Top Social

Tampilkan postingan dengan label salam ui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label salam ui. Tampilkan semua postingan

Bukan Kebetulan

|
"Kalian percaya ngga kalau Allah lah yang menggerakan hati dan  jari-jari kita untuk daftar di SALAM UI?" ujar kak Nesti, sekretaris jenderal SALAM UI 14 saat penyambutan staf SALAM UI 14.
Aku terhenyak mendengarnya.
Aku berpikir aku bisa masuk SALAM UI karena aku membuat keputusan memilih SALAM UI.
Ucapan Kak Nesti membuatku tersadar aku lupa bahwa Allah lah yang memiliki kuasa atas hidupku, tubuhku dan segala hal.
Tiada yang dapat terjadi tanpa seizin Allah.
Dan aku bersyukur karena Allah  telah menggerakkan hati dan jariku untuk mendaftar di SALAM UI.



Patience

|


On last 10 July, I attended iftar SALAM UI 16.
There are lecture by Mr. Banu (SALAM UI's Supervisors). He told the story of the Prophet Khidr and Prophet Musa, the story can be found in Q.S. Al-Kahf.

Lessons learned from the story is that knowledge is valuable in the sight of Allah. So it make sense that the pursuit of knowledge is hard. To get knowledge, a person should take pains. (ง '⌣') ง
In  Al-Kahf, Prophet Musa must travel long distances to meet with the Prophet Khidr, to learn from him.

After faced a long journey, Prophet Khidr gave a requirement to Prophet Musa that he must be able to be patient when he studied.

Unfortunately, Prophet Musa can not afford to be patient.
The other lessons: It turns out that our ignorance makes us not able to put up an event. When we learn, sometimes we face the condition where we lost patience and it happened because we do not understand the meaning of our condition. From the story of Prophet Musa & Prophet Khidr, we should be patient when deal with something because our impatience was due to lack of knowledge we have.

Hearing the lecture, made me realize that all this time, when I became impatient with my study or any condition that I faced in my life, the reason is because I don't understand. I am still lack of knowledge.
I am embarrassed that I often gave up when the situation gets more difficult.
I hope I will not be like that anymore

Yuk, Baca versi Indonesia, disini

Jika Lillah

|
Kalau ngeliat BPH SALAM UI  itu gue selalu bingung
Pertama, "Kok ada orang sebaik mereka?"
Kalau Hana minta tolong tuh biasanya direspon dengan cepat dan sungguh-sungguh
sampai gue sendiri bingung

Kedua, "Kok mereka ngga ada capeknya?"
gue bingung kok bisa mereka ikut kegiatan SALAM yang ada hampir tiap hari
dan sering ngajakin gue juga
dan kadang-kadang gue jawab dengan "Hana capek, mau istirahat"
Iya kok mereka ngga capek dan jenuh sih?
:/
Ngga pengen refreshing apa?
:/

Dua pertanyaan itu sering muncul di benakku
dan sekarang sepertinya aku temukan jawabannya

Prinsip mereka adalah "sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi banyak orang" dan "takkan lelah jika lillah"

Soal jika Lillah ini yang Hana mau bahas, Hana baru ngerti kalau melakukan segala sesuatu karena Allah (lillah), insya allah bakal menikmati proses dan capek-capek tersebut. Lillah juga menyiratkan bahwa mereka menyandarkan diri kepada Allah yang Maha Kuat sehingga seolah terasa ngga lelah.
Yang Lillah takan lelah  karena yang lillah akan menjadikan lelahnya sebagai bahan bermunajat dalam linang air mata kenikmatan, ditemani harap dan takut. Yang Lillah selalu optimis akan pertolongan Allah, tidak berkeluh kesah. Baginya dunia hanya ladang amal, maka menikmati proses jauh lebih utama daripada menikmati hasil. Hakikat kita hidup adalah berjuang dan menghadapi setiap ujian dan cobaan. Untuk mengetahui loyalitas kita pada Sang Pemilik Kehidupan. Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima, Karena yang di sisi Allah lebih muliah, sedang di sisimu fana belaka. Agar tidak lelah, pastikan Lillah.



Super banget ya? Subhanallah 
Jadi malu sama diri sendiri T_T
kapan ya Hana bisa kayak mereka?



Dakwah adalah cinta. 
Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.
Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu..
Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. 
Tentang umat yg kau cintai..







