Top Social

Spotlight

|



Sutradara
Tom McCarthy

Penulis Naskah  
Josh Singer dan Tom McCarthy

Aktor:
Mark Ruffalo sebagai Mike Rezendes
Michael Keaton sebagai Walter 'Robby' Robinson
Liev Schreiber sebagai Marty Baron
John Slattery sebagai Ben Bradlee, Jr.
Rachel McAdams sebagai Sacha Pfeiffer
Brian d'Arcy James sebagai Matt Carroll
Stanley Tucci sebagai Mitchell Garabedian

Durasi: 
2 jam 8 menit

Sinopsis:
Spotlight adalah Film yang diambil dari kisah nyata tentang bagaimana tim jurnalis Spotlight di surat kabar Boston Globe menguak skandal pelecehan seksual yang dilakukan oleh pastur kepada anak-anak



Review:

Waktu aku SD, aku pernah membaca artikel di sebuah majalah tentang pastur yang melakukan pelecehan seksual kepada anak-anak. Saat membacanya, aku terkejut dan antara percaya tidak percaya. Karena masih kecil dan saat itu aku belum tahu langkah berpikir kritis, aku tidak mencari tahu lebih lanjut ataupun memverifikasi kebenaran artikel tersebut.

Sampai kemudian seorang teman bercerita tentang film Spotlight ini. Eh??? Jadi pelecehan seksual yang dilakukan oleh pastur itu beneran ada. :O

Karena penasaran, aku pun memutuskan untuk menonton film ini.

Film dibuka dengan adegan mediasi tertutup antara pengacara, pastur dan korban pelecehan seksual di kantor polisi.

Kemudian adegan berpindah ke Kantor Boston Globe dengan setting waktu 2001. Saat itu sedang diadakan pesta perpisahan kepada Stewart editor Boston Globe yang hendak pensiun. 

Marty Baron, editor Boston Globe yang baru, adalah seorang yahudi dan baru pindah dari Miami ke Boston. Dia meminta tim Spotlight menyelidiki lebih lanjut apakah Kardinal (pejabat senior dalam gereja Katolik Roma) mengetahui pelecehan seksual kepada anak-anak yang dilakukan oleh Pastur Geoghan. Awalnya redaksi tidak setuju dengan ide tersebut karena merasa sudah meliput kasus Geoghan.

Pengacara salah satu korban, Garabedian, mengklaim bahwa Kardinal mengetahui yang dilakukan Pastur Geoghan tapi tidak melakukan apa-apa dan memiliki dokumen untuk membuktikan pernyataannya.

"Jika perlu satu desa untuk membesarkan seorang anak, diperlukan satu desa juga untuk melecehkannya"- Pengacara Mitchell Garabedian

Bagi Baron, pernyataan tersebut masuk akal mengingat Pastur Geoghan melakukan pelecehan seksual kepada 80 anak di 6 paroki berbeda. Sayangnya dokumen tersebut rahasia/tidak dibuka untuk umum. Oleh karena itu, Baron menyarankan agar Boston Globe mengajukan tuntutan agar dokumen kasus Pastur Geoghan dibuka untuk umum.

Saran Baron mendapat reaksi tidak bersahabat dari tim redaksi Boston Globe (yang kebanyakan katolik): "Kamu mau menuntut gereja?"
Menurut Baron secara teknis tindakannya tidak sama dengan menuntut gereja. Dia hanya meminta dokumen tsb dibuka untuk umum.
Sementara menurut salah satu editor, Ben Bradlee, Jr. , Gereja akan menganggap tindakan tsb sebagai tuntutan kepada mereka.

Tindakan Baron juga mendapat peringatan dari Orang dari percetakan. Dia mengingatkan Baron bahwa gereja akan melakukan perlawanan keras dan khawatir akan diketahui oleh pembaca Boston Globe mengingat mayoritas pembaca Boston Globe (53%) adalah penganut agama Katolik.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah klaim Garabedian benar? Bagaimana tim spotlight melakukan penyelidikan? Fakta apa yang mereka temukan?




*Spoiler alert*

Bagi yang tertarik dengan investigasi jurnalistik dapat belajar dari film ini. Kalian akan mendapat gambaran bagaimana tim Spotlight yang terdiri dari Walter 'Robby' Robinson, Mike Rezendes, Sacha Pfeiffer, dan Matt Carroll melakukan penyelidikan, mewawancarai pihak-pihak yang terlibat seperti pelaku, korban, pengacara, dan menyambungkan kepingan informasi hingga menemukan kesimpulan.

Menonton Film ini membuatku memikirkan dampak buruk terlalu mementingkan citra baik. Berulang kali tim Spotlight dan Baron berusaha dihambat penyelidikannya. Mereka diminta bungkam dan tidak mencari tahu lebih lanjut. Mereka diminta melupakan kasus ini karena merasa orang-orang butuh gereja dan gereja sudah melakukan banyak hal baik. Jadi, jangan sampai image baik gereja rusak karena beberapa apel busuk. Mereka mengira cara peduli adalah dengan menutup mulut dan tetap membiarkan image gereja tetap baik. 


Akan tetapi cara tersebut malah memakan lebih banyak korban. Pastor yang melakukan pelecehan seksual justru merasa dilindungi dan jadi tidak jera. Menonton film ini membuatku teringat bahwa kejahatan merajalela bukan karena banyak orang jahat akan tetapi orang yang baik diam saja.

"Everybody knew something happened in this town and no one did a thing"


Salah seorang yang berusaha mengungkap skandal ini adalah Phil Saviano, pendiri SNAP (Survivors Network of Those Abused by Priests). Hatiku terenyuh ketika mendengar penjelasannya,

 "Para pastur tidak melakukan diskriminasi dalam hal pencabulan dan ini tidak ada kaitannya dengan menjadi gay. Ini soal pastur memanfaatkan seragam mereka untuk memperkosa anak-anak, lelaki maupun perempuan. 
Penting untuk dipahami bahwa ini bukan hanya pelecehan secara fisik, tapi juga pelecehan secara spiritual. Lalu saat seorang pastur melakukan ini padamu, dia merampok imanmu.  Lalu pelariannya ke minuman keras atau jarum suntik. Jika itu tak berhasil, kau terjun dari jembatan. Itu sebabnya kami sebut diri kami korban yang selamat."

Shock dan sedih banget pas dengernya. 

Tapi membuatku berpikir...
Atau bisa juga masalah ini menjadi besar karena orang-orang baik yang melawan tidak teroganisir sementara pelaku kejahatan justru teroganisir? 80 korban pelecehan seksual Pastur Geoghan melakukan tuntutan secara sendiri-sendiri, tidak bergerak bersama. Selain itu, ada pihak-pihak (rekan sesama pastur, pengacara, psikiater) yang berusaha mengungkapkan masalah ini ke publik. Sayangnya karena mereka bergerak sendirian/tidak teroganisir, suara mereka tidak didengar. Mereka dianggap hendak mencemarkan nama baik gereja.

Salah satu kutipan favoritku dalam film ini adalah ucapan Baron ketika berusaha menghibur tim Spotlight yang merasa bersalah karena tidak mengungkap skandal ini lebih cepat "Terkadang mudah untuk melupakan bahwa kita habiskan sebagian besar waktu kita tersandung dalam gelap. Tiba-tiba lampu menyala dan ada rasa bersalah yang menyebar. Aku tak bisa komentar atas apa yang terjadi sebelum aku datang tapi kalian semua telah lakukan peliputan yang sangat bagus. Liputan yang aku yakini akan berdampak langsung dan luas."

O ia, buat yang tertarik membaca artikel hasil liputan tim Spotlight bisa baca ini: Church allowed abuse by priest for years

Selamat membaca dan selamat menonton!
Be First to Post Comment !
Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung :D
Yang menulis belum tentu lebih pintar dari yang membaca
Jadi, silahkan kalau mau memberikan kritik, saran, umpan balik & pujian.
:D

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature