Top Social

Private Notes sehabis nonton Habibie Ainun

|
Kemarin tanggal 11 Januari hana dan uwa-uwa gue (kakak dari umi) pergi nonton film Habibie Ainun. Gue sempet takut bakalan ngga seru pergi sama uwa-uwa gue tapi ternyata ngga :D uwa-uwa gue melontarkan lelucaon selama perjalan pergi dan pulang serta tidak mengganggu gue menikmati film :D yang lebih penting lagi gue ngga keluar uang sepeser pun karena dibayarin.. hehe \(^0^)/

Gue sering nangis sepanjang nonton film ini.. (ʃ˘̩̩̩_˘̩̩̩ƪ)   kagum sama Pak Habibie yang percaya diri. Waktu mau main ke rumah Ainun, Pak Habibie dateng pakai becak sementara para pesaingnya yang berusaha mendapatkan hati Ainun datang pakai mobil. Dia tidak mempermasalahkan orang lain berkata apapun mengenai usaha atau caranya mendapatkan Ainun. Pak Habibie hanya yakin dia bisa dan bertindak berdasarkan keyakinannya itu. Dia tidak mempermasalahkan hal-hal lain. Kepercayaan diri tersebut juga ditampilkan Pak Habibie ketika diminta mengerjakan proyek kerangka badan kereta api di Jerman, dia tidak peduli omongan rekan-rekan kerja yang awalnya meragukan dirinya, seperti "Kamu yakin dengan insinyur itu?  Kereta di negara dia saja impor dari negara kita."
Dan Pak Habibie berhasil membuktikan bahwa dia memang mampu :D

Buat gue sendiri yang ketika melakukan sesuatu sering dihantui pertanyaan "Bagaimana jika gagal? Gue bakal malu banget .. dan lain sebagainya.." sehingga sering kali akhirnya gue berhenti  atau memilih menyerah dan tidak berusaha untuk mencapai yang gue inginkan. Menonton film ini membuat gue merasa tersindir dan tentu saja membuat gue ingin berubah.


Hal yang paling jleb (menusuk hati gue) dalam film ini adalah perkataan Pak Habibie ketika pertanggung jawaban beliau sebagai presiden RI ditolak.  "Bangsa ini mampu berdiri sendiri tapi mereka menolak untuk percaya." Pak Habibie bercita-cita pesawat-pesawat buatan anak negeri ini bisa digunakan untuk memudahkan transportasi Indonesia yang terdiri dari bebagai pulau-pulau.
Adegan lelucon pesawat terbang dalam  film ini juga membuat gue menyadari bahwa gue termasuk "orang-orang yang tidak percaya bangsa ini mampu berdiri sendiri" dan secara tidak sadar gue telah merendahkan kemampuan diri gue sendiri. Gue juga bangsa Indonesia soalnya.

Lelucon pesawat yang diceritakan tuh kira-kira seperti ini "Pas lagi perang , pesawat AS muncul dan orang-orang berteriak "Tembak! tembak!" tapi karena saking cepetnya pesawat itu tetep terbang. Wajar Pesawat AS! Nah kemudian pesawat Indonesia muncul, orang-orang berteriak "tembak!tembak!" tapi kemudian mereka membatalkannya "ngga usah ditembak! pesawat buatan Indonesia, nanti juga jatuh sendiri."


Kalian tahu? dulu waktu denger lelucon tersebut gue termasuk yang tertawa. Gue jadi merasa bersalah dan menyadari seharusnya kalau gue tidak bisa membawa bangsa ini menjadi lebih baik, at least gue tidak menertawakan ataupun mengkritik orang-orang yang sedang berusaha membuat Indonesia menjadi lebih baik.

Sebagian orang setelah menonton Habibie Ainun tersentuh dengan romantismenya dan mengutip kata-kata romantis yang dikatakan Pak Habibie ke Ainun maupun Ainun ke Habibie. Itu juga menarik :) tapi gue lebih tersentuh ketika melihat perjuangan Pak Habibie meraih mimpinya dan bagaimana Ainun menguatkan Pak Habibie di masa-masa sulit.
Menonton film ini seolah mengingatkan gue bahwa orang-orang yang bermimpi besarlah yang berhasil mengubah dunia :D






Be First to Post Comment !
Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung :D
Yang menulis belum tentu lebih pintar dari yang membaca
Jadi, silahkan kalau mau memberikan kritik, saran, umpan balik & pujian.
:D

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature