Top Social

Tampilkan postingan dengan label jurnal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jurnal. Tampilkan semua postingan

Blush On

|
Saturday Night, 7th June 2014 at Margo City Mall

Jeany :         "Let's find a gift for Fida birthday"
Me     :         "Sure, that is what i am going to do!"
Jeany :         What are you going to buy, Han?
Me     :         Hm,,, I actually want to buy her a bag. Her bag is old and i think she need a new one, despite she said is still good and functional but i disagree. She need a new one. She might does not care her co worker’s opinion about her bag. But i care. Unfortunately, I did not have much money. Maybe I will give books
Jeany :         She is not into cosmetics, huh?
Me     :         Nope, i don't think so. Last time i met her, she said she only wear
                   compact powder and lipstick when she go to works.
Jeany :         How about you? do you wear make up, Han?
Me     :         Hm.. i only wear compact powder and lipstick. Hm.. I wear.... hm.. what is it called... hm.. Ah! i wear “pemerah pipi” when i went to interview
Jeany :         Hahahaha Blush on, Han.  your toefl score is 457 but you forgot blush on
Me     :         *blush and then laugh* it is 547, by the way, and yes i forgot, I mean i rarely wear blush o so it  is natural that i forgot what it is called

We both laughed and went to Centro

Tips membaca jurnal

|
Halo guys :D
Semester ini Hana ikut mata kuliah penelitian psikologi sosial dan dosennya Mas Hari memberikan tips membaca jurnnal ilmiah :D
Alhamdulillah :D
ternyata ada yang udah hana lakukan dan hana belum lakukan.. dan nyesel baru tahu sekarang-sekarang..
tapi mungkin akan lebih nyesel lagi kalau tahu belakang..
jadi hana mau share yang hana dapet :D






 Pahami Anatomi laporan penelitian jurnal
biasanya terdiri dari:
1.       Judul
2.       Abstract
3.       Introduction
4.       Method (participant, design, materials, procedure)
5.       Result (analisis, pendahuluan, result)
6.       Discussion
7.       References
8.       Appendices

Tips membaca tulisan ilmiah (bagian yang dibaca dan cara membaca)
a.       Tidak sekali baca, tidak dari depan sampai akhir
b.      Anatomi artikel jurnal empirik
a.       Abstract (garis besar penelitian)
b.      Alinea terakhir introduction (selling point & hipotesis)
c.       Alinea awal disscussion (temuan utama)
c.       Baca cepat keseluruhan
a.       Tandai kata asing yang tidak diketahui
b.      Tandai istilah atau studi yang tidak diketahui/menarik
c.       Buat catatan berdasarkan abstrak dan baca cepat
d.      Cek kamus/database literatur
a.       Cari kamus untuk kata asing
b.      Cek ensiklopedia untuk istilah
c.       Download artikel studi, juga lebih baru
e.      Baca lagi, dengan lebih teliti
a.       Artikel studi terdahulu dan artikel (pada bagian tertentu harus dibaca beberapa kali)
b.      Revisi catatan
f.        Jika belum paham juga, maka
a.       Baca literatur yang lebih tua lagi
b.      Cek website, youtube, coursera
c.       Diskusi dengan teman atau dosen
d.      Tanya pengarang (gunakan @ui.ac.id)
e.      Revisi catatan

Semoga bermanfaat :D

Berteman setelah Putus?

|

Berteman setelah Putus?

Saya terkejut ketika menemukan salah seorang teman saya,  Sasa menangis terisak-isak di pojok ruangan. Saya bertanya padanya apa yang menyebabkannya menangis terisak-isak. Namun  Sasa tidak menjawab dan melanjutkan tangisannya. Akhirnya saya bertanya kepada sahabatnya, Vo yang kebetulan berada tepat di sampingnya. Dari Vo, saya mengetahui bahwa ternyata  Sasa baru saja putus dari pacarnya. Akan tetapi yang membuatnya menangis bukanlah karena dia putus dari pacarnya─ternyata  Sasa memang sejak lama menginginkan putus dari pacarnya karena mantan pacarnya mudah cemburu. Namun yang menyebabkan  Sasa menangis adalah reaksi mantan pacarnya. Mantan Pacarnya memberitahu  Sasa bahwa dia tidak mau berhubungan lagi dengan  Sasa setelah putus sementara  Sasa berharap mereka berdua masih bisa berteman setelah putus. Pernahkah anda atau teman anda mengalami kasus yang serupa dengan yang dialami teman saya,  Sasa?
Putus merupakan pengalaman yang paling menyakitkan dalam hidup. Bahkan, penyanyi dangdut ternama di Indonesia, Roma Irama mengatakan lebih baik sakit gigi dibanding sakit hati Hal ini disebabkan ketika putus, seseorang tersiksa secara psikologis dan fisik. Ketika putus, seseorang merasa sedih, depresi, marah, kesepian dan tidak berharga. Selain merasa sedih dan tertekan, banyak orang yang merasa kesehatan mereka terganggu, seperti sakit kepala, maag, ganguan makan, dan tidur menjadi tidak teratur..
Duck (1982, dalam Aronson, Wilson, & Akert 2007) mengemukakan teori four stage atau empat fase berakhirnya sebuah hubungan. Fase dimulai dari fase intrapersonal─individu memikirkan perasaan tidak puas dengan hubungannya. Kemudian berlanjut ke fase dyadic─individu membahas keinginan putus dengan pasangannya. Fase ketiga adalah fase social─mengumumkan status putus kepada orang lain seperti teman dan keluarga. Fase terakhir adalah fase intrapersonal─individu memulihkan diri dari putus dan membuat versi bagaimana dan mengapa hubungannya berakhir.

Lalu bagaimana dengan hal yang dialami teman saya,  Sasa? Apakah orang masih ingin tetap berteman setelah putus? Ternyata hal tersebut tergantung peran atau posisi─menjadi orang yang memustuskan (breakers) atau yang diputuskan (breakees) dan gender. Akert (1998, dalam Aronson, Wilson, & Akert, 2007) menemukan bahwa lelaki tidak tertarik tetap berteman dengan mantan pacarnya, tidak peduli dia di posisi breakers atau breakees. Sementara perempuan cenderung ingin tetap menjadi teman, terutama ketika mereka di posisi breakees. Lelaki cenderung ingin memutus hubungan dengan mantannya dan melangkah ke depan. Sementara, perempuan menginginkan melanjutkan koneksi perasaan yang pernah terjalin dengan mantan pacar mereka, berharap mereka dapat mengubah intimate relationship menjadi platonic friendship. Jadi, jika mantan pacar anda (lelaki) tidak ingin berhubungan dengan anda setelah putus, maka anda jangan heran. Sementara. jika mantan pacar anda (perempuan) menginginkan anda dan dia tetap berhubungan setelah putus itu merupakan hal yang wajar.
Kesimpulannya putus salah satu pengalaman yang menyakitkan dan menyedihkan dalam hidup karena menyiksa psikologis dan fisik. Menurut Duck (1982, dalam Aronson, 2007) ada empat fase proses putusnya suatu hubungan, yaitu:
intrapersonal fase            dyadic fase            social fase               intrapersonal fase.
Ternyata setelah putus, tidak semua orang menginginkan tetap berteman dengan mantan mereka, tergantung posisi─breakers atau breakees dan gender. Lelaki cenderung menginginkan tidak berhubungan lagi dengan mantannya, tidak peduli dia sebagai breakers atau breakees. Sementara perempuan cenderung menginginkan setelah putus, mereka tetap berteman dengan mantan mereka terutama ketika mereka sebagai breakees.