Jika....

|


Jika salamui​ adalah seorang lelaki, ingin kukatakan padanya :
salamui​ , aku cinta kamu <3
maukah menikah denganku?
supaya aku bisa selalu bersama mu
tidak berpisah dengannya meskipun nanti lulus UI
aih :')

sedih ketika tahu kepengurusan SALAM UI 16 sebentar lagi berakhir
semoga bisa membuat banyak memori indah di waktu yang tersisa :")

I ♥ U

|

Senyum itu tidak juga hilang dari wajahku
Mataku berbinar
Aih rasanya seperti memeluk asa
Seolah hanya cahaya yang menanti di ujung sana
Perasaan nyaman menggelitik
Ya aku suka
Aku suka perasaan ini
Ketika dadaku penuh gemuruh gelora
Dan suaraku menjadi lantang
KetiKa mata menangkap kontinum permainan
Ataupun ketika bulir air mataku turun
Tergugah karena perhatian dan kebaikan kecil
Aku juga suka setiap momen
Karena ada pompa semangat
Seolah tiada letih

Aih...

aku jatuh cinta

Ya aku cinta :')

Aku cinta Islam, ukhuwah ini dan SALAM UI
♥(ノ´∀`)

Allah begitu baik

|
Berada di tahun terakhir kuliah
Ternyata membawa dampak perubahan persepsi orang terhadapku 
Aku sudah dianggap lebih tahu.. 
Sering sekali jadi tempat bertanya masalah agama.. 
teman-teman sebaya dan adik kelas pun menganggap aku termasuk orang yang shaleh.. 
Saat kutanya mengapa mereka berpikir seperti itu?  
Mereka menjawab bahwa karena aku berada di SALAM UI..
Eh?
Aku pun sering diminta jadi imam shalat (sesama cewek)
Mendengar anggapan mereka tentangku membuatku kaget dan takut.. 
Aku tahu diriku tidak sebaik yg mereka sangka.. 
Masih banyak yg harus diperbaiki.. 
Masih banyak yg harus dipelajari..
Aku takut mereka kecewa mendapati diriku tidak sebaik sangkaan mereka
Aku takut salah menjawab
Aku takut tidak becus menjadi imam...
Di sis lain, Aku merasa konyol mendengarnya...
 mengapa keberadaanku di SALAM UI membuat temanku berkesimpulan aku saleh? 


Saat kuceritakan ini sama teh enung, dia tersenyum dan berkata
"Bukankah itu tandanya Allah menjaga penilaian orang terhadap Hana?  Allah masih menjaga aib Hana.."
Woaaaaaaaaaaa.. :O
Hana ngga kepikiran sampai situ...
Alhamdulillah
Ya Allah, aku malu sekali..
Begitu banyak dosa dan kesalahan yg aku lakukan dan Kau masih menjagaku.
:')

 "Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang dikatakan oleh orang-orang itu. Dan ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui (dari diriku). semoga aku lebih baik dari yang mereka sangka"
Amin :)

Teruntuk SALAM UI 16 (esai saat pendaftaran BPH SALAM UI 16)

|
Nama Saya Hana Bilqisthi. Saat ini saya mahasiswa psikologi angkatan 2010. Saya adalah seorang yang berpikir dahulu sebelum bertindak, melakukan perencaan, terus terang, dapat bekerja di dalam tim, dan rajin. Alasan utama yang mendorong saya mendaftar SALAM UI 16 adalah rasa cinta saya terhadap SALAM UI. Ada banyak manfaat yang saya dapatkan ketika saya menjadi staf PSDM SALAM selama dua kepengurusan, yaitu SALAM UI 14 dan i5, saya berharap dapat membalas kebaikan SALAM dengan memberikan kontribusi lebih kepada SALAM UI, yaitu mencalonkan diri menjadi BPH PSDM SALAM UI. Selama ini ketika menjadi staf, ide-ide saya terkadang tidak dapat dilaksanakan karena sudah memiliki rancangan program di awal yang tidak dapat diubah. Saya berharap dengan menjadi BPH saya dapat melaksanakan ide-ide saya tersebut. Selain itu, saya ingin mengaplikasikan ilmu psikologi yang saya miliki. Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Pesan Rasulullah tersebut ingin saya amalkan melalui penerapan ilmu psikologi yang saya miliki jika menjadi BPH PSDM SALAMUI.  
SALAM UI sebagai rumah muslim UI menurut saya mimpi yang terlalu besar mengingat selama dua kepengurusan terakhir, bahkan pengurus SALAM sendiri belum semuanya merasakan SALAM sebagai rumah. Bahkan sebagian acara SALAM sendiri seolah-olah dari, oleh dan untuk pengurus SALAM.  Akan tetapi menurut saya hal tersebut bukannya tidak mungkin untuk diwujudkan.. Sesuai kata-kata bijak Walt Disney “if you can dream it, you can do it.”. Bisa jadi SALAM UI sebagai rumah, minimal untuk seluruh pengurus SALAM,  tidak dicapai dalam dua kepengurusan terakhir karena belum bermimpi sebesar itu sehingga kepengurusan sebelumnya tidak mencoba ke arah sana. Saya berharap dapat menjadi bagian yang mewujudkan mimpi tersebut  maka dari itu saya mendaftar sebagai BPH SALAM UI.
Untuk dapat membuat SALAM menjadi rumah muslim seUI tentu akan menghadapi berbagai  tantangan. Menurut saya, perlu langkah awal untuk membuat muslim seUI menganggap SALAM UI sebagai rumah muslim UI yaitu membuat SALAM dicintai oleh muslim seUI. Perlu teknik marketing, pencitraan dan penyelenggaran program-program SALAM yang baik dan dapat sedang diminati muslim seUI. Betapa membahagiakan jika sebagian besar muslim seUI mencintai SALAM UI dan menganggap SALAM sebagai rumah. Mungkin salah satu contoh betapa SALAM dekat dengan mereka adalah tiap mendenger kata “Salam” dalam obrolan, mereka langsung mengasosiasikannya dengan SALAM UI. Hal serupa terjadi ketika mereka sedang membaca buku atau status update baik di facebook dan twitter.
Peran PSDM di mata saya adalah membuat seluruh pengurus  SALAM mengenal dan mencintai SALAM sehingga mengganggap SALAM sebagai rumah. Para pengurus ini dapat menjadi duta SALAM dalam menyebarkan berita kepada teman-teman terdekatnya bahwa betapa mereka mencintai SALAM dan mengganggap SALAM sebagai rumah. Pesan mulut ke mulut merupakan strategi marketing yang ampuh. Hal ini disebabkan seseorang lebih mempercayai apa yang dikatakan orang-orang terdekatnya dibanding orang asing. Salah satu inovasi yang akan saya lakukan adalah program “aku suka SALAM”, yaitu dengan meminta para pengurus SALAM membuat karya, entah dalam bentuk esai, puisi, poster atau video (sesuai kemampuan mereka) untuk menceritakan hal yang mereka sukai dari SALAM dan harapan mereka terhadap SALAM. Diharapkan program ini akan menumbuhkan rasa cinta terhadap SALAM dan muslim UI yang berada dekat dengan pengurus SALAM. Pemberitaan dari mulut ke mulut tersebut diharapkan tidak terhenti pada teman-teman terdekat pengurus SALAM, namun menjadi rangkaian panjang sehingga makin banyak muslim UI mencintai SALAM. Saya sendiri membayangkan SALAM UI dalam konteks sebagai rumah muslim UI adalah tempat peristirahatan para anggotanya, tempat kembali ketika merasa lelah karena tahu datang ke SALAM akan membawa perasaan semangat. Saya membayangkan para pengurus Salam mendatangi SALAM dengan perasaan senang, tidak merasa pekerjaan sebagai beban.  Inovasi lain yang saya lakukan adalah penulisan surat kontrak kerja perpengurus (perorang) yang berisi tanggung jawab dan hak pengurus sehingga pengurus SALAM mengetahui apa yang mereka harapkan dan dapatkan dari SALAM. Selain itu, saya menginginkan setiap pengurus memiliki kartu nama pengurus SALAM di awal kepengurusan. Kartu nama ini berfungsi sebagai pengingat bahwa mereka adalah bagian dari SALAM. Harapan dari kepemilikan kartu nama adalah pengurus merasa memiliki SALAM karena memegang “benda yang terdapat identitas SALAM”. Selain itu, untuk menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap SALAM dalam diri pengurus saya akan membagikan database SALAM kepada seluruh pengurus SALAM entah dalam soft copy atau phonebook dengan tujuan para pengurus SALAM saling mengenal anggotanya satu sama lain.
Saya juga berencana melakukan kerjasama dengan biro MENTARI agar melakukan pencatatan khusus mengenai presensi pengurus. Saya melihat bahwa presensi acara-acara SALAM tidak memisahkan antara pengurus SALAM dengan yang bukan sehingga menyulitkan proses penilaian kinerja. Selain itu, saya berencana membuat penilaian berdasarkan kriteria untuk kinerja pengurus SALAM dan penilaian tersebut diberitahu di awal pertemuan silaturahmi sehingga pengurus SALAM mengetahui kinerja apa yang diharapkan dari mereka. Misalnya 50% penilaian kinerja dari presensi kehadiran pada rapat, 20% dari presensi acara-acara SALAM, dan 30% dari hasil keberhasilan  tuags yang dijalankan. Saya juga membayangkan mekanisme perizinan atau pengganti presensi .Saya masih merancang soal penilaian ini akan tetapi saya akan membuat presensi sebagai penilaian utama.
Jika diibaratkan dalam sebuah keluarga maka PSDM adalah seorang ibu, dimana PSDM bertanggung jawab akan tumbuh berkembangnya kebersamaan pengurus dan alur kaderisasi SALAM UI. PSDM adalah ibu yang selalu berusaha membuat pengurus SALAM merasa sebagai satu kesatuan dan memfasilitasi program-program yang dirasa dapat mengembangkan potensi pengurus SALAM. Saya berharap dengan suksesnya PSDM membuat pengurus SALAM mencintai SALAM membuat kinerja mereka lebih terasa ringan dan memunculkan ide-ide kreatif yang dapat mengembangkan SALAM ke arah lebih baik. Semoga saja SALAM UI 16 sebagai rumah muslim UI dapat benar-benar terwujud. 
SALAM UI 16: Saudara selamanya!



