Top Social

Tampilkan postingan dengan label IHBevent. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IHBevent. Tampilkan semua postingan

Perjuangan untuk Ikut Gala Premiere Bulan Terbelah di Langit Amerika

|


Pada hari Senin, 14 Desember 2015 pukul 9:31 WIB, aku menerima email dari Indonesia Hijab Blogger berisi Undangan Premier Bulan Terbelah di Langit Amerika (BTDLA). Alhamdulillah! (^0^)/
Dalam waktu 13 menit, aku berusaha memastikan bahwa diriku memenuhi semua syarat yang tertera dan mengirim email.

Ketika mengecek timeline akun instagram IHB, aku terkejut mendapati pengumuman mengenai ajakan nonton premier BTDLA sudah dilakukan lima hari sebelumnya yaitu 9 Desember 2015.
Yuk nonton premiere film Bulan Terbelah Di Langit Amerika @bulanterbelah bersama IHB. Selasa 15 desember 2015 jam 18.30 di Epicentrum Kuningan. Dapatkan tiket gratisnya dengan cara: • Sudah menjadi member IHB dan atau sudah pasang banner IHB yg di-link ke blog IHB di blognya. • Sudah follow IG dan twitter IHB. • Pasti hadir di premiere. Jika berhalangan hadir setelah pengumuman pemenang, harap info ke IHB 1 hari sebelum hari H. • Setiap pemenang DIWAJIBKAN untuk membuat blog post review film Bulan Terbelah Di Langit Amerika setelah menonton filmnya. • Kirim email ke indonesianhijabblogger@gmail.com dengan subjek IHBxBTDLA dan format : Nama, No. HP dan alamat blog. Pemenang akan diumumkan via IG dan diundang ke grup Whatsapp IHBxBTDLA. Tersedia 19 tiket untuk 19 orang. Siapa paling cepat kirim email, dia yg dapat! #IHBxBTDLA #IHBevent
A photo posted by Indonesian Hijab Blogger (@ihblogger) on

Beberapa akun berkomentar bahwa mereka terlambat. Aku sempat berpikir yang sama: apakah aku terlambat? Aku cek ulang keterangan jam email masuk dari IHB. Aku menerimanya hari ini tanggal 14 Desember 2015.
Hmmm...
Sepertinya kuota 19 orang belum terpenuhi sehingga kemudian dikirim undangan via email.
Lagipula pengumuman pemenangnya belum diumumkan jadi aku masih memiliki kesempatan!

Do not be afraid before starting. 
Do not feel defeated without a fight

Aku pun memberi tahu berita baik ini kepada temanku, Retno. Retno belum terdaftar di IHB pun langsung mendaftarkan diri dan memenuhi persyaratan di atas.

Sambil menunggu pengumuman IHB, aku mencoba mencari kuis dengan hadiah serupa dan ternyata Forum Lingkar Pena juga bagi-bagi tiket. Aku pun langsung ikutan!


Hal yang lucu adalah selesai Retno mengirim email, semenit kemudian twitter IHB mengumumkan pemenangnya. (*゚ロ゚)


Ternyata aku dan Retno tidak memenangkan undangan tersebut! 
∑(゚ロ゚〃)
Tapi kami tidak bersedih karena kami masih punya harapan,  kuis FLP masih berjalan.

Aku berusaha mencari kuis lainnya. Ketika cek akun IG @bulanterbelah , aku menemukan bahwa aku memiliki kesempatan ikut serta dalam media screening .

Aku juga memberi tahu Retno mengenai informasi ini. Kami berdua langsung mendaftar.
Dalam waktu setengah jam, kami langsung mendapat email balasan bahwa kami terpilih untuk menghadiri Media Screening. ♪(o=゜▽゜)人(゜▽゜=o)♪
Alhamdulillah, kami senang!
....
Sampai kemudian aku membaca ulang emailnya dan terkejut mendapati fakta bahwa acaranya jam 14.30 WIB
⊙▂⊙
Jam 14.30 kan kami masih kerja.
Jeng jeng!
Kukira acaranya jam 18.30 seperti IHB.
Tadi bacanya ngga teliti
Terus galau mau ikut apa ngga.
Kalau ikut, berarti izin kerja setengah hari. Kalau ngga ikut, takut ngga dapet kesempatan seperti ini lagi.
Hm....
Retno menyarankan untuk menunggu pengumuman kuis FLP. Kalau dapet kan kami bisa nonton tanpa harus izin kerja.

