Top Social

Pengalaman Memakai Dishwasher (Mesin Cuci Piring)

|

 



Apa pekerjaan rumah tangga favorit kalian?
Untukku, pekerjaan rumah tangga favorit adalah mencuci piring. Tidak tahu kenapa. Waktu kecil kalau ada pembagian tugas pekerjaan rumah tangga, aku akan dengan senang hati melakukannya.

Tapi kemudian entah kenapa beberapa waktu yang lalu di tahun 2021, aku kehilangan minat dan tidak lagi merasa semangat ketika mencuci piring. Saking tidak semangatnya, aku jadi lambat sekali dalam mencuci piring. Biasanya kegiatan mencuci piring selesai dalam waktu setengah sampai satu jam tapi aku menghabiskan waktu tiga jam. Dan hal ini berlangsung lama.

Ketika aku menceritakan hal ini kepada suamiku, dia mengusulkan untuk membeli mesin cuci piring. Dia sudah lama ingin mesin cuci piring. Bagi dia pekerjaan mencuci piring sangat buang-buang waktu.
Suamiku  pun bilang sekarang dia punya uang untuk membeli mesin cuci piring.


Sebenarnya suamiku pernah mengusulkan membeli mesin cuci piring beberapa kali tapi sebelumnya, tapi aku tidak berminat, Namun melihat kondisi pekerjaan rumah tangga yang lain jadi menumpuk akibat aku lambat dalam mencuci piring, aku pun akhirnya setuju.  Jadi kami pun membeli mesin cuci piring.

Awalnya kami hendak membeli mesin cuci piring Dishwasher Modena Immacolato WP 7121 S tapi setelah tahu mesin cuci piring tersebut memakan daya 1760-2100 W, kami mengurungkan niat kami mengingat keterbatasan daya listrik di kontrakan kami. Daya listrik rumah kontrakan kami adalah 2200 W. Kami pun memutuskan membeli mesin cuci piring Dishwasher Modena Adattare WP 2060 S yang memakan daya 1170-1380 W dan tegangan 220-240 V.


Dishwasher Modena Adattare WP 2060 S.
Gambar dari https://www.modena.com/


Sejauh ini, kami merasa sangat senang sekali dengan pembelian kami. Kegiatan cuci piring kembali terasa menyenangkan karena sekarang kami hanya perlu memasukkan piring, gelas dan sendok ke dalam mesin cuci piring, memasukkan sabun, memilih menu cuci piring dan viola... cucian piring selesai. Waktu yang sebelumnya kugunakan untuk mencuci piring sekarang bisa aku alihkan untuk melakukan pekerjaan rumah lainnya atau untuk membaca buku/menonton film.

PS : Mencuci piring menggunakan mesin juga memakan waktu 3 jam, lebih tepatnya 3 jam 15 menit jika memilih mode eco tapi setidaknya bukan aku yang melakukannya tapi mesin.

Kelebihan lainnya tagihan air kami juga berkurang. Dari yang biasanya kena tagihan air sekitar 100-150rb, sekarang tagihan air hanya 50-70rb. Ternyata mencuci menggunakan mesin cuci piring lebih hemat air dibandingkan dengan mencuci piring manual.

Untuk tagihan listrik, tidak ada perubahan signifikan. Mungkin karena sebelum membeli mesin cuci piring, kami sudah sering menggunakan BOLDe Super Dryer (Pengering Baju Portable) yang memakan daya 1000 W. Kebetulan saat membeli mesin cuci piring, cuaca sedang sering cerah, sehingga kami mulai jarang menggunakan BOLDe Super Dryer lagi.

O ia, sabun, pelembut dan garam mesin cuci piring yang pertama kali kami coba adalah merek BRAVAPRO. Untuk pelembut dan garam mesin cucinya awet bisa untuk sebulan-dua bulan pemakaian baru minta direfill/isi ulang. Hal yang menarik adalah Sabun BRAVAPRO tidak memiliki wangi apapun (apakah kami terkena anosmia? atau memang tidak ada wanginya? Hmmm).
Biasanya setelah cuci piring, aku mencium wangi sunlight di piring tapi di sabun BRAVAPRO tidak wangi dan kadang-kadang bau amis di piring masih tercium.

Jadi kami pun mencoba menggunakan sabun Astonish Dishwasher Tablet.
Ketika meggunakan Astonish Dishwasher Tablet, menurutku wangi piring yang sudah dicuci mirip wangi sabun colek ekonomi lemon. Namun, untuk cucian piring yang sebelum berbau amis (setelah makan ikan/telur), piring yang telah dicuci jadi tidak berwangi apapun.