Memaknai Kerja

|


selama beberapa bulan kemarin Hana ngerasa kalau hana useless (ngga berguna)..
Hana sering ngeluh begitu dan temen-temen Hana, umi bertanya balik apa yang membuat Hana merasa begitu?
I end up silent
I do not know the answer of their question
o I know but I am not quite sure that is the answer...

hm...
I end up asking myself
why do you feel this?
Am I useless because I can not do anything?
I feel like I did not make the society  better...
I feel I contribute less to society..

Feeling useless is sign of depression...
Am I depressed?

But then I realize i did not have any other sign of depression, i only feel that i am useless


Then
14 September ini SALAM UI mengadakan evaluasi paruh tahun dan salah satu sesinya adalah sesi khusus bersama staf dan Ketua SALAM UI 16 (@ariefadit_ya) ...
Kak Arief menjelaskan kembali salah satu budaya SALAM UI 16 yaitu memaknai kerja, bahwa pekerjaan sekecil apapun itu berharga :) Dia mencontohkan seorang yang memiliki pekerjaan memasang skrup pada mobil dan dia memaknai pekerjaannya.. dia menganggap penting pekerjaannya.. tanpa sekrup, mobil tidak akan menjadi mobil dan mungkin akan terjadi kecelakaan

Ah!
His statement made me reflect to my condition and it made me realize that after all this time I never appreciate what I have done...
 I always think I have not give the best and bigger effort...It quite made me sad that I am in my last year in SALAM UI but i did not became a better contributor...I often think that SALAM UI 16, my friends did not need me...I am quite replaceable...
I understand now that I did not appreciate task that I have done. I thought only big things that count... I should not do that..
Seharusnya Hana memaknai kerja Hana... bahwa sekecil apapun pekerjaannya itu tetap pekerjaan yang berharga..
:")





 Sometimes we never realized that our little actions could mean big for other people.
 And with remembering these little positive things we got from other people, 
we know that live is actually not that bad. 
We are blessed in some ways.
(Ayu @flyingpig19) 


The begins of SUPERPSDM SALAM UI 16

|

hari ini timbul (team building) psdm..
bangun dengan agak malas karena semalem tidur ngga nyeyak. 
Dan ternyata tempat timbulnya di Ui wood (kirain ke ragunan atau tmii) dan sempet berasa buang waktu karena nunggu laama (ketemuan janji jam 8 tapi baru pergi jam 9an)
Tapi Hana tetep seneng karena ini pertama kalinya Hana ke UI wood :D Yuhuuuuuuuuuuuu!! Alhamdulillah :D



salah satu acaranya adalah tuker kado.. dan ternyata hana dapet lem uhu dari lutfan -___-“
dari sekian banyak barang, kenapa gue lem uhu…hm…….. :/
trus mupeng (muka pengen) cokelat silverqueen yg didapet kak zein dari Zahra
Selain itu menemukan fakta bahwa ternyata kaka zein suka biskuat cokelat

baru meyadari ternyata tas gue baru beli itu warna merahnya norak >.<  menyesal knp ngga pilih warna biru keijo2an tapi apa daya sudah dibeli



belum nyentuh mpbi.. belum ngetik format perusahaan sponsor untuk UI BF dari syifa
>.<
ayo hana selesain! jangan males!

Will I fall in Love?

|


“Gue berencana balik ke fakultas, Hana”. Jawaban tersebut berulang kali gue dengar setiap bertanya pada salamers i5 apakah mereka akan ikut SALAM 16. Aku termenung, akan seperti apa SALAM 16 nanti? penuh wajah baru yang asing? mungkinkah aku jatuh cinta pada salam 16 seperti mencintai SALAM i5? Gue sadar gue tipe yang butuh proses agak lama dalam hal beradaptasi dengan orang-orang baru… takutnya kondisi gue yang seperti ini membuat gue sulit jatuh cinta dengan SALAM UI 16.. Kemudian pas kumpul salamers pertama kali di gedung B1 FMIPA UI,  gue dapet surat cinta




dan gantungan kunci ini…


gantungan kuncinya ternyata ada kacanya pas di balik..
Jadi, waktu selesai baca "The great person is behind this" dan kemudian membalik gantungan kunci, taraaaaaaaaaaaa~~~
gue mendapati
muka gue :’)
dada gue bergemuruh… tiba-tiba rasanya ingin menangis..
sumpah BPH salam nya kreatif banget dalam hal merebut hati..
apalagi merebut hati seorang hana :')
kayaknya gue ngga perlu khawatir soal apakah gue bakal jatuh cinta dengan SALAM 16..
karena detik ini, gue  mulai jatuh cinta sama SALAM 16  (ノ´`

