Top Social

Tampilkan postingan dengan label tugas uts. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas uts. Tampilkan semua postingan

I AM FROM

|
Dari mata kuliah psikologi konseling, gue dapet tugas I am from ….. (Saya adalah dari …..)



Tujuan dari latihan ini adalah agar anda dapat melakukan self-disclosure sambil mengembangkan kreativitas emosi anda.
Ceritakanlah keadaan diri/penghayatan anda sendiri dengan memakai kata-kata deskriptif yang menggambarkan perasaan dan pengindraan anda  (sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa) dalam hal-hal berikut ini:

Paragraf 1: makanan favorit
Paragraf 2: pesan yang terus-menerus anda dengar dari orangtua
 anda
Paragraf 3: tradisi/kejadian istimewa
Paragraf 4: seseorang yang menarik/spesial yang anda kenal
Paragraf 5: suatu tempat di mana anda merasa aman dan damai
Paragraf 6: sesuatu item/barang spesial yang tidak pernah akan
 anda berikan kepadaorang lain dan yang akan anda
simpan sepanjang masa
Paragraf 7: sesuatu yang terjadi setiap hari
Paragraf 8: Pemandangan yang selalu anda lihat setiap pagi
dalam perjalanan anda ke kampus/tempat kerja
Paragraf 9: Suatu tempat yang ingin anda datangi kembali
(misalnya tempat berlibur, mal, negara lain, dll)
Paragraf 10: Sisi positif diri anda
Paragraf 11: Sisi negatif diri anda
Paragraf 12: Yang anda inginkan dalam hidup


Well, ini jawaban gue :D

I AM FROM



Saya adalah dari bentuk yang beragam mengikuti cetakan. Saya dapat berbentuk hati, ikan, bintang, buah dan apapun yang anda inginkan. Anda bisa mengatakan bahwa saya fleksibel dan dinamis. Tekstur saya sederhana tapi sangat menggiurkan sehingga membuat air liur mengalir. Saya sering disajikan di momen spesial dan biasanya saya muncul sebagai penutup. Rasa saya manis dan kenyal. Saya adalah pudding. :9

Saya adalah dari cinta yang tak mengharap tanpa balas. Cinta orang tua pada anaknya. Saya muncul dari rasa khawatir akan badan Hana yang tetap kecil. Saya berbunyi “Makan yang banyak ya”. :9

Saya adalah dari ucapan terima kasih atas ilmu yang diberikan dari guru kepada muridnya. Saya adalah salah satu bentuk penghargaan kepada jasa tanpa pamrih. Saya adalah senyum yang muncul dan ucapan terima kasih dari seorang Dosen kepada muridnya ketika diberi hadiah.

Saya adalah dari wajah yang selalu tersenyum menyambut ketika saya pulang. Seseorang yang menjadi sumber harapan, motivasi dan kebahagiaan bagi Hana.  Saya adalah seorang yang berkata bahwa Hana adalah gadis paling cantik di dunia.  Seorang yang rela mengorban waktu tidur, harta, dan segalanya agar Hana bahagia. Setiap Hana membuat kesalahan, saya langsung memaafkannya. Saya ingin Hana mendapatkan yang terbaik. Saya adalah ibu Hana.


Saya adalah dari manifestasi usaha mencari ridha Allah. Tempat dimana panggilan menuju kemenangan bergema. Saya adalah tempat percintaan terbaik antara hamba dan Tuhan. Tempat terdapat pilar menyokong kubah dan berjajar sajadah. Tempat pertemuan para muslim untuk berbaris, bersujud menyembah Allah. Tempat dimana seolah Allah berkata “Aku tidak melihat status, kecantikan, dan kepintaran hambaKu. Yang membedakan kalian hanyalah ketakwaan”. Tempat dimana barisan terdepan diisi orang-orang yang lebih dahulu mempersiapkan diri menjawab panggilan kemenangan. Beragam usia, suku, status bersebelahan. Tempat yang memunculkan perasaan bahwa “Hana, kau tidak ada apa-apanya. Kau bukanlah siapa-siapa diantara kerumunan lain.” Tempat ini juga seolah berkata “Kamu tidak sendirian, setiap muslim bersaudara.”. Idealnya, ini adalah tempat terjadinya peristiwa besar, pertemuan Hamba dengan Tuhannya, perjanjian suci antara lelaki dan perempuan, sekolah, pusat pemerintahan, dan berdiskusi. Di negeri bernama Indonesia, saya mudah ditemukan. Saya disebut rumah Allah. Saya adalah Masjid

Saya adalah dari sebuah kesaksian dan pengakuan bahwa tiada Tuhan Selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Saya bisa naik dan turun. Saya tidak statis dan butuh penyelamatan berulang kali. Saya adalah Iman.



Saya adalah dari hati-hati yang merindu. Saya bagai candu, yang menimbulkan rasa tenang, bahagia, nyaman, sekaligus takut. Saya adalah pemberhentian dari segala hiruk pikuk yang membuat kepala penat. Saya adalah sentuhan yang lembut pada hati yang letih dan payah. Saya hanya dapat ditemukan pada waktu khusus yang dipilih. Saya merupakan jembatan penghubung antara Tuhan dan hambaNya. Saya adalah shalat wajib lima waktu

Saya adalah dari hasil persepsi kedua mata Hana yang minus. Langit biru, awan putih terbentang indah. Ruko-ruko yang berjajar.  Jalan setapak dan pepohonan yang berjajar rapi menimbulkan decak kagum “Masya Allah”. Wajah-wajah yang bersemangat, lemas, bingung, kaget, takut, panik  dalam menyembut pagi.  

Saya adalah dari Jalan Surotokunto no 74 Karawang. Saya didatangi ketika Hana kecil telah kehilangan tempat berteduh. Jika dilihat dari atas, saya menyerupai huruf  U yang dibentuk dengan garis tegas. Warna saya putih tapi penutup saya berwarna cokelat kemerah-merahan. Saya dapat berwarna apa saya sebenarnya, ah tapi sang pemilik sepertinya menyukai warna putih. Saya adalah saksi bisu dari canda, tawa, tangis, pertengkaran, amarah, kekecewaan, cinta, takut, kebingunan, terkejut, kebohongan, kejujuran dan segala hal yang dilakukan oleh penghuninya. Saya seperti magnet, sebentar saja penghuninya menjauh, mereka tetap kembali. Saya tahu Hana benci saya, dia sering berkhayal meninggalkan saya semenjak kedatangannya. Tapi selama dua belas tahun, Hana tidak dapat pergi. Ketika pemilik saya pergi meninggalkan dunia ini, saya tahu waktu saya tidak lama lagi. Anak-anaknya ingin menjual saya. Selamat tinggal, Hana. Sekarang saya telah memiliki pemilik baru, bentuk baru, dan nama baru. Saya adalah rumah kakek Hana. Tempat yang Hana rindukan akan tetapi tidak dapat kembali.


