Top Social

Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan

Doa Biar Cepat Move On

|
Image courtesy of nenetus at FreeDigitalPhotos.net

Kamu merasa lelah, muak, kesal karena kamu merasa sudah melakukan banyak hal namun ternyata si dia tidak juga beranjak dari hati dan ingatan. Kamu berharap segala rasa sakit ini segera menghilang, namun sayangnya usahamu hanya berhasil untuk sementara waktu.

Jika memang begitu, mungkin ada baiknya mencoba doa-doa di bawah ini:

1. Berdoalah mengakui kelemahan diri, betapa kau sangat membutuhkan pertolongan Allah untuk bisa move on

2.  Mengucapkan syukur karena telah dipertemukan dengan si Dia yang membuat hatimu hancur berkeping-keping. Misal: "Ya Allah, terima kasih. Aku percaya ada maksud di balik pertemuan kami. Engkau mempertemukan untuk mengajarkan bukan mempersatukan Setelah bertemu dengannya, aku belajar bahwa (sebutkan hal-hal yang telah kau pelajari).   Adakah maksudMu yang terlewat olehku? Apakah aku mengambil kesimpulan yang salah? Mohon beri aku petunjuk, ya Rabb"  

3. Melaksanakan shalat hajat dan kemudian berdoa meminta kepada Allah agar bisa cepat move on

4. Berdoa semoga Allah memberimu hati yang lapang untuk memaafkan orang yang menyakiti hatimu dan berdoa semoga Allah mengampuni dosa-dosanya


Dewasa adalah memaafkan orang lain sebelum orang itu meminta maaf, 
bahkan tetap memaafkan jikapun orang tersebut tak memintanya. 
Bukan karena memaafkan itu sebuah keharusan,
 tapi karena dengan tidak memaafkan, 
kamu akan lebih menyakiti perasaan kamu sendiri. 
Genap- Nazrul Anwar


Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, 
maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, 
maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. 
Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.
(QS. Asy Syuura: 40).

Selamat Mencoba!
Semoga berhasil move on! (^0^)/

Memperbaharui Hati, Menggapai Kemuliaan

|
Image Courtesy of ejaugsburg at pixabay.com

Berikut adalah notulensi Kajian Memperbaharui Hati, Menggapai Kemuliaan di Mesjid UI pada 17 Oktober lalu dengan pembicara Mba Peggy Melati Sukma & Ust Hilman :

Hijrah adalah meninggalkan hal-hal yang dilarang Allah.
Tahun baru hijriah adalah reminder bahwa umat muslim makkah dulu hijrah ke madinah, meninggalkan keluarga, harta benda, dan banyak hal lain untuk Allah dan agama ini.

Saat ini ketika Peggy menjawab pertanyaan, dia membiasakan diri menjawab karena Allah SWT/atas izin Allah SWT. Menurut Peggy, usaha hijrahnya berkat doa orang tua, sementara motivasinya untuk berhijrah aadalah kecintaan pada Rasulullah SAW.

Untuk dapat melakukan yang dicintai Allah, harus belajar Al-Quran dan menjadikan AL-Quran sebagai pedoman hidup. Untuk dapat meneruskan perjuangan pendahulu, terus mengulang membaca sirah.

Dunia ini senda gurau dan menipu. Don’t take dunya (worldly life) seriously!
Dunia seolah gemerlap padahal sebenarnya kegelapan. Jangan sampai kita menjadikan karunia Allah lebih tinggi dibanding Sang Maha Pemberi Karunia.

Di usia 34-35 tahun, Allah menolong Peggy dengan kehancuran. Di Quran dikatakan bahwa ujian itu berupa kesenangan dan kesedihan. Ketika Allah telah memberi kita kesenangan dan ternyata itu tidak dapat membuat kita mendekat padaNya, Allah memberi kita kesedihan. Di usia tersebut, saya menyadari betapa tidak berdaya sebagai manusia dan di satu titik, saya menyerah. Saya ingin hidup untuk Allah.

Dalam hijrah, mesti berhati-hati, kita bisa tersesat karena setan terus bekerja.
Perbaiki lingkungan dengan kumpul dengan ulama, rapikan shalat. Jangan tinggal puasa sunnah, shadaqah. Dakwah jangan dilepas. Yang lain nanti diurus sama Allah.