SALAM UI 16

Hei Cantik, Yuk Berjilbab! :D

|

Tulisan Ini Dibuat dalam Rangka Mendukung Gerakan Ayo Menutup Aurat

Jangan memandang saya tinggi karena khimar yang saya pakai. Saya masih belajar. Karena menutupi aurat itu kewajiban, bukan pilihan. ☺
- @reginaeggi




"Kerudung itu cuma buat perempuan yang udah nikah, yang pulang naik haji dan ibu-ibu (punya anak). "

"Kerudung dipake cuma waktu-waktu tertentu kayak shalat, sekolah agama dan lebaran. "


Dulu waktu usia gue dibawah 12 tahun, itu bayangan gue tentang kerudung karena itu yang gue liat sehari-hari. I mean Indonesia yang penduduknya sebagian besar muslim dan gue ngeliat ngga semua perempuannya pake kerudung, jadi waktu kecil gue kira kerudung itu sunnah, ngga wajib.

Pas usia 12 tahun mulai tahu kalau pakai kerudung ternyata wajib. Istilah yang lebih tepat berhijab ya? Sempet memutuskan berhijab pas masuk SMP tapi ternyata di SMP, cewek rambut lurus panjang kayak gue dibilang cantik. Gue pun takut kalau gue pakai kerudung nanti ngga dibilang cantik lagi. Setelah selama enam tahun di SD, gue nganggep diri  gue ngga cantik dan pas di SMP ternyata gue dipuji cantik karena rambut gue, maka gue pun belum rela pakai kerudung. Alasan lain yang membuat gue ngga mau pake kerudung itu… eh, Pernah baca 25 alasan enggan berhijab ga? Well, hampir semua alasan itu bener lho kalau buat kasus gue, kecuali no 5, 15, 16, 22 dan 23. Hahahaha.. dan itu belum masuk semua alasan gue enggan berhijab. Alasan lain gue belum mau pakai kerudung adalah karena gue belum ngerasa pengetahuan dan praktik agama Islam gue udah baik, soalnya gue liat temen-temen gue yang udah pake kerudung sering  jadi tempat bertanya masalah agama dan gue ngga yakin gue sanggup melakukan itu kalau gue pakai kerudung atau  gue juga ngga jadi bisa jadi contoh yang baik kalau gue berkerudung nanti. Terus juga waktu gue kecil, gue ngeliat kerudung monoton, ngga fashionable. Hehe

Waktu kelas 3 SMP, gue kaget ngeliat salah satu senior gue, Kak Levana pakai kerudung di SMA dan dia makin cantik pakai kerudung. Ternyata pakai kerudung bisa tetep cantik ya? :D Gue pun mulai tertarik pakai kerudung tapi ternyata di SMAN 1 Karawang ngga boleh pakai kerudung bergo (ceplos/langsung pakai), harus pakai kerudung segi empat. Hal itu sempat membuat gue mengurungkan niat gue pakai kerudung karena pakai kerudung segi empat itu susah buat gue (gue belum bisa) tapi karena dukungan umi, memey dan temen-temen gue di kelas X, gue pun pakai kerudung pas masuk SMA (walaupun kerudung gue berujung berantakan pada jam akhir-akhir pelajaran hendak pulang sekolah karena ngga tahu cara benerinnya).


Sayangnya, waktu semester 1 kelas X, gue masih setengah-setengah pakai kerudungnya, cuma pakai kerudung pas sekolah. Hehe .. Kalau lagi pake baju bebas, gue ngga pakai kerudung.  Hal itu membuat temen-temen gue terutama cowok pada nanya alasan gue pakai kerudung dan gue jawab karena disuruh Umi dan buat mutihin badan. Hehe..  Beneran lho! Semenjak pakai baju panjang dan kerudung, badan gue ngga belang lagi.