Daftar Pustaka
Aronson, E., Wilson, T.D., & Akert, R.M. (2007). Social Psychology (6th ed.). Upper Saddle River : Pearson Education, Inc.

Dilema SMS dan Email

|

Dilema SMS dan Email

Saya pernah mengirim sms kepada teman saya “Wah.. sombong nih ngga pernah ngasih kabar lagi”. Dia membalas sms saya dengan permintaan maaf berulang kali. Awalnya saya kebingungan karena saya bermaksud bercanda. Namun, teman saya mengira bahwa saya serius dan mengira saya marah padanya. Saya kemudian membaca ulang sms saya dan saya kemudian sadar sms saya bisa berupa sindiran jika dibaca dengan nada sinis dan pemenggalan “Wah.. sombong nih, ngga pernah ngasih kabar lagi.”. Saya berasumsi kemungkinan teman saya membaca sms tersebut dengan serius. Hal tersebut disebabkan karena  karakter saya yang serius. Saya seharusnya memberikan emoticon atau menambahkan kata-kata seperti Just Kidding. Saya seharusnya menyadari adanya kemungkinan salah paham dalam menerjemahkan sms yang saya kirim karena dalam komunikasi nonverbal, teman saya sebagai penerima sms tidak dapat melihat ekspresi wajah  dan intonasi perkataan saya.
Saat saya membaca Social Psychology ternyata kesalahpahaman sering terjadi dalam komunikasi nonverbal.  Kruger, Epley, Parker, & Ng (2005, dalam Aronson, Wilson & Akert, 2007)  meneliti komunikasi melalui email, suara dan tatap muka diantara mahasiswa kepada teman mereka dan orang asing. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kruger, dkk. (2005, dalam Aronson, Wilson & Akert, 2007) menunjukkan bahwa pengirim pesan memiliki kepercayaan diri yang tinggi bahwa mereka bisa mengkomunikasikan sindiran, humor, kesedihan, dan keseriusan dalam ketiga jenis komunikasi tersebut. Mereka mengira pesan yang mereka sampaikan sudah cukup jelas karena email sudah diberi emoticon seperti J. Namun ternyata kebanyakan dari mereka gagal mengkomunikasikan emosi yang mereka rasakan jika melalui email. Penerima pesan yang merupakan teman dan orang asing sama-sama gagal menerjemahkan atau menginterpretasikan maksud pengirim pesan. Hasil penelitian tersebut tersaji dalam bentuk grafik di bawah ini:
Penelitian tersebut membuktikan kata-kata dan emoticon belum dapat mewakili pesan yang ingin disampaikan pengirim pesan secara jelas. Hal tersebut terbukti keakuratan penerima pesan dalam email hanya 60% sementara keakuratan penerima pesan ketika berkomunikasi melalui suara dan tatap muka lebih tinggi. Hal ini membuktikan intonasi suara dan ekspresi wajah memiliki pengaruh dalam kejelasan penyampaian pesan.
Pelajaran yang saya dapat berdasarkan pengalaman yang saya alami dan hasil penelitian yang dilakukan Kruger, dkk. (2005), adalah kita harus berhati-hati dalam berkomunikasi melalui email dan sms karena kesalahpahaman dapat terjadi. Hal tersebut disebabkan penerima pesan tidak dapat melihat ekspresi wajah dan intonasi kita sehingga penerima pesan mengalami kesulitan dalam menerjemahkan pesan yang disampaikan pengirim pesan.
Daftar Pustaka
Aronson, E.,  Wilson, T.D., & Akert, R.M. (2007). Social Psychology (6th ed.). Upper Saddle River : Pearson Education, Inc.

Kenalilah diri anda

|

Kenalilah diri anda

Filsuf Yunani Socrates pernah berkata “Kenalilah dirimu”. Anda juga sering mendengarnya bukan? Pertanyaan “Siapakah anda?” sering diajukan agar anda mendreskipsikan diri anda, kelebihan dan kekurangan anda. Pertanyaan tersebut terkesan mudah untuk dijawab. Namun kenyataannya, sering sekali banyak orang tidak mampu menjawabnya. Ketika diajukan pertanyaan tersebut, teman-teman saya sering kali malah balik bertanya “Eh, gue orangnya kayak gimana sih?”.
Mengapa kita perlu mengenal diri kita sendiri? Keuntungan pertama adalah seseorang yang mengenal dirinya mengetahui apa yang ia rasakan dan alasan dari tingkah lakunya. Contohnya jika seseorang mengetahui bahwa dirinya memiliki kecemasan yang tinggi dan tidak mampu belajar dengan SKS (Sistem Kebut Semalam), maka dia akan belajar dengan menyicil. Jika dia tidak mengetahui bahwa dia memiliki kecemasan yang tinggi dan tidak mampu belajar dengan sistem kebut semalam, tetapi malah belajar dengan sistem kebut semalam maka kemungkinan besar dia akan merasa panik dan cemas namun dia kebingungan apa yang menyebabkannya panik dan cemas.
Keuntungan kedua mengenal diri sendiri adalah seseorang dapat menentukan strategi hidup disesuaikan dengan kelebihan dan kekurangan diri yang dimiliki untuk mendapatkan tujuan hidupnya. Dengan mengetahui kelebihannya, seseorang tahu apa saja yang kekuatan yang mendukung untuk memperoleh mimpinya. Sementara dengan mengetahui kekurangan, seseorang bisa memperkirakan hal-hal apa saja yang mungkin menghambatnya dalam memperoleh tujuan dan mengambil tindakan yang mampu membantunya mengatasi hal-hal yang mungkin menghambatnya. Sebagai contoh Rani adalah seorang mahasiswa yang pekerja keras, teroganisir, terjadwal, tertutup, sulit beradaptasi dan tidak berani mengambil resiko. Rani bercita-cita lulus S1 dalam waktu 3,5 tahun dan IPK di atas 3. Kelebihan Rani adalah pekerja keras, terorganisir, terjadwal. Dengan kelebihannya, Rani bisa sukses di bidang akademik dan mewujudkan mimpinya untuk lulus S1 dalam waktu 3,5 tahun dan IPK di atas 3. Namun sifatnya yang tertutup, sulit beradaptasi dan tidak berani mengambil resiko akan menghambatnya sukses di perguruan tinggi. Jika Rani tidak mengetahui kelebihan dan kekurangannya, Rani akan kebingungan menentukan tindakan apa yang perlu dia lakukan. Sementara jika Rani mengetahui kelebihan dan kekurangannya, Rani bisa mengoptimalkan kelebihannya dan meminimalisir kekurangannya. Mengenal diri sendiri akan memberikan kesempatan untuk merubah hal-hal yang ingin diubah, dan mewujudkan kehidupan yang diinginkan.
Lalu bagaimana caranya agar kita mengenal diri kita? Proses mengenal diri dapat dilakukan melalui introspeksi yang dilakukan oleh diri sendiri dan umpan balik yang diberikan oleh orang lain. Namun diantara dua cara tesebut, umpan balik dari orang lain lebih efektif karena sulit bagi seseorang menilai dirinya sendiri secara obyektif. Hal ini disebabkan sulit bagi seseorang untuk melepaskan subyektivitasnya dalam menilai diri sendiri. Selain itu, orang lain lebih mudah menilai secara obyektif.

Ada dua alasan yang menyebabkan mengenal diri sendiri sangatlah penting. Alasan pertama yaitu seseorang yang mengenal dirinya mengetahui apa yang ia rasakan dan alasan dari tingkah lakunya. Alasan kedua adalah seseorang dapat menentukan strategi hidup yang disesuaikan dengan kelebihan dan kekurangan dirinya untuk mendapatkan tujuan hidupnya. Cara mengenali diri sendiri ada dua yaitu melalui introspeksi diri dan umpan balik dari orang lain. Namun cara mengenal diri sendiri dari umpan balik dari orang lain lebih efektif karena penilaian yang diberikan lebih obyektif.

Daftar Pustaka

Singgih-Salim, E. E. & Zarfiel, M.D. (2006). Pengenalan diri In Singgih-Salim, E. E. & Sukadji, S. (Eds.), Sukses belajar di perguruan tinggi (pp. 141-149). Yogyakarta: Panduan.

Dementor dan Mantra Patronus

|

Dementor dan Mantra Patronus

Dementor─sebuah kata yang pasti tidak asing untuk penggemar Harry Potter, baik novel maupun filmnya. Harry Potter adalah novel anak-anak best-seller karya J. K. Rowling. Harry Potter bertemu pertama kali dengan dementor ketika di tahun ketiganya di Hogwarts.
Dementors are among the foulest creatures that walk this earth. They infest the darkest, filthiest places, they glory in decay and despair, they drain peace, hope, and happiness out of the air around them... Get too near a Dementor and every good feeling, every happy memory will be sucked out of you. If it can, the Dementor will feed on you long enough to reduce you to something like itself...soulless and evil. You will be left with nothing but the worst experiences of your life.Remus Lupin to Harry Potter (harrypotter.wikia.com).
Dementors berasal dari kata dement yang berarti "to make insane" dan kata tormentor yang berarti "one who afflicts with great suffering".  Jadi, dementor berarti "one who inflicts insanity". Dalam kehidupan nyata, dementor bisa diasosiasikan dengan stres. Stes dan dementor memiliki persamaan yaitu dapat membuat seseorang merasa tertekan, sedih, dan putus asa. Definisi stres menurut Taylor (1995 dalam Nietzel, Bornstein, & Milich, 1998) Stress is the negative emotional and psychological process that occurs as people try to adjust to or deal with environmental circumstances that disturpt, or threaten to distrupt their daily function.”. Pemicu stres ada bermacam-macam, misalnya daily hassles, perubahan besar dalam hidup, rasa sakit dan ketidaknyamanan, konflik, bencana alam dan irrational beliefs.
Dalam novel Harry Potter, dementor tidak dapat dibunuh. Hal tersebut merupakan salah satu kemiripan dementor dengan stress, kita tidak dapat menghilangkan stres dari kehidupan kita. Namun bukan berarti dementor dan stress tidak dapat diatasi. Kita dapat mengatasinya. Harry potter menggunakan mantra patronus untuk melawan dementor. Kunci kesuksesan dalam menggunakan mantra tersebut, Harry Potter harus mengingat pengalamannya yang paling membahagiakan. Begitu pula dengan stres,  kita harus mengingat hal-hal positif, mencoba tertawa dan melakukan hal yang kita sukai agar dapat mengatasi stres.
Kisah Harry Potter melawan domentor merupakan ilustrasi yang digunakan pengarang, J.K. Rowling untuk menggambarkan stres yang bisa datang kapan saja dan bagaimanan cara mengatasinya. Alangkah baiknya jika kita memandang stress sebagai suatu situasi yang dapat diselesaikan dan merupakan kesempatan untuk mengembangkan diri.

Terinspirasi
Workshop Pemahaman Diri tanggal 27 November 2010 di Auditorium Psikologi Universitas Indonesia
Daftar pustaka
Nietzel, M.T., Berstein, D.A., & Milich, R. (1998). Introduction to clinical psychology. New Jersey : Prentice-Hall, Inc.
Dementor. (n.d.) Retrieved from http://harrypotter.wikia.com/wiki/Dementor


