Top Social

Tampilkan postingan dengan label Iseng2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iseng2. Tampilkan semua postingan

Laut tampak memikat

|
Laut tampak memikat mata. Aku takjub karena laut terasa kontradiktif, meski saat ini posisi sebagian bawah tubuhku berada di laut, tapi horizon laut yang luas membuatku merasa jauh. Aku menghela napas dalam-dalam, mengambil ancang-ancang untuk berteriak
“Aaaargh!”
Aku menoleh dan mendapati sahabatku mengacungkan kedua jempolnya sambil berkata
“Yuk, sekali lagi tapi kali ini sama-sama. Satu, dua tiga” dia memberi aba-aba
“Aaargh!’ kami sama-sama berteriak, tidak mempedulikan orang-orang di sekitar kami.
Ah, senangnya memiliki sahabat yang bisa diajak melakukan hal gila bersama. Kami terkikik dan menjauh.
Alhamdulillah terima kasih ya Allah atas segala nikmat yang Kau berikan padaku.


Image Courtesy of PublicDomainPictures / 18360 images at pixabay.com

In my head

|
I had bad habit that I often unconsciously answer people's question or statement in my head

for example:

the conversation between and my mom on the phone

My mom : "Han, make sure bla bla bla (give me sort of things that i have to do)"
Me : ..
My mom : "Han, answer me!"
Me : "I've already answered. You did not hear it? Yeah, Mi. Yes, i will do it"

My mom came home

Me : *answer the phone*

My mom observed how i answer the phone

My mom : "Now, i get it. You nod when you answer the phone. On the phone, people do not see you han, answer yes instead of nod."
Me: "Eh? I did not realize that. I will next time."

another example:


Kak Randy : "Assalamualaikum"
Me : ... ( answer wa'alaikumsalam in my head )
Kak Randy : "Is it not obligation to answer salam?"
Me : "I've already answered it."
Kak Randy : "No, you have not."
Me : "Ah! Maybe i've already answered it in my head and i thought my mouth have already open and answer it"
Kak Randy:  "You are weird! *look in disbelief* You are similar to my father. He often does that too"
Me : "What?"
Kak Randy: "He often thinks he have already answered but he did not"
Me: "ooh.. hahahha I am sorry.. But i am not alone, then"

Blush On

|
Saturday Night, 7th June 2014 at Margo City Mall

Jeany :         "Let's find a gift for Fida birthday"
Me     :         "Sure, that is what i am going to do!"
Jeany :         What are you going to buy, Han?
Me     :         Hm,,, I actually want to buy her a bag. Her bag is old and i think she need a new one, despite she said is still good and functional but i disagree. She need a new one. She might does not care her co worker’s opinion about her bag. But i care. Unfortunately, I did not have much money. Maybe I will give books
Jeany :         She is not into cosmetics, huh?
Me     :         Nope, i don't think so. Last time i met her, she said she only wear
                   compact powder and lipstick when she go to works.
Jeany :         How about you? do you wear make up, Han?
Me     :         Hm.. i only wear compact powder and lipstick. Hm.. I wear.... hm.. what is it called... hm.. Ah! i wear “pemerah pipi” when i went to interview
Jeany :         Hahahaha Blush on, Han.  your toefl score is 457 but you forgot blush on
Me     :         *blush and then laugh* it is 547, by the way, and yes i forgot, I mean i rarely wear blush o so it  is natural that i forgot what it is called

We both laughed and went to Centro

Memohon Ampun

|
ya Allah,
imanku compang camping
kukira ......
aku termasuk yang mendengar
namun  ternyata,
aku tidak mendengar!

aku juga mengira......
aku termasuk yang melihat
ternyata aku juga tidak melihat!
Meski telah Engkau tunjukkan tandanya berulang kali!!

Ah... dan hakikat hidup?
Kukira aku telah mengerti ..
baru kusadari aku juga tidak mengerti
aku hanya bermain-main dengan waktu

Hal yang paling gila adalah..
aku berbangga karena hatiku suci..
ternyata.....
hatiku keras,
mati,
dan kotor..
ternoda oleh dosa-dosa yang kukira (lagi-lagi)  kecil..