Saat ini saya tidak mau melakukan sesuatu jika bukan basis perjuangan Islam.
Sengajakan diri kita untuk berhijrah!
Susah senang itu hikmah dari Allah. Serahkan semua karena Allah karena semua daru Allah.
Allah itu tujuan, satu-satunya tujuan.
Hijrah jangan menunggu hancur.

Ada tahapan kita berIslam
a.       Hijrah dari tidak tahu menjadi tahu. Allah akan terus mengajar kita
b.      Hijrah dari niat. Setelah mendapat ilmu, hijrah niat. Tidak setiap niat menjadi amal
c.       Hijrah amal. Berusaha agar amal terbaik kita ada di akhir hidup kita. Menjaga kontinuitas amal (kebiasaan) karena sebaik-baiknya amal adalah yang kontinu.
d.      Hijrah dakwah.
Melanjutkan perjuangan Rasulullah, juru dakwah terkeren. Uswatun hasanah (segala sesuatu dalam Al-Quran melekat padanya)

Rasulullah tidak tahu bahwa dirinya rasul hingga bertemu paman Khadijah.

Kita bisa kehilangan apa saja, asal jangan Allah dan Rasulullah.

Hidup ini hijrah, tidak perlu cari awal. Kita hijrah dari alam ruh sampai akhirat.
Ruh à Rahim à Dunia à Barzah à Akhirat
Jika kita Cuma hidup untuk dunia saja, maka sebenarnya kita sudah mati.

Allah ngga ada pembandingnya.

Hidup ini isinya persoalan tapi jangan jadi soal.

Hidup intinya berjuang menempatkan Allah dan Rasulullah pada tempatnya.

Allah melihat ketakwaan, yang diperjuangkan adalah takwa.
Simpan Allah & Rasulullah pada tempatnya.
Allah itu Maha, jangan degradasi, kita yang upgrade pemahaman kita.
Fokus melakukan yang dicintai Allah & pantaskan diri.
Pertolongan dari manusia lain hanyalah perantara Allah.

Apa lagi yang mau dipertahankan mati-matian?
Semua milik Allah.
Kalau ada yang dzalim, doakan semoga dapat hidayah.

Kalau buat Allah, jangan mulai dengan anggap sulit.
Kalau niat buat Allah, ngga ada yang sulit.
Tugas kita jadi ciptaan, jangan play God.
Yang diantara langit dan bumi milik Allah, gali terus ilmu.

Iman itu naik turun (dinamis), minta tetap di jalan yang lurus, sesuai AL-Fatiha.

Kebahagiaan adalah diizinkan berbuat untuk agama Allah.
Visi misi  hidup adalah kembali kepada Allah, meneruskan perjuangan Rasulullah.

Semoga Allah jaga dari takabur.
Ketika saya hijrah, saya ingin mewakafkan diri untuk agama Allah : gerakan bebas buta aksara AL-Quran, menulis buku, dan membangun pesantren.
Matematika Allah tidak terkejar.

Ketika merasa sulit beribadah, jangan salahkan Allah. Maksiat menurunkan iman, ketaatan menaikkan iman.

Bisakah Jangan Larang Kami Pacaran?

|
Dari: Anak-anakmu
Kepada: Orang tua (Papa dan Mama)
Subjek: Jangan larang kami pacaran

Image Courtesy of OpenClipartVectors / 18086 images at pixabay.com



Assalamu'alaikum
Papa dan Mama tersayang,
 

Terima kasih atas kasih sayang dan perhatian yang kalian berikan kepada kami,
Ada hal yang ingin kami sampaikan
Bisakah Papa dan Mama jangan larang kami pacaran
jika dengan alasan-alasan semu
seperti pacaran akan mengganggu belajar kami
karena kami akan berusaha membutikan bahwa pacaran tidaklah mengganggu belajar kami

Bisakah jangan larang kami pacaran dengan alasan kami masih kecil?
Pa, Ma, kalian secara tidak langsung memberi pesan bahwa hanya orang dewasa yang pacaran.
Ini backfire.
Jika suatu saat kami ingin membuktikan diri kami telah dewasa, kami akan memilih pacaran.