Konsekuensi yang muncul setelah memiliki mesin pencuci piring adalah kami perlu mengganti pelaratan makan dan masak yang kami miliki menjadi pelaratan yang ramah mesin cuci piring (dishwasher safe) dan jika tidak, kami masih harus mencuci manual untuk peralatan masak dan makan tersebut. Kami langsung membeli pelaratan makan ramah mesin cuci piring seperti piring, mangkok dan gelas dari IKEA. Kami juga membeli talenan dari IKEA. Untuk penggorengan (frying pan), kami membeli dari Kitchen Aid.
Tapi untuk pisau, panci, blender, kami masih harus mencuci barang-barang tersebut secara manual.

Sejauh ini, aku sangat menyukai mesin cuci piring dan aku sangat merekomendasikannya untuk hidup yang lebih mudah.


Pengalaman Vaksinasi Drive Through Covid19 Sinovac di RS UI

|

Poster Vaksinasi Covid19 di RS UI
Sumber
Instagram RSUI


Assalamulakum Apa kabar teman-teman?

Semoga sehat selalu ya dan jika sedang sakit, semoga segera sembuh

Alhamdulillah tanggal 8 Juli kemarin Hana sudah divaksin  COVID-19 dosis 1 Sinovac di RS UI.
Berikut ceritanya

Lie I Told Myself

|


Assalamualaikum Guys! 😊💕❤️⁣⁣
⁣⁣
QOTD: What lies that you told yourself but you don't realize it is lies later on? ⁣⁣
⁣⁣
I read What I know for sure by Oprah Winfrey and she quotes Don Miguel - The Four Agreements⁣⁣
“Ninety-five percent of the beliefs we have stored in our minds are nothing but lies, and we suffer because we believe all these lies.”⁣⁣
⁣⁣
Reading the quotes remind me that I used to believe my background come from Broken homes family as weakness/imperfections. ⁣⁣
⁣⁣
If you knew/follow me long enough, you probably knew my parents divorced. ⁣⁣
⁣⁣
So, Whenever I got rejected in taaruf (Arranged marriage) process, I often wonder "Do they reject me because I am from Broken Home family and worry that if marry me, the marriage will end up in divorce?"
While I have accepted my parents divorce and became peace with it after long process denial, somehow I still felt ashamed and worried about others people's opinions. ⁣⁣
⁣⁣
Until I met my husband. ⁣⁣
My husband read my personal blog ⁣⁣
,where it is basically my online diary, so he knew my parents are divorced. ⁣⁣
I asked him "Why you want to be with me if you knew my parents divorced/I came from broken home family?" ⁣⁣
⁣⁣
He said "You can't have perfect partner/You can't have it all. So after thinking hard, I decided 5 important qualities that my partner must have, and you have those qualities, the rest doesn't matter" ⁣⁣
⁣⁣
When my husband said that it like there is light in my head, like "So all these time, I worry over nothing. My broken home family background doesn't matter at all. Why I considered them as weakness? All these time I was suffering because I have false believe/lies I told my self. Is not it funny?"😂🤣🤣⁣⁣
⁣⁣
Now, I am really thankful that Allah has opened my eyes and show me that I had false beliefs that made me suffer and relieve me from the suffering.⁣⁣
⁣⁣
So, I hope you guys are relieved from any suffering that you are going through. Hope Allah give you strength to go through all of this. Wish you all the best. Sending you guys love hug ❤️💕💕💕⁣⁣
⁣⁣
Hope you have a great day! 😘⁣⁣

How I Meet My Husband

|
Photo by Samantha Gades on Unsplash
If my life story is genre, it probably a comedy.
The funny thing was in the beginning of 2018
I made resolution to focus on myself and
stop searching husband or involved in taaruf.

After countless marriage meeting/blind date,
I decided to give up.
The guy I have met either feel intimidated
because I am smart or I met the smart one
but want a wife who become housewife.
I wonder is there any man out there who smart,
hold conservative religious value
while also feminist?
The one who agree that his wife can work?

I said to my self: Let's give up on marriage.
I mean what the worst thing happened
if I am not married/forever single?
Well, my life probably the same.
Me, work, friends and my books.
Is it bad life?
No, it is not bad, it is enough and great life.
I have everything that I need.
Why I eager to have husband?

Then that question hit me, at that moment,
I realize I've been getting message that
only the married one that can go to heaven
and marriage kinda solve all problems.
But is it true? I asked to myself
No, I don't think so.
I don't recall the requirement to go to heaven
is marriage status.
Yeay! I am happy that I still have a chance
to go to heaven despite being single.
Then I prayed to Allah,
I asked Him to make me happy
and accept my single life
and help me to go to heaven.

Five days after I made that decision,
I got an email from a guy named Mufid.
We are Facebook friend and
alumni from same university
He said he like my personal blog
and want to get to know me more.
I replied asking what does he mean as getting to know more.
Does he want to know me as a friend
or as a future husband.
(I need to make sure his intention
so I can manage my expectation
and not become victim of false hope, okay?)

He replied he want to know me as future husband.
I smiled.

The funny thing is in 2016,
I was thinking to ask Mufid for marriage meeting.
I enjoy his meme posts and predict that
we have same kind sense of humor.


The letter I sent to him would be like

"Assalamualaikum Mufid, my name is Hana.
I enjoyed your Facebook meme post
and think that we have same kind sense of humor.
Do you interest to go to taaruf with me?"

But then I think again, is it good decision to choose a guy
as husband candidate based on his sense of humor?
Hmm.. I afraid not, so I tossed the idea.

So I can't believe my eyes when I got his email two years later in 2018, 
but his reasons is better than mine.

So we exchange CV (Curriculum Vitae)
and promised to meet next weekend.

When we met, we use 36 questions
plus some other to get know each other.
I knew these question from New York Times article
while Mufid have read the journal.
I was shook. I did not know there is the journal and
someone who is not from psychology background read it.
(FYI, Mufid is not from psychology faculty)

We took turns asking and answering the questions.
These questions help make us get to know faster.
You guys can see the questions here or here.
I must state there is no key answers nor
tips how to match your answer with your potential spouse/partner.
They are open questions.


Most of the time,I enjoyed talk to him
until the perfect day question came up.
I describe my perfect day as having waffle
or pancake as breakfast and
he commented that my behavior as "hedon" /extravagant.
After talking further, I realize we have different opinion
regarding how to spend money.
He is saver and I am spender.

After finishing asking and answering all questions,
I told him that I enjoyed talking to him but if we get married,
there is high probability that we will get divorce
because our view about money.
He said I should not said that and
he believe our difference is something can be work out
if we have good communication skills

When I got home, I search articles that proves that
money is one of big factor for divorce
and send him those links.
He replied "Is there any couple who managed
successfully happily married
despite their money spending habit difference?"

His question is eye opening because
I have been reading lot articles
about factor that lead to divorce, 

tips how happily married
but I suddenly realize I never come across that kind article
or search that kind article.

So I started looking article about money difference
and I found many.
At that time, it come to me that
there are lot saver and spender marriage.
Their stories is eye opening and give me hope.
Their stories made me know what expectation to put,
imagine what kind conflict that will happen and how to resolve it.


When I told this story to my friends,
most of them commented that
"Is not spender and saver marriage is perfect combination?
You complete each other?"
Well I did not think that way.
I have seen how my parent marriage fell apart
because money issues
and I do not want it happen to me too.
So since I am spender, I kinda think it it is better to find another spender.


But after reading article about money and relationship,
I realize if I marrying another spender,
it does not mean my marriage will not have any money problems.
There will be a problem but different kind one.

After that, we talked again to find out how to make our relationship work.
We came up with an agreement,
ex: One of our agreement is we can spend money without telling each other
if the amount is below IDR 250k but if the amount is greater than IDR 250K,
we have to ask permission.


Looking back, I though our problem did not have solution.
I am glad I was wrong this time around.

What I love being relationship with Mufid is he is optimistic
and his optimistic is contagious
and I love that we both try hard to understand each other and came up with solution. 


Photo by Samantha Gades on Unsplash


Pengalaman Pre-marital Check Up di RS Mitra Keluarga Depok

|


Assalamualaikum Good People, apa kabar? Long time, no see! :D

Kali ini, Hana akan bercerita pengalaman Pre-marital Check Up di RS Mitra Keluarga Depok.

Pada hari Sabtu lalu tanggal 24 Februari 2018, Hana bersama calon suami Hana, Mufid pergi melakukan pre-marital check up di RS Mitra Keluarga Depok.

Biaya pre-marital check up di RS Mitra Keluarga Depok selama 2018 adalah Rp 990.000 untuk pria dan Rp 3.090.000 untuk wanita. Namun, di tanggal 14 Februari hingga 14 Maret lalu ada promo valentine sehingga biayanya Rp 693.000 untuk pria dan Rp 2.163.000 untuk wanita.

Untuk alasan kenapa perlu pre-marital check up, bisa baca


Sebelumnya Mufid telah membuat janji terlebih dulu ke RS Mitra Depok via telp tanggal 21 Februari,  administrasi sisanya diselesaikan pas hari H. Selesai telp, Mufid memberi tahu persiapan pre-marital check up bahwa kami berdua diminta berpuasa (tidak makan dari jam 8 malam, boleh minum hanya air putih)  dan untuk Hana: tidak dalam keadaan haid. Kalau haid, maka nanti perlu reschedule.
Tadinya mau sekalian vaksin HPV tapi ternyata untuk vaksin: enggak bisa sekalian, perlu konsultasi dari dokter dulu. Hasil MCUnya bisa diambil minggu depannya. Plus, sama ketemu dokter di minggu depannya. Kalau mau vaksin HPV, harus cek pap smear dulu.


Berikut jenis tes/pemeriksaan pre marital check up yang ada di RS Mitra Keluarga Depok:
Pra Nikah Wanita

1. Pemeriksaan Fisik oleh Dokter Umum

2. Konseling dengan Psikolog

3. Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan & Kebidanan

4. USG Kandungan

5. Laboratorium

Darah Lengkap, Gula Darah Puasa, Gula Darah PP, Golongan Darah & Rhesus, HbsAg, Anti Hbs, VDRL
Anti Toxoplasma (IgM, IgC), Anti Rubella (IgM, IgC), Anti CMVÂ (IgM, IgC)


Pemeriksaan Optional
 -Anti HIV
 -Anti HCV Total (Hepatitis C)

Pra Nikah Pria

1. Pemeriksaan Fisik oleh Dokter Umum 

2. Konseling dengan Psikolog

3. Laboratorium

Darah Lengkap, Gula Darah Puasa, Gula Darah PP, Golongan Darah & Rhesus, HbsAg, Anti Hbs, VDRL



Pemeriksaan Optional
 -Anti HIV
 -Anti HCV Total (Hepatitis C)


Kami tiba di rumah sakit pukul 08.30 WIB, antri untuk pengisian formulir.
Saat mengisi formulir, kami diberi tahu bahwa kami belum dijadwalkan konsultasi dengan psikolog dan bertanya apakah kami akan tetap mempertahankan komponen tersebut, jika tidak, biayanya akan dikurangi. Biaya konsultasi psikolog itu Rp 300.000/orang. Kami memutuskan untuk tidak ikut konsultasi dengan psikolog. Selain itu, kami juga diberi tahu bahwa untuk paket promo tidak termasuk Pemeriksaan Optional Anti HIV dan Anti HCV Total (Hepatitis C). Mendengar hal tersebut, kami sempat berpikir untuk batal pakai paket promo. Akan tetapi, pihak rumah sakit menyarakan jika tidak ada histori premarital seks dan pemakaian jarum suntik maka tidak masalah jika tidak ada pemeriksaan optional sehingga kami pun tetap memilih paket promo.

Selesai administrasi, kami kembali mengantri dan kemudian dipanggil untuk disuntik untuk pengambilan darah. Nama kami dipanggil satu-satu, dimulai dari aku kemudian Mufid.
Selesai pengambilan darah, Mufid bilang dia menyesal tidak menawari diri untuk menemaniku tapi aku jawab tidak perlu.

Kemudian kami diberi voucher untuk sarapan di kantin dan kami mendapat menu roti selai strawberry, susu manis (kayaknya susu Dancow), dan telur rebus. Saat makan, Mufid bilang akan dilakukan pengambilan darah lagi dua jam setelah makan, untuk mengetes gula darah.  elesai makan, kami mengantri lagi untuk konsultasi dokter umum. Dokternya ramah. Sebelum melakukan pemeriksaan, kami ditanya histori riwayat penyakit seperti: pernah operasi/dirawat tidak, alergi, penyakit turunan yang diderita ortu.

Selesai diperiksa oleh dokter umum, Hana diperiksa oleh dokter kandungan. Pas di dokter kandungan, Hana ditanya terakhir haid kapan dan siklus haid hana. Hana jawab terakhir haid akhir Januari dan siklus haid hana biasanya 30-40 hari. Seneng banget pas dokter bilang kalau siklus Hana tersebut masih normal. Kata Dokternya siklus haid normal jaraknya 28-42 hari. Soalnya selama ini Hana mengira siklus Hana ga normal karena jaraknya lebih dari 28 hari. Kemudian rahim Hana di USG dan kata dokter rahimnya normal dan bersih. Yeay! Alhamdulillah :D Terus dokternya juga tanya tanggal menikah dan menyarankan Hana untuk minum asam folat 3 bulan sebelum menikah dan olahraga rutin.

Selesai dari dokter kandungan, kembali dilakukan tes pengambilan darah lagi. Setelah itu,  pre-marital check up pun selesai dan alhamdulillah kami diberi voucher makan siang di kantin :D Mba resepsionisnya bilang hasil MCU bisa diambil 3-4 hari. Tanggal 27 Februari, kami mendapat SMS pemberitahuan bahwa hasil MCU sudah bisa diambil dan kami sepakat untuk mengambil berdua di hari Sabtu tanggal 3 Maret 2017.

Hasilnya alhamdulillah kami berdua sehat dan disarankan untuk melakukan vaksin hepatitis B. Tadinya mau langsung vaksin, tapi ternyata untuk vaksin harus antri ulang, jadinya kami memutuskan untuk melakukan vaksin di lain hari karena kami sudah datang terlalu siang.
Dokternya bilang biaya vaksin hepatitis B sebesar Rp 150.000 dan vaksin HPV Rp 1.500.000 dan vaksinnya dilakukan pada bulan 0, 1 dan 6.


Tentang Kecemasan akan Masa Depan

|


I wanted a perfect ending.
Now I’ve learned, the hard way, that some poems don’t rhyme,
and some stories don’t have a clear beginning, middle, and end.
 Life is about not knowing, having to change,
taking the moment and making the best of it, 
without knowing what’s going to happen next. 
Delicious Ambiguity. 

Gilda Radne




Maret tahun lalu (sebulan sebelum aku berusia 25 tahun), aku cemas luar biasa. Menyadari bahwa usiaku akan menginjak usia 25 tahun, akan tetapi aku merasa belum mencapai apa-apa (belum menikah dan pekerjaanku masih belum tetap). Kecemasaan akan masa depan mengisi hari-hariku. Aku pun curhat, mengadu kepada Allah. 

Kemudian aku membaca postingan Wait But Why How to Pick Your Life Partner – Part 1 dan How to Pick Your Life Partner – Part 2  . Artikel tersebut menjelaskan bahwa menjadi single lebih baik daripada menikah tapi tidak bahagia (bad marriage). Membaca artikel tersebut mengingatkanku akan pernikahan kedua orang tuaku. Mereka sering bertengkar dan berakhir dengan perceraian. Aku rasa aku tidak mau mengalami hal tersebut (pernikahan yang buruk) dan aku bersyukur Allah telah menyelamatkanku.

Soal-soal pernikahan buruk, aku teringat doa Asiyah, istri Firaun. "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim. (Q.S. At-Tahrim [66] : 11). " . Ketika aku merasa sedih dengan kondisiku, aku sekarang ingat istri Firaun dan kemudian berdoa Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim. (Q.S. At-Tahrim [66] : 11). "

Selain itu, mungkin Allah menyelamatkanku dari baby fever question (pertanyaan kapan punya anak). Berdasarkan pengamatanku, setelah menikah, orang yang sudah menikah bisa mendapat pertanyaan kapan punya anak setiap hari. Berbeda denganku yang masih single. pertanyaan kapan menikah paling muncul beberapa kali dalam setahun. Temanku ada yang tertekan karena mendapat pertanyaan kapan punya anak setiap hari. Melihat kondisi tersebut membuatku berpikir, mungkin Allah mengganggapku belum cukup kuat menghadapi baby fever question sehingga masih membuatku sendiri.

Dulu aku sedih karena masih single, sekarang aku bersyukur. Bersyukur karena Allah telah menyelamatku dari pernikahaan yang buruk, bersyukur Allah menyelamatkanku dari baby fever question.



*Tentang Pekerjaan
Awalnya aku sedih karena tidak memiliki pekerjaan tetap. Akan tetapi setelah melihat ulang kondisiku, aku rasa aku tidak kekurangan apapun. Pekerjaanku bukan pekerjaan tetap tapi aku masih bisa bayar kosan, bayar laundry, beli buku, beli bookish merch, makan enak dan nongkrong bersama teman-temanku. 

 Maybe I received nothing I wanted but I received everything I need. 




Pelaksana Uyeay

|

Meet my office mate. Mereka adalah orang-orang yang membuat hari-hariku menyenangkan dan membuat bertahan di kantor saat work load banyak dan menggila. Kami menjuluki diri kami "Pelaksana Uyeay". Here they are:


Putri (kerudung biru)

  • Alumni Agribisnis IPB
  • Dewasa dan bijak. 
  • Bisa tenang di bawah tekanan. 
  • Memiliki kemampuan penyelesaian masalah praktis dan simple. 
  • Sering dipanggil bunput (Bunda Putri). 
  • Sama-sama suka warna pink. 
  • Suka susu plain. 
  • Suka nraktir. Kalau gajian telat, suka minjemin uang. 
  • Hobi belanja.



Hafilh (pakai polo shirt biru muda)


  • Alumni Psikologi UNJ
  • Gentleman (ex:sering bantuin bawa tas)
  • can smell office drama
  • Suka nonton netflix dan scrolling akun meme seperti 9gag,
  • Feminist dan sering menjuluki gue sebagai strong independent woman
  • Frase yang sering keluar dari mulutnya "Story of my life, The struggle is real, First world problem"


Mala (pakai kerudung bunga-bunga pakai baju pink)

  • Alumni Akuntansi UNJ
  • selebgram (followers instagramnya 2K lebih) dan  suka update instastory mengenai kegiatan sehari-hari
  • bermental tangguh ditekan kanan kiri masih bisa bertahan
  • kalau lagi stress sering dibawa ketawa
  • suka warna biru
  • suka makan es batu


Sisil (pakai kerudung hitam)

  • Alumni Pendidikan Ekonomi Administrasi UNJ
  • helpful 
  • supel (kenal satu kantor dan jago basa-basi)
  • Ramah (sering nyapa)
  • fotografer behind my bookstagram (sering bantuin foto untuk bookstagram), 
  • suka warna ungu, 
  • temen satu kamar klo lagi dinas ke luar 
  • suka dengerin ceramah Hanan Attaki
  • suka makan buah dan sayur.





MSC Golden Way

|


Facebook On this day remind me about MSC Reunion a year ago (16 January 2017)

Apa yang terjadi 16 Januari 2017 tahun lalu?
After two years separation, I finally met up with Millenium Super Cool at Grand Indonesia. I am so happy ✨✨😍😍😘😘 Alhamdulillah ♪☆\(^0^\) ♪(/^-^)/☆
Semoga sukses ya kawan-kawanku. 🙆🙆🙆

 Btw, berikut notulensi quotes hasil pertemuan millenium super cool: 
Yang berkesan tidak selalu yang terbaik (Nia, 2017)

Usia sekarang bukan lagi masalah getar-getar saat ini (Nia, 2017)

Kalau dia sayang gue, dia bakal mikirin gue juga (Vania, 2017)

Tapi apapun yang orang lain bilang, loe yang tahu yang terbaik buat loe (Nia, 2017)

Gaji tidak menentukan kualitas manusia (Vania, 2017)

Ada keputusan terpenting dalam hidup:
1. Menentukan Siapa Tuhan loe/orang-orang yg loe percaya
2.Memilih Pasangan hidup
3.Menentukan Karir
(Dian, pacar Nia, 2017)

Ortu loe sebenarnya ingin diyakinkan bahwa loe happy with your choice (Nia, 2017)

Kita di usia dimana kita harus berani dengan pilihan hidup kita sendiri (Nia, 2017)

Omongan Nia banyak yang quotable 😂😂 👍  Berasa Nia Golden Way XD

Cuma Hana Doang

|

Rekan kantorku Hafil, sering berkomentar “Sumpah! Cuma Hana doang!” tiap kali melihat kelakukanku yang dia anggap aneh atau ciri khas Hana. Terus kepikiran hal tersebut sebagai blog post jadi aku menayakan hal tersebut teman-teman kantorku.

Me: Sisil, Momen2 apa yg bikin loe bilang cuma Hana doang?
Sisil: 1. taraaaaaa
Me: Gue ngmg itu? 😂😂
Sisil: 2. duh gue laper yaaa
SIsil: iyaaa emang sering bgt lo ga nyadar beb hehehehe
Me: Ya ga nyadar 😂😂
SIsil wkwkwk dan lo orgnya to de point, jujur apadanya klo kasi komen
Me: Makasih 😘😘 Ada lagi?
Sisil: Klo kata gue uda😊




Me: Fil, Momen2 apa yg bikin loe bilang cuma Hana doang?
Hafil: Hahahaha Gue jawabnya harus mikir nih han. Besok pagi yah gue jawab hahaha
Me: Hafil, mana jawabannya?
Hafil: Hahahaha
Me: Sisil bilang gue ngomong "taraaaa". Kapan sih gue ngmg taraaa? 😂
Hafil: Itu mah tiap hari han hahaha
Me: Eh serius?😮😳 Gue kira pas gue mau kasih hadiah aja
Hafil: Kalau gue: pala gue pusing laper, mau makan malam dmana?
Me: Sisil juga bilang 2. duh gue laper yaaa
Hafil: Sering han hahaha kalau abis ngasih verbal atau lagi pusing banyak kerjaan tiba tiba ngomong taraaaa
Me: Kasih verbal ke siapa?😮
Hafil: Ke Pak Y** beberapa kali gue denger hahaha
Me: Demi apa 😱 Gue ga nyadar
Hafil Bumn: Seriusss hahaha pas keluar dari ruangan dia. Kan gue duduknya sebelah ruangan dia hahaha. Apa lagi yah han
Me: 🙈  Lagi dong lagi
Hafil: Eh foto gue yg ini bagus gak?Kok like gue dikit yah guys hari ini hahaha
Hafil: Gue lagi mikir padahal gue sering yah ngomong lo doang han wkwkw
Me: Yaaa. Loe yg paling sering ngmg. Makanya gue nanya


Me: Put.  Mau nanya dong momen2 apa yg bikin loe bilang cuma Hana doang?
Putri: Hana doang maksudnya? 🙈
Me: Ciri khas gue apa? Hafil suka komen "cuma Hana doang"
Putri: Oh 😂😂😂 Ciri khas lo itu, anaknya asik, to the point,  kalo lihat dari tampilan pas awal kirain muslimah kaku,  ternyata easy going dan gaul
Me: Yeay alhamdulillah makasih Putri 😘😘
Putri: Punya dunia khas sendiri,  dimana lo bisa sangat enjoy dengan apa yg lo suka, setia kawan juga
Me: Terharu :")
Putri: sangat nikmatin hidup jg han,  punya track sendiri, paling yg mesti diimprove jaga kesehatan, supaya ga munah panik. terus style pakaiannya jg khas dan charming
Me: sip😊👌🏻 ga nyangka loe suka style gue 😳😘 Makasih Put 😘😘





Me: Mala, mau nanya dong momen2 apa yg bikin loe bilang cuma Hana doang?
Mala: hihi
Me: Ayo apa? 😁
Mala: pagi2 kalau gue ajak sarapan, yaaah maaf mala hana udah makan 😀🙏🏻
Me: 😂 Trus?
Mala: kalau siang karena ruangan gue beda sendiri sama kalian, terus lo keinget gue.. pasti teriak eh mala mau maksi bareng ga? mala ayoo mal hahahahha
Mala: kalau gue puji tentang apapun, jawabnya oh iya? makasih mala (tapi mukanya datar) 😃😃
Me: 😂😂
Mala: lagi ngerjain apapun kalau lo ngerasa laper, pasti ngomong guys gue laper lagi guys.. wkwk
Me: 😂😂 Masih ada lagi?
Mala: kalau jam pulang biasa galau, eh kita mau pulang atau makan dulu? 😁 udah itu ajah. hahahahha
Me: Makasih banyak mala 😘😘
Mala: sama2 hana yang unik lucu 😊


Celebrating Failure

|

Happy Friday Good People ✨✨

I am really happy that weekend is near.  I can't wait another time for me to read ✨✨😊📖
Btw, I have read an inspiring article entitled "Billionaire CEO Sara Blakely Says These 7 Words Are the Best Career Advice She Ever Got" 

The article told us that during Sara Blakely's childhood, her father would sit her down at the dining room table and ask her the same question: "What did you fail at this week?" And when she told him, he high-fived her.

Every week growing up, her father made her reflect on something she'd failed at, then showed her that not only was she still loved after failing, but she was celebrated for it. Her dad taught her that failing simply just leads you to the next great thing.

I really love this article. I used to believe that I only will be loved if I am perfect/get all A on my report card. I was even thinking to kill myself for the bad score/grade that I got. Now, I knew that I did not need to be perfect/get all A on my report to be love. Failure is not the end of me or my world. It is part of the process. It is part of life. Something that I have to go through. I like this article's message because it is aligned with I have learned in life and I even got parenting technique how to tell my children (if I become parent someday), that I still love them despite the failure they make 😊
.
.
Have great day for all of you.
Hope all is well 💕💕

Bebas Biaya Transfer Antar Bank dengan Flip

|
Selama ini, salah satu bahan pertimbangan Hana dalam memilih online shop adalah bank yang disediakan untuk metode pembayaran. Berhubung Hana sayang mengeluarkan uang untuk bayar biaya transfer antar bank sehingga seringkali batal belanja dan cari alternatif lain simply karena pilihan pembayaran yang disediakan. Hehehe

Nah, sekarang semenjak kenal flip (aplikasi untuk melakukan transfer antar bank dengan tanpa biaya), Hana tidak perlu takut lagi jika bank yang digunakan sebagai metode pembayaran berbeda dengan rekening bank yang Hana miliki. Terima kasih flip. :D



Mungkin kalian bertanya "Kok bisa gratis biaya transfer bank?"