Saya adalah dari nikmat yang diberikan Tuhan.  Saya adalah bentuk syukur atas cinta yang diberikan. Saya seolah membawa kemiskinan jika dilakukan, namun saya justru membuat yang melakukan merasa kaya dan berlebih. Saya memunculkan senyum orang yang menerima. Saya adalah sifat memberi.


Saya adalah dari dalam diri Hana yang tidak percaya dirinya berharga. Saya akan selalu muncul menyerang pikiran positif Hana. Saat Nova bilang bahwa Hana itu mudah dibuat tertawa, saya muncul dan berkata “Hana mudah dibuat tertawa? Kayaknya ngga deh.. emang karena nova itu lucu. Siapa ja bisa ketawa karena nova lucu banget.”. Saya terus muncul dan membuat hal-hal positif Hana seolah hanya sementara, dari luar diri Hana, dan membuat Hana berpikir bahwa hal-hal buruk itu  berasal dari dalam dirinya, stabil dan permanen. Saya adalah pikiran-pikiran negatif dalam diri Hana yang suka mengkritik dirinya sendiri.


Saya adalah dari penerimaan tujuan adanya manusia di Bumi. “Manusia ada di bumi untuk menjadi khalifah dan manusia hidup untuk menyembah Ku!” seru Allah. Saya ingin menjadi golongan hamba-hambaNya yang ketika mendengar perintah Allah menjawab “Kami mendengar dan Kami taat.”. Saya ingin segala sesuatu yang saya lakukan mendekatkan saya pada Allah, memperdekat jarak antara saya dan surgaNya sehingga saya bisa bertemu denganNya.




setelah mengerjakan tugas ini, jadi menyadari gue jarang memakai  kata-kata deskriptif yang menggambarkan sentuhan,  pendengaran, penciuman... gue terlalu fokus pada penglihatan, perasaan...

Thanks God I choose clinical psychology :D

|


hi guys :D
I feel happy :D hana sempet merasa bingung waktu mau pilih peminatan, bingung antara sosial-klinis atau sosial-pio (psikologi industri dan organisasi) :D

dan ternyata klinis sangat menyenangkan :D (setidaknya sampai detik ini, kalau ke depannya ngga tahu ^^v) heheh 

Di mata kuliah klinis dan kesehatan, Hana dapet tugas kelompok Behavior Change Communication untuk melakukan tahapan awal yaitu  assesment dan pre-testing sebuah komunitas. kelompok Hana memilih intervensi kebersihan komunitas selasar gedung D. Jadi, salah satu masalah kelompok ini adalah mereka tidak mengembalikan piring kotor ke kantin saat makan di selasar sehingga selasar penuh piring kotor. 

Intervensi yang kami berikan adalah video, poster dan box tempat piring kotor. Poster dan video berfungsi sebagai awareness akibat buruk kalau piring kotor ada di selasar :D kotak piring kotor berfungsi sebagai tempat piring kotor. Jadi nanti penjual makanan di kantin lama psiko tinggal ambil kotak tersebut dan ngga perlu keliling menyusuri selasar mencari piring kotor :D

Sebenarnya kami ingin para anggota selasar langsung mengembalikan piring kotor ke kantin lama tapi hasil studi literatur yang kami lakukan bilang hal tersebut makan waktu lama dan belum tentu efektif. Selain itu, pas wawancara penjual makanan dan minuman di selasar, mereka menganggap mengambil piring dan gelas kotor merupakan bagian dari pekerjaan mereka. Pas tahu hal tersebut, no wonder prilaku anggota selasar tidak mengmbalikan piring kotor tetap bertahan. Persepsi penjual makanan dan minuman kantin lama juga harus kami ubah jika kami ingin anggota selasar langsung mengembalikan piring kotor jadi kami pun memutuskan untuk menggunakan ide kotak piring kotor dan poster. ni posternya:


poster akibat buruk selasar kotor desain by @penyadre

poster 3 langkah ABC menaruh piring kotor :D model: naufal sani desain by @penyadre


 dan tanggal 8 November 2012 kemarin dilaksanakan pameran hasilnya tugas ini :D Dalam pameran ini, kami berlomba dengan temen-temen seangkatan (2010) yang mengambil peminatan klinis untuk mengetahui lima terbaik dan satu terfavorit :D  alhamdulillah kelompok Hana juara 3 :D hadiahnya dapet 15 poin tambahan di nilai tugas ini :D