Di akhir semester 1, gue menyadari adanya perubahan-perubahan semenjak gue pakai kerudung (selain tambah putih). Ngga ada lagi yang nyangka gue non muslim. :D Dulu waktu SMP, gue beberapa kali disangka non islam sama temen gue (mungkin karena gue punya kulit kuning dan rambut lurus khas etnis Tionghoa).  Gue ngga khawatir lagi apakah kalau gue duduk, celana dalem gue bakal keliatan apa ngga (soalnya sebelum pakai kerudung, gue suka pakai rok mini/selutut). Cowok-cowok yang kalau gue jalan kaki (di sepanjang jalan Surotokunto, dari Johar sampai rumah) biasanya bersiul dan terkesan ngegodain gue, ngga melakukan hal tersebut lagi. :D

Soal cantik, setelah merenung, gue tersadar satu hal bahwa hal yang paling penting yang gue pelajari adalah meniatkan berhijab untuk Allah, gue ngga peduli lagi apakah nanti akan ada orang yang memuji gue cantik apa ngga. Cukup Allah bagi gue :) 

Peristiwa yang justru menguatkan gue untuk berkerudung adalah kasus Aa Gym poligami. Gue aneh ngeliat banyak orang di media yang marah karena Aa Gym poligami. Bukannya Islam memang mengizinkan poligami ya (Baca Q.S. An-Nisa: 3) ? Buat gue pasti ada alasan tersendiri Aa Gym poligami. Selain itu, menurut gue poligami itu urusan pribadi, terserah orang tersebut mau poligami atau tidak selama sesuai aturan dalam Islam. Jadi seharusnya orang-orang ngga semarah itu sama Aa Gym. Pas lagi heboh, kebetulan gue baca ayat ini:

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


“Tidaklah pantas bagi seorang mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah apabila Allah dan Rasul-Nya memutuskan suatu perkara, lalu mereka masih memilih-milih (yang lain) dari urusan mereka”

 (Al-Ahzab: 36)

Awalnya pas baca ayat itu. Gue berkata dalam hati “Tuh kan? Kenapa orang-orang pada ribut? Allah kan udah bilang poligami boleh.” Tapi ayat itu justru membuat gue sadar mengenai perilaku gue sendiri: Soal berhijab! Gue udah tahu Allah telah menetapkan bahwa perempuan muslim itu wajib berhijab ketika sudah baligh (sudah haid), tapi gue masih menunda-nundanya untuk melakukannya.  Gue baca lagi Al-Ahzab : 36 ““Tidaklah pantas…..” dan seketika gue menangis. (ʃ˘̩̩̩_˘̩̩̩ƪ)  

Semenjak itu gue pun memutuskan untuk memakai kerudung dan menutup aurat. :D


Soal pengalaman menutup aurat ada kejadian yang lucu buat gue. Jadi waktu masuk kuliah gue ngeliat banyak perempuan berjilbab & ngga, pada ngga pakai kaus kaki. Saat itu gue pikir “Oh.. kalau udah kuliah ngga perlu pakai kaos kaki.”. Gue pun ngga pakai kaos kaki. Terus pas masuk SALAM, gue aneh gitu ngeliat senior-senior akhwat (perempuan) di di SALAM pada pakai kaos kaki tapi saat itu gue pikir mereka kayak anak SMA (masih pakai kaos kaki kalau pakai sepatu) dan bahkan mereka minta pintu sekre ditutup kalau ada ikhwan lewat sementara mereka dalam kondisi ngga pakai kaos kaki atau ngga mau lewat ke daerah ikhwan, kalau lagi ngga pakai kaos kaki. “Kok ribet banget?” pikir gue. Gue pun nanya kenapa mereka ribet banget, mereka bilang “mau menutup aurat dengan sempurna” tapi saat itu gue ngga ngerti maksud mereka . Sampai pada akhirnya gue shalat dan tiba-tiba ada angin dari belakang sehingga kaki gue keliatan dan saat itu gue baru inget “kaki juga termasuk aurat!”. Berarti harus pakai kaos kaki juga. Hehe.. Awalnya pakai kaos kakinya bolong-bolong, hari ini pake terus besok ngga (soalnya gue ngga mau ngerasa kepaksa jadi belajar membiasakan diri secara perlahan). Tapi sekarang udah mulai terbiasa pakai kaos kaki tiap hari (pas keluar rumah tentunya). Hehe..



Jadi, tunggu apa lagi?
 bagi kamu perempuan muslim, yuk menutup aurat :D


oia jangan lupa 


Note: Kalau ditanya pandangan gue tentang poligami? Dulu waktu SMA, gue selalu jawab gue setuju poligami selama itu ngga terjadi sama gue. Kalau saat ini, jawaban gue: gue setuju poligami dan gue bakal ngizinin suami gue poligami (kalau gue yakin dia bisa berlaku adil dan gue yang jadi istri pertamanya karena gue ngga yakin mau jadi istri ke2,3, ataupun 4.).

another lesson learned: gue melihat kebenaran berdasarkan apa yang banyak orang lakukan dan tidak membuat asumsi.. hehe.. harusnya gue mencari langsung di Al-Quran



