Top Social

Memperbaharui Hati, Menggapai Kemuliaan

|
Image Courtesy of ejaugsburg at pixabay.com

Berikut adalah notulensi Kajian Memperbaharui Hati, Menggapai Kemuliaan di Mesjid UI pada 17 Oktober lalu dengan pembicara Mba Peggy Melati Sukma & Ust Hilman :

Hijrah adalah meninggalkan hal-hal yang dilarang Allah.
Tahun baru hijriah adalah reminder bahwa umat muslim makkah dulu hijrah ke madinah, meninggalkan keluarga, harta benda, dan banyak hal lain untuk Allah dan agama ini.

Saat ini ketika Peggy menjawab pertanyaan, dia membiasakan diri menjawab karena Allah SWT/atas izin Allah SWT. Menurut Peggy, usaha hijrahnya berkat doa orang tua, sementara motivasinya untuk berhijrah aadalah kecintaan pada Rasulullah SAW.

Untuk dapat melakukan yang dicintai Allah, harus belajar Al-Quran dan menjadikan AL-Quran sebagai pedoman hidup. Untuk dapat meneruskan perjuangan pendahulu, terus mengulang membaca sirah.

Dunia ini senda gurau dan menipu. Don’t take dunya (worldly life) seriously!
Dunia seolah gemerlap padahal sebenarnya kegelapan. Jangan sampai kita menjadikan karunia Allah lebih tinggi dibanding Sang Maha Pemberi Karunia.

Di usia 34-35 tahun, Allah menolong Peggy dengan kehancuran. Di Quran dikatakan bahwa ujian itu berupa kesenangan dan kesedihan. Ketika Allah telah memberi kita kesenangan dan ternyata itu tidak dapat membuat kita mendekat padaNya, Allah memberi kita kesedihan. Di usia tersebut, saya menyadari betapa tidak berdaya sebagai manusia dan di satu titik, saya menyerah. Saya ingin hidup untuk Allah.

Dalam hijrah, mesti berhati-hati, kita bisa tersesat karena setan terus bekerja.
Perbaiki lingkungan dengan kumpul dengan ulama, rapikan shalat. Jangan tinggal puasa sunnah, shadaqah. Dakwah jangan dilepas. Yang lain nanti diurus sama Allah.

Saat ini saya tidak mau melakukan sesuatu jika bukan basis perjuangan Islam.
Sengajakan diri kita untuk berhijrah!
Susah senang itu hikmah dari Allah. Serahkan semua karena Allah karena semua daru Allah.
Allah itu tujuan, satu-satunya tujuan.
Hijrah jangan menunggu hancur.

Ada tahapan kita berIslam
a.       Hijrah dari tidak tahu menjadi tahu. Allah akan terus mengajar kita
b.      Hijrah dari niat. Setelah mendapat ilmu, hijrah niat. Tidak setiap niat menjadi amal
c.       Hijrah amal. Berusaha agar amal terbaik kita ada di akhir hidup kita. Menjaga kontinuitas amal (kebiasaan) karena sebaik-baiknya amal adalah yang kontinu.
d.      Hijrah dakwah.
Melanjutkan perjuangan Rasulullah, juru dakwah terkeren. Uswatun hasanah (segala sesuatu dalam Al-Quran melekat padanya)

Rasulullah tidak tahu bahwa dirinya rasul hingga bertemu paman Khadijah.

Kita bisa kehilangan apa saja, asal jangan Allah dan Rasulullah.

Hidup ini hijrah, tidak perlu cari awal. Kita hijrah dari alam ruh sampai akhirat.
Ruh à Rahim à Dunia à Barzah à Akhirat
Jika kita Cuma hidup untuk dunia saja, maka sebenarnya kita sudah mati.

Allah ngga ada pembandingnya.

Hidup ini isinya persoalan tapi jangan jadi soal.

Hidup intinya berjuang menempatkan Allah dan Rasulullah pada tempatnya.

Allah melihat ketakwaan, yang diperjuangkan adalah takwa.
Simpan Allah & Rasulullah pada tempatnya.
Allah itu Maha, jangan degradasi, kita yang upgrade pemahaman kita.
Fokus melakukan yang dicintai Allah & pantaskan diri.
Pertolongan dari manusia lain hanyalah perantara Allah.

Apa lagi yang mau dipertahankan mati-matian?
Semua milik Allah.
Kalau ada yang dzalim, doakan semoga dapat hidayah.

Kalau buat Allah, jangan mulai dengan anggap sulit.
Kalau niat buat Allah, ngga ada yang sulit.
Tugas kita jadi ciptaan, jangan play God.
Yang diantara langit dan bumi milik Allah, gali terus ilmu.

Iman itu naik turun (dinamis), minta tetap di jalan yang lurus, sesuai AL-Fatiha.

Kebahagiaan adalah diizinkan berbuat untuk agama Allah.
Visi misi  hidup adalah kembali kepada Allah, meneruskan perjuangan Rasulullah.

Semoga Allah jaga dari takabur.
Ketika saya hijrah, saya ingin mewakafkan diri untuk agama Allah : gerakan bebas buta aksara AL-Quran, menulis buku, dan membangun pesantren.
Matematika Allah tidak terkejar.

Ketika merasa sulit beribadah, jangan salahkan Allah. Maksiat menurunkan iman, ketaatan menaikkan iman.

Be First to Post Comment !
Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung :D
Yang menulis belum tentu lebih pintar dari yang membaca
Jadi, silahkan kalau mau memberikan kritik, saran, umpan balik & pujian.
:D

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature