Top Social

Tampilkan postingan dengan label random. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label random. Tampilkan semua postingan

Something wrong

|

“Chris, what should I do if my husband jealous of our friendship?”
“Don't worry about it. You will not need me any more when you get married. You can talk all your problems to your husband.”
I stare at Chris and gave him “Are you sure?” look.
I hesitated a little bit then opened my mouth “But you are my best friend. I think I still want to talk you”
“Han, if you are still looking for me to tell your problem after you get married, there is something wrong in your relationship. Your husband should be your best friend.”
For a moment, I could not talk back at him because I realized there is truth in his words.
 
Image Courtesy of Alexas_Fotos at pixabay.com
 

Paradox

|

Terkadang aku bertanya-tanya,
Orang-orang bisa nyaman cerita padaku karena aku memang pendengar yang baik atau karena aku lulusan psikologi?
Kau tahu, terkadang ketika mereka tahu bahwa aku lulusan psikologi, mereka langsung menganggap aku bisa jadi tempat curhat penyelesaian masalah.
Atau justru belajar psikologi membuat aku menjadi pendengar yang baik?
Atau malah karena aku pendengar yang baik, aku memilih psikologi?

Image courtesy of By Camila Damásio at unsplash.com


Tapi temanku Kame pernah bilang “Han, I want to talk you because I do not need typical psychological advice. I can go to other psychology student. I need your advice.”

:")
kame bisa banget ya
Omongan ya bikin gue lumer.
Allhamdulillah punya temen kayak kame :D


Aku meminta cinta, 
tetapi Dia menghadirkan kepadaku 
orang-orang yang bermasalah untuk dibantu

Kenapa Bukan Buku?

|
Beberapa waktu lalu sempat keheranan karena sahabatku tidak memberiku hadiah buku terlepas mengetahui aku menyukai buku.
Hal tersebut menjadi misteri (yang ingin kuketahui tapi terlalu malas untuk kucari tahu jawabannya) untuk beberapa waktu.
Sampai kemudian aku sendiri mengalami berada di posisi sahabatku.
Seorang teman yang aku ketahui menyukai buku hendak menikah dan tentu saja aku pada awalnya berniat memberi dia buku tentang pernikahan atau pendidikan anak tapi kemudian aku sadar satu hal: dia suka buku!
Dia suka membeli dan membaca buku.
Bahkan dia suka membaca buku tentang pernikahan atau pendidikan anak.
Huft..
Takutnya buku yang akan kuberikan justru sudah dia miliki.
Jadi alih-alih memberi buku, aku memberinya hal lain.

Jangan-jangan pikiran sahabatku juga seperti itu?
Image Courtesy of Maliha Mannan at unsplash.com



Note: Tulisan tentang buku sekarang pindah ke blog Hana Book Review (hanabilqisthi.wordpress.com)

Selingkuh!

|
Aku tidak mengerti dengan wanita yang membenci selingkuhan suaminya. 
Seharusnya mereka membenci suaminya juga, selingkuh kan melibatkan dua pihak.
Bukankah berarti suaminya terlibat?
Kenapa sering kali hanya pihak perempuan yang disalahkan? 
Selama ini itulah anggapanku dan disinilah aku sedang menjilat ludahku sendiri. 
Aku baru saja menampar gadis selingkuhan suamiku di rumahnya. 
Gadis itu memegangi pipinya dan memicingkan matanya seolah tidak percaya apa yang baru saja dia alami. 
Suamiku tiba-tiba masuk, datang entah dari mana. Wajahnya merah karena marah, dia berbicara sambil menunjuk-nunjukku tapi aku tidak bisa mendengar apa yang dia katakan. 
Apakah dia malah marah padaku? Apakah dia menyalahkanku?
Semuanya terasa blur, badanku lemas, dan telapak tanganku berkeringat. 
Aku selama ini tidak pernah menampar seorang pun dalam hidupku.
Apakah ini mimpi? Mimpi yang buruk?
Seolah kehilangan kendali, tawa histerisku menggema memenuhi ruangan.

Mengapa Kau Tak Percaya

|
Image Courtesy of Luke Chesser at unsplash.com



A: "Kupikir kau menyukainya"
B: "Kenapa kau berpikiran seperti itu?"
A: "Karena Rani bilang begitu padaku."
B: "Apakah Rani sahabatku? Apakah aku sering bersama dengannya?"
A: (Menggeleng)
B: "Mengapa tidak bertanya padaku? Aku hanya memberi tahu pria yang kusukai pada sahabatku." Mengapa kau tidak tanya mereka? 
A: ...
B: "Ya, aku menyukainya tapi karena dia sahabatmu dan rasa suka itu tidak lebih dari sekedar teman."
A:  "Sebaiknya kau tidak bersikap baik padanya"
B:  Apakah dia salah paham? "Aku hanya mengirim surat padamu, yang aku suka itu kamu." 
A: ...
B: Apakah kamu berpikir aku berbohong? Mengapa kau tak percaya?