Ya Allah, berilah aku ampunan
ya Allah, jangan masukkanku ke dalam hamba-hambaMu yang merugi

Han, loe ga ...?

|
Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan temen-temen Hana ketika Hana baca buku tentang nikah atau ta'aruf adalah "Han, loe ngga galau bacanya?"

Gue ngga ngerti apa hubungan baca buku tentang nikah/taaruf dan galau...
karena jujur aja baca buku tentang nikah itu lebih sering membuat gue menyadari gue masih banyak PR untuk siap menikah dan terkadang malah bikin gue takut nikah.. ada juga buku yang berdampak malah jadi semangat nikah...
Tapi kalau galau?
No

Gue justru galau kalau habis baca novel atau komik romance, soalnya jadi jatuh cinta sama tokoh utama cowoknya dan gayal pengen punya suami kayak gitu.. yah walalupun sering banget gue nyadar kalau cowok kayak gitu ngga ada..


pertanyaan kedua yang sering ditanyakan lainnya adalah "Han, loe ngga malu beli buku begitu (tentang nikah)?"
NGGA!
reaksi temen-temen hana biasa bakal lebih kaget lagi pas tahu Hana beli buku -buku tentang nikahnya sendirian (ngga ditemenin)..
I do not get it..
Menurut gue sih pernikahan itu penting dan harus dipersiapkan jauh-jauh hari..
mungkin karena kegagalan pernikahan  orang tua gue juga membuat gue jadi pengen belajar banyak tentang pernikahan dan ngga mau ngulang kesalahan yang sama :)


I will not make the same mistakes that you did
I will not let myself
Cause my heart so much misery
I will not break the way you did,
You fell so hard
I've learned the hard way
To never let it get that far

:') 

Hujan

|
aku suka apa yang dibawa setelah hujan turun
udara sejuk yang menyentuh pipi
suasana teduh yang menentramkan
hawa dinginya

I AM FROM

|
Dari mata kuliah psikologi konseling, gue dapet tugas I am from ….. (Saya adalah dari …..)



Tujuan dari latihan ini adalah agar anda dapat melakukan self-disclosure sambil mengembangkan kreativitas emosi anda.
Ceritakanlah keadaan diri/penghayatan anda sendiri dengan memakai kata-kata deskriptif yang menggambarkan perasaan dan pengindraan anda  (sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa) dalam hal-hal berikut ini:

Paragraf 1: makanan favorit
Paragraf 2: pesan yang terus-menerus anda dengar dari orangtua
 anda
Paragraf 3: tradisi/kejadian istimewa
Paragraf 4: seseorang yang menarik/spesial yang anda kenal
Paragraf 5: suatu tempat di mana anda merasa aman dan damai
Paragraf 6: sesuatu item/barang spesial yang tidak pernah akan
 anda berikan kepadaorang lain dan yang akan anda
simpan sepanjang masa
Paragraf 7: sesuatu yang terjadi setiap hari
Paragraf 8: Pemandangan yang selalu anda lihat setiap pagi
dalam perjalanan anda ke kampus/tempat kerja
Paragraf 9: Suatu tempat yang ingin anda datangi kembali
(misalnya tempat berlibur, mal, negara lain, dll)
Paragraf 10: Sisi positif diri anda
Paragraf 11: Sisi negatif diri anda
Paragraf 12: Yang anda inginkan dalam hidup


Well, ini jawaban gue :D

I AM FROM



Saya adalah dari bentuk yang beragam mengikuti cetakan. Saya dapat berbentuk hati, ikan, bintang, buah dan apapun yang anda inginkan. Anda bisa mengatakan bahwa saya fleksibel dan dinamis. Tekstur saya sederhana tapi sangat menggiurkan sehingga membuat air liur mengalir. Saya sering disajikan di momen spesial dan biasanya saya muncul sebagai penutup. Rasa saya manis dan kenyal. Saya adalah pudding. :9

Saya adalah dari cinta yang tak mengharap tanpa balas. Cinta orang tua pada anaknya. Saya muncul dari rasa khawatir akan badan Hana yang tetap kecil. Saya berbunyi “Makan yang banyak ya”. :9

Saya adalah dari ucapan terima kasih atas ilmu yang diberikan dari guru kepada muridnya. Saya adalah salah satu bentuk penghargaan kepada jasa tanpa pamrih. Saya adalah senyum yang muncul dan ucapan terima kasih dari seorang Dosen kepada muridnya ketika diberi hadiah.