Pa, Ma, bisakah jangan larang kami pacaran dengan alasan kalian takut kami terjerumus seks bebas?
Karena kami akan membuktikan kami bisa pacaran tanpa terjerumus hal tersebut

Oleh karena itu kami memohon
Laranglah kami dengan alasan yang abadi
Laranglah kami karena Allah
Buatlah kami paham tujuan hidup kami adalah Allah

Pa, Ma, tuntun kami agar setiap langkah yang kami ambil hendaknya mendekatkan diri kami pada Allah
Kalian bisa meminta kami bertanya dan memperhatikan teman-teman kami yang pacaran
Apakah pacaran mendekatkan pelakunya pada Allah?

Pa, Ma, ingatkan kami jika kami tidak sibuk mencintai Allah, kami akan mencintai yang semu

Pa, Ma, ajari kami menundukkan pandangan dan menjaga diri
Ingatkan kami untuk berpuasa jika rasa itu hadir tetapi kami belum siap menikah

Pa, Ma, ingatkan kami jika kami ingin masuk golongan beriman pada hari akhir, kami sebaiknya tidak berkhalwat
Bantu kami takut pada Allah dan azabnya
Kami akan takut berbuat maksiat tanpa perlu kalian ingatkan

Ingatkan kami akan surga dan ciri-ciri orang yang mendapatkannya
Ajak kami berjalan menuju Allah dan berjuang menggapai surga bersama-sama
Maka kami tidak akan memilih pacaran tanpa kalian perlu melarangnya
Kami akan belajar memanfatkan waktu sebaik-baiknya seperti Rasulullah dan para sahabatnya



Tertanda,

Anak-anakmu yang masih butuh bimbingan Allah dan orangtuanya


Tulisan ini ikut serta dalam gerakan #NulisRandom2015 yang berlangsung sejak 1 Juni hingga 30 Juni 2015



Tak Terbayangkan

|
Tidak pernah terbayang sekalipun di benakku bahwa aku akan bekerja di majalah bisnis setelah lulus kuliah. Beberapa temanku pun bertanya hal yang sama, bagaimana aku yang lulusan psikologi ini masuk majalah bisnis. Aku pernah membayangkan diriku bekerja di media, tapi di salah satu koran besar ternama di Indonesia, di majalah remaja putri atau justru majalah wanita islami. Bahkan aku baru tahu keberadaan majalah ini karena lowongan kerja yang kulamar dan aku pertama kali membacanya saat duduk di lobi kantor majalah SWA menunggu panggilan wawancara. Hahahaa
Ajaibnya aku diterima di sini!
Alhamdulillah. \(^0^)/


Masuk dunia pasca kampus membuatku sadar bahwa ada banyak hal yang terjadi di luar rencana dan di luar kendaliku. I mean kalau di kampus, hal-hal lebih mudah diprediksi, seperti kalau ingin dapat nilai bagus ya belajar yang rajin dan benar. Biasanya melencengnya pun tidak terlalu jauh, aku masih dapat nilai yang cukup baik.
Tapi di dunia paska kampus, usaha, rencana dan prediksiku banyak yang melenceng. Awalnya aku terkaget-kaget dan mudah merasa sedih. Tapi kemudian aku tersadar bahwa aku sepertinya masih terlalu mengandalkandiriku sendiri. Aku harus belajar mengandalkan Allah, menyeimbangkan doa dan usaha.

Dan kalian tahu apa? Bekerja di SWA membuatku makin percaya bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengatur. Aku merasa ritme kerja majalah dwi mingguan ini cocok denganku. Aku juga dianugerahi rekan-rekan kerja yang baik. Aku bersyukur aku bisa bekerja di tempat yang memiliki nilai yang sama denganku. Aku kurang suka membaca berita atau tulisan yang setelah memaparkan masalah tapi tidak memberi solusi atau membuatku merasa pesimis.  Untungnya, Jurnalisme yang dianut SWA itu adalah jurnalisme positif, jurnalisme yang berusaha menggali hikmah dan menghembuskan optimisme.

Salah seorang temanku bilang kalau yang dilakukan majalah SWA adalah menjual mimpi. Kurasa dia ada benarnya. Biasanya yang kurasakan setelah membaca SWA adalah kagum, merasa “hei dia bisa lho, kenapa aku tidak? Aku juga pasti bisa”. Aku juga belajar ada berbagai cara dalam meraih mimpi, dan selama kau tahu apa yang kau inginkan, go for it! Terlepas orang bilang kau tidak cocok, kondisimu ngga mendukung dan segudang alasan yang bilang mimpimu ngga mungkin. Berusahalah yang terbaik.