Aku dan SALAM UI i5

|


Jujur aja, awalnya gue berencana ngga bakal ikutan organisasi apapun selama di semester 4 karena ingin memperbaiki IP yang terlanjur hancur di semester 2 dan 3.
 Sempet terbesit niat ikut salam tapi ternyata calaon ketua salam yg gue jagoin (Kak agung fkm) malah ngga kepilih.. yg kepilih malah kak gun. Maaf ya kak ardhy.. padahal kakak dari psiko tapi hana malah ngga dukung kakak…

Gue pun berubah pikiran pas ngeliat sebagian besar temen deket yang berhenti ambil kepanitian tapi berencana fokus di satu organisasi (BEM PSIKO atau BEM UI), gue pun sempet berpikir untuk mengikuti jejak mereka..
Pas lagi bingung mikir mau ikut BEM atau ngga, pendaftarannya keburu ditutup.. yang masih terbuka tuh SALAM UI.. akhirnya gue pun daftar di SALAM UI.. 
alhamdulillahnya keterima :D


pas awal masuk sempet kaget karena sebagian besar mahasiswa yg masuk SALAM ternyata menunjukkan muka-muka bersemangat  seolah sesuai jargon salam yaitu Get the spirit :D
 hana yang awalnya setengah hati masuk SALAM jadi ikut bersemangat juga.. :D
Menghindari kesalahan di masa lalu, Hana pun berusaha bersungguh-sungguh di SALAM dengan cara ikut kegiatan SALAM (selama tidak bentrok dengan kegiatan akademis).. intinya berusaha mengutamakan kegiatan SALAM UI..


Alhamdulillah lama-lama Hana jadi jatuh cinta sama SALAM UI, terlebih lagi Hana dapet temen-temen yang baik banget sama Hana :’)

Kesalahan Hana tersebesar di SALAM i5 itu sering menghindar dari tanggung jawab di psdm..
Hana sering banget ngga mau megang amanah atau tanggung jawab besar dan akhirnya jadi ngerepotin Kabiro PSDM Teh Enung sama, deputinya Kak opang , dan temen-temen psdm lainnya :’)
Maaf ya Hana bandel… Kalian baik banget mau bersabar sama Hana :’)
Hana bersyukur banget memilih tetap di SALAM dan batal jadi mahasiswa SO (Study Oriented) :D






Yang berhak menentukan benar dan salah

|




Kalian mungkin udah tahu kalau dalam Islam sendiri ada berbagai perbedaan pendapat. Pernahkah kalian merasa bingung dan bertanya-tanya. Misalnya kenapa ada yang shalat subuh pake qunut, ada juga yang ngga? Kenapa ada yang pake celana ngatung? Kenapa ada yang pake cadar, pake kerudung ma yang ngga pake kerudung? Kenapa ada yang manjangin jenggot tapi ada juga yang ngga? Kenapa ada kenapa umat islam yang ketika melakukan pengeboman berkata bahwa itu adalah jihad? sementara sebagian lagi mengatakan itu bukan jihad?  Kenapa NII, ahmadiyah dan syiah dianggap aliran sesat?  Kenapa… ? Kenapa..? Dan banyak pertanyaan kenapa lainnya…  Siapa yang sebenernya benar di antara mereka? yang tambah bingung adalah semuanya mengaku bener.
 \( °°)/
Siapa sih yang berhak menentukan benar dan salah?  (゚ペ)

dan Hana secara tidak sengaja menemukan jawabannya di buku Fiqih Dakwah karya Jum’ah Amin Abdul Azis . buku tsb merupakan buku yang wajib dibaca peserta TOS (Training Orientasi SALAM) 3 . Buku itu ngga menjawab semua pertanyaan di atas sih. Tapi buku itu menjawab pertanyaan mendasar “Siapa sih yang berhak menentukan benar dan salah?  “. Hana jadi bersyukur dapet kesempatan baca buku tersebut karena jujur aja judul bukunya ngga menjual buat gue. Judulnya Fiqh Dakwah, bukan tipe buku yang bakal Hana beli. Beda ceritanya kalau judulnya “Solusi Permasalahan Muslim Indonesia”, mungkin Hana beli. hehe.. Tapi pas baca beberapa halaman pertama Hana langsung memutuskan untuk membeli buku tersebut :D Buku ini tuh bener-bener salah satu buku yang ngajarin “Don’t judge book by its cover


 Dari buku itu, Hana  menyimpulkan bahwa sebenarnya kita tidak berhak menuduh/memvonis seseorang itu benar ataupun salah. Kita boleh merasa benar tapi bukan berarti hal tersebut membuat kita  boleh memaksakan kehendak/pendapat kita kepada orang lain, apalagi sampai menganggap yang berbeda pendapat dengan kita itu kafir. Kalau seseorang berbuat hal yang menurut kita salah, kita boleh membenci perbuatannya tapi jangan sampai membenci orangnya, apalagi menganggap orang tersebut kafir. Kita tidak boleh mengkafirkan seorang muslim yang mengucapkan syahadatain dan melaksanakan segala konsekuensinya, melaksanakan kewajiban-kewajiban, kecuali ia menyatakan dengan terang-terangan kata-kata kekufuran atau mengingkari sesuatu yang jelas dari masalah agama atau mendustakan sharih-nya Al-Quran, atau menafsirkan Al-Quran dengan penafsiran yang tidak sesuai dengan uslub-uslub bahasa arab, atau karena suatu perbuatan yang tidak ada pengertian lain kecuali kufur.