Hal lucu lainnya adalah ketika sore harinya Retno mendapat email dari IHB bahwa dia termasuk yang terpilih ikut Premier Bulan Terbelah di Langit Amerika. Dugaan Retno ada yang mengundurkan diri tidak bisa ikut hadir.
Aku terkejut karena Retno mendapat email, sementara tidak email dari IHB yang masuk ke inbox-ku padahal kan aku yang daftar terlebih dahulu.
Hahaha
Aku pun mengecek folder spam di inbox dan berulang kali merefresh inbox, tapi aku tidak menemukan email dari IHB.
(。•́︿•̀。)
Perasaanku berkonflik, senang Retno mendapat undangan tapi sedih diri ini ngga dapet.

Dua jam kemudian masuk email dari IHB memberi tahuku bahwa aku masuk daftar cadangan. Jika ada yang mengundurkan diri maka aku yang akan menggantikan. Di akhir email ditanyakan apakah aku bersedia masuk daftar cadangan. Aku pun menjawab aku bersedia masuk daftar cadangan.
Retno menghiburku dengan mengatakan bahwa dia yakin aku akan memenangkan kuis FLP atau nanti akan ada yang mengundurkan diri sehingga aku masih bisa ikut rombongan IHB.

Pukul 22.00, aku mantengin akun twitter @FLPoke dan menemukan aku dan Retno tidak memenangkan kuis dari FLP. 
( •́ ∧ •̀ )
Kami kehilangan kesempatan pergi bersama.

Pagi harinya saat baru bangun tidur, aku mendapat email dari Hanum Rais Management. Mereka meminta konfirmasi kehadiran. Aku memang belum membalas email mereka saat mendapat pengumuman.
Kupikir emailnya tidak perlu dibalas.
Aku pun membalas aku konfirmasi hadir kemudian aku mengirim pesan WA pada manajerku, Mas Aswin memberi tahu aku hendak izin masuk kerja setengah hari. Mas Aswin bilang beliau mengizinkan jika kerjaanku sudah selesai.
Alhamdulillahnya kerjaanku sudah selesai kemarin jadi aku bisa izin.

Saat bertemu di kantor, Retno sudah mengetahui bahwa kami tidak memenangkan kuis FLP. Retno masih optimis dan bilang dia berdoa semoga ada yang membatalkan sehingga kami bisa pergi bersama. Aku menggeleng lemah.
Aku sudah berhenti berharap.

Pukul 10 pagi, aku mendapat email dari IHB memberi tahu bahwa ada yang membatalkan dan jika aku bersedia, aku bisa menghadiri acara tersebut. Alhamdulillah.
*sujud syukur*
Aku bisa berangkat bareng Retno.

Aku pun kemudian mengirim email meminta maaf kepada Hanum Rais Management bahwa aku tidak dapat hadir. Maaf banget ya Mba Hanum, Mas Rangga, dan tim  Hanum Rais Management.

Hari itu aku merasa diingatkan oleh Retno tentang kekuatan doa dan optimisme. :")
Kalau rezeki, ngga kemana ya.
(☆^ー^☆)
Alhamdulillah
A photo posted by Hana Bilqisthi (@hanabilqisthi) on
Pendapatku tentang Film Bulan Terbelah di Langit Amerika bisa dibaca di A Must-Watch Film: Bulan Terbelah di Langit Amerika :)

My Best Moments in 2015

|
Assalamualaikum Good People
:D

I still can’t believe 2015 has already over.
Aku merasa tahun 2015 berlalu begitu cepat.
Mungkin karena ada banyak momen manis dan membahagiakan yang telah terjadi di tahun 2015.
Biar ngga lupa, aku mau merangkum momen-momen manis dan membahagiakan yang telah terjadi di tahun 2015.
Image Courtesy of backjunsung at pixabay.com, edited by me


Di tahun 2015, setelah setengah tahun bergabung dengan majalah SWA, akhirnya aku mendapatkan kartu pres.
Ngga nyangka bakal dapet soalnya aku bekerja sebagai staf riset bukan jurnalis.
Waktu kecil, aku dulu pernah membayangkan kerja jadi wartawan/jurnalis. Kesannya keren dan pinter gitu. Hihihi
Tapi kata Manajerku, staf riset itu bisa disebut juga jurnalis, lebih tepatnya jurnalis data.
Lalu pada bulan September 2015, alhamdulillah aku diangkat menjadi karyawan tetap majalah SWA.
Yeay!




Di tahun 2014 aku menyadari aku ingin menjadi penulis. Sebenarnya keinginan itu sudah ada dari tahun 2011, tapi aku tidak berani memulai.
Hehe
Di tahun 2015, alhamdulillah aku mulai belajar menulis dan berusaha jadi penulis.