Bisnis Emosi

|
Jika perasaan bisa diperjualbelikan,
berapa harga perasaan yang baik, enak?
seperti cinta, bahagia?
Apakah mereka akan menjadi barang mahal karena banyak orang menginginkannya?
Atau justru jadi murahan?
Akankah muncul cinta tiruan, cinta KW sekian?

Berapa harga untuk perasaan yang tidak mengenakkan?
Seperti galau, sedih, putus asa?
Kurasa akan banyak orang yang menjualnya,
tapi apakah ada yang mau membelinya?


Dear my future husband

|
Dear my future husband,


Image Courtesy of David Mao at unsplash.com


Sedang apa kau disana?
Meski saat ini aku tidak tahu kau siapa dan dimana.
Semoga saat ini kau baik-baik saja.
Aku berharap Allah selalu melindungimu.


Aku selalu suka cara Allah menghiburku.
Kau tahu aku punya satu keinginan
aku berharap maharku nanti komik yotsuba
Dan kemarin saat ke gramedia Grand Indonesia, aku menemukan komik yotsuba volume 1-2.
Ternyata Elex mencetak ulang komik tersebut. \(^0^)/
Alhamdulillah. Yuhu! Yippie! Yeah!
Aku senang melihatnya.
Akan kuanggap ini sebagai pertanda
bahwa sebentar lagi aku akan bertemu dirimu,
Amiin
Eh, kau tidak keberatan kan kalau aku meminta maharnya komik atau buku?


O ia, aku baru saja selesai membaca buku The Secret of Happy Families oleh Bruce Feiler.
Apakah kau sudah membacanya juga?
Buku ini benar-benar bagus.
Aku tidak menyangka dapat menemukan buku yang masuk tipe buku yang ingin kutulis dan kubaca sekaligus.
Aku tidak sabar mempraktikan bersamamu.
Tentu saja ada beberapa hal yang harus dimodifikasi sesuai nilai, kondisi dan kesepakatan kita.
Semoga kita bisa menjadi keluarga yang bahagia.

Terima kasih sudah membaca suratku.



Love,

Your future wife

Tulisan ini ikut serta dalam gerakan #NulisRandom2015 dari 1 Juni-30 Juni 2015

6 Alasanku Menyukai Mike Wazowski di Monster University

|

Pernahkah kalian menonton film dan merasa karakter filmnya mirip dengan kalian?
Well, itu yang aku alami saat melihat Mike Wazowski di Monster University


Image Courtesy of Disney.co.uk

*Aku dan dia memutuskan universitas yang kami inginkan saat kami masih kecil.
Di dalam film, Mike  saat TK pergi ke Monster Inc dan bertemu dengan seorang Scarer alumni Monster University, dia menginspirasi Mike untuk masuk Monster University.
Waktu masih TK, aku juga menganggap mahasiswa UI keren karena aksi mereka waktu 98, meski tidak bertemu langsung seperti yang Mike alami dan bertekad masuk UI.
Nah, setelah masuk UI aku menemukan banyak teman-temanku bercita-cita masuk UI dari kecil juga, ada yang dari TK, SD.

*Fokus belajar untuk mencapai tujuan
Mike rela mengorbankan banyak hal demi meraih tujuannya. Dia menyicil belajar. Jadi inget Hana juga pernah kayak gitu. Hana sebut pernah karena Hana ngerasa rajinnya pas semester-semester awal aja, kayaknya motivatasi Hana menurun pas semester akhir. Kagum sama Mike yang bisa konsisten.

*Persistence.
Mike tetap maju dan tidak mudah menyerah meski banyak orang yang bilang mike tidak bisa dan percaya kerja keras akan terbayar. Hana ngerasa mirip juga soal hal ini, Hana tipe yang kalau Hana mau sesuatu, I will work hard to get it dan ngga akan menyerah, ngga peduli orang ngomong apa. Lalalala~

*Mike awalnya bukan team player, dia berpikir dia bisa sukses sendiri dan membawa teman-temannya ikut sukses, ternyata dia belajar pentingnya kerja sama tim dan berjuang bersama-sama.
Ini juga! Awalnya waktu awal masuk kuliah hana juga bukan team player, banyak ngerjain tugas sendiri. Alhamdulillah di kuliah belajar percaya sama temen satu tim dan kerja sama dengan teman satu tim.

*Fearless, jika Mike berpikir sesuatu harus dilakukan untuk mencapai tujuan, dia akan melakukannya.
Mike berani bernegosiasi dengan Dekan Hardscrabble agar dia diizinkan masuk kembali ke Scaring Program jika dia berhasil menang Scare Game.

*Hal yang paling aku sukai dari Mike adalah dia sadar tiap orang itu unik, punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan kekurangan bukanlah alasan untuk menyerah dan berhenti meraih mimpi.

