Top Social

Tampilkan postingan dengan label Ada deh mau tahu aja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ada deh mau tahu aja. Tampilkan semua postingan

Terus Hana Kapan Nikahnya?

|

Image Courtesy of Nutdanai Apikhomboonwaroot at freedigitalphotos.net


“Hana maaf, ikhwannya ngga yakin. “
Untuk kesekian kalinya ta’aruf gue kandas.

Umi sempat berpikir penolakan yang gue alami adalah karma soalnya waktu masih gadis dulu, beliau sering nolak lamaran ikhwan yang datang, dan anaknya malah sering ditolak. Hahahhaa
Gue bilang ke Umi di Islam ngga kenal karma, jadi penolakan yang gue alami ngga ada hubungannya peristiwa beliau nolak-nolakin lamaran ikhwan. Terus kan dalam Islam tiap orang nanggung dosa masing-masing, ngga ada dosa yang diwariskan.

(O ia, gue termasuk yang setuju sama pendapat kalau perempuan boleh menawarkan diri/mengajak menikah ke lelaki yang dia sukai. Terinspirasi setelah baca postingan Confessionnya Kak Isni, bisa baca disini.)



Sempet sedih tentunya tapi gue inget senior gue ada yang berhasil nemu pasangannya di taaruf ke23 kali, Ada juga udah gagal 17 kali, dan masih dalam proses mencari. Setidaknya taaruf gue belum sampai angka segitu.
Yah, tentu saja ada orang-orang yang taa’ruf sekali dua kali langsung nemu pasangan hidup mereka.
Tapi gue inget Allah Maha Adil, mungkin menurut  Allah jalan cerita ketemu pasangan hidup gue bukan yang sekali dua kali ta’aruf berhasil.

Gue malahnya harus bersyukur atas penolakan-penolakan ini. Alhamdulillah
I mean pas diinget-inget lagi, dulu-dulu Hana pernah ditolak juga dan ternyata penolakan tersebut ada hikmahnya.
Kalau dulu, Hana ngga ditolak jadi BPH SALAM UI 16, mungkin Hana ngga bisa lulus 3,5 Tahun.
Kalau dulu Hana ngga ditolak sama Mas Harsus, dan Mba Adriana, Hana mungkin ngga akan ketemu pembimbing Hana, Mba Sari. Hana bersyukur banget ketemu beliau.
Kalau dulu hana ngga ditolak sama perusahan-perusahaan yang dulu Hana lamar, mungkin Hana ngga akan kerja di Majalah SWA kayak sekarang.
Alhamdulillah.


Beberapa waktu lalu Hana kepikiran pengen nulis postingan blog tentang Mulan, she is my favorite disney character. Alasan Mulan keren bisa dibaca di post ini

Nah, pas googling dan nonton Mulan lagi, Hana jadi sadar
Adegan awal ceritanya adalah Mulan ditolak sama Mak Comblangnya, dia sempet sedih karena takut mempermalukan keluarga. Ayahnya bilang My, my, what beautiful blossoms we have this year. But look, this one's late! I bet when it blooms, it will be most beautiful of all".
So sweet banget ayahnya :")
Tapi kalau Mulan waktu itu menikah di awal cerita (ngga ditolak sama mak comblangnya), ngga bakal ada cerita Mulan menyelamatkan China (Tiongkok), dan dia ngga bakal ketemu Shang.
Ceritanya Indah kan?
Ini cerita yang dibuat manusia, sementara yang buat cerita tentang Hana kan Allah, jadi cerita pasti lebih bagus lagi. Amin.