kelompok b5 hana, peny, anya, riyanti, sani :D




Btw, refleksi Hana dalam pengerjaan tugas ini adalah:
Sebelum mengisi SIAKNG, saya dan kedua teman peer saya, Dyah dan Ikhsan sudah berjanji memilih kelasa yang sama sehingga kami bisa berada dalam satu kelompok ketika pengerjaan tugas. Hal yang tidak kami duga adalah ternyata kelompok untuk pengerjaan tugas ditentukan oleh Dosen. Kami sempat merasa sedih karena berpisah dan mencoba untuk bertanya apakah kelompok dapat kami ubah, namun ternyata tetap tidak bisa. Awalnya saya sempat takut saat menerima tugas assessment dan pre-testing ini. Hal ini disebabkan saya merasa berdasarkan pengalaman saya sebelum-sebelumnya, saya tidak cukup baik mengerjakan tugas lapangan dan merasa kurang kreatif. Saya sadar tugas ini membutuhkan kreativitas. Terpisah dari kedua peer saya tentu saja membuat rasa khawatir tidak mampu mengerjakan tugas dengan baik bertambah besar. Saya berusaha mengurangi kekhawatiran saya dengan berkata kepada diri sendiri bahwa “Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya.”. Dan ternyata memang benar.
Dalam kelompok ini, saya bertugas mewawancarai penjual makanan dan minuman di kantin lama bersama Peny dan Riyanti. Wawancara tersebut membuat saya mengenal nama penjual makanan yaitu mas abuy dan penjual minuman, mas geboy. Selain itu, saya juga mewawancarai CS gedung D. Begitu pula saat pre-testing, saya kembali bertugas mewawancarai mas abuy, dan mas geboy. Namun, untuk CS sendiri awalnya saya mewawancarai mas Ahmad pada tahap assessment namun pada tahap pre-testing, saya mewawancarai mas Pepeng. Hal ini disebakan mas Ahmad sudah pindah tugas menjadi CS gedung C, bukan CS gedung D. Namun, beliau masih sering bantu-bantu di gedung D. Sementara untuk penulisan laporan assesment, saya bertugas mengetik hasil wawancara tersebut, dan membantu mengedit laporan. Untuk laporan pre-testing saya bertugas menulis hasil wawancara mas abuy, mas geboy, dan mas pepeng,  dan  mencetak hasil akhir makalah.
Kendala awal yang dihadapi adalah tidak adanya ketua dalam kelompok ini. Awalnya saya menganggap peny sebagai ketua sehingga saya sering berkomunikasi dengannya. Saya berpikir peny akan menjarkom ke anggota lainnya. Setelah beberapa kali berinteraksi, saya menyadari bahwa peny tidak menganggap dirinya ketua dan kelompok kami tidak pernah berdiskusi menentukan siapa yang menjadi ketua. Saya pun mengubah strategi komunikasi dengan membuat grup whatsapp. Namun sayangnya grup ini tidak berjalan dengan efektif karena ternyata  Anya tidak memiliki whatsapp, Riyanti memiliki whatsapp tetapi tidak berlangganan paket internet, sementara Sani walaupun dia memiliki whatsapp dan berlangganan paket internet, namun dia jarang mengecek handphone. Akhirnya grup whatsapp ini pun sering diisi komunikasi saya dengan peny. Saya sempat ingin mengungkapkan masalah ini ke dalam kelompok namun karena saya takut saya malah ditunjuk menjadi ketua kelompok setelah menyampaikan hal ini. Strategi terakhir yang saya gunakan untuk masalah ini adalah dengan selalu mengirim sms ke tiap anggota setiap kali saya mendapat ide untuk tugas ini. Cara ini ternyata cukup efektif. 
Kendala lain yang saya hadapi adalah masalah jadwal pertemuan untuk mengerjakan tugas. Hal ini disebabkan kami memiliki peminatan yang berbeda-beda dan jadwal organisasi/kepanitiaan yang berbeda pula sehingga jarang sekali kami dapat berkumpul lengkap. Terlebih lagi, kami jarang berinteraksi sebelumnya. Saya sempat berpikiran bahwa mungkin kendala jadwal ini tidak akan terjadi jika saya bersama peer saya sebelumnya. Saya dan peer saya sudah menyocokkan jadwal mata kuliah dan organisasi kami sehingga kendala seperti ini tidak terjadi. Walapun begitu, saya menyadari sebenarnya tugas ini akan membantu saya beradaptasi masuk lingkungan baru lebih baik karena setelah lulus menjadi sarjana nanti saya tidak bisa terus-menerus bersama peer saya. Sepertinya masing-masing anggota dalam kelompok kami menyadari bahwa sulit bagi kami menyocokan jadwal maka kami tidak harus berkumpul berlima terlebih dahulu untuk dapat mengerjakan tugas sehingga pengerjaan tugas dapat berjalan efektif. Penulisan laporan pun kami menggunakan g-docs.
Pelajaran lain yang saya dapatkan adalah saya mungkin tidak akan mengenal lebih jauh komunitas selasar jika tidak ‘terperangkap’ mengerjakan tugas kelompok klinis kesehatan bersama Peny, Sani, Anya, dan Riyanti. Mereka membantu membuka mata saya tentang komunitas selasar. Anya, Peny, dan Sani merupakan bagian dari komunitas selasar dan mereka merasa masalah piring kotor dan sampah rokok cukup mengganggu mereka. Menetapkan komunitas selasar sebagai komunitas untuk tugas klinkes membuat saya sering berinteraksi dengan komunitas ini dimana sebelumnya hal itu jarang terjadi. Selama ini saya  cukup takut dengan komunitas ini karena saya tidak suka dengan perokok dan salah satu aktivitas yang sering saya lihat ada di komunitas ini adalah merokok sehingga membuat saya jarang berinteraksi dengan komunitas selasar. Ternyata karakteristik penghuni selasar bermacam-macam dan tidak semuanya merokok. Mereka bahkan bisa belajar dan mengerjakan tugas di tengah keramaian, suatu hal yang sulit bagi saya untuk melakukannya. 

Saya pun menjadi menyukai tugas ini karena membuat saya merasa menolong seseorang itu dapat dilakukan dengan suatu yang simple dan ada hal yang bisa saya lakukan walaupun jika saya nantinya hanya menjadi sarjana psikologi.
Hal yang ingin saya rubah mungkin kami membuat teambuilding di awal dan menetapkan siapa yang menjadi ketua sehingga kami tidak merasa canggung di awal. Saya percaya mungkin dengan melakukan teambuilding kami akan lebih cepat merasa dekat atau saling memiliki sehingga proses komunikasi ke depannya lebih efektif.


Intinya tugas ini membuat Hana merasa sangat bersyukur masuk peminatan klinis \(^o^)/

catatan: psikolog tidak bisa membuat orang berubah tapi kami hanya mengajak orang untuk berubah

ANALISIS TOKOH HARUN DALAM LASKAR PELANGI

|



PENDAHULUAN
Laskar Pelangi adalah film yang disutradarai Riri Riza dan diadaptasi dari novel Andrea Hirata dengan judul yang sama. Alur film ini adalah campuran, namun, didominasi alur maju. Film ini menceritakan perjuangan sepuluh anak miskin yang berjuang meraih pendidikan. Mereka adalah Ikal, Lintang, Mahar, Sahara, Kucai, A Kiong, Syahdan, Borek, Trapani, dan Harun. Ibu Muslimah atau bu Mus, guru sepuluh anak tersebut, sering memanggil mereka dengan sebutan Laskar Pelangi. Hal itu disebabkan mereka suka memandangi pelangi setelah hujan turun. Selain itu, karakter sepuluh anak tersebut digambarkan seperti pelangi.
Film Laskar Pelangi diawali adegan saat hari pertama masuk sekolah.  Konflik seolah terjadi di awal film karena diceritakan SD Muhamadiyah Belitung terancam dibubarkan oleh Departemen Pendidikan dan Budaya Sumatera Selatan jika muridnya tidak mencapai jumlah sepuluh orang. Saat Pak Harfan, kepala sekolah SD Muhamadiyah, akan mengumumumkan sekolah akan ditutup karena murid yang mendaftar baru berjumlah sembilan orang, Harun datang bersama ibunya untuk mendaftar. Harun pun menjadi penyelamat. Tanpa Harun, kesembilan temannya mungkin tidak akan memperoleh pendidikan di SD Muhamadiyah. Mulai hari itulah, perjuangan sepuluh anak-anak tersebut dimulai.
Film ini sarat akan pesan. Salah satu pesannya dan merupakan pesan utama adalah “Pendidikan untuk semua”. Film ini menyadarkan kita bahwa anak-anak miskin dan anak berkebutuhan khusus (ABK) berhak mendapat pendidikan. Hal tersebut sesuai dengan yang tercantum pada UUD 1945 pasal 31 ayat 1, “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.”. Sayangnya, pada praktiknya, tanpa kita sadari, kita kurang memperhatikan pendidikan untuk anak-anak miskin dan ABK. Kondisi tersebut digambarkan oleh film Laskar Pelangi. Film itu menggambarkan bagaimana para pengajar Muhamadiyah dan Laskar Pelangi menghadapi pandangan sinis dari masyarakat sekitar.  Hal itu disebabkan masyarakat Belitung tidak melihat adanya harapan masa depan yang cerah bagi anak-anak miskin dan ABK di Belitung. Di Belitung, hanya anak-anak dengan status sosial ekonomi menengah ke atas yang pergi ke sekolah, sementara sebagian besar anak-anak miskin di Belitung tidak pergi bersekolah, melainkan menjadi buruh membantu penghasilan orang tua mereka.
Berdasarkan pesan utama dalam film Laskar Pelangi,  penulis tertarik menganalisis tokoh Harun. Harun merupakan ABK dengan keterbatasan mental retardation. Penulis kagum melihat semangat Harun untuk bersekolah dengan keterbatasan yang dia miliki. Selain itu, tokoh Harun merupakan penyelamat Laskar Pelangi. Tanpa Harun, tidak mungkin ada cerita mengenai Laskar Pelangi. Harun layaknya kunci yang membuka pintu menuju pendidikan bagi sembilan temannya.
Harun disekolahkan di SD Muhamadiyah oleh ibunya karena tidak tersedianya SLB di daerah tersebut. SLB terdapat di pusat Pulau Bangka dan terlalu jauh untuk menempuh SLB tersebut. Ibu Harun menyadari Harun berhak mendapat pendidikan. Usia Harun saat pertama masuk sekolah tidak sama antara film dan Novel. Di Film, Harun berusia sepuluh tahun saat duduk di bangku kelas satu SD. Sementara di Novel, Harun berusia lima belas tahun saat mendaftar masuk di SD Muhamadiyah.
Dalam film Laskar Pelangi, Harun digambarkan murah senyum, senang berlari, berteman baik dengan Sahara, sering menceritakan kucingnya, dan bertanya kapan liburan sekolah. Gambaran yang hampir serupa juga ditemukan pada novel. Dalam novel, Harun digambarkan tidak bisa menulis,santun, pendiam, murah senyum, hobi menguyah permen asam jawa, kesulitan memahami pelajaran yang diajarkan ibu Muslimah, sering bertanya kapan libur lebaran, menceritakan kucing belang tiga miliknya secara berulang-ulang kepada Sahara, dan bercita-cita menjadi Trapani.
           