Tidak ada satu jenis scarer, mereka beragam, mereka memanfaatkan kelebihan dan kekurangan mereka.

Aku menyadari hal yang sama saat mengambil mata kuliah psikologi kepribadian, ada berbagai tipe psikolog, keunikan dan kelebihan mereka membuat mereka bisa berkontribusi dalam ilmu psikologi. Siapa bilang hanya ada satu cara dalam meraih sukses?
Jika kamu benar-benar tahu apa yang kamu inginkan, percayalah pada mimpimu dan dirimu sendiri.
Berusahalah menggapainya.
Mungkin akan tidak mudah, banyak hambatan dan rintangan, tapi suatu saat nanti kau akan meraihnya.

Thank you Mike Wazowski untuk inspirasinya! :D


Tulisan ini ikut serta dalam gerakan #NulisRandom2015 yang berlangsung sejak 1 Juni hingga 30 Juni 2015



Forgotten April

|


At noon 23rd April, only few people remember my birthday: my cousin Raissa, my niece QQ, My close friend: Kame & Nova. I confused. I usually got endless notification about birthday greeting from social media. But none said happy birthday to me on facebook, I only got two mention in twitter and one from google plus

“What’s going on here?” I ask myself “Do they busy? Do they forget the date? Do they wake up late? Do people already forget me? Do they...

What broke my heart even more is that none of MSC member has said happy birthday to me.
so I asked them in WA group “Guys, today is my birthday. Do you forget it or pretend to forget it?”

None of them answered so I suspect they pretend to forget my birthday, I mean if I really forget my friend’s birthday, I will say birthday and sorry as soon as possible when I get notified/remember.

When I go to google, the doodle is on birthday theme. I am moved.

I was like “Even google remember my birthday, why my best friend and my friends did not?”
Then I check my Facebook profile, I suddenly realized something odd. Last year, I remember facebook gave me mark “cake symbol” and sentence “your birthday is today.”
But I did not found those things on my Facebook profile.

 I suddenly realized something: I hide my birthday.  I need to fix it. I will unhide my birthday. Then I go to setting but I could not find it. I try several times and still I could not find how I unhide my birthday.
Hahahaha ...

It seemed that I have to accept the fact that for my 22nd’s birthday only few people that remember it.
But my patient only lasted until twilight, the sadness that I feel because people forget me become unbearable. I wanna cry.
For me, birthday is important moment, moment to feel thankful to be born in this world and celebrate it.

Suddenly, I remember Kak Aditya Kurniawan. He is the one who inspire me to hide my birthday on Facebook, so I told him(via WA) that I failed to follow his example because today is my birthday and I feel sad and I am still not used to with this sudden change. I also told him I tried to change to unhide my birthday on Facebook but I did not how.

He laugh, said happy birthday to me and then told me how to unhide my birthday. I should go to update profile, not went to setting.
I felt silly and stupid. How can I forget about that? O_O
But when he told me, I am on the bus on my way back to karawang from Jakarta ( I got interview test at Indian Embassy that day) and my internet connection kinda bad plus low battery.
Since I can’t bear the pain and sadness that people forget my birthday, I sent text to many WA's group that I joined in: Today is my birthday, so please said happy birthday to me.
Then I got some happy birthday greetings from my friends. I was happy again! Yeah! Alhamdulillah!

When I told Kak Adit about my solution, he laughed and said “Han, why do not you ask a friend to notified your other friends that today is your birthday?”
( O .. O )
Suddenly I felt stupid, I did not think that way. Maybe I am going to try the advice next year (Insya Allah)

Anyway I realized the good things from this year forgotten birthday:

-I got reminder that my best friend MSC is quite mischievous. They really pretend to forget my birthday since they knew I hate being forgotten. Yeah, I think it is better, I mean things it could get worse. I mean being forgotten is better than they throw flour on me or drown me onto lake. Sometimes we are happy when we pick or joke on our friends. 

-I did not have to reply tons or many birthday greeting, especially from somebody I don't really know.

-Keep positive thinking. My friend have their way to say happy birthday to me. Like my close friend Ranti, when I asked why she has not said happy birthday, she admitted that she remembered my birthday, but since she failed became the first person to say happy birthday to me, she intend to became the last person who said happy birthday to me. :’)
It is so sweet.

-Having wedding on my birthday will not be a good idea (I used to think having wedding on my birthday is good idea). I feel so sad because my birthday is forgotten, I could not image how sad I am if the wedding date is similar to my birthday and then my husband forget those.
Hahahahahaahhaha

-I realized that the disappointment that I felt is because I love this world so much. It is reminder that I should place my hope and my expectation in Allah then I will find never get disappointed.

