Top Social

Tampilkan postingan dengan label knowledge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label knowledge. Tampilkan semua postingan

Tips Lulus Kuliah S1 3,5 tahun

|
Beberapa waktu lalu aku menerima pesan line dari seorang teman, dia bertanya bagaimana caraku lulus 3,5 tahun. Aku saat itu menjawab "atas izin Allah" dan mengirim sticker Line senyum.

Baca juga Lulus 3.5 tahun

Pertanyaan temanku tersebut mengingatkanku bahwa waktu jaman mahasiswa baru, aku juga penasaran tentang bagaimana para senior berhasil lulus 3,5 tahun.
Postingan kali ini dikhususkan untuk menjawab pertanyaan temanku dan siapapun yang penasaran cara lulus 3,5 tahun.

Semoga tips dariku ini bisa membantu ya :)



1. Bermimpi untuk lulus 3,5 tahun.

Aku setuju dengan ucapan Walt Disney, if you can dream it, you can make it.
Jadi, miliki mimpi dan niatkan untuk lulus 3,5 tahun.

Aku sendiri meniatkan hal tersebut semenjak masuk kuliah. Bahkan menuliskan keinginan tersebut di bagian about me profil facebook. (cita-cita: lulus 3,5 tahun)
Bagi yang memiliki keinginan lulus 3,5 tahun nya baru muncul dekat-dekat semester tujuh, tenang saja kesempatan kalian untuk lulus 3,5 tahun tidak tertutup.
Beberapa temanku baru memiliki keinginan lulus 3,5 tahun di semester 6 dan berhasil lulus di semester 7.

"Dream, Dream Dream, 
Dreams transform into thoughts. 
And thoughts result in action "
-Abdul Kalam

Idealnya lagi, meniatkan lulus 3,5 tahun ini untuk Allah. Aku mengamini jargon MAN Insan Cendekia: Belajar adalah ibadah dan berprestasi adalah dakwah.
Kalau pun merasa niatnya tidak lurus, berdoa sama Allah untuk minta diluruskan, jangan berhenti dan menyerah dari keinginan lulus 3,5 tahunnya.

2. Buat Rencana Studi

Buat rencana studi yang mendukung rencanamu untuk lulus 3,5 tahun.

Sebelum membuat rencana studi, penting untuk mencari tahu apa saja mata kuliah wajib & prasyarat tiap semester, mata kuliah pilihan, syarat-syarat kelulusan (misal skor toeic harus di atas 450, harus mengambil magang, dll.). Biasanya hal-hal seperti ini tercantum di silabus. Namun jika tidak ada silabus, bisa tanya senior, dosen atau cek SIAKNG.

Rencana studi mencakup rencana mata kuliah wajib dan pilihan apa saja yang hendak diambil di tiap semester mulai dari semester 1-7, kewajiban-kewajiban lain (magang/KKN, dsb), rencana organisasi, kepanitiaan, danperlombaan yang hendak diikuti

Bisa unduh contoh rencana studi disini

3. Mendapatkan Indeks Prestasi (IP) yang sesuai.

Untuk mengambil sejumlah SKS yang kita inginkan, pastikan IP yang kita miliki memenuhi syarat dari jurusan/fakultas.
Belajar yang rajin dan efektif  ya:)

Misal di semester 3 ingin mengambil 22 sks, sementara syarat dari jurusan/fakultas adalah yang berhak mengambil lebih dari 20 sks adalah mahasiswa dengan IP di atas 3. Maka untuk dapat mengambil 22 sks di semester 3, pastikan di semester 2 kamu berhasil mendapat IP di atas 3 ya.

Untuk lulus 3,5 tahun, IP tidak harus 4 kok, kecuali syarat dari fakultas/jurusan kamu menyatakan hal tersebut.

4. Evaluasi

Di akhir semester, penting untuk mengevaluasi hal-hal yang telah kita lakukan agar kita tahu strategi apa yang berhasil dan perlu dipertahankan, strategi apa yang sebaiknya diperbaiki.

5. Fleksibel (Adaptif) dan bersiap memiliki plan B, C, D, dst

Manusia cuma bisa berencana dan Tuhan yang menentukan. Meski sudah membuat rencana studi, sering kali kenyataan tidak sesuai rencana dan keinginan kita. Mata kuliah pilihan yang ternyata tidak dibuka, IP tidak sesuai rencana, dan masalah lainnya. Jangan sampai kegagalan dan hal-hal yang terjadi di luar rencana melemahkan kita. Jika plan A gagal, buat plan B. Jika plan B gagal, buat plan C, dst.

"Sometimes, things may not go your way, 
but the effort should be there every single night." 
Michael Jordan

Dan jangan lupa bersyukur, syukuri kesuksesan dan kegagalan yang telah kamu raih :)

5. Mohon restu orang tua dan pembimbing akademik

Ridha Allah terletak pada ridha orang tua, makanya penting banget untuk meminta restu dari Orang tua dan pembimbing akademik (wali/orang tua kita di universitas).

6. Bertanya kepada Senior yang sudah dan berencana lulus 3,5 tahun

Kenalanlah dengan senior dan cari tahu apakah mereka memiliki keinginan dan berencana lulus 3,5 tahun. Jika iya, kamu bisa tanya-tanya sama mereka, apa yang membuat mereka sukses. Hal-hal apa saja yang telah mereka lakukan, penyesalan dan kesalahan apa yang mereka lakukan untuk mencapai mimpi mereka lulus 3,5 tahun.

