Top Social

Refleksi Kritis terhadap Ideologi

|

Refleksi Kritis terhadap Ideologi
Oleh Hana Bilqisthi, 1006664016

Judul : Macam-macam Ideologi
Pengarang: Dr. Irmayanti Meliono,M.Si., dkk.
Data Publikasi : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintregasi Buku Ajar I, Agustus 2010.

Ada berbagai macam ideologi, diantaranya  adalah Marxisme, Fasisme dan Nazisme, Feminisme, dan Ekologisme. Marxisme berlandaskan materialisme dan muncul muncul sebagai bentuk protes terhadap paham kapitalisme. Kapatalisme menyebabkan adanya perbedaan kelas dalam masyarakat dan mengorbankan kaum proletar. Dalam marxisme tidak mengenal perbedaan kelas, artinya semua orang dipandang sama.
Fasisme dan Nazisme juga muncul akibat ketidaksukaan terhadap kondisi yang terjadi saat itu. Ketika itu kondisi negara Itali dan  Jerman sedang kacau akibat perang. Kedua ideologi tersebut dianggap mampu mengubah keadaan negara ke arah yang lebih baik, mampu membangkitkan kembali kemakmuran, kehormatan, dan kejayaan suatu bangsa. Fasisme diterapkan di Italia tahun 1922 oleh Musolini dan Nazisme sendiri diterapkan di Jerman pada tahun 1933. Fasisme dan Nazime memiliki kesamaan konsep dasar yaitu superioritas ras, elit dan kepemimpinan karismatik, negara totaliter, nasionalisme, sosialisme, dan militerisme. Ideologi Fasisme dan Nazisme tidak bertahan lama. Kedua ideologi tersebut kehilangan dukungan massa setelah berakhirnya perang dunia II.
Feminisme lahir dan berkembang di sekitar abad ke-18. Ketika itu, perempuan kalangan menengah ke atas maupun menengah ke bawah tidak memiliki hak untuk mendapat pendidikan, memilih dan dipilih, dan hak untuk mendapatkan lapangan kerja di masyarakat. Tokoh yang paling berpengaruh saat itu adalah Mary Wallstonecraft dari Inggris. Beliau menulis buku Vindication of the Rights of Woman dan pada tahun 1848, hasil-hasil pemikirannya dimuat dalam konvensi hak-hak kaum perempuan yang diadakan di Seneca Falls, AS. Saat ini, perempuan telah dapat menikmati hasil perjuangan feminisme.
Ekologisme adalah paham kerusakan alam dapat diperbaiki melalui kerjasama dengan para industrialis dan menekankan keterkaitan faktor-faktor ekonomi dan politik. Ekologisme merupakan reaksi terhadap proses industrialisasi yang cenderung memperluas produksi dan konsumsi tanpa mempedulikan keterbatasan bumi. Keberhasilan gerakan ekologisme dapat dilihat dari penerapan berbagai kebijakan tentang lingkungan di negara-negara maju dan lahirnya konvensi perubahan iklim di PBB pada 9 Mei 1992.
Dari berbagai macam ideologi di atas, diperlukan upaya refleksi kritis terhadap ideologi karena tanpa adanya refleksi kritis, ideologi dapat menjadi sistem pemikiran yang tertutup, dikeramatkan, ajaran yang steril, kaku, dan tidak berkembang. Padahal ideologi  bersifat futuristik yaitu berisi cita-cita tentang tatanan masyarakat yang baik di masa depan dan juga sumber acuan perubahan politik. Karena bersifat futuristik ideologi berpengaruh besar terhadap masyarakat. Selain itu, tanpa adanya refleksi kritis, ideologi bisa disalahgunakan untuk pembenaran kepentingan pihak tertentu. Ideologi seharusnya bisa menyoroti kenyataan yang ada di masyarakat dan kritis terhadap perwujudan yang belum sempurna.


Be First to Post Comment !
Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung :D
Yang menulis belum tentu lebih pintar dari yang membaca
Jadi, silahkan kalau mau memberikan kritik, saran, umpan balik & pujian.
:D

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Post Signature

Post Signature