When nobody else celebrates you, learn to celebrate yourself. When nobody else compliments you, then compliment yourself. It’s not up to other people to keep you encouraged. It’s up to you. Encouragement should come from the inside.
—  Joel Osteen

Baca versi bahasa Indonesia, di sini 



Kau aneh!

|

“Kau lihat perempuan berkerudung pink disana?” tanya sang suami
“ya” jawab sang istri
“dia adalah wanita idamanku sebelum menikah denganmu,  aku mencintainya ....”
sang istri tersenyum getir dan kemudian beranjak pergi
air mata terurai dari pipinya
sang suami mengejarnya “kenapa kau menangis?”
“apa yang kau rasakan jika pasanganmu mengatakan bahwa dia mencintai orang lain di hadapanmu?”
sang suami tersenyum
(¬▂¬)  “tega sekali kau! aku benci” sahut sang istri
sang suami tetap tersenyum
sang istri mengeluarkan ekspresi (Û³ ˚Д˚)Û³ 
sang suami memegang wajah sang istri dan menghapus air matanya
“Aku tidak percaya kamu lucu sekali saat cemburu. “ Sang suami tersenyum
“Kuberi tahu kau satu rahasia, ketika pria memutuskan untuk menikah dengan seorang perempuan, itu berarti pria tersebut mencintai perempuan itu melebihi perempuan lain yang pernah singgah dalam hidupnya. Wanita berkerudung pink tadi? Kau tahu, dulu aku menganggapnya yang tercantik. Sampai aku bertemu denganmu. Saat ini, kau adalah wanita yang paling cantik dan paling kucintai di dunia ini.”
 ⊙o⊙
 ( '﹏' )
sang istri mencubit sang suami (ˇ▼ˇ)-c<ˇ_ˇ) 
“Hahaha.. aku tidak percaya ini.
Ternyata aku menikah dengan pria yang tidak tahu mengungkapkan cinta dengan baik.
Lain kali jika ingin mengatakan bahwa kau mencintaiku, jangan dengan menunjukkan wanita yang pernah kau cintai.
Aku bisa salah paham.
Tolong jangan diulangi”
Sang istri  menyeka air mata dan tersenyum menatap suaminya
“Kau aneh! dan anehnya aku mencintaimu.” ujar sang istri
"Aku juga mencintaimu"  balas sang suami
Keduanya pun tertawa

*terinspirasi curhat seorang sahabat



Memohon Ampun

|
ya Allah,
imanku compang camping
kukira ......
aku termasuk yang mendengar
namun  ternyata,
aku tidak mendengar!

aku juga mengira......
aku termasuk yang melihat
ternyata aku juga tidak melihat!
Meski telah Engkau tunjukkan tandanya berulang kali!!

Ah... dan hakikat hidup?
Kukira aku telah mengerti ..
baru kusadari aku juga tidak mengerti
aku hanya bermain-main dengan waktu

Hal yang paling gila adalah..
aku berbangga karena hatiku suci..
ternyata.....
hatiku keras,
mati,
dan kotor..
ternoda oleh dosa-dosa yang kukira (lagi-lagi)  kecil..



Ya Allah, berilah aku ampunan
ya Allah, jangan masukkanku ke dalam hamba-hambaMu yang merugi

I AM FROM

|
Dari mata kuliah psikologi konseling, gue dapet tugas I am from ….. (Saya adalah dari …..)



Tujuan dari latihan ini adalah agar anda dapat melakukan self-disclosure sambil mengembangkan kreativitas emosi anda.
Ceritakanlah keadaan diri/penghayatan anda sendiri dengan memakai kata-kata deskriptif yang menggambarkan perasaan dan pengindraan anda  (sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa) dalam hal-hal berikut ini:

Paragraf 1: makanan favorit
Paragraf 2: pesan yang terus-menerus anda dengar dari orangtua
 anda
Paragraf 3: tradisi/kejadian istimewa
Paragraf 4: seseorang yang menarik/spesial yang anda kenal
Paragraf 5: suatu tempat di mana anda merasa aman dan damai
Paragraf 6: sesuatu item/barang spesial yang tidak pernah akan
 anda berikan kepadaorang lain dan yang akan anda
simpan sepanjang masa
Paragraf 7: sesuatu yang terjadi setiap hari
Paragraf 8: Pemandangan yang selalu anda lihat setiap pagi
dalam perjalanan anda ke kampus/tempat kerja
Paragraf 9: Suatu tempat yang ingin anda datangi kembali
(misalnya tempat berlibur, mal, negara lain, dll)
Paragraf 10: Sisi positif diri anda
Paragraf 11: Sisi negatif diri anda
Paragraf 12: Yang anda inginkan dalam hidup


Well, ini jawaban gue :D

I AM FROM



Saya adalah dari bentuk yang beragam mengikuti cetakan. Saya dapat berbentuk hati, ikan, bintang, buah dan apapun yang anda inginkan. Anda bisa mengatakan bahwa saya fleksibel dan dinamis. Tekstur saya sederhana tapi sangat menggiurkan sehingga membuat air liur mengalir. Saya sering disajikan di momen spesial dan biasanya saya muncul sebagai penutup. Rasa saya manis dan kenyal. Saya adalah pudding. :9