7. Mencari teman yang memiliki keinginan lulus 3,5 tahun

Memiliki teman dengan tujuan dan mimpi yang sama itu penting. Kalian bisa sama-sama saling memotivasi & bertukar informasi. Berjuang bersama-sama juga akan terasa lebih menyenangkan.


8. Mendoakan teman-teman yang ingin lulus 3,5 tahun

Jangan lupa untuk mendoakan teman-teman yang ingin lulus 3,5 tahun agar berhasil mencapai cita-cita mereka. Kalau bisa, sebutkan nama mereka satu persatu di setiap doa sehabis shalat. Salah satu kebiasaan sahabat-sahabat Rasulullah saat menginginkan sesuatu adalah mendoakan sahabat mereka yang memiliki keinginan yang sama. Bukankah jika mendoakan kebaikan bagi sesama, niscaya malaikat akan berkata berkata, “Amin (semoga Allah mengabulkan) dan bagimu hal yang serupa? Jangan lewatkan kesempatan emas ini. :)

9. Datang ke wisuda senior yang lulus 3,5 tahun

Datanglah ke wisuda semester ganjil dan lihat muka-muka senior yang lulus 3,5 tahun. Tidakkah muka-muka mereka bahagia? Tidakah kau ingin seperti mereka?

Baca juga The answer of I Wonder. ..

 Jika sedang demotivasi, ingat muka-muka senior ini dan bayangkan  jika kamu berhasil mencapai posisi mereka. Betapa menyenangkannya! :D

 (Ok, sebenarnya sebagian besar muka-muka yang di wisuda adalah muka-muka bahagia, tapi karena niatnya lulus 3,5 tahun jadi fokus sama senior yang lulus 3,5 tahun saja ya. Hehehe. Peace ^_^v)

Selamat mencoba!
Semoga berhasil lulus 3,5 tahun! (^0^)/

Btw, kalaupun ternyata tidak berhasil lulus 3,5 tahun, jangan putus asa.
 Percayalah ketetapan Allah yang terbaik dan berdoalah " Dear Allah, if I lose hope today, please remind me that Your plans are better than my dreams. Ameen."
Semangat!

How I control my anger

|
Some people asked me "Han, I never see you angry, do you never angry? How did you do that?"
"No, of course, I have ever been angry, but usually it happens only in my mind, I seldom express it through verbal or behavior. When I am angry, sometimes I express it through cry or I went to take wudhu to calm me down"

Image Courtesy of Jesadaphorn from freedigitalphotos.net


 "Wait, you often take wudhu, Han. Does it mean you often angry?"
"Hahaha. No, It was for different reason, I take wudhu for shalat, not because I am angry."



I often get question about how I control my anger, so I decided to put it in my blog post. So whenever someone asked again, I probably just sent this post link to them. Hahahahah

Btw here my tips to control anger:
1.       Istigfar (ask forgiveness or taawud)
2.       Remember the hadith
It was narrated from Abu Hurairah that the Messenger of Allah (sal Allahu alaihi wa sallam) said: 
“The strong man is not the one who wrestles others; rather, 
the strong man is the one who controls himself at times of anger.” 
[The Book of Al-Birr: Sahih Muslim]
Whenever I am angry, I always remind myself those hadith. I want to be the strongest people so yeah, I have to control my anger
3.       Take wudhu
 “Anger comes from the devil, the devil was created from fire, 
and fire is extinguished only with water. 
So when one of you becomes angry, he should make wudu.”
4.        Change your position or leave.
"When one of you becomes angry while standing, he should sit down. 
If the anger leaves him, well and good; otherwise he should lie down.

Now you probably realize that all my tips actually based on hadith  
But it is the truth, that is what I usually do when I am angry, I put the hadith into practice and Alhamdulillah it help me a lot.
La haula wala quwatta illa billah.
I hope it can help you too
You should try. 
I pray Allah will help you to control your anger.
Good Luck!
 (งˆヮˆ)ง




Patience

|


On last 10 July, I attended iftar SALAM UI 16.
There are lecture by Mr. Banu (SALAM UI's Supervisors). He told the story of the Prophet Khidr and Prophet Musa, the story can be found in Q.S. Al-Kahf.

Lessons learned from the story is that knowledge is valuable in the sight of Allah. So it make sense that the pursuit of knowledge is hard. To get knowledge, a person should take pains. (ง '⌣') ง
In  Al-Kahf, Prophet Musa must travel long distances to meet with the Prophet Khidr, to learn from him.

After faced a long journey, Prophet Khidr gave a requirement to Prophet Musa that he must be able to be patient when he studied.

Unfortunately, Prophet Musa can not afford to be patient.
The other lessons: It turns out that our ignorance makes us not able to put up an event. When we learn, sometimes we face the condition where we lost patience and it happened because we do not understand the meaning of our condition. From the story of Prophet Musa & Prophet Khidr, we should be patient when deal with something because our impatience was due to lack of knowledge we have.

Hearing the lecture, made me realize that all this time, when I became impatient with my study or any condition that I faced in my life, the reason is because I don't understand. I am still lack of knowledge.
I am embarrassed that I often gave up when the situation gets more difficult.
I hope I will not be like that anymore

Yuk, Baca versi Indonesia, disini

Post Signature

Post Signature