Diam Bukan Emas

|

Diam Bukan Emas


            Ketika saya duduk di kelas sepuluh SMA, saya sempat dekat dengan seorang lelaki. Namanya Indra Budi dan saya memanggilnya Kak Ibut. Dia setahun di atas saya dan merupakan kakak kelas saya. Status hubungan kami saat itu adalah kakak-adik. Saat itu sedang tren menjalin hubungan kakak-adik. Selain itu, saya dari dulu memang menginginkan seorang kakak.
Selama berhubungan dengannya saya sering tidak mengatakan hal-hal yang mengganjal hubungan kami. Di awal hubungan kami, dia lebih sering menghabiskan waktu bersama sahabat saya, Putri dan pergi jalan-jalan bersama Putri. Padahal Putri sudah memiliki pacar. Saat itu saya bertanya-tanya apakah saya cemburu atau memang faktanya Kak Ibut lebih sering menghabiskan waktu bersama Putri? Saya juga bertanya-tanya apakah sebenarnya Kak Ibut mendekati saya hanya untuk mendekati Putri? Karena sebelumnya saya sering sekali bertemu lelaki yang mendekati saya dengan niat bisa mendekati sahabat saya. Kejadian itu sering sekali terjadi sehingga membuat saya rendah diri. Tiap kali dekat dengan seorang lelaki, saya menjadi selalu bertanya-tanya apakah dia benar-benar mendekati saya atau dia hanya menjadikan saya batu loncatan untuk mendekati sahabat saya. Sayangnya, saya tidak pernah bertanya atau mengklarifikasi dugaan saya kepada Kak Ibut.
            Saya juga sering membohongi diri saya sendiri karena saya tidak pernah mengatakan apa yang benar-benar saya rasakan. Saya sering berkata “Ngga apa-apa kok” untuk hal-hal yang sebenarnya menjadi masalah bagi saya. Ketika Kak Ibut tidak dapat mengantar pulang saya tetapi dia malah mengantar pulang teman sekelasnya. Saya sebenarnya merasa sedih dan tidak setuju namun yang saya katakan adalah “Silahkan saja” atau “Ngga apa-apa kok.”.
Saya hanya diam ketika Kak Ibut menyatakan ketidaksetujuan melihat saya mengikuti skul dj di Be radio. Walaupun saya bersikap tidak peduli, namun ketidaksetujuannya sering mengganggu pikiran saya.
            Saya tidak menyadari bahwa yang saya lakukan yaitu tidak membicarakan apa yang saya rasakan dan berbohong mengenai apa yang saya rasakan, membuat saya tertekan. Saya merasa yang saya lakukan adalah sesuatu hal yang wajar. Teman-teman saya melakukan hal yang sama. Saya juga melihat ibu saya melakukan hal yang sama.
            Kemudian ketika saya merasa hubungan saya dengan Kak Ibut membuat saya tertekan, saya memilih menghindari Kak Ibut. Saya malah tidak membicarakan hal-hal yang selama ini mengganggu pikiran dan perasaan saya ketika berhubungan dengannya. Anehnya, semakin saya berusaha menghindar dan melupakan hal-hal yang mengganggu pikiran dan perasaan saya, saya malah makin merasa tertekan. Nafsu makan saya hilang dan saya sering jatuh sakit.
            Keluarga dan teman-teman saya bertanya apa yang mengganggu pikiran saya sehingga saya sering jatuh sakit. Namun saya tidak dapat mengungkapnya karena selama ini saya selalu memendamnya. Saya tidak tahu harus memulai bercerita darimana. Dan ketika Kak Ibut menelepon saya bertanya mengapa saya selalau menghindarinya, akhirnya saya menuliskan semua yang selama ini saya rasakan dan mengirimkannya ke Kak Ibut melalui email. Karena saya takut saya tidak mengatakan apa-apa ketika berhadapan langsung dengan Kak Ibut. Segera setelah Kak Ibut selesai membacanya, dia datang ke rumah saya dan kami membicarakan hal-hal yang yang selama ini menjadi beban pikiran saya. Ternyata membicarakan hal-hal tersebut membuat saya merasa lega dan membantu saya melihat masalah dari sudut pandang berbeda.
            Dari sana, saya belajar bahwa diam adalah emas tidak berlaku untuk segala hal. Saya belajar dengan tidak membicarakan yang saya rasakan atau membohongi perasaan saya sendiri, saya tidak menyelesaikan masalah dan malah membuat saya tertekan. Saya seharusnya mengkomunikasikan yang saya rasakan dan jujur mengenai perasaan saya.