Saya adalah dari cinta yang tak mengharap tanpa balas. Cinta orang tua pada anaknya. Saya muncul dari rasa khawatir akan badan Hana yang tetap kecil. Saya berbunyi “Makan yang banyak ya”. :9

Saya adalah dari ucapan terima kasih atas ilmu yang diberikan dari guru kepada muridnya. Saya adalah salah satu bentuk penghargaan kepada jasa tanpa pamrih. Saya adalah senyum yang muncul dan ucapan terima kasih dari seorang Dosen kepada muridnya ketika diberi hadiah.

Saya adalah dari wajah yang selalu tersenyum menyambut ketika saya pulang. Seseorang yang menjadi sumber harapan, motivasi dan kebahagiaan bagi Hana.  Saya adalah seorang yang berkata bahwa Hana adalah gadis paling cantik di dunia.  Seorang yang rela mengorban waktu tidur, harta, dan segalanya agar Hana bahagia. Setiap Hana membuat kesalahan, saya langsung memaafkannya. Saya ingin Hana mendapatkan yang terbaik. Saya adalah ibu Hana.


Saya adalah dari manifestasi usaha mencari ridha Allah. Tempat dimana panggilan menuju kemenangan bergema. Saya adalah tempat percintaan terbaik antara hamba dan Tuhan. Tempat terdapat pilar menyokong kubah dan berjajar sajadah. Tempat pertemuan para muslim untuk berbaris, bersujud menyembah Allah. Tempat dimana seolah Allah berkata “Aku tidak melihat status, kecantikan, dan kepintaran hambaKu. Yang membedakan kalian hanyalah ketakwaan”. Tempat dimana barisan terdepan diisi orang-orang yang lebih dahulu mempersiapkan diri menjawab panggilan kemenangan. Beragam usia, suku, status bersebelahan. Tempat yang memunculkan perasaan bahwa “Hana, kau tidak ada apa-apanya. Kau bukanlah siapa-siapa diantara kerumunan lain.” Tempat ini juga seolah berkata “Kamu tidak sendirian, setiap muslim bersaudara.”. Idealnya, ini adalah tempat terjadinya peristiwa besar, pertemuan Hamba dengan Tuhannya, perjanjian suci antara lelaki dan perempuan, sekolah, pusat pemerintahan, dan berdiskusi. Di negeri bernama Indonesia, saya mudah ditemukan. Saya disebut rumah Allah. Saya adalah Masjid

Saya adalah dari sebuah kesaksian dan pengakuan bahwa tiada Tuhan Selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Saya bisa naik dan turun. Saya tidak statis dan butuh penyelamatan berulang kali. Saya adalah Iman.



Saya adalah dari hati-hati yang merindu. Saya bagai candu, yang menimbulkan rasa tenang, bahagia, nyaman, sekaligus takut. Saya adalah pemberhentian dari segala hiruk pikuk yang membuat kepala penat. Saya adalah sentuhan yang lembut pada hati yang letih dan payah. Saya hanya dapat ditemukan pada waktu khusus yang dipilih. Saya merupakan jembatan penghubung antara Tuhan dan hambaNya. Saya adalah shalat wajib lima waktu

Saya adalah dari hasil persepsi kedua mata Hana yang minus. Langit biru, awan putih terbentang indah. Ruko-ruko yang berjajar.  Jalan setapak dan pepohonan yang berjajar rapi menimbulkan decak kagum “Masya Allah”. Wajah-wajah yang bersemangat, lemas, bingung, kaget, takut, panik  dalam menyembut pagi.  

Saya adalah dari Jalan Surotokunto no 74 Karawang. Saya didatangi ketika Hana kecil telah kehilangan tempat berteduh. Jika dilihat dari atas, saya menyerupai huruf  U yang dibentuk dengan garis tegas. Warna saya putih tapi penutup saya berwarna cokelat kemerah-merahan. Saya dapat berwarna apa saya sebenarnya, ah tapi sang pemilik sepertinya menyukai warna putih. Saya adalah saksi bisu dari canda, tawa, tangis, pertengkaran, amarah, kekecewaan, cinta, takut, kebingunan, terkejut, kebohongan, kejujuran dan segala hal yang dilakukan oleh penghuninya. Saya seperti magnet, sebentar saja penghuninya menjauh, mereka tetap kembali. Saya tahu Hana benci saya, dia sering berkhayal meninggalkan saya semenjak kedatangannya. Tapi selama dua belas tahun, Hana tidak dapat pergi. Ketika pemilik saya pergi meninggalkan dunia ini, saya tahu waktu saya tidak lama lagi. Anak-anaknya ingin menjual saya. Selamat tinggal, Hana. Sekarang saya telah memiliki pemilik baru, bentuk baru, dan nama baru. Saya adalah rumah kakek Hana. Tempat yang Hana rindukan akan tetapi tidak dapat kembali.