“Kemudahan adalah ujian syukur dan kesulitan adalah ujian sabar.”
Mungkin Allah mau melatih kesabaran gue, Allah tahu banget Hana Bilqisthi orangnya ngga sabaran. Heheh




Kalau menurut buku Halaqah Cinta, mungkin juga penolakan itu proses mencapai pematangan diri dan kejernihan niat.  Saatnya untuk Hana introspeksi, meluruskan niat dan memperbaiki diri. (^0^)9

Jadi, buat kamu yang nanya:
kapan Hana nikah?
Calonnya udah ada apa belum?
Apakah di tahun ini?
Wallahualam.  
Calonnya udah ada tapi Allah yang tahu. *peace*
Bisa tahun ini,bisa juga ngga soalnya ini tergantung kehendak Allah, bukan kehendak Hana.
Hahahhaa

Jadi, temen-temen mohon doanya ya  :D

Robbanaa hablanaa min azwaajina wa dzurriyaatinaa qurrota a’yun, ya Alloh ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami pasangan hidup dan anak-anak yang menjadi penyejuk mata dan hati serta penentram jiwa. Waj’alnaa lillmuttaqiina imaama, dan jadikanlah kami sebagai panutan, teladan, bagi orang-orang yang bertakwa.

Jazakumullah khairan katsiran :D






Segala luka dan kecewa tampaknya kan malu dan meniada
Ketika kita menginsyafi Allah yang Maha Mengatur
tak pernah keliru, tak pernah aniaya
-Salim A Fillah




Tulisan ini dibuat untuk gerakan #NulisRandom2015 yang berlangsung dari 1 Juni-30 Juni 2015.




Bagaimana rasanya?

|
Kadang saat melihat orang yang kita anggap sukses dan bahagia,
kita bertanya-tanya bagaimana rasanya menjadi dia?

Image courtesy of stockimages at FreeDigitalPhotos.net


Nah, baru-baru ini Hana membaca artikel yang membuka mata Hana tentang jawaban bagaimana rasanya menjadi orang yang dianggap sukses.
Artikel tersebut adalah "The Art of being Dian" di Majalah ELLE Indonesia edisi Februari 2015.


Selama ini Hana kagum sama Dian Sastro, suka sama aktingnya, cantik, pinter lagi. I am a fan of AADC, too. It was the first movie I watched with my mom in Cinema!

Tapi ternyata dalam artikel tersebut, menjadi sukses menjadi beban buat Dian. Saat awal main film, dia tidak main untuk mencari ketenaran. Dia tidak mengira kalau film AADC bakal happening dan membuatnya menjadi icon kebangkitan film Indonesia. Akibatnya, orang-orang pun mulai kasih harapan besar padanya dan menanti langkah dia selanjutnya. Dia merasa orang-orang menaruh harapan terlalu besar pada gadis muda yang saat itu bahkan baru tahun pertama kuliah. Dampaknya Dian menjadi serius, dia melihat dirinya dari kacamata orang karena dia sadar orang punya ekspektasi besar padanya: mengambil film harus hati-hati, perannya harus menantang. Semuanya jadi dia pikirin banget.

Ketika membaca hal tersebut, Hana merasa ada benarnya. 

"The greatest prison people live in, is the fear of what other people will think" 

Hana termasuk orang yang menaruh harapan besar pada Dian Sastro dan tidak menyangka bahwa harapan besar itu malah membebaninya dan membuatnya tidak bahagia. Ironis menyaksikan betapa kesuksesan yang mungkin didambakan oleh kebanyakan remaja, justru membawa banyak kekecewaan pada orang yang menerimanya.


Kita kadang lupa bahwa kehidupan manusia tidak ada yang sempurna.  Life is not wonderful as it seems to be.  Sesuatu yang kita lihat sebagai berkah bagi seseorang belum tentu dianggap berkah bagi orang tersebut. Begitu juga sebaliknya, hal yang kita anggap musibah belum tentu dianggap musibah bagi orang lain.

Mungkin karena itu sebaiknya kita bersyukur atas kondisi apapun yang kita miliki saat ini. Ketetapan Allah selalu tepat. Allah lebih tahu yang dibutuhkan hambaNya.

Nah, berita baiknya adalah Dian berhasil mengatasi hal tersebut. Alhamdulillah. Allah ngga pernah kasih ujian melebihi kemampuan hambaNya.

Di artikel tersebut, Dian mengakui bahwa sekarang dirinya mengerjakan apa-apa tanpa harapan berlebihan dari orang. Dia menemukan identitas diri jauh lebih memuaskan demi naskah peran paling menantang manapun. Ia menceritakan kesuksesannya justru terjadi saat ia melupakan ia adalah icon kesuksesan perfilman. Dia tidak lagi over controlling terhadap hal-hal sederhana. Dia mencoba melakukan hal yang ada di depan mata. Dia percaya kalau memang jalannya, akan kejadian dengan baik. Kalau tidak toh masih ada option lain. Kalau saat lajang, dia mendefiniskan diri dengan karier dan pencapaian, dan kalau tidak berprestasi rasanya bukan apa-apa. Sekarang dia menemukan arti kehidupan yang lebih besar.

I am happy to read that. I hope Dian Sastro live happy and meaningful life.
Barakallah!
\(^0^)/

The answer of I Wonder. ..

|

Wisuda tak hanya tentang sebuah akhir sekaligus awal perjalanan, tapi juga tentang janji yg paripurna pada orang tua, janji membangun agama dan bangsa, suka cita, juga debar menatap masa depan..
Wisuda juga artinya bunga dimana-mana, hadiah, pelukan, ucapan selamat, dan doa-doa yang dilangitkan 
Choirunnisak Fauziati 





Alhamdulillah I made it \(^0^ )
I graduate :D


On 23rd of February 2013, I asked several question in my post entitled I Wonder... :D
Now I got the answer :D

Well this the question


  1. Siapa yang bakal ngasih hana bunga/hadiah/boneka saat wisuda? Berapa orang?
  2. Siapa yang akan mau datang dan minta berfoto bersama Hana?
  3. Siapa yang bakal ngisi komentar di wall of fame yang biasanya dipajang di lorong menuju Kantin lama?
  4. Gue dateng dan melihat ada yang bawa keluarga besar.. kira2 keluarga besar gue bakalan dateng ngga ya kalau pas Hana wisuda?
  5. Bisakah hana lulus 3,5 tahun?
  6. Bisakah hana jadi wisudawan terbaik?
  7. Apakah para wisudawan itu shalat zuhur dan asharnya dijama?
  8. Nanti pas wisuda, Hana ke salon apa ngga?
  9. pakai kebaya kah? kalau iya, pakai warna apa?

The answer:

1. Hana dapet bunga dari Fida (pas lulus sidang), boneka bunga dari Kak Akbar (sehabis gladi), pas wisuda dapet bunga dari keluarga Hana, Hana Talita, Nia, Ranti, Kelompok Liqo, Ichin, Kak Heni, Teh Enung, Langit, Swanny, dan masih banyak sampai gue lupa siapa aja yang ngasih bunga.. hehe

Hana dapet kado dari Hanata selimut (pas lulus sidang), pas wisuda dapet cokelat dari Kak Ana, dapet buku Kompromi Dua Hati dari Kame, notebook dari Kak Hafil, pin dari Anggi, dan boneka dari Afa


2. Banyak, ngga inget gue...

3. belum bisa dijawab... belum wall of fame (ini menyusul)
4. keluarga besar gue ngga dateng, tapi keluarga gue dateng :D
5. Ya, bisa :D
6. Ngga, wisudawan terbaik psiko itu Shahnaz Safitri :D But i am happy for her
7. Hana ngga tahu wisudawan yang lain tapi hana shalatnya dijama, pengennya ngga sih
 tapi umi bilang jama aja... hehe..  Soalnya niatnya mau langsung pulang ke Karawang habis wisuda
8. Ngga, Hana ngga ke salon. Hana ke salonnya pas yudisium
9. Ngga, Hana ngga pakai kebaya, tapi pakai gamis :D Warna hijau merah :D

