Top Social

The Little Prince : Belajar tentang Kehidupan dari Kacamata Anak Kecil

|

The Little Prince adalah film tahun 1974 yang disutradarai Stanley Donen. Film ini bercerita tentang seorang pilot, diperankan oleh Richard Kiley, yang menjalin persahabatan dengan Little Prince, diperankan oleh Steven Warner.

Alur film ini menggunakan alur campuran atau maju-mundur dan cukup mudah diikuti. Film ini diawali dengan sang pilot menceritakan masa kecilnya. Saat sang pilot kecil, dia dikecewakan orang-orang dewasa di sekitarnya karena tidak ada yang memahami gambar ular-makan-gajah miliknya. Orang-orang dewasa malah mengganggap dia menggambar sebuah topi. Hal itu menyebabkan sang pilot jera untuk menggambar.

Setelah menceritakan masa lalunya, pesawat sang pilot terjatuh ke gurun Sahara. Kemudian sang pilot bertemu dengan anak kecil yaitu Little Prince. Dia kebingungan mendapati anak kecil berada di gurun pasir sendirian. Namun, Little Prince tidak mau menjawab pertanyaan dari sang pilot mengenai asalnya dan apa yang sedang dia lakukan. Little Prince malah meminta sang pilot untuk menggambar domba. Tetapi, karena sudah lama tidak menggambar, sang pilot pun menggambar ular-makan-gajah dan ternyata Little Prince mengerti gambar sang pilot.

Sang pilot kemudian berusaha menggambar domba namun Little Prince merasa domba tersebut terlihat sakit dan meminta sang pilot menggambar lagi. Gambar domba kedua yang dibuat sang pilot ditolak Little Prince karena sang pilot malah menggambar kambing bukan domba. Sang pilot pun menggambar kembali seekor domba dan kali ini ditolak Little Prince karena domba tersebut dianggap terlalu tua. Akhirnya sang pilot pun menyerah dan menggambar sebuah kotak dan berkata “Ini hanyalah sebuah kotak. Domba yang kau inginkan berada di dalam.”. Anehnya, Little Prince berkata “Wow! Ini persis seperti yang kuinginkan!”. Sejak itu,  persahabatan mereka berdua pun dimulai dan kemudian sang pilot justru belajar banyak hal melalui cerita Little Prince tentang perjalananannya menuju bumi dan pertemuannya dengan ular dan rubah untuk belajar tentang kehidupan. Sang pilot belajar mengenai tanggung jawab, cara mendapatkan hal yang berharga, dan memahami pikiran anak kecil.

Setelah menyaksikan Little Prince, saya menangkap kesan bahwa film ini sangat mendidik. Terdapat beberapa alasan mengapa saya merasa bahwa film ini sangat mendidik, yaitu pertama film ini sarat dengan pesan. Salah satu contohnya terdapat di adegan Little Prince dengan rubah. Pesan dari adegan tersebut adalah  “Kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau jinakkan” dan “Sesuatu yang penting tidak dapat dilihat dengan mata tetapi dengan hati yang jernih”. Kedua, film ini adalah mengajak penonton berpikir kritis karena dalam film ini Little Prince mempertanyakan hal-hal yang dianggap wajar oleh orang dewasa dan banyak pesan tersirat dalam film ini. Selain itu, penonton diajak untuk melihat dunia dari sudut pandang anak kecil.

Contohnya ketika perjalananan Little Prince mengunjungi planet-planet sebelum bumi. Di planet pertama, Little Prince bertemu dengan King. King memarahi Little Prince karena tidak memiliki paspor ketika mengunjungi planetnya. Namun Little Prince balik bertanya “Apa itu paspor? Untuk apa ada perbatasan? Kenapa tidak membuat planet Anda menjadi satu kesatuan?”. Saya merasa pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang mendasar yang akan dilontarkan anak-anak ketika melihat dunia ini. Mereka diwakili Little Prince mempertanyakan alasan orang dewasa membuat perbatasan. Disinilah kekritisan orang dewasa diuji karena selama ini orang dewasa menganggap perbatasan adalah hal yang wajar. Pesan tersirat yang ingin disampaikan Little Prince adalah alangkah lebih baik hidup bersama sebagai satu kesatuan tanpa perbatasan.