Saya adalah dari nikmat yang diberikan Tuhan.  Saya adalah bentuk syukur atas cinta yang diberikan. Saya seolah membawa kemiskinan jika dilakukan, namun saya justru membuat yang melakukan merasa kaya dan berlebih. Saya memunculkan senyum orang yang menerima. Saya adalah sifat memberi.


Saya adalah dari dalam diri Hana yang tidak percaya dirinya berharga. Saya akan selalu muncul menyerang pikiran positif Hana. Saat Nova bilang bahwa Hana itu mudah dibuat tertawa, saya muncul dan berkata “Hana mudah dibuat tertawa? Kayaknya ngga deh.. emang karena nova itu lucu. Siapa ja bisa ketawa karena nova lucu banget.”. Saya terus muncul dan membuat hal-hal positif Hana seolah hanya sementara, dari luar diri Hana, dan membuat Hana berpikir bahwa hal-hal buruk itu  berasal dari dalam dirinya, stabil dan permanen. Saya adalah pikiran-pikiran negatif dalam diri Hana yang suka mengkritik dirinya sendiri.


Saya adalah dari penerimaan tujuan adanya manusia di Bumi. “Manusia ada di bumi untuk menjadi khalifah dan manusia hidup untuk menyembah Ku!” seru Allah. Saya ingin menjadi golongan hamba-hambaNya yang ketika mendengar perintah Allah menjawab “Kami mendengar dan Kami taat.”. Saya ingin segala sesuatu yang saya lakukan mendekatkan saya pada Allah, memperdekat jarak antara saya dan surgaNya sehingga saya bisa bertemu denganNya.




setelah mengerjakan tugas ini, jadi menyadari gue jarang memakai  kata-kata deskriptif yang menggambarkan sentuhan,  pendengaran, penciuman... gue terlalu fokus pada penglihatan, perasaan...

Menyemangati Diri Sendiri

|
Masih soal skripsi...
 Belakang ini gue ngerasa ngga semangat pas ngerjain skripsi
tapi gue tahu, gue ngga boleh terus-terusan dalam kondisi ini..
so, gue mencoba menyemangati diri sendiri dengan kirim pesan WA (Whatsapp) ke diri sendiri

Hahaha... Gue ngerasa diri gue ada-ada aja karena ngirim pesan ke diri sendiri... XD
Terus jadi mikir temen-temen yang lagi skripsi ngerasain hal yang sama juga ga ya?
Dan akhirnya gue iseng ngirimin pesan "Semangat" ke temen-temen gue...













Sempet kaget ternyata respon temen-temen gue cukup positif  :D Better than I expected :D Alhamdulillah :D
Ternyata menyemangati orang lain membuat gue lebih semangat :D



Katalog Perpustakan Psikologi UI versus UGM

|
Tanggal 21 Agustus 2013 kemarin, gue mampir ke perpustakan psikologi UGM.. :D
Gue denger UGM terkenal dengan indegenous psychology nya dan karena kebetulan gue lagi mengerjakan skripsi tentang taaruf, gue mau tahu apakah udah ada yang neliti atau belum dan hasil penelitian mereka seperti apa.. Kalau relevan kan bisa gue kutip :D




Nah dalam usaha pencarian,gue menemukan tampilan layar katalognya ternyata seperti ini:
0.0
hah? apaan ini? :O
gimana cara pakainya?
gue sempat kebingungan dan mencoba-coba, tapi tetep bingung (gagal)
akhirnya gue nanya ke petugas perpustakannya...
Beliau dengan baik hati langsung bantu cari... tapi jadinya gue  masih bingung cara penggunaannya

Gue pun memanggil temen gue, Fida dan Rizka, untuk bisa melihat langsung katalognya supaya mereka ngerti pas gue menceritakan keanehan  akan katalognya.
Btw, temen gue Fida menemukan instruksi penggunaan katalognya

Makin kaget lah gue :O

ternyata seribet itu... :O


ini tampilan yang akan terlihat di layar, kalau mengikuti instruksi tersebut






Soalnya di UI, katalognya udah mirip google, tinggal ketika kata kunci dan violaaaaaaa hasil keluar

ngeliat katalog perpustakan psikologi ugm membuat gue sadar bahwa selama ini gue udah menganggap kemudahan pencarian buku di perpus sebagai hal biasa (standar), sehingga membuat gue lupa bersyukur :') ngga kebayang sesulit apa pengerjaan tugas-tugas kuliah kalau pakai katalog aja gue kebingungan...
Alhamdulillah :D
Terima kasih banyak Allah
Terima kasih banyak juga kepada seluruh petugas perpustakan psikologi UI dan orang (atau orang-orang?) yang telah membuat katalog perpustakan  :D
Kalian telah membantu mengefektifkan waktu Hana dan membuat Hana senang sama perpustakan :D