Hi How have you been?

|
Assalamu'alaikum
Halo Guys :D
it is been a long time i wrote on this blog
i had so many things to tell you for past few months that i had through
but i do not know where to start
because i want you to understand but everything intertwined
a lot thing happens and my insight not in chronological order
it's kinda complicated
but i really want to share with you guys :D


Tips membaca jurnal

|
Halo guys :D
Semester ini Hana ikut mata kuliah penelitian psikologi sosial dan dosennya Mas Hari memberikan tips membaca jurnnal ilmiah :D
Alhamdulillah :D
ternyata ada yang udah hana lakukan dan hana belum lakukan.. dan nyesel baru tahu sekarang-sekarang..
tapi mungkin akan lebih nyesel lagi kalau tahu belakang..
jadi hana mau share yang hana dapet :D






 Pahami Anatomi laporan penelitian jurnal
biasanya terdiri dari:
1.       Judul
2.       Abstract
3.       Introduction
4.       Method (participant, design, materials, procedure)
5.       Result (analisis, pendahuluan, result)
6.       Discussion
7.       References
8.       Appendices

Tips membaca tulisan ilmiah (bagian yang dibaca dan cara membaca)
a.       Tidak sekali baca, tidak dari depan sampai akhir
b.      Anatomi artikel jurnal empirik
a.       Abstract (garis besar penelitian)
b.      Alinea terakhir introduction (selling point & hipotesis)
c.       Alinea awal disscussion (temuan utama)
c.       Baca cepat keseluruhan
a.       Tandai kata asing yang tidak diketahui
b.      Tandai istilah atau studi yang tidak diketahui/menarik
c.       Buat catatan berdasarkan abstrak dan baca cepat
d.      Cek kamus/database literatur
a.       Cari kamus untuk kata asing
b.      Cek ensiklopedia untuk istilah
c.       Download artikel studi, juga lebih baru
e.      Baca lagi, dengan lebih teliti
a.       Artikel studi terdahulu dan artikel (pada bagian tertentu harus dibaca beberapa kali)
b.      Revisi catatan
f.        Jika belum paham juga, maka
a.       Baca literatur yang lebih tua lagi
b.      Cek website, youtube, coursera
c.       Diskusi dengan teman atau dosen
d.      Tanya pengarang (gunakan @ui.ac.id)
e.      Revisi catatan

Semoga bermanfaat :D

Blessing in Disguise

|
"Setiap orang punya penyakit masing-masing".
Aku masih ingat jelas perkataan guru les bahasa inggrisku itu. Ketika beliau mengatakannya usiaku sekitar 14 tahun dan aku tidak mengerti maksudnya apa.
Sekarang sepertinya aku mulai mendapat gambaran :D



waktu belajar mata kuliah teori emosi mengenai emosi dan kesehatan... ternyata ada hubungan antara stress dan kesehatan.. Biasanya ketika stres, sistem kekebalan tubuh kita menurun sehingga bagian tubuh kita yang paling lemah mudah terserang penyakit... Nah dalam kasus gue, setiap kali stres, gue mulai pilek.. bersin-bersin gitu..

Dulu gue ngerasa sedih sama penyakit ini.. yang kambuhnya amat sangat sering (sepertinya gue sering stres? hahahahah)..
Alhamdulillah... Setelah gue pikir-pikir, gue bersyukur penyakit yang muncul tiap gue stress adalah pilek,  karena setiap kali bersin, gue akan menyebut Alhamdulillah (segala puji bagi Allah).. Dan semakin sering gue bersin semakin sering gue nyebut Alhamdulillah :D
Gue diberi kesempatan sama Allah untuk terus berdzikir ketika sakit.. Wow.. It is cool :D
Allah baik banget.. :D
Gue jadi menyadari mungkin Allah ingin menegur gue yang jarang berdzikir dan kemudian gue diberi jalan :D
Alhamdulillah :D

We have so many blessings, and most of them are blessings in disguise. 