Saya adalah dari wajah yang selalu tersenyum menyambut ketika saya pulang. Seseorang yang menjadi sumber harapan, motivasi dan kebahagiaan bagi Hana.  Saya adalah seorang yang berkata bahwa Hana adalah gadis paling cantik di dunia.  Seorang yang rela mengorban waktu tidur, harta, dan segalanya agar Hana bahagia. Setiap Hana membuat kesalahan, saya langsung memaafkannya. Saya ingin Hana mendapatkan yang terbaik. Saya adalah ibu Hana.


Saya adalah dari manifestasi usaha mencari ridha Allah. Tempat dimana panggilan menuju kemenangan bergema. Saya adalah tempat percintaan terbaik antara hamba dan Tuhan. Tempat terdapat pilar menyokong kubah dan berjajar sajadah. Tempat pertemuan para muslim untuk berbaris, bersujud menyembah Allah. Tempat dimana seolah Allah berkata “Aku tidak melihat status, kecantikan, dan kepintaran hambaKu. Yang membedakan kalian hanyalah ketakwaan”. Tempat dimana barisan terdepan diisi orang-orang yang lebih dahulu mempersiapkan diri menjawab panggilan kemenangan. Beragam usia, suku, status bersebelahan. Tempat yang memunculkan perasaan bahwa “Hana, kau tidak ada apa-apanya. Kau bukanlah siapa-siapa diantara kerumunan lain.”.  Tempat ini juga seolah berkata “Kamu tidak sendirian, setiap muslim bersaudara.”. Idealnya, ini adalah tempat terjadinya peristiwa besar, pertemuan Hamba dengan Tuhannya, perjanjian suci antara lelaki dan perempuan, sekolah, pusat pemerintahan, dan berdiskusi. Di negeri bernama Indonesia, saya mudah ditemukan. Saya disebut rumah Allah. Saya adalah Masjid

Saya adalah dari sebuah kesaksian dan pengakuan bahwa tiada Tuhan Selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Saya bisa naik dan turun. Saya tidak statis dan butuh penyelamatan berulang kali. Saya adalah Iman.



Saya adalah dari hati-hati yang merindu. Saya bagai candu, yang menimbulkan rasa tenang, bahagia, nyaman, sekaligus takut. Saya adalah pemberhentian dari segala hiruk pikuk yang membuat kepala penat. Saya adalah sentuhan yang lembut pada hati yang letih dan payah. Saya hanya dapat ditemukan pada waktu khusus yang dipilih. Saya merupakan jembatan penghubung antara Tuhan dan hambaNya. Saya adalah shalat wajib lima waktu

Saya adalah dari hasil persepsi kedua mata Hana yang minus. Langit biru, awan putih terbentang indah. Ruko-ruko yang berjajar.  Jalan setapak dan pepohonan yang berjajar rapi menimbulkan decak kagum “Masya Allah”. Wajah-wajah yang bersemangat, lemas, bingung, kaget, takut, panik  dalam menyembut pagi.  

Saya adalah dari Jalan Surotokunto no 74 Karawang. Saya didatangi ketika Hana kecil telah kehilangan tempat berteduh. Jika dilihat dari atas, saya menyerupai huruf  U yang dibentuk dengan garis tegas. Warna saya putih tapi penutup saya berwarna cokelat kemerah-merahan. Saya dapat berwarna apa saya sebenarnya, ah tapi sang pemilik sepertinya menyukai warna putih. Saya adalah saksi bisu dari canda, tawa, tangis, pertengkaran, amarah, kekecewaan, cinta, takut, kebingunan, terkejut, kebohongan, kejujuran dan segala hal yang dilakukan oleh penghuninya. Saya seperti magnet, sebentar saja penghuninya menjauh, mereka tetap kembali. Saya tahu Hana benci saya, dia sering berkhayal meninggalkan saya semenjak kedatangannya. Tapi selama dua belas tahun, Hana tidak dapat pergi. Ketika pemilik saya pergi meninggalkan dunia ini, saya tahu waktu saya tidak lama lagi. Anak-anaknya ingin menjual saya. Selamat tinggal, Hana. Sekarang saya telah memiliki pemilik baru, bentuk baru, dan nama baru. Saya adalah rumah kakek Hana. Tempat yang Hana rindukan akan tetapi tidak dapat kembali.