Dimana Ada Niat Disitu Ada Jalan

|

Dimana Ada Niat Disitu Ada Jalan

Hari selasa tanggal 16 November 2010, saya menghadiri rapat antara panitia social project JELITA Best Wanna Be 2010 dengan Kepala Sekolah Volkschool MUI.  Saya sendiri menjabat penanggung jawab dana usaha social project JELITA Best Wanna Be 2010.Best Wanna Be 2010 merupakan sebuah pelatihan keorganisasian yang diadakan oleh Departemen PSDM BEM UI 2010 untuk mahasiswa baru UI dan Jelita (Jelajah ilmu pengetahuan alam) adalah social proyek yang digagas peserta Best Wanna Be 2010 berupa pendidikan singkat untuk siswa-siswa  Volkschool MUI dalam bentuk outbond yang bertujuan memotivasi semangat belajar siswa-siswa Volkschool MUI yang akan diadakan pada tanggal 27 November 2010. Volkschool MUI sendiri adalah sekolah rakyat untuk anak-anak SMP yang putus sekolah saat ini terletak di Mesjid UI didirikan tanggal 20 November 2010 oleh beberapa mahasiswa baru UI 2010.
Saya merasa malu sekali pada diri saya sendiri ketika mendengar sejarah berdirinya Volkschool MUI dari kepala sekolah Volkschool MUI yang bernama Daniel, Sastra Arab 2010. Daniel bercerita ide untuk mendirikan volkschool MUI sudah ada dari SMA karena dia ingin mengabdi ke masyarakat dengan mengajar anak-anak yang putus sekolah. Dia merasa dirinya semakin terpanggil untuk bergerak ketika salah seorang temannya mengadu padanya bahwa  dia merasa kaget melihat ada anak-anak yang tidak pergi ke sekolah tetapi malah berjualan koran atau tisue sedangkan Depok adalah kota pendidikan dan menurutnya seharusnya anak-anak kecil itu bersekolah. Ketika Daniel sedang kebingungan merealisasikan keinginannya, Daniel mengikuti seminar tentang Volkschool di MUI dan salah seorang pengisi acaranya berkata “Kalau kalian punya tempat dan 20 orang anak putus sekolah, hubungi saya. Saya akan membantu kalian mendirikan Volkschool.”. Daniel pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan dibantu oleh teman-temannya, dia berhasil mendirikan Volkschool MUI. Saya merasa malu kepada diri saya sendiri karena tujuan awal saya dan teman-teman saya di Best Wanna Be 2010 membuat acara JELITA adalah menyelesaikan tugas yang diberikan panitia Best Wanna Be 2010, tidak sepenuhnya karena ingin menolong anak-anak putus sekolah seperti Daniel.
Cerita Daniel sungguh menginspirasi saya dan membuat semangat saya terbakar. Saya belajar darinya jika ada niat maka pasti ada jalan, tidak ada hal yang mustahil. Saat ini yang bisa saya lakukan adalah bersungguh-sungguh mengerjakan social project JELITA dan membuat acara ini sukses.