That's why we can't see it.

Dreams in High School

|

What is your dream when you were in high school?

Weel, my dreams when I was in high school were:
1st. I study psychology in University Of Indonesia



2nd. I found girl best friend. I found friend who really understand me and I understand about her, we share secret to each other, friend who is make me comfortable to discuss everything (but do not like gossip), friend who always stay no matter what happens, likes although we are not in the same class anymore, and friend who feels like sister to me



3rd. I found a guy who loves me and we share the same dream about marriage and life. In my last semester in university, he proposed me, he sing James Blunt-You're beautiful and then say “I love you, Hana. Will you marry me?” and I will say “Yes, I will.”


4th I will became prof. Hana Bilqisthi
5th. I write a novel
6th  become one of the audience of Oprah Winfrey Show

7th I will pay my parents to go to Meccah for Hajj

8th Having an apartement and a house (a house who has six bedrooms, backyard/garden, a library like Sinichi Kudo, a mushala)


9th become psychologist and open a clinic in Karawang
10th I will have a lot money and buy gift to all my teacher in elementary, junior high school, and high school
11th Made my parents proud of me, laugh with my brother and sister, stay connect with my big family
12th Memorize the Quran

13th being able to play guitar


14th. being able to speak japanese


15th Live Happily (ever after)

Tabu

|
There is one question that I never dare to ask pertanyaan yang mungkin bagi sebagian besar orang akan dijawab dengan enteng atau biasa saja, tapi tidak bagi gue. Selama lima tahun terakhir ini, gue ngga menanyakan pertanyaan ini ke orang lain. .the question is simple “what is your dad’s job?”
gue sebenernya bisa aja jawab pertanyaan itu  tapi what made me afraid to ask that question is that there is big chance that ,person whom I asked, will be going to ask the same question to me and I hate the reaction after they heard my answer. The truth is my dad is unemployed and people gave me a pity look and I hate that. I don’t like people pity on me because it made feel they see me as a weak person and I don’t think I’m weak.

Gue masih inget waktu smp, gue bilang ke beberapa guru  (lelaki) SMP gue kalau ayah gue ngga bertanggung jawab dan mereka marah dan menasehati gue kalau gue ngga boleh ngomong begitu dan beberapa ceramah lainnya tentang usaha seorang ayah membiayai keluarganya. Dulu waktu SMP, gue shock banget denger reaksi guru (lelaki) SMP gue karena gue cerita hal yang sama ke beberapa guru (perempuan) SMP gue dan mereka menyemangati gue. sekarang gue melihat kejadian itu berbeda, gue rasa saat gue bilang ayah gue ngga bertanggung jawab, guru (lelaki) SMP gue mengira kalau gue membicarakan mereka padahal gue ngga menganggap mereka begitu.

ada saat dimana gue berharap umi ngga menikah dengan abi, dan mungkin umi bakal lebih bahagia
tapi umi bilang umi tidak menyesali keputusan menikah dengan abi dan jika tidak menikah dengan abi, umi tidak mungkin memiliki kami bertiga (aku, huang dan memey)
Kalau dipikir-pikir mungkin saatnya bagi gue untuk tidak berpura-pura kuat, tidak mempedulikan pendapat orang tentang abi..
dan belum tentu juga kalau gue cerita tentang status abi, temen2 gue bakal mengasihani gue..
ada berbagai macam reaksi yang mungkin muncul.. jadi mengapa gue mesti cemas..
I mean.. My dad might not have been the greatest, but he didn't do awful things..

Manfaatkan Waktu dengan Baik (2)

|
Kemudian pas evaluasi paruh tahun SALAM UI, Hana ternyata dapet penghargaan jadi staf terbaik PSDM SALAM UI i5 dan hadiahnya itu buku “Bagaimana Muslimah Memanfaatkan Waktu”.
Awalnya Hana ngerasa males baca tu buku karena di psiko kan hana udah belajar time manangement, paling isinya ngga jauh beda

“Sumpah sombong banget si Hana” ( !`´))˚з°)  *nampar  diri sendiri*

Pas libur ramadhan, bukunya baru Hana baca dan Hana pun mendapati bahwa Hana termasuk orang yang belum memanfaatkan waktu Hana dengan baik. Σ(Д|||)
Membaca buku tersebut membuat Hana sadar. Hana mulai mengurangi aktivitas facebookan dan twitteran atau nonton film pas liburan dan memperbanyak baca Quran. *tapi sayangnya, lagi-lagi, sadarnya cuma sesaat*

Dan kemarin tanggal 2 November 2012, Hana baru ikut ujian bahasa korea dasar susulan, Hana ngga bisa ikut karena bentrok mas UTS mata kuliah Diri dalam kehidupan Sosial. Hasil tesnya langsung dibagiin dan Hana dapet nilai 86. Alhamdulillah :D Selain itu, Hana diamanahi ma dosennya setumpuk kertas yang isinya hasil kuis temen-temen Hana buat dibagiin ke mereka sebagai bahan belajar. Kata dosennya sih soal UTS bakal mirip kuisnya. Hana pun mengumumkan ke temen-temen Hana di grup facebook psikologi angkatan 2010 bahwa mereka bisa sms Hana buat janjian ambil kertasnya.

Salah seorangg temen Hana pun sms “Han, sms gue nilai gue dong.”
“eh boleh diliat?” balasku
“iya, gpp”
“nilai loe 98,5”
“Makasih Hana”
“Wow.. hebat banget bisa 98” pikir Hana  “wajarlah temen gue yang satu ini  emang pinter. “
Sampai semenit kemudian gue baru menyadari satu hal. Temen gue yang sms gue ini ngga masuk kuliah minggu lalu, saudara-saudara! Dan ujian dia nilainya lebih baik dibanding gue yang masuk kelas. ( ° °|||)  

 Gue ngga yakin gue bisa dapet nilai segitu kalau gue ngga masuk soalnya pas di kelas aja gue merasa ngga ngerti.  Gue yang tadinya seneng dapet nilai 86 tiba-tiba merasa makin bego
 (╥╥)

Tapi ketika gue merasa sedih,  gue berpikir mungkin kalau hari  ini nilai gue bagus, gue jadi males belajar bahasa korea buat UTS minggu depan. “Udahlah na, pasti ada hikmahnya.” hibur gue ke diri sendiri.

Sore harinya Hana ikut TOS (training Orientasi Salam) 3 Salam UI dan materinya adalah “Produktif?”
inti materi tos 3 adalah
“sudahkah kita mengoptimalkan diri kita?”
Produktif itu ketika
berpikir --> ide
berbuat --> kerja
berjuang --> menang
berkembang --> abadi

Pas dapet materi tersebut hana menyadari bahwa Hana selama ini bukan termasuk orang yang produktif dan belum memanfaatkan waktu dengan baik.
Padahalkan Hana udah sering denger hadist  
“Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya: kesehatan dan waktu luang”. (HR. Bukhari, no: 5933) “

tetep aja ya Hananya bandel… T.T Udah tahu tapi ngga berbuat

Semester lima ini Hana jalani dengan tanpa perencaan, Hana ngga menggunakan agenda Hana lagi…  Hana juga berusahannya semampu hana  (ngga maksain diri). begitu ngerasa ngantuk, hana langsung tidur).

 insight lain yang hana dapet:
Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu tidak mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan. (Q.S. As-Shaff:2-3)

pas dibacain ayat itu di TOS 3, gue jadi inget kalau gue sering banget nasehatin orang tapi belum bisa melakukan yang gue nasehatin. T.T huuhuhu
ade gue, Huang sampai benci banget ma kelakuan gue yang satu ini.
Gue juga jadi inget kalau di PSDM SALAM, gue sering ngasih ide tapi ngga mau jadi pelaksana ide tersebut. T.T

balik lagi ke soal memanfaatkan waktu, hana jadi sadar bahwa selama ini Hana belum memanfaatkan waktu Hana dengan baik. Hana tiba-tiba sadar betapa Allah begitu baik masih mau mengingatkan Hana padahal Hana sering banget ngeyel… T.T

Dan apakah (Allah) yang menciptakan sama dengan yang tidak menciptakan (sesuatu)?  Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? Dan Jika kamu mampu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Q.S. An-Nahl:  17-18)

#jleb (˘̩̩̩-˘̩̩̩ƪ) 

huaaa... Allah baik banget sama Hana... masih mau ngingetin... 


anyway, pas lagi nulis ini hana nemu salah satu tulisan hana pas semester 2 (copy gaya Billy)

If You Read This, You Must Remember:
You Have ALLAH, No Matter How Big Your Problem.
Be Optimis! Never Give Up! You are amazing, Hana! :D
You Have Happy Family
Do Not Forget To Call Or Text Umi, Huang, Memey And Abi
Mahasiswa Psikologi UI Semester 2
  • PERHATIKAN kalau Dosen ngejelasin!!!!
  • Jangan Remehkan FAAL! (3 sks)
  • Inget Hana itu Neurotik. JANGAN NUNDA-NUNDA belajar dan lari dari masalah!
  • Baca Metpensat I (4 sks lho!) bikin rangkuman! Mind map! \^^/
  • MPK Agama. Rajin baca buku!!!
  • Inkemas (3 SKS). Jawab pertanyaan dan buat ringkasan!
  • Baca Etika! Buat catatan yang rapi, karena bukunya penuh tulisan
  • FILMAN à Matkul fav, ayo buat catatan :D
  • IPK à Referensinya sudah dirangkum di slide, jadi buat catatan dari slide
  • Serius belajar Wayang, walaupun cuma 1 SKS!!
  • Staf  PSDM SALAM UI 14! Kontribusi :)
  • Ketua Best Wanna Be 2010
  1. Forum diskusi
  2. Telepon dan sms temen2
  3. Proker : Futsal, Basket, Nonton bareng, Buka puasa bareng
  • Hapalin Juz 30! Ayo sehari satu ayat hana! :)
  • Belajar bahasa jepang? Latihan hiragana dan katakana! Tiap jumat ya :)
  • Adakah kepanitian yang kamu jalani?
    Semangat ya Hana! Allah ngga bakal ngasih beban melebihi kapasitas hambaNya! :D
  • Baca Koran/nonton berita!
  • You’ve got friend too
  • bersenang-senang lah Hana! Rileks!
    Mau tidak mau kamu harus jadi orang yang well-organized. Jangan habiskan waktumu untuk tidak melakukan apapun. Be productive!
         
Kalau diinget lagi, waktu semester 2 kemarin ngga semuanya tercapai sih. tapi tulisan tersebut membantu kalau lagi down. Mungkin Hana bakal mulai dari membuat perencanaan dan tulisan seperti di atas. Semoga Hana bisa menjadi orang yang memanfaatkan waktu dengan baik


hana juga nemu ini

kesimpulan : Hana belum emanfaatkan waktu dengan baik dan sekarang berusaha memanfaatkan waktu dengan baik.

Wish me Luck Guys!

"Bukan kematian yang aku takuti,tapi menyia-nyiakan waktu yang aku takuti. karena kematian cuma memutuskan aku dengan dunia,tapi sia-siakan waktu memutuskanku dengan Allah & Syurga"
(Imam As Syafi'i).


gambar diunduh dari http://24.media.tumblr.com/tumblr_mcvtexypY11rr1f4xo1_500.jpg

Post Signature

Post Signature