IMPOSSIBLE Request

|

PAKET YANG DIDAPATKAN OLEH CALON WISUDAWAN
·         Toga Wisudawan
·         Buku Alumni
·         Foto Resmi Ucapan selamat dari Rektor dan Dekan kepada wisudawan
·         "PIAGAM ALUMNI"
·         Account untuk Email Alumni (nama@alumni.ui.ac.id)
·         Snack Box
·         Dokumentasi DVD Upacara Wisuda
·         Undangan :
o    1 Undangan untuk Wisudawan
o    1 Undangan untuk keluarga Wisudawan (berlaku 2 orang)
Kuulang membaca kalimat terakhir… berlaku 2 orang, huh?
Ku menghela napas panjang
Dua orang? siapa mereka?
Ya.. biasanya sih orang tua..
tapi gue punya 3 orang orang tua, gue punya ibu (umi), seorang ayah (abi), dan seorang ayah tiri (om yul). Tiga orang dan undangannya untuk dua orang
Gue kembali menghela napas. Gue harus menyisihkan salah satu.
It is tough choice.  How could I choose between one of them? :’(

Skenario 1:
Tadinya rencana gue adalah gue bakal ngundang umi dan abi, dan kemudian minta maaf sama om yul karena ngga ngundang beliau. Tapi ketika gue bilang hal tersebut ke umi. Umi bilang hal itu ngga mungkin om yul bakal marah dan umi juga ngga bisa dateng karena abi bukan mahram umi dan om yul pasti ngelarang umi buat dateng. Umi bilang kalau gue harus memilih.
Aih… I hate to choose..
I am afraid I hurt one of them..

Skenario 2 :
I did not invite mydad karena sebenarnya mudah saja jika gue ngga ngundang abi. I mean he is rarely involved in my life. The one who raised me is my mom. The one who work for my tuition fee and my living expenses is also my my mom. I could easily tell my dad that I don’t invite him because he never involved in my life. Where are you when I miss you,Dad?! Where are you when I need you, dad?!  Nowhere..
I hate you so much dad.. I hate you.. You don’t care about me so I do not care about you.   Yup I can tell him that the reason I don’t invite him is REVENGE.
Gue tahu gue bakal bisa membalas perlakukan abi dan akan merasa impas kalau gue ngga ngundang beliau. It is easier to do but it did not feel right.
I just realized it when I heard my father got stroke. Melihat beliau kesakitan membuat gue sadar gue ngga mau melihat beliau sakit ataupun sedih. So revenge is not an option and  revenge is not a good thing to do. Forgiving is better. I want to invite him because I want to tell him that I forgive him. I do not want to have this cold father-daughter relationship.

But I cannot eliminate my mother and my step father. I have very nice step father who really care about me and my siblings.

Skenario 3:
Find out a way to invite them all. Maybe I could ask one of my friend who has only one parent to ask whether one of my parent can join the invitation or ask a lecturer. Or maybe I could ask my mom to pretend to be so she the one who wear toga and I am the one who will not come to graduation ceremony.

Skenario 4:
I did not invite them all. I get married before I graduated and invite my husband to come and none of my parents.

Then I tried scenario 3 and it did not work out. Ah… I knew from the start.. because it is impossible request. Who am I ask for more invitation? (,_,)
Yah… It is impossible..
Yah
Yah… It is impossible..
IT IS IMPOSSIBLE..
Yeah.. who is person who can I ask for impossible request?
It struck me.
Han, It is IMPOSSIBLE REQUEST!!! It is IMPOSSIBLE REQUEST! :D
And I knew the One who I can ask for that..
He is Allah SWT
Astagfirullah
How could I forget such thing?!
Because it is impossible, I should ask to The One who can turn out IMPOSSIBLE become POSSIBLE :D

Bismillah
“ya Allah, I ask for more invitation so all my parent can come to graduation ceremony or I ask you the best way to solve this problem (which two that I should invite) or maybe You have a better way to solve this problem that I have not think about. Amin”

Okay, I admit..
Gue lebay..
Skripsi aja belum kelar udah mikirin wisuda..  Hehehe ^^v
Gue stress karena mikirnya udah kejauhan :D
Sekarang yang penting selesain dlu skripsinya (^0^)9
Wish me luck Guys :D






Blessing in Disguise

|
"Setiap orang punya penyakit masing-masing".
Aku masih ingat jelas perkataan guru les bahasa inggrisku itu. Ketika beliau mengatakannya usiaku sekitar 14 tahun dan aku tidak mengerti maksudnya apa.
Sekarang sepertinya aku mulai mendapat gambaran :D



waktu belajar mata kuliah teori emosi mengenai emosi dan kesehatan... ternyata ada hubungan antara stress dan kesehatan.. Biasanya ketika stres, sistem kekebalan tubuh kita menurun sehingga bagian tubuh kita yang paling lemah mudah terserang penyakit... Nah dalam kasus gue, setiap kali stres, gue mulai pilek.. bersin-bersin gitu..