LANDASAN TEORI
Pendidikan Mental Retardation 
            Mental retardation atau tunagrahita adalah keterbatasan yang signifikan dalam berfungsi, baik secara intelektual maupun perilaku adaptif yang terwujud melalui kemampuan adaptif konseptual, sosial, dan praktikal. Keterbatasan itu muncul sebelum usia 18 (American Association on Mental Retardation, dalam Hallahan dan Kaufman, 2006). Sementara Santrock (2011) mendefinisikan tunagrahita sebagai “... a condition with an onset before age 18 that involves low intelligence (usually below 70 on a traditional individually administered intelligence test) and difficulty in adapting to everyday life” .Berdasarkan rentang IQ, anak tunagrahita dapat digolongkan menjadi mild, moderate, severe dan profound.
            Program pendidikan untuk menangani anak tunagrahita beragam, mulai dari memisahkan mereka di dalam kelas khusus hingga memasukkan mereka ke dalam kelas inklusi, dimana para anak tuna grahita belajar dan berkegiatan di kelas yang sama dengan anak lainnya. Namun, belakangan ini menurut Westling dan Fox (dalam dalam Hallahan dan Kaufman, 2006), program pendidikan yang sering diberikan untuk anak tunagrahita ada dua macam, yaitu pendidikan inklusi dan pengajaran tentang kemampuan-kemampuan yang berguna serta penekanan pada determinasi dini.

Perkembangan Sosial Emosional
            Dua teori besar yang menjelaskan tentang perkembangan sosial dan emosional individu. Teori pertama adalah Ecological theory yang dikemukakan oleh Urrie Brofenbrenner. Menurutnya, terdapat lima sistem yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap individu, yaitu microsystem, mesosystem, exosystem, macrosystem, dan chronosytem. Bronfenbrenner  percaya sistem lingkungan, mulai dari interaksi interpersonal hingga budaya mempengaruhi perkembangan anak. Menurut Brofenbrenner, anak paling banyak menghabiskan waktu dalam microsystem, sehingga individu-individu yang terlibat di dalam sistem tersebut, seperti orangtua, guru, dan peer memiliki pengaruh yang besar terhadap pembentukan self concept, self esteem, dan perkembangan moral anak.  Teori kedua adalah Psychosocial theory yang dikemukakan oleh Erik Erikson. Menurut Erikson perkembangan psikososial individu merupakan proses bertahap, dimana pada setiap tahap terdapat virtue yang harus dicapai dan krisis yang harus dilewati. Jika berhasil, hal tersebut akan mengantarkan individu pada tahap selanjutnya. Tahap perkembangan psikososial tersebut terdiri dari trust vs mistrust, autonomy vs shame and doubt, initiative vs guilt, industry vs inferiority, identity vs identity confusion, intimacy vs isolation, generativity vs stagnation, dan integrity vs despair

Motivasi
Motivasi adalah the processes that energize, direct, and sustain behavior (Santrock, 2011).  Motivasi dibagi dua berdasarkan sumbernya, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik berasal dari dalam individu sementara motivasi ekstrinsik berasal dari luar diri individu.
            Terdapat lima perspektif motivasi, yaitu behavioral perspective, trait perspective, humanistic perspective, cogitive perspective, dan social perspective. Behavioral perspective menekankan pada external reward dan punishment dalam menentukan motivasi individu. Trait perspective melihat bahwa sumber motivasi adalah sesuatu yang relatif menetap dalam karakter tiap individu.  Humanistic perspective menekankan pada kapasitas individu untuk mengembangkan dirinya (personal growth), kebebasan untuk memilih, dan kualitas positif yang dimiliki oleh tiap individu. Pada perspektif humanistik, motivasi seseorang didasari hierarki kebutuhan Maslow. Kebutuhan tertinggi dari setiap individu adalah kebutuhan untuk mengaktualisasikan dirinya. Sebelum sampai pada tahap tersebut, individu harus memenuhi kebutuhan lain yang berada pada tahap lebih rendah, yaitu kebutuhan physiology, safety, love and belongingness, self-esteem, cognitive, dan aesthetic. Cognitive perspective berfokus pada competence motivation, yaitu motivasi internal individu untuk mencapai, memberikan atribusi, dan keyakinan bahwa mereka dapat mengontrol lingkungannya. Social perspective menekankan pada kebutuhan individu untuk berafiliasi atau berhubungan dengan individu lain.