Ketika Little Prince mengunjungi planet ketiga, penonton kembali diajak berpikir kritis. Di sana terdapat orang yang sedang menghitung bintang-bintang dan berpikir bintang-bintang itu miliknya. Little Prince bertanya, “Apa yang telah Anda lakukan untuk bintang-bintang tersebut? Saya memiliki bunga dan tiga gunung berapi. Saya setiap hari menyirami bunga dan membersihkan gunung berapi. Bagaimana dengan Anda?”. Secara tidak langsung, Little Prince menyatakan bahwa orang tersebut tidak bisa memiliki bintang-bintang karena orang tersebut tidak melakukan apapun terhadap bintang-bintang yang dimilikinya. Little Prince juga menanyakan kepada ahli sejarah bagaimana dia bisa mengetahui bahwa dirinya adalah ahli sejarah terhebat. Sang ahli sejarah menjawab karena dia menyebut dirinya sebagai ahli sejarah terhebat. Dialog antara Little Prince dengan King, orang yang menghitung bintang, dan ahli sejarah merupakan bagian favorit saya karena membuat saya mempertanyakan hal-hal yang selama ini saya anggap wajar.

Adegan lain yang menjadi favorit saya adalah ketika Little Prince dan sang pilot kehausan karena air yang mereka miliki habis. Sang pilot tidak mau mencari air dan memilih untuk memperbaiki pesawatnya karena sang pilot tidak mau mengambil resiko sementara Little Prince memilih pergi mencari sumber mata air. Sang pilot pun akhirnya mengikuti Little Prince karena tidak tega membiarkan Little Prince pergi sendirian. Kemudian mereka berusaha mencari mata air bersama-sama.

Menurut saya pesan yang ingin disampaikan penulis dari adegan ini adalah semakin kita tua, kita semakin tidak berani mengambil resiko dan memilih bertahan di zona aman karena merasa takut sementara anak-anak memiliki keberanian untuk mengambil resiko dan mencoba hal yang baru. Pesan tersebut juga didukung lagu "Why is the Desert" yang dinyanyikan Little Prince dan sang pilot. Lagu tersebut memiliki pesan bahwa sesuatu yang indah adalah sesuatu yang tersembunyi. Selain itu, lagu tersebut sangat cocok dalam menyindir keadaan si pilot yang tidak berani mencoba mencari air dan justru mencari aman dengan membetulkan pesawat. Pilot tidak berani mencari keindahan yang letaknya tersembunyi. Saya pernah membaca buku “Who Moved My Cheese?" karya Spencer Johnson, pesan buku tersebut adalah kegagalan seseorang disebabkan karena dia tidak mau berubah atau keluar dari zona nyaman dan orang yang sukses adalah orang yang berani mengambil resiko menghadapi perubahan yang terjadi. Buku tersebut memiliki pesan yang sama dengan adegan ini yaitu untuk memperoleh kesuksesan, sesorang harus berani mengambil resiko.

Diantara semua adegan yang terdapat di film ini, adegan yang paling saya sukai adalah ketika Little Prince kembali lagi ke sang pilot karena kelaparan. Padahal sebelumnya Little Prince pergi melarikan diri karena perbedaan pendapat dengan sang pilot mengenai kegunaan duri bunga mawar. Pesan yang saya tangkap dari adegan ini adalah kita tidak boleh meremehkan perasaan anak kecil dan pesan pada adegan tersebut sangat sesuai dengan beberapa pengalaman yang saya miliki. Dari beberapa pengalaman tersebut, saya merasa bahwa emosi anak lebih fluktuatif daripada orang dewasa. Pada umumnya, anak hanya marah selama beberapa jam, tidak seperti orang dewasa yang dapat marah selama beberapa hari.

Pesan untuk tidak meremehkan perasaan anak kecil juga terdapat di bagian awal film ketika sang pilot menceritakan masa kecilnya. Sang pilot dikecewakan oleh orang-orang dewasa di sekitarnya karena mereka tidak mengerti gambar yang dibuatnya. Mereka mengira gambar ular-makan-gajah miliknya adalah gambar topi. Sang pilot kemudian menjadi kecewa dan jera untuk menggambar.

Walaupun film The Little Prince dibuat tahun 1974, tetapi topiknya masih relevan hingga saat ini. Topik yang diangkat pada film ini adalah cara memahami pemikiran anak-anak. Seperti kita lihat bahwa saat ini di sekitar kita banyak orangtua yang tidak mengerti pemikiran anak-anak sehingga anak merasa tertekan, tidak dipahami keinginannya, atau bertengkar dengan orangtua mereka. Di dalam film ini, orangtua dapat belajar melihat dari sudut pandang anak-anak sehingga diharapkan orangtua dapat lebih memahami jalan pikiran mereka dan tidak ada lagi salah paham karena perbedaan sudut pandang. Film ini berusaha membuat penonton mengerti cara berpikir anak kecil dan melihat dunia dari sudut pandang anak kecil sehingga film ini masih dapat ditonton kapanpun Hal ini menjadi nilai tambah untuk film Little Prince.

Sayangnya, film The Little Prince cukup membosankan karena terlalu lama di bagian opening. Selain itu, para pemain menyanyikan lagu secara berulang-ulang sehingga membuat  film tersebut terasa bertele-tele. Contohnya lagu  “I'm on Your Side"  yang dinyanyikan oleh sang pilot ketika mencari Little Prince. Saya bahkan sempat mengantuk ketika menontonnya. Walaupun ada beberapa bagian yang membosankan, secara keseluruhan alur film ini cukup mudah diikuti karena para tokoh memberi penjelasan terlebih dahulu bahwa mereka akan menceritakan masa lalu mereka.

Film The Little Prince dikategorikan untuk dewasa walaupun secara sekilas film ini terkesan untuk anak-anak. Hal ini dikarenakan banyak pesan tersirat dalam film ini. Anak-anak belum mampu menangkap pesan-pesan yang disampaikan film ini tanpa bimbingan dari orang tua.  Penulis skenario bahkan menggunakan sudut pandang sang pilot, bukan Little Prince. Tujuan penulis naskah menggunakan sudut pandang sang pilot untuk memudahkan penonton mengerti pesan yang ingin disampaikan dan memudahkan penonton memahami pikiran anak kecil karena sang pilot merupakan orang dewasa. Alasan lainnya adalah untuk meminimalisir perbedaan interpretasi memaknai pesan dari film oleh penonton. Oleh karena itulah film ini dikategorikan untuk dewasa.

Secara keseluruhan film The Little Prince sangat mendidik karena ada banyak pesan yang bisa diambil. Namun mungkin penonton akan memiliki interpretasi yang berbeda-beda karena pesan-pesan dalam film ini tersirat. Alur film ini maju-mundur dan cukup mudah diikuti walaupun terasa membosankan karena ada bagian yang diulang atau terlalu lama. Film The Little Prince dapat ditonton kapan saja karena topiknya masih relevan sampai sekarang. Film ini dapat menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu di akhir pekan.

Daftar Pustaka
Johnson, S. (2002) Who Moved My Cheese?. Jakarta : Elex Media Komputindo.

Self - Talk for Building Self Esteem

|
I really am very special. I like who I am and feel
good about myself
Although I always work to improve myself and I
get better every day, like who I am today. And
tomorrow, when I'm even better. I'll like myself
then too!
It's true that there is really no one else like me in the
entire world. There was never another me before,
and there will never be another me again.
I am unique - from the top of my head to the bottom
of my feet. In some ways 0 may look and act and
sound like others - but I am not them. I am me.
I wanted to be somebody - and now I am. I would rather be me than anyone else in the world.
I like how I feel and I like how I think and I like how I do things. I approve of me and who I am.
I have many beautiful qualities about me. I have talents and skills and abilities. I even have talents that I
don't even know about yet. And I am discovering new talents inside myself all the time.
I am positive. I am confident. I radiate good things. If you look closely, you can even see a glow around
me.
I am full of life. I like life and I am glad I am alive. I am a very special person, living at a very special
time.
I am intelligent. My mind is quick and alert and clever and fun. I think good thoughts, and my mind
makes things work for me. I have a lot of energy and enthusiasm and vitality. I am exciting and really
enjoy being around me.
I like to be around other people and other people like to be around me. People like to hear what I have to
say and know what I have to think.
I smile a lot. I am happy on the inside and I am happy on the outside.
I am interested in many things. I appreciate all the blessings I have, and the things that I learn and all the
things I will learn today and tomorrow and forever -just as long as I am.
I am warm, sincere, honest and genuine. I am all of these things and more. And all of these things are
me. I like who I am, and I'm glad to be me!

Permission to photocopy with credit given to The Family Centre
Room 20, 9912 – 106 Street, Edmonton, Alberta T5K 1C5 Phone (780) 423-2831 Fax (780) 426-4918
Email tfc@the-family-centre.com Website www.the-family-centre.com

Deskripsi Diri

|
Selain dapet tugas esai yang dua tadi, hana juga dapet esai deskripsi diri :

Menjadi Diri Sendiri


Nama saya Hana Bilqisthi. Teman-teman saya biasa memanggil saya dengan nama Hana. Sementara di rumah, saya dipanggil Jeje Hana.
Hana lahir di Cirebon, 23 April 1992. Tinggi badan Hana saat ini adalah 150 cm dengan berat 39 kg. Hobi Hana adalah membaca dan browsing internet.
Hana anak pertama dari tiga bersaudara. Hana suka menjadi anak sulung karena Hana mendapat keistimewaan untuk menyuruh adik-adik Hana melakukan yang Hana inginkan. Adik Hana yang pertama bernama Huang Ihdal H., dia hanya terpaut satu tahun dari usia Hana. Sementara adik Hana yang kedua, seorang perempuan cantik bernama Rofahiyatul Aysyi. Dia biasa dipanggil memey.

Menurut Buku Personality Plus karya Florence Littauer, Hana memiliki karakter perpaduan antara Koleris dan Melankolis. Kekuatan seorang koleris adalah senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif; Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan; Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran; Bebas dan mandiri; Berani menghadapi tantangan dan masalah; Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat; Membuat dan menentukan tujuan; Tidak begitu perlu teman; Biasanya benar dan punya visi ke depan; dan Unggul dalam keadaan darurat. Sementara kekuatan seorang Melankolis adalah analitis, mendalam, dan penuh pikiran; Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal; Sensitif, idealis, dan perfeksionis; Senang perincian, tekun, serba tertib dan teratur; Kalau sudah memulai sesuatu, harus dituntaskan.

Kelemahan seorang Koleris adalah tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis); Senang memerintah; Terlalu bergairah dan susah untuk santai; Terlalu kaku dan tidak simpatik; Tidak suka yang sepele dan bertele-tele; Sering membuat keputusan tergesa-gesa; Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain; Workaholics (gila kerja); Sulit mengakui kesalahan dan meminta maaf; Mungkin selalu benar tetapi tidak popular. Sementara kelemahan seseorang dengan karakter Melankolis adalah cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan); Mengingat yang negatif & pendendam; Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah; Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan; Tertekan pada situasi yang tidak sempurna dan berubah-ubah Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan; Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan; Hidup berdasarkan definisi; Sulit bersosialisasi; Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik yang menentang dirinya; Sulit mengungkapkan perasaan; Rasa curiga yang besar (skeptis terhadap pujian).

Ketika Hana berada di kelas 8 SMP, Hana dimusuhi oleh teman-teman Hana. Saat itulah Hana bertanya-tanya kesalahan apa yang Hana perbuat. Di tengah kebigungan, Guru les bahasa inggris Hana, Bu Eva, meminjamkan buku Personality Plus. Dari sana, Hana menemukan bahwa Hana seorang Koleris-Melankolis. Pada awalnya Hana sulit percaya karena Hana merasa diri Hana tidak memiliki sifat jelek sebanyak itu dan menolak kenyataan tersebut. Anehnya Hana semakin Hana menolak, Hana tidak merasa bahagia dan teman-teman Hana masih memusuhi Hana. Akhirnya, Hana pun belajar untuk menerima diri Hana, kemudian mencintai diri Hana sendiri, dan berusaha meminimalisir sifat-sifat jelek Hana.

Saat ini, Hana suka menjadi diri Hana sendiri. Hana belajar bahwa ketika Hana mencintai diri sendiri, teman-teman Hana pun ikut menyukai Hana. Hana juga belajar ketika Hana mengenal diri sendiri, Hana merasakan kebesaran Allah. Hana merasa Allah selalu memberikan yang terbaik buat Hana. Hana bersyukur dengan semua yang pernah terjadi dalam hidup Hana.

Daftar Pustaka

Littauer, Florence. 2007. Personality Plus. Jakarta : Penerbit Bina Rupa Aksara.

Post Signature

Post Signature