“Twenty years from now you will be more disappointed 
 by the things that you
 didn’t do than by the ones you did do. 
 So throw off the bowlines.
 Sail away from the safe harbor. 
 Catch the trade winds in your sails. 
 Explore. Dream. Discover.”
 Mark Twain

Salah satu strategi yang kulakukan adalah mengurangi jumlah bacaan dan menggunakan waktu membacaku untuk menulis. Soalnya saat aku memperhatikan akun-akun Goodreads Author, kebanyakan dari mereka hanya menerapkan target 50 buku setahun. Jadi di tahun 2015, aku tidak menargetkan untuk membaca 100 buku seperti tahun-tahun sebelumnya, hanya 36. Alhamdulillah meski hanya menargetkan membaca 36 buku ternyata aku tetap membaca lebih dari 100 buku (41 diantaranya adalah komik).
Baca juga Tips Membaca 100 Buku dalam Setahun 

Untuk menulis sendiri, pencapaian tahun ini adalah dua cerpen dan 3 esai pendekku terbit dalam bentuk buku antologi. Alhamdulillah!
Tertarik ingin membaca? Cara mendapatkannya bisa baca di Publikasi


Selain itu, aku juga rajin update blog The Luckiest ini, membenahi desainnya dan ikut komunitas Blogger Muslimah, Indonesian Hijab Blogger dan juga Blogger Perempuan Network. :D Alhamdulillah aku bersyukur bisa bergabung dalam komunitas ini. Aku mendapat banyak kenalan dan ilmu baru!





Terpengaruh oleh temanku, Retno. Di tahun 2015 lalu, aku sering ikutan kuis dan hasilnya 3 kali memenangkan kuis Elexmedia. Aku mendapat hadiah tas dan komik. Alhamdulilah! Makasih banyak Retno dan Elexmedia!


Di tahun 2015 ini juga aku baru tahu ternyata ada cara mendapatkan buku/novel secara gratis, yaitu dengan ikutan giveaway yang diselenggarakan penerbit, penulis dan blogger buku. Dulu aku tahunya dengan cara ikutan giveaway di Goodreads, tapi belum pernah menang. Aku mencoba banyak giveway novel dan alhamdulillah tahun ini berhasil memenangkan novel Replay dan 100 days.




Momen manis dan menyenangkan lainnya adalah momen reuni dengan teman-teman dekatku semasa kuliah (dan hingga saat ini).


Aku senang bisa bertemu mereka mengingat paska kampus, kami jarang bertemu, padahal dulu bisa bertemu setiap hari.  Jadi ketemu sebentar aja rasanya bahagia sekali, dan sudah bisa mengobati rasa kangen. 

I cannot even imagine where I would be today 
were it not for that handful of friends 
who have given me a heart full of joy. 
Let's face it, friends make life a lot more fun.
Charles R. Swindoll

Nah, untuk momen terbaik di tahun 2015 sendiri adalah saat aku memberikan sebagian uang THRku kepada Umi. Seperti yang pernah aku ceritakan dalam post Hadiah, ketika kondisi keuangan keluarga kami sulit, Umi pernah menjual cincin kawinnya untuk uang berobat adikku, memey. Aku bercita-cita suatu saat nanti ingin membelikan umiku cincin untuk menggantikan cincin yang pernah umi jual tersebut. Alhamdulillah akhirnya niat tersebut terwujud juga di tahun 2015.

Saat aku mengajak umi pergi untuk membeli cincin, umi bilang ngga usah soalnya umi sudah punya cincin kawin dari ayah tiriku. Umi malah menyuruhku untuk menabung uang tersebut untuk keperluan lain. Tapi aku bilang padanya mungkin malah aku gunakan untuk kepentingan yang ngga penting lainnya. Hehe. Akhirnya Umi mau menerimanya dalam bentuk uang.

Meski itu keinginan egoisku, ternyata Umi senang. Tiap ada anggota keluarga besar yang datang, Umi menceritakan bahwa beliau senang dengan pemberianku.
Aku tahu pemberianku tidak sebanding dengan segala jasa Umi tapi aku senang bisa membuat beliau bahagia. Melihat senyuman di wajah umi itu priceless.



Alhamdulillah it's been fun year!
Semoga di tahun 2016 ini ada banyak momen-momen bahagia yang menanti kita semua! (^0^)/



http://indonesian-hijabblogger.com/2015/12/ihb-blogpost-challenge-best-moment-2015/

Tulisan ini diikutsertakan dalam IHB Blogpost Challenge “The Best Moment of 2015”.

A Must-Watch Film: Bulan Terbelah di Langit Amerika

|
http://jakarta.coconuts.co/2015/11/11/bulan-terbelah-di-langit-amerika-movie-posters-look-extremely-similar-social-network 
Sutradara
    Rizal Mantovani   
Penulis Novel
    Rangga Almahendra, Hanum Rais 
Produser
    Ody Mulya Hidayat   
Pemain
    Acha Septriasa, Abimana Aryasatya, Nino Fernandez, Rianti Cartwright, Hana Al-Rashid 
Durasi
    109 menit
 

Sinopsis:
Untuk memperingati tragedi 9/11, Hanum yang diperankan oleh  Acha Septriasa  diminta menulis artikel “Would the world be better without Islam?” dari sudut pandang Azima (Rianti Cartwright) dan anaknya, Sarah Collins. Suami Azuma, Ibrahim Hussain dituduh terlibat dalam tragedi 9/11.

Di saat yang sama, suami Hanum, Rangga (Abimana Asyasatya) juga mendapat tugas dari professornya untuk pergi ke New York mewawancarai Philipus Brown, seorang billionaire yang awalnya terkenal rakus namun kemudian berubah menjadi dermawan. Professor meminta Rangga mencari tahu titik balik perubahan Philipus Brown dan mengundangnya untuk mengadakan kuliah umum di Wina.

Misi Hanum dan Rangga tidaklah mudah mengingat baik Azima, Sarah Collins, dan Philipus Brown selama ini menutup diri dan sering menolak tawaran wawancara. Mengambil setting di New York tahun 2009, misi Hanum dan Rangga dimulai. Berhasilkah Hanum dan Rangga menyelesaikan misi mereka? Apa jawaban atas pertanyaan “Would the world be better without Islam?”



My Review:
Film ini diangkat dari novel dengan judul sama Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Rangga Almahendra dan Hanum Rais.  Film ini berusaha menggambarkan bagaimana sikap masyarakat Amerika kepada muslim menjadi terbelah setelah tragedi 9/11 seperti bulan yang terbelah. Meski belum membaca novelnya, saya telah memasukkan film ini ke daftar film yang akan saya tonton Desember ini. Hal ini disebabkan saya sudah menonton Film 99 Cahaya Langit Eropa part 1 & part 2 serta membaca novel 99 Cahaya Langit Eropa. Saya merasa puas dan menyukainya sehingga saya berasumsi Film Bulan Terbelah di Langit Amerika tidak akan kalah keren!

Pertanyaan besar dalam film ini “Would the world be better without Islam? " mengingatkan saya akan buku A World Without Islam oleh Graham E. Fuller. Jika Graham E. Fuller menggunakan pendekatan sejarah, saya bertanya-tanya bagaimana film ini menjawab pertanyaan tersebut.

Rasa penasaran saya ternyata tidak perlu menunggu lama untuk menemukan jawaban. Alhamdulillah, saya bersama rekan-rekan Indonesia Hijab Bogger berkesempatan menghadiri premiere Bulan Terbelah di Langit Amerika pada 15 desember 2015 pukul.18.30 WIB di Epicentrum XXI Kuningan, Jakarta Selatan.

Dugaan saya tidak meleset. Film yang berusaha mengangkat isu Islamophobia ini lembut dan menyentuh serta dikemas dengan akting dan alur cerita yang baik. Saya merasa terharu menonton video Sarah Collins bertanya tentang ayahnya. Bahkan, saya ikut meneteskan air mata ketika Azima menjawab pertanyaan Hanum tentang mengapa ia melepas hijabnya.

Saya juga menyukai adegan selingan pembahasan perbedaan lelaki dan perempuan, humornya mengena. Saya rasa isu perbedaan lelaki dan perempuan selalu menarik untuk dibahas.

Hal lain yang saya sukai dari film Bulan Terbelah di Langit Amerika adalah film ini sarat makna. Film Bulan Terbelah di Langit Amerika mengajarkan untuk jangan berhenti percaya dan berharap kepada Allah. Kita sebagai muslim diharapkan agar tidak kehilangan kebanggaan menjadi muslim karena Islamophobia. Selain itu, film ini mengajak penonton untuk menjadi agen muslim yang baik dan dapat menjembati kesalahpahaman, bahwa perbedaan jangan membelah kita. Islam mengajarkan kedamaian. Salah satu buktinya dapat dilihat dari salam yang biasa muslim ucapkan "Assalamualaikum" yang berarti May Peace Be Upon You. 


Diunduh dari Facebook Fanpage Hanum Rais

Kuharap kalian tidak melewatkan film bagus ini :)
Film Bulan Terbelah di Langit Amerika mulai tayang di bioskop-bioskop di Indonesia tanggal 17 Desember 2015! 
Save the date!

https://twitter.com/cinema21/status/676953661029748736

Post Signature

Post Signature