ANALISIS
Hal yang disayangkan adalah baik di dalam film maupun novel, tidak diceritakan secara spesifik kategori tunagrahita yang dimiliki Harun. Jika melihat karakteristik yang dimiliki Harun, kemungkinan besar Harun termasuk mild category atau mampu didik. Hal ini disebabkan karakteristik Harun cocok dengan karakteristik mild category, yaitu masih dapat mengikuti pelajaran di sekolah, rentang perhatian pendek sehingga sulit berkonsentrasi, kurang dalam hal kecepatan, kekuatan, dan koordinasi, memperlihatkan rasa malu atau pendiam (Mangungsong, 2009).
Harun beruntung bersekolah di SD Muhamadiyah karena Bu Mus memiliki pola pikir pendidik inklusi walaupun SD Muhamadiyah sebenarnya bukan sekolah inklusi. Bu Mus memberi perlakukan khusus kepada Harun, seperti memberikan kriteria penilaian yang berbeda dengan teman-temannya. Salah satu contoh perlakuan khusus yang diberikan Bu Mus adalah saat pemilihan ketua kelas. Harun yang belum bisa menulis tetap dapat berpartipasi dengan menyebutkan nama yang dia pilih. Harun juga diuntungkan kondisi kelas yang inklusi. Menurut Mangungsong (2009), anak tunagrahita akan menunjukkan perilaku sosial yang lebih baik jika banyak diikutkan untuk berinteraksi dengan anak lain. Hal tersebut didukung hasil penelitian Parmenter, T. R, Einfeld, S. L., Tonge, B. J., dan Dempster, J. A. (1998) yang menunjukkan anak dengan intellectual disability yang bersekolah di sekolah khusus memiliki lebih banyak masalah perilaku dan emosi dibanding anak dengan intellectual disability yang bersekolah di sekolah inklusi.
Masalah lain yang dihadapai anak tunagrahita adalah kesulitan mendapat teman dan mempertahankan hubungan dengan teman tersebut (Mangungsong, 2009). Hal itu disebabkan mereka tidak tahu cara memulai interaksi sosial dengan orang lain dan mereka menampilkan tingkah laku yang membuat teman-temannya menjauh, seperti tidak fokus dan mengganggu. Perilaku serupa sempat ditampilkan Harun. Namun, Harun tidak mengalami penolakan dari teman-temannya karena mereka memahami kondisi Harun. Dalam novel, diceritakan Harun pernah mengganggu latihan band Mahar dengan memainkan drum tidak sesuai intruski Mahar. Namun, Mahar tidak memarahi Harun, melainkan membimbing Harun untuk bermain dengan benar. Hal serupa juga dilakukan Ikal. Harun memberi semangat Ikal, Mahar dan Lintang yang mengikuti perlombaan cerdas cermat, namun seolah memberi dukungan ke tempat lain. Ikal memahami bahwa Harun mengalami kesulitan untuk fokus pada satu hal dalam jangka waktu lama sehingga tidak marah pada perilaku Harun. Penerimaan teman-teman Harun menguntungkan bagi Harun karena siswa yang mengalami penolakan dari peer-group cenderung memiliki self-esteem yang rendah, sementara siswa yang mendapatkan penerimaan dari peer-group cenderung memiliki self-esteem yang tinggi (Santrock, 2011).
Masalah anak tunagrahita ketika di sekolah adalah mereka sering mengalami learned helpeness dan berakibat rendahnya motivasi berprestasi serta self-concept mereka menjadi buruk (Mangungsong, 2009).Untuk mengatasi hal tersebut, Bu Mus melakukan scaffolding, teknik mengajar yang di dalamnya memberikan bantuan terhadap pembelajaran anak disesuaikan dengan level pembelajaran anak. Scaffolding dilakukan oleh Bu Mus sendiri atau melalui peer-tutoring. Pada beberapa adegan film terlihat bahwa saat proses pembelajaran, Harun dibantu memahami pelajaran oleh teman-teman yang mendapat jatah untuk duduk sebangku dengannya. Selain itu,  bu Mus melakukan strategi dengan memberikan tugas yang sama pada Harun namun dengan kriteria penilaian yang berbeda. Misalnya, Harun pernah disuruh membuat prakarya. Namun, Harun malah membawa tiga botol kecap. Hal tersebut tetap diapresiasi oleh bu Mus.
Kesulitan belajar yang dialami anak tunagrahita adalah masalah memusatkan perhatiannya. Anak tunagrahita sering memusatkan perhatian pada benda yang salah, serta sulit mengaloksikan perhatian mereka dengan tepat (Mangungsong, 2009). Hal ini dialami juga oleh Harun. Dalam Novel, Harun sering memandang ke arah lain ketika bu Mus sedang menjelaskan atau ketika Harun melihat ke arah lain saat mendukung Ikal, Lintang dan Mahar ketika lomba cerdas cermat.
Salah satu penanganan Harun yang ditemukan dalam Laskar Pelangi adalah modifikasi intruksional berupa instruksi dalam setting (situasi) kehidupan nyata dengan material sebenarnya (Mangungsong, 2009). Salah satu contohnya adalah ketika Ibu Mus mengajak Laskar Pelangi membersihkan kelas bersama, shalat berjamaah, belajar di luar kelas untuk mengenal alam Belitong, seperti tanaman dan hewan yang ada di Belitung, dan belajar mengenai manfaat tanaman sekitar Belitung. Hal tersebut membantu mengajarkan Harun kemampuan hidup sehari-hari di setting aktual.
             Motivasi Harun bersekolah adalah motivasi ekstrinsik, yaitu kondisi sekolah yang menyenangkan. Di SD Muhamadiyah, Harun bisa berinteraksi dan bermain dengan teman-temannya. Hal tersebut menyebabkan Harun merasa senang di sekolah.    
Sayangnya, motivasi Harun untuk berseolah mendapat tantangan dari masyarakat. Hal tersebut digambarkan secara tersirat. Contohnya di film, digambarkan para guru SD PN menertawakan jawaban ulangan Harun. Selain itu, masyarakat sekitar sering bertanya kepada Bu Mus mengapa masih bertahan mengajar Laskar Pelangi, khususnya Harun karena mereka tidak melihat adanya harapan. Kondisi tersebut sesuai dengan yang dikemukakan Mangungsong (2009) bahwa tantangan terbesar anak tunagrahita adalah ekpektasi dari masyarakat. Masyarakat secara keseluruhan menaruh harapan yang begitu rendah pada anak-anak tunagrahita sehingga menghambat kemajuan mereka. Sebagian besar studi menunjukkan bahwa kegagalan anak tunagrahita dalam menyelesaikan pekerjaan bukan karena ketidakmampuan mereka menghasilkan atau menyelesaikan tugas, namun karena alasan-alasan sosial (Mangungsong, 2009).
           
SIMPULAN
Film Laskar Pelangi menekankan pendidikan adalah hak setiap anak, termasuk Harun yang merupakan tunagrahita. Harun termasuk beruntung karena mendapat penanganan yang tepat, yaitu pendidikan inklusi oleh Bu Mus. Selain itu, penerimaan dari teman-temannya membantu mengembangan keterampilan sosialnya. Tantangan terbesar yang dihadapi harun adalah ekspektasi masyarakat. Alangkah baiknya jika kita sebagai masyarakat dapat mencontoh bu Mus dan Laskar Pelangi.




Daftar Pustaka

Hallahan, D.P. & Kauffman, J. M. (2006). Exceptional learners: An introduction to special education. (10th ed.). Massachusetts: Allyn and Bacon.
Hartono, T.D.  (2008, 10 Desember). Harun penyelamat laskar pelangi. Liputan 6.  Retrieved from http://berita.liputan6.com/read/169576/harun-penyelamat-laskar-pelangi. Diakses pada 25 Oktober 2011 pada 10:44 WIB
Hirata, A. (2006). Laskar pelangi. Yogyakarta: Bentang
Mangunsong, F. (2009). Psikologi dan pendidikan anak berkebutuhan khusus. Depok: LPSP3 UI.
Parmenter, T. R, Einfeld, S. L., Tonge, B. J., & Dempster, J. A. (1998). Behavioural and emotional problems in the classroom of children and adolescents with intellectual disability. Journal of Intellectual & Developmental Disability, 23(1),71-77.
Santrock, J. W. (2011). Educational Psychology (5th ed.). New York : The McGraw Hill Companies, Inc
Riza, R. (Director). Lesmana, M. (Producer). Aristo, S., Riza, R., Lesmana, M. (Writers). (2008). Laskar pelangi. (DVD). Indonesia: Miles Film & Mizan Production.


