Top Social

Tampilkan postingan dengan label self-esteem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label self-esteem. Tampilkan semua postingan

Veritas, Probitas, Iustitia

|

When I entered into the Balairung University of Indonesia hall as a graduate, I felt embarrassed.

Although managed to pass the 3.5 years, I regret my undergraduate thesis did not get an A and my last semester GPA is not cumlaude. (My total GPA is cumlaude)


In my final semester, I get sudden realization that  I had the lack of achievement and contribution to UI. What have I done for these past year?

I remembered the reason why I wanted to join UI, It is when I was 6 years old. The riots in May 1998 caused a lot of activity stopped. Although I was small, I remembered the atmosphere were tense, scary because I live in the
Mbah's house  (grandpa) that is located right next provincial road where frequent intercity buses went back and forth. The front porch of the Mbah's house often became a place for people who wait for intercity bus.  

At that time.the road were so quiet, people are afraid to leave the house and a lot stalls were closed. I remembered my mom asked me to cut corners since it was dangerous to go to market. The worst news for me was preschool also closed. I really like the school, the May riots seize my greatest happiness: the school.

"Je, wear your jackets. If the situation deteriorates, we will go through the back door. Umi has prepared important documents such as birth certificates and some clothes. "

"We will go, Mi? Leave the house? "

"Yes, if the situation is getting serious (dangerous). "

"When?"

"Umi not sure yet, but if Umi says we go, we go."

Immediately I felt anxious and sad

I did not want to leave the house. I pray that this unrest over so I can go back to school and do not need to leave the house.

Thank God my prayers were answered.

When I heard the news, I know that the UI students successfully entered the House of Representative Building.

At that time, I consider UI students as heroes, and I promised myself that time, I'll go in the UI and want to be like them.

Time pass and I forgot promise that I made when I was 6 years old


 Now, I wonder what have I done in UI? for UI? Have I Managed to be a hero?

I shook my head.

It felt so ashamed at myself.

How could I forget and do not utilize my time well.



"Veritas, Probitas, Iustitia. Truth, Honesty, Justice. You'll often hear in college. You as a UI alumni, should remember and apply them wherever you are. "*

I was stunned to hear what prof. Anis, Rector of UI said during a speech.

He does not discuss the GPA as a measure of success or characteristic UI alumni.

he did not mention winning trophy as proof to be hero or UI alumni.


I felt I was given a second chance.

I still can improve myself and do not embarrass University of Indonesia.

Yes there is a chance, if I can remember and
always apply Veritas, Probitas, Iustitia

Alhamdulillah

Thank God and Thanks to Prof. Anis!


I hope I can apply  Veritas, Probitas, Iustitia

 

Btw, congratulations on the election and
inauguration of  Prof. Anis as Rector of UI.  
Barakallah! 
Good Luck Sir!





Ingin baca versi bahasa Indonesia? bisa dibaca di sini

Kau aneh!

|

“Kau lihat perempuan berkerudung pink disana?” tanya sang suami
“ya” jawab sang istri
“dia adalah wanita idamanku sebelum menikah denganmu,  aku mencintainya ....”
sang istri tersenyum getir dan kemudian beranjak pergi
air mata terurai dari pipinya
sang suami mengejarnya “kenapa kau menangis?”
“apa yang kau rasakan jika pasanganmu mengatakan bahwa dia mencintai orang lain di hadapanmu?”
sang suami tersenyum
(¬▂¬)  “tega sekali kau! aku benci” sahut sang istri
sang suami tetap tersenyum
sang istri mengeluarkan ekspresi (Û³ ˚Д˚)Û³ 
sang suami memegang wajah sang istri dan menghapus air matanya
“Aku tidak percaya kamu lucu sekali saat cemburu. “ Sang suami tersenyum
“Kuberi tahu kau satu rahasia, ketika pria memutuskan untuk menikah dengan seorang perempuan, itu berarti pria tersebut mencintai perempuan itu melebihi perempuan lain yang pernah singgah dalam hidupnya. Wanita berkerudung pink tadi? Kau tahu, dulu aku menganggapnya yang tercantik. Sampai aku bertemu denganmu. Saat ini, kau adalah wanita yang paling cantik dan paling kucintai di dunia ini.”
 ⊙o⊙
 ( '﹏' )
sang istri mencubit sang suami (ˇ▼ˇ)-c<ˇ_ˇ) 
“Hahaha.. aku tidak percaya ini.
Ternyata aku menikah dengan pria yang tidak tahu mengungkapkan cinta dengan baik.
Lain kali jika ingin mengatakan bahwa kau mencintaiku, jangan dengan menunjukkan wanita yang pernah kau cintai.
Aku bisa salah paham.
Tolong jangan diulangi”
Sang istri  menyeka air mata dan tersenyum menatap suaminya
“Kau aneh! dan anehnya aku mencintaimu.” ujar sang istri
"Aku juga mencintaimu"  balas sang suami
Keduanya pun tertawa

*terinspirasi curhat seorang sahabat



Barbie and me

|

Hana mau sharing sedikit mengenai masa middle childhood (masa usia anak sekolah yaitu 6-12 tahun) hana. Ni bagian tugas analisis diri mata kuliah psikologi perkembangan.
Hana waktu usia 6 tahun :)