Sombong itu Bodoh

|

Sombong itu Bodoh

Pernah mendengar pepatah “Orang bodoh adalah orang yang melakukan kesalahan dua kali.”? Saya pernah merasakannya.  Ketika duduk di bangku SMA, saya sering sekali ceroboh ketika mengerjakan ulangan misalnya salah menulis soal, tidak membaca soal dengan teliti sehingga salah menjawab ketika soal-soal tentang pengecualian atau tidak mengerjakan karena ada soal yang terlewat. Hal tersebut sering kali terulang dan kemudian membuat saya menyalahkan diri saya dengan mengatakan pada diri saya sendiri betapa bodohnya saya. Saya benar-benar merasa bodoh karena hal tersebut terjadi berulang kali. Walaupun kecerobohan yang saya lakukan telah terjadi berulang kali tetapi saya tidak berusaha mencari tahu apa yang menyebabkan saya ceroboh dan memperbaiki diri. Saat itu, saya mengira ceroboh adalah sesuatu yang tidak dapat diubah dan merupakan bagian dari diri saya. Saya hanya mengatakan pada diri saya sendiri bahwa betapa bodohnya saya tanpa melakukan introspeksi. Akibatnya, saya menjadi merasa tidak berguna dan membenci diri sendiri.
Suatu hari ketika pelajaran kimia─saya lupa kapan tepatnya, guru kimia saya, ibu Yoyo berkata bahwa kecerobohan terjadi karena seseorang itu memiliki sifat sombong dalam dirinya. Pernyataan tersebut menohok saya. Saya merasa pernyataan tersebut menyindir kecerobohan yang selama ini saya lakukan. Saya merasa marah dan tidak dapat mempercayai hal tersebut karena sangat sulit bagi saya untuk menerima kenyataan bahwa saya adalah seseorang yang memiliki sifat sombong. Saya merasa saya bukanlah orang yang sombong dan saya bukan orang yang buruk.
Saya pun bertanya pada diri saya sendiri selama ini apakah yang menyebabkan saya selalu ceroboh jika hal tersebut bukan karena sifat sombong. Ketika saya mengingat kembali, saya justru menemukan bahwa apa yang dikatakan guru kimia saya itu benar. Saya sering salah di soal-soal yang terletak di awal dan itu merupakan soal-soal yang mudah. Saya sering tidak teliti karena saya terburu-buru dalam mengerjakan soal dan saya sering tidak mengecek kembali soal-soal yang saya anggap mudah sehingga saya sering sekali salah di soal-soal yang mudah.  Saya salah karena saya meremehkan soal-soal tersebut dan meremehkan sesuatu merupakan salah satu ciri sifat sombong. Saya juga telah bersikap sombong dengan tidak mau memperbaiki diri saya. Saya kemudian menyadari perkataan ibu Yoyo bahwa kecerobohan terjadi karena seseorang itu memiliki sifat sombong dalam dirinya itu benar.
Awalnya cukup sulit bagi saya untuk mengakui dan menerima kenyataan bahwa saya ini ceroboh karena telah bersikap sombong. Namun, saya bersyukur dapat mengetahui penyebab kecerobohan saya karena dengan mengetahui bahwa kecerobohan yang saya lakukan disebabkan oleh sifat sombong yang saya miliki, saya pun dapat memperbaiki diri saya. Langkah-langkah yang saya lakukan untuk memperbaiki diri saya adalah dengan cara tidak mengerjakan soal dengan tergesa-gesa dan selalu mengecek kembali soal-soal yang telah saya kerjakan. Ternyata langkah-langkah yang saya lakukan membantu saya memperoleh nilai yang lebih baik. Hasil-hasil ulangan saya yang sekarang mengalami peningkatan nilai dibanding nilai-nilai hasil ulangan sebelumnya. Dari pengalaman saya tersebut saya belajar ternyata orang yang melakukan kesalahan sama dua kali itu lebih tepat disebut orang sombong karena meremehkan masalah dan tidak mau memperbaiki diri sehingga tidak dapat  memperbaiki diri. Jika bisa, pepatah “Orang bodoh adalah orang yang melakukan kesalahan dua kali.” akan saya ubah menjadi “Orang sombong itu orang bodoh”.

Post Signature

Post Signature