Perbuatan kita mengkafirkan seseorang justru membuat saudara sesama muslim menjauh padahal Allah menyuruh kita menyeru pada kebaikan dan serahkan hasilnya pada Allah. Ya, menyerahkan hasilnya pada Allah. Ketika tidak menyerahkan hasilnya pada Allah, kita sering sekali menjadi kecewa dan memaksakan kehendak kita pada orang yang kita ajak pada kebenaran menurut kita. Kita hanya mampu mengajak seseorang berubah tetapi kita tidak bisa mengubah seseorang. Selain itu, kita seolah lupa bahwa untuk manusia, Allah masih membuka pintu tobat sebesar-besarnya. Berbeda dengan syetan yang pintu tobatnya sudah tertutup. Jangan sampai mengkafirkan seorang muslim justru malah membuat kita bersekutu dengan syetan.

Oleh karena itu wajib bagi kita umat muslim untuk mendalami Islam, mengetahui nilai amal dan hukumnya, apakah termasuk fardu ain, fardu kifaya, sunnah, sunnah muakad. Perbedaan hukum dalam masalah-masalah cabang tidak berbahaya selama didasarkan ijtihad syar’i yang benar. Bahkan perbedaan tersebut adalah rahmat bagi umat , fleksibilitas dalam syariat, dan keleluasaan dalam fiqh. Kita tidak boleh tergesa-gesa menetapkan seseorang kafir pada setiap orang yang melanggar hukum tanpa membedakan yang ditetapkan dengan nash dan yang ditetapkan dengan ijtihad, antara nash yang qath’i dan yang zhani, dan antara yang penting dan kurang penting dalam masalah agama.

“Saya tidak senang jika para sahabat Nabi itu tidak berbeda pendapat. Karena andaikan hanya satu pendapat saja, niscaya manusia berada dalam kesempitan. Mereka adalah para imam yang diikuti. Kalau ada seseorang yang mengambil kata-kata dari salah seorang diantara mereka itu termasuk sunnah.” –Umar bin Abdul Azis


Dalam Dekapan Ukhuwah
by Salim A. Fillah

karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
karena kerhomatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus
sejuta kebaikan yang lalu
wasiat sang Nabi rasanya berat sekali:
“Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara”

Kubaca Firman Persaudaraan
by Salim A. Fillah


ya, kubaca lagi Firman-Nya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku makin tahu persaudaran tak perlu dirisaukan

karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai
aku tahu yang rombeng bukan ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil
mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
tentu terlebih sering, imankulah yang compang-camping

kubaca firman persaudaraan Akhi sayang
dan aku makin tahu, mengapa di kala lain diancamkan:
“para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain..
kecuali orang-orang yang bertaqwa”


Jika kau merasa besar, periksa hatimu
mungkin ia sedang bengkak
jika kau merasa suci, periksa jiwamu
mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani
jika kau merasa tinggi, periksa batinmu
mungkin ia sedang melayang kehilangan pijakan
jika kau merasa wangi, periksa ikhlasmu
mungkin itu asap dari amal shalihmu yang hangus dibakar riya
- Salim A. Fillah


intinya perbedaan pendapat itu ngga masalah selama bukan masalah ajaran pokok dalam Islam :D
jadi, untuk urusan yang cabang, bukan pokok ajaran islam, tidak ada manusia yang berhak menentukan seseorang itu benar ataupun salah.  Yang Hana tangkep sih gitu, semoga aja ngga salah. Kalau salah, mohon koreksinya :D


Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

“Wahai manusia!  Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang mulia diantara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (Q.S. Al Hujurat: 13)

“…. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikanNya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahu-Nya kepadamu terhadap apa yang dulu kamu perselisihkan.” (Q.S. Al-Maidah: 48)


Daftar Pustaka

Azis, J. A. A. (2011). Fiqih dakwah: Studi atas berbagai prinsip dan kaidah yang harus dijadikan acuan dalam dakwah islamiah. Surakarta: PT. Era Adicitra Intermedia.

Fillah. S.A. (2010). Dalam dekapan ukhuwah (5th  ed). Jogjakarta: Pro-U media.

Post Signature

Post Signature