Pada masa middle childhood adalah masa dimana anak mulai sadar tentang body image. Saya sendiri mulai menyadari body image saya. Pada usia enam tahun, ibu saya membelikan saya boneka Barbie yang kemudian saya beri nama Clara. Saya sangat menyukai Clara dan mengidolakannya. Kemudian, saya memutuskan untuk tidak mau makan karena ingin kurus seperti Clara. Kondisi saya tersebut sesuai dengan hasil penelitian Dittmar, Halliwell, & Ive (2006), yaitu anak perempuan yang berusia 5-8 tahun cenderung merasa tidak puas dengan body image yang mereka miliki jika sering diperlihatkan boneka Barbie. Keluarga saya sering mengatakan kepada saya kalau saya sudah sangat kurus tetapi  saya tidak mempercayai mereka. Saya tidak mau makan karena saya merasa diri saya gendut jika dibandingkan boneka barbie yang saya miliki. Keinginan saya untuk menjadi kurus diperkuat oleh pengamatan yang saya lakukan terhadap ibu saya. Ibu saya juga sering mengeluh bahwa dirinya gemuk dan cenderung ingin kurus dan berdiet. Penelitian Swarr & Richard (dalam Paludi, 2002) menunjukkan bahwa ganguan makan yang dialami anak berkolerasi positif dengan ibu dan ayah. Hal ini disebabkan anak perempuan belajar mengenai tubuhnya melalui pesan tidak langsung yang diberikan orang tua, yaitu perasaan ibunya mengenai body image-nya dan perasaan ayah mengenai tubuh ibunya. Selain itu, faktor genetik berperan menyebabkan saya tidak mau makan karena ibu saya saat kecil juga sering tidak mau makan.
Saya mulai menghentikan tindakan tidak mau makan yang saya lakukan ketika saya terjangkit penyakit demam berdarah pada kelas 4 SD. Penyakit tersebut menyebabkan saya dirawat di rumah sakit dan lidah saya mati rasa. Saya tidak dapat merasakan apapun yang saya makan. Semua makanan terasa hambar. Setelah sembuh, ibu saya memberi tahu saya  jika saya makan teratur maka daya tahan tubuh saya akan kuat sehingga saya mungkin tidak mengalami demam berdarah. Nasehat ibu saya membuat saya mau makan karena saya tidak mau mengalami demam berdarah untuk ke-2 kalinya. Selain itu, saya merasa bersalah karena uang yang ditabung oleh ibu saya untuk membeli kulkas terpakai untuk membayar biaya rawat inap saya. Semenjak itu, saya jera dan mulai makan dengan teratur walaupun porsinya sedikit.

Kalau diinget2 lagi, Hana jadi merasa tolol karena pernah ingin kayak boneka barbie. Intinya Hana mau bilang kalau ngasih boneka barbie ke anak usia 5-7 tahun itu ngga baik kecuali mereka diberi penjelasan kalau tubuh boneka barbie tuh sebenarnya ngga ideal. Well, yang jelas sepertinya Hana ngga bakal ngasih anak Hana boneka barbie sampai dia menyukai body image nya dan mencintai dirinya sendiri.


Daftar Pustaka

Dittmar, H., Halliwell, E., & Ive, S. (2006). Does Barbie make girls want to be thin? The effect of experimental exposure to images of dolls on the body image of 5​-​ to 8​-​year​-​old girls.  Developmental Psychology, 42(2), 283-292. doi: 10.1037/0012-1649.42.2.283. Diakses pada 18 Juli 2011 pukul 12:46 WIB
Papalia, D.E., Olds, S.W., & Feldman, R.D. (2009). Human development. (11th ed.). New York: McGraw-Hill.

Self - Talk for Building Self Esteem

|
I really am very special. I like who I am and feel
good about myself
Although I always work to improve myself and I
get better every day, like who I am today. And
tomorrow, when I'm even better. I'll like myself
then too!
It's true that there is really no one else like me in the
entire world. There was never another me before,
and there will never be another me again.
I am unique - from the top of my head to the bottom
of my feet. In some ways 0 may look and act and
sound like others - but I am not them. I am me.
I wanted to be somebody - and now I am. I would rather be me than anyone else in the world.
I like how I feel and I like how I think and I like how I do things. I approve of me and who I am.
I have many beautiful qualities about me. I have talents and skills and abilities. I even have talents that I
don't even know about yet. And I am discovering new talents inside myself all the time.
I am positive. I am confident. I radiate good things. If you look closely, you can even see a glow around
me.
I am full of life. I like life and I am glad I am alive. I am a very special person, living at a very special
time.
I am intelligent. My mind is quick and alert and clever and fun. I think good thoughts, and my mind
makes things work for me. I have a lot of energy and enthusiasm and vitality. I am exciting and really
enjoy being around me.
I like to be around other people and other people like to be around me. People like to hear what I have to
say and know what I have to think.
I smile a lot. I am happy on the inside and I am happy on the outside.
I am interested in many things. I appreciate all the blessings I have, and the things that I learn and all the
things I will learn today and tomorrow and forever -just as long as I am.
I am warm, sincere, honest and genuine. I am all of these things and more. And all of these things are
me. I like who I am, and I'm glad to be me!

Permission to photocopy with credit given to The Family Centre
Room 20, 9912 – 106 Street, Edmonton, Alberta T5K 1C5 Phone (780) 423-2831 Fax (780) 426-4918
Email tfc@the-family-centre.com Website www.the-family-centre.com

Post Signature

Post Signature