnya Aid!
Ahmad Mujahid: Yo, sama-sama Hana. Semoga bermanfaat yah.

P.S:
Ide tulisan ini muncul Setelah aku membagikan link artikel tips lulus S1 dalam 3,5 tahun, Aid berkomentar "Tulisan tandingan : Strategi bertahan Kuliah sampai 5,5 tahun."
Saat Aid melontarkan komentar tersebut aku tahu Aid bercanda, tapi kurasa itu ide yang bagus dan layak untuk ditulis.  Jadi, aku pun mengajukan ide untuk membuat tulisan tersebut dalam format wawancara dan Alhamdulillah Aid menyetujuinya! :D
Hasilnya wawancaranya sudah kalian baca di atas. :)

Baca juga respon Aid tentang tulisan ini di Strategi Bertahan Kuliah Sampai 5,5 Tahun (?)

Tips Lulus Kuliah S1 3,5 tahun

|
Beberapa waktu lalu aku menerima pesan line dari seorang teman, dia bertanya bagaimana caraku lulus 3,5 tahun. Aku saat itu menjawab "atas izin Allah" dan mengirim sticker Line senyum.

Baca juga Lulus 3.5 tahun

Pertanyaan temanku tersebut mengingatkanku bahwa waktu jaman mahasiswa baru, aku juga penasaran tentang bagaimana para senior berhasil lulus 3,5 tahun.
Postingan kali ini dikhususkan untuk menjawab pertanyaan temanku dan siapapun yang penasaran cara lulus 3,5 tahun.

Semoga tips dariku ini bisa membantu ya :)



1. Bermimpi untuk lulus 3,5 tahun.

Aku setuju dengan ucapan Walt Disney, if you can dream it, you can make it.
Jadi, miliki mimpi dan niatkan untuk lulus 3,5 tahun.

Aku sendiri meniatkan hal tersebut semenjak masuk kuliah. Bahkan menuliskan keinginan tersebut di bagian about me profil facebook. (cita-cita: lulus 3,5 tahun)
Bagi yang memiliki keinginan lulus 3,5 tahun nya baru muncul dekat-dekat semester tujuh, tenang saja kesempatan kalian untuk lulus 3,5 tahun tidak tertutup.
Beberapa temanku baru memiliki keinginan lulus 3,5 tahun di semester 6 dan berhasil lulus di semester 7.

"Dream, Dream Dream, 
Dreams transform into thoughts. 
And thoughts result in action "
-Abdul Kalam

Idealnya lagi, meniatkan lulus 3,5 tahun ini untuk Allah. Aku mengamini jargon MAN Insan Cendekia: Belajar adalah ibadah dan berprestasi adalah dakwah.
Kalau pun merasa niatnya tidak lurus, berdoa sama Allah untuk minta diluruskan, jangan berhenti dan menyerah dari keinginan lulus 3,5 tahunnya.

2. Buat Rencana Studi

Buat rencana studi yang mendukung rencanamu untuk lulus 3,5 tahun.

Sebelum membuat rencana studi, penting untuk mencari tahu apa saja mata kuliah wajib & prasyarat tiap semester, mata kuliah pilihan, syarat-syarat kelulusan (misal skor toeic harus di atas 450, harus mengambil magang, dll.). Biasanya hal-hal seperti ini tercantum di silabus. Namun jika tidak ada silabus, bisa tanya senior, dosen atau cek SIAKNG.

Rencana studi mencakup rencana mata kuliah wajib dan pilihan apa saja yang hendak diambil di tiap semester mulai dari semester 1-7, kewajiban-kewajiban lain (magang/KKN, dsb), rencana organisasi, kepanitiaan, danperlombaan yang hendak diikuti

Bisa unduh contoh rencana studi disini

3. Mendapatkan Indeks Prestasi (IP) yang sesuai.

Untuk mengambil sejumlah SKS yang kita inginkan, pastikan IP yang kita miliki memenuhi syarat dari jurusan/fakultas.
Belajar yang rajin dan efektif  ya:)

Misal di semester 3 ingin mengambil 22 sks, sementara syarat dari jurusan/fakultas adalah yang berhak mengambil lebih dari 20 sks adalah mahasiswa dengan IP di atas 3. Maka untuk dapat mengambil 22 sks di semester 3, pastikan di semester 2 kamu berhasil mendapat IP di atas 3 ya.