Analisa 4P Pada Sir Timothy Berners-Lee Bapak dari World Wide Web

|


“All of these mathematician were full of idea that
what you could do with computer was
limited only by your imagination.”
 Sir Timothy Berners Lee







World WideWeb atau sering disingkat menjadi www adalah sesuatu yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupan kita sehari-hari. Hampir setiap hari, jutaan orang di dunia menggunakannya. Bahkan, anak-anak dan remaja yang hidup di masa sekarang mungkin tidak dapat membayangkan hidup tanpa WorldWide Web. Akan tetapi, tahukah kalian sang jenius pencipta World WideWeb? Beliau adalah Sir Timothy Berners Lee. Namanya mungkin tidak setenar Larry Page dan Serge Bin, pencipta google, atau Mark Zukenberg yang berada di balik Facebook. Namun, tanpa penemuan World WideWeb oleh Sir Timothy Berners Lee, mungkin saat ini google atau facebook tidak akan seperti sekarang ini. Penemuan World Wide Web telah memacu perkembangan industri kreatif dan orang-orang kreatif. Majalah Times bahkan memasukkan Sir Timothy Berners Lee ke daftar "100 Great Minds of the Century." Menurut pendapat saya, beliau layak dikatakan sebagai sosok kreatif. Berikut analisa 4P pada Sir Timothy Berners Lee:

1.         Produk
            Produk-produk  yang diciptakan beliau memenuhi komponen produk kreatif, yaitu baru, berguna, berbeda dari yang ada, dan lebih baik. Produk awalnya adalah Enquire. program yang memungkin menghubungkan dokumen dengan cara single-word associations. Padahal program-program komputer yang ada saat itu menggunakan sistem hierarki cabang seperti cabang pohon. Produknya, WorldWideWeb adalah sesuatu yang baru. WorldWideWeb memungkin orang-orang mengedit dan melihat dokumen online. Sebelumnya, internet digunakan untuk tukar-menukar plain text message melalui mail group. Saat itu, untuk mendapatkan informasi harus dikirim dari satu user ke user lain dan dibalas secara individu. Produknya WorldWideWeb memungkin cara yang lebih praktis. Selain itu, komponen-komponen dalam WorldWideWeb seperti HTTP, URL, dan HTML  yang ditulis Sir Timothy Berners-Lee juga merupakan sesutu yang baru. HTTP atau hypertext transfer protocol memungkinkan transmisi dokumen di internet. Universal Resource Locator (URL) adalah sistem yang mengidentifikasi dokumen. blizzard of queries, addresses and replies. Hypertext Markup Language (HTML) digunakan untuk memformat, menyimpan dan mentransmisikan dokumen. Semua komponen tersebut adalah sesuatu yang baru karena memudahkan pertukaran dokumen, yang sebelumnya dilakukan melalui cara yang rumit.
            Produk-produknya juga memenuhi komponen berguna. Enquire adalah program yang berguna untuk  Sir Timothy Berners-Lee sendiri. Program tersebut memudahkannya dalam menjalankan program komputer karena menurutnya program-program komputer yang saat itu menggunakan sistem hierarki cabang menyulitkannya. Berbeda dengan Enquire, produknya WorldWideWeb berguna bagi banyak orang. Sir Timothy Berners-Lee menciptakan WorldWideWeb untuk membantu menyelesaikan masalah frustasi diantara kalangan ilmuwan yang kesulitan mengakses dokumen di internet. Berkat temuannya WorldWideWeb, sekarang seluruh orang di dunia dapat mengakses dokumen, foto dan video secara mudah. Berkat penemuannya juga, Sir Timothy Berners-Lee mendapat banyak penghargaan diantaranya, first Millennium Technology Prize dari pemerintah Finlandia, a chair in Computer Science at the University of Southampton, dan he was  knighted oleh Ratu Elizabeth II.
            Produk-produknya jelas berbeda dari yang ada. Seperti dijelaskan sebelumnya, Enquire berbeda dengan program-program komputer yang ada saat itu karena menggunakan single-word associations. WorldWideWeb juga berbeda dari yang ada karena seseorang bisa langsung mengakses dokumen padahal sebelumnya harus melalui user ke user.
            Produknya juga memenuhi katagori lebih baik. Program Enquire lebih baik karena bisa menggunakan random assosiation, dimana hal tersebut menjadikan program itu lebih praktis. Enquire sendiri memudahkan Sir Timothy Berners-Lee dalam bekerja. WorldWideWeb tentu saja lebih baik karena pengunaannya lebih mudah dibanding group-mails yang ada saat itu. Selain itu, WorldWideWeb telah menarik perhatian orang banyak. WorldWideWeb telah memicu perkembangan industri kreatif.