Saya adalah dari nikmat yang diberikan Tuhan.  Saya adalah bentuk syukur atas cinta yang diberikan. Saya seolah membawa kemiskinan jika dilakukan, namun saya justru membuat yang melakukan merasa kaya dan berlebih. Saya memunculkan senyum orang yang menerima. Saya adalah sifat memberi.


Saya adalah dari dalam diri Hana yang tidak percaya dirinya berharga. Saya akan selalu muncul menyerang pikiran positif Hana. Saat Nova bilang bahwa Hana itu mudah dibuat tertawa, saya muncul dan berkata “Hana mudah dibuat tertawa? Kayaknya ngga deh.. emang karena nova itu lucu. Siapa ja bisa ketawa karena nova lucu banget.”. Saya terus muncul dan membuat hal-hal positif Hana seolah hanya sementara, dari luar diri Hana, dan membuat Hana berpikir bahwa hal-hal buruk itu  berasal dari dalam dirinya, stabil dan permanen. Saya adalah pikiran-pikiran negatif dalam diri Hana yang suka mengkritik dirinya sendiri.


Saya adalah dari penerimaan tujuan adanya manusia di Bumi. “Manusia ada di bumi untuk menjadi khalifah dan manusia hidup untuk menyembah Ku!” seru Allah. Saya ingin menjadi golongan hamba-hambaNya yang ketika mendengar perintah Allah menjawab “Kami mendengar dan Kami taat.”. Saya ingin segala sesuatu yang saya lakukan mendekatkan saya pada Allah, memperdekat jarak antara saya dan surgaNya sehingga saya bisa bertemu denganNya.




setelah mengerjakan tugas ini, jadi menyadari gue jarang memakai  kata-kata deskriptif yang menggambarkan sentuhan,  pendengaran, penciuman... gue terlalu fokus pada penglihatan, perasaan...

Memaknai Kerja

|


selama beberapa bulan kemarin Hana ngerasa kalau hana useless (ngga berguna)..
Hana sering ngeluh begitu dan temen-temen Hana, umi bertanya balik apa yang membuat Hana merasa begitu?
I end up silent
I do not know the answer of their question
o I know but I am not quite sure that is the answer...

hm...
I end up asking myself
why do you feel this?
Am I useless because I can not do anything?
I feel like I did not make the society  better...
I feel I contribute less to society..

Feeling useless is sign of depression...
Am I depressed?

But then I realize i did not have any other sign of depression, i only feel that i am useless


Then
14 September ini SALAM UI mengadakan evaluasi paruh tahun dan salah satu sesinya adalah sesi khusus bersama staf dan Ketua SALAM UI 16 (@ariefadit_ya) ...
Kak Arief menjelaskan kembali salah satu budaya SALAM UI 16 yaitu memaknai kerja, bahwa pekerjaan sekecil apapun itu berharga :) Dia mencontohkan seorang yang memiliki pekerjaan memasang skrup pada mobil dan dia memaknai pekerjaannya.. dia menganggap penting pekerjaannya.. tanpa sekrup, mobil tidak akan menjadi mobil dan mungkin akan terjadi kecelakaan

Ah!
His statement made me reflect to my condition and it made me realize that after all this time I never appreciate what I have done...
 I always think I have not give the best and bigger effort...It quite made me sad that I am in my last year in SALAM UI but i did not became a better contributor...I often think that SALAM UI 16, my friends did not need me...I am quite replaceable...
I understand now that I did not appreciate task that I have done. I thought only big things that count... I should not do that..
Seharusnya Hana memaknai kerja Hana... bahwa sekecil apapun pekerjaannya itu tetap pekerjaan yang berharga..
:")





 Sometimes we never realized that our little actions could mean big for other people.
 And with remembering these little positive things we got from other people, 
we know that live is actually not that bad. 
We are blessed in some ways.
(Ayu @flyingpig19) 


Post Signature

Post Signature