Dulu gue ngerasa sedih sama penyakit ini.. yang kambuhnya amat sangat sering (sepertinya gue sering stres? hahahahah)..
Alhamdulillah... Setelah gue pikir-pikir, gue bersyukur penyakit yang muncul tiap gue stress adalah pilek,  karena setiap kali bersin, gue akan menyebut Alhamdulillah (segala puji bagi Allah).. Dan semakin sering gue bersin semakin sering gue nyebut Alhamdulillah :D
Gue diberi kesempatan sama Allah untuk terus berdzikir ketika sakit.. Wow.. It is cool :D
Allah baik banget.. :D
Gue jadi menyadari mungkin Allah ingin menegur gue yang jarang berdzikir dan kemudian gue diberi jalan :D
Alhamdulillah :D

We have so many blessings, and most of them are blessings in disguise. 

That's why we can't see it.

Pingsan

|

Hari ini aku merasa aku layaknya orang pingsan
tak sadarkan diri
kejadian lewat saja di hadapanku
tanpa kumaknai
tak kuberi arti
ataupun kurefleksikan
aku seperti air yang mengalir dari hulu ke hilir
terus menurun ke bawah
dan (keburukan pun)  menjadi semakin besar
sungguh aneh!
aku tidak merasakan apa-apa
rasanya kebas
apakah kebas itu yang membuatku tak juga terbangun?
bahwa yang kulakukan selama ini tidak juga membaik
aku benci diriku sendiri
yang cuma bermulut besar
katanya ingin IP 4
ingin lulus 3,5 tahun
tapi apa yang selama ini kulakukan?
aku hanya diam!
bertahan dalam kondisi demotivasi
waktu luang kusia-siakan
padahal aku tahu…
 waktu luang itu….. salah satu ujian Allah
sepertinya aku butuh unfreeze moment
agar aku dapat changing
tapi dimana dan bagaimana aku mendapatkan nya?
hahaha.. bodoh!
kau tidak perlu moment, hana!
cukup bergerak mencoba
ingat teori David Kolb?
tinggal mengulang proses learning cycle
daripada diam!
karena diam sama dengan memelihara keburukan!
ooh.. kau takut mencoba? takut salah?
memangnya hal buruk apa yang akan terjadi?
ditertawakan? dianggap bodoh? dicemooh?
Kalaupun terjadi ,berapa lama sih hal tersebut akan menetap?
Bukankah kau ingin jadi lebih baik setiap harinya, hana?
atau itu cuma omong kosong mu yang lain?
dasar pembual!
Aku tidak butuh!
Ingatkah kau akan kata-kata ini: “Bila Anda terus melakukan hal-hal yang selama ini Nada lakukan, Anda akan terus mendapatkan hasil yang sama.” –W. Edwards Deming
Mau begini terus?
Diam sementara yang lain berjalan, berlari dan bahkan terbang..
ya terbang melesat..
meninggalkan mu
aku yakin kau tidak mau..
atau justru kau mau?
:’(
Kumohon….. Bangunlah…
Jangan jadi beban ataupun sampah..





I wonder...

|



Siapa yang bakal ngasih hana bunga/hadiah/boneka saat wisuda? Berapa orang?
Siapa yang akan mau datang dan minta berfoto bersama Hana?
Siapa yang bakal ngisi komentar di wall of fame yang biasanya dipajang di lorong menuju Kantin lama?


Kak Rimba, me and Kak Vina

Me, Kak Reza, Kak Ardhy, dan Kak Fajar


Pertanyaan –pertanyaan itu muncul saat gue dateng ke wisuda semester ganjil di tahun 2013 lalu (tanggal 9 Februari 2013). Ini pertama kalinya gue dateng ke wisudaan sebagai pengunjung (junior) yang mau ngucapin selamat ke senior-senior yang wisuda. Sebelumnya gue ngga pernah karena gue ngga kenal deket juga sama yang wisuda dan hal tersebut membuat gue tersadar akan satu fakta bahwa gue ngga deket sama junior gue di Psikologi .

 Hm… I wonder… 


pertanyaan lainnya:
Gue dateng dan melihat ada yang bawa keluarga besar.. kira2 keluarga besar gue bakalan dateng ngga ya kalau pas Hana wisuda?
Bisakah hana lulus 3,5 tahun?
Bisakah hana jadi wisudawan terbaik?
Apakah para wisudawan itu shalat zuhur dan asharnya dijama?
Nanti pas wisuda, Hana ke salon apa ngga?
pakai kebaya kah? kalau iya, pakai warna apa?


Post Signature

Post Signature