2.  Pribadi Kreatif
Seseorang yang memiliki pribadi kreatif jika memiliki bakat dan sikap kreatif. Menurut saya, Sir Timothy Berners-Lee adalah pribadi kreatif, berikut analisanya:
2.1. Bakat Kreatif
Bakat kreatif terdiri atas kelancaran berpikir, kepekaan terhadap masalah, keluwesan berpikir, orisinalitas, dan elaborasi.  Kelancaraan berpikir Sir Timothy Berners-Lee terlihat dari karya-karyanya yang dapat ia selesaikan atau wujudkan. Sir Timothy Berners-Lee sering bertukar ide dengan para designer dan ilmuwan lain di coffee center. Kelancarannya berpikir sudah terlihat dari kecil, dimana dia dan dua temannya di SD sering berdiskusi tentang sains dan bahkan berusaha membuat buku tentang sains. Dapat mengungkapkan gagasan melalui kata-kata merupakan indikasi bahwa Sir Timothy Berners-Lee memiliki bakat kreatif kelancaran berpikir.
Sir Timothy Berners-Lee adalah orang yang peka terhadap masalah. Dia merasa program-program komputer dengan sistem hierarki cabang telah menyulitkannya sehingga ia membuat Enquire. Selain itu, dia berusaha membuat worldwide web ketika melihat frustasi di kalangan ilmuwan karena sulitnya mengakses dokumen di internet pada tahun1980an. Selain itu, pekerjaannya di CERN sebagai konsultan adalah untuk melakukan pemrograman suatu projek dan memperbaiki benda-benda. Dalam menjalankan pekerjaannya tersebut, beliau memerlukan bakat kreatif kepekaan terhadap masalah. Seseorang yang tidak peka terhadap masalah, tidak dapat memperbaiki suatu hal. Kepekaannya terhadap masalah juga terlihat dari motivasinya, Sir Timothy Berners-Lee mengaku suka menyelesaikan masalah. Seseorang yang suka menyelesaikan masalah pastilah seseorang yang peka terhadap masalah.
Keluwesan berpikir yang dimiliki Sir Timothy Berners-Lee terlihat dari cara-caranya menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dia dapat memikirkan alternatif penyelesaian masalah yang berbeda dari orang-orang yang di sekitarnya.  Salah satu bukti keluwesannya berpikir terlihat dari produk-produk yang dihasilkannya. Sir Timothy Berners-Lee menyelesaikan masalah dapat memberi solusi pemecahkan masalah di kalangan ilmuwan, akibat sulitnya mengakses dokumen dengan menciptakan  WorldWideWeb. Selain itu, bakat keluwesan berpikir yang dimiliki Sir Timothy Berners-Lee berkembang dari SMA karena distimulasi untuk memikirkan alternatif jawaban dalam memecahkan soal oleh guru kimianya, Daffy Pernell dan guru matematikanya, Frank Grundy.
Bakat elaborasi Sir Timothy Berners-Lee terlihat dari produknya, WorldWideWeb. Dia menggabungkan komponen-komponen HTTP, URL,HTML, dan internet yang sebenarnya sudah ada sebelumnya. Dia memperbaiki yang sudah ada dengan menggabungkannya menjadi sesuatu yang baru, WorldWideWeb. Bakatnya sudah terlihat ketika SD, dia mencoba membuat kereta mainan menggunakan transistor. Kemudian ketika di Oxford, dia menggunakan waktu senggangnya untuk mengutak-ngatik alat-alat elektronik. Bahkan, dia membuat komputernya sendiri dengan menggunakan televisi rusak, baterai mobil, dan kalkulator yang tidak terpakai. Selain itu, Bakat elaborasinya semakin terlatih karena pekerjaannya di CERN memungkinnya untuk menyempurnakan produk yang sudah ada sebelumnya.
Orisinalitasnya terlihat dari karya-karyanya yang baru dan berbeda dari yang ada.  Dalam membuat program, beliau tidak meniru program yang sudah ada. Beliau membuat cara kerja sistem yang baru yaitu single-word associations yang belum ada sebelumnya. Beliau juga menciptakan WorldWideWeb yang merupakan sesuatu yang murni merupakan hasil pemikirannya sendiri.
            .
2.2. Sikap Kreatif
           
Sikap kreatif terdiri dari ulet, berani tampil beda, humoris, mandiri, percaya diri, rasa ingin tahu, berani ambil resiko, dan terbuka pada pengalaman baru.
Sir Timothy Berners-Lee adalah seseorang yang ulet. Hal ini terlihat dari usahanya dalam menyelesaikan WorldWideWeb. Beliau memulai dari mendesain hingga menyelesaikannya. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan WorldWideWeb adalah satu tahun dari tahun 1989-1990. Namun, proses membuat komponen-komponen WorldWideWeb sebelum tahun 1989.  Sir Timothy Berners-Lee tidak menyerah dan tetap ulet mengerjakan WorldWideWeb walaupun kadang usaha belum membuahkan hasil. Sir Timothy Berners-Lee memiliki sikap kreatif. Hal ini terlihat dari kepercayaannnya bahwa butuh proses panjang untuk dapat menghasilkan sesuatu yang baik.
Sikap berani tampil beda terlihat dari sikapnya untuk membuat WorldWideWeb sebagai milik publik, dimana dia tidak mengambil keuntungan sepeser pun. Hal ini tentu saja berbeda dengan yang kita lihat saat ini. Banyak orang membuat web sebagai sumber untuk mendapatkan uang. Sikap tampil bedanya juga sudah terlihat dari kecil, ketika anak-anak laki-laki seusianya melakukan kegiatan atletik, dia tidak mengikuti mereka. Dia memilih untuk mendiskusikan science dengan kedua temannya.
Sikap mandirinya terlihat dari dia berani untuk mengikuti Queen College dimana dia harus berpisah dengan keluarganya. Selain itu, hobinya ketika remaja dalah mendaki bukit dan gunung bersama teman-temanya. Hobi tersebut menunjukakan kemandirian dirinya.
Sikap humorisnya terlihat ketika dia mengikuti pertandingan tiddlywinks. Pertandingan tiddlywinks adalah pertandingan dimana orang-orang yang tidak serius berkumpul. Selain itu, ketika ditanya tentang bagaimana jika web menjadi sesuatu yang memiliki kesadaran, beliau malah bertanya balik dengan bercanda “Apakah maksud anda seperti Dial F for Frankenstein?”. Sikap humorisnya terlihat ketika dia bercerita tentang ketakutan orang Perancis kehilangan budaya akibat pengaruh amerika dengan menceritakan anekdot tentang petani Perancis yang akan merubuhkan restauran McDonald menggunakan traktornya.
Sikap penuh rasa ingin tahunya sudah terlihat dari kecil, beliau sering mendiskusikan sains dengan kedua temannya. Beliau berusaha mencari tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang dia miliki melalui sains. Beliau juga sering mengutak-ngatik barang elektronik karena ingin mengetahui perangkat dibalik barang-barang elektronik tersebut.  Beliau juga mudah teralihkan perhatiannya jika rekan-rekan kerja disekitarnya sedang mengerjakan suatu program, Hal ini disebabkan beliau memiliki rasa ingin tahu.
Sir Timothy Berners Lee adalah seorang yang berani  ambil resiko. Ketika sedikit rekan kerjanya yang mendukung membuat Enquire ataupun WorldWideWeb, dia tetap melanjutkan pekerjaannya tersebut. Beliau juga membuat WorldWideWeb sebagai milik publik dan tidak mengambil royalti dari produk tersebut. Dia berani menjadi mengambil resiko untuk berbeda. Sikapnya yang satu ini juga terlihat dari keputusannya untuk mengikuti Queen College. Beliau mengambil resiko untuk hidup kurang nyaman karena berpisah dari keluarganya.
Sikap terbuka pada pengalaman baru sudah pasti dimiliki Sir Timothy Berners Lee. Beliau mau mencoba tiddlywinks, yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Selain itu, beliau menikmati bertemu dengan orang-orang baru. Beliau juga suka mencoba mendaki bukit dan gunung. Selain itu, beliau juga berani mencoba mengikuti Queen College, dimana beliau mendapat teman dan pengalaman baru. 
2.3.      Tipe Pribadi Kreatif
a. Inventor, Innovator, and Enterpreneur
            Menurut saya, Sir Timothy Berners Lee adalah seorang Innovator. Dia menciptakan WorldWideWeb, sesuatu yang baru. Beliau berhasil mengelaborasi komponen-komponen yang sudah ada menjadi produk baru.  
b. Prodigy and Creativity
Sir Timothy Berners Lee masuk dalam kelompok stimulated dan supported prodigies with creative achievement in maturity. Beliau sudah memiliki bakat kreatif  dan minat terhadap sains dan benda-benda elektronik yang sudah terlihat dari kecil. Suasana di keluarganya mendukung bakatnya tersebut karena kedua orang tuanya adalah matematikawan dan sering mengajarkan bahwa matematika adalah hal yang menyenangkan. Di SMA, bakat Sir Timothy Berners-Lee distimulasi oleh guru kimianya, Daffy Pernell dan guru matematikanya, Frank Grundy. Hasilnya ketika dewasa, beliau mampu membuat WorldWideWeb dan Enquire.