Tapi kalau menurut Pak Kemal, pemimpun umum, bahwa yang Majalah SWA jual adalah knowledge karena sekarang SWA menyediakan hasil reportase dan riset dalam berbagai bentuk, mulai dari media, seminar, pelatihan.

By the way, tanggal 16 April lalu, majalah SWA berulang tahun ke-30 dan aku berkesempatan nonton Fast Furious 7 dan dapet snack gratis dari majalah SWA. Kalian tahu, awalnya aku berencana membujuk panitia ulang tahun majalah SWA agar memberiku  tempat duduk di baris D/E karena aku tidak tahu kalau panitia sudah menentukan tempat duduk. Kupikir aku bisa memilih dan ternyata meski tempat duduknya dipilih oleh panitia, alhamdulillah aku dapet posisi yang enak.


Aku dapet posisi di baris A.  Tidak pernah terbayang dibenakku kalau aku akan dapet posisi di baris A, habis selama ini kalau pergi ke bioskop pas beli tiket, posisi itu udah penuh mulu.
Aku terharu. Allah baik banget :')

Hidupku mungkin tidak berjalan sesuai yang kuharapkan atau yang kubayangkan, tapi sesuai yang Allah inginkan dan itu jauh lebih baik. \(^0^)/

Being 23 on 23rd April: Unexpected

|
Pada 23 April kemarin, alhamdulillah usiaku genap 23 tahun. Alhamdulillah Allah masih memberiku kesempatan hidup. Berbeda dengan ulang tahun sebelumnya yang dimana aku lupa kalau aku menyembunyikan ulang tahunku di facebook, bisa baca disini.



Tahun ini aku ingat kalau aku menyembunyikan ultahku dan tidak berniat mengubahnya. Belajar dari tahun kemarin, ada untungnya juga ultah “dilupakan”. Aku tidak perlu membalas banyak ucapan ulang tahun, yang biasanya cukup menghabiskan banyak waktu. Setelah dipikir-pikir yang buat aku bahagia sebenarnya dapat kado dan doanya sih. hehehe

Image courtesy of blickpixel from pixabay.com

 Kalian tahu apa? Karena tidak berharap, aku justru lebih bahagia menerima ucapan selamat dari teman-temanku yang ingat atau yang aku ingatkan. Tahun ini, teman dekatku Nova dan kame kembali mengucapkan paling awal. Nia mengirim pesan suara berisi lagu selamat ulang tahun jamrud yang dia nyanyikan sendiri. Aku terkejut, awalnya kupikir dia mengirim pesan suara seperti yang dilakukan Hana Talita dan Vania tahun lalu, ternyata Nia nyanyi satu lagu full. :’)
Pernah ngayal dinyanyiin lagu sama orang yang disayang dan ngga nyangka itu terwujud di ultah ini. Thanks to Nia!

Ada banyak kejutan lainnya.
Salah satunya Chibe bilang met ultah di group WA forum muslim Psikologi UI angkatan 2010.
Beberapa teman dekatku yang lupa mengucapkan pas hari H, akhirnya ingat sendiri mengucapkan juga beberapa hari setelahnya. :')
Terus pas lagi kepikiran pengen beli tas, temen dekatku Afa menghadiahiku tas.
Masya Allah, Allah baik banget menggerakkan hati Afa untuk memberi kado pahadal aku ngga kasih kado lho pas ultah dia Januari kemarin dan  tas ngga masuk note facebook April wish list yang kutag ke sahabat-sahabatku.


 Makasih ya buat semua temen-temen yang udah ucapin, ngasih doa dan kado \(^0^)/
Jazakumullah khairan katsiran.


Berusia 23 tahun membuatku sadar kalau kayaknya aku udah ngga layak disebut girl lagi. Hehe
Jadi kayaknya aku harus dan mau ganti nama blog ini.
Mulai saat ini, blog ini akan bernama...
*drumroll*
 *drumroll*
 *drumroll*
*gunting pita*

  The Luckiest

*ketok palu*

:D

Intinya meski ultah kali ini lebih sepi, somehow aku benar-benar bersyukur atas segala yang terjadi
:)
Alhamdulillah

Expect nothing and you will be happy with everything

Post Signature

Post Signature