\
Flip punya banyak rekening bank (bank BCA, BNI, BNI Syariah, BRI, CIMB, CIMB Syariah, Mandiri, Mandiri Syariah, dan Muamalat) dan telah menyimpan sejumlah uang di rekening bank-bank tersebut sehingga mereka akan mentransfer menggunakan rekening bank yang sama. 

Cara pendaftaran dan penggunaannya juga mudah lho! 
 Untuk cara pendaftaran bisa cek Buat Akun dan cara verifikasi di alfamart bisa cek Cara Verifikasi di Alfamart! 
Dan untuk cara transfernya bisa cek  Kirim uang 

Berdasarkan pengalaman Hana, waktu yang dibutuhkan untuk memproses satu transaksi umumnya adalah 3 jam (meski Flip mengklaim 20 menit sampai satu jam). Saat transaksi telah selesai diproses, bukti transfer akan dikirimkan langsung ke email kita atau didownload langsung melalui aplikasi!

Untuk transaksi belanja online atau transaksi apapun yang batas maksimalnya 1 atau 2 x 24 jam, Flip recommended tapi jika kalian butuh transfer segera (ditunggu penerima transfer saat itu juga), sebaiknya relakan biaya transfer antar bank. hehe

Untuk saat ini puas dengan pelayanan dan jasa yang ditawarkan Flip. Recommended! Patut dicoba! :D
Dan Alhamdulillah Hana bisa hemat Rp 136.500 setelah menggunakan flip :D

O ia, Aplikasi flip bisa diunduh di sini :D

Selamat mencoba!


About Being Replace

|


I am feeling uninspired lately and I think I just found out the reason why. I am afraid I will be being replaced. I compare my feed with other bookstagrammers and I feel I am not good enough. 
And I get less like lately, I knew it probably because the instagram algorithm/my followers were busy, and I should not concern about number likes I got but it still felt hurt cause it like no matter how hard I try, it did not works.😊 
(or maybe my pics are bad lately so it got less like 😂😂)
And few days ago, I met my best friends, they remind me that I am matter. That they like me because I am Hana Bilqisthi (me).😍💕✨
They said they proud of me being bookstagrammer and think I am cool but I refuted and told them there are lot better bookstagrammers than me. They said they did not care about other bookstagrammers because they are not their friends and they are not me (Hana Bilqisthi).

It made me feel better.😊
Alhamdulillah. 
Then I remembered other bookstagrammers who also got less like but I still like them and they are not replaceable for me. 
And I also remembered that I have perfectionist tendency, I like my self when I am seems perfect (doing good job, achieved something) and hate my self when I am not. Maybe this fear come from my perfectionist tendency.
I think Allah want teach me to love myself for who I am, not only my perfect self/condition (love my self unconditionally) or maybe I have to learn to love the process, not the result. 
Wish me luck 😊😘
Thank you so much guys for your support. 😊

STOP WORRYING ON BEING LIKED

|

Once upon a time
There was a girl who wants to be loved and admired by everyone else
She wants to be seen perfect
So she tried everything to make everyone happy
She constantly worrying what other people said about her
And she apologizes whenever people seem to disagree or hate her
But no matter how hard she tried, she couldn't please everyone.
She was devastated at first
But then she read and reviewed a lot of books
She made friend with another book blogger
She began to notice that she always choose particular genre and loathe some other
Sometimes, a book that perfect for her could be disastrous for the others
And sometimes, she will find other people who love the same book but for different reasons
She found out that no book is perfect and liked by everyone else
She began to think that maybe people are like books
No book that appeals to everyone
And that is okay
Maybe she can't fit everyone's taste 
But there will be someone who likes her as she is and considered her enough
Then she decides to embrace the fact that "it is impossible to be like by everyone" 
She did not have to worry on being liked and apologize over little things anymore


Image courtesy: Wild Herbs by julianaapina, modified by me


Post Signature

Post Signature