3.         Proses Kreatif
Proses yang menghasilkan karya kreatif membutuhkan empat tahap, yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi, serta verifikasi.
3.1. Persiapan
Semenjak masa kanak-kanak, Sir Timothy Berners-Lee sudah menunjukkan bakat dan minatnya terhadap sains terutama matematika dan benda-benda elektronik. Bakatnya didukung dengan latar belakang kedua orang tuanya yang merupakan matematikawan dan sering mengajarkan bahwa matematika adalah hal yang menyenangkan. Beliau melihat matematika sebagai sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan sering berdiskusi dengan kedua temannya di SD. Lingkungan di tempat kerjanya yang menyediakan coffee center memungkinkan beliau mengenal orang-orang baru dan bertukar pikiran dengan rekan kerjanya. Beliau juga sering bertukar pikiran dengan orang-orang yang lebih muda karena mereka memiliki ide yang lebih segar.

3.2. Inkubasi
Sir Timothy Berners-Lee melakukan hal-hal lain selain mengembangkan program. Dia bertemu dengan teman-temannya, mengobrol di coffee center, mendaki gunung, dan juga menghabiskan waktu bersama keluarganya.

3.3. Iluminasi
Sir Timothy Berners-Lee tidak percaya pada proses ini sehingga tidak diceritakan secara langsung bagaimana dia mendapat ide untuk membuat WorldWideWeb atau Aha momennya. Namun, ide membuat WorldWideWeb dan Enquire muncul karena dia merasa depresi melihat program-program komputer dan internet yang ada saat itu begitu berbelit. Dia dan rekan-rekannya merasa kesulitan mengakses dokumen sehingga dia mengusahakan cara lebih mudah bagi dirinya dan para ilmuwan untuk mengakses dokumen lebih mudah.

3.4. Verifikasi
Tahap ini juga telah dilakukan oleh Sir Timothy Berners-Lee. Setelah berhasil menciptakan WorldWideWeb , beliau tidak langsung mengeluarkan produk tersebut ke masyarakat. Akan tetapi, dia mencoba hal tersebut kepada dirinya sendiri dan orang-orang sekitarnya. Dia mengusahakan sistem WorldWideWeb memungkinkan dipakai di dalam CERN dalam waktu satu tahun. Kemudian, pada 6 Agustus 1991, beliau membuka websitenya untuk diakses oleh public (info.cern.ch).

3.5. Eksploitasi
Tahap ini tidak dilakukan oleh Sir Timothy Berners-Lee karena menurutnya web adalah tempat untuk sharing (bertukar) data, informasi, foto, dan video. Baginya, jika dasar dari web dikenakan royalti, maka dirinya telah membuat limit bagi seseorang dan semua orang untuk menggunakan web.

4.         Pencetus Kreativitas
            Kreativitas akan muncul jika ada interaksi antara individu dengan ranah (aspek kultural atau simbolik) dan bidang (aspek sosial). 
           
            4.1. Ranah
            Dari informasi yang didapat mengenai Sir Timothy Berners-Lee menunjukkan bahwa budaya yang ada menunjang kreativitas. Sir Timothy Berners-Lee lahir dan tumbuh besar di Inggris, negara yang menyediakan sarana dan prasarana berupa pendidikan yang baik bagi warga negaranya. Hal tersebut memungkinkan Sir Timothy Berners-Lee untuk mengeyam pendidikan yang baik. Guru-guru di sekolahnya memicunya untuk berpikir divergen dalam memecahkan masalah. Selain itu, Inggris merupakan negara yang demokratis, sehingga warga negaranya dibebaskan untuk berkeskpresi melalui media apapun dan terbuka pada kebudayaan baru. Budaya di Inggris juga memiliki toleransi dan minat terhadap pandangan yang divergen, serta memberi penghargaan terhadap kreativitas. Contohnya Sir Timothy Berners-Lee was knighted oleh Ratu Elizabeth II. Budaya tersebut memungkinkan lahirnya dan berkembanganya orang-orang kreatif.
         
          4.2. Bidang
          Budaya Inggris yang demokratis menghasilkan masyarakat yang demokratis. Masyarakat Inggris terbuka pada perubahan dan membebaskan anggota masyarakatnya, termasuk Sir Timothy Berners-Lee  untuk berkeskpresi sesuai keinginannya.  Budaya tersebut juga menyebabkan masyarakat Inggris memiliki toleransi dan minat terhadap pandangan divergen. Masyarakat Inggris juga menekankan pentingnya pendidikan, sehingga perkembangan ilmu pengetahuan teknologi pesat. Hal ini tentu saja menguntungkan Sir Timothy Berners-Lee karena masyarakat Inggris secara langsung dan tidak langsung mendukung minat dan bakatnya terhadap sains. Contoh keterbukaan masyarakat Inggris adalah disediakan coffee center di CERN, tempat kerja Sir Timothy Berners-Lee, yang memungkinkan diskusi untuk membahas ide-ide.
         
          4.3. Individu
          Budaya dan masyarakat Inggris tentu mempengaruhi keluarga dan Sir Timothy Berners-Lee.  Mereka dibesarkan dengan kondisi yang demokratis sehingga dapat dikatakan bahwa latar belakang keluarga  Sir Timothy Berners-Lee  mendukung bakat dan sikap kreatifnya. Hal ini terlihat dari sikap orang tuanya yang sering mengajarkan matematika. Selain itu, orang tuanya berhasil membuat matematika menjadi hal yang menyenangkan bagi Sir Timothy Berners-Lee karena dikaitkan dengan hal-hal di sekitarnya.  Orang tuanya juga membiarkannya melakukan yang ia lakukan dan tidak melarangnya melakukan hal yang disukai. Contohnya orang tuanya membiarkannya membaca buku-buku science fiction tanpa henti dan mendaki gunung bersama teman-temannya. Orang tuanya justru mendukungnya dengan pemberian izin dan menyemangatinya. Hal-hal tersebut membantu Sir Timothy Berners-Lee  menjadi pribadi yang kreatif.

Sir Timothy Berners-Lee   merupakan contoh bahwa kreativitas akan muncul jika ada interaksi antara individu dengan ranah (aspek kultural atau simbolik) dan bidang (aspek sosial).       

Daftar Pustaka
Sir timothy berners-lee profile, Father of the world wide web. (2010). Retrieved from http://www.achievement.org/autodoc/page/ber1pro-1. Diakses tanggal 30 Maret 2011 14:37 WIB
Sir timothy berners-lee biography, Father of the world wide web. (2007) Retrieved from http://www.achievement.org/autodoc/page/ber1bio-1. Diakses tanggal 30 Maret 2011 14:39 WIB
Sir timothy berners-lee interview, Father of the world wide web. (2007) Retrieved from http://www.achievement.org/autodoc/page/ber1int-1. Diakses 25 Maret 2011 11:43 WIB

Post Signature

Post Signature