Untuk lulus 3,5 tahun, IP tidak harus 4 kok, kecuali syarat dari fakultas/jurusan kamu menyatakan hal tersebut.

4. Evaluasi

Di akhir semester, penting untuk mengevaluasi hal-hal yang telah kita lakukan agar kita tahu strategi apa yang berhasil dan perlu dipertahankan, strategi apa yang sebaiknya diperbaiki.

5. Fleksibel (Adaptif) dan bersiap memiliki plan B, C, D, dst

Manusia cuma bisa berencana dan Tuhan yang menentukan. Meski sudah membuat rencana studi, sering kali kenyataan tidak sesuai rencana dan keinginan kita. Mata kuliah pilihan yang ternyata tidak dibuka, IP tidak sesuai rencana, dan masalah lainnya. Jangan sampai kegagalan dan hal-hal yang terjadi di luar rencana melemahkan kita. Jika plan A gagal, buat plan B. Jika plan B gagal, buat plan C, dst.

"Sometimes, things may not go your way, 
but the effort should be there every single night." 
Michael Jordan

Dan jangan lupa bersyukur, syukuri kesuksesan dan kegagalan yang telah kamu raih :)

5. Mohon restu orang tua dan pembimbing akademik

Ridha Allah terletak pada ridha orang tua, makanya penting banget untuk meminta restu dari Orang tua dan pembimbing akademik (wali/orang tua kita di universitas).

6. Bertanya kepada Senior yang sudah dan berencana lulus 3,5 tahun

Kenalanlah dengan senior dan cari tahu apakah mereka memiliki keinginan dan berencana lulus 3,5 tahun. Jika iya, kamu bisa tanya-tanya sama mereka, apa yang membuat mereka sukses. Hal-hal apa saja yang telah mereka lakukan, penyesalan dan kesalahan apa yang mereka lakukan untuk mencapai mimpi mereka lulus 3,5 tahun.

7. Mencari teman yang memiliki keinginan lulus 3,5 tahun

Memiliki teman dengan tujuan dan mimpi yang sama itu penting. Kalian bisa sama-sama saling memotivasi & bertukar informasi. Berjuang bersama-sama juga akan terasa lebih menyenangkan.


8. Mendoakan teman-teman yang ingin lulus 3,5 tahun

Jangan lupa untuk mendoakan teman-teman yang ingin lulus 3,5 tahun agar berhasil mencapai cita-cita mereka. Kalau bisa, sebutkan nama mereka satu persatu di setiap doa sehabis shalat. Salah satu kebiasaan sahabat-sahabat Rasulullah saat menginginkan sesuatu adalah mendoakan sahabat mereka yang memiliki keinginan yang sama. Bukankah jika mendoakan kebaikan bagi sesama, niscaya malaikat akan berkata berkata, “Amin (semoga Allah mengabulkan) dan bagimu hal yang serupa? Jangan lewatkan kesempatan emas ini. :)

9. Datang ke wisuda senior yang lulus 3,5 tahun

Datanglah ke wisuda semester ganjil dan lihat muka-muka senior yang lulus 3,5 tahun. Tidakkah muka-muka mereka bahagia? Tidakah kau ingin seperti mereka?

Baca juga The answer of I Wonder. ..

 Jika sedang demotivasi, ingat muka-muka senior ini dan bayangkan  jika kamu berhasil mencapai posisi mereka. Betapa menyenangkannya! :D

 (Ok, sebenarnya sebagian besar muka-muka yang di wisuda adalah muka-muka bahagia, tapi karena niatnya lulus 3,5 tahun jadi fokus sama senior yang lulus 3,5 tahun saja ya. Hehehe. Peace ^_^v)

Selamat mencoba!
Semoga berhasil lulus 3,5 tahun! (^0^)/

Btw, kalaupun ternyata tidak berhasil lulus 3,5 tahun, jangan putus asa.
 Percayalah ketetapan Allah yang terbaik dan berdoalah " Dear Allah, if I lose hope today, please remind me that Your plans are better than my dreams. Ameen."
Semangat!